cover
Contact Name
Hairul anam
Contact Email
hairultini9@gmail.com
Phone
+6285791931249
Journal Mail Official
hairultini9@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir
ISSN : 31247334     EISSN : 31247334     DOI : 10.35132
Core Subject :
al-qolam is a journal of al-quran and tafsir study program. this journal is intended for readers who like the study of the quran. some of the articles published in it are research results and articles from quran scholars. specifically, this journal discusses study quran living quran research results of the quran islamic thought manuscript study hermeneutics study
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Konsep Seni dalam Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 6 dalam Tafsir Al –Munir Karya Wahbah Al-Zuhili Nuris Zain; Nahdiyah Nahdiyah
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam dan dunia seni bagaikan sebuah mata uang yang memiliki dua sisi yang berbeda. Akan tetapi seni tanpa Islam tidak akan mencapai kesempurnaan yang hakiki. Seni meliputi banyak kegiatan manusia dalam menciptakan karya visual, audio, atau pertunjukan yang mengungkapkan imajinasi, gagasan, atau keprigelan pembuatnya, untuk dihargai keindahannya atau kekuatan emosinya. Kegiatan-kegiatan tersebut pada umumnya berupa penciptaan karya seni, kritik seni, kajian sejarah seni dan estetika seni. Penelitia ini menggunakan metode Tafsir Tematik dengan jenis leabrary reaserch dengan menganalisi penafsiran wahbah al-zuhaili terhadap surat Qaf ayat 6 tentang seni. Hasil penelitian ini: hukum seni menjadi mubah atau diperbolehkan jikalau tidak melanggar hukum dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Hukum seni menjadi haram jika melanggar hukum dan tidak sesuai dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Pembacaan Surah Yasin dalam Tradisi Rabu Wekasan ( Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo ) H.A. Zainuri; Muhammad Muzayyin
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rabu Wekasan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Wali Songo ini merupakan tradisi yang di wariskan oleh para ulama’ salaf khususnya di dalam naungan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. karena itu penelitian ini dihadirkan sebagai wawasan baru dalam kajian living qur’an pada tradisi Rabu Wekasan. Rabu Wekasan adalah ritual keagamaan yang bersumber dari dawuh para ulama’ kasyaf yang melihat bahwasanya pada hari rabu wekasan adalah tempat turunnya balak ataupun penyakit. Pelaksanaan tradisi ini dilakukan pada hari rabu terakhir dibulan Safar. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan pemaknaan tradisi Rebo Wekasan ini berlangsung di PP Wali Songo. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo dengan kajian living qur’an menggunakan teori fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tradisi Rabu Wekasan ini menghasilkan sebuah bentuk Upaya permohonan di dalam memohon keselamatan dari semua bentuk ketidak nyamanan di dalam menghambakan diri kepada Allah, juga memiliki nilai positif di dalam kita mengikuti para ulama’ yang berstatus sebagai pewaris para nabi.Tradisi ini juga memiliki rangkaian proses pelaksanaan yang runtut sehingga tradisi ini dapat disebut juga sebagai sebuah ritual keagamaan.
Hubungan Burung dengan Para Nabi dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Al-Thabari Karya Imam Abu Ja’far Muhammad Bin Jarir Al-Thabari) Ahmad Khoirur Raziqin; M. Syakur
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung banyak disebut dalam al-Qur’an, peran burung pada manusia dan karakteristik burung menjadi tema yang menarik dalam al-Qur’an. Burung mempunyai kemiripan biologis dengan manusia, bahkan sebagian mempunyai sistem sosial seperti masyarakat manusia dengan kepemimpinannya, dan meyakini bahwa kisah-kisah yang yang terdapat dalam al-Qur’an tersebut merupakan khazanah intelektual terpendam yang menyimpan banyak pelajaran dan hikmah, hakikat kebenaran, prinsip-prinsip hidup dan perjuangan, hubungan antara burung dan para nabi dalam al-Qur’an. Penelitian ini akan mengkaji ayat-ayat tentang burung dalam al-Qur’an dan hubungannya dengan para nabi berdasarkan perspektif tafsir Ath-Thabari. Dengan metode tematik yang memakai pendekatan kepustakaan (library research), menganalisis tafsir, kitab, dan referensi yang relevan. Hasil penelitian. Hubungan burung dengan para nabi mempunyai berbagai fungsi: Pertama burung Ababil dijadikan azab untuk menghancurkan pasukan Abrahah, Kedua burung Salwa sebagai nikmat bagi kaum Nabi Musa, Ketiga burung Hud-Hud difungsikan nabi sulaiman sebagai mata-mata, penunjuk keberadaan air, dan pembawa pesan. Kempat burung Gagak yang mengajarkan putra nabi Adam (Qabil) cara menguburkan saudaranya.
