cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
KESESUAIAN TINGKAT BERPIKIR SOAL UJIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN PADA KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Niswah Qurrota A’yun; Sutrisno Sutrisno
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p67-74

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) proporsi tingkat berpikir pada soal ujian, (2) proporsi tingkat berpikir pada tujuan pembelajaran, dan (3) kesesuaian tingkat berpikir soal ujian dengan tujuan pembelajaran pada Keahlian Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (1) proporsi soal ujian tingkat berpikir mengingat (C1): 37 percent, memahami (C2): 33 percent, aplikasi (C3): 30 percent; (2) proporsi tujuan pembelajaran tingkat berpikir C1: 1 percent, C2: 57 percent, C3: 42 percent; dan (3) terjadi ketidaksesuaian proporsi tingkat berpikir C1 dan C2 pada soal ujian dengan tujuan pembelajaran secara signifikan.
BAGAIMANA MENGUKUR KINERJA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI Tri Kuncoro
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p75-80

Abstract

Kinerja kontraktor, konsultan perencana dapat diukur key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU). Hal tersebut, dalam upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja jasa konstruksi dalam kurun waktu tertentu. Key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU) berbeda dari satu negara ke negara lain. Hal tersebut, mengacu pada kondisi pasar yang berbeda, kebijakan, strategi, budaya, hukum, dan lingkungan persaingan yang berbeda. Industri konstruksi saat ini memiliki misi layanan jasa yang berfokus pada pelanggan. Perspektif pelanggan mencakup tiga indikator, yaitu, kualitas pelayanan dan kerja, kepuasan pelanggan, dan pangsa pasar. Kualitas pelayanan dan pekerjaan menempati urutan kedua penting setelah profitabilitas. Indikator kinerja seperti kepuasan pelanggan eksternal, keamanan, efisiensi bisnis, dan efisiensi-Ketekunan perencanaan semakin menjadi penting. indikator kinerja industri kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas, di Malang Raya, meliputi: (1) kapabilitas pelaksana dalam pekerjaan finishing, (2) penyelesaian waktu pekerjaan konstruksi, (3) manajemen pelaksana proyek yang berpengalaman, (4) keuangan dan Perpajakan, (5) produktivitas tenaga kerja, (6) pendayagunaan peralatan, (7) kualitas bahan material.
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS WAKTU DAN EFISIENSI BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN DRAINASE BOX CULVERT PRECAST DAN CAST INSITU MENGGUNAKAN SOFTWARE PRIMAVERA P6 PADA PROYEK JALAN LINTAS SELATAN LOT 6 TULUNGAGUNG – TRENGGALEK Shafa Adelia Agatha; Bambang Djatmiko; Nemesius Bambang Revantoro
Bangunan Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i12025p9-17

Abstract

Box culvert, yang terbuat dari beton bertulang, sering digunakan sebagai jembatan sederhana karena mampu menahan beban di atasnya. Berdasarkan metode pembuatannya, box culvert dibedakan menjadi dua jenis: precast, yang dicetak di area proyek atau pabrik, dan cast in situ, yang dibuat langsung di lokasi proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas waktu dan efisiensi biaya antara kedua metode tersebut menggunakan software Primavera P6 dan IBM SPSS versi 25 untuk uji beda (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa box culvert precast memiliki waktu rencana 150 hari dan waktuaktual 83 hari, dengan efektivitas waktu 44,7 persen yang dikategorikan efektif. Sebaliknya, box culvert cast in situ memiliki waktu rencana 120 hari dan waktu aktual 59 hari, dengan efektivitas waktu 51,1 persen yang juga dikategorikan efektif. Dari segi biaya, box culvert precast mengalami biaya aktual sebesar Rp 3.346.178.247, lebih tinggi Rp 99.187.122 dari rencana biaya, sehingga dikategorikan tidak efisien dengan efisiensi -3,1 persen. Sedangkan cast in situ, dengan biaya aktual Rp 1.362.202.284, hanya selisih Rp 10.789.012 dari rencana, dengan efisiensi -0,8 persen dan juga dikategorikan tidak efisien. Uji beda (t-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam efektivitas waktu dan efisiensi biaya antara box culvert precast dan cast in situ. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para praktisi konstruksi dalam memilih metode yang lebih efektif dan efisien untuk proyek-proyek serupa.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING TERHADAP PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PADA PROYEK PEMBANGUNAN MALANG CREATIVE CENTER Faza Yolyapri; Nemesius Bambang Revantoro; Edi Santoso
Bangunan Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i12025p17-27

