cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
Peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Wistarini, Ni Nyoman Imas Pradnyanita; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.263 KB)

Abstract

Stres akademik diartikan sebagai respon tubuh terhadap tekanan, tuntutan, persaingan, harapan yang terjadi di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan prestasi akademik. Stres akademik dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal berasal dari dukungan sosial dan faktor internal berasal dari keyakinan individu akan kemampuannya sendiri atau efikasi diri. Keluarga merupakan sumber dan dukungan sosial pertama yang diterima oleh seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Karakteristik subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa baru angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan jumlah 150 orang. Skala yang digunakan untuk alat ukur penelitian ini adalah skala dukungan sosial keluarga, skala dengan hasil nilai koefisien regresi 0,556, nilai koefisien determinasi 0,310 dan nilai signifikansi 0,000 (p<0.05) serta koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial keluarga senilai -0,240 dan efikasi diri senilai -0,576 yang berarti dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa baru angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Dukungan sosial keluarga, efikasi diri, mahasiswa baru, stres akademik.
Hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediator Widianta, I Gusti Ngurah Dwiputra; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.008 KB)

Abstract

Kinerja extra-role merupakan perilaku sukarela dari seorang pekerja untuk mau melakukan tugas atau pekerjaan di luar tanggung jawab atau kewajibannya demi kemajuan atau keuntungan organisasinya. Kinerja maksimal merupakan tuntutan suatu organisasi yang tidak hanya ditunjukan oleh perilaku in-role tapi juga extra-role atau yang disebut juga sebagai Organizational Citizhenship Behavior (OCB) atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan nama Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO). PKO akan bisa muncul dikarenakan berbagai faktor, namun dalam penelitian ini peneliti memilih kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi sebagai faktor dominan yang mempengaruhi munculnya PKO. Peneliti menduga hubungan tersebut akan semakin kuat ketika hubungan kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi di jembatani oleh komitmen organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan 100 responden yang seluruhnya terdiri dari karyawan swasta. Proses analisis jalur dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan mencari hubungan kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi terhadap PKO. Selanjunya, pada tahap kedua dilakukan dengan mencari hubungan iklim organisasi, komitmen organisasi terhadap PKO. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan melalui analisis regresi dengan variabel mediasi menggunakan analisis jalur, menunjukan nilai t hitung = 0,808 yang lebih kecil dari t tabel dan koefisien mediasi 0,182 tidak signifikan yang berarti komitmen organisasi tidak memediasi hubungan kepemimpinan transformasional terhadap PKO. Hal serupa juga ditunjukan oleh hasil analisis jalur yang dilakukan terhadap iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap PKO, dimana nilai signifikansi yang didapat sebesar 0,352 menunjukan tidak adanya signifikansi hubungan di antara ketiga variabel iklim organisasi, komitmen organisasi juga PKO, sehingga dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi tidak memdiasi hubungan iklim organisasi terhadap PKO. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, Perilaku Kewargaan Organisasi, Komitmen Organisasi.
PERAN CITRA TUBUH DAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP SELF ESTEEM PADA REMAJA PUTRI DI KOTA DENPASAR Damayanti, Anak Agung Mas; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.714 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak danmasa dewasa. Masa remaja merupakan masa yang mana individu pada umumnya memiliki perhatian khusus mengenaipersepsi terhadap citra tubuh. Penilaian mengenai tubuh pada remaja putri yang berfokus terhadap penampilanmerupakan hal yang utama, sehingga dapat memengaruhi citra tubuh remaja putri. Remaja putri lebih seringmerasakan keinginan untuk memiliki tubuh yang menarik sesuai dengan persepsi masyarakat mengenai citra tubuhperempuan ideal. Remaja memiliki pandangan terhadap diri mengenai siapa dan apa yang membedakan diri denganorang lain. Memasuki tahap transisi ke masa remaja jika seorang remaja tidak memiliki kepercayaan diri untukmembangun dan menerima sebuah interaksi, maka akan mengalami kesulitan dalam membentuk relasi sosialnantinya, oleh karena itu masa remaja adalah saat yang tepat untuk memperkuat self esteem pada individu. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan penerimaan diri terhadap self esteem pada remaja putri di KotaDenpasar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 orang siswi kelas X dan XI SMAN 1 Denpasar yang dipilihmenggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala citra tubuh, skala penerimaan diri,dan skala self esteem. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkannilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan citra tubuh dan penerimaan diri berperanterhadap self esteem remaja putri di Kota Denpasar. Citra tubuh dan penerimaan diri positif penting bagi peningkatanself esteem remaja putri. Kata Kunci: citra tubuh, penerimaan diri, self esteem, dan remaja
Peran efikasi diri dan kecemasan akademis terhadap self-regulated learning pada mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Suputra, I Gede Damar; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.259 KB)

