cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
Cover, Editorial, Daftar Isi, Abstrak : Vol.29 No 1
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 1 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i1.1689

Abstract

Back Matter Vol 29 No 1 safrizal safrizal
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 1 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i1.1690

Abstract

Front Matter Vol 29 No 2(2019)
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i2.2010

Abstract

Back Matter Vol 29 No 2(2019)
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i2.2011

Abstract

Hubungan Tingkat Stres, Pengaruh Keluarga, dan Teman Sebaya dengan Status Merokok pada Mahasiswa Laki-Laki UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2019 Eva Dwiyanti Lestari; Siti Ahlan Sarmadani; Safira Hani Pratiwi; Novera Nur Fikri; Ahmad Solihin Hafi; Hoirun Nisa
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2025

Abstract

Abstract Smoking is an unhealthy behavior that causes high morbidity and mortality. In Indonesia the prevalence of smokers is still high, and the number of smokers among university students tends to increase. Smoking status among male students of Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta and factors related to smoking status behavior are not yet clearly known. This study was conducted to determine the relationship of stress levels, the influence of family and peers with smoking status on male students of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in 2019. This study used a cross sectional study design to determine the smoking status of male students of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. A purposive sampling technique was used to select 424 male university students. Data analysis was performed using the chi square test and binary logistic regression. The Results is the prevalence of smokers among male students of UIN Jakarta was 42.2%. The results of multivariate analysis showed that family and peers were significantly related to smoking status of students (p-value <0.05), while stress levels were not related. Odds ratio (OR) associated for family influence is 1.9 (95% Confidence Interval (CI): 1.24-2.93) and OR (95% CI) for with peer influence is 13.6 (6.20-29.81). The Conclusion is the prevalence of smokers is still quite high among male students at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The influence factor of family and peers is related to smoking status of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta student. Abstrak Merokok merupakan perilaku tidak sehat yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Di Indonesia prevalensi perokok masih tinggi dan jumlah perokok di kalangan mahasiswa cenderung mengalami peningkatan. Status merokok mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan faktor yang berhubungan dengan status merokok belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat stres, pengaruh keluarga, dan teman sebaya dengan status merokok pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional untuk mengetahui status merokok mahasiswa laki-laki UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Teknik purposive sampling dilakukan untuk memilih 424 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dan binary logistic regression. Hasil menunjukan prevalensi perokok pada mahasiswa laki-laki di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebesar 42,2%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa keluarga dan teman sebaya berhubungan bermakna dengan status merokok mahasiswa (p-value <0,05), sedangkan level stres tidak berhubungan. Odds ratio (OR) untuk pengaruh keluarga sebesar 1,9 (95% Confidence Interval (CI): 1,24-2,93) dan OR (95% CI) untuk pengaruh teman sebaya sebesar 13,6 (6.20-29.81). Kesimpulannya adalah prevalensi perokok masih cukup tinggi pada mahasiswa laki-laki di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Faktor pengaruh keluarga dan teman sebaya berhubungan dengan status merokok mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hubungan antara Kepuasan dan Motivasi Kerja pada Tenaga Kerja di Bidang Kesehatan di Rumah Sakit (Risnakes 2017) Made Ayu Lely Suratri; Delima Delima; Hadi Siswoyo; Vebby Amelia Edwin
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2041