Abstract

Perencanaan dalam Pembangunan Gedung Malang Creative Center mempunyai permasalahan dari segi aspek biaya yang besar dan juga ketidakefisienan dan pemborosan material. Penelitian ini berfokus pada pekerjaan struktur atas jumlah anggaran yang paling tinggi, Item pekerjaan yang akan dianalisis value engineering merupakan item pekerjaan struktur atas yang memiliki biaya tertinggi berdasarkan dari data RAB yaitu pada pekerjaan pelat, balok, dan kolom. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan alternatif terbaik sebagai pengganti desain awal sehingga mendapatkan pengurangan biaya seefisien mungkin tanpa mengurangi fungsi, mutu, dan kualitas dan item pekerjaan tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis tahapan value engineering yang terdiri dari tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Alternatif yang akan digunakan adalah dengan peningkatan mutu beton untuk mengurangi dimensi penampang dan tulangan besi sebagai alternatif pertama dan penggantian metode konvensional menjadi pracetak sebagai alternatif kedua. Alternatif yang menghasilkan penghematan setelah dilakukan analisis value enginnering sebagai penganti desain awal adalah peningkatan mutu beton untuk mengurangi dimensi penampang dan tulangan besi. Pada pekerjaan pelat dihasilkan penghematan sebesar Rp. 928.295.485 atau 6,90 persen dari biaya desain awal. Pada pekerjaan balok dihasilkan penghematan sebesar Rp. 1.951.718.459 atau 8,93 persen dari biaya desain awal. Pada pekerjaan kolom dihasilkan penghematan sebesar Rp. 1.093.040.793 atau 11,59 persen dari biaya desain awal. Besar penghematan terhadap total pekerjaan struktur atas didapatkan sebesar Rp. 3.973.054.737 atau 8,32 persen dari biaya desain awal.
PENGEMBANGAN MAKET INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAN PEMBELAJARAN DI MTS UMMU AIMAN Syahidah Fani Nastiti; Syahdam Habib Akbari; Muhammad Abdul Rahman; Sabrina Salsabila Mustaqiem; Mega Septia Sarda Dewi; Dzul Fikri Muhammad
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i22025p103-110

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan maket interaktif sebagai media promosi sekaligus sarana pembelajaran inovatif di MTS Ummu Aiman, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh kebutuhan sekolah dalam meningkatkan daya tarik promosi serta menyediakan media pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa. Program ini dilaksanakan melalui skema Kemitraan Masyarakat Universitas Negeri Malang dengan pendekatan partisipatif antara tim pengabdi dan pihak sekolah. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan melalui survei lapangan, analisis kebutuhan, dan wawancara dengan guru serta pengelola sekolah. Tahap pelaksanaan meliputi perancangan desain 2D, pengembangan model 3D dengan perangkat lunak SketchUp, produksi maket menggunakan teknologi cetak 3D, serta perakitan dan penambahan ornamen untuk meningkatkan realisme. Tahap evaluasi dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 siswa, 10 guru, dan 30 calon siswa/orang tua untuk menilai daya tarik, manfaat pedagogis, serta efektivitas maket sebagai media promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% responden menilai maket sangat menarik, dan 78% guru menyatakan bahwa maket membantu penyampaian materi spasial serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Selain itu, terdapat peningkatan minat pendaftaran siswa baru sebesar 15% dibandingkan promosi tahun sebelumnya. Temuan ini menegaskan bahwa maket interaktif berfungsi ganda, yaitu sebagai alat promosi yang efektif sekaligus media pembelajaran yang mendukung metode visual. Secara keseluruhan, pengembangan maket interaktif berkontribusi pada peningkatan citra sekolah, inovasi pembelajaran, dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 9 tentang inovasi serta infrastruktur.
PENINGKATAN EFISIENSI PEMANFAATAN TENAGA KERJA MELALUI METODE RESOURCE LEVELING (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN DERMAGA LANAL BIAK) Isaiah Saron Imanuel Salu; Arnetha Sari Raintung; Stefani Switly Peginusa
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i22025p111-120