Abstract

Self-regulated learning adalah kemampuan individu dalam belajar yang menggunakan berbagai aspek seperti, motivasi, metakognisi, dan perilaku dengan sebaik mungkin melalui keyakinan dan caranya sendiri mengarahkan dirinya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Self-regulated learning dapat dipengaruhi oleh bebera faktor. Faktor yang dapat memengaruhi self-regulated learning adalah efikasi diri dan kecemasan akademis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri dan kecemasan akademis terhadap self-regulated learning. Subjek dalam penelitian ini adalah 115 orang Mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-regulated learning, skala efikasi diri dan skala kecemasan akademis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,822 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,676. Nilai signifikansi efikasi diri sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi 0,083 dan nilai signifikansi kecemasan akademis sebesar 0,509 (p>0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi -0,040. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki peran yang signifikan terhadap self-regulated learning dan kecemasan akademis tidak memiliki peran yang signifikan terhadap self-regulated learning pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: efikasi diri, kecemasan akademis, mahasiswa, self-regulated learning.
Pengaruh Religiusitas terhadap Kecerdasan Emosi pada Siswa Perempuan SMA Muhammadyah 1 Denpasar Shata, Nuzhatul Imani; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.675 KB)

Abstract

Kecerdasan emosi merupakan aspek penting yang perlu dimiliki siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Denpasar. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kecerdasan emosi adalah religiusitas. Religiusitas merupakan keyakinan dimana seseorang merasakan dan mengakui adanya kekuatan tertinggi, yang menaungi kehidupan dan hanya kepada-Nya bergantung dan berserah hati yang kemudian diwujudkan dengan ketaatan menjalankan agama. Pada masa remaja perkembangan keagamaan ditandai dengan adanya keragu-raguan terhadap ketentuan-ketentuan agama. Namun pada dasarnya sebagai manusia, remaja tetap membutuhkan agama sebagai pegangan dalam kehidupan, terutama pada saat menghadapi kesulitan. Praktik agama juga dapat mempengaruhi kecerdasan emosi remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap kecerdasan emosi pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Denpasar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 57 orang siswa SMA Muhammadiyah 1 Denpasar dengan menggunakan teknik cluster sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala religiusitas dan kecerdasan emosi yang dibuat sendiri oleh peneliti. Reliabilitas skala religiusitas sebesar 0,951 dan skala kecerdasan emosi dengan reliabilitas sebesar 0,937. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan R= 0,460 dan R square sebesar 0,211. Hal tersebut menjelaskan bahwa religiusitas memiliki peran sebesar 21,10% terhadap kecerdasan emosi. Koefisien beta terstandarisasi religiusitas sebesar 0,460 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa religiusitas berpengaruh terhadap kecerdasan emosi pada siswa perempuan SMA Muhammadiyah 1 Denpasar. Kata kunci: Kecedasan Emosi, Religiusitas, Siswa perempuan SMA Muhammadiyah 1 Denpasar.
Peran Kecerdasan Emosi dan Self Control pada Sikap terhadap Perilaku Seksual Pranikah Siswa SMPN di Bali Ningsih, Ni Kadek Dwi Jayanti; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.796 KB)

