cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
Variasi Sifat Mekanik Baja Tulangan antara Mill Certificate dan Hasil Pengujian Ulang Implikasi Terhadap Evaluasi Baja Tulangan Hasil Pembongkaran Heri Khoeri; Panji Nugroho
Bangunan Vol. 31 No. 2 (2026): _ In Progress
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v31i22026p123-134

Abstract

Mill certificate umumnya digunakan sebagai acuan mutu awal baja tulangan, namun hasil pengujian ulang tidak selalu identik dengan data yang tercantum pada dokumen tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi sifat mekanik baja tulangan hasil pembongkaran melalui perbandingan antara mill certificate dan hasil pengujian ulang. Baja tulangan yang diteliti berasal dari elemen beton bertulang yang dibongkar akibat mutu beton tidak memenuhi persyaratan penerimaan, sehingga pembongkaran tidak disebabkan oleh kegagalan struktur. Pengujian meliputi uji tarik dan uji lengkung terhadap enam spesimen baja tulangan BJTS 420 berdiameter D16 dan D19, kemudian dibandingkan dengan data mill certificate menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh spesimen memenuhi persyaratan SNI 2052:2024. Dibandingkan dengan mill certificate, hasil pengujian ulang menunjukkan peningkatan rata-rata kuat leleh sebesar 2,70–3,54% dan kuat tarik sebesar 7,48–9,11%, sedangkan nilai elongasi tetap berada pada kisaran yang sebanding. Analisis statistik menunjukkan koefisien variasi berkisar antara 1,17–6,18%, yang mengindikasikan variasi data relatif kecil. Perbedaan hasil pengujian tidak menunjukkan peningkatan sifat mekanik akibat penggunaan maupun pembongkaran, tetapi lebih mencerminkan variasi alami proses manufaktur, variasi antar-heat, variasi antarbatang, serta variasi pengujian laboratorium. Temuan ini menunjukkan bahwa interpretasi hasil pengujian ulang sebaiknya didasarkan pada pemenuhan persyaratan standar dan analisis variasi sifat mekanik, bukan semata-mata pada perbandingan langsung dengan mill certificate.
Optimasi Skema Pembayaran Berbasis Cash Flow untuk Meminimalkan Overdraft Kontraktor pada Proyek Perbaikan Gedung Perkantoran di Sidoarjo Artya Irvania S.T., M.T.; Moh. Zainal Bahrudin; A’izzatul Khiyana
Bangunan Vol. 31 No. 2 (2026): _ In Progress
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v31i22026p113-122

Abstract

Contractors often face working capital shortages due to a mismatch between expenditure and payment receipt patterns during project execution — a condition known as overdraft, where the contractor's cumulative cash balance turns negative. This study analyzes the cash flow distribution of the office building renovation project ini Sidoarjo (contract value IDR 486,862,518; 12-week duration), measures the maximum overdraft under seven advance payment scenarios (0%-30%), and identifies the most optimal payment scheme for the contractor. The method used is cash flow simulation based on the bill of quantities (BOQ) and the project S-curve. Cash outflow is calculated from direct cost (85% of BOQ) plus indirect cost (5% of BOQ), while cash inflow comes from monthly billing minus 5% retention, with a one-month payment lag. Results show that cash outflow is concentrated in the first and second months (91.29% of total), making the second month the point of maximum overdraft across all scenarios. Maximum overdraft ranges from IDR 215,827,411 (44.33% of contract value) under the no-advance scheme to IDR 118,454,907 (24.33%) at 30% advance, with a nearly linear relationship between the increase in advance percentage and the decrease in overdraft. The 20% advance scheme (IDR 97,372,504) is selected as optimal, producing an overdraft of IDR 150,912,408 (30.99%) while remaining within the limits set by government procurement regulations. These findings are expected to help small and medium contractors choose payment schemes that are safer for project liquidity.