cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Public Policy and Management Review
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Administrasi Publik diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3: Juli 2023" : 60 Documents clear
EVALUASI LAYANAN INFORMASI MITIGASI BENCANA MELALUI WEBSITE PANTAU BANJIR DI KOTA SEMARANG Charisa Mellasyafa Agustien; Amni Zarkasyi Rahman; Retno Sunu Astuti
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39851

Abstract

The flood monitoring information service website was created to as government efforts to detect dink flood disasters in Semarang City, However, the flood disaster still continues in Semarang, indicating that the webiste has not been utilized to the maximum extent. So the purpose of this study is to evaluate the website information service monitoring the flood in Semarang City. This research uses the theory of the effectiveness of e-government online services by Xuetao Guo and Jielu, which consists of system quality, information quality, web presence quality and user satiety. This type of research uses a quantitative approach with a descriptive type of research. The population of this study is all users of the flood monitoring website with a sample of 100 respondents using purposive sampling techniques. Evaluation results based on research show system quality score 84.01% with excellent category. information quality 84.56% with excellent category, web presentation quality score 87.94% with excellent category, user satisfaction 78.82% with good category, and web presentation quality score 87.94% with excellent category. However, there are still gaps (gap) in all dimensions, items that require major improvements are the response speed and ease of CCTV features, the completeness of flood disaster detection information, the overall quality of the system satisfies the user, and the overall quality of information satisfies the user.
STUDI PENGUKURAN BRAND IDENTITY DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA BUKIT CINTA RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Asha Eilena Khairunisa; Amni Zarkasyi Rahman; Retno Sunu Astuti
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39940

Abstract

Tourist visits to the Bukit Cinta Rawa Pening tourist attraction have not been optimal. This study aims to determine the strengthening of brand identity to increase tourist visits to Bukit Cinta Rawa Pening and to analyze the driving and inhibiting factors. This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with a quantitative approach to obtain decisions regarding branding strengthening strategies. The results of the study shows that Branding has been strengthened on 4 tourism components (4A), with priority on the Attraction aspect with a total score of 0.35. The driving factors include; the supporting natural and cultural attractions, the supporting basic and additional facilities, the strategic location with adequate road infrastructure, the availability of active online promotional media, and collaboration with various parties in order to increase tourist visits. The inhibiting factors include; the growth of water hyacinth which disturbs the beauty of nature, limited tourism management related to conservation rules by BBWS, limited budget management, lack of variety of water tourism, no restaurants within the tourist attraction area, the little number of public transportations around the tourist object, and the use of online promotional media is not yet optimal. Suggestions that can be given are; Managers and local governments need to make efforts to maintain the beauty and sustainability of Lake Rawa Pening, as well as optimizing online promotional media. It is necessary to increase capacity building for the managers and staff of Bukit Cinta Rawa Pening.
PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UNIT PELAYANAN PENDAPATAN DAERAH (UPPD) KOTA SEMARANG II Gagah Samuel Pratama; Amni Zarkasyi Rahman; Maesaroh Maesaroh
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Kota Semarang II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah seluruh pegawai UPPD Kota Semarang IIsebagai objek peneliti yang berjumlah 35 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komunikasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di UPPD Kota Semarang II, hal ini ditunjukkan dengan perolehan Zhitung 5,7 > Ztabel 1,96 dengan nilai KDnya sebesar 62,4%, kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di UPPD Kota Semarang II, hal ini ditunjukkan dengan perolehan Zhitung 6,03 > Ztabel 1,96 dengan nilai KDnya sebesar 66,4%, koefisien Konkordasi Kendall sebesar 0,672dan nilai KD variabel komunikasi organisasi dan kepemimpinan secara simultan memberi pengaruh terhadap kinerja sebesar 67,2%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara komunikasi organisasi dan kepemimpinan dengan kinerja pegawai di UPPD Kota Semarang II. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah perlu dipertahankan gaya kepemimpinan situasional yang sudah diterapkan dan memperbanyak kegiatan organisasi yang melibatkan para anggota secara tim.
IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN SEMARANG NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN : STUDI PENCATATAN KELAHIRAN Wiwid Fitriani; Ida Hayu Dwimawanti; Titik Djumiarti
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39840

Abstract

The implementation of the birth registration policy as stipulated in the Regional Regulation of Semarang Regency Number 7 of 2016 has not gone well, as indicated by the ownership of birth certificates by only 53%. Even though a birth certificate is an important document related to the rights of citizens. This study aims to analyze the implementation of the Regional Regulation of Semarang Regency Number 7 of 2016 along with its supporting and inhibiting factors. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study show that in its implementation, in terms of the deadline for reporting births, there are still residents who are late in reporting their birth events. Meanwhile, in terms of birth registration requirements, it is in accordance with applicable regional regulations. However, there are still people who are incomplete or do not comply with the provisions in attaching the requirements so that the application cannot be processed. Furthermore, in terms of the time frame for issuance of birth certificates, there are still delays in issuance caused by several factors. Then, the supporting factors for implementation are good communication between employees, adequate quality of human resources, availability of SOPs, clear authority, adequate budget, good disposition and commitment from executors, and a clear work structure. The inhibiting factors for implementation are delays in response from implementers, people who do not fully understand the policy, limited quantity of human resources, inadequate facilities, and limited access to data.
KUALITAS PELAYANAN TRANSJAKARTA MELALUI PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA NO. 13 TAHUN 2019 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL LAYANAN ANGKUTAN UMUM TRANSJAKARTA PADA KORIDOR 13 (CILEDUG-TENDEAN) Florentine Wening Pramesti; Ida Hayu Dwimawanti; Titik Djumiarti
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39934

