cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
Peran keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku minum minuman keras terhadap perilaku minum minuman keras pada remaja laki-laki di Kabupaten Karangasem, Bali Adnyani, Ni Nyoman Triadi; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.327 KB)

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 yang dikeluarkan pada tahun 2009 menunjukkan bahwa proporsi peminum minuman keras tertinggi di Kabupaten Karangasem dan proporsi konsumsi minuman keras tertinggi juga di Kabupaten Karangasem yang mencapai 9,1%. Pada umumnya perilaku minum minuman keras dilakukan oleh remaja laki-laki. Perilaku minum minuman keras remaja laki-laki dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal seperti keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peran keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku minum minuman keras terhadap perilaku minum minuman keras pada remaja laki-laki di Kabupaten Karangasem, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 100 remaja laki-laki dan berdomisili di Kabupaten Karangasem yang dipilih dengan menggunakan teknik area probability random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala keberfungsian keluarga, skala subjective well-being dan skala karakteristik perilaku minum minuman keras. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis diskriminan. Hasil menunjukkan bahwa variabel keberfungsian keluarga yang paling berperan dalam menentukan seseorang menjadi peminum minuman keras atau tidak. Output eigenvalues menunjukkan nilai cononical correlation yaitu 0,850 sehingga square cononical correlation (CR2) = 0,7225 yang berarti bahwa variabel keberfungsian keluarga, variabel subjective well-being dan variabel karakteristik perilaku minum minuman keras dapat menjelaskan varian variabel perilaku minum minuman keras sebanyak 72,25%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku minum minuman keras berperan dalam mementukan individu memiliki perilaku minum minuman keras atau tidak pada remaja laki-laki di Kabupaten Karangasem, Bali.
Peran dukungan sosial dan efikasi diri terhadap resiliensi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Bali Pradnyaswari, Luh Bella; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.476 KB)

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit, bertahan serta tidak menyerah pada keadaan sulit yang dialami dalam hidupnya. Resiliensi menjadikan individu untuk berusaha beradaptasi dan mempelajari keadaan dengan tujuan menjadi pribadi yang lebih baik. Resiliensi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal pada masing-masing individu. Faktor eksternal yang memengaruhi resiliensi adalah respon orang-orang dimana individu tinggal dan faktor internal yang memengaruhi adalah keyakinan untuk mampu mengatasi permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan efikasi diri terhadap resiliensi pasien gagal ginjal kronik. Subjek dalam penelitian ini adalah 72 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Bali. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial, skala efikasi diri dan skala resiliensi. Teknik analisis pada penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0,721, nilai koefisien determinasi sebesar 0,519 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial sebesar 0,268 dan efikasi diri sebesar 0,517. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Bali.
Efikasi diri dan goal setting terhadap kecemasan menghadapi lomba pada atlet renang klub di Denpasar Wiguna, Ni Made Ayu Sacitananda; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.187 KB)

Abstract

Kecemasan menghadapi perlombaan merupakan keadaan tidak nyaman dan merasa terancam yang dirasakan atlet terhadap tuntutan dan tugas yang diberikan dalam menghadapi perlombaan. Faktor yang dapat memengaruhi kecemasan atlet adalah efikasi diri dan goal setting untuk mencapai target yang diharapkan atlet. Tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui peran efikasi diri dan goal setting terhadap kecemasan menghadapi lomba pada atlet renang klub di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 51 atlet renang yang berusia 14 hingga 24 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini berupa skala efikasi diri, skala goal setting, dan skala kecemasan menghadapi lomba. Hasil dari uji hipotesis dengan menggunakan metode analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi variabel efikasi diri sebesar 0,002 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandardisasi sebesar -0,453 dan nilai signifiaknsi goal setting sebesar 0,022 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandardisasi -0,321. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri dan goal setting memiliki peran yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi lomba pada atlet renang klub di Denpasar dengan arah peran yang negatif. Atlet renang dengan efikasi diri dan goal setting yang tinggi akan memengaruhi kecemasan menjadi rendah, sebaliknya efikasi diri dan goal setting yang rendah pada atlet menyebabkan kecemasan yang tinggi dialami atlet.
Peran konsep diri dan konformitas terhadap keputusan pembelian make up pada mahasiswa perempuan Handayani, Sagung Agung Diah Pradnya; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.844 KB)

