cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
Peran motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Sukasih, Luh Gede Raka; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.781 KB)

Abstract

Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan akademik atau hard skill serta kemampuan non-teknis atau soft skill yang baik sebagai bekal terjun ke masyarakat. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan non-teknis adalah dengan mengikuti organisasi mahasiswa. Pada organisasi mahasiswa diperlukan komitmen organisasi agar organisasi mampu menjalankan program kerja dan fungsi dengan baik. Komitmen organisasi dapat dipengaruhi adalah beberapa faktor salah satunya yaitu motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan subjek penelitian sejumlah 278 orang mahasiswa yang mengikuti organisasi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu skala motivasi berprestasi, skala kohesivitas kelompok dan skala komitmen organisasi. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok berperan dalam meningkatkan komitmen organisasi. Kata kunci: kohesivitas kelompok, komitmen organisasi, mahasiswa, motivasi berprestasi, organisasi mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA AKHIR DI KOTA DENPASAR Sancaya, Anak Agung Gede Ariputra; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.403 KB)

Abstract

Adolescent development toward the adult stage is always in touch with the family in every aspect. One aspect is the development of adolescent self-esteem. Self esteem is one of the aspects that support the development of adolescents to be able to develop optimally and determine success in adulthood. Adolescents need the support of the family to be able to develop self-esteem because the family is the first social environment where adolescents develop. Therefore, researchers assume that there is a relationship between family social support with self-esteem in adolescents in the city of Denpasar. This research method is quantitative correlation where the number of the subject in Denpasar 408 teenagers whose age 17-19 years . Methods of data collection is family social support scale and the scale of self esteem . Reliability of family social support scale is 0.943 and self esteem scale reliability is 0.940 . Normality of families social support variable is 0,219 and self-esteem variables normality is 0.572 . Linearity between family social support variables and self esteem is 0,000 . The coefficient of determination ( r2 ) 0.268 . Methods of data analysis is a technique of regression. The correlation coefficient is 0.518 with a probability of 0.000 . It is proved that there is a correlation between social support families with self-esteem in adolescents in the city of Denpasar. Keywords: family social support, self esteem, adolescents
Perbedaan Agresivitas Remaja yang Mengikuti Olahraga Beladiri Pencak Silat dan yang tidak mengikuti Olahrga Beladiri Pencak Silat ditinjau dari Efikasi Diri di Denpasar Mahayana, I Nyoman Gede Dyatmanu; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.528 KB)

Abstract

Pada masa remaja individu banyak mengalami perubahan secara kognitif, sosio-emosional dan hormonal sehingga memengaruhi perilaku individu. Salah satu fenomena yang patut diberikan perhatian adalah perilaku agresif dikalangan remaja. Agresivitas dapat berbentuk verbal atau nonverbal. Bentuk-bentuk agresivitas nonverbal terdapat dalam teknik beladiri dalam olahraga beladiri Pencak Silat, dan juga untuk menekan dan menyalurkan rasa frustrasi agar tidak menjadi sumber agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan agresivitas remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat ditinjau dari efikasi diri. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik stratified sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 remaja di Denpasar yang terdiri dari 95 remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan 131 remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala agresivitas dan skala efikasi diri. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,00 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan dalam olahraga beladiri Pencak Silat dan efikasi diri remaja memberikan kontribusi terhadap dorongan agresivitas pada diri remaja. Kata Kunci :Agresivitas, Efikasi Diri, Keikutsertaan dalam Olahraga Beladiri Pencak Silat, Remaja
Peran Komunikasi Efektif Orangtua Remaja dan Kontrol Diri terhadap Tingkat Agresivitas Remaja SMA di Kota Denpasar Pratidina, Putu Ayu Onik; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.484 KB)