Abstract

Abstract Human Resources (HR) is the main and strategic factor for the achievement of the development of a nationStrong and highly competitive human resources in various aspects will support increased development, both in the economic, health and social and cultural fields. The performance of an organization will be determined by one of the main elements, namely the quality of human resources. Factors that can be used to improve employee performance, including job satisfaction and work motivation. The purpose of this study was to determine the relationship between jobs satisfaction and workforce motivation in the health sector in hospitals in Indonesia.The research method is a non-intervention study with a cross-sectional design, conducted by the National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health of the Republic of Indonesia through National Health Workforce Research (Risnakes)2017.The study sample was health workers working in 2,325 hospitals, namely General Hospitals (RSU) in the Government, Private Hospital, Military/Police General Hospital, Government Specific Hospital, Private Specific Hospital and Military/Police Specific Hospital. Determination of selected hospitals in each province is done by simple random sampling. Data collection on job satisfaction and work motivation was obtained through filling out the 2014 happiness measurement survey questionnaires from the Central Bureau of Statistics (CBS) by 30 health workers in selected hospitals . The variables studied were the characteristics of respondents (age, sex, education, employment status, length of work, health insurance), hospital characteristics (hospital status, hospital accreditation status, and type of hospital), job satisfaction and work motivation. Data were analyzed by univariate, bivariate, and logistic regression models.The results showed that respondents who worked for 10 years and below had a t significant relationship with work motivation compared to those who worked more than 10 years, with a value of p <0.05 (p = 0.0001). There is a significant relationship between jobs satisfaction and work motivation on respondents, with a value of p <0.005 (p = 0.0001). The conclusion, that the job satisfaction of health workers is significantly related to work motivation. Abstrak Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utama dan strategis bagi tercapainya keberhasilan pembangunan suatu bangsa. SDM yang kuat dan berdaya saing tinggi dalam berbagai aspek akan mendukung peningkatan pembangunan, baik di bidang ekonomi, kesehatan maupun di bidang sosial dan budaya. Kinerja suatu organisasi akan ditentukan oleh salah satu unsur utama yaitu kualitas sumber daya manusia. Faktor-faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya kepuasan kerja dan motivasi kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kepuasan kerja dan motivasi kerja tenaga kerja di bidang kesehatan di rumah sakit di Indonesia. Metode penelitian merupakan penelitian non intervensi dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI melalui Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) 2017. Sampel penelitian adalah tenaga kesehatan yang bekerja di 2.325 rumah sakit (RS) yaitu di Rumah Sakit Umum (RSU) Pemerintah, RSU Swasta, RSU TNI/Polri, RS Khusus Pemerintah, RS Khusus Swasta, dan RS Khusus TNI/Polri. Penetapan rumah sakit terpilih di setiap provinsi dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian kuesioner survei pengukuran tingkat kebahagiaan 2014 dari Badan Pusat Statistik (BPS) oleh 30 orang tenaga kesehatan di RS terpilih. Variabel yang diteliti adalah karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan, status kepegawaian, lama bekerja, jaminan kesehatan), karakteristik rumah sakit (status RS, status akreditasi RS, dan jenis RS), kepuasan kerja dan motivasi kerja. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan model regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang bekerja selama 10 tahun ke bawah ada hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja dibandingkan yang bekerja lebih dari 10 tahun, dengan nilai p<0,05 (p= 0,0001). Adanya hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan motivasi kerja pada responden, dengan nilai p< 0,005 (p=0,0001). Kesimpulan, bahwa kepuasan kerja dari tenaga kesehatan berhubungan secara signifikan dengan motivasi kerja.
Gambaran Status Endemisitas Filariasis dan Faktor yang Terkait dengan Transmisi Sesaat Pasca Survei Transmission Assessment Survey (TAS-) 1 di Kabupaten Pidie, Aceh Nur Ramadhan; Yulidar Yulidar; Abidah Nur; Zain Hadifah; Yasir Yasir
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2099

