cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
WORK-LIFE BALANCE DAN INTENSI TURNOVER PADA PEKERJA WANITA BALI DI DESA ADAT SADING, MANGUPURA, BADUNG Bintang, Stepani Kartika; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.599 KB)

Abstract

A survey was held by US company, Randstad in 2012 showed that women worker reached a work-life balance, refers to man worker who were focus to reached the career goal. Women worker who take multiple role in their life, mostly had imbalance condition as a result. This condition will be trigger of turnover in women worker, even in Balinesse women worker who called Krama Banjar Istri too in their hometown village. The turnover condition can bring susceptible condition for the company from the cost recruitment effectiveness, the other side the employee will get lose out with re-adaptation from the new job of them (Abasi & Hollman, 2008). This research want to explain correlation between work-life balance and turnover intensity to describe how much impact of work-life balance to turnover intensity which done by Balinesse women worker in Sading village. This research involved by 206 subjects filled two scales which are work-life balance scale and turnover intention scale, both of it used simple random sampling method. The analysis used simple regression and descriptive analysis method. The result showed that significant negative correlation between work-life balance with turnover intensity. Effective contribution of work-life balance variable to turnover intention is 6.4%, while 93.6% of influenced by other factors. The factors that interfere work-life balance, thus triggering create imbalance conditions makes the subject decided the problem solving. Furthermore, the recommendation for the women worker shoud be perform time management wisely and involve the other member of the family to do homework. Key word: work-life balance, turnover intention, Balinesse women worker, imbalance, Sading village.
Peran kecerdasan sosial dan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja siswa SMK di Bali Pertiwi, Ni Putu Angelina Nanda Devi; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.694 KB)

Abstract

Kesiapan kerja merupakan keinginan dan kemampuan individu untuk melakukan suatu pekerjaan yang didasari oleh keserasian antara keterampilan dan pengetahuan untuk mendapatkan serta mempertahankan pekerjaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data dari Badan Pusat Statistik (2018) yang menyebutkan angka pengangguran SMK merupakan yang tertinggi yaitu sebesar 8,92%. Angka ini menandakan terdapat ketidaksesuaian kompetensi lulusan siswa SMK padahal lulusan SMK merupakan lulusan yang dirancang untuk siap kerja. Hal ini membuat penelitian terkait kesiapan kerja perlu untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan sosial dan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 463 siswa SMK di Bali yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesiapan kerja, skala kecerdasan sosial, dan skala orientasi masa depan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,605, nilai koefisien determinasi sebesar 0,366 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan sosial sebesar 0,448 dan orientasi masa depan sebesar 0,232. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan sosial dan orientasi masa depan secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kesiapan kerja siswa SMK di Bali. Kata Kunci: kecerdasan sosial, kesiapan kerja, orientasi masa depan, siswa SMK
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Self Monitoring Terhadap Impulsive Buying pada Remaja Madya Putri di Denpasar Ernayanti, Ni Made Desi; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.584 KB)

Abstract

Remaja madya kerap melakukan pembelian secara impulsive pada suatu barang yang dikarenakan barang tersebut terlihat menarik baginya, namun faktanya remaja madya putri membeli barang karena terlalu memantau dirinya (self monitoring) hingga berpengaruh pada perilaku sosial remaja madya, karena mengikuti konformitas teman sebaya dalam prilaku berbelanja dan self monitoring yang berlebih pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan self monitoring terhadap impulsive buying pada remaja madya putri di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 230 siswa perempuan yang masih bersekolah SMA di Denpasar. Penelitian ini diukur menggunakan tiga skala yaitu skala konformitas teman sebaya, skala self monitoring, dan skala impulsive buying. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cluster sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda yang hasilnya menunjukkan R=0,289 dan adjusted R square sebesar 0,083. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel konformitas teman sebaya dan self monitoring memberikan peran terhadap impulsive buying pada remaja putri di Denpasar sebesar 8,3%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan konformitas teman sebaya dan self monitoring secara bersama-sama berperan terhadap impulsive buying. Kata kunci: Konformitas teman sebaya, self monitoring, impulsive buying pada remaja madya putri.
Proses Penyesuaian Diri pada Perempuan Usia Dewasa Madya yang berada pada Fase Sarang Kosong Darmayanthi, Ni Km. Peby; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.039 KB)

