cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekologikesehatan@gmail.com
Editorial Address
Badan LItbangkes, Jalan Percetakan Negara no.29 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekologi Kesehatan
ISSN : 14124025     EISSN : 23548754     DOI : https://doi.org/10.22435/jek
Core Subject : Health,
The scope of this journal covers the ecological health that emphasizes mutual interaction between human and enviromental aspects such as in physical chemical biological and sociocultural that affect peoples healts status
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PELAKSANAAN GERAKAN SATU RUMAH SATU JUMANTIK (G1R1J) DENGAN POLA PENDAMPINGAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM DI KOTA JAMBI Milana Salim; Lasbudi P Ambarita; Indah Margarethy; Rizki Nurmaliani; Ritawati Ritawati
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 3 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 3 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i3.3765

Abstract

ABSTRACT The implementation 1 Home 1 Inspector (G1R1J) is one of government program to prevent DHF transmission in community active role specially family member to eradication mosquitoes breeding places at house hold environment. The aim of study was to determine the level of knowledge, attitudes and actions of the community regarding G1R1J in areas. The research design was a quasi-experimental and data analyzed was used the non-parametric statistical Wilcoxon Test. The research area in Talang Bakung as intervention areas and Kenali Besar as control. Data were collected through interviews using questionnaire. The analized results shown that it was significant (Z <0.025 and Asymp. Sig. (2-tailed) <0.05) for knowledge, attitudes, and actions of respondents in Talang Bakung), Whereas for Kenali Besar a significant result were only on the knowledge and attitude categories. Based on the Mann Whitney test, it seem that there is a mean rank difference in the knowledge and action criteria between the intervention and control villages, while the attitude criteria are relatively similar. The Asymp Sig. value of the mean of knowledge and action between two areas was 0,000 (<0,005), while attitude value was 0,674 (>0,005 = not significant). According to data analized, It was concluded that the intervention of mentoring influenced the increase in the respondent's knowledge and actions, but has no effect the attitude value. Keywords: G1R1J, DHF, knowledge, attitude, action ABSTRAK Pelaksanaan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) merupakan salah satu program pemerintah dalam pencegahan transmisi DBD yang melibatkan peran aktif masyarakat khususnya anggota keluarga untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah tangga.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pelaksanaan G1R1J. Desain penelitian adalah quasi-experiment dan analisis data menggunakan uji statistik non parametrik Wilcoxon Test. Kelurahan Talang Bakung sebagai wilayah dengan pendampingan dan Kelurahan Kenali Besar sebagai kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstuktur pada dua termin waktu yakni sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil analisa menunjukkan signifikan (Z < 0,025= dan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05) untuk kategori pengetahuan, sikap, dan tindakan responden di Kelurahan Talang Bakung, sedangkan untuk Kelurahan Kenali Besar hasil signifikan hanya pada kategori pengetahuan dan sikap. Berdasarkan Uji Mann Whitney terlihat ada perbedaan mean rank pada kategori pengetahuan dan tindakan antara kelurahan intervensi dan kontrol, sedangkan pada kategori sikap relatif hampir sama. Nilai Asymp. Sig rata-rata pengetahuan dan tindakan antara kedua wilayah adalah 0,000 (<0,05), sedangkan pada sikap adalah 0,674 (>0,05 = tidak bermakna). Dari hasil analisa disimpulkan bahwa intervensi berupa pendampingan mempengaruhi peningkatan pengetahuan dan tindakan responden, namun tidak mempengaruhi nilai sikap. Kata kunci: G1R1J, DBD, pengetahuan, sikap, tindakan
FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.2 TAHUN 2020 Rianto Purnama
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 2 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 2 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i2.3895

Abstract

FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.2 TAHUN 2020
BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.2 TAHUN 2020 Rianto Purnama
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 2 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 2 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i2.3896

Abstract

BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.2 TAHUN 2020
DETEKSI MIKROFILARIA WUCHERERIA BRANCROFTI DAN BRUGIA SP PADA SPESIES NYAMUK PASCA PEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN MASSAL (POPM) DI BEBERAPA KABUPATEN DI INDONESIA Jusniar Ariati; Dian Perwitasari; Roy Nusa RES; Rina Marina; Pei-Yu Alison Lee
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 3 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 3 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i3.3911

