cover
Contact Name
Hilda Yunita
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
wt.wardani@gmail.com
Editorial Address
Herbarium Bogoriense, Cibinong Science Center, Jl Raya Bogor KM 46 Cibinong 16911, Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16911
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Floribunda
Published by BRIN Publishing
ISSN : 02154706     EISSN : 24606944     DOI : https://doi.org/10.55981/floribunda
Core Subject :
Floribunda is published both in Bahasa Indonesia and English, covers wide range of plant diversity, Taxonomy and sistematics of Malesian flora particulary from Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
KEANEKARAGAMAN NEPENTHES DI KAWASAN BUKIT PERASAK KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Syamswisna Syamswisna; Rexy Maulana Dwi Karmadi
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nepenthes memiliki peranan penting dalam suatu ekosistem, di antaranya dapat mengendalikan populasi serangga serta mengurangi konsentrasi CO2 di udara karena laju fotosintesisnya yang cukup tinggi. Namun populasi tumbuhan Nepenthes terus menurun di habitat alaminya. Di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas, Nepenthes dapat ditemukan di beberapa tempat seperti di kawasan Bukit Perasak, Desa Seberkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies Nepenthes di kawasan Bukit Perasak Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengamatan dilakukan di tiga titik Kawasan penelitian, yaitu hutan sekunder, areal terbuka, dan hutan kerangas dengan menggunakan teknik petak ganda. Pengukuran faktor lingkungan pada habitat Nepenthes seperti suhu udara, kelembaban udara, pH tanah dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga spesies Nepenthes, yaitu Nepenthes gracilis, Nepenthes mirabilis, dan Nepenthes x neglecta. Spesies Nepenthes yang mendominasi di hutan sekunder adalah Nepenthes gracilis dengan INP (Indeks Nilai Penting) 119%, KR (Kerapatan Relatif) 59%, dan FR (Frekuensi Relatif) 60%. Di areal terbuka, yang mendominasi adalah Nepenthes mirabilis dengan INP 106%, KR 55%, dan FR 51%. Di Hutan Kerangas yang mendominasi adalah Nepenthes mirabilis dengan INP 111%, KR 58%, dan FR 53%. Faktor lingkungan pada habitat Nepenthes adalah suhu udara yang berkisar 25,1℃-32,1℃, kelembaban udara yaitu 79%-87,5%, dan pH 5,6-6,3.
GENETIC VARIATION OF WAX APPLE (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M. Perry) CULTIVAR USING INTERNAL TRANSCRIBED SPACER 2 (ITS2) Syifara Chika; Tiara Dwi Meilina; Muhammad Ramdhani Arfan; Asri Febriana; Arnia Sari Mukaromah
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.3910

Abstract

Syifara Chika, Tiara Dwi Meilina, Muhammad Ramdhani Arfan, Asri Febriana & Arnia Sari Mukaromah 2024. Genetic variation of wax apple (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M. Perry) cultivar using internal transcribed spacer 2 (ITS2). Floribunda 7(4): 153–165 — Wax apple (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M. Perry) is a tropical fruit, has diverse cultivars and classified as a non-climacteric fruit. The study objectives were to identify the genetic variation of the S. samarangense cultivars in the ITS2 DNA barcode region, analyze the phylogenetic relationships among S. samarangense cultivars and determine successfulness of ITS2 barcode to describe genetic variation of the S. samarangense cultivars from Demak Regency, Central Java, Indonesia. Furthermore, the stages in this study consisted of sampling, environmental parameters analysis, DNA isolation, DNA amplification, electrophoresis, DNA sequencing in the First Base Malaysia, analysis of DNA sequencing data, secondary structure prediction of ITS2, and reconstruction a phylogenetic tree using MEGA 11 and ITS2 database. The result shown appearance of few nucleotide variation among S. samarangense cultivars and there were nucleotides variations between S. samarangense and Syzygium aqueum in the ITS2 region. S. samarangense cultivar Citra Wonosari and cultivar Delima Wonosari had the identical secondary structure of ITS2. However, this was slightly different between S. samarangense cultivar Citra Botorejo secondary structure of ITS2 which consisted of only two loops in helix I and cultivar Citra Tempuran second loop in helix I which bigger than all samples. The phylogenetic tree described the closely relationship between S. samarangense Citra cultivars, and had separated S. samarangense cultivar Delima in the different clade. The genetic relationship of S. samarangense cultivars were more influenced by cultivar type rather than cultivated location. Therefore, ITS2 could be utilized for genetic variation analysis of S. samarangense cultivars.
MORFOLOGI DAN PERKEMBANGAN BUNGA JERUK SIAM PONTIANAK (Citrus nobilis var. microcarpa) Yunita -; Mukarlina -; Dwi Gusmalawati
Floribunda Vol. 7 No. 5 (2024): Floribunda Oktober 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4045