Abstract

Abstract Filariasis is still a global public health problem both in the world and in Indonesia. Aceh is include in one of the provinces with the most clinical cases in Indonesia. The aimed of this study was to determine the description of endemicity status and Related Factors to Instantaneous Transmissions period after Transmission Assessment Survey (TAS) 1 in Pidie district. This research is part of the filariasis elimination evaluation study in Indonesia (Multicenter Filariasis Study) Litbangkes Office Center, Ministry of Health in 2017. The research design was cross sectional study. The study was conducted from February to November 2017. The selected research sites were Buloh and Kambuk Payapi Village in Pidie district. Data was collected by interviewin respondent to obtained information about people's knowledge, attitudes and behavior related to filariasis. In addition, finger blood tests were also conducted on respondents who had been interviewed. The number of respondents by finger blood was 627 and 714 were interviewed. The risk of filariasis transmission still occurred with the finding of 10 positive cases of microfilaria as many as 10 people in Kambuk Payapi village with B.malayi species. The average filarial density was 86.84 / μl blood. Respondent’s knowledge about filariasis is still low, community attitudes towads the prevention and treatment of filariasis was positive. Only a portion of respondents were involved in mass treatment. Selective treatment and strengthening synergy across sectors and programs must be increased so that elimination of filariasis can be achieved. In addition, it is necessary to increase public knowledge through various health promotion media to improve community behaviour to achieve elimination of filariasis. Abstrak Filariasis masih menjadi masalah kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia. Aceh termasuk dalam salah satu provinsi dengan kasus klinis kronis terbanyak di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran status endemisitas filariasis dan faktor yang berpengaruh dengan transmisi setelah Transmission Assessment Survey (TAS) 1 di Kabupaten Pidie. Penelitian ini merupakan bagian dari studi evaluasi eliminasi filariasis di Indonesia (studi Multicenter Filariasis) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan tahun 2017. Desain penelitian adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan dari Februari-November 2017. Tempat penelitian adalah di desa Buloh dan desa Kambuk Payapi di Kabupaten Pidie. Pengumpulan data dilakukan wawancara responden untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait filariasis. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan darah jari malam hari pada responden yang sudah diwawancarai. Jumlah responden yang diperiksa darah jari 627 responden dan yang diwawancarai 714. Resiko penularan filariasis masih terjadi dengan masih ditemukannya kasus positif mikrofilaria sebanyak 10 orang di desa Kambuk Payapi dengan spesies B.malayi. Rata-rata kepadatan filaria adalah 86,84/µl darah. Pengetahuan responden tentang penyebab filariasis masih rendah, sikap masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pengobatan filariasis sudah positif. Namun demikian hanya sebagian responden yang ikut terlibat dalam pengobatan masal. Pengobatan selektif dan memperkuat sinergi lintas sektos dan lintas program harus ditingkatkan agar eliminasi filariasis dapat dicapai. Selain itu diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui berbagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan prilaku masyarakat untuk mencapai eliminasi filariasis.
Studi Literatur untuk Memperoleh Dasar Ilmiah Penggunaan Akar Alang-alang sebagai Ramuan Jamu untuk Penyembuhan Beberapa Penyakit di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus Zuraida Zulkarnain; Enggar Wijayanti; Ulfa Fitriani; Agus Triyono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2105

Abstract

Abstract Alang-alang or Imperata grass known by people the Indonesian has many health benefits . RRJ Hortus Medicus as a service-based research clinic uses alang-alang roots in hebal formula to treat hypertension, osteoarthritis, headache, urinary tract stones, urinary tract infection, stomatitis and prostate enlargement. In addition to having empirical usage data, all plants used in RRJ must have scientific data. This study is a literature study with the aimof obtaining the scientific basis for the use of alang-alang roots. Search articles from scientific journals through google scholar, google and pubmed search engines with the keywords alang-alang or Imperata cylindrica and assistive words in accordance with the claims of use. The selected article is a complete of the results of experiments and surveys that are in accordance with topics both in Indonesian and English until 2018. The results of the study show that Imperata roots contain phenols and tannins which are antioxidants, isogeunin compound as anti-inflammatory, lignans as vasodilation, sinensitin, eupatorin, tetra-O-methylscutellar-ein 3 '-hydroxy-5,6,7 , 4 '-tetramethoxyflavone as a diuretic, imperanene as platelet antiaggregation and 5-hydroxy-2- (2-phenylethyl) chromone and 5-hydroxy-2- [2- (2- hydroxyphenyl) ethyl chromone as neuroprotective . Imperata is also shown to have antimicrobial and anti-neoplasmic activity. The various active compounds and activities above, support the use of Imperata in the Hortus Medicus RRJ. Abstrak Tanaman alang-alang sejak dulu telah dikenal oleh masyarakat Indonesia memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus Medicus sebagai klinik penelitian berbasis pelayanan menggunakan akar alang-alang dalam ramuan jamu untuk mengobati hipertensi, osteoartritis, nyeri kepala, batu saluran kemih, infeksi saluran kemih, panas dalam, dan pembesaran prostat. Di samping memiliki data penggunaan empiris, semua tanaman yang digunakan di RRJ harus memiliki data ilmiah. Kajian ini merupakan studi literatur dengan tujuan memperoleh dasar ilmiah penggunaan akar alang-alang di RRJ. Penelusuran artikel dari jurnal ilmiah melalui mesin pencari google scholar, google, dan pubmed dengan kata kunci alang-alang atau Imperata cylindrica dan kata bantu sesuai dengan klaim penggunaannya. Artikel yang dipilih adalah artikel lengkap hasil eksperimen maupun survei yang sesuai dengan topik baik berbahasa Indonesia maupun Inggris sampai tahun 2018. Hasil studi menunjukkan akar alang-alang mengandung fenol dan tanin yang bersifat sebagai antioksidan; senyawa isogeunin sebagai anti inflamasi; lignan sebagai vasodilatasi, sinensitin, eupatorin, tetra-O-methylscutellar-ein 3’-hydroxy-5,6,7, 4‘-tetramethoxyflavone sebagai diuretik; imperanene sebagai antiagregasi trombosit dan serta 5-hydroxy-2-(2-phenylethyl) chromone dan 5-hydroxy-2-[2-(2- hydroxyphenyl) ethyl chromone sebagai neuroprotektif. Alang-alang juga terbukti memiliki aktivitas antimikroba dan anti neoplasma. Berbagai kandungan senyawa aktif dan aktivitas di atas, mendukung penggunaan alang-alang di RRJ Hortus Medicus.
Hubungan Persepsi tentang Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak terhadap Praktik Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur Penerima Obat Antiretroviral di Kota Bandung Riska Regia Catur Putri; Zulvayanti Zulvayanti; Panji Fortuna Hadisoemarto; Deni K. Sunjaya; Elsa Pudji Setiawati; Helni Mariani; Indah Amelia
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2179