Abstract

ABSTRACT Efforts to break transmission of filariasis chain, through elimination program with preventive mass drug administration (POPM) and vector control, which is currently taking place in all provinces in Indonesia. Known as elephantiasis or lymphatic filariasis, it is a filarial worm with the main species being Wuchereria bancrofti and Brugia sp. The aims of study was to identify mosquitoes that have the potential become vector filariasis. Known as elephantiasis (Elephantiasis) or Lymphatic filariasis is a major species of filarial worms with that Wuchereria bancrofti and Brugia sp. Mosquito collection conducted in 23 districts / cities in Indonesia using modificated Human Landing Collection (HLC) method that is double net to feed humans inside, while the method of Transcription Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (iiPCR) was used to detect the presence of filarial worms in the mosquitoes. The number of samples collected was 26,276 mosquitoes, 38 were identified. The results of the examination used iiPCR showed that positive W. bancrofti was found in 6 districts / cities and positive Brugia sp were found in 9 districts / cities where the study was conducted. There are other mosquito species that are not confirmed as filarial vectors, but found DNA traces both the parasite in mosquitoes that have not been confirmed as vectors. Keywords: Microfilariae, Wulcheria brancrofti, Brugia malayi, Mass Drug Administration (MDA) ABSTRAK Upaya pemutusan rantai penularan filariasis melalui program eliminasi dengan pemberian obat pencegahan masal (POPM) dan pengendalian vector, saat ini sedang berlangsung di semua provinsi di Indonesia. Di kenal sebagai penyakit kaki gajah (Elephantiasis) atau Filariasis limfatik merupakan cacing filaria dengan spesies utama yaitu Wuchereria bancrofti, dan Brugia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nyamuk yang berpotensi menjadi vector filariasis. Pengambilan sampel nyamuk dilakukan di 23 kabupaten/kota di Indonesia menggunakan metode Modificated Human Landing Collection (HLC) yaitu kelambu ganda dengan umpan manusia, sedangkan metode Transcription Insulated Isothermal Polimerase Chain Reaction (iiPCR) digunakan untuk mendeteksi keberadaan cacing filaria dalam tubuh nyamuk. Jumlah nyamuk yang berhasil dikumpulkan sebanyak 26.276 nyamuk dengan 38 spesies yang teridentifikasi. Hasil pemeriksaan DNA menggunakan iiPCR menunjukkan spesies Wulchereria bancrofti ditemukan di 6 kab/kota dan spesies Brugia malayi ditemukan di 9 kab/kota tempat penelitian. Terdapat spesies nyamuk lainnya yang tidak terkonfirmasi sebagai vektor filaria, namun ditemukan jejak DNA kedua parasite tersebut dalam nyamuk yang belum terkonfirmasi sebagai vektor. Kata kunci: Mikrofilaria, Wulcheria brancrofti, Brugia malayi, POPM
PENGELOLAAN LIMBAH B3 MEDIS RUMAH SAKIT DI SUMATERA BARAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 Elsa Yolarita; Desi Widia Kusuma
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 3 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 3 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i3.3913

Abstract

ABSTRACT The problem of managing medical waste is still an obstacle for most hospitals, especially during the COVID-19 pandemic. This study aims to determine the amount ofmedical waste, evaluation of hospital medical waste management and the implementation of discretion in West Sumatera during COVID-19 pandemic. Data collection was carried out by distributing questionnaires online with google forms. The results showed that the amount of medical waste almost doubled during the pandemic, with the largest being around 41,670 kg month. Management that does not comply with standards is storage of medical waste, selecting a special route, transportation by special trolly, disinfection and non-compliance with the use of PPE for waste officers. Discretion was carried out by 4 hospitals with obstacles including the incinerator not meeting the requirements and the absence of medical waste transportation. It is recommended that the hospital conduct monitoring and evaluation of medical waste management and compliance with the use of PPE for waste officers. The local government facilitates discretion through the procurement of medical waste transportation to PT. Semen Padang, strive for large hospitals to process medical waste from surrounding health care facilities and build a medical waste transfer depot. Keywords: Hospital, medical waste, COVID-19, discretion ABSTRAK Persoalan pengelolaan limbah B3 medis masih menjadi kendala sebagian besar rumah sakit terutama pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah limbah B3 medis, evaluasi pengelolaan limbah B3 medis rumah sakit serta pelaksanaan diskresi di Sumatera Barat pada masa pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring dengan google forms. Hasil penelitian menunjukkan jumlah limbah B3 medis rata-rata meningkat hampir 2 kali lipat pada masa pandemi, terbesar sekitar 41.670 kg/bulan. Pengelolaan yang tidak sesuai standar adalah pengurangan dan pemilahan, penyimpanan limbah B3 medis, pemilihan jalur khusus,pengangkutan dengan trolly khusus, disinfeksi serta ketidakpatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas limbah. Diskresi dilaksanakan oleh 4 rumah sakit dengan kendala antara lain incinerator tidak memenuhi persyaratan dan ketiadaan transportasi limbah B3 medis. Disarankan rumah sakit untuk melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan limbah B3 medis serta kepatuhan penggunaan APD petugas limbah. Pemda memfasilitasi diskresi melalui pengadaan transportasi limbah B3 medis ke PT. Semen Padang, mengupayakan rumah sakit besar mengolah limbah B3 medis dari Fasyankes sekitarnya dan membangun transfer depo limbah B3 medis. Kata kunci: Rumah sakit, limbah B3 medis, COVID-19, diskresi
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DIFTERI PADA ANAK DI INDONESIA Noer Endah Pracoyo
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 3 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 3 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i3.4018

