cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
KAJIAN PENAMBAHAN ABU BONGGOL JAGUNG YANG BERVARIASI DAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BETON MEMADAT SENDIRI (SELF – COMPACTING CONCRETE) Nindi Fakhrunisa; Boedya Djatmika; Adjib Karjanto
Bangunan Vol. 23 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i22018p9-18

Abstract

Pembangunan di Indonesia seperti saat ini memunculkan keperluan pemakaian beton yang cukup besar dan cepat. Upaya penyelesaian masalah tersebut dengan membuat beton jenis self - compacting concrete. Beton SCC adalah beton yang memiliki nilai slump cukup tinggi sehingga mampu mengisi ruang-ruang sempit tanpa harus adanya pemadatan. Pembuatan beton SCC diperlukan superplasticizer atau bahan tambah lainnya. Dan pada penelitian ini beton SCC ditambahkan abu bonggol jagung dan dapat mengurangi pemakaian semen yang merupakan penyumbang polusi udara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase unsur kimia abu bonggol jagung, mengetahui sifat fisik beton SCC, nilai kuat tekan dan modulus elastisitas beton SCC, komposisi campuran beton SCC pada kuat tekan rencana fc’ 30 MPa, perbedaan sifat fisik dan mekanik beton SCC dengan penambahan abu bonggol jagung yang bervariasi dan, dan kadar abu bonggol jagung optimum yang menghasilkan kinerja terbaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Dengan variasi penambahan abu bonggol jagung 0 persen, 4 persen, 8 persen, 12 persen dan superplaticizer 0,8 persen. Benda uji yang digunakan Ø 7,5 cm x 15 cm sebanyak 60 benda uji dan Ø 15 cm x 30 cm sebanyak 8 benda uji. Pengujian beton SCC dilakukan dengan menguji sifat fisik berupa slump flow, berat volum, porositas, sedangkan sifat mekanik yaitu kuat tekan yang dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari dan modulus elastisitas pada umur 28 hari. Hasil Penelitian didapatkan (1) Presentase kimia abu bonggol jagung yang dominan yaitu pada unsur kalium sebesar 81,2 persen, (2) Hasil pengujian sifat fisik beton SCC dengan penambahan abu bonggol jagung memenuhi persyaratan dari masing-masing pengujian, (3) Nilai kuat tertinggi umur 28 hari didapatkan pada kadar abu bonggol jagung 4 persen sebesar 36,25 MPa, dan nilai modulus elastisitas umur 28 hari didapatkan pada kadar abu bonggol jagung 4 persen sebesar 20.078,37 MPa, (4) Campuran beton SCC kadar 4 persen dan 8 persen umur 28 hari melebihi fc’ 30 MPa. (5) Uji hipotesis berat volume, porositas, dan kuat tekan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, namun pada modulus elastisitas ada perbedaan secara signifikan dengan Sig kurang dari 0,05. (6) Kadar abu bonggol jagung yang menghasilkan kinerja terbaik adalah pada kadar 4 persen.
KAJIAN EKSPERIMENTAL CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLY ETHYLENE) Izzanur Rusyda Dwipratama Supriyadi; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
Bangunan Vol. 23 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i22018p19-28

