cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Manthano: Journal of Christian Education
ISSN : 28290135     EISSN : 2828951X     DOI : https://doi.org/10.53547/by40mc18
Core Subject :
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, P-ISSN 2829-0135 and E-ISSN 2828-951X, is an open access and peer reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. MANTHANO publishes the results of academic and scientific inquiry in the field of Christian Education, both empirical and conceptual. Its scope includes the theology of Christian education, learning strategies and curriculum, educational management and leadership, the philosophy of Christian education, educational measurement, assessment, and evaluation, learning technology, family education, and Christian character education. The journal welcomes contributions from lecturers, researchers, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double blind review process. Each published article is assigned a DOI under the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Praktik Metaverse dalam Pendidikan Agama Kristen
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Metaverse is a technology that is develop from the internet. Within the metaverse you can communicate, shop, work, go to school, worship, travel, watch concerts, play games and many other things. Metaverse is in the public spotlight because in metaverse you can state or represent yourself in the form of an avatar so that you can be directly involved in every activity in it. The problem is if this technological progress is not accompanied by healthy spiritual growth or spirituality, it can lead to ethical, moral, social violations in the use of such technology, especially in its use in the field of education. In this paper, we will analyse the impact of metaverse in the world of Christian religious education on students, especially those closely related to presenting God in cyberspace. The study was conducted using the literature study method by analysing papers, journals, from various domestic and foreign institutions. The results of the study show that metaverse can be used as a means of supporting Christian religious education as long as the spiritual growth level of students is maintained and metaverse is only used in certain subjects or courses, especially those that require simulation. Abstrak Metaverse adalah suatu teknologi yang merupakan pengembangan dari internet. Di dalam metaverse anda dapat berkomunikasi, berbelanja, bekerja, bersekolah, beribadah, berpergian, menonton konser, bermain game dan masih banyak hal lain lagi yang dapat dilakukan. Metaverse menjadi sorotan masyarakat karena di dalam metaverse anda dapat menyatakan atau merepresentasikan diri anda dalam wujud avatar sehingga anda dapat langsung terlibat dalam setiap aktivitas anda di dalamnya. Yang menjadi masalah jika kemajuan teknologi ini tidak disertai dengan pertumbuhan rohani atau spiritualitas yang sehat. Akibatnya dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran-pelanggaran etika, moral, sosial dalam penggunaan teknologi tersebut khususnya dalam penggunaannya di bidang pendidikan. Dalam makalah ini akan dianalisa bagaimana dampak metaverse dalam dunia pendidikan agama Kristen terhadap anak didik khususnya yang berkaitan erat dengan menghadirkan Allah di dunia maya. Kajian yang dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis makalah, jurnal dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Hasil kajian menunjukkan bahwa metaverse dapat digunakan sebagai sarana penunjang pendidikan agama Kristen selama tingkat pertumbuhan kerohanian dari anak didik terjaga dan metaverse hanya digunakan pada mata pelajaran atau mata kuliah tertentu khususnya yang memerlukan simulasi.
Peran Media Audio Visual dalam Pertumbuhan Rohani Anak Sekolah Minggu Nehemia Bima Firnando; Dina Kristiani
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/gqdaf429

Abstract

Abstract The development of the times is something that is absolutely unavoidable, technology has become more modern, making it easier for children to now access cellphones such as playing games, doing assignments and also watching. Likewise, Sunday school teaching is required to be creative and innovative because advanced technology can help in teaching, namely using learning media, one of which is the use of audio visuals such as Superbooks. The aim of this research is to provide an overview of the role of superbook audio visual media in the growth of Sunday school children. In this research, descriptive qualitative research methods were used using a library approach. The research results show that superbook audio visual media plays a role in the growth of Sunday school children, such as increasing interest in learning the truth of God's Word, helping to remember material in an audi visual form that is easy to accept, motivating them and actively participating in Sunday school worship. The use of technology such as Superbook Audio Visual Media has the aim of education in the church which has become one of the most significant innovations in children's religious education in Sunday School. Abstrak Seiring dengan perkembangan zaman adalah hal yang mutlak tidak bisa dihindarkan adalah kemajuan teknologi menjadi lebih modern sehingga membuat anak sekarang mudah mengakses berbagai hal melalui handphone misalnya: bermain game, mengerjakan tugas, menonton berbagai tayangan dan lain-lain. Masalah yang terjadi di lapangan adalah anak-anak cenderung kurang tertarik pergi ke Sekolah Minggu, karena metode pengajarannya monoton dan terkesan tradisional. Mereka lebih suka di rumah menonton berbagai tayangan menarik melalui handphone. Dari kenyataan ini, maka guru-guru Sekolah Minggu dituntut harus lebih kreatif dan inovatif dalam pengajaran. Dengan adanya teknologi yang maju dapat membantu guru-guru Sekolah Minggu dalam pengajaran. Salah satunya dengan menggunakan media audio visual Superbook. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang betap pentingnya peranan media audio visual superbook dalam pertumbuhan rohani bagi anak Sekolah Minggu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Adapun hasil penelitian bahwa dalam media audio visual superbook sangat berperan dalam pertumbuhan rohani anak Sekolah Minggu yaitu; meningkatkan minat anak belajar kebenaran Firman Tuhan, membantu anak mengingat materi yang disajikan oleh guru-guru Sekolah Minggu, memotivasi anak sehingga rajin ibadah Sekolah Minggu. Penggunaan media Audio Visual Superbook dalam mengajar menjadi salah satu inovasi yang paling signifikan dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak-anak melalui Sekolah Minggu.
Internalisasi Nilai-nilai Teologis Shema Israel dalam Implikasi Pendidikan Anak Masa Kini Degunias Ton; Saedo Marbun
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/7vad8j79