Abstract

ABSTRACT The diphtheria is pathogen re-emerging diseases caused by Corynebacterium diphtheriae. In 1920 that were pandemic outbreak that caused of the death a thousand of children and there still was found fluctuated cases until 2018. The diphtheria could be prevented by immunization but still to be causing disease as an outbreak (KLB). The article is a review of several articles that aim to analyze the factors causing diphtheria in Indonesia. The number of selected articles were 25 with diphtheria incidence variables and risk factors for diphtheria causes. The result shown that the risk factors which was caused of the diphtheria outbreak i.e; children not to get immunization properly, incomplete basic immunization in children under 5 years old, the lack of parents knowledge about the importance of vaccinations in children and and environmental conditions that are less hygiene sanitation in residential areas. From the results was concluded that immunization is very important in the prevention of diphtheria Education is needed to public about the importance of vaccination, and the importance of maintaining healthy environment. Keywords: Diphtheria, immunization, outbreaks ABSTRAK Difteri adalah penyakit pathogen re-emerging yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Pada tahun 1920 terjadi pandemic yang menyebabkan kematian pada ribuan anak-anak dan sampai dengan tahun 2018 masih ditemukan kasus yang berfluktuatif. Penyakit difteri ini dapat dicegah dengan imunisasi namun masih dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Artikel ini merupakan review dari penelusuran beberapa artikel yang bertujuan untuk melakukan analisis faktor penyebab kejadian difteri di Indonesia. Jumlah artikel terpilih sebanyak 25 artikrl dengan variabel kejadian difteri dan faktor risiko penyebab difteri. Hasil analisa menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan kejadian difteri antara lain pada anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi, pemberian imunisasi dasar pada anak di bawah lima tahun yang tidak lengkap, kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya melakukan imunisasi dan kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang bersih pada pemukiman padat penduduk. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian imunisasi merupakan hal yang sangat penting dalam pencegahan penyakit difteri. Diperlukan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kata kunci: Difteri, imunisasi, Kejadian Luar Biasa (KLB)
FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.3 TAHUN 2020 jek managerxot
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 3 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 3 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i3.4199

Abstract

FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.3 TAHUN 2020
BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.3 TAHUN 2020 jek managerxot
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 3 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 3 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i3.4200

Abstract

BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.3 TAHUN 2020
PERILAKU FOOD TABOO PADA IBU HAMIL DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PUSKESMAS PAMARAYAN KABUPATEN SERANG, BANTEN Ashifa Meyta Kristya; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Putri Ronitawati; Mertien Sa’pang
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 20 No 2 (2021): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 20 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v20i2.4669

