cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Manthano: Journal of Christian Education
ISSN : 28290135     EISSN : 2828951X     DOI : https://doi.org/10.53547/by40mc18
Core Subject :
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, P-ISSN 2829-0135 and E-ISSN 2828-951X, is an open access and peer reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. MANTHANO publishes the results of academic and scientific inquiry in the field of Christian Education, both empirical and conceptual. Its scope includes the theology of Christian education, learning strategies and curriculum, educational management and leadership, the philosophy of Christian education, educational measurement, assessment, and evaluation, learning technology, family education, and Christian character education. The journal welcomes contributions from lecturers, researchers, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double blind review process. Each published article is assigned a DOI under the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Korelasi Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Peserta Didik di SMTK Gloria Sentani Kabupaten Jayapura Belwawin; Santy Layan; Riski Tasijawa; Tenison Murib
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2024): maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/bvtkjq87

Abstract

Abstract This study investigates the relationship between learning motivation and academic achievement of students at SMTK Gloria Sentani, Jayapura Regency. Learning motivation is a crucial factor in achieving optimal academic performance. The research employs a correlational approach with a focus on the entire student population at SMTK Gloria Sentani, comprising 35 individuals. Data collection is conducted through a questionnaire using the Guttman scale. The analysis results indicate that the learning motivation of students at SMTK Gloria Sentani is still low, with an interpreted score of 29.6%. Meanwhile, the academic achievement of students correlates at 55.6%, indicating that motivational factors have an influence, albeit in a weak correlation level. Despite the weak correlation, learning motivation factors still contribute to students' academic performance. This research also reveals that some students exhibit low internal and external motivation, which may be a contributing factor to their low academic achievement. Abstrak Studi ini menginvestigasi hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar siswa di SMTK Gloria Sentani, Kabupaten Jayapura. Motivasi belajar adalah faktor penting dalam pencapaian prestasi belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan korelasional dengan fokus pada seluruh populasi peserta didik di SMTK Gloria Sentani, yaitu 35 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Guttman. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik di SMTK Gloria Sentani masih rendah, dengan interpretasi skor sebesar 29.6%. Sementara itu, prestasi belajar peserta didik berkorelasi sebesar 55.6%, menunjukkan bahwa faktor motivasi memiliki pengaruh, meskipun dalam tingkat korelasi yang lemah. Meskipun korelasinya lemah, faktor motivasi belajar tetap memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sebagian siswa memiliki motivasi internal dan eksternal yang rendah, yang mungkin menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar.
Merdeka Belajar dan Teologi Pembebasan: Analisis Komparatif atas Nilai-nilai dan Praktiknya dalam Pendidikan Tinggi Teologi Wesli Irma Desniati Bella; Firman Panjaitan
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2024): september
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/08z31f31

Abstract

This study analyzes the integration between Freedom of Learning and Liberation Theology in the context of Theological Higher Education in Indonesia. In the midst of complex social, political, and economic challenges, Theological Higher Education is required to be more responsive to the needs of the community. Freedom of Learning offers a new paradigm that emphasizes curriculum flexibility and student autonomy, while Liberation Theology focuses on social justice and liberation from oppression. This study aims to evaluate the potential integration of these two approaches in curriculum design and learning practices, as well as identify challenges that may arise. The research method used is qualitative with comparative analysis design, which involves the analysis of policy documents, curriculum, and academic literature. The findings suggest that this integration can create a more inclusive, critical, and transformative theological education. Students are empowered to take an active role in learning through social projects and participatory learning. However, the challenges of resistance to change and resource constraints must be overcome to achieve successful integration. This research is expected to contribute to the development of Theological Higher Education curriculum that is more relevant and responsive to social dynamics. Abstrak Penelitian ini menganalisis integrasi antara merdeka belajar dan teologi pembebasan dalam konteks Pendidikan Tinggi Teologi di Indonesia. Di tengah tantangan sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks, Pendidikan Tinggi Teologi dituntut untuk menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Merdeka belajar menawarkan paradigma baru yang menekankan fleksibilitas kurikulum dan otonomi mahasiswa, sementara teologi pembebasan berfokus pada keadilan sosial dan pembebasan dari penindasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi integrasi kedua pendekatan ini dalam desain kurikulum dan praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain analisis komparatif, yang melibatkan analisis dokumen kebijakan, kurikulum, dan literatur akademik. Temuan menunjukkan bahwa integrasi ini dapat menciptakan pendidikan teologi yang lebih inklusif, kritis, dan transformatif. Mahasiswa diberdayakan untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran melalui proyek sosial dan pembelajaran partisipatif. Namun, tantangan resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya harus diatasi untuk mencapai keberhasilan integrasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan kurikulum Pendidikan Tinggi Teologi yang lebih relevan dan responsif terhadap dinamika sosial.
Panggilan Gereja di Era Digital: Menjawab Kebutuhan Jemaat dengan Pendekatan Kurikulum Maria Harris Bina Monika Siringo Ringo; Essuy K. A Pit’ay; Dyoys Anneke Rantung; Stepanus Daniel
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/8ak5pn44

