cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
Back Matter Media Vol28 No 2
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28 No 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i2.643

Abstract

Prediktor Sindrom Metabolik : Studi Kohor Prospektif Selama Enam Tahun di Bogor, Indonesia Rustika Rustika; Srilaning Driyah; Ratih Oemiati; Nova Sri Hartati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 3 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i3.654

Abstract

Abstract The prevalence of metabolic syndrome (MS) in the world is between 20-25%, whereas in Indonesia 23.34%, is higher in men (26.2%) than in women (21.4%). SM is predicted to cause a two-fold increase in the risk of heart disease and five-fold in type 2 diabetes mellitus. There are no data on MS incidents in Indonesia. The aim of this study was to determine MS predictor and hazard rate from predictor factors during the six-years follow up in Bogor city. This study is a sub sample of data “Cohort Study of Non Communicable Disease Risk Factors” in Bogor City conducted in 2017. The sample taken is respondents who meet the criteria of MS in accordance with NCEP/ATP III. A total of 4,215 samples that were MS free at baseline were analyzed. Data were collected by interview, physical measurement and laboratory examination every two years during the six year follow-up (2011-2017). Bivariate analysis was performed to obtain a significant p value, followed by multivariate analysis with cox regression to see the hazard rate (HR). The result is the incidence of MS was 56 person years per 10.000 population, during 6 yeras observation. After adjusting for age, the MS were women with predictor or HR 4.78 (95% CI 1.11 – 20.56) and carbohydrate intake with HR 2.99 (95% CI 1.28 – 6.98). Women was main predictors of MS after controlling carbohydrate intake among people aged 25 years and above.To control of carbohydrate intake among women is a priority of MS control programs in community. Predictors for the incidence of SM women at risk were 4.78 times compared to men and carbohydrate consumption was 2.99 times. Abstrak Prevalensi sindrom metabolik (SM) di dunia antara 20-25%, sedangkan di Indonesia 23,34%, lebih tinggi pada laki-laki (26,2%) dibandingkan pada perempuan (21,4%). SM diprediksi menyebabkan kenaikan dua kali lipat risiko terjadinya penyakit jantung dan lima kali lipat pada penyakit diabetes melitus tipe 2. Belum ada data insiden SM di Indonesia. Tujuan penelitian untuk menentukan variabel prediksi responden SM dan mendapatkan hazard rate dari faktor prediktor selama follow up enam tahun di Kota Bogor. Penelitian ini merupakan sub sampel data “Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular” di Kota Bogor yang dilakukan pada tahun 2017. Sampel yang diambil adalah responden yang memenuhi kriteria SM sesuai NCEP/ATP III. Sebanyak 4.215 sampel yang bebas SM saat baseline, dianalisis. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pengukuran fisik dan pemeriksaan laboratorium setiap dua tahun selama follow up enam 6 tahun (2011-2017). Analisis bivariat dilakukan untuk mendapatkan nilai p yang bermakna, dilanjutkan dengan analisis multivariat dengan regresi cox untuk melihat hazard rate (HR). Hasil penelitian menunjukkan insiden SM sebesar 56 per 10.000 penduduk selama enam tahun pengamatan. Setelah di disesuaikan dengan umur maka HR atau prediktor SM adalah perempuan 4,78 (95% CI 1,11 – 20,56) dengan p = 0,03 dan asupan karbohidrat 2,99 (95% CI 1,28 – 6,98) dengan p = 0,01. Wanita dan asupan karbohidrat adalah prediktor untuk SM pada responden berusia 25 tahun ke atas. Kontrol asupan karbohidrat pada wanita merupakan prioritas program pengendalian sindrom metabolik di masyarakat. Prediktor untuk kejadian SM wanita berisiko sebesar 4,78 kali dibanding dengan laki laki dan komsumsi karbohidrat 2,99 kali.
Potensi Ramuan Ekstrak Biji Klabet dan Daun Kelor sebagai Laktagogum dengan Nilai Gizi Tinggi Lucie Widowati; Ani Isnawati; Sukmayati Alegantina; Fifi Retiaty
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i2.875