Abstract

Dewasa ini banyak ditemukan perilaku seksual pranikah di kalangan remaja, khususnya remaja awal dengan usia 12-15 tahun. Perilaku seksual muncul karena adanya perkembangan seksualitas remaja pada fase pubertas serta dorongan seksual dari dalam diri remaja untuk menonjolkan daya tarik seksual dan memenuhi dorongan seksual. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan remaja menunjukkan bahwa remaja memiliki sikap yang positif terhadap perilaku seksual pranikah. Sikap terhadap perilaku seksual pranikah merupakan reaksi positif-negatif atau setuju-tidak setuju terhadap perilaku seksual pranikah. Sikap ini menjadi penting karena suatu sikap dapat memprediksi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kecerdasan emosi dan self-control pada sikap terhadap perilaku seksual pranikah siswa SMPN di Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 206 siswa kelas VIII SMPN di Bali dengan rentang usia 12-15 tahun yang dipilih secara random dengan menggunkan teknik two stage cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala kecerdasan emosi, skala self-control dan skala sikap terhadap periaku seksual pranikah. Analisis data penelitian menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan self-control secara bersama-sama berpengaruh pada sikap terhadap periaku seksual pranikah, akan tetapi secara parsial, hanya self-control yang berpengaruh secara signifikan pada sikap terhadap perilaku seksual pranikah, sedangkan kecerdasan emosi tidak berpengaruh secara signifikan pada periaku seksual pranikah. Kata kunci: Kecerdasan emosi, self-control, sikap terhadap perilaku seksual pranikah, remaja awal. ?
PROSES PENERIMAAN DIRI PADA GAY YANG BERSTATUS HIV POSITIF Pemayun, Cokorde Istri Dwi Anindyawati; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.095 KB)

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang leukosit yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia. Sekumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi oleh HIV disebut dengan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Berdasarkan faktor risiko penularannya, salah satu populasi yang berisiko adalah gay karena aktivitas seksual berisiko. Di Indonesia gay masih mengalami stigma. Stigma dapat memengaruhi penerimaan diri (self acceptance) gay. Penerimaan diri adalah keadaan individu menerima serta mengakui segala kelebihan dan keterbatasan yang ada dalam dirinya tanpa merasa malu atau merasa bersalah (Ryff dalam Atwater, 2015). Dikaitkan pada gay yang berstatus HIV-AIDS, maka akan sulit melakukan penerimaan diri tersebut karena adanya diskriminasi dan stigma. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai proses penerimaan diri pada gay yang berstatus HIV positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan desain penelitian fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi serta photovoice pada tiga orang laki-laki homoseksual yang berstatus HIV positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua fase dalam proses penerimaan pada gay yang berstatus HIV positif. Fase I (Setelah mengetahui status HIV positif tetapi belum menjalani terapi) terdiri dari penolakan terhadap status HIV, kekecewaan dan penyesalan terhadap diri, dan penerimaan status HIV. Fase II (Setelah menjalani terapi) terdiri dari kondisi menurun akibat efek samping obat, penerimaan kembali status HIV setelah terapi, adanya pengalaman penolakan terkait status HIV positif, kondisi memperkenankan dan kondisi bersahabat dengan status HIV positif. Faktor pendukung untuk mencapai penerimaan diri pada gay antara lain kepatuhan menjalani terapi Antiretroviral (ARV) dan adanya dukungan sosial dari orang-orang terdekat. Kata kunci: proses penerimaan diri, gay, HIV positif
Penyesuaian dan Kepuasan Perkawinan pada Perempuan Bali yang Tinggal di Keluarga Inti dan Keluarga Batih Rospita, Indri Oktavia; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.468 KB)