Abstract

This study examines the relevance and implementation of Maria Harris's curriculum as a church's response to the challenges of ministry in the digital age. Maria Harris's curriculum, which focuses on five dimensions—didask? (teaching), leitourgia (liturgy), koinonia (fellowship), kerygma (proclamation), and diakonia (service)—is considered relevant for holistically shaping the character, faith, and spirituality of the congregation. Using a qualitative approach with a literature study method, this article analyzes existing literature regarding the application of these five curriculum dimensions in digital contexts, such as online worship, digital biblical classes, and social media-based ministry platforms. The research findings indicate that integrating digital technology with the dimensions of the Maria Harris curriculum can significantly enhance the church's effectiveness in meeting the spiritual and existential needs of modern congregations. This article contributes to the theoretical and practical understanding of the church's adaptation in the digital age through a structured curriculum framework. Abstrak Penelitian ini mengkaji relevansi dan implementasi kurikulum Maria Harris sebagai respons gereja terhadap tantangan pelayanan di era digital. Kurikulum Maria Harris, yang berfokus pada lima dimensi—didask? (pengajaran), leitourgia (liturgi), koinonia (persekutuan), kerygma (pewartaan), dan diakonia (pelayanan)—dipandang relevan untuk membentuk karakter, iman, dan spiritualitas jemaat secara holistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur terkait penerapan kelima dimensi kurikulum tersebut dalam konteks digital, seperti ibadah daring, kelas biblika, dan platform pelayanan berbasis media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dengan dimensi kurikulum Maria Harris dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas gereja dalam memenuhi kebutuhan rohani dan eksistensial jemaat modern. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman teoretis dan praktis mengenai adaptasi gereja di era digital melalui kerangka kurikulum yang terstruktur.
PAK dan Teologi Martabat Manusia: Integrasi Imago Dei dalam Moralitas dan Etis Generasi Muda Yohana Fajar Rahayu; Elisa Nimbo Sumual; Yonatan Alex Arifianto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/ye2hk891

