cover
Contact Name
Fathiah Alatas
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
edusains-fitk@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDUSAINS
ISSN : 19797281     EISSN : 24431281     DOI : 10.15408/es
Core Subject : Education,
EDUSAINS is a journal publishing the Natural Science Education, Biology Education, Physics Education, and Chemistry Education Journal. Edusains is published by Center for Science Education (CSE) which is located in Departement of Natural Science Education, Faculty of Education and Teachers' Training, Islamic State University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2015): Edusains" : 12 Documents clear
ANALISIS ISI BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) BIOLOGI KELAS XI SEMESTER 1 BERDASARKAN LITERASI SAINS Hila Lailatul Q; Eny Supriyati Rosyidatun; Sujiyo Miranto
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.051 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1403

Abstract

Abstract This research aimed to provide information about the scope of science literacy in Buku Sekolah Elektronik (BSE) or electronic school books of biology for grade XI in Tangerang Selatan. The instrument used to analyze the text of courses on biology books, which were taken by multistage sampling technique, was scientific literacy sheet categories adopted from John Wilkinson previously developed by Chiappetta, Fillman, and Sethna. The scientific literacy categories used in this research: science as a body of knowledge; science as a way of investigating; science as thinking; and interaction between science, technology, and society. Agreement of two observers was implemented to ensure the level of reliability of the findings analysis which later determined as coefficient of agreement (Koefisien Kesepakatan/KK). Results showed that the scope of scientific literacy of the analyzed BSE emphasize on the category of science as the body of knowledge (82.7%) and the lowest was the category of interaction between science, technology and society (0.8%). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ruang lingkup literasi sains pada buku sekolah elektronik (BSE) biologi SMA kelas XI yang digunakan oleh siswa-siswa SMAN di Kota Tangerang Selatan. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis teks materi pelajaran pada buku ajar biologi yang diambil berdasarkan teknik multistage sampling adalah lembar kategori literasi sains yang diadopsi dari John Wilkinson yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Chiappetta, Fillman, dan Sethna. Kategori literasi sains yang digunakan pada penelitian ini adalah: sains sebagai batang tubuh pengetahuan; sains sebagai cara untuk menyelidiki; sains sebagai cara berpikir; serta interaksi antara sains, teknologi, dan masyarakat. Untuk menjamin tingkat reliabilitas hasil analisis, dilakukan kesepakatan antara pengamat I dan pengamat II untuk kemudian ditentukan koefisien kesepakatan (KK). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang lingkup literasi sains pada ke dua buku BSE yang dianalisis lebih menekankan kepada kategori sains sebagai batang tubuh pengetahuan dengan rata-rata persentase sebesar 82,7% dan persentase proporsi kategori literasi sains yang paling rendah adalah kategori sains interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat, sebesar 0,8%.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.1403
PENGARUH MODEL INKUIRI ILMIAH TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI KALOR DALAM KEHIDUPAN Muslim, Khairani; Tapilouw, Fransisca Sudargo
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.112 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1508

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep IPA melalui proses penemuan langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model inkuiri ilmiah terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains siswa (KPS). Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan model pretest and postest control group design. Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kota Padang di kelas VII. Proses pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Pembelajaran dikolaborasikan dengan tipe pembelajaran connected yang menggabungkan konsep belajar Fisika, Kimia dan Biologi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai, kuesioner, lembar observasi KPS, dan format wawancara. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji rata perbedaan (sampel independen t-test atau Mann-Whitney) dengan bantuan software SPSS 16 for Windows dan Microsoft Excel 2007. Berdasarkan hasil perbedaan rerata  N  gain siswa pada model pembelajaran inkuiri ilmiah dan inkuiri pada kemampuan KPS siswa  memperoleh hasil  sig uji (dua tailed) 0.386 ≥ (α) 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri ilmiah dan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa.
ANALISIS PERTANYAAN PADA BUKU TEKS KIMIA BERDASARKAN QUESTION CATEGORY SYSTEM FOR SCIENCE(QCSS) Cita Yohana Restu Awaliyah; Tonih Feronika; Salamah Agung
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.809 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanyaan yang dikembangkan pada buku teks kimia SMA negeri di Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis isi dengan desain penelitian kualitatif dan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar analisis klasifikasi pertanyaan berdasarkan Question Category System For Science (QCSS).Terdapat tiga buku yang dianalisis. Hasil penelitian menujukan bahwa pertanyaan yang dikembangkan pada semua sampel didominasi oleh pertanyaan tertutup. Buku teks kimia Asebesar 79,24%, buku teks kimia B 64,10%, buku teks kimia C sebesar 71,17%. Maka dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertanyaan yang dikembangkan pada buku teks kimia di SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan memilki persamaan antara satu dengan yang lainya yaitu sama–sama didominasi oleh pertanyaan tertutup kategori berfikir konvergen. Kata Kunci: analisis pertanyaan, buku teks kimia, Question Category System
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT Rizki Nurhidayah; Dedi Irwandi; Nanda Saridewi
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.309 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1397

Abstract

Abstract This research aims to develop a guided inquiry-based modules in the material of the electrolyte and nonelectrolytes solution. Module development using 4-D models (Define, Design, Develop and Disseminate). In this study, the development of modules is limited at the stage of develop. Data obtained from the development of guided inquiry-based modules and the results of questionnaire responses by student. Validation of the contents of the module is done by two expert lecturers and one chemistry teacher. The trial of the module is conducted by 36 students of X MIA 2 class in SMAN 66 Jakarta. Based on data from the test results of questionnaire responses by students, obtained a percentage of each component. Module characteristics component at 80.12%, The quality element of the module component at 77.24%, inquiry learning component at 75.96%, consistency component at 75.53% and 74.25% of the linguistic component. Overall, the average percentage of modules is at76.62% with