cover
Contact Name
Flora Liharni Purba
Contact Email
floraliharnipurba@iakntarutung.ac.id
Phone
+6285262510212
Journal Mail Official
floraliharni9@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Doulos: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29884500     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian masyarakat yang telah memiliki nomor E-ISSN 2988-4500. Focus dan Scope pada bidang Pendidikan, Teologi Praktika, dan Humaniora. Jurnal ini memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan/atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Doulos: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat terbit 1 tahun 2 kali (Juni dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Mewujudkan Generasi Muda yang Aktif Beribadah dan Peduli Masyarakat Melalui Pembinaan Pemuda Gereja di Desa Simorangkir Julu Jenner Mahardika Hutabarat; Winda Manik; Kireyna Nola Frisca Nainggolan; Debora Lidya Padang; Risden Anakampun
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan pemuda gereja merupakan salah satu bentuk pelayanan yang berperan penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kehidupan rohani yang bertumbuh, karakter Kristiani yang kuat, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Praktik dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) dengan tujuan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kehidupan bergereja sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan dan tanggung jawab sosial di Desa Simorangkir Julu. Metode yang digunakan meliputi ibadah pemuda, pendalaman Alkitab, pembinaan karakter, diskusi kelompok, pelatihan kepemimpinan, serta kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan mampu meningkatkan keaktifan pemuda dalam mengikuti ibadah, memperkuat pemahaman akan nilai-nilai kekristenan, serta menumbuhkan sikap peduli, gotong royong, dan pelayanan kepada sesama. Selain itu, keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan gerejawi dan sosial semakin meningkat sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara gereja dan masyarakat. Dengan demikian, pembinaan pemuda gereja menjadi strategi yang efektif dalam mewujudkan generasi muda yang aktif beribadah, berkarakter Kristiani, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan sosial masyarakat di Desa Simorangkir Julu.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Sihite II Yang Bersih, Religius dan Berwawasan Pendidikan Yosi Gloria Lingga; Sani Roka Bancin; Putri Agustina Hutasoit; Tiur Imeldawati
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Praktik dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mengembangkan kepedulian sosial mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sihite II dengan mengedepankan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, gereja, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan desa yang bersih, religius, dan berwawasan pendidikan. Program yang dilaksanakan meliputi kegiatan gotong royong dan pengelolaan kebersihan lingkungan, pembinaan kerohanian melalui ibadah, Sekolah Minggu, serta persekutuan pemuda, pendampingan belajar bagi anak-anak, sosialisasi pentingnya pendidikan, dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, tumbuhnya semangat hidup religius melalui kegiatan keagamaan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak dan generasi muda. Sinergi yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program pengabdian serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan Desa Sihite II. Oleh karena itu, kolaborasi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, gereja, dan masyarakat perlu terus diperkuat sebagai upaya mewujudkan desa yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.
Penguatan Iman dan Kesehatan Lansia Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan di Usia Senja di Desa Hutatoruan IV Ira Patricia Simanjuntak; Sarah Simanjuntak; Ira Agnes Pasaribu; Lembang Yanatio Situmeang; Yerni Zebua; Ridho Christian Sinaga
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia adalah masyarakat yang mengalami berbagai perubahan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual sebagai bagian dari proses penuaan. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan fisik, tetapi berpengaruh pada kesejahteraan mental dan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang bersifat holistik melalui integrasi pelayanan kesehatan dan penguatan iman. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Hutatoruan IV, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara selama periode 8 Juni–8 Juli 2026 oleh Kelompok KKN Matthew Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Program yang dilaksanakan meliputi ibadah lansia, senam lansia, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan desa dan Puskesmas setempat. Kegiatan diikuti oleh sekitar 20–30 orang lansia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelayanan rohani memberikan penguatan iman, ketenangan batin, dan meningkatkan semangat hidup, sedangkan pemeriksaan kesehatan dan senam lansia meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan penerapan gaya hidup sehat. Sinergi antara pelayanan spiritual dan pelayanan kesehatan terbukti mampu mendukung peningkatan kesejahteraan lansia secara menyeluruh.