Abstract

Kemacetan masih menjadi masalah pokok yang tejadi di DKI Jakarta. Salah satu strategi dalam mengurai kemacetan adalah melalui pembangunan dan perbaikan pada transportasi publik, salah satunya melalui Transjakarta. Pelayanan Transjakarta masih memiliki beberapa masalah yakni Transjakarta masih mendapatkan aduan masyarakat terbanyak dibandingkan dengan transportasi lain. Penelitian ini menganalisis kualitas pelayanan Transjakarta khususnya pada Koridor 13 ini menggunakan kesimpulan dari teori-teori kualitas pelayanan yang berasal dari Zeithaml, Parasuraman, dan Berry yang kemudian ditinjau melalui Peraturan Gubernur No. 13 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanna Minimal angkutan Transjakarta dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas Transjakarta masih belum optimal pada dimensi tangible, realibility, responsiveness, dan assurance. Permasalahan yang didapat seperti kepadatan penumpang, ketidaktepatan waktu kedatangan bus, belum meratanya sarana prasarana, dan masih ditemukannya cat calling. Peneliti memberikan rekomendasi untuk menjawab permasalahan penelitian yang telah dianalisis yakni dengan memperbaiki dimensi-dimensi yang masih belum maksimal seperti meningkatkan manajemen distribusi kedatangan bus, dan pembuatan kebijakan komprehensif yang melibatkan beberapa instansi untuk melakukan kerjasama seperti Kapolda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait sterilisasi jalan dan keamanan berkendara.
KEMITRAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT PHAPROS DENGAN TAMAN PELANGI MARDI UTOMO Ervita Rizqi Yuliyana Sari; Retno Sunu Astuti; R. Slamet Santoso
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39804

Abstract

PT Phapros is one of the companies implementing CSR in the form of the Partnership and Community Development Program (PKBL). This research examines the Community Development Program of PT Phapros with Taman Pelangi at the Mardi Utomo Home for Beggars, Homeless and Displaced Persons (PGOT) complex. The purpose of this research is to find out the stakeholders involved, the partnership model that is established and the driving and inhibiting factors of the partnership. Descriptive qualitative method used in this study. As a result, there are three stakeholders involved in the partnership between PT Phapros and Taman Pelangi, namely PT Phapros as the company and the Central Java Social Service and the PGOT Mardi Utomo Institution as the government, so it is included in the type of two-party partnership. The partnership model that is established is a mutualistic partnership model in which both parties both know the importance of cooperating and the benefits of this collaboration in achieving goals. Communication, regulation, other institutions and transparency are the driving factors of the partnership. Meanwhile, resources are the inhibiting factor for partnerships. The recommendation from the results of this study is the need for collaboration with institutions outside the partnership to develop empowerment in Taman Pelangi Mardi Utomo.
STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BANGGA KENCANA KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Yogi Adya Utomo; Herbasuki Nurcahyanto; Aufarul Marom
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39831

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki permasalahan dalam mengurangi jumlah kemiskinan. Jumlah penduduk yang terus meningkat tentunya akan mempersulit usaha pemerintah dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Dalam upaya menurunkan angka pertumbuhan penduduk, BKKBN menerbitkan sebuah program berupa program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji implementasi kebijakan program Bangga Kencana dan menganalisis faktor – faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan program Bangga Kencana di Kecamatan Genuk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, dan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kurangnya Sumber Daya Manusia dan Finansial yang menghambat keberlangsungan program Bangga Kencana di Kecamatan Genuk Kota Semarang. Dapat disimpulkan bahwa tujuan program Bangga Kencana di Kecamatan Genuk yaitu menurunkan angka pernikahan usia dini, menurunkan 4 Terlalu, Menurunkan Angka Kelahiran, Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak, dan Menurunkan Unmeetneed. Faktor Pendorong dan Penghambat Program Bangga Kencana di Kecamatan Genuk Kota Semarang adalah komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. BKKBN disarankan dapat lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia dan Finansial yang dikelola oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang agar tidak menghambat kinerja PLKB, PPKBD, dan kader TPK sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik.
PERAN STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SEMBUNGAN KABUPATEN WONOSOBO Arvina Rachma Sholihah; Nina Widowati; Maesaroh Maesaroh
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39857