Abstract

The moral crisis and decline in human values affecting the younger generation demand a renewal in educational approaches, particularly in Christian religious education. Education that focuses solely on cognitive and doctrinal aspects has proven insufficient in shaping the character and ethical awareness of students in a holistic manner. The absence of a strong theological foundation in the design of Christian religious education has caused the educational process to lose its transformative power. The phenomenon of the decline in human values and morality, and the loss of empathy among the younger generation, reinforces the urgency of a more humanistic and spiritual approach. This study aims to integrate the values of Imago Dei into the design of moral learning as a form of implementing the theology of human dignity in Christian religious education. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that the Imago Dei as the theological foundation of moral education must be strong to prevent a moral crisis among the younger generation, as this is a contextual challenge for Christian religious education in this era. The need to integrate the theology of human dignity into moral education design will bring a more humanising face to Christian religious education. This serves as an ethical and pastoral implication for the church and school. Abstrak Krisis moralitas dan nilai kemanusiaan yang melanda generasi muda menuntut adanya pembaharuan dalam pendekatan pendidikan, khususnya dalam PAK. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek kognitif dan doktrinal terbukti tidak cukup membentuk karakter dan kesadaran etis peserta didik secara utuh. Ketidakhadiran fondasi teologis yang kuat dalam desain pembelajaran PAK menjadikan proses pendidikan kehilangan daya transformatifnya. Fenomena dekadensi nilai kemanusiaan dan moralitas, dan hilangnya empati di kalangan generasi penerus, memperkuat urgensi pendekatan yang lebih humanistik dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Imago Dei dalam desain pembelajaran moralitas sebagai bentuk implementasi teologi martabat manusia dalam PAK. Menggunkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat dinyatakan kesimpulan bahwa imago dei sebagai dasar teologis pembelajaran moral dalam PAK harus kuat supya tidak terjadi krisis moralitas di generasi muda, sebab ini adalah  tantangan kontekstual pendidikan agama Kristen di era ini. perlunya integrasi teologi martabat manusia dalam desain pembelajaran moralitas akan membawa wajah PAK yang memanusiakan. ini sebagai bagian implikasi etis dan pastoral bagi gereja dan sekolah. 
Pedagogia Humanitatis: Transformasi Paradigmatik PAK sebagai Counter-Hegemony terhadap Diskriminasi Reigius dalam Masyarakat Multikultural Indonesia Djoys Anneke Rantung
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/d3ne6k04

Abstract

This study aims to re-examine the role of Christian Religious Education (PAK) within Indonesia’s pluralistic society by proposing the paradigm of Humanitarian Religion. This paradigm emphasizes love, empathy, solidarity, and commitment to social justice as the foundation of Christian praxis. The research employs a library-based method with an interdisciplinary approach that integrates public theology, critical pedagogy, theories of justice, and studies on religious pluralism. The findings suggest that PAK can gain renewed relevance when directed toward interfaith dialogue, social case-based learning, and the promotion of universal humanitarian values. The implication of this study highlights the necessity for PAK to shift from a dogmatic model toward a humanistic praxis that nurtures church members as agents of peace, tolerance, and social justice. The novelty of this research lies in offering a conceptual framework of PAK grounded in Humanitarian Religion, which remains underexplored in the context of Christian religious education studies in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia dengan menawarkan paradigma Humanitarian Religion. Paradigma ini menekankan kasih, empati, solidaritas, serta komitmen terhadap keadilan sosial sebagai landasan praksis iman Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan teologi publik, teori pendidikan kritis, filsafat keadilan, serta studi tentang pluralisme agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK dapat memperoleh relevansi baru apabila diarahkan pada pembelajaran yang berbasis dialog lintas iman, studi kasus sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pergeseran PAK dari model dogmatis ke arah praksis humanis yang membentuk warga gereja sebagai agen perdamaian, toleransi, dan keadilan sosial. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada tawaran kerangka konseptual PAK berbasis Humanitarian Religion yang belum banyak dieksplorasi dalam kajian pendidikan agama Kristen di Indonesia.
Merdeka Belajar dan Teologi Pembebasan: Analisis Komparatif atas Nilai-nilai dan Praktiknya dalam Pendidikan Tinggi Teologi Wesli Irma Desniati Bella; Firman Panjaitan
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/d9rykc22