Abstract

Abstract The proportion of stunting in children under 5 years old in Indonesia was approximately 30,8% in 2018. One of the things that is presumably related to the occurrence of stunting is lack of nutrition that can be attributed to exclusive breastfeeding. Fenugreek seeds have properties as laktogoga and moringa leaves in addition to having efficacy as lactagoga, also have advantage in nutritional content, particularly high protein content, groups of minerals and vitamins. The aim of the study was to assess the potential of the formula fenugreek seed extract (Trigonella foenum-graecum L) and moringa leaves (Moringa oleifera Lamk.) as a supplement to release milk while at the same having nutrient content. Methods using the test weighting method in pregnant female rats by measuring the volume of milk taken by baby rats. Test were carried out on five groups of mother rats namely groups than were given : fenugreek and moringa extract (1: 1) with different doses I, II and III; comparison group (moloco) and control group (distilled water). Each mother fed five rats, provision of extract was carried out starting the first day after the mother gave birth, and measurement were take on 6th, 11th, 16th to 21st day The volume of milk consumed by five rats was counted as difference of body weight after and before breastfeeding. Moringa nutritional assessment is carried out using standard methods on, iron, calcium and potassium content; vitamin A and vitamin C content and protein level. Fenugreek-moringa extract (1: 1) dose of 30 mg/200g bb, can increase the volume of breast milk of female rat larger than the untreated group (p≤0.05). The cumulative weight gain of rat infants was greater than the control group (p≤0.05), according to the nutrients obtained from the fenugreek-moringa extract. Moringa leaves as a component of extract, have high nutritional value of minerals, vitamins and proteins and have advantages as lactogogum. Conclusion: The administration of moringa leaf and fenugreek seed extract (1: 1) dose of 30 mg / 200 g bb in breastfeeding female rats has a 2.4 times greater potential in increasing milk expenditure compared to breastfeeding female rats who did not get the same extract. Fenugreek-moringa extract has superior potential as laktagogum and at the same time a high nutritional supplement. Abstrak Proporsi kejadian stunting pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) di Indonesia tercatat sekitar 30,8% pada tahun 2018. Salah satu hal yang diduga berkaitan dengan terjadinya stunting adalah gizi kurang yang dapat dikaitkan dengan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif. Biji klabet memiliki khasiat sebagai laktagoga dan daun kelor selain mempunyai khasiat sebagai laktagoga, juga mempunyai keunggulan pada kandungan gizinya, terutama kandungan protein yang tinggi, golongan mineral dan vitamin. Penelitian bertujuan untuk menilai potensi formula ekstrak biji klabet (Trigonella foenum-graecum L.) dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) sebagai suplemen pelancar pengeluaran air susu sekaligus memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Metode menggunakan test weighting method pada tikus betina hamil, dengan cara mengukur volume air susu yang diminum oleh bayi tikus. Dilakukan uji pada lima kelompok induk tikus yaitu: kelompok yang diberi ekstrak klabet dan kelor (1:1) dengan dosis I, II dan III yang berbeda; kelompok pembanding (moloco) dan kelompok kontrol (akuades). Tiap induk tikus menyusui lima ekor anak tikus. Pemberian bahan uji dilakukan mulai hari pertama setelah induk tikus melahirkan, dan pengukuran dilakukan pada hari ke-6, 11, 16 sampai 21. Volume air susu yang diminum lima ekor anak tikus dihitung sebagai selisih berat badan sesudah dan sebelum disusui induknya. Penilaian gizi kelor dilakukan menggunakan metoda standar, terhadap kandungan mineral besi, kalsium dan kalium; kandungan vitamin A dan vitamin C, serta kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak klabet-kelor (1:1) dosis 30 mg/200g bb, dapat memperbanyak pengeluaran volume air susu induk tikus lebih besar dari kelompok yang tidak diberi perlakuan (p≤0,05). Pertambahan berat kumulatif bayi tikus, lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p≤0,05), sesuai dengan gizi yang didapat dari ekstrak klabet-kelor. Daun kelor sebagai komponen ekstrak, mempunyai nilai gizi mineral, vitamin, dan protein yang tinggi serta memiliki keunggulan sebagai laktogogum. Kesimpulan penelitian adalah pemberian ekstrak biji klabet-daun kelor (1:1) dosis 30 mg/200g bb pada tikus betina menyusui mempunyai potensi 2,4 kali lebih besar dalam meningkatkan pengeluaran air susu dibandingkan kelompok tikus betina menyusui yang tidak mendapatkan ekstrak yang sama. Ekstrak biji klabet-kelor mempunyai potensi unggul sebagai laktagogum dan sekaligus suplemen dengan gizi tinggi.
Front Matter Media Volume 28 No 3 safrizal safrizal
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i3.928