Mewujudkan Lingkungan Gereja yang Bersih dan Generasi yang Aktif Melalui Kegiatan Gotong Royong dan Sabtu Ceria Anak Sekolah Minggu di Desa Pohan Tonga Kabupaten Tapanuli Utara Ezra Marito Talenta Lumbantobing; Wissa Novita Simanjuntak
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan gereja yang bersih sekaligus meningkatkan keaktifan anak Sekolah Minggu melalui program gotong royong dan Sabtu Ceria di Desa Pohan Tonga, Kabupaten Tapanuli Utara. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pemeliharaan kebersihan lingkungan gereja serta masih terbatasnya kegiatan kreatif yang mendukung partisipasi anak-anak dalam pelayanan Sekolah Minggu. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Approach (PAA), yang melibatkan mahasiswa, pengurus gereja, guru Sekolah Minggu, pemerintah desa, dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program gotong royong dilaksanakan melalui kegiatan membersihkan halaman gereja, menata lingkungan, dan menumbuhkan kesadaran jemaat akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama. Sementara itu, program Sabtu Ceria dilaksanakan melalui pujian, permainan edukatif, cerita Alkitab, kuis, dan berbagai aktivitas kreatif yang dirancang sesuai karakteristik anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif berupa lingkungan gereja yang lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan untuk beribadah. Selain itu, terjadi peningkatan antusiasme, keberanian, kreativitas, dan partisipasi anak-anak dalam mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat juga memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian terhadap pelayanan gereja. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat nyata dalam membangun budaya hidup bersih, memperkuat kebersamaan jemaat, dan mendukung pembentukan generasi muda gereja yang aktif serta berkarakter Kristiani. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pelayanan gereja berbasis masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendampingan Holistik dalam Program KPPM di Desa Doloksaribu Lumban Nabolon, Kabupaten Toba Anggi Sihotang; Nesma Lumbangaol; Nadia Tobing; Fretty Siringoringo; Martin Jordan Tambunan
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Praktik Pengabdian Masyarakat (KPPM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Doloksaribu Lumban Nabolon, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, dengan tujuan mengidentifikasi permasalahan masyarakat serta melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan partisipasi langsung. Hasil identifikasi menunjukkan tiga permasalahan utama, yaitu rendahnya keaktifan remaja dalam mengikuti Persekutuan Anak Muda, rendahnya kehadiran lansia dalam kegiatan Posyandu Lansia, serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pelayanan Sekolah Minggu di HKBP Dame Lumban Nabolon. Sebagai upaya pemecahan masalah, tim KPPM melaksanakan pelatihan kepemimpinan ibadah bagi remaja, seminar Sehat Jasmani, Sehat Rohani yang dipadukan dengan ibadah bagi lansia, serta pendampingan pelayanan Sekolah Minggu. Program yang dilaksanakan memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kerohanian, kesehatan, dan pelayanan gereja. Keberlanjutan program memerlukan dukungan dan kerja sama antara gereja, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Program Gotong Royong Bersih Lingkungan Sebagai Wujud Kepedulian Masyarakat di Kelurahan Situmeang Habinsaran Ferdianto Hutagalung; Yohana Sri Imelda Situmorang; Gracela Sitinjak; David Fransisko Sinaga; Yesica Hutahaean; Emmi Silvia Herlina
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Gotong Royong Bersih Lingkungan dilaksanakan di Kelurahan Situmeang Habinsaran sebagai upaya meningkatkan kebersihan lingkungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), aparat kelurahan, dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa gotong royong berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, serta meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial dan semangat kebersamaan antarwarga. Dengan demikian, program gotong royong menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Pembinaan Kerohanian Remaja, Pemuda, dan Sekolah Minggu serta Penataan Taman Desa sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa IAKN Tarutung di Desa Lobu Siregar II Kommy Nababan; Wenny Liana Simaremare; Yesica Gabriella Siallagan; Hogen Panjaitan
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Desa Lobu Siregar II, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara dengan tujuan memperkuat pembinaan kerohanian remaja, pemuda, dan anak-anak Sekolah Minggu sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui penataan taman desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, gereja, tokoh masyarakat, serta warga dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Bentuk kegiatan meliputi pembinaan kerohanian melalui ibadah, pendalaman Alkitab, diskusi, dan motivasi pelayanan bagi remaja serta pemuda, pendampingan Sekolah Minggu dengan penerapan media pembelajaran kreatif, serta kegiatan gotong royong dalam penataan taman dan pembersihan lingkungan desa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi remaja dan pemuda dalam kegiatan pelayanan gereja, meningkatnya antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran Sekolah Minggu, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan desa. Selain menghasilkan perubahan pada aspek fisik melalui penataan taman, program ini juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat pelayanan di tengah masyarakat. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, gereja, dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan program.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bimbingan Belajar Anak dan Penguatan Kepedulian Pendidikan di Kelurahan Pandan Dwi Herlinda Panjaitan; Nelli Mesrika Gultom; Regina BM. Nainggolan
