cover
Contact Name
Dr. Eddy Saputra, M.Pd.I.
Contact Email
akhlakjerb@gmail.com
Phone
+6281399958557
Journal Mail Official
akhlakjerb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics
ISSN : -     EISSN : 30902304     DOI : https://doi.org/10.30998/ajebre
Core Subject :
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics is a peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing articles concerned with research, theory development, or program applications related to language and literature studies. Our Journal is concerned with the preparation the academician and practitioners to applied their understanding of language and literature studies with high responsibility; in agency or school settings; in colleges and universities; or other society context and levels.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 1 (2026)" : 12 Documents clear
Implementasi Ekoteologi di Pesantren Abuya Munfasir Ciomas Serang Banten   Uup Gufron; Kartono; Nujuluddin Siregar
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.100

Abstract

Pesantren Abuya Munfasir Ciomas Serang merupakan salah satu pesantren yang menerapkan ekoteologi. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan pokok bagaimana penerapan ekoteologi yang dijalankan oleh santri dan kiayi, dengan menggali data terkait implementasi ekoteologi di pesantren tersebut. Untuk mendapatkan data yang mendalam dilakukan penelitian lapangan (field research) berupa studi kasus (case study) dengan langkah-langkah melakukan observasi, dan wawancara dengan santri dan kiayi. Hasil penelitian diketahui bahwa pandangan ekoteologis yang diimplementasikan di Pesantren Abuya Munfasir dengan cara 1) rajin puasa, 2) mengenakan pakaian sederhana dan terbatas, 3) bertani dan berkebun, 4) tidak mengkonsumsi makanan dan minuman kemasan, 5) mengkonsumsi makanan dari apa yang ditanam, 6) menghindar menggunakan moda transportasi apabila bepergian, dan 7) puasa tidak bicara. Mereka berpandangan bahwa alam adalah manifestasi kehadiran Tuhan di bumi, oleh sebab itu harus dirawat. Perilaku tidak berlebihan yang dilakukan secara masif pada akhirnya berdampak pada kelestarian lingkungan dan terhindarnya kerusakan alam.
Membaca Al-Qur’an dalam Keragaman: Tafsir Sosial Abdurrahman Wahid Tentang Toleransi dan Pluralisme Utsmani Abdul Bari
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.158

Abstract

Tulisan ini membahas pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang toleransi dan pluralisme sebagai bentuk tafsir sosial terhadap Al-Qur’an. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, masih sering muncul ketegangan akibat tafsir keagamaan yang eksklusif dan skripturalistik. Gus Dur menawarkan paradigma tafsir sosial yang menekankan nilai-nilai etis dan kemanusiaan universal Al-Qur’an. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif dan analisis kontekstual, tulisan ini menelaah bagaimana Gus Dur memahami ayat-ayat tentang keberagaman manusia (Q.S. al-Hujurat [49]:13), kebebasan beragama (Q.S. al-Baqarah [2]:256), serta misi rahmatan lil-‘alamin (Q.S. al-Anbiya [21]:107). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Gus Dur, pluralisme bukan sekadar fakta sosial, melainkan perintah teologis untuk mengakui kehendak Tuhan dalam menciptakan keragaman. Toleransi bukan relativisme, melainkan ekspresi ketakwaan sosial yang diwujudkan melalui keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia. Dalam praktiknya, Gus Dur menerjemahkan tafsir sosial ini ke dalam kebijakan konkret, seperti pengakuan terhadap agama Konghucu, pencabutan larangan perayaan Imlek, dan advokasi terhadap kelompok minoritas. Namun, penelitian ini juga menemukan keterbatasan metodologis dalam karya Gus Dur yang cenderung intuitif dan praksis, belum terumuskan sebagai metodologi tafsir sistematis. Meskipun demikian, pendekatan etis-humanistiknya tetap relevan untuk menjawab tantangan intoleransi dan politik identitas di Indonesia kontemporer.
Upaya Penguatan Nilai Religius Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Labuhan Maringgai Ahmad Mujib; Muhammad Akrom; Siti Fuadah; Yoseph Salmon Yusuf
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Labuhan Maringgai. Penanaman nilai-nilai religius dianggap krusial di era globalisasi dan pergaulan bebas yang berpotensi melemahkan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai keimanan pada siswa menggunakan strategi pembelajaran multimedia dengan memanfaatkan tampilan power point yang dilengkapi dengan gambar-gambar dan video-video terkait materi yang dibahas. Kemudian dalam menanamkan nilai-nilai ibadah menggunakan metode demonstrasi dan metode simulasi, serta membiasakan budaya islami di lingkungan sekolah. Adapun dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, guru Pendidikan Agama Islam menggunakan strategi pembelajaran kuantum (Quantum Teaching) dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), serta pemisahan antara siswa laki-laki dan perempuan.
Peran Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Menanamkan Nilai Akhlak Pada Siswa Siti Aisa Sanif; Mawadda Warahmah
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/h492dt31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran bahasa Arab dalam menanamkan nilai akhlak pada siswa kelas VIII MTs Miftahul Ulum Datara. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai wahana pembudayaan dan internalisasi nilai moral, yang membentuk karakter siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi bahan ajar serta hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Arab tidak hanya mengajarkan kosakata secara linguistik, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai moral. Kosakata negatif seperti َ بَس (menghina), ىَذ َ أ (menyakiti), dan َّ َبَذَك (berbohong) diajarkan bersamaan dengan kosakata positif seperti ََّنَسْحَ أ (berbuat baik), َّ َرَكَش (bersyukur), dan ََّقَدَص (jujur), disertai penjelasan dampak perilaku negatif dan alternatif perilaku baik. Strategi pembelajaran interaktif, diskusi, latihan dialog, dan refleksi siswa efektif menumbuhkan kesadaran etis, membentuk perilaku positif, serta meningkatkan kompetensi linguistik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran bahasa Arab tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab, dan beretika. 
Salvadora Persica: Integrasi Sunnah Nabawi dan Sains Modern dalam Praktik Oral Hygiene Jupriadi; Abu Maskur
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.186