Abstract

Abstract Abstract. The Israeli shema is a form of Israeli confession of faith that is important and relevant to study today, therefore this article examines how the values ??of the Israeli shema are internalized in the education of today's children. This article uses a descriptive qualitative method by carrying out exegesis on the text of Deuteronomy 6:4-9. And browse various reading sources such as books, dictionaries, articles and other literature. From the research carried out, it was found that the theological values ??in Israel's shema are the recognition of God's identity, the oneness of God, and the command to love God. Therefore, the internalization of these values ??can be carried out by parents and teachers. Parents and teachers must teach the values ??of the Israeli shema repeatedly to children, discuss them, bind them and write them as signs, so that each child can remember well the values ??of the Israeli shema. By implementing it in today's children's education, namely parents as the main movers in children's education, collaboration between parents and teachers in education, selecting relevant teaching methods, and the active role of teachers in the classroom. Abstrak Shema Israel adalah bentuk pengakuan iman Israel yang penting dan relevan di pelajari saat ini, karena itu artikel ini meneliti tentang bagiamana internalisasi nilia-nilai shema Israel dalam pendidikan anak masa kini. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan malakukan eksegesis pada teks Ulangan 6:4-9. Dan menelusuri dengan berbagai sumber bacaan seperti buku, kamus, artikel dan literatur lainya. Dari penelitan yang dilakukan maka di dapati hasil bahwa nilai-nilai teologis dalam shema Israel adalah pengenalan akan identitas Allah, keesaan Allah, dan perintah untuk mengasihi Allah. oleh sebab itu internalisasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan oleh orang tuan dan guru. Orang tua dan guru harus mengajarkan nilai-nilai shema isreal secara berulang-ulang kepada anak, mendiskusikannya, mengikatkanya dan menuliskanya sebagai tanda, supaya setiap anak dapat mengingat dengan baik nilai-nilai shema Israel. Dengan mengimpelentasikanya dalam pendidikan anak masa kini yaitu orang tua sebagai penggerak utama dalam pendidikan anak, kalaborasi antara orang tua dan guru dalam pendidikan, pemilahan metode ajar yang relevan, dan peran aktif guru dalam kelas.
Pemahaman Konsep Manajemen Statejik dan Implikasinya bagi Pemimpin Kristen di Era Vuca Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/hfw4w531

Abstract

Abstract Understanding the concept of strategic management for a Christian leader is very important and can even be said to be one of the main competencies that a leader must possess regarding leadership knowledge because it will affect his personal life as well as his organizational life. The method in this study was carried out by means of a literature study. The results of this study show how understanding the concept of strategic management correctly can have an impact not only on the leaders themselves but also on the people and organizations where the leaders lead. At least the implications of this research are: First, Willingness to train oneself to think strategically. Second, practicing strategic leadership in leading the organization. Third, sharing understanding of strategic management concepts. Abstrak Pemahamaman konsep manajemen stratejik bagi seorang pemimpin Kristen sangat penting bahkan dapat dikatakan termasuk diantara kompetensi utama dalam bidang kepemimpinan dan manajemen organisasi termasuk dalam kepemimpinan dan manajemen pelelayanan gereja dan organisasi Kristen, yang harus dimiliki pemimpin terkait pengetahuan kepemimpinan karena akan mempengaruhi kehidupan pribadi juga kehidupan berorganisasinya. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pemahaman konsep manajemen stratejik yang benar dapat membawa dampak bukan saja bagi pemimpin itu sendiri tetapi juga bagi orang dan organisasi di mana pemimpin memimpin. Paling tidak implikasi dari penelitian ini, adalah: Pertama, Kesediaan untuk melatih diri berpikir strategis. Kedua, Mempraktikan kepemimpinan stratejik dalam memimpin organisasi. Ketiga, Membagikan pemahaman konsep manajemen stratejik.
Strategi Ayah dalam Membangun Budaya Santun Anak di Keluarga Kristiani Kosma Manurung; Sudirman
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/gas4re19