Abstract

Yunita, Mukarlina, Dwi Gusmalawati 2024. Morfologi dan Perkembangan Bunga Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa). Floribunda 7(5): 235 – 245 — Keberhasilan dalam reproduksi tanaman perlu didukung pengetahuan mengenai tahapan perkembangan bunga hingga membentuk buah dan waktu pada setiap tahap pembungaan serta pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi dan perkembangan bunga dari fase kuncup hingga terbentuknya buah, serta mengkaji morfologi serbuk sari pada Citrus nobilis var. microcarpa, salah satu varietas dari kelompok Rutaceae yang memiliki signifikansi taksonomi dalam genus Citrus. Pengamatan perkembangan morfologi bunga menggunakan tanaman Jeruk siam Pontianak pada fase generatif. Bunga yang digunakan sebanyak 25 bunga, kemudian diamati perkembangan morfologinya, mulai dari kuncup bunga muncul sampai bunga mekar, gugur dan terbentuk buah. Pengamatan serbuk sari dilakukan secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bunga Jeruk siam Pontianak terdapat 4 fase, yaitu fase kuncup kecil, kuncup besar, mekar dan gugurnya bagian-bagian bunga seperti mahkota, benang sari dan putik. Perkembangan bunga dari munculnya kuncup hingga pembentukan bakal buah berlangsung selama 18 hari. Hari kesepuluh bunga mencapai mekar maksimalnya, dengan komponen utama berupa putik, bakal buah, tangkai, kelopak, dan mahkota. Hasil pengamatan morfologi serbuk sari pada bunga Jeruk siam Pontianak memiliki unit monad, panjang serbuk sari 17,5-30 µm, diameter 20-27,5 µm dan indeks P/D 0,87-1,09 µm. Bentuk serbuk sari terdiri dari prolate spheroidal dan suboblate; tipe ukuran serbuk sari adalah perminuta, serta tipe apertura adalah syncolpate.  
KEKERABATAN NEPENTHES HIBRID HASIL PERSILANGAN ALAMI ANTARA Nepenthes mirabilis (Lour.) DRUCE DAN Nepenthes ampullaria JACK DI KECAMATAN ENTIKONG BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Eva Elma Marissa; Siti Ifadatin; Irwan Lovadi
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4694

Abstract

Eva Elma Marissa, Siti Ifadatin & Irwan Lovadi 2024. Kekerabatan Nepenthes Hibrid Hasil Persilangan Alami Antara Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce dan Nepenthes ampullaria Jack di Kecamatan Entikong Berdasarkan Karakter Morfologi. Floribunda 7(4): 192–201 — Nepenthes adalah tumbuhan karnivor yang dapat melakukan persilangan alami secara generatif di alam, baik antar spesies yang sama maupun berbeda. Persilangan yang terjadi antar dua spesies berbeda dapat menghasilkan spesies hibrid. Keturunan yang dihasilkan tersebut akan memiliki karakter morfologi yang mewakili karakter dari kedua tetuanya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakter morfologi dan hubungan kekerabatan antara Nepenthes hibrid dan tetuanya. Penelitian ini menggunakan Nepenthes hibrid N. xkuchingensis hasil persilangan alami antara N. mirabilis dan N. ampullaria yang ditemukan di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Hubungan kekerabatan dianalisis dengan pengelompokan (kluster) berdasarkan metode Unweighted Pair-Group Method Arithmetic (UPGMA) menggunakan program NTSyst ver 2.0 yang disajikan dalam bentuk tabel matriks kemiripan dan dendrogram. Nepenthes mirabilis, N. ampullaria dan N. xkuchingensis memiliki tingkat kemiripan 0,53 dan terbagi menjadi dua klaster. Hubungan kekerabatan N. mirabilis dan N. xkuchingensis memiliki nilai koefisien kemiripan 0,49, sedangkan N. ampullaria dan N. xkuchingensis memiliki nilai koefisien kemiripan 0,59. Nepenthes xkuchingensis memiliki kekerabatan lebih dekat dengan N. ampullaria.  
ANALISIS FENETIK LIMA JENIS MANGGA LOKAL KALIMANTAN SELATAN BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI Siti Fadhila; Gunawan Gunawan
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4851