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini masyarakat Indonesia banyak dikejutkan dengan maraknya tindakan agresivitas yang mengarah pada kriminalitas yang dilakukan oleh remaja. Banyak faktor yang dapat menyebabkan remaja melakukan tindakan agresi, salah satunya adalah faktor psikologis yakni gejolak emosi. Gejolak emosi inilah yang dapat menimbulkan tindakan agresivitas hingga menuju tindak kriminal. Agresi adalah setiap tindakan yang menyakiti atau melukai orang lain. Agresivitas pada remaja sebenarnya dapat diatasi jika hubungan antara orangtua dan remaja berlangsung secara efektif. Membangun hubungan yang efektif hendaknya dimulai dengan memiliki komunikasi efektif antara orangtua-remaja, jika komunikasi terjalin efektif maka orangtua akan mudah membantu anak untuk menentukan perilaku yang tepat. Hubungan yang efektif ini juga akan membantu remaja memiliki kontrol diri yang baik, sehingga remaja mampu menahan munculnya perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi efektif orangtua-remaja dan kontrol diri terhadap tingkat agresivitas remaja SMA di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 228 siswa SMA di Kota Denpasar. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik cluster sampling. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan R=0,550 dan R square sebesar 0,302. Hal ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi efektif orangtua-remaja dan kontrol diri berperan terhadap tingkat agresivitas remaja sebesar 30,2%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan komunikasi efektif orangtua-remaja dan kontrol diri secara bersama-sama berperan terhadap tingkat agresivitas remaja. Kata kunci: Agresivitas, komunikasi efektif orangtua-remaja, kontrol diri, remaja
MEDITASI MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA REMAJA Tejena, Natassa R; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.987 KB)

Abstract

Pada masa remaja, individu mengalami perubahan emosi. Emosi remaja yang cenderung meledak-ledak dan sulit dikendalikan apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah bagi remaja dan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, remaja membutuhkan kemampuan regulasi emosi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melatih regulasi emosi adalah meditasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah meditasi meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian NonEquivalent Group Design. Meditasi yang digunakan adalah meditasi Bali Usada yang terdiri dari meditasi teknik mindfulness dan loving kindness. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15 sampai dengan 18 tahun atau siswa SMA atau SMK di Denpasar yang diperoleh dengan melakukan two stages cluster sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang terdiri dari 32 orang dan kelompok kontrol yang terdiri dari 31 orang. Kedua kelompok diberikan pre-test berupa skala regulasi emosi. Kemudian, kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pelatihan meditasi selama sebulan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan pelatihan. Setelah itu, kedua kelompok diberi post-test berupa skala regulasi emosi.Hasil uji hipotesis dengan Paired Sample ttest menunjukkan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen sebesar 0.000yang kurang dari 0.05 (p<0.05) dan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok kontrol sebesar 0.388 yang lebih dari 0.05 (p>0.05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meditasi dapat meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Kata Kunci: meditasi, regulasi emosi, remaja.
Pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar Iswari, Ni Komang Anggun Sasmitha; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.836 KB)

Abstract

Pada masa remaja awal, hubungan sosial menjadi semakin dominan. Remaja akan melakukan segala kegiatan yang dapat mendongkrak eksistensinya dalam penyesuaian diri untuk bisa masuk ke dalam lingkungan sosial. Selama proses penyesuaian diri, sangat mungkin remaja mengalami konflik yang dapat menghambat perkembangan sosialnya. Konflik seperti stres dapat dialami remaja saat transisi dari Sekolah Dasar memasuki Sekolah Menengah Pertama karena berbagai perubahan-perubahan yang dialami, salah satunya yaitu pubertas. Aspek psikologis dari pubertas, yaitu perhatian remaja terhadap tubuhnya. Salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian diri yang menjelaskan cara remaja memandang diri sendiri, adalah citra tubuh. Citra tubuh bisa memengaruhi hubungan individu yang bersifat publik maupun paling intim dalam kehidupan sehari-hari. Ketidakpuasan terhadap citra tubuh dapat menyebabkan remaja merasa kurang percaya diri, bahkan kurang bahagia. Fenomena ini muncul di SMPN 1 Denpasar berdasarkan hasil studi pendahuluan. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek berjumlah 191 remaja usia 12-15 tahun di SMPN 1 Denpasar. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling dengan metode undian. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala Citra Tubuh dan skala Penyesuaian Diri. Metode analisis menggunakan regresi linier sederhana dengan hasil (t = 12,721; p = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa citra tubuh memiliki hubungan yang fungsional atau hubungan sebab akibat dengan penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Nilai R sebesar 0,261 dan R square sebesar 0,068. Kata kunci: Citra tubuh, penyesuaian diri, remaja awal
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI KERAUHAN Suela, Bagus Ari Nugraha; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.928 KB)