Abstract

Fase sarang kosong merupakan suatu peristiwa saat anak mulai meninggalkan rumah untuk menjalankan kehidupan yang lebih mandiri. Dalam fase sarang kosong orangtua biasanya mengalami sindrom sarang kosong, sindrom ini merujuk pada perasaan sedih atau kehilangan yang dialami oleh orangtua. Kondisi ini lebih memungkinkan terjadi pada ibu sebab hampir sebagian besar waktu ibu dihabiskan untuk pengasuhan anak. Penyesuaian diri yang baik dalam menghadapi fase sarang kosong akan membantu individu mengatasi perasaan-perasaan negatif yang muncul sehingga individu akan mampu menghadapi fase sarang kosong dengan lebih positif dan mampu melanjutkan ke tahap perkembangan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses penyesuaian diri pada perempuan usia dewasa madya yang berada pada fase sarang kosong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Responden dalam penelitian ini adalah tiga orang ibu usia dewasa madya yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengambilan data terhadap kedua responden dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi, dengan teknik analisis theoritical coding yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Didapatkan beberapa hasil dari penelitian ini yaitu penyebab sarang kosong, sindrom sarang kosong pada perempuan usia dewasa madya, faktor yang mendukung dalam menghadapi fase sarang kosong, faktor yang menghambat dalam menghadapi fase sarang kosong, tindakan yang dilakukan untuk mencapai penyesuaian diri pada fase sarang kosong serta kondisi setelah mencapai penyesuaian diri pada fase sarang kosong. Kata kunci: Penyesuaian diri, sarang kosong, sindrom sarang kosong
DINAMIKA HARAPAN IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISME PADA FASE DEWASA AWAL Pratiwi, Putu Ika; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.583 KB)

Abstract

Menjadi ibu tunggal yang memiliki anak dengan gangguan autisme dapat menyebabkan cemas dan depresi maternal(Orsmond dkk., 2007). Seiring bertambahnya usia, stresor ibu tunggal juga meningkat. Hal tersebut dapat memengaruhikesejahteraan hidup ibu tunggal dan kualitas pengasuhan. Kondisi patologis yang berlanjut dapat mengarah padapemikiran kematian dan kecenderungan pengabaian pengasuhan (Cox dkk., 2015). Salah satu cara yang dapat dilakukanibu tunggal untuk meminimalisir kondisi patologis adalah dengan mengembangkan harapan (Monsson, 2010). Harapandidefinisikan sebagai kondisi mental yang positif tentang kemampuan untuk mencapai tujuan di masa mendatang (Lopez& Snyder, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika harapan ibu tunggal yang memiliki anak dengangangguan autisme pada fase dewasa awal.Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknikpengambilan sampel adalah sampel bertujuan. Responden merupakan ibu tunggal, memiliki anak dengan gangguanautisme pada fase dewasa awal. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan penghimpunandokumen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan sistem koding, terdiri dari koding terbuka, aksial, dan selektif(Strauss, 2003). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika harapan terdiri dari fase penurunan level harapan,fase membangun harapan, dan proses harapan. Kondisi anteseden dan faktor harapan memengaruhi dinamika harapandalam penelitian ini. Kata kunci: dinamika harapan, ibu tunggal, gangguan autisme pada fase dewasa awal
Peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar Katleyana, Putu Avril; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.92 KB)

Abstract

Motivasi belajar diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri individu yang menimbulkan, menjamin kelangsungan, serta memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan tertentu. Terwujudnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dari SMA Negeri 1 Denpasar dan SMA Dwijendra berjumlah 266 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Belajar, Skala Dukungan Sosial Orangtua, dan Skala Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,540 dan koefisien determinasi sebesar 0,292, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama berperan terhadap motivasi belajar dengan memberikan pengaruh sebesar 29,2%. Dukungan sosial orangtua berperan terhadap motivasi belajar, begitu pula persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru berperan terhadap motivasi belajar. Kata kunci: Dukungan sosial orangtua, motivasi belajar, persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AWAL DI PANTI ASUHAN KOTA DENPASAR Tricahyani, Ida Ayu Ratih; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.815 KB)

Abstract

Early adolescence is a transition from childhood to adulthood. In this period, early adolescence experienced many changes both physically and psychologically. Same with the case of early adolescents who lived in the orphanage, besides the fulfillment of physiological, early adolescents in the orphanage also need a healthy psychological development, one of them is the process of personal adjustment. Personal sdjustment aiming to get harmony between the demands of the self and the environment in which the individual resides. Personal adjustment is a form of behavior that is intended to respond to the needs that exist within the individual. In order to get a good adjustment in early adolescents orphanage, it needs social support. Social support refers to the provision of comfort, care and respect. This study aimed to determine the relationship between social support and personal adjustment to early adolescents orphanage in Denpasar.This research is a quantitative method with simple regression analysis. Subjects in this study are early adolescents orphanages in Denpasar, age range is 12 to 17 years. Sample of this study is 100 persons. The sampling method using simple random sampling. Data is collected through social support scale and the scale of the adjustment of early adolescence in the orphanage. Social support scale reliability is 0.735 and the reliability of scale adjustment in early adolescence in the orphanage is 0.744. The research data shows a normal distribution and linear. The results of this research shows the correlation coefficient is 0.558 with a significance at 0.000 (p <0.05). It means that there is a positive relationship between social support and personal adjustment in early adolescents orphanage. Contribution of social support to the personal adjustment in early adolescents orphanage is 31,2%. Key words : social support, personal adjustment, early adolescents, orphanage
PENERIMAAN DIRI DIFABEL (DIFFERENT ABILITIES PEOPLE): STUDI TENTANG REMAJA TUNANETRA PEROLEHAN Gultom, Son Three Nauli; Budisetyani, I.G.A Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.148 KB)