Abstract

Siti Fadhila & Gunawan 2024. Analisis fenetik lima jenis mangga lokal Kalimantan Selatan berdasarkan Penanda Morfologi. Floribunda 7(4): 143–152 — Genus Mangifera memiliki jumlah jenis sekitar 69 jenis di seluruh dunia, dengan 30 jenis di antaranya merupakan jenis endemik Indonesia. Karakterisasi morfologi sangat penting, karena dapat membantu dalam memahami perbedaan variasi yang ada, mengungkapkan status taksonomi, dan membantu dan mempermudah para pemulia dalam memanfaatkan plasma nutfah untuk program pemuliaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan kekerabatan fenetik lima mangga lokal Kalimantan Selatan berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan lima jenis mangga lokal yaitu Kasturi, Pelipisan, Cuban, Rawa-rawa, dan Pinari. Sebanyak 36 karakter morfologi meliputi bagian pohon, buah, daun, dan biji diamati berdasarkan descriptors for mango dari IPGRI (International Plant Genetic Resources Institute). Analisis kelompok diolah dengan program Multi Variate Statistical Package (MVSP versi 3.1) menggunakan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Average (UPGMA). Karakter morfologi lima jenis mangga lokal memiliki persamaan pada karakter pertumbuhan dan biji. Karakter yang menjadi ciri pembeda dari lima jenis mangga lokal yaitu buah yang meliputi bentuk dan ukuran buah, penonjolan leher buah, warna kulit buah ketika matang, tekstur daging buah, dan rasa buah. Hubungan kekerabatan fenetik lima jenis mangga lokal menggunakan karakter morfologi membentuk dua kelompok. Pada koefisen similiritas 0.58 terdapat 2 kelompok yakni kelompok I yang terdiri dari Pinari dan kelompok II yang terdiri dari Kasturi, Palipisan, Rawa-rawa, dan Cuban.  
HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DI KECAMATAN MOLLO UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Maria Teresia Danong; Maria T.L. Ruma; Refli Refli; Kristina M. Nono; Theresia L. Boro; Anastasia Nina
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4871

Abstract

Maria T. Danong, Maria T.L. Ruma, Refli, Kristina M. Nono,Theresia L. Boro, Anastasia Nina 2024. Hubungan kekerabatan  fenetik varian ubi jalar (Ipomoea batatas L.) berdasarkan karakteristik morfologi di kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. Floribunda 7(4): 166–181 — Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan fenetik varian ubi jalar (Ipomoea batatas L) di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara eksplorasi, koleksi dan dokumentasi. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri morfologi, serta gambar tumbuhan pada pustaka. Analisis hubungan kekerabatan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) menggunakan prosedur Similarity for Qualitative Data (SIMQUAL) melalui program NTSYS–pc 2.02 (Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System). Analisis pengelompokan cluster menggunakan SHAN (Sequential Aglomerative Hierarchical and Nested Clustering). Kategori pengelompokan setiap STO menggunakan kriteria indeks similaritas (IS) dengan kriteria: IS: ≥ 0,75 = sangat dekat, 0,51–0,74 = dekat, 0,26–0,50 = tidak dekat, ≤ 0,25 = sangat tidak dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 varian ubi jalar (Ipomea batatas L) di Kecamatan Mollo Utara Kabupaten TTS yaitu: I.batatas L. varian kulit putih daging umbi putih Desa Leloboko,I. batatas L. varian kulit putih daging umbi putih Desa Nefokoko, I.batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu,I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange, I. batatas L. varian kulit putih pucat daging umbi kuning dan I. batatas .L varian kulit merah daging umbi putih. Hubungan kekerabatan fenetik varian ubi jalar berdasarkan fenogram dapat dikelompokan dalam 2 kelompok yaitu  kelompok pertama dengan hubungan  kekerabatan  sangat dekat  dengan IS= 0,91dimiliki I.batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu varian dan I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange; IS = 0,85 dimiliki oleh I.batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu varian,I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange dan I. batatas L. varian kulit putih pucat daging umbi kuning; IS = 0,79 dimiliki oleh  I. batatas Lvarian kulit putih daging umbi putih asal desa Leloboko dan I. batatas Lvarian kulit putih daging umbi putih asal desa Nefokoko;  IS = 0,75 dimiliki oleh I. batatas Lvarian kulit putih daging umbi putih asal desa Leloboko,I. batatas L varian kulit putih daging umbi putih asal desa Nefokoko, I. batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu, I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange dan I. batatas L. varian kulit putih pucat daging umbi kuning. Kelompok kedua dengan hubungan kekerabatan  dekat dengan IS= 0,70 dimiliki oleh I. batatas L varian kulit merah daging umbi putih.
A NEW DISTRIBUTION RECORD OF DECONICA OVEREEMII (AGARICALES, STROPHARIACEAE) Atik Retnowati; Helbert; Supeni Sufaati
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4901