Abstract

Quality of life’s aspect on every individual will be vary. One of the important experiences that may change Balinese’s people life is when they have an event called as kerauhan. Kerauhan is a term used to address a certain situation when someone is believed or taken as being possessed by a soul, other than the soul that has been living that body since it was born (Swadiana & Putrawan, 2006). There will be some changes occurred in someone’s life aspect which affects the achievements on their life by experienced kerauhan. Based on this, researchers wanted to know the picture of someone’s life-quality who experienced kerauhan. The qualitative research method with phenomenological approach is used in this research to describe the aspects of life that got affected someone’s life who have experienced kerauhan. The data collection that is used in this research is an in-depth interview and observation which were examined toward 5 Balinese individuals of two categories. Individuals with a kerauhan experience based on intentional purposes such as ritual purposes, falls under the first category. While individuals who had an unexpected kerauhan, falls under the second category. The result of this research shows that kerauhan doesn’t have a direct impact on someone’s life quality. But kerauhan can increase or decrease some aspects of someone’s life which at the end would change that person’s life into a better or even a disadvantageous one. Detailed result will be discussed under the context of the aspects of life that are affected by kerauhan. Keyword: possession-trance, kerauhan, quality of life aspect, Balinese
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL COMPARISON DAN HARGA DIRI TERHADAP CITRA TUBUH PADA REMAJA PEREMPUAN Sari, Ida Ayu Wika Permata; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.272 KB)

Abstract

Citra tubuh merupakan hal yang sangat penting bagi seorang remaja. Remaja perempuan memiliki kekhawatiran yang lebih tinggi terhadap konsep citra tubuh yang dimiliki. Seseorang biasanya dalam menilai citra tubuh yang dimiliki melalui sebuah social comparison dan juga menilai harga diri yang dimiliki untuk menghasilkan penilaian citra tubuh yang negatif ataukah positif. Subjek pada peneitian ini berjumlah 100 orang remaja perempuan yang berusia 15-18 tahun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah cluster random sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan ialah Skala Citra Tubuh, Skala Social Comparison, dan Skala Harga Diri. Hasil uji analisis regresi ganda menunjukan nilai R 0,729 dan R2 0,532 sehingga dapat dikatakan bahwa perbandingan sosial dan harga diri menentukan 53,2% citra tubuh yang dimiliki oleh remaja perempuan. Koefisien beta terstandarisasi dari social comparison sebesar -0,411 dengan nilai t sebesar -5,063 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) yang menunjukkan bahwa social comparison berhubungan terhadap citra tubuh, nilai t yang negatif menunjukan bahwa variabel social comparison memiliki hubungan yang berlawanan terhadap variabel citra tubuh, dimana artinya hubungan antara perbandingan sosial dan citra tubuh berbanding terbalik yaitu semakin tinggi social comparison, maka akan semakin rendah citra tubuhnya begitupun sebaliknya. Variabel harga diri memiliki koefisien beta terstandarisasi sebesar -0,427 dengan nilai t sebesar -5,258 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,00 (<0,05) yang menunjukkan bahwa harga diri berhubungan terhadap citra tubuh, nilai t yang negatif menunjukan bahwa variabel harga diri memiliki hubungan yang berlawanan terhadap variabel citra tubuh, dimana artinya hubungan antara harga diri dan citra tubuh berbanding terbalik yaitu semakin tinggi harga diri, maka akan semakin rendah citra tubuhnya begitupun sebaliknya. Kata Kunci : Citra Tubuh, Social Comparison, Harga Diri, dan Remaja Perempuan
KEPRIBADIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERINTEGRITAS BERDASARKAN TEORI EYSENCK Pratama, Ariesta Handoko; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.375 KB)