Abstract

Kondisi Kesehatan Masyarakat yang Bermukim di Daerah Tertinggal : Kasus dari Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur Prastuti Soewondo; Meliyanni Johar; Retno Pujisubekti; Halimah Halimah; Dwi Oktiana Irawati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.945

Abstract

Abstract The condition of public health in disadvantaged areas has become a public highlight lately such as the high prevalence of child malnutrition and infectious diseases. This can be related to the lack of utilization of health services and the health behavior of the community itself. This study aims to provide a more comprehensive picture of clean and healthy living behaviors, health conditions, and the use of health services in disadvantages areas. Inference is made based on primary data collected at the household-level and public primary health centre in areas classified as disadvantaged, border and outer islands (DTPK) based on Presidential Decree Number 131 year 2015, and areas with the need for health workers, some of which are locations for the Nusantara Sehat (NS) program placement This study uses quantitative methods and analysis used in the form of descriptive analysis. The results show that most households have adopted some of the clean healthy behaviors that were implemented by the Ministry of Health. Almost all households know the location of the public health centre for treatment, but 47% of patients did not find a doctor when visiting the public health centre.It was also found that 36% of households choose to seek selt-medication when sick. For maternal and child health, it is known that already 66% of deliveries are assisted by midwives, and most of children under five years have received basic immunisation. What still needs to be improved is the knowledge of health and housing infrastucture that supports clean and healthy living. Suggestion for policymakers to equalize the distribution of health workers and to innovate health promotion programs in advantaged areas. Abstrak Kondisi kesehatan masyarakat di daerah tertinggal menjadi soroton publik belakangan ini seperti tingginya prevalensi gizi buruk pada balita maupun penyakit infeksi. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan maupun perilaku kesehatan masyarakat itu sendiri. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang perilaku hidup bersih dan sehat, kondisi kesehatan, serta penggunaan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Inferensi dibuat berdasarkan data primer yang dikoleksi di tingkat rumah tangga dan puskesmas di daerah yang tergolong daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan terluar (DTPK) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 131 tahun 2015 dan daerah berkebutuhan tenaga kesehatan yang beberapa diantaranya menjadi lokasi penempatan program Nusantara Sehat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah mengadopsi sebagian perilaku hidup bersih dan sehat seperti yang dicanangkan Kementrian Kesehatan RI. Hampir semua rumah tangga mengetahui lokasi Puskesmas untuk berobat, tetapi 47% pasien tidak menemukan dokter saat berkunjung ke puskesmas. Ditemukan juga bahwa 36% rumah tangga memilih untuk berobat sendiri ketika sakit. Untuk kesehatan ibu dan anak, diketahui bahwa sudah 66% persalinan dibantu oleh bidan dan sebagian besar balita telah menerima imunisasi dasar. Hal yang masih perlu ditingkatkan adalah pengetahuan tentang kesehatan dan prasarana rumah yang menunjang perilaku hidup bersih sehat. Saran bagi pembuat kebijakan untuk melakukan pemerataan distribusi tenaga kesehatan maupun menginovasikan program promotif kesehatan di daerah tertinggal.
Faktor Determinan Hipertensi pada Pedagang Pasar Cibinong, Jawa Barat Mugi Wahidin; Annisa Rizky Aprilia; Dwi Susilo; Sofa Farida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i2.970

