cover
Contact Name
Hairul anam
Contact Email
hairultini9@gmail.com
Phone
+6285791931249
Journal Mail Official
hairultini9@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir
ISSN : 31247334     EISSN : 31247334     DOI : 10.35132
Core Subject :
al-qolam is a journal of al-quran and tafsir study program. this journal is intended for readers who like the study of the quran. some of the articles published in it are research results and articles from quran scholars. specifically, this journal discusses study quran living quran research results of the quran islamic thought manuscript study hermeneutics study
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Etika Komunikasi Anak kepada Orang Tua: Studi Analisis Makna Lafadz 'Uff' dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili Nuris Zain; Fahrul Hukama'
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di era zaman yang canggih, memberi dampak yang cukup besar terhadap budaya dan moral baik secara positif atau negative. Tak jarang anak zaman sekarang mengira orang tua hanya mempunyai pemikiran kuno, tidak gaul, atau tidak tahu kemajuan zaman saat ini. Sedangkan didalam al-Qur’an telah ditegaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua dan tidak berkata kasar kepada keduanya walau yang terlontar hanya kata uff yang dapat menyakiti hati keduanya, bahkan hal itu disebut setelah Allah memerintahkan untuk tidak menyembah kepada selain-Nya. Tertarik makna uff dalam al-qur’an dan penafsiran Uff dalam Surah Al-Isro’ ayat 23 dengan tafsir Wahbah Zuhaili Al-Munir Untuk memecahkan masalah tersebut maka peneliti menggunakan metode tafsir tematik kontekstual menurut al-farmawi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa pendapat ulama mufassir, makna kata uffin dalam al-Qur’an dapat diartikan sebagai perkataan atau perbuatan yang mengandung keluhan jengkel, cedas mulut, akh!, cis, kerut kening dan sebagainya. Jika hal itu terlontar dari mulut seorang anak kepada orang tuanya, maka ia telah melanggar perintah Allah dalam ayat yang akan penulis bahas, yaitu berbakti kepada kedua orang tua dan menyakiti hatinya walau hanya dengan keluhan paling rendah sekalipun. Isyarat ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang tua, karena perintah berbakti kepada kedua orang tua, Allah sebutkan setelah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah tidak pada selain-Nya dalam ayat ini.
Rekonstruksi Makna Judi dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqashidi: Makna Judi dalam Al-Qur’an Muhammad Cholilur Rohman; Ahmad Zaiyadi
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji larangan judi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Maqashidi dengan fokus pada rekonstruksi makna Maisir dalam konteks klasik dan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an, kitab Tafsir, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan judi tidak hanya bersifat hukum formal, tetapi juga memiliki tujuan Maqashidi untuk menjaga agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan. Dalam perspektif Maqashidi, perjudian baik tradisional (offline) maupun modern (online) dipandang sebagai praktik yang merusak moral, ekonomi, dan sosial. Rekonstruksi makna judi diperlukan agar pesan Al-Qur’an tetap relevan dengan perkembangan zaman dan berfungsi sebagai pedoman menuju kemaslahatan.
Reaktualisasi Tafsir Qur’an Surah Al -Dhuha Ayat 9 Dalam Kritik Etika Anggaran Publik: Studi Kasus Program Makan Bergizi Gratis: Studi Kasus Program Makan Bergizi Gratis Muhammad Rafsanjani; Ulfatul Halimah
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Makan Gratis Bergizi (MBG) merupakan kebijakan nasional strategis, namun pengelolaannya menghadapi kritik terkait akuntabilitas anggaran, yang dianggap tidak sistematis. Studi ini mengkaji etika pengelolaan anggaran melalui interpretasi Surah ad-Dhuha ayat 9, berdasarkan perspektif Prof. Salman Harun dalam buku "Secangkir Tafsir" . Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretasi kontekstual, studi ini menemukan bahwa reinterpretasi "yatim piatu" sebagai kesenjangan sosial memberikan dasar teologis untuk mengkritik kebijakan fiskal yang sembarangan. Pengelolaan anggaran yang tidak akuntabel dipandang sebagai bentuk penindasan struktural (qahr) yang dilarang oleh Al-Quran, karena menciptakan peluang bagi kelompok-kelompok yang berkuasa untuk mengeksploitasi hak-hak kelompok yang rentan. Studi ini menyimpulkan bahwa akuntabilitas fiskal adalah manifestasi modern dari prinsip "fala taqhar". Melindungi kelompok-kelompok yang terpinggirkan dalam kebijakan publik membutuhkan ketelitian manajerial yang transparan, bukan sekadar kebijakan populis yang kurang akuntabel.
Sinkronisasi Hukum Zina dalam Perspektif Tafsir Al-Qur’an dan Pembaruan KUHP Nasional Kurniawan; Aji Muhammad Ibrahim
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perzinaan merupakan persoalan moral, sosial, dan hukum yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam maupun hukum positif Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep perzinaan dalam perspektif Al-Qur’an, pengaturannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta sinkronisasi nilai antara keduanya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhū‘ī) dan yuridis normatif. Data bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang zina beserta penafsiran mufasir seperti Wahbah az-Zuhayli, Al-Qurtubi, dan Ibn Kathir, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang zina sebagai perbuatan fāḥisyah yang dilarang melalui pendekatan preventif dan represif guna menjaga kehormatan dan keturunan sebagai bagian dari maqāṣid al-syarī‘ah. Dalam hukum Islam, zina dibedakan menjadi muḥṣan dan ghairu muḥṣan dengan perbedaan sanksi sesuai kondisi pelaku. Sementara itu, KUHP baru memperluas definisi perzinaan sebagai hubungan seksual di luar perkawinan yang sah, namun tetap sebagai delik aduan absolut guna menjaga keseimbangan antara moralitas publik dan hak privat. Sinkronisasi keduanya terletak pada tujuan menjaga keutuhan keluarga dan ketertiban sosial dalam kerangka negara hukum modern.
Narasi Kaum Nabi Lūṭ dalam Al-Qur’an dan Konsep Orientasi Seksual dalam Psikologi Modern: Orientasi Seksual dalam Psikologi Modern Amalia Husna Islamy; Savira Manzilina; Hairul Anam
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena orientasi seksual, khususnya homoseksualitas, terus menjadi perdebatan karena adanya perbedaan cara pandang antara perspektif normatif-keagamaan dan psikologi modern. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis narasi kaum Nabi Lūṭ dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik serta membandingkannya dengan konsep orientasi seksual dalam psikologi modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analitis yang menggunakan sumber-sumber tafsir, literatur keislaman, dan kajian psikologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an, khususnya dalam Surah al-A’rāf [7]: 80–84, memposisikan perilaku seksual sesama jenis sebagai al-fāḥisyah yang dipandang bertentangan dengan fitrah manusia dan ketentuan syariat. Sementara itu, psikologi modern memahami orientasi seksual sebagai pola ketertarikan yang dipengaruhi faktor biologis, psikologis, dan sosial, serta tidak lagi menempatkan homoseksualitas sebagai gangguan mental. Perbandingan kedua perspektif menunjukkan adanya perbedaan mendasar pada landasan epistemologis yang digunakan. Al-Qur’an meninjaunya dalam kerangka normatif-teologis yang berorientasi pada wahyu, moralitas, dan konsekuensi spiritual, sedangkan psikologi modern berangkat dari pendekatan ilmiah yang bersifat deskriptif terhadap perkembangan identitas manusia. Kajian ini menegaskan pentingnya memahami kedua perspektif secara proporsional guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap isu orientasi seksual dalam konteks masyarakat kontemporer.

Page 3 of 3 | Total Record : 25