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas individu maupun kelompok agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Salah satu bentuk pemberdayaan yang relevan adalah melalui program bimbingan belajar anak dan penguatan kepedulian pendidikan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik anak, menumbuhkan motivasi belajar, serta membangun kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta partisipasi langsung dalam pelaksanaan program. Informan penelitian meliputi aparat kelurahan, orang tua, anak-anak peserta bimbingan belajar, dan tim pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bimbingan belajar anak memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta pemahaman materi pelajaran di sekolah. Selain itu, program ini mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, kedisiplinan, dan semangat anak dalam mengikuti kegiatan pendidikan. Penguatan kepedulian pendidikan melalui sosialisasi, pendampingan, serta keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara pemerintah kelurahan, tenaga pendidik, mahasiswa, orang tua, dan masyarakat.
Implementasi Progam KKPM Melalui Kegiatan Bimbingan Belajar Anak dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di Desa Parbajutoruan Rolinda Hutahaean; Ferdy Prianto Simbolon; Widi Aftaudina Situmorang; Dearma Friend Damanik Damanik; Dame Martua Nainggolan; Rezkhy Pratama Tamba
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Praktik dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Salah satu program yang dilaksanakan di Desa Parbaju Toruan adalah bimbingan belajar bagi anak-anak usia sekolah sebagai upaya memperkuat motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program KPPM melalui kegiatan bimbingan belajar serta mengidentifikasi dampaknya terhadap motivasi belajar anak di Desa Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa peserta KPPM, anak-anak peserta bimbingan belajar, dan beberapa orang tua sebagai informan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bimbingan belajar terlaksana secara efektif melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan berpusat pada peserta didik. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar yang ditunjukkan oleh meningkatnya kehadiran peserta, antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, keberanian bertanya, kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas, serta terbentuknya kebiasaan belajar yang lebih disiplin. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bimbingan belajar berbasis KPPM merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar sekaligus memperkuat budaya belajar di lingkungan pedesaan.
Peran Mahasiswa KPPM dalam Mengembangkan Karakter Anak Melalui Kegiatan PA, Les Terbuka dan Gerakan Kebersihan Lingkungan Masyarakat di Desa Pansurnapitu Kartini Lumbantobing; Masta Henny Natalia Nababan; Puput Sarah Hutabarat; Cecilia Pebriana Simamora; Feybrian Theresia Oley; Reze Rosario Simanjuntak; Ria Melati Simamora
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Making Disciples for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Praktik dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan KPPM di Desa Pansurnapitu difokuskan pada upaya mengembangkan karakter anak melalui kegiatan Persekutuan Anak (PA), les terbuka, dan gerakan kebersihan lingkungan masyarakat. Kegiatan PA dilaksanakan sebagai sarana pembinaan iman dan penanaman nilai-nilai Kristiani seperti kasih, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Les terbuka bertujuan meningkatkan motivasi dan kemampuan belajar anak sekaligus membentuk karakter disiplin, kerja keras, percaya diri, dan semangat belajar. Sementara itu, gerakan kebersihan lingkungan dilaksanakan melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan, kerja sama, serta tanggung jawab sosial. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, koordinasi dengan pemerintah desa dan gereja, pendampingan, pembelajaran partisipatif, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program KPPM memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter anak, meningkatnya partisipasi anak dalam kegiatan kerohanian dan pendidikan, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini mempererat kerja sama antara mahasiswa, gereja, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan. Dengan demikian, KPPM menjadi media yang efektif dalam mengintegrasikan pendidikan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.