Abstract

Abstract Polite children are highly desired, hoped for, also needed by parents, extended families, communities, and God's church. Good manners are important for children to have, apart from being a superior character associated with their social intelligence, they are also a surefire recipe for building and maintaining social relationships, and are very connected to the brightness of a child's future. This article is intended to examine the strategy of fathers in building cultural support for children in Christian families. The narrative qualitative method and literature review were chosen in working on this article with the hope of being able to get a strong, systematic meaning, and have an academic foundation when discussing biblical narratives about politeness, the importance of politeness for a child, and father's strategies in building a polite culture in children. It was concluded that a father will play an optimal role in building a culture of politeness in children when he makes himself the main channel of children's education, forbids it at the child's level of understanding and uses the child's love language, and makes himself the closest model of politeness that can be seen by children. Abstrak Anak yang santun sangat diinginkan, diharapkan, juga dibutuhkan baik oleh orang tua, keluarga besar, komunitas masyarakat, maupun gereja Tuhan. Sopan santun penting anak-anak miliki selain karena itu merupakan karaker unggul yang terafiliasi dengan kecerdasan sosialnya juga merupakan resep jitu dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial, serta sangat berkaitan dengan kecerahan masa depan anak. Artikel ini bermaksud mencermati strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak di keluarga Kristiani. Metode kualitatif naratif dan kajian literatur dipilih dalam mengarap artikel ini dengan harapan mampu mendapatkan makna yang kuat, sistimatik, dan memiliki landasan akademik ketika membahas terkait narasi Alkitab tentang kesantunan, arti penting kesantunan bagi seorang anak, dan strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak. Disimpulkan bahwa seorang ayah akan berperan maksimal dalam membangun budaya santun pada anak ketika menjadikan dirinya saluran utama dari pendidikan anak, mengajarkannya pada tingkat pemahaman anak dan menggunakan bahasa cinta anak, serta menjadikan dirinya role model kesantunan yang paling dekat yang bisa di lihat oleh anak.
Pembentukan Karakter pada Anak Usia Dini: Kajian Kitab Ulangan 6:7 Martina Waruwu; Firman Panjaitan
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/srtqrv56

Abstract

Abstract The formation of children's character starting from an early age is a responsibility that God has entrusted to parents. Parents are the main and first teachers for children in the formation of children's character. This is also taught in the book of Deuteronomy 6:7, which explains that the role of parents in educating and shaping the character of children must be carried out through teaching that is given repeatedly and done every day. By using qualitative methods, especially through literature and exegesis approaches, this study shows that parents must make themselves living role models for their children, especially in developing spiritual values in life. The role of parents as a living role model will result in a child having good habits, then developing into habits and from these habits good character grows in the child. Thus it can be said that education and character building for a child must come from parents and family. Abstrak Pembentukan karakter anak yang dimulai dari usia dini merupakan sebuah tanggungjawab yang Tuhan sudah titipkan pada orangtua. Orang tua adalah guru utama dan pertama bagi anak dalam pembentukan karakter anak. Hal ini diajarkan juga di dalam kitab Ulangan 6:7, yang menjelaskan bahwa peran orang tua dalam mendidik dan membentuk karakter anak harus dilakukan melalui pengajaran yang diberikan secara berulang dan dilakukan setiap hari. Dengan menggunakan metode kualitatif, khususnya melalui pendekatan studi pustaka dan eksegese, penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua harus menjadikan diri mereka sebagai teladan yang hidup bagi anak-anak, terutama dalam mengembangkan nilai-nilai kehidupan spiritual. Peranan orang tua sebagai teladan yang hidup akan mengakibatkan seorang anak memiliki pembiasaan yang baik, kemudian berkembang menjadi kebiasaan dan dari kebiasaan ini bertumbuhlah karakter yang baik dalam diri anak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan dan pembentukan karakter bagi seorang anak harus berasal dari orang tua dan keluarga.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Karakter Naradidik Nikolaos; Yonatan Alex Arifianto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/zxw7s456