Abstract

Data kementrian perindustrian (2016) menyatakan bahwa pertumbuhan pasar kosmetik meningkat rata-rata mencapai 9,67% per tahun dalam enam tahun terakhir (2009-2015). Hal tersebut berarti minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kosmetik meningkat. Salah satu yang bagian dari kosmetik adalah make up. Penggunaan make up identik dengan kaum perempuan. Kini make up yang tersedia dijual dalam berbagai macam bentuk dan fungsi. Setiap orang sebelum membeli produk pasti melewati tahap keputusan pembelian. Keputusan pembelian penting dilakukan agar mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan. Usia 18 tahun dianggap sebagai usia yang tepat dalam menggunakan produk make up. Pada penelitian ini mahasiswa perempuan berusia 18-21 tahun berada pada tahap perkembangan remaja. Remaja saat melakukan pembelian produk biasanya memperhatikan gambaran diri yang berkaitan dengan konsep diri dan mengikuti teman kelompoknya berkaitan dengan konformitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran antara konsep diri dan konformitas terhadap keputusan pembelian make up pada mahasiswa perempuan. Subjek penelitian ini sebanyak 110 orang mahasiswa perempuan. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu cluster random sampling. Metode analisis regresi berganda menunjukkan R square = 0,094 dan adjusted R square sebesar 0,075. Hal ini menunjukkan bahwa variabel konsep diri dan konformitas memberikan peran sebesar 9,4% terhadap keputusan pembelian. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan konsep diri dan konformitas, secara bersama-sama berperan terhadap keputusan pembelian.
Peran work-life balance dan dukungan sosial terhadap stres kerja pada perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di Kabupaten Badung Pucangan, Made Anandari Ayu Putri; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.874 KB)

Abstract

Badan Pusat Statistik (2017) menyebutkan angka tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Badung menurut lapangan usaha berada pada bidang akomodasi (perhotelan) serta makan dan minum. Data tersebut didukung oleh data Badan Pusat Statistik (2018) dimana angka jumlah hotel dan tingkat okupansi tertinggi berada pada hotel bintang 4 di Kabupaten Badung yang memperlihatkan tingginya angka penyerapan tenaga kerja, termasuk para perempuan Bali. Perempuan Bali yang telah menikah akan menjalankan peran reproduktif, peran produktif, dan peran sosial sehingga dituntut untuk menyeimbangkan perannya agar tercapai work-life balance dan membutuhkan dukungan sosial dari sekitarnya dalam menghadapi stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran work-life balance dan dukungan sosial terhadap stres kerja perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di kabupaten Badung. Subjek dalam penelitian ini adalah 120 orang perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di kabupaten Badung, dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres kerja, skala work-life balance, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,745, nilai koefisien determinasi sebesar 0,554 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel work-life balance sebesar -0,335 dan variabel dukungan sosial sebesar -0,423. Hasil tersebut menunjukkan bahwa work-life balance dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan menurunkan tingkat stres kerja perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di Kabupaten Badung.
Hubungan konformitas teman sebaya dan konsep diri terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya di Kabupaten Bangli Dewi, Putu Sanistya; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.153 KB)

Abstract

Perilaku seksual pranikah merupakan tingkah laku yang berhubungan dengan dorongan seksual dengan lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan sebelum adanya ikatan perkawinan yang sah baik secara hukum maupun agama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada tahun 2010 di Provinsi Bali. Bangli menduduki posisi pertama angka Total Fertility Rate (TFR) yakni 2,97, dengan kisaran Age Specific Fertility pada umur 15-19 tahun. Angka ini menandakan perilaku seksual remaja yang ada di Kabupaten Bangli tergolong tinggi sehingga hal ini membuat penelitian terkait perilaku seksual pranikah masih relevan dilakukan di Kabupaten Bangli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari konformitas teman sebaya dan konsep diri terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya di Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 417 remaja pada rentang usia remaja madya 15-18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Bangli yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah skala konformitas teman sebaya, skala konsep diri dan skala perilaku seksual pranikah. Metode analisis data digunakan dengan teknik multiple regression, hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konformitas teman sebaya dan konsep diri terhadap perilaku seksual remaja madya di Kabupaten Bangli.
Gambaran motivasi mantan pecandu narkotika yang bekerja sebagai konselor rehabilitasi narkotika Wulandari, I Gusti Ayu Ratih; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.511 KB)

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan kompleks yang memengaruhi kesehatan fisik, psikis, dan psikososial dari penggunanya. Jumlah penyalahguna narkotika di Indonesia tahun 2017 mencapai 3,5 juta orang dan hampir 1 juta orang telah menjadi pecandu narkotika. Terbebas dari jerat narkotika bukan hal yang mudah. Individu dapat pulih dari narkotika, meskipun pemulihan berlangsung seumur hidup. Stigma negatif pada mantan pecandu narkotika membuat individu yang telah pulih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak individu yang telah pulih dari ketergantungan narkotika untuk bekerja sebagai konselor rehabilitasi narkotika. Individu bekerja dipengaruhi oleh motivasi dengan tujuan memenuhi kebutuhannya. Mantan pecandu narkotika perlu mendapatkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis hingga kebutuhan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi mantan pecandu narkotika yang bekerja sebagai konselor rehabilitasi narkotika dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Responden pada penelitian ini adalah satu orang mantan pecandu narkotika yang saat ini bekerja sebagai konselor rehabilitasi narkotika dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian diketahui bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi responden saat ini yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan cinta dan harga diri. Motivasi utama responden bekerja sebagai konselor rehabilitasi narkotika saat ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan harga diri yang terdiri atas kepercayaan diri. Kepercayaan dan harga diri diperoleh karena dapat menjalankan pekerjaan yang bermakna, dapat pulih dari ketergantungan narkotika, dan dapat melakukan penerimaan terhadap diri.
Peran problem focused coping dan emotional focused coping terhadap. kepuasan pernikahan pada istri yang mengalami infertilitas Prajogo, Coresy Aquindo Tedjo; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.965 KB)