Abstract

Difabel (Different abilities people) merupakan kata yang digunakan untuk memperhalus istilah penyandang cacat, dan salah satu bagian dari difabel ini ialah penyandang tunanetra. Tunanetra merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi individu dengan indera penglihatan yang tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kehidupan sehari-hari seperti orang awas (Somantri, 2006). Kondisi tunanetra berpengaruh pada aspek kehidupan individu yang salah satunya adalah aspek sosial dan emosional. Sebagian tunanetra pada akhirnya mampu untuk berdamai dan menerima kondisi yang dimiliki dan berusaha untuk mengembangkan diri. Penerimaan terhadap diri ini merupakan sikap individu yang mampu merasa puas terhadap diri sendiri, kualitas, serta bakat sendiri serta adanya pengakuan terhadap keterbatasan diri sendiri (Chaplin, 2011). Havighurst (dalam Hurlock, 2006) juga menyatakan bahwa menerima keadaan fisik dan menggunakan tubuh secara efektif merupakan salah satu tugas dalam perkembangan remaja. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui penerimaan diri remaja difabel dengan fokus tunanetra perolehan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi terhadap dua orang remaja tunanentra perolehan. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap significant other remaja tunanetra untuk memperkuat data yang telah ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerimaan diri remaja tunanetra terjadi melalui tiga fase. Fase tersebut adalah fase awal, fase konflik, dan juga fase menerima. Dinamika yang terjadi berbeda pada setiap individu dan akan dibahas lebih detail sesuai dengan pengalaman hidup remaja tunanentra tersebut hingga mampu menerima kondisi diri. Kata Kunci: penerimaan diri, difabel, tunanetra, perolehan.
Faktor-Faktor Jasa Pelayanan yang Memengaruhi Kepuasan Konsumen di Bank Pembangunan daerah Bali Berata, Dewa Ayu Novitasari; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.939 KB)

Abstract

This research had been done in Bank Pembangunan Daerah Bali which is in the several branches have reduction of consumers saving percentage. In early of 2014, the asset position of BPD Bali was Rp. 14.763.000.000.000,00. But in facts said that the quantity of consumers saving have a significant reduction. It means, there are many consumers of Bank Pembangunan Daerah Bali are not satisfied with the services of the bank. The research goal is to find the empirical data about how much factors of service’s contribution to the consumers satisfaction of Bank Pembangunan Daerah Bali. This research used quantitative research method. The analysis method used discriminant analysis. The subject of the research is the consumers of Bank Pembangunan Daerah Bali, which have been chosen from 3 branches, those are Mangupura branch, Denpasar (Gajah Mada) branch, and Klungkung branch. Criterias of the subject are the consumers which in 20 until 60 years old and had been the consumers of Bank Pembangunan Daerah Bali more than a year. The technique of data collection is giving the questionaire of the consumers satisfaction scale to the consumers who are qualified. The result or the research show that there are three factors of services which has contribution to the satisfaction of Bank Pembangunan Daerah Bali consumers. Those factors are the physical evidence of service, responsiveness of service, and perception factor. The service factors that has the biggest contribution to the consumers satisfaction is physical evidence of service with relative contribution in the mount of 87,6%, it followed by the perception factors with relative contributin as big as 38,6%, and responsiveness of service with relative contribution in the mount of 30.8%. Believed that three aspects could predict the satisfaction level of the consumer together, with the same effective contribution as big as 52,6%. Satisfaction, Banking Services, Saving Clients Of Bank Pemerintah Daerah Bali.
Peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir pada siswa sma di Kota Denpasar Pradnyawati, Ni Kadek Sri Wahyuni; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.994 KB)

Abstract

Keberhasilan yang diraih seseorang dalam kehidupan di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertimbangkan pilihan karir yang sesuai. Hal ini sangat berkaitan dengan kematangan pemilihan karir. Kematangan pemilihan karir dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang sangat berperan yaitu pandangan tentang diri, sedangkan faktor eksternal adalah stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaif. Subjek dalam penelitian ini adalah 98 orang siswa SMA di Kota Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan pemilihan karir, skala konsep diri, dan skala persepsi anak mengenai harapan orangtua. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,549, nilai koefisien determinasi sebesar 0,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konsep diri sebesar 0,271 dan variabel persepsi anak mengenai harapan orangtua sebesar 0,357. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kematangan pemilihan karir pada siswa SMA di Kota Denpasar. Kata kunci: kematangan pemilihan karir, konsep diri, persepsi anak mengenai harapan orangtua, siswa SMA

Page 5 of 12 | Total Record : 119