Abstract

The construction of a pier is a complex project, particularly in the management of human resources (HR). This study aims to evaluate the effectiveness of HR utilization in the Dermaga Lanal Biak pier construction project and optimize it through the application of the Resource Leveling method. This method is used to balance the distribution of labor and minimize workforce fluctuations during project execution, leading to a more efficient and controlled implementation. The analysis was conducted using Microsoft Project 2019, covering labor requirement calculations, critical path identification, and the application of Resource Leveling. The data analyzed included unit work plans, S-Curves, activity relationships, and labor coefficients based on the 2023 AHSP issued by the Indonesian Ministry of Public Works and Housing (PUPR). The results show that Resource Leveling successfully improved HR utilization efficiency by 25.31% without extending the project duration. This optimization is reflected in a more stable daily labor distribution and the effective use of float time. After analysis, the total human resource requirements were as follows: general workers 137.33 OH, carpenters 40 OH, masons 5.33 OH, foremen 6.53 OH, surveyors 1.75 OH, supervisors 6.67 OH, welders 23.93 OH, installers 0.02 OH, plumbers 1.61 OH, and steel workers 16.67 OH.
APLIKASI PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DAN SERAT KALENG BEKAS PADA BETON MUTU TINGGI Imam Junaidi; Tedy Pranadiarso; Slamet Rohadi Budi Prasetyo; Bagas R. Subchan
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i22025p141-152

Abstract

Perkembangan teknologi beton mutu tinggi menjadi kebutuhan penting dalam pembangunan infrastruktur modern yang menuntut material dengan kinerja optimal, efisiensi penggunaan sumber daya, serta mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Upaya pemanfaatan limbah industri dan pertanian sebagai bahan tambah menawarkan solusi inovatif dalam mewujudkan konsep beton ramah lingkungan (green concrete) yang tidak hanya kuat secara mekanik tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan abu sekam padi, serat kaleng bekas, serta superplasticizer viscocrete-1005 terhadap sifat mekanik beton mutu tinggi, dengan fokus utama pada kelecakan beton segar dan kekuatan tekan beton. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan spesimen silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari. Variasi campuran terdiri atas beton normal (SN) dan beton modifikasi (SC) yang terdiri dari 10% abu sekam padi terhadap berat semen, 4% serat kaleng bekas terhadap agregat halus (filler), serta penambahan superplasticizer sebesar 2%. Hasil pengujian slump menunjukkan bahwa spesimen SC memiliki kelecakan yang lebih kecil daripada spesimen SN. Nilai kuat tekan spesimen SC pada umur 7, 14, dan 28 hari berturut-turut mencapai 52,23 MPa, 59,09 MPa, dan 73,32 MPa, lebih tinggi sekitar 3 hingga 4% dibandingkan spesimen SN. Disimpulkan bahwa kombinasi antara limbah abu sekam padi dan serat kaleng bekas berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam produksi beton ramah lingkungan dapat berkontribusi dalam pengurangan limbah domestik serta limbah industri.
OPTIMALISASI KONSTRUKSI MELALUI HOLLOW CORE SLAB: TINJAUAN KOMPARATIF WAKTU, BIAYA, DAN WASTE MATERIAL DI PROYEK TOWER 3 ITS Naura Firdausi; Nafis Fajar Yuditya; Afif Navir Refani; Ragil Purnamasari; Akhmad Yusuf Zuhdy
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i22025p121-128