Cinta dan Kasih Sayang Sebagai Pondasi Membina Rumah Tangga Harmonis dalam Al-Qur'an Surat Al-Ruum Ayat 21 Pespektif Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili Rindi Andika; Awasi Ahmad
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah menciptakan setiap makhluknya secara berpasang pasangan seperti antara laki-laki dan perempuan, berbagai bangsa dan negara berbagai suku, dan berbagai agama, ini semua sebagai isyarat agar semua makhluknya dapat menikmati keindahan ciptaannya dengan saling mengenal sehingga dapat bertukar pengetahuan dan pengalaman. oleh karena hal tersebut bisa tercipta adanya cinta dan kasih sayang. Penelitian ini akan mencari secara spesifik penafsiran cinta dan kasih sayang sebagai pondasi membina rumah tangga dalam surat al-rum ayat 21 dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili dan alasan pentingnya cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga sebagai pondasi keharmonisan hubungan rumah tangga. Penelitian ini berjenis kualitatif yang berbentuk pustaka (libary research) dengan metode penafsiran tematik. Hasil penelitian: kehidupan berumah tangga akan menjadi lebih tenteram ketika mereka memiliki hubungan yang mesra dan saling berpasangan. Allah memberi ilustrasi nyata bahwasanya suami adalah pakaian bagi istri, dan istri adalah pakaian bagi suami, dengan tujuan saling melengkapi dan menyempurnakan, terdapat juga tahapan atau komponen cinta kasih sayang yang harus terpenuhi diantara pasangan yang berupa sakinah (ketenangan karena diawali dengan ketertarikan dan kecocokan), mawaddah (rasa cinta) serta rahmah (rasa kasih sayang).
Dimensi Filosofis Ketuhanan dalam Sila Pertama Pancasila: Analisis Teoretis atas Tafsir Al-Maraghi Sofiyatus Soleha; Putri Nurmayanti
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menempati posisi fundamental sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia. Sila ini mengandung makna tauhid yang diyakini sebagai sumber nilai dan norma, serta menegaskan prinsip tauhid sebagai dasar kehidupan berbangsa. Prinsip ini tidak hanya mengatur hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, tetapi juga menata hubungan horizontal manusia dengan sesamanya. Dengan demikian, sila pertama menjadi sumber etika, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menopang keadilan, persatuan, serta kehidupan sosial yang harmonis. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), berfokus pada penafsiran Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Melalui analisis terhadap Surah Al-Ikhlas (1–4), Al-Baqarah (163), dan Al-Baqarah (255), ditemukan bahwa konsep tauhid dalam Tafsir Al-Maraghi tidak hanya menekankan dimensi transendental, tetapi juga memiliki implikasi sosial yang nyata. Secara garis besar, hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi antara ajaran tauhid menurut Al-Maraghi dan falsafah sila pertama Pancasila, di mana konsep Ketuhanan dipahami tidak hanya sebagai keyakinan teologis, tetapi juga sebagai dasar etis bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