Abstract

Corruption in government institution has been known by the public and Indonesia becomes one of the most corrupt countries in the world (Ditkumham Bappenas, 2012). Corruption among public service is caused by leaders or civil servants, who fail to suppress their personal desires, fail to work accordance with moral values, and fail to meet up the expected value needed by the public during their services in work field (Rahardian & Budi, 2012). It happened because integrity of the civil servants was poor. Corruption is a reflection of the personality and integrity refers to the quality of a person's personality traits (Nucci and Narvaes in Putra, 2010). Accordingly, personality is being expected as the aspect that determines integrity of individual. This research is quantitative study through two analysis methods; they are One Way ANOVA and Rank Spearman correlation. The sampling method used is multistage random sampling. Respondents involved 380 government civil servants in Bali. Data was collecting through Eysenck Personality Inventory (EPI-A) (?=0.776) that consist of 60 items and civil servants integrity scale (?=0.779) that consist of 21 items. The result was found the probability coefficient is 0.006 (p<0.01), it show there differences of civil servants integrity between type of personality of Eysenck's Theory. Side that, the result show there correlations between traits of personality, that is activity (p<0.01), sociability (p<0.05), reflectiveness (p<0.01), responsibility (p<0.01), and self esteem (p<0.01) with civil servants integrity. It can be concluded that the traits of personality influence in determine quality of civil servants integrity. Keywords: Eysenck’s Theory of Personality, Integrity, Civil Servant
KONSEP DIRI PADA PELAKU PERCOBAAN BUNUH DIRI PRIA USIA DEWASA MUDA DI BALI Ratih, AA Sagung Weni Kumala; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.477 KB)

Abstract

In these past years, the phenomenon’s of suicide case are becomes worrying. Indonesia, as one of a country who has a collective culture has a quite high number of suicide case. WHO estimates that by year 2020 the number of suicide case in Indonesia will be increased up to 2.4 percent from 100.000 people, if the government and the society don’t take it as serious things to concern (Mardani, 2012). Bali province as one of the province in Indonesia has a high rate in case of suicide, besides the Special Region of Yogyakarta (Hawari, 2010). Suicide cases in Bali are majority done by man, young adult people (Lesmana, 2008). Suicide and the attempted suicide are one of the ways or act to hurt or harm themselves, which arise as one of the effect of an intrapsychic conflict within themselves. One of the factors that is influence the occurring of a behavior including the suicide behavior and the attempted suicide are the self-concept. The self-concept is a way of someone to see themselves, the perception about the social environment (the other people), and also the perception about the way people think and see about themselves. This phenomenon becomes an interesting thing by the researcher to know what self-concept that is owned by the man young adult person suicide attempters in Bali. This study use qualitative method and phenomenological approach, with 5 (five) man young adult suicide attempters in Bali. This study shows that there are 5 (five) component of self-concept that is occurs in the man young adult in Bali, however this component self-concept are not totally positive. Eventhough there are self-components that is shows the positive things of a self-acceptance and self-evaluation, but, almost of this shows the negative side of the self-concept characteristic, especially the social self component and the personal self component that is owned by the respondents. Some factors that is influence the self-concept of the man young adult suicide attempters in Bali are, the education, the economic, genetic, social learning, and culture. Keywords : Self-Concept, Attempted Suicide, Young Adult, Bali

Page 3 of 12 | Total Record : 119