Abstract

Permasalahan kualitas beton menjadi tantangan utama dalam pembangunan Tower 3 ITS, di mana metode konvensional sering menghasilkan beton keropos dan tulangan yang terekspos. Peristiwa tersebut tidak hanya menurunkan mutu struktur, tetapi juga berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek akibat pekerjaan perbaikan. Sebagai solusi, penelitian ini mengkaji Hollow Core Slab (HCS) sebagai alternatif pelat konvensional. HCS dipilih karena dianggap lebih unggul dalam hal mutu, kecepatan pemasangan, serta efisiensi tenaga kerja dan material. Selain itu, penggunaan HCS diharapkan dapat mengurangi limbah material konstruksi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif, di mana data primer dan sekunder dikumpulkan untuk menghitung volume pekerjaan, waktu pelaksanaan, biaya, dan limbah material dari kedua metode. Data kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak penjadwalan proyek dan analisis produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan metode HCS mempercepat waktu pengerjaan proyek menjadi 307 hari, 2,56% lebih cepat dibanding metode konvensional yang membutuhkan 315 hari. Pada segi biaya, HCS membutuhkan Rp 22.960.906.082,31, sekitar 2,89% lebih tinggi daripada metode konvensional yang biayanya Rp 22.298.445.817,84. Namun, penghematan paling signifikan terlihat pada pengurangan limbah material. HCS secara drastis mengurangi limbah pembesian sebesar 88,67%, limbah bekisting sebesar 83,7%, dan limbah pengecoran sebesar 93,91% dibandingkan metode konvensional. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun membutuhkan biaya awal yang sedikit lebih besar, penggunaan Hollow Core Slab menawarkan efisiensi waktu dan pengurangan limbah material yang signifikan, menjadikannya pilihan yang layak untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan proyek konstruksi.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA DAN KECENDERUNGAN GURU DALAM MEMILIH MEDIA PEMBELAJARAN SMKN 2 KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO Moch. Hanafi Andito Dwi Putro; Antelas Eka Winahyo; Eko Suwarno; Fadila Fitria Wulandari
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/10.17977/um071v30i22025p39-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya belajar dominan siswa serta mengetahui kecenderungan guru dalam memilih media pembelajaran baik dalam mata pelajaran teori maupun praktik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian meliputi 62 siswa kelas X Program Keahlian DPIB serta 14 guru mata pelajaran (9 teori dan 5 praktik). Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar dominan siswa adalah visual (58,06%). Pada pemilihan media, guru cenderung memilih media visual dalam mata pelajaran teori (66,67%), sedangkan pada mata pelajaran praktik dominan menggunakan media kinestetik (60%).
STUDI ANALISIS PERKUATAN STRUKTUR GEDUNG 5 LANTAI DI SURABAYA AKIBAT BEBAN DINAMIS MENGGUNAKAN SHEARWALL Ifarrel Hariyanto; Budi Suswanto; Ahmad Basshofi Habieb; I Gusti Putu Raka
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i22025p153-168

Abstract

Penelitian ini berfokus pada studi kasus sebuah bangunan lima lantai di Surabaya yang mengalami getaran struktural signifikan akibat lalu lintas truk yang melintas. Untuk menangani masalah ini secara menyeluruh, Laboratorium Struktur telah dilibatkan. Studi ini mengeksplorasi dampak getaran dari lalu lintas jalan terhadap integritas struktur, dengan memaparkan temuan penting dari penelitian eksperimental menggunakan pengukuran kebisingan ambien. Penelitian ini menekankan pentingnya menentukan kekakuan bangunan secara akurat untuk mengevaluasi dampak dari getaran yang tercatat. Sebagai langkah mitigasi, penggunaan U-Ditch diusulkan untuk mengurangi getaran struktur secara memadai. Evaluasi menyeluruh yang mencakup delapan solusi alternatif telah dilakukan, memberikan pemilik bangunan berbagai opsi. Akhirnya, alternatif pertama dipilih sebagai solusi yang disarankan. Perhitungan rinci yang dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 mengonfirmasi bahwa struktur yang ada cukup aman untuk penambahan dinding geser. Penguatan pada dinding geser dirancang dengan spesifikasi 2D16-100 mm

Page 11 of 14 | Total Record : 132