Abstract

ABSTRACT Food taboo is a hereditary dietary taboo that is not necessarily true. The health problem that can occur due to the food taboo is the lack of nutrient intake for pregnant women. The prevalence of food taboo behavior at Pamarayan Health Center, Serang District, Banten in 2019 was 66%. The purpose of this study was to determine the relationship between food knowledge, education level, socio-cultural environment and history of health problems with food taboo behavior among pregnant women at Pamarayan Health Center. This study used a cross sectional study design by conducting interviews. The sample of this research was 136 pregnant women. Data was collected offline by implementing health protocols. Statistical test using the chi-square test. The results of the study show that pregnant women who behave in food taboo (64%), lack of food knowledge (72.8%), low education level (66.9%), good socio-cultural environment (59.6%) and a history of health problems (72.8%). Factors that have a relationship with food taboo behavior is food knowledge (OR=2,840), education level (OR=2,614), socio-cultural environment (OR=3,402) and a history of health problems (OR=2,428). The conclusiont is that there is a relationship between food taboo behavior with food knowledge, education level, socio-cultural environment and a history of health problems at Pamarayan Health Center. Suggestions for conducting counseling about the food taboo by involving local community leaders. Keywords: Food Taboo, Pregnant, Women ABSTRAK Food taboo merupakan suatu pantangan makanan terutama pada ibu hamil, secara turun temurun dan belum tentu kebenarannya, sehingga menyebabkan kurangnya asupan zat gizi. Prevalensi perilaku food taboo di Puskesmas Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten tahun 2019 yaitu 66%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan makanan, tingkat pendidikan, lingkungan sosial budaya dan riwayat gangguan kesehatan dengan perilaku food taboo pada ibu hamil di Puskesmas Pamarayan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan melakukan wawancara. Sampel penelitian ini yaitu 136 ibu hamil. Pengambilan data dilakukan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan, ibu hamil yang berperilaku food taboo (64%), pengetahuan makanan kurang (72,8%), tingkat pendidikan rendah (66,9%), lingkungan sosial budaya baik (59,6%) dan riwayat gangguan kesehatan (72,8%). Faktor yang memiliki hubungan dengan perilaku food taboo ialah pengetahuan makanan (OR=2,840), tingkat pendidikan (OR=2,614), lingkungan sosial budaya (OR=3,402), dan riwayat gangguan kesehatan (OR=2,428). Kesimpulan ada hubungan antara perilaku food taboo dengan pengetahuan makanan, tingkat pendidikan, lingkungan sosial budaya dan riwayat gangguan kesehatan di Puskesmas Pamarayan. Saran melakukan penyuluhan mengenai food taboo dengan melibatkan tokoh masyarakat sekitar. Kata kunci: Tabu Makanan, Ibu Hamil
PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI MASYARAKAT TENTANG PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI JAWA TENGAH, INDONESIA Arif Sofianto
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 20 No 2 (2021): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 20 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v20i2.4731

Abstract

ABSTRACT Various efforts have been made by the government and local governments in order to suppress the spread of COVID-19, but cases continue to increase. The purpose of this study was to determine the understanding and behavior of the community towards health protocols in Central Java. This type of research is descriptive with a quantitative approach, assisted by qualitative to deepen the analysis. This research using a survey technique involving 2,894 respondents spread throughout Central Java. The instrument used is a questionnaire through the google form media with the variable are demographic factors, knowledge about COVID-19, and implementation of the COVID-19 health protocol. Quantitative analysis used descriptive statistical techniques (sum, average, comparison, relationship), and qualitative analysis used the simultaneous model of Miles & Huberman. The conclusion of this study is that some people ignore COVID-19 due to lack of knowledge, so that it affects the implementation of weak health protocols, as well as lack of efforts to maintain health. The group of men, lower secondary education level, age 60 years and over and 20 years and below, working in trade, farmers, and labor sectors, as well as unemployed are the more groups that violate health protocols. Education is needed to increase knowledge and efforts to prevent COVID-19. Collaboration between the government and the community as well as social control is needed to increase knowledge and awareness of the implementation of the COVID-19 health protocol. Keywords: Central Java, COVID-19, Health Protocol ABSTRAK Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dalam rangka menekan penyebaran COVID-19, namun peningkatan kasus terus terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman dan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan di Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dibantu kualitatif untuk memperdalam analisis. Penelitian dilakukan dengan teknik survey melibatkan 2.894 responden yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner melalui media google form dengan variabel faktor demografi, pemahaman dan implementasi protokol kesehatan COVID-19. Analisis kuantitatif menggunakan teknik deskriptif statistik (jumlah, rata-rata, perbandingan, hubungan), dan analisis kualitatif menggunakan model simultan Miles & Huberman. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian masyarakat mengabaikan COVID-19 karena kurangnya pengetahuan, sehingga berpengaruh pada implementasi protokol kesehatan yang lemah, serta kurangya upaya menjaga kesehatan. Kelompok laki-laki, tingkat pendidikan menengah kebawah, usia 60 tahun ke atas dan 20 tahun ke bawah, bekerja di sektor perdagangan, petani, dan buruh, serta pengangguran merupakan kelompok lebih banyak melanggar protokol kesehatan. Edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan COVID-19. Perlu kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat serta kontrol sosial untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran implementasi protokol kesehatan COVID-19. Kata kunci: COVID-19, Jawa Tengah, Protokol Kesehatan

Page 8 of 11 | Total Record : 102