Abstract

Desa Wisata Sembungan merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Wonosobo yang memiliki banyak potensi kepariwisataan yang patut dikembangkan. Pengembangan desa wisata membutuhkan peranan dari berbagai stakeholder. Dalam mengoptimalkan peranan tiap stakeholder yang terlibat dalam pengembangan potensi Desa Wisata Sembungan maka diperlukan adanya pengidentifikasian peran-peran stakeholder yang terlibat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi stakeholder dan perannya dalam pengembangan Desa Wisata Sembungan beserta mengidentifikasi faktor pendukung atau penghambat peran stakeholder dalam pengembangan Desa Wisata Sembungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder dalam pengembangan Desa Wisata Sembungan terbagi atas tiga kelompok stakeholder, yaitu stakeholder primer, stakeholder kunci, dan stakeholder sekunder. Berdasarkan perannya dalam pengembangan Desa Wisata Sembungan, stakeholder memiliki peranan ssebagai policy creator, koordinator, implementor, fasilitator, dan akselerator. Peranan yang dilakukan oleh seluruh stakeholder telah memenuhi semua klasifikasi peran stakeholder, meskipun masih memiliki beberapa kendala dan tantangan. Faktor penghambat pengembangan Desa Wisata sembungan berasal dari faktor masyarakat yang masih kontra terhadap pengembangan Desa Wisata Sembungan, faktor keuangan yang masih belum mencukupi berbagai pengembangan kepariwisataan dan faktor sumber daya manusia yang belum memiliki kompetensi yang memadai
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN OVERCROWDED DI RUMAH TAHANAN KELAS II B SIAK SRI INDRAPURA (STUDI KASUS PERMENKUMHAM NOMOR 11 TAHUN 2017) Elma Azizah; Augustin Rina Herawati; Teuku Afrizal
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39986

Abstract

Kondisi overcrowded adalah keadaan kelebihan kapasitas yang terjadi pada Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan Negara yang disebabkan oleh tingginya pertumbuhan warga binaan pemasyarakatan yang tidak sebanding dengan sarana Lapas/Rutan. Permenkumham Nomor 11 Tahun 2017 hadir sebagai acuan dalam melaksanakan rencana aksi penanganan overcrowded di Indonesia melalui empat program utama, yakni penataan regulasi, penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana prasarana, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implementasi penanganan overcrowded dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penanganan overcrowded di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Siak Sri Indrapura. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi penanganan overcrowded di Rutan Siak peneliti menggunakan Teori Van Meter dan Van Horn dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi penanganan overcrowded di Rutan Siak telah berjalan cukup baik dengan telah terlaksananya pemberian remisi, kelembagaan internal yang solid, hubungan antar lembaga atau organisasi pemerintah yang baik, dan pemberdayaan petugas pemasyarakatan. Sedangkan hambatan yang dihadapi dalam implementasi penanganan overcrowded di Rutan Siak adalah jumlah sumber daya manusia (petugas pemasyarakatan) yang tidak sebanding dengan penghuni rutan, sarana dan prasarana yang belum optimal.
INOVASI PELAYANAN PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI DKI JAKARTA Merry Gloria Nopriyanti Tampubolon; Maesaroh Maesaroh; Nina Widowati
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39852

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat dan tanpa terkendali dikhawatirkan menjadi beban pembangunan nasional, karena pertumbuhan penduduk merupakan isu multisektor atau dapat dikatakan berhubungan dan berdampak pada banyak sektor lain salah satunya adalah sektor lingkungan. Jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia memiliki korelasi lurus dengan jumlah penduduk di suatu wilayah. Kota Jakarta sebagai kota terpadat di Indonesia dengan penduduk 10,6 juta jiwa di tahun 2022 menyimpan banyak tantangan dan permasalahan pada sektor lingkungan. Pengelolaan sampah yang menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jakarta dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya oleh Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 yang memiliki inovasi layanan dropbox e-waste untuk mengelola limbah bahan beracun dan berbahaya di Kota Jakarta. Penelitian ini akan menganalisis inovasi pelayanan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan atribut inovasi milik Rogers M. Everest dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan beberapa informan seperti Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Jakarta dan masyarakat pengguna inovasi layanan dropbox e-waste serta masyarakat non-pengguna layanan dropbox e-waste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan inovasi dropbox e-waste di Kota Jakarta sudah memenuhi beberapa indicator pada atribut inovasi, tetapi masih ada beberapa faktor yang menghambat pelaksanaan inovasi pelayanan dropbox ewaste di Kota Jakarta.

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1: Januari 2025 Vol 13, No 4: Oktober 2024 Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024 Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024 Vol 13, No 3: Juli 2024 Vol 13, No 2: April 2024 Vol 13, No 1: Januari 2024 Vol 12, No 4: Oktober 2023 Vol 12, No 3: Juli 2023 Vol 12, No 2: April 2023 Vol 12, No 1: Januari 2023 Vol 11, No 4: Oktober 2022 Vol 11, No 3: Juli 2022 Vol 11, No 2: April 2022 Vol 10, No 4: Oktober 2021 Vol 10, No 3: Juli 2021 Vol 10, No 2: April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari Volume 9 Nomer 4 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 3 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 2 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 1 Tahun 2020 Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019 Volume 8, Nomer 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 2, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 1, Tahun 2019 Volume 7, Nomer 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomer 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomer 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 1, tahun 2012 Vol 11, No 1: Januari More Issue