Abstract

Marital satisfaction is not an easy thing to accomplish, especially for wife. Ibrahim (2002) explains that the number of wife which perceive marital satisfaction less than husband. Surya (2001) said that to achieve a successful marriage, the individual must have the ability to adjust. The main adjustment in the overall process of marriage is marital adjustment. Marital adjustment will be more complex for wife who lived with in-law. Balinese women who married and not able to build their own house are required to live in extended family which usually consists of mother-in-law and law. Balinese people also knows other type of marriage that called nuclear family which the couples lived in separated house of their family. The purpose of this study is to know the correlation between marital adjustment and marital satisfaction on Balinese women who lived in nuclear and extended family and to know the differentiation of marital adjustment and marital satisfaction on Balinese women who lived in nuclear and extended family. This study used quantitative method. Subject were 116 Balinese women who married. The results showed a positive and significant correlation between marital adjustment and marital satisfaction on Balinese women who lived in nuclear family with correlation 0,353 (r>0,05) and probability 0,007 (p<0,05). The similar result also found on Balinese women who lived in extended family with correlation 0,518 (r>0,05) and probability 0,000 (p<0,05). Marital adjustment and marital satisfaction were not different between Balinese women who lived in nuclear or extended family. Keyword : marital adjustment and marital satisfaction, nuclear family, extended family, Balinese women.
GAMBARAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MELAKUKAN SEKS PRANIKAH Maharani, Ni Luh Putu Devita; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.991 KB)

Abstract

Perilaku seks pranikah dikalangan remaja pada saat ini menunjukkan angka yang tinggi. Pada remaja putri, perilakuseksual pranikah yang dilakukan dapat berakibat negatif salah satunya yaitu rendahnya harga diri. Harga diri adalahpandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Bagaimana seseorang memaknai dirinya dan seberapajauh dia merasa puas terhadap gambaran dirinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaranharga diri pada remaja putri yang melakukan seks pranikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifdengan desain penelitian fenomenologi. Responden dalam penelitian ini yaitu remaja putri yang berjumlah tiga orang.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dua dari tiga responden mengalami dampak yang negatif setelahmelakukan hubungan seks pranikah dan berada pada tahap harga diri rendah. Responden yang ketiga berada padatahap harga diri tinggi karena hubungan seks pranikah tidak mempengaruhi harga diri responden. Kata Kunci: seks pranikah, remaja putri, harga diri.
KONFLIK KERJA-KELUARGA DAN WORK ENGAGEMENT KARYAWATI BALI PADA BANK DI BALI Kesumaningsari, Ni Putu Adelia; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.444 KB)

Abstract

The complexity life roles of Balinese Woman have been a challenge for them who work in formal sector. Balinese Woman is bounded by customs duties as part of the fulfillment of their domestic role in the family. Undergoing role in a balanced work and family often lead to work-family conflict, then giving impact to reduce work engagement among them. Work engagement characterized by vigor, dedication, and absorption during work (Schaufeli, Salanova, Gonzalez-Roma, & Bakker, 2002). Work engagement is really required by the industrial sector workers who need to involves quality of service as the main capital (Indrianti & Hadi, 2012), such as banking sector. Hence, this study aimed to examine the relationship between work-family conflict and work engagement on Balinese Woman employees at banking sector in Bali. This research uses quantitative method. Respondents involved are 121 Balinese Woman employees who have had family, educated at least bachelor degree (S1), and at least have been working for 1 year in their company. Research validity uses content validity and items test empirically through internal consistency procedure. Reliability score for work-family conflict scale shows 0.944 and reliability score for work engagement shows 0.910. Data distribution has shown normal and linear distribution. Results of simple regression analysis shows negative and significant relationship between work-family conflicts with work engagement on Balinese Woman Employee at banking sector in Bali (B= -0.411; p= 0,002). Contribution of work-family conflict variable on work engagement is 8.1% and the remaining 91.9% is influenced by other factors. Keywords: Work-family Conflict, Work Engagement, Balinese Woman Employees at Banking Sector in Bali

Page 4 of 12 | Total Record : 119