Abstract

Abstract Along with the development of the times, especially in the world of technology at this time which is growing rapidly and is very influential for the whole society, almost all humans are affected by it, but this affects human character, therefore what needs to be considered is ethics, character and morals from humans. So it needs attention from all aspects, especially specifically on the role of the teacher in the world of education. Which aims to provide teaching so that students can get to know the attitude of a student well in their environment. Moreover, the teacher also provides an introduction to students about the teachings and moral values of God's truth. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian religious education teachers also have an important role, where the teacher can solve the biggest problem that students often experience is the problem of character crisis. and right. So it is highly hoped that Christian Religious Education Teachers can be maximal in carrying out noble tasks, and have full responsibility in accordance with the goals of education and learning, namely to form and be able to create generations who have noble character, are responsible and have the character of Christ. Abstrak: Seiringan dengan perkembangan zaman khususnya dalam dunia teknologi pada saat ini yang semakin pesat dan sangat berpengaruh bagi seluruh masyarakat, hampir semua manusia terkena dampak tersebut, namun hal tersebut berpengaruh bagi karakter manusia, oleh karena itu yang perlu diperhatikan ialah etika, karakter serta moral dari manusia. Maka perlu diperhatian dari segala aspek terutama secara khusus pada peran guru dalam dunia pendidikan. Yang mana bertujuan memberikan pengajaran supaya nara didik bisa mengenal dengan baik sikap seorang anak didik dalam lingkunganya. Terlebih guru juga memberikan pengenalan kepada nara didik tentang ajaran dan nilai moral dari kebenaran Allah. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Guru Pendidikan agama Kristen juga memiliki peranan penting, dimana guru dapat menyelesaikan masalah terbesar yang sering kali nara didik alami ialah masalah krisis karakter, Oleh karena itu peran seorang guru sangat diharapkan dapat membentuk karakter naradidik kearah yang lebih baik dan benar. Maka sangat diharapkan, Guru Pendidikan agama Kristen bisa maksimal dalam melaksanakan tugas yang mulia, serta memiliki tanggung jawab sepenuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk serta dapat menciptakan generasi yang memiliki akhlak mulia, bertanggung jawab dan memiliki karakter Kristus.
Peran Pemimpin Kristen dalam Meregenerasi dan Memperlengkapi para Pemimpin Muda di Era Globalisasi Nikolaos; Yonatan Alex Arifianto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/v36d5e36

Abstract

Abstract This paper is a study of the role of leaders in reproducing and equipping people to become the next leaders. This study departs from the author's empirical observations, that many church organizations do not carry out leadership regeneration, so many churches experience setbacks because they are not ready to face any changes. The purpose of writing this article is to see what steps the church has taken in regenerating young leaders in the era of disruption. In this era of disruption, the church is required to prepare leaders who can keep up with change, because young leaders have perspectives that are more relevant to changing times and are able to see change as an opportunity to grow and be fruitful by utilizing digital access. The method of writing this article is using a qualitative method with a literature review approach. The source of this study was obtained from searching various literature such as books and relevant journal articles. The results obtained in the study are that leaders have responsibilities, namely recognizing potential leaders, growing potential leaders and equipping prospective leaders. But to produce leaders like this one should build good cooperation between members and leaders. Abstrak Tulisan ini merupakan kajian terhadap peran pemimpin dalam mereproduksi dan memperlengkapi orang-orang untuk menjadi pemimpin selanjutnya. Kajian ini berangkat dari pengamatan penulis secara empiris, bahwa banyak organisasi gereja yang tidak melakukan regenerasi kepemimpinan, sehingga banyak gereja mengalami kemunduran karena tidak siap menghadapi setiap perubahan. Tujuan penulisan artikel adalah melihat apa saja langkah-langkah gereja dalam meregenerasikan para pemimpin-pemimpin muda di era disrupsi. Di era globalisasi ini gereja dituntut untuk mempersiapkan pemimpin yang dapat mengikuti perubahan, karena pemimpin muda memiliki perspektif yang lebih relevan dengan perubahan zaman serta mampu melihat perubahan sebagai suatu kesempatan untuk bertumbuh dan berbuah dengan memanfaatkan akses digital. Metode penulisan artikel ini ada menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Sumber kajian ini diperoleh dari penelurusan berbagai literatur seperti buku dan artikel jurnal yang relevan. Hasil yang didapat dalam kajian adalah pemimpin memiliki tanggung jawab, yaitu mengenali calon pemimpin, menumbuhkan calon pemimpin dan memperlengkapi calon pemimpin. Tetapi untuk menghasilkan para pemimpin-pemimpin seperti ini hendaknya membangun kerjasama yang baik antara anggota dan pemimpin.
Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak Sekolah Minggu pada Usia 7-9 Tahun Junio Richson Sirait; Riwanti; Sheila Rosila
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2024): september
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/wm492k64