The Frugal Living dalam Al-Qur'an: Kajian Tematik Ayat-ayat Tentang Kesederhanaan dalam Kitab Aysar Al-Tafasir: Tinjauan Umum Frugal Living, Selayang Pandang Kitab Aysar Al-Tafasir, Interpretasi Ayat-ayat tentang Frugal Living dalam Kitab Aysar Al-Tafasir, Relevansi Frugal Living pada Kitab Aysar Al-Tafasir dengan Kehidupan Modern Nurin Alfiani Nurin; Ulfatul Halimah
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern, perilaku konsumtif menjadi permasalahan ekonomi yang menonjol. Dalam Islam, konsumtif dikenal dengan dua istilah, yaitu isrāf dan tabdhīr. Frugal living, sebuah konsep yang bertentangan dengan gaya hidup konsumtif (kontra-konsumerisme), dapat dijadikan sebagai strategi alternatif gaya hidup islami yang menekankan kesederhanaan. Penelitian ini mengkaji relevansi prinsip-prinsip frugal living dalam Al-Qur’an melalui analisis tafsir Aysar al-Tafāsīr karya Abū Bakr al-Jazā’irī, sebuah kitab tafsir kontemporer yang dikenal dengan gaya penafsiran yang sederhana dan bercorak sosial. Metode kualitatif dan analisis isi digunakan untuk menelaah ayat-ayat. Hasilnya, prinsip-prinsip frugal living seperti pengelolaan harta bijak, konsumsi makanan dan minuman sesuai kebutuhan, dan kebiasaan berbagi, selaras dengan tafsir dan ajaran Islam. Temuan ini menunjukkan bahwa frugal living relevan secara sosial-ekonomi dan islami sebagai implementasi hidup sederhana Qur’ani.
Karakter Kepemimpinan Dzulqarnain: Analisis Surah Al-Kahfi Ayat 83 sampai 98 Ahmad Khoirur Roziqin; Mufida Aly
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan yang merupakan kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok guna mencapai serangkaian tujuan, namun faktanya tidak sedikit kepemimpinan yang terjadi malah menyusahkan kelompok-kelompoknya, sehingga munculnya kasus-kasus sebagai bentuk tidak bertanggung jawabnya seorang pemimpin. Kepemimpinan telah disampaikan banyak ayat dalam al-Qur’an, salah satu fenomenanya tercermin dalam kisah Dzulqarnain yang berisi mengenai cerita petualangan dari Dzulqarnain, sosok seorang raja penakluk yang gagah perkasa dan penuh bijaksana. Terdapat lima belas ayat al-Qur’an dalam skripsi ini sebagai objek pengkajian mengenai kisah kepemimpinan Dzulqarnain yaitu dalam surah al-Kahfi ayat 83 sampai 98. Dzulqarnain merupakan salah seorang raja beriman yang menguasai seluruh dunia dan penduduknya. Allah memberi Dzulqarnain kekuasaan dengan berbagai sarana yang mengantarkannya untuk mencapai apa yang dia inginkan, sehingga ia melakukan perjalan di kawasan terbenamnya matahari (barat) dan terbitnya matahari (timur). Karakter kepemimpinan yang ada pada dalam kisah Dzulqarnain yakni memiliki karakter kepemimpinan yang berilmu, berlaku adil dan shalih sehingga dapat menjadi panutan bagi para pemimpin maupun bukan pemimpin. Yakni dapat dijadikan motivasi dalam kehidupan sehari-hari.
