cover
Contact Name
Hilda Yunita
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
wt.wardani@gmail.com
Editorial Address
Herbarium Bogoriense, Cibinong Science Center, Jl Raya Bogor KM 46 Cibinong 16911, Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16911
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Floribunda
Published by BRIN Publishing
ISSN : 02154706     EISSN : 24606944     DOI : https://doi.org/10.55981/floribunda
Core Subject :
Floribunda is published both in Bahasa Indonesia and English, covers wide range of plant diversity, Taxonomy and sistematics of Malesian flora particulary from Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
A LEAF MORPHOLOGICAL VARIATION OF Pisonia grandis R.Br. (NYCTAGINACEAE) FROM JAVA, BALI, AND LOMBOK Indah Anugrah Sari; Himmah Rustiami
Floribunda Vol. 8 No. 2 (2025): Floribunda
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2025.5588

Abstract

A study on leaf morphological variation in Pisonia grandis R.Br. from Java, Bali, and Lombok was conducted to assess patterns of intraspecific variation. Sixteen specimens were examined, all of which exhibit entire leaf margins, predominantly chartaceous textures, and a prominent abaxial midrib. Variation was detected across 15 leaf characters. Phenetic analysis revealed three major groups at a similarity coefficient of 0.45. Group A comprises two subgroups (A1 and A2) at a similarity coefficient of 0.52. Group B is also divided into two subgroups (B1 and B2) at a similarity coefficient of 0.45, while Group C consists of two subgroups (C1 and C2) at a similarity coefficient of 0.59. The cluster analysis does not support recognition of any infraspecific taxa, as the observed morphological variation does not correlate with geographic distribution.
JENIS-JENIS TUMBUHAN ZINGIBERACEAE DI KAWASAN HUTAN LINDUNG DESA SEPILUK KETUNGAU HULU SINTANG KALIMANTAN BARAT Emmayuni Lastiur Marbun; Dwi Gusmalawati; Irwan Lovadi
Floribunda Vol. 7 No. 5 (2024): Floribunda Oktober 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.5596

Abstract

Emmayuni Lastiur Marbun, Dwi Gusmalawati, Irwan Lovadi 2024. Jenis-Jenis Tumbuhan Zingiberaceae di Kawasan Hutan Lindung Desa Sepiluk Ketungau Hulu Sintang Kalimantan Barat. Floribunda 7(5): 218 – 226 — Tumbuhan dari suku  Zingiberaceae dikenal memiliki rimpang yang mengandung minyak atsiri, yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pengobatan, kosmetik, dan pangan. Tumbuhan dari suku ini terdapat sekitar 1500 jenis dengan ciri morfologi yang bervariasi. Eksplorasi Zingiberaceae pada beberapa daerah di Kalimantan Barat telah dilakukan, namun di daerah Kabupaten Sintang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai jenis-jenis Zingiberaceae di area hutan lindung Desa Sepiluk, Ketungau Hulu, Sintang Kalimantan Barat. Pengumpulan dan observasi tumbuhan Zingiberaceae dilakukan dengan metode jelajah. Identifikasi tumbuhan dilakukan dengan membandingkan ciri morfologi tumbuhan dengan sumber acuan identifikasi. Jenis tumbuhan Zingiberaceae yang berhasil diidentifikasi, yaitu Etlingera brachychila (Ridl.) R.M. Sm., E. elatior (Jack) R.M. Sm., Hornstedtia conica Ridl., H. havilandii (K. Schum.) K. Schum., H. reticulata (K. Schum.) K. Schum., Hornstedtia sp., Meistera aculeata (Roxb.) Škorničk. & M.F. Newman, Plagiostachys albiflora Ridl., P. glandulosa S.Sakai & Nagam, dan Zingiber longipedunculatum Ridl. Dari hasil penelitian ini, terdapat satu jenis tumbuhan yang belum dilaporkan secara ilmiah dalam penelitian sebelumnya sebagai anggota Zingiberaceae di Kalimantan Barat, yaitu Meistera aculeata (Roxb.) Škorničk. & M.F. Newman.  
JENIS-JENIS ROTAN DI KAWASAN HUTAN ADAT DESA LUNDANG DEDAI SINTANG KALIMANTAN BARAT Prisilia Mia Karunia; Dwi Gusmalawati; Irwan Lovadi
Floribunda Vol. 8 No. 1 (2025): Floribunda
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2025.5737