Abstract

Di Indonesia jumlah limbah plastik setiap tahun terus meningkat dan belum dimanfaatkan secara maksimal serta perlunya solusi pada perkerasan jalan yang rusak akibat air hujan. Aspal porus merupakan teknologi dalam dunia perkerasan jalan, yaitu perkerasan yang memiliki rongga yang besar yang dapat mengalirkan air dari permukaan ke dalam tanah. Rongga yang besar membuat aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. untuk meningktakan stabilitas diperlukan bahan tambah. Plastik HDPE merupakan bahan yang memiliki sifat seperti aspal yaitu termoplastik yang meleleh bila dipanaskan, mengeras bila didinginkan. Penggunaan plastik HDPE selain sebagai bahan tambah untuk meningkatkan stabilitas pada campuran aspal porus serta mengurangi jumlah limbah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus, (2) mendeskripsikan karakteristik campuran aspal porus dengan tambahan HDPE menggunakan cara basah ditinjau dari parameter marshall, permeabilitas, cantabro loss, dan binder drain down. Metode penelitian ini yaitu pemeriksaan bahan yang akan digunakan, pembuatan benda uji dengan kadar aspal 4 persen, 4,5 persen, 5 persen, 5,5 persen, dan 6 persen. Kemudian diuji Marshall untuk medapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO). Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji dengan KAO dan penambahan plastik HDPE dengan kadar 0 persen, 5 persen, 10 persen, 15 persen, 20 persen serta diuji Marshall, Cantabro Loss, Permeabilitas, dan Binder Drain Down. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang meliputi agregat, filler, dan aspal telah memenuhi standar RSNI 2 Tahun 2012. (2) Penambahan Plastik HDPE dalam campuran aspal porus dapat meningkatkan nilai stabilitas, nilai rata-rata stabilitas tertinggi pada kadar plastik HDPE 15 persen sebesar 514,43 kg. Selain itu nilai flow juga semakin meningkat dengan nilai rata-rata flow tertinggi pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 3,3 mm. Namun, nilai VIM semakin menurun dengan nilai rata-rata VIM terendah pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 14,22 persen. Nilai rata-rata cantabro loss sebesar 17,94 persen adalah nilai terbaik yang didapatkan pada kadar plastik HDPE 15 persen. Sedangkan nilai permeabilitas mengalami penurunan hingga kadar plastik HDPE 20 persen dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,123 cm/det. Nilai binder drain down mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar plastik, nilai rata-rata terendah terdapat pada kadar plastik HDPE 20 persen yaitu 0,0302 persen.
HUBUNGAN KELENGKAPAN FASILITAS PRAKTIK DI SEKOLAH DAN KUALITAS PRAKERIN DENGAN MINAT WIRAUSAHA SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMKN 3 BOYOLANGU Jonathan Muhamad Rofadho; Nemesius Bambang Revantoro; Eko Suwarno
Bangunan Vol. 23 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i22018p29-34

Abstract

Faktor yang diduga dapat menumbuhkan minat wirausaha siswa adalah kelengkapan fasilitas praktik di sekolah dan kualitas prakerin. Penelitian ini bertujuan untuk (1) hubungan kelengkapan fasilitas praktik dengan minat wirausaha, (2) hubungan kualitas prakerin dengan minat wirausaha, (3) hubungan kelengkapan fasilitas praktik di sekolah dan kualitas prakerin dengan minat wirausaha. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kuantitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa angket. Teknik analisa data menggunakan analisis deskriptif variable, korelasi parsial dan korelasi simultan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan: (1) kelengkapan fasilitas praktik di sekolah memiliki hubungan positif dengan minat wirausaha, (2) kualitas prakerin memiliki hubungan positif dengan minat wirausaha, (3) kelengkapan fasilitas praktik di sekolah dan kualitas prakerin bersama-sama memiliki hubungan positif dengan minat wirausaha.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU Muhammad Rizal At-Thariq; R.M Sugandi; Priyono Priyono
Bangunan Vol. 23 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i22018p35-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Bagaimana deskripsi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, beserta minat berwirausaha siswa, (2) hubungan antara lingkungan keluarga dan minat berwirausaha, (3) hubungan antara lingkungan sekolah dan minat berwirausaha, (4) hubungan antara lingkungan masyarakat terhadap minat berwirausaha. Kondisi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat diduga memiliki hubungan dengan minat berwirausaha siswa. Minat berwirausaha sangat penting bagi lulusan SMK. Adanya lulusan SMK yang berminat menjadi wirausahawan diharapkan tercipta wirausahawan baru di daerah tersebut. Sehingga meningkatkan jumlah wirausahawan dari lulusan SMK . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi penelitian adalah semua kelas XI jurusan Teknik Konstruksi Kayu dan Teknik Konstruksi Batu dan Beton SMKN 3 Boyolangu sebanyak 70 orang. Ukuran sampel di ambil dari keseluruhan populasi. Hasil uji intrumen didapatkan hasil bahwa 90 soal dari 93 soal dinyatakan valid dan nilai reabilitas sebesar 0,956, maka dapat disimpulkan instrumen tersebut reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis diskriptif untuk memperoleh harga rerata (Mean), standar deviasi (SD), median (Me), modus (Mo), nilai maksimum dan nilai minimum, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, yang sebelumnya dilakukan uji persyaratan analisis meliputi uji normalitas, dan linieritas.Simpulan penelitian ini sebagai berikut (1) Kondisi lingkungan keluarga, sekolah, minat berwirausa yang tergolong cukup baik dan lingkungan masyarakat yang tergolong baik dari siswa SMK Negeri 3 Boyolangu; (2) Ada hubungan antara lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha siswa; (3) Ada hubungan antara lingkungan sekolah dengan minat berwirausaha siswa; (4) Ada hubungan antara lingkungan masyarakat dengan minat berwirausaha siswa di SMK Negeri 3 Boyolangu; (5) dan ada hubungan antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dengan minat berwirausaha siswa kelas XI kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu dan Teknik Konstruksi Batu Beton SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung.
IDENTIFIKASI AWAL VOLUME NAIK TURUN PENUMPANG DI TIAP-TIAP STASIUN PEMBERHENTIAN KERETA API KOMUTER SURABAYA-LAMONGAN Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p1-10