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan hal penting yang diperlukan dalam sebuah rumah tangga terutama bagi istri yang mengalami infertilitas. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan adalah problem focused coping dan emotional focused coping. Problem focused coping adalah strategi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan, emotional focused coping adalah strategi untuk meredakan emosi individu yang menimbulkan pengaruh negatif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran koping stres terhadap kepuasan pernikahan terhadap istri yang mengalami infertilitas. Subjek penelitian ini terdiri dari 60 istri yang mengalami infertilitas dengan teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala problem focused coping dengan reliabilitas 0,758, emotional focused coping dengan reliabilitas sebanyak 0,837 dan skala kepuasan pernikahan dengan reliabilitas sebesar 0,908. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,485 dan adjusted R square sebesar 0,235. Hal tersebut menjelaskan bahwa problem focused coping dan emotional focused coping memiliki peran sebesar 23,5% terhadap kepuasan pernikahan sehingga disimpulkan bahwa problem focused coping dan emotional focused coping berperan terhadap kepuasan pernikahan pada istri yang mengalami infertilitas.
Peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan Trikusuma, Gusti Ayu Ardhia Candra; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.373 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas, tegang, dan emosi yang dialami oleh individu. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami kecemasan akibat adanya faktor biologis seperti perkembangan fisiologis yang memengaruhi produksi hormon stres atau kecemasan, faktor hubungan interpersonal terkait dengan hubungan remaja tersebut dengan teman sebaya, serta faktor kognitif yaitu mengenai kemampuan remaja dalam menginterpretasikan suatu stimulus dari lingkungan. Salah satu cara yang efektif untuk mereduksi kecemasan adalah dengan berlatih yoga. Yoga merupakan kombinasi antara gerakan tubuh dan pengaturan napas yang dapat memberikan manfaat bagi fisik dan psikis individu. Efektivitas yoga dalam memberikan manfaat tersebut dipengaruhi oleh frekuensi latihan yoga atau jumlah latihan yoga yang dilakukan individu. Umumnya yoga akan memberikan dampak positif setelah individu melakukan yoga dalam waktu 3 (tiga) bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu Skala Kecemasan dan Kuesioner Frekuensi Latihan Yoga. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa koefisien parameter frekuensi latihan yoga sebesar -0.883 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0.109 , yang berarti frekuensi latihan yoga berperan secara negatif terhadap tingkat kecemasan dan memiliki peran yang signifikan terhadap kecemasan. Peran negatif frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan berarti semakin tinggi frekuensi latihan yoga pada individu, maka semakin rendah tingkat kecemasan pada individu tersebut.
Peran parental buying behavior dan brand experience terhadap loyalitas merek pada remaja rantauan Safitriani, Safitriani; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.923 KB)

Abstract

Individu telah terkena paparan merek dari suatu produk sejak kecil oleh orangtua. Merek produk yang orangtua gunakan juga digunakan individu sejak kecil hingga dewasa. Hal ini dapat menimbulkan sikap loyal individu terhadap suatu merek produk tertentu yang umumnya disebut loyalitas merek. Loyalitas merek merupakan variabel penting bagi produsen yang diharapkan dimiliki oleh setiap konsumen. Loyalitas merek muncul pada diri konsumen dipengaruhi oleh beberapa hal yang tidak dimiliki sejak lahir. Loyalitas merek akan sangat mempengaruhi sikap seorang konsumen terhadap produk dengan merek tertentu. Pengalaman dan hasil pembelajaran mempengaruhi loyalitas merek konsumen terhadap suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran parental buying behavior dan brand experience terhadap loyalitas merek remaja rantauan di Indonesia. Subjek pada penelitian ini berjumlah 188 remaja rantauan di Indonesia. Alat ukur penelitian ini menggunakan skala loyalitas merek, skala parental buying behavior, dan skala brand experience. Hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R = 0,584 (p < 0,05) dan R2 = 0,341 sehingga dapat disimpulkan bahwa parental buying behavior dan brand experience secara bersama-sama berperan sebesar 34,1% terhadap loyalitas merek remaja rantauan di Indonesia. Koefisien beta terstandarisasi dari parental buying behavior menunjukkan nilai sebesar 0,168 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,007 (p < 0,05) yang berarti bahwa parental buying behavior berperan secara signifikan terhadap loyalitas merek. Koefisien beta terstandarisasi dari brand experience menunjukkan nilai sebesar 0,519 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti bahwa brand experience berperan secara signifikan terhadap loyalitas merek.

Page 2 of 12 | Total Record : 119