Abstract

This study analyzes the integration between Freedom of Learning and Liberation Theology in the context of Theological Higher Education in Indonesia. In the midst of complex social, political, and economic challenges, Theological Higher Education is required to be more responsive to the needs of the community. Freedom of Learning offers a new paradigm that emphasizes curriculum flexibility and student autonomy, while Liberation Theology focuses on social justice and liberation from oppression. This study aims to evaluate the potential integration of these two approaches in curriculum design and learning practices, as well as identify challenges that may arise. The research method used is qualitative with comparative analysis design, which involves the analysis of policy documents, curriculum, and academic literature. The findings suggest that this integration can create a more inclusive, critical, and transformative theological education. Students are empowered to take an active role in learning through social projects and participatory learning. However, the challenges of resistance to change and resource constraints must be overcome to achieve successful integration. This research is expected to contribute to the development of Theological Higher Education curriculum that is more relevant and responsive to social dynamics. Abstrak Penelitian ini menganalisis integrasi antara merdeka belajar dan teologi pembebasan dalam konteks Pendidikan Tinggi Teologi di Indonesia. Di tengah tantangan sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks, Pendidikan Tinggi Teologi dituntut untuk menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Merdeka belajar menawarkan paradigma baru yang menekankan fleksibilitas kurikulum dan otonomi mahasiswa, sementara teologi pembebasan berfokus pada keadilan sosial dan pembebasan dari penindasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi integrasi kedua pendekatan ini dalam desain kurikulum dan praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain analisis komparatif, yang melibatkan analisis dokumen kebijakan, kurikulum, dan literatur akademik. Temuan menunjukkan bahwa integrasi ini dapat menciptakan pendidikan teologi yang lebih inklusif, kritis, dan transformatif. Mahasiswa diberdayakan untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran melalui proyek sosial dan pembelajaran partisipatif. Namun, tantangan resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya harus diatasi untuk mencapai keberhasilan integrasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan kurikulum Pendidikan Tinggi Teologi yang lebih relevan dan responsif terhadap dinamika sosial.
Iman dan Logika dalam Pendidikan Agama Kristen: Fondasi Holistik untuk Pembentukan Karakter Naradik
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper discusses the importance of faith and logic in Christian Religious Education as a strategic approach to face the challenges of the times. On the other hand, logic is a critical thinking tool that is very important to help students understand, evaluate, and apply the teachings of faith in its entirety. The separation of the two can give rise to two extremes: blind fanaticism that rejects critical thinking, and academic scepticism that ignores spiritual values. This paper also reviews faith and reason, complementing each other. The principle of "credo ut intelligam" (I believe that I understand) is the basis of this approach. The background of this study lies in the tendency of dichotomy that separates faith as the spiritual realm and logic as the rational realm, thus having an impact on the formation of incomplete characters. The main question of this research is how faith and logic can be a holistic foundation in shaping the Naradic character in PAK. This research uses a qualitative approach with theological and pedagogical literature study methods, as well as conceptual analysis. The results of the study show that faith and logic produce a reflective-critical learning model that encourages students to have a narrator character. able to interpret reality with faith as well as rationally, and ethically responsible in personal and social life. Abstrak: Tulisan ini membahas pentingnya antara iman dan logika dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatan strategis untuk menghadapi tantangan zaman. Di sisi lain, logika adalah alat berpikir kritis yang sangat penting untuk menolong peserta didik memahami, mengevaluasi, dan mengaplikasikan ajaran iman secara utuh. Pemisahan keduanya dapat menimbulkan dua ekstrem fanatisme buta yang menolak berpikir kritis, dan skeptisisme akademik yang mengabaikan nilai-nilai spiritual. Tulisan ini juga meninjau iman dan nalar saling melengkapi. Prinsip “credo ut intelligam” (aku percaya supaya aku mengerti) menjadi dasar pendekatan ini. Latar belakang kajian ini terletak pada kecenderungan dikotomi yang memisahkan iman sebagai ranah spiritual dan logika sebagai ranah rasional, sehingga berdampak pada pembentukan karakter yang tidak utuh. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana iman dan logika dapat menjadi fondasi holistik dalam membentuk karakter naradik dalam PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur teologis dan pedagogis, serta analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman dan logika menghasilkan model pembelajaran reflektif-kritis yang mendorong peserta didik memiliki karakter naradik. mampu menafsir realitas secara iman sekaligus rasional, serta bertanggung jawab secara etis dalam kehidupan personal dan sosial.
Iman dan Logika dalam Pendidikan Agama Kristen: Fondasi Holistik untuk Pembentukan Karakter Naradik Hendrik Legi; Devarsh Gevariel Dean Legi
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/pxk8e325