Abstract

Siwak (Salvadora persica) merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang memiliki signifikansi luar biasa dalam menjaga kesehatan oral. Penelitian kepustakaan (Library Reseach ) ini mengeksplorasi dimensi spiritual dan ilmiah dari penggunaan siwak, mengintegrasikan dalil-dalil syariah dengan temuan penelitian medis modern. Melalui pendekatan library research dengan analisis berbagai sumber primer dan sekunder, penelitian ini membuktikan bahwa sunnah siwak bukan hanya ibadah, tetapi juga praktik kesehatan yang terdepan secara ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Salvadora persica mengandung lebih dari 20 senyawa bioaktif yang terbukti efektif dalam pencegahan karies, gingivitis, dan berbagai penyakit oral lainnya.
Analysis of Multicultural Education Values Represented in Grade VIII Islamic Education Textbooks in Indonesia Muhammad Bukhori Yasiin; Darmu’in
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai pendidikan multikultural pada buku paket Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Etika untuk siswa kelas VIII di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain analisis konten untuk mengidentifikasi kategori dan pola representasi nilai-nilai multikultural dalam bentuk narasi, ilustrasi, dan aktivitas belajar di dalam buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi dan keadilan mendominasi representasi, sementara pengakuan terhadap pluralisme dan sikap anti-diskriminasi masih minim. Sebagian besar pola representasi yang ditemukan bersifat aditif dan kontributif, dengan pendekatan transformatif yang sangat rendah, menunjukkan kurangnya dorongan untuk pemahaman kritis dan tindakan sosial multikultural di kalangan siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun buku teks telah mengakomodasi nilai-nilai multikultural secara normatif, masih diperlukan penguatan aspek kritis dan aplikatif untuk mendukung pembentukan sikap inklusif yang lebih mendalam. Rekomendasi penelitian lebih lanjut meliputi pengembangan metode dan bahan pembelajaran yang mendorong interaksi sosial dan refleksi kritis terhadap keragaman.
Karakter Anak Qur’ani Terhadap Orang Tua Dengan Meneladani Nabi Ibrahim Muhammad Soleh Ritonga; Muhammad Akrom; Yoseph Salmon Yusuf
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.212