Abstract

Abstract More than 90% of cases of Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) in children, occur due to transmission from mother to child. Prevention of unwanted pregnancies with contraception in HIV positive women is important strategy to reduce the rate of mother to child HIV/AIDS transmission. The practice of contraceptive use in HIV positive women is strongly influenced by individual beliefs regarding the benefits and effectiveness of contraception for the prevention of mother to child HIV/AIDS transmission. This study aims to determine the relationship of perceptions based on the construct of the Health Belief Model (HBM) wich consists of perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, self efficacy, and cues to action and based on pluralistic ignorance on the practice of contraceptive use among woman of childbearing age recipients of antiretroviral in Bandung. The design of this study was quantitative non-experimental with survey methods. Data were collected for one month, using questionnaire from 188 women of childbearing age receiving antiretroviral drughs taken by consecutive sampling (non-probability) technique. Data were analyzed by logistic regression. The results revealed perceived susceptibility is an HBM construct that affects contraceptive use (Adjusted Odds Ratio (AOR):4.5). While knowledge (AOR:7.3) and age (AOR:0.801), emerged as other factors that influence contraceptive use among WUS recipients of antiretroviral in Bandung. The HBM is used to predict contraceptive behavior in women. HIV positive women who believe themselves to be at high risk of infecting HIV/AIDS from mother to child will tend to use contraception, besides that knowledge is the basis for HIV positive women taking action to use contraception. Abstrak Lebih dari 90% kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) pada anak, terjadi akibat penularan dari ibu ke anak. Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan dengan kontrasepsi pada wanita HIV positif merupakan strategi penting untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Praktik penggunaan kontrasepsi oleh wanita HIV positif sangat dipengaruhi oleh keyakinan individu terkait manfaat dan efektivitas kontrasepsi terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi berdasarkan konstruk Health Belief Model (HBM) yang terdiri dari perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, self efficacy, dan cues to action serta berdasarkan ketidaktahuan majemuk terhadap praktik penggunaan kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) penerima obat antiretroviral di Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah kuantitatif non-experimental dengan metode survei. Data dikumpulkan selama satu bulan, menggunakan kuesioner dari 188 WUS penerima obat antiretroviral yang diambil dengan teknik consecutive sampling (non-probability). Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil penelitian mengungkapkan perceived susceptibility adalah konstruk HBM yang berpengaruh terhadap penggunaan kontrasepsi (Adjusted Odds Ratio (AOR):4,5). Sementara pengetahuan (AOR:7,3) dan usia (AOR:0,801) muncul sebagai faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap praktik penggunaan kontrasepsi pada WUS penerima obat antiretroviral di Kota Bandung. HBM digunakan untuk memprediksi perilaku kontrasepsi pada wanita. Wanita HIV positif yang meyakini dirinya berisiko tinggi dapat menularkan HIV/AIDS ke anak, akan cenderung menggunakan kontrasepsi, disamping itu pengetahuan menjadi dasar bagi wanita HIV positif dalam mengambil tindakan untuk menggunakan kontrasepsi.
Akses Remaja dengan Komplikasi Kehamilan terhadap Pelayanan Persalinan dan Kelangsungan Hidup Anak di Indonesia Tin Afifah; Novianti Novianti; Suparmi Suparmi; Kemal Nazaruddin Siregar; Nurillah Amaliah; Lamria Pangaribuan; Ning Sulistiyowati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2552