Abstract

Abstract: This paper discusses the importance of faith and logic in Christian Religious Education as a strategic approach to face the challenges of the times. On the other hand, logic is a critical thinking tool that is very important to help students understand, evaluate, and apply the teachings of faith in its entirety. The separation of the two can give rise to two extremes: blind fanaticism that rejects critical thinking, and academic scepticism that ignores spiritual values. This paper also reviews faith and reason, complementing each other. The principle of "credo ut intelligam" (I believe that I understand) is the basis of this approach. The background of this study lies in the tendency of dichotomy that separates faith as the spiritual realm and logic as the rational realm, thus having an impact on the formation of incomplete characters. The main question of this research is how faith and logic can be a holistic foundation in shaping the Naradic character in PAK. This research uses a qualitative approach with theological and pedagogical literature study methods, as well as conceptual analysis. The results of the study show that faith and logic produce a reflective-critical learning model that encourages students to have a narrator character. able to interpret reality with faith as well as rationally, and ethically responsible in personal and social life. Abstrak: Tulisan ini membahas pentingnya antara iman dan logika dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatan strategis untuk menghadapi tantangan zaman. Di sisi lain, logika adalah alat berpikir kritis yang sangat penting untuk menolong peserta didik memahami, mengevaluasi, dan mengaplikasikan ajaran iman secara utuh. Pemisahan keduanya dapat menimbulkan dua ekstrem fanatisme buta yang menolak berpikir kritis, dan skeptisisme akademik yang mengabaikan nilai-nilai spiritual. Tulisan ini juga meninjau iman dan nalar saling melengkapi. Prinsip “credo ut intelligam” (aku percaya supaya aku mengerti) menjadi dasar pendekatan ini. Latar belakang kajian ini terletak pada kecenderungan dikotomi yang memisahkan iman sebagai ranah spiritual dan logika sebagai ranah rasional, sehingga berdampak pada pembentukan karakter yang tidak utuh. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana iman dan logika dapat menjadi fondasi holistik dalam membentuk karakter naradik dalam PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur teologis dan pedagogis, serta analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman dan logika menghasilkan model pembelajaran reflektif-kritis yang mendorong peserta didik memiliki karakter naradik. mampu menafsir realitas secara iman sekaligus rasional, serta bertanggung jawab secara etis dalam kehidupan personal dan sosial.
Membangun Toleransi dan Empati Lintas Iman Melalui Pendidikan Agama Kristen Aldi Makoro; Julio Eleazer Nendissa; Fedi Gogumo; Jeifel Lydia Karinda
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/eb134041

Abstract

Abstract: This paper addresses the fundamental issue of religious plurality in an increasingly complex and diverse modern society. Religious diversity is not only a social fact but also demands the ability of individuals and communities to cultivate an attitude of tolerance and empathy across faiths as the foundation for a harmonious life together. The novelty of this research lies in the elaboration of inclusive Christian theology with an interfaith empathy approach as a contextual public ethical framework. The purpose of this research is to analyze in depth the process of construction and internalization of the values ??of tolerance and empathy in religious social interactions, so that they can function as the basis of public ethics in a pluralistic society. Using a qualitative-descriptive approach, this research combines a critical literature study on the theory of pluralism, inclusive theology, and interreligious ethics with a conceptual analysis of the ideas of thinkers across religious traditions. The results show that tolerance is not merely a passive acceptance of differences, but rather an active awareness to respect the existence of others within a framework of genuine empathy. Interfaith empathy is identified as an important mechanism in strengthening interfaith communication and suppressing belief-based social prejudice. The research conclusion confirms that strengthening the values ??of tolerance and empathy needs to be pursued sustainably through multicultural education, interfaith dialogue, and the development of social theology that places humanity as the main meeting point between religious traditions. Abstrak: Tulisan ini mengangkat isu mendasar mengenai pluralitas religius dalam masyarakat modern yang kian kompleks dan beragam. Keberagaman agama tidak hanya menjadi fakta sosial, tetapi juga menuntut kemampuan individu dan komunitas untuk menumbuhkan sikap toleransi serta empati lintas iman sebagai landasan terciptanya kehidupan bersama yang harmonis. Kebaruan penelitian ini terletak pada elaborasi teologi Kristen inklusif dengan pendekatan empati lintas iman sebagai kerangka etika publik kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam proses konstruksi dan internalisasi nilai-nilai toleransi serta empati dalam interaksi sosial keagamaan, sehingga dapat berfungsi sebagai dasar etika publik dalam masyarakat yang pluralistik. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini memadukan studi literatur kritis mengenai teori pluralisme, teologi inklusif, dan etika interreligius dengan analisis konseptual atas gagasan para pemikir lintas tradisi keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi bukanlah sekadar penerimaan pasif terhadap perbedaan, melainkan suatu kesadaran aktif untuk menghormati keberadaan pihak lain dalam bingkai empati yang tulus. Empati lintas iman diidentifikasi sebagai mekanisme penting dalam memperkuat komunikasi antaragama dan menekan prasangka sosial berbasis keyakinan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai toleransi dan empati perlu diupayakan secara berkelanjutan melalui pendidikan multikultural, dialog antaragama, serta pengembangan teologi sosial yang menempatkan kemanusiaan sebagai titik temu utama antartradisi religius.
Hidup yang Dibenarkan sebagai Dasar Teologi Pendidikan Agama Kristen: Analisis Pedagogis Titus 3:1-7 Yuliana Lu; Iwan Setiawan; Niat Hartati Zendarto; Sonya Liu; Srimentari Tanggu Hana
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/8vnndb88