Abstract

Rotan termasuk ke dalam famili Palmae yang merupakan tumbuhan pemanjat sehingga membutuhkan tumbuhan inang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Rotan dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi pada daerah yang lembap (pinggiran sungai). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis rotan di kawasan Hutan Adat Desa Lundang Dedai Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2023 dengan menggunakan metode jelajah (Cruise Method). Jenis-jenis tumbuhan rotan yang berhasil diidentifikasi sebanyak dua genus, yaitu Calamus, dan Korthalsia yang terdiri dari enam jenis, yaitu rotan lilin (Calamus javensis Blume), rotan marau (Calamus plicatus Blume), rotan temuai (Calamus sp.), rotan getah (Calamus melanochaetes (Blume) Miq.), rotan dahan (Korthalsia rigida Blume), dan rotan pelanduk (Korthalsia sp.). Keenam jenis rotan tersebut memiliki habitus berumpun.
BRYOPHYTA (LUMUT) DI LAHAN GAMBUT HUTAN ADAT DESA TAHAWA KALIMANTAN TENGAH Ria Windi Lestari Lestari; Umi Novita Fitriah
Floribunda Vol. 7 No. 5 (2024): Floribunda Oktober 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.6627

Abstract

Ria Windi Lestari & Umi Novita Fitriah 2024. Bryophyta (Lumut) di Lahan Gambut Hutan Adat Desa Tahawa Kalimantan Tengah. Floribunda 7(5): 227 – 234 — Lahan gambut di hutan adat desa Tahawa merupakan kawasan konservasi serta sebagai ekowisata yang menjadi habitat bagi banyak jenis Bryophyta. Bryophyta dapat ditemukan di berbagai habitat dengan kelembaban tinggi serta iklim mikro yang baik, salah satunya adalah lahan gambut. Penelitian floristik Bryophyta di kawasan ini belum pernah dilakukan, oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi keanekaragaman melalui kegiatan koleksi dan eksplorasi Bryophyta di kawasan hutan dengan pendekatan kualitatif. Pengamatan dan identifikasi jenis Bryophyta menggunakan mikroskop dan mengacu pada literatur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 22 jenis Bryophyta, dua di antaranya sebagai rekaman baru untuk kawasan Kalimantan yaitu Dicranoloma dicarpum dan Foreauella orthothecia. Satu di antaranya dilaporkan berada pada dataran rendah yaitu Politrichum iwatsukii, dimana oleh Menzel dinyatakan hanya tumbuh di dataran tinggi.  
TREN TAKSA PADA LAYANAN IDENTIFIKASI TUMBUHAN DAN JAMUR MAKROSKOPIS DI HERBARIUM BOGORIENSE, BRIN, DALAM RENTANG LIMA TAHUN (2018-2022) Wahyudi Santoso
Floribunda Vol. 7 No. 5 (2024): Floribunda Oktober 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.7017

Abstract

Wahyudi Santoso 2024. Tren Taksa pada Layanan Identifikasi Tumbuhan dan Jamur Makroskopis di Herbarium Bogoriense, BRIN, dalam Rentang Lima Tahun (2018-2022). Floribunda 7(5): 211 – 217 — Jasa identifikasi tumbuhan merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh Herbarium Bogoriense, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Layanan ini menawarkan identifikasi tumbuhan hingga tingkat suku, marga, dan jenis. Kebutuhan akan identifikasi tumbuhan, penelitian  taksonomi,  serta  penelitian  terkait  lainnya  semakin  meningkat  seiring  dengan  bertambahnya jumlah penelitian tentang tumbuhan. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian terkait layanan identifikasi tumbuhan sejak tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tren dan kesenjangan layanan   identifikasi   tumbuhan   sebelum,   selama,   dan   setelah   pandemi   COVID-19.   Penelitian   ini menggunakan data dari tahun 2018-2022, dengan fokus pada jumlah permohonan, spesimen, serta taksa yang paling sering diidentifikasi pada tingkat suku, marga, dan jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah permohonan jasa identifikasi tumbuhan berfluktuasi selama periode 2018-2022. Penurunan permohonan  dipengaruhi  oleh  pandemi  COVID-19  yang  muncul  secara  tiba-tiba,  serta  kenaikan  tarif layanan. Selain itu, taksa yang paling banyak diidentifikasi pada tingkat suku, marga, dan jenis mengalami perubahan. Terdapat dinamika dalam komposisi suku, marga, dan jenis yang diidentifikasi dalam riset ini dibandingkan  dengan  riset sebelumnya.  Delapan  suku,  enam marga,  dan  tiga jenis  yang paling sering diidentifikasi dalam penelitian ini juga konsisten muncul pada riset sebelumnya.  
COVER FLORIBUNDA Admin Floribunda
Floribunda Vol. 7 No. 5 (2024): Floribunda Oktober 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
THE GENUS BUNCHOSIA RICH. EX KUNTH (MALPIGHIACEAE) IN JAVA, INDONESIA Arifin Surya Dwipa Irsyam; Muhammad Rifqi Hariri; Muhammad Hisyam Baidlowi; Dian Rosleine
Floribunda Vol. 8 No. 1 (2025): Floribunda
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2025.8315