Abstract

Abstract Age-Specific Death Rate (ASDR) cases of maternal death are highest in the adolescent group (<20 years). Adolescent pregnancy is a risky pregnancy, so it is necessary to deliver at health facilities. A complication of pregnancy in adolescents is also at risk of childhood mortality. The study aims to assess the access of pregnant adolescents with complications to delivery facilities and the relation with the survival of the child. This study is a secondary data analysis of the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). The unit of analysis of live births five years preceding survey, and mother's age birth before 35 years (14,634 live births). There are 2 dependent variables: access to delivery services (skill birth attendant and health facilities); and survival of the child (neonatal, infant and under-five mortality). Interest variables is multiple high-risk category, a combination of morbidity status (complications during pregnancy) and age adolescents (<20 years) compared adults (20-34 years). Covariate variables are parity and characteristics (mother’s education, residence and wealth index). Statistical test with logistic regression, 95%CI. All pregnancies with complications were significant association with neonatal and infant mortality. Specifically adolescent pregnancy with complications is also significantly associated with under-five mortality. In adolescents with pregnancy complications had OR neonatal mortality=7.4, OR infant mortality=4.56 and OR infant mortality=3.73, compared with adults pregnant without complication. Pregnancies ages 20-34 with complications having neonatal OR=1.95 and OR infant mortality=1.64. Pregnant adolescents are significantly associated with facilities of delivery (OR<1). The conclusions are: the access of adolescents with pregnancy complications to childbirth at the health facility is still low; adolescent pregnancy with complications is significantly related to childhood mortality and the highest risk of neonatal mortality. ABSTRAK Age Spesific Death Rate (ASDR) kasus kematian maternal tertinggi pada kelompok remaja (<20 tahun). Kehamilan pada usia remaja merupakan kehamilan berrisiko, sehingga mereka perlu akses ke fasilitas persalinan yang aman. Kehamilan dengan komplikasi pada remaja juga berisiko terhadap kematian anaknya. Tujuan studi untuk menilai akses remaja yang hamil dengan komplikasi terhadap pelayanan persalinan dan mengetahui status kelangsungan hidup anaknya. Studi ini merupakan analisis data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Unit analisis adalah kelahiran hidup periode lima tahun sebelum survey dan saat dilahirkan usia ibu belum mencapai 35 tahun (14.634 kelahiran hidup). Variabel dependen yang diteliti ada 2: akses ke pelayanan persalinan (tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan); dan kelangsungan hidup anak (kematian: neonatal, bayi, dan balita). Variabel interes adalah status ganda yaitu kombinasi status komplikasi kehamilan dan umur risiko remaja dibandingkan umur tidak berisiko (20-34 tahun). Variabel kovariat: paritas dan karakteristik (pendidikan, tempat tinggal dan indeks kekayaan). Uji statistik dengan regresi logistik, 95%CI. Semua kehamilan dengan komplikasi berhubungan signifikan dengan kematian neonatal dan bayi bila dibandingkan dengan kehamilan usia 20-34 tanpa komplikasi. Khusus kehamilan remaja dengan komplikasi juga berhubungan signifikan dengan kematian balita. Pada remaja dengan komplikasi kehamilan mempunyai OR kematian neonatal=7,4, OR kematian bayi=4,56 dan OR kematian balita=3,73. Kehamilan usia 20-34 dengan komplikasi mempunyai OR neonatal=1,95 dan OR kematian bayi=1,64. Remaja hamil berhubungan signifikan dengan persalinan di fasyankes (OR<1). Kesimpulan studi ini adalah akses remaja dengan kehamilan komplikasi terhadap persalinan di fasyankes masih rendah. Kehamilan remaja dengan komplikasi berhubungan signifikan dengan kematian anak, dan risiko paling tinggi terhadap kematian neonatus.