Semantik Kritik Terhadap Penafsiran Michel Cuypers Tentang Makna “Khabits” dan “Thayyib” Pada Surat Al Maidah Ayat 100. (Studi Semantik Al-Quran): Kritik Terhadap Penafsiran Michel Cuypers Tentang Makna “Khabits” dan “Thayyib” Pada Surat Al Maidah Ayat 100. (Studi Semantik Al-Quran) Fandi Erdiansah Fandi; Aqdi Rofiq Asnawi
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuypers adalah seorang orientalis dalam studi Al-Qur’an, Cuypers terkenal dengan metodenya, yang disebut dengan metode Semitic Rhetorical Analysis. Peneliti akan mengkaji buku Cuypers yang berjudul “fii Nazm Surah Al-Maidah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dua hal penting pertama adalah apa dalalatu kata “khabits”dan”thayyib” di dalam al Quran, dan kedua adalah memberikan kritik terhadap pemaknaan arti kata” khabits”dan”thayyib” pada surat Al-Maidah ayat 100 menurut Michel Cuypers. Penelitian adalah penelitian kepustakaan, Metode dalam penelitian ini adalah metode analysis, yaitu dengan mengumpulkan data yang sudah dikumpulkan dan diolah dalam rangka menjawab permasalahan yang ada untuk mencapai tujuan penelitian. hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep Cuypers dalam memaknai kata “khabits”dan”thayyib” di dalam Al-Qur’an telah menyebabkan pendangkalan makna, sedangkan arti kata “khabits”dan”thayyib” pada surat Al Maidah ayat 100 menurut semantic Al-Qur’an adalah “segala sesuatu yang berkaitan dengan buruk atau baik serta haram atau halal. Kata Kunci: Cuypers, Khabits, Thayyib, Semantik
Internalisasi Nilai-Nilai Silaturahmi Antar Pesantren Melalui Tradisi Khotmil Qur’an Bagi Santri Iksaga Di Desa Gayam Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Achmad Suhaili; Rafidatus Sholeha
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai silaturahmi antar pesantren melalui tradisi khotmil Qur'an bagi santri Ikatan Santri Gayam (IKSAGA) di Desa Gayam. Kegiatan khotmil Qur'an yang diadakan oleh IKSAGA tidak hanya menjadi media ibadah, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat hubungan sosial dan solidaritas antar santri dari berbagai pesantren. Dalam teori ini menggunakan pemikiran Karl Mannheim, yang memfokuskan pada hubungan antara ideologi dan generasi. Teori ini membantu memahami bagaimana tradisi khotmil Qur'an dapat berfungsi sebagai metode sosialisasi yang menanamkan nilai-nilai silaturahmi dan solidaritas dalam diri santri. Tradisi ini memungkinkan terjadinya interaksi dan kolaborasi antar santri dari berbagai latar belakang pesantren, sehingga mengurangi fanatisme dan memperkuat identitas bersama sebagai umat Islam yang bersatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khotmil Qur'an IKSAGA efektif dalam membangun dan memperkuat jaringan sosial antar santri dan pesantren. Kegiatan ini juga berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial, seperti kerja sama, kebersamaan, dan toleransi. Dokumentasi dan evaluasi kegiatan ini menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan tradisi khotmil Qur'an sebagai warisan budaya dan spiritual yang berharga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai silaturahmi melalui tradisi khotmil Qur'an bagi santri IKSAGA tidak hanya memperkuat hubungan antar pesantren, tetapi juga membentuk identitas kolektif yang solid dan harmonis di kalangan santri. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait untuk menjaga dan mengembangkan tradisi khotmil Qur'an sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan solidaritas antar pesantren.
Larangan Bersikap Sombong dalam Al Qur’an Perspektif Tafsir Al Misbah dan Relevansinya terhadap Kehidupan Bermasyarakat Ahmad Zaiyadi; Rindi Andika; Muhamad Efendi Pradana
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas larangan bersikap sombong dalam bermasyarakat perspektif Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dengan menggunakan pendekatan studi tafsir tematik. Kesombongan menjadi kajian relevan karena termasuk penyakit hati yang dapat merusak tatanan sosial, menimbulkan kesenjangan, dan merenggangkan hubungan antarmanusia. Fokus utama, bagaimana penjelasan M. Quraish Shihab mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang melarang sikap sombong, dan bagaimana implikasi larangan tersebut terhadap kehidupan bermasyarakat. Jenis penelitian ini penelitian pustaka (leabrary reasecrh), mengambil sumber literasi dari kitab kitab, buku, jurnal, dan semua literasi yang berkaitan dengan judul penelitian dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian: Kesombongan baik terhadap sesama maupun terhadap Allah merusak hubungan sosial, menghalangi kesadaran spiritual, menghapus amal kebaikan, dan menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya, sehingga tergolong dosa besar.  Penafsiran ini sangat relevan dengan realitas sosial masyarakat masa kini yang kerap diwarnai sikap individualistik, kompetitif, dan mudah meremehkan orang lain. Untuk membangun masyarakat yang harmonis, diperlukan penanaman nilai tawadhu’ (rendah hati) melalui pendidikan akhlak sejak dini, keteladanan pemimpin dalam bersikap rendah hati.

Page 2 of 3 | Total Record : 25