Abstract

Abstract Character education is an important part that is required to be implemented in all subjects in Indonesia. This is because many highly educated people still have bad character. The purpose of this study is to find the important parts of character education in Sunday School children aged 7-9 years. The method used was a literature review. The finding is that exemplary is an important part of shaping character such as in words, behavior, loyalty, and holiness. The benefit of this study is to make God's servants such as teachers, pastors, and other ministries effective in shaping children's character. Abstrak Pendidikan karakter menjadi bagian penting yang diwajibkan untuk diterapkan dalam semua mata pelajaran di Indonesia. Hal ini dikarenakan bayaknya orang yang berpendidikan tinggi masih memiliki karakter yang tidak baik. Tujuan penelitian ini untuk menemukan bagian-bagian penting dalam pendidikan karakter pada anak Sekolah Minggu usia 7-9 tahun. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil temuan adalah keteladanan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seperti dalam perkataan, tingkah laku, kesetiaan, dan kesucian. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk membuat para hamba Tuhan seperti guru, pendeta, dan pelayanan Tuhan lainnya efektif dalam membentuk karakter anak.
Kontribusi Guru Kristen dalam Membentuk Pemikiran Kritis Siswa di Era Digital Safatulus Giawa
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2024): september
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/n8gswt45

Abstract

Abstract Today, society is inseparable from the digital world, where everyone gathers and is not limited by space, time, or place; as long as they are connected to the internet, they can interact and share information. Due to that culture, society uses the information obtained from social media as a moral foundation and a guide for behavior, in contrast not all information is beneficial for certain communities because it is hindered by different contexts and needs. It is often found that information on the internet must be filtered before it can be used as a guideline for life. This filtering process requires critical thinking to analyze and assess the merits and drawbacks of information, determining whether it aligns with one's needs or not. Therefore, this research is conducted to formulate the contributions of teachers in training the community to think critically through the world of education, where teachers act as educational agents. This research uses a qualitative research method based on a literature review by examining various literatures and then presenting the findings descriptively as the result of the study. This research found that critical thinking in the digital era is essential and is part of the complexity of the tasks faced by Christian education teachers. To foster students' critical thinking, teachers must understand the role of reason as noted in the Bible, then develop philosophy and theology in learning, guide students to think critically, serve as models of critical thinking, and train students to have moral sensitivity as a form of Christian spirituality in the digital age. Abstrak Masyarakat saat ini tidak terlepas dunia digital dimana setiap individu berkumpul dan tidak dibatasi oleh ruang, waktu, dan tempat tetapi cukup terhubung ke jaringan internet mampu berinteraksi dan berbagi informasi. Oleh karena budaya tersebut, masyarakat menjadikan informasi yang didapatkan di sosial media sebagai landasan bermoral dan berperilaku, sementara tidak semua informasi bermanfaat bagi masyarakat tertentu karena dihalangi oleh konteks dan kebutuhan yang berbeda-beda. Kerap ditemukan bahwa informasi di internet harus difilter terlebih dahulu sebelum dijadikan pedoman hidup. Proses filter tersebut memerlukan pemikiran kritis untuk mengkaji serta menilai baik dan buruknya sebuah informasi, sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merumuskan kontribusi guru dalam melatih masyarakat berpikir kritis melalui dunia pendidikan dimana guru sebagai pelaku pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi literatur dengan mengkaji berbagai literatur kemudian menuangkan secara deskriptif sebagai hasil penelitian. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pemikiran kritis di era digital sangat diperlukan dan merupakan bagian dari kompleksitas tugas guru pendidikan agama Kristen. Untuk membentuk pemikiran kritis siswa, guru harus memahami peran akal budi sebagaimana dicatat oleh Alkitab, kemudian mengembangkan filsafat dan teologi dalam pembelajaran, membimbing siswa berpikir kritis, guru menjadi model berpikir kritis serta melatih siswa memiliki sensivitas moral sebagai bentuk spritualitas kristen di era digital.