Abstract

Malpighiaceae Juss. is a diverse family consisting of 72 genera that primarily distributed in tropical and subtropical regions. In Java, eight genera had been previously recorded. During fieldwork in 2024, a newly recorded genus, Bunchosia Rich. ex Kunth, was discovered in West Java (Sumedang) and East Java (Malang). This marks the first report of Bunchosia in Java, increasing the island’s known Malpighiaceae genera to nine. The genus is represented by a single species, Bunchosia armeniaca DC., locally known as kacang brazil. Native to Southern Tropical America, it was recently introduced to Java as an ornamental but is also valued for its edible fruit and seeds. This study provides an updated taxonomic key to the genera of Malpighiaceae in Java, along with a description of B. armeniaca and a discussion of its botanical significance.
EXPANSION OF COSTUS DIVERSITY: DOCUMENTING THE OCCURRENCE OF SIX NEWLY CULTIVATED SPECIES ON JAVA Muhammad Fabio Rayhan Kurniawan; Muhammad Hisyam Fadhil; Zakaria Al Anshori; Asih Perwita Dewi; Peniwidiyanti Peniwidiyanti; Muhammad Hisyam Baidlowi; Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Dian Rosleine
Floribunda Vol. 8 No. 1 (2025): Floribunda
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2025.9130

Abstract

Expansion of Costus Diversity: Documenting the Occurrence of Six Newly Cultivated Species on Java. Floribunda 8(1): 1 – 10 — Six additional cultivated species of Costus have been documented from Java, Indonesia: C. comosus var. bakeri, C. erythrophyllus, C. osae, C. pictus, C. productus var. productus, and C. stenophyllus. These species were intentionally introduced from the Tropical Americas to Java for ornamental use. Our findings bring the total number of Costus species recorded in Java to 15.
A TAXONOMIC CONTRIBUTION TO ARISTOLOCHIA IN JAVA: INTEGRATING NEW DISCOVERIES AND NOMENCLATURAL UPDATES Muhammad Hisyam Baidlowi; Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Muzzazinah Muzzazinah; Dian Rosleine
Floribunda Vol. 8 No. 1 (2025): Floribunda
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2025.11541

Abstract

This study updates the taxonomic information on the genus Aristolochia in Java, Indonesia, incorporating recent nomenclatural changes and new species records. In a 2024 survey, A. leuconeura Linden was documented for the first time on the island, likely introduced for ornamental use. A spontaneous population of A. ringens was also found in Bandung, marking its first record outside cultivation. These findings highlight ongoing naturalization and the need for continued botanical surveys. Furthermore, this study was also undertaken to furnish updated taxonomic and nomenclatural data on the genus Aristolochia in Java. This work enhances understanding of Aristolochia diversity in Java and serves as a useful reference for botanists and conservationists monitoring plant biodiversity and introduced species impacts.
UNCOVERING TAXONOMIC CONFUSION IN COSTUS: MOLECULAR EVIDENCE FOR MISIDENTIFICATION BETWEEN C. afer AND C. lucanusianus IN THE BOGOR BOTANIC GARDEN LIVING COLLECTION Rifqinur Mahmudah; Baiq Farhatul Wahidah
Floribunda Vol. 8 No. 1 (2025): Floribunda
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2025.12887

Abstract

Accurate species identification is critical for the integrity of botanical collections, especially when morphological similarities lead to taxonomic confusion. This study investigates the misidentification between Costus afer and C. lucanusianus in the living collection of the Bogor Botanic Garden using molecular evidence. Leaf samples of both taxa were subjected to DNA extraction, PCR amplification of the ITS region, and Sanger sequencing. BLAST analysis confirmed all sequences belonged to the genus Costus, with high identity scores and E-values of 0.0, indicating significant homology. Sequence alignment revealed 208 variable and 500 conserved sites across 731 bp. Phylogenetic analysis using the Maximum Likelihood method (MEGA 12) showed that both Bogor accessions clustered within the C. afer clade. Notably, the sample labeled C. lucanusianus grouped with C. afer (AY972934.1 and KJ011425.1), suggesting misidentification. These results are consistent with previous morphological assessments and highlight the effectiveness of DNA barcoding in resolving taxonomic ambiguities. The study underscores the importance of molecular verification in botanical gardens to support accurate species documentation and conservation.