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya dekadensi moral anak kepada orang tua dengan menganalisa ayat-ayat teladan komunikasi nabi Ibrahim terhadap orang tuanya yang salah langkah dengan tujuan untuk menghasilkan variasi karakter seseorang terhadap orang tua.dengan menggunakan metode riset pustaka dan menggunakan metode tematik untuk penafsiran ayat. Hasil yang ditemukan Karakter Qur’ani yang tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim yang harus diikuti seorang anak menunjukkan tiga prinsip utama. Pertama, kewajiban memberikan penghormatan yang penuh kepada orang tua. Kedua, kewajiban menasihati orang tua ketika melakukan kekeliruan dengan pendekatan komunikatif yang santun, persuasif, penuh penghormatan, dan tidak konfrontatif. Ketiga, dalam menghadapi ancaman orang tua, Nabi Ibrahim menampilkan etika profetik berupa tidak membalas, tidak melakukan pemaksaan, tetap menjaga kesantunan, memohonkan ampun kepada Allah bagi orang tua serta jika harus mengambil jarak, melakukannya dengan izin yang hormat dan doa kebaikan.
Penerapan Nilai Qurani Dalam Suatu Organisasi Intra Universitas Diqi Azmi; Verdyansyah Akbar Pratama; Alfaarih Farnaz Alfaaizy
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses identifikasi, kategorisasi, dan analisis penerapan nilai‐nilai Qurani dalam organisasi intra universitas berdasarkan data persepsi anggota dan dokumentasi aktivitas organisasi. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah: a) terbatasnya kajian empiris mengenai implementasi nilai Qurani pada organisasi kemahasiswaan, b) kebutuhan untuk memahami sejauh mana nilai Qurani berkontribusi dalam pembentukan budaya organisasi, dan c) perlunya model evaluasi yang mampu menggambarkan kualitas internalisasi nilai Qurani dalam dinamika organisasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan: pengumpulan data, reduksi data, serta interpretasi hasil. Instrumen penelitian berupa lembar analisis naratif yang memuat indikator nilai Qurani seperti amanah, musyawarah, ukhuwah, integritas, dan tanggung jawab sosial, yang disusun berdasarkan rujukan literatur klasik dan kontemporer. Sampel penelitian terdiri atas data kualitatif anggota organisasi intra universitas yang diolah menjadi unit analisis berupa pernyataan deskriptif. Analisis data dilakukan melalui pendekatan Miles & Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa: a) penerapan nilai Qurani dalam aktivitas organisasi berada pada kategori sangat baik, b) pola interaksi dan pengambilan keputusan menunjukkan penguatan nilai musyawarah, tanggung jawab, serta etika kepemimpinan, dan c) nilai Qurani berkontribusi signifikan dalam membangun budaya organisasi yang produktif, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan deskriptif kualitatif efektif digunakan dalam memetakan kualitas internalisasi nilai Qurani pada organisasi intra universitas.
Pengaruh Peran Agama Islam dalam Pembangunan Peradaban di Dunia Bina Prima Panggayuh; Gaizka Kyran Musharrifa; Aisyah Aureli Putri; Rafid Danang Pradhono; Ahmad Muzzammil
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.367

Abstract

Abstrak Berdirinya sebuah peradaban tentu tidak mudah, apalagi peradaban di dunia dengan berbagai ras, suku, dan budaya. Dalam hal ini, akan mempelajari dan mengulik proses peradaban dari sudut pandang agama Islam dan pengaruhnya terhadap peradaban di dunia dari sudut pandang agama Islam. Tentu agama menjadi dasar kebutuhan spiritual bagi seluruh umat manusia, menyoroti pengaruh agama dalam terbentuknya sebuah peradaban menjadi landasan yang masuk akal dan dapat diterima logika manusia untuk menjawab bagaimana peradaban bisa terbentuk dan esensi terbentuknya peradaban bagi umat manusia. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode study literature yang relevan dan dari berbagai sumber jurnal. Berdasarkan temuan dari jurnal terkait, pandangan agama Islam terhadap pengaruh peradaban dunia yaitu, Islam mempelajari sumber asal manusia termasuk ras dan suku bangsa, serta mempelajari sumber-sumber ilmu pengetahuan yang dikembangkan hingga sekarang untuk mendukung proses tumbuhnya sebuah peradaban.  
Dinamika Feodalisme Beragama: Peran Agama Dalam Struktur Sosial Bina Prima Panggayuh; Aulia Fahrunnisa; Dara Belvana Ananda; MUHAMMAD THORIQ AL KHAIRY; Muhammad Yasir Hadzami
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.372

Abstract

Penelitian ini membahas keterkaitan antara agama dan sistem feodalisme dalam membentuk serta mempertahankan struktur sosial masyarakat. Dalam konteks sejarah maupun sosial, agama sering berperan sebagai kekuatan ideologis yang melegitimasi hierarki sosial dan kekuasaan kaum bangsawan atau pemuka agama. Studi ini menyoroti bagaimana ajaran dan institusi keagamaan digunakan untuk memperkuat status quo, menciptakan ketaatan, serta membangun relasi patron-klien antara penguasa dan rakyat. Namun, agama juga berfungsi ambivalen: di satu sisi menjadi alat legitimasi kekuasaan feodal, di sisi lain dapat menjadi sumber kritik moral terhadap ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Dengan pendekatan historis-sosiologis, penelitian ini menganalisis dinamika feodalisme beragama di berbagai konteks budaya dan keagamaan, serta implikasinya terhadap pembentukan kesadaran sosial, mobilitas kelas, dan perubahan struktur masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran agama dalam sistem feodal tidak bersifat statis, melainkan terus mengalami transformasi seiring perubahan politik, ekonomi, dan kesadaran kolektif umat

Page 1 of 2 | Total Record : 12