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi volume naik dan turun penumpang KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) di tiap-tiap stasiun pemberhentian. Metode yang digunakan dalam identifikasi ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Survai dilakukan pada setiap jam keberangkatan dari dua arah yang berbeda. Hasil identifikasi pada jam keberangkatan sore hari arah Surabaya-Lamongan menunjukkan bahwa Stasiun Pasar Turi memiliki volume penumpang terbesar, yang naik KA sebesar 147 penumpang (65 percent), sedangkan volume penumpang turun dari KA terjadi di Stasiun Lamongan sebesar 203 penumpang (89 percent). Keberangkatan pagi hari dari arah Lamongan-Surabaya, Stasiun Lamongan memiliki potensi volume penumpang terbesar, yang naik sebesar 163 penumpang (72 percent), sedangkan volume penumpang terbesar turun dari KA yang terjadi di Stasiun Pasar Turi sebesar 164 penumpang (73 percent ). Perbandingan load factor KA Komuter diketahui bahwa terbesar dari arah Surabaya-Lamongan terjadi pada jam keberangkatan sore hari sebesar 54,05 percent, sedangkan load factor terbesar dari arah Lamongan-Surabaya terjadi pada jam keberangkatan pagi hari sebesar 53,33 percent.
KINERJA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE (HRS-WC) DENGAN FILLER ABU AMPAS TEBU Nikmatul Azizah; Boedi Rahardjo
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p11-20

Abstract

Tujuan dari penelitian ini (a) mendeskripsikan sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC dan (b) mendeskripsikan kinerja campuran HRS-WC filler abu ampas tebu. Metode penelitian ini meliputi (1) persiapan bahan dan alat; (2) Pengujian bahan meliputi agregat, filler, dan aspal (3) pembuatan benda uji (4) pengujian Marshall, dan (5) penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil penelitian ini menunjukkan (a) pemeriksaanagregat kasar untuk berat jenis bulk 2,54 gram/cm3, berat jenis SSD 2,57 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,63 gram/cm3, penyerapan 1,2 percent, dan keausan agregat sebesar 34,8 percent, sedangkan untuk agregat halus menunjukkan berat jenis bulk 2,5 gram/cm3, berat jenis SSD 2,55 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,61 gram/cm3, penyerapan air 1,63 percent; (b) KAO campuran sebesar 7,25 percent; (c) pengujian campuran dengan alat Marshall diperoleh nilai parameter Marshall pada KAO yaitu, nilai stabilitas 1244,43 kg, kelelehan (flow) 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, nilai Void in Mixture (VIM) sebesar 5,31 percent, nilai Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67 percent, dan nilai Void Filled with Bitumen (VFB) sebesar 72,03 percent
PENGARUH AIR LAUT TERHADAP KEKUATAN TEKAN BETON YANG TERBUAT DARI BERBAGAI MERK SEMEN YANG ADA DI KOTA MALANG Sonny Wedhanto
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p21-30