Abstract

Atik Retnowati, Helbert & Supeni Sufaati 2024. A new distribution record of Deconica overeemii (Agaricales, Strophariaceae). Floribunda 7(4): 182–191 — Deconica overeemii has been previously      reported from Java (Indonesia) and São Tomé Island (Africa), and we reported a new distribution record of the species  from  Sorong,  Papua  (Indonesia). The collection of  D. overeemii  was  made  during  the     mycological survey to Sorong in July 2022. The species recognized by having brown, with acute-conical papilla  pileus,  closed  with  2–3  lamellulae,  ellipsoid-rhomboid  basidiospores,  and  clavate to mucronate-clavate,  chryocystidia-like  pleurocystidia.  The  identification  process  of  Papuan  materials  using       morphological characters supported by molecular data derived from ITS nrDNA produced D. overeemii. The species is similar to D. thailandensis and D. aureicystidiata. Fresh images of fruiting bodies, microscopic characters, and similar taxa are provided.  
COVER FLORIBUNDA 7(4) Admin Floribunda
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4916

Abstract

-
MITRA BESTARI FLORIBUNDA 7(4) Admin Floribunda
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4917

Abstract

-
A MORPHOLOGY AND PALYNOLOGY OF THE GENUS KAEMPFERIA L. (KENCUR) FROM WEST SUMATRA Atiqa Zhafira Syahputri Rinaldi; Nurainas nurainas; Syamsuardi Syamsuardi
Floribunda Vol. 7 No. 5 (2024): Floribunda Oktober 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4918

Abstract

Atiqa Zhafira Syahputri Rinaldi, Nurainas, Syamsuardi 2024. Morphology and Palynology of the Genus Kaempferia L. (Kencur) from West Sumatra. Floribunda 7(5): 202 – 210 — The Kaempferia, commonly known as “kencur" in Indonesia, is one of the genus of Zingiberaceae which is widely used by Indonesian people as traditional medicine, spices, and ornamental plants. In this study, we observed  Kaempferia species in West Sumatra and aimed to analyze the morphological characteristic including pollen morphology and its contribution as a distinguishing character in the Kaempferia genus. Pollen morphology observations were done using a light microscope (LM) and scanning electron microscope (SEM). The results revealed that there were five species of Kaempferia in West Sumatra, namely K. angustifolia, K. elegans, K. galanga, K. pulchra, and K. rotunda. Vegetative and generative morphological characters that play an important role in distinguishing the five Kaempferia species in West Sumatra are the shape of rhizome, leaf, lateral staminode, labellum, stigma type, and apex of anther crest. The pollen grain characters found were all monolete, isopolar, large to very large in size, sub-spheroidal, inaperture, and also reticulate and rugulate in tectum character. The pollen morphology character of Kaempferia resembles with the genera Boesenbergia, Cornukaempferia, and Curcuma but its tectum has contributed to distinguishing the Kaempferia genus from other genus in the Zingiberaceae family.