Abstract

Abstract: In the world of Christian religious education, educators are often trapped in mere cognitive teaching and may not even emphasise the importance of ethical and moral life and behaviour as the fruit of a life justified by God. Therefore, educators and students need to have a theological basis that a life justified by God will result in real-life changes. In this modern era, not only unbelievers but also in the world of education. Believers experience a moral and spiritual crisis where truth is considered relative, where everything is considered true if it can please themselves or others. This study aims to comprehensively formulate the biblical foundation of a life that has been justified by God, as contained in Titus 3:1-5, which can be implemented in the world of Christian Religious Education. The research method used by the author is a literature review method by combining sources of reference books, journals and other documents in writing and explained through a hermeneutic system, by translating and interpreting, with source material based on biblical texts in order to find a clearer purpose of the text. Therefore, from this study it is concluded that: First, obey, submit and be ready to do good works. Second, live righteously before God. Third, experience a renewal of life in God. Fourth, the right to receive eternal life. What is new is research that focuses on the theological basis of living Christian Religious Education which is justified according to Titus 3: 1-7 and explained based on pedagogical analysis. Abstrak: Dalam dunia pendidikan agama Kristen, sering kali pendidik terjebak pada pengajaran kognitif belaka dan kurang bahkan mungkin tidak menekankan pentingnya kehidupan dan perilaku secara etis dan moral sebagai buah dari hidup yang dibenarkan oleh Allah. Sehingga, penting bagi pendidik dan peserta didik memiliki dasar teologis bahwa hidup yang dibenarkan Allah akan menghasilkan perubahan hidup yang nyata. Pada zaman modern ini bukan hanya orang yang tidak percaya tetapi juga dalam dunia Pendidikan. Orang percaya mengalami krisis moral dan spiritual di mana kebenaran dianggap relatif, di mana segala sesuatu dianggap benar jika itu dapat menyenangkan diri sendiri atau orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan secara komprehensif landasan biblikal hidup yang sudah dibenarkan Allah yang terdapat dalam Titus 3:1-5 yang dapat diimplementasikan dalam dunia Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber buku referensi, jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis serta dijelaskan melalui sistem hermenautika, dengan cara menterjemahkan, menafsirkan, dengan sumber bahannya berdasarkan teks alkitab agar dapat menemukan tujuan teks yang lebih jelas. Maka, dari penelitian ini disimpulkan bahwa: Pertama, taat, tunduk dan siap melakukan pekerjaan baik. Kedua, hidup benar di hadapan Tuhan. Ketiga, mengalami pembaharuan hidup di dalam Tuhan. Keempat, berhak menerima hidup kekal. Yang menjadi kebaharuan adalah penelitian yang memfokuskan kepada dasar teologis Pendidikan Agama Kristen hidup yang dibenarkan menurut Titus 3: 1-7 dan dijelaskan berdasarkan analisis pedagogis.