Abstract

Beton yang terkena pengaruh air laut disyaratkan menggunakan semen Tipe V; namun semen tersebut tidak tersedia di toko-toko bahan bangunan di Malang. Semen yang beredar ada tiga dengan tipe yang berbeda: Tipe I; “setara” Tipe I; dan Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi kekuatan tekan beton yang menggunakan berbagai jenis merk semen yang beredar di Malang terhadap pengaruh air laut, dan mengetahui semen yang terkuat terhadap pengaruh air laut. Sampel menggunakan silinder beton ukuran standar, mutu fc’=17 MPa; tiap perlakuan menggunakan lima buah benda uji; perlakuan dengan merendam benda uji dalam air laut selama 7; 14; dan 28 hari. Pengujian kekuatan tekan menggunakan Universal Testing Machine kapasitas 100 ton.Hasil pengujian: (1) selama 7 hari direndam air laut, kekuatan tekan beton meningkat dengan cepat, tetapi ketika direndam lebih lama kekuatannya cenderung turun; (2) selama 28 hari direndam air laut beton menggunakan semen Tipe I kekuatan tekannya relatif paling tinggi.
PERBANDINGAN MODEL ALIRAN BANJIR UNSTEADY FLOW DAN STEADY FLOW PADA SUNGAI NGOTOK RING KANAL Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p31-40

Abstract

Permodelan aliran banjir pada suatu sungai biasa dimodelkan dengan aliran satu dimensi. Banjir merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS. Hasil permodelan unsteady flow sering terjadi error dikarenakan analisis program yang tidak stabil. Kestabilan model dipengaruhi oleh alur sungai, kemiringan dasar sungai yang curam dan perubahan penampang melintang dari sungai. Karena dalam peramalan banjir dibutuhkan data debit maksimal dan muka air banjir maksimal, maka model aliran steady flow sering digunakan sebagai alternatif untuk perhitungan peramalan banjir. Penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari model aliran banjir steady flow dan unsteady flow. Lokasi penelitian di Sungai Ngotok Ring Kanal, Kabupaten Mojokerto. Permodelan hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS sedangkan permodelan hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS. Hasil permodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa profil elevasi muka air dari model steady flow memiliki kecenderungan lebih tinggi dari elevasi muka air yang dihasilkan oleh model unsteady flow. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi model unsteady flow lebih lama dari model steady flow. Elevasi muka air rata-rata yang dihasilkan oleh model unsteady flow adalah +27.17 m, sedangkan untuk model steady flow adalah +29.62 m.
PENGARUH KARAKTERISTIK SUB-DAS GANGGANG TERHADAP BANJIR DI DESA NGULANAN KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Windarti Eko Rahayu; Mujiyono Mujiyono; Anie Yulistyorini; Nugroho Suryoputro; Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p41-50

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sub DAS Ganggang berupa : (1) tata guna lahan, (2) topografi (Slope), (3) bentuk DAS, (4) kerapatan jaringan dan (5) kekasaran permukaan. Metode yang digunakan dalam studi adalah penelitian deskripsi yang didasarkan observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sub DAS Ganggang memiliki karakteristik : (1) tata guna lahan sebagian besar sawah (2) topografi masuk kategori datar (3) bentuk DAS radial (4) kerapatan jaringan sedang dan (5) kekasaran permukaan 0,2 mempengaruhi banjir Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.
KONDISI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI KOTA MALANG Sudomo Sudomo; Tri Kuncoro
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p51-66

Abstract

Pekerjaan konstruksi yang berisiko besar dan/atau yang berteknologi tinggi dan/atau berbiaya besar harus dilakukan oleh badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas (PT) atau badan usaha asing yang dipersamakan. Pembatasan jenis pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap para pihak maupun masyarakat atas risiko pekerjaan konstruksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu sebagai berikut: (1) Personal factors, (2) Leadership factors, (3) Team factors, (4) System factors, and (5) Contextual/situational factors. Personal factors.Faktor-faktor yang menunjang terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi meliputi: personalia/sumber daya manusia, faktor keuangan, faktor pengalaman kerja, dan faktor peralatan. Faktor personalia/sumber daya manusia untuk menjelaskan tingkat pendidikan penanggung jawab badan usaha, tingkat pendidikan penanggung jawab teknik badan usaha, jumlah tenaga kerja, asal tenaga kerja serta kondisi tenaga ahli yang dipekerjakan. Keberhasilan perusahaan salah satunya bukan diukur dari ukuran besar keuangannya dan tidak dapat lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan perusahaan.

Page 10 of 14 | Total Record : 132