Abstract

Abstract In Indonesia, the prevalence of hypertension has increased quite rapidly and has become a public health problem. Traditional market traders are prone to hypertension because of the high work pressure that often causes physical and mental fatigue. Athough research on hypertension risk factors has been carried out a lot, but research on market traders is still limited. This study was conducted with the aim to determine the proportion of hypertension in Cibinong market traders and the factors that influence it. The study was conducted with a cross sectional design using a quantitative analysis. Bivariate analysis was carried out by Chi Square test and multivariate analysis was performed with Multiple Logistic Regression tests. The study was conducted in November 2017 at Cibinong market, Bogor Regency, West Java. The sample size of 75 people with inclusion criteria had traded for at least 1 month and the exclusion criteria of traders had a history of hypertension and taking antihypertensive drugs. The dependent variable is hypertension while the independent variables are gender, age, type of trade, duration of trading, duration of work, sleep duration, family history of hypertension, smoking history, physical activity, fruit and vegetables consumption, obestity, and central obesity. The results showed that the proportion of hypertension was 30.7%. The factors indicated to be associated with hypertension were central obesity (OR 22.05; 95% CI 1.03-239.9) and gender (OR 9.1; 95% CI 1.06-78.3) after being tested together as other variables (multivariate). Suggestion are given to control hypertension in market traders especially for male traders with central obesity through regular checks and regular treatment. Abstrak Di Indonesia, prevalensi hipertensi meningkat cukup pesat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Para pedagang pasar tradisional rentan mengalami hipertensi karena tingginya tekanan pekerjaan yang seringkali menyebabkan kelelahan fisik dan juga pikiran. Meskipun penelitian tentang faktor risiko hipertensi sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian pada pedagang pasar masih terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proporsi hipertensi pada pedagang Pasar Cibinong dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional (potong lintang) menggunakan pendekatan analisis secara kuantitatif. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi Square dan analisis multivariat dilakukan dengan uji Logistic Regression ganda. Penelitian dilakukan pada November 2017 di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Besar sampel 75 orang dengan kriteria inklusi sudah berdagang minimal satu bulan dan kriteria eksklusi mempunyai riwayat hipertensi dan mengonsumsi obat anti hipertensi. Variabel dependen adalah hipertensi sedangkan variabel independen adalah jenis kelamin, umur, jenis dagangan, lama berdagang, durasi kerja, durasi tidur, riwayat keluarga hipertensi, riwayat merokok, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, obesitas dan obesitas sentral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi sebesar 30,7%. Faktor yang terindikasi berhubungan dengan hipertensi adalah obesitas sentral (OR 22,05; 95% CI 1,03-239,9) dan jenis kelamin (OR 9,1; 95% CI 1,06-78,3) setelah diuji bersama-sama dengan variabel lainnya (multivariat). Saran yang diberikan adalah pengendalian hipertensi pada pedagang pasar khususnya pedagang laki-laki dengan obesitas sentral melalui pemeriksaan berkala dan pengobatan secara teratur.
Analisis Kebijakan dan Program Pencegahan Perilaku Merokok pada Sekolah Muhammadiyah di Kota Depok Yuyun Umniyatun; Mochamad Iqbal Nurmansyah; Iram Barida Maisya; Badra Al Aufa
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i2.1000

Abstract

Abstract School has an important role in preventing students’ smoking behavior. This research aims to analyze non- smoking area policies and prevention programs for smoking behavior, as well as of the role of students, parents, teacher and staff in preventing students’ smoking behavior. This qualitative research was conducted in six Muhammadiyah Schools in Depok City. Data collection was carried out in January 2018 to April 2019. The informants of the study were 15 selected through a purposive sampling technique. Data collection is done through in-depth interviews, observation and document analysis. The research instrument was developed from North Carolina Tobacco Free School Assessment Tool to determine smoking behavior, smoking cessation programs and the role of various parties in these policies and programs. Data analysis was carried out by thematic content analysis technique. Schools have implemented non-smoking area policies throughout the school area for student, school teachers, staff and visitors. However, there are no detailed regulations regarding the prevention policy of smoking behavior that is pointed out to staff, teachers and visitors. Educational programs related to the dangers of smoking are carried out in the hidden curriculum. The school has not organized a smoking cessation program. The involvement of parents and students in order to prevent smoking behavior in school’s prevention program has not yet been done optimally. The challenges in preventing smoking behavior is lack of optimal prevention smoking behavior outside of school and the absence of smoking cessation program conducted in schools. Abstrak Sekolah memiliki peranan penting dalam mencegah perilaku merokok siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan program pendidikan pencegahan perilaku merokok, serta peran siswa, staf, dan orang tua dalam pencegahan perilaku merokok siswa. Penelitian kualitatif ini dilakukan di enam Sekolah Muhammadiyah Tingkat Menengah Atas di Kota Depok. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari 2018 hingga April 2019. Informan penelitian berjumlah 15 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Instrumen penelitian dikembangkan dari North Carolina Tobacco Free School Assessment Tool untuk mengetahui kebijakan pencegahan perilaku merokok, program pendidikan untuk mencegah perilaku merokok, program upaya berhenti merokok dan peran berbagai pihak dalam kebijakan dan program tersebut. Analisis data dilakukan dengan teknik konten tematik analisis. Sekolah telah menerapkan kebijakan KTR di seluruh area sekolah bagi siswa, staf, guru dan pengunjung. Namun tidak ada peraturan mendetil terkait kebijakan pencegahan perilaku merokok yang ditujukkan kepada staf, guru dan pengunjung. Program pendidikan terkait bahaya merokok dilakukan secara hidden curriculum. Sekolah belum menyelenggarakan program berhenti merokok. Pelibatan orang tua dan siswa dalam rangka mencegah perilaku merokok di sekolah belum dilakukan secara optimal. Tantangan dalam pencegahan perilaku merokok ialah kurang optimalnya pencegahan perilaku merokok di luar sekolah serta belum adanya program berhenti merokok yang dilakukan di sekolah.
Karakteristik Kasus Fatal Akibat Gigitan Hewan Penular Rabies di Indonesia 2016 – 2017 Vivi Setiawaty; Chita Septiawati; Endang Burni
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 3 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i3.1022

Abstract

Abstract Rabies is a zoonotic disease that is transmitted to humans by bites or scratches or licks (on damaged skin or mucous membranes) from infected animals, most often dogs. Rabies is endemic in several regions in Indonesia. If untreated, bites of rabies will cause fatal. The aim of this analysis is to explore the characteristics of fatal human cases caused by the bites of rabies transmitting animal in Indonesia in 2016–2017. The collection of human case data with bites of rabies transmitting animals (GHPR) from all provinces of Indonesia in 2016 and 2017 by the zoonotic Subdirectorate, Directorate Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ), Directorat General of Disease Prevention and Control. We analyzed tha characteristics of the provincial which was reported GHPR cases, incubation period, bite location, clinical symptoms, history of vaccination and the demography of fatal GHPR cases. The clinical case definition for GHPR based on the World Health Organization. The results show that GHPR cases were reported from 25 out of 34 provinces. The most frequently reported incubation period is 1-2 month (40.7%). The location of most bites on the legs (37.3%). Most clinical symptoms reported were hydrophobia (76.6%), followed by hypersalivation (64.5%), convulsion (35.5%), photophobia and hyperhidrosis respectively (31.2%). Fever is not the main symptom, only 19.9%. Most fatal GHPR cases do not receive appropriate vaccination post-exposure (VAR). Male as fatal GHPR cases are more often than women with ratio 1.8 to 1 and adult cases more than children. Inconclusions immediate treatment with complete post-exposure vaccination has not been well implemented in reported fatal GHPR cases. Abstrak Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan atau goresan atau jilatan (pada kulit yang rusak atau selaput lendir) dari hewan yang terinfeksi, paling sering anjing. Rabies endemis di beberapa daerah di Indonesia. Jika tidak ditangani, gigitan hewan rabies dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penulisan ini untuk memberi informasi karakteristik kasus manusia yang fatal akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Indonesia selama kurun waktu 2016- 2017. Pengumpulan data kasus manusia dengan gigitan hewan penular rabies dari seluruh provinsi Indonesia pada tahun 2016 dan 2017 dilakukan oleh Subdirektorat Zoonosis, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Analisis karakteristik kasus GHPR fatal meliputi aspek provinsi yang melaporkan kasus GHPR, masa inkubasi, lokasi gigitan, gejala klinis, riwayat pemberian vaksinasi dari kasus fatal dan demografi. Definisi kasus GHPR secara klinis berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia. Hasil menunjukkan bahwa kasus GHPR dilaporkan di 25 dari 34 provinsi. Masa inkubasi yang paling sering dilaporkan yaitu 1-2 bulan (40,7%). Lokasi gigitan terbanyak pada kaki (37,3%). Gejala klinis terbanyak yang dilaporkan hidrofobia (76,6%), diikuti dengan hipersalivasi (64,5%), kejang (35,5%), fotofobia dan hiperhidrosis masing-masing (31,2%). Demam bukan gejala utama, hanya 19,9%. Sebagian besar kasus GHPR fatal tidak mendapatkan vaksinasi pascapajanan (VAR) yang sesuai. Kasus GHPR fatal pada laki-laki lebih banyak daripada perempuan dengan perbandingan 1,8 : 1 dan jumlah orang dewasa lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak. Disimpulkan bahwa pengobatan segera dengan pemberian vaksinasi pascapajanan secara lengkap belum dilaksanakan dengan baik pada kasus-kasus GHPR fatal yang dilaporkan.
Full Article Media Vol 28 No 4 Sekretariat Media
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28 No 4 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i4.1084

Abstract

Front Matter Media Vol 28 No 4 Sekretariat Media
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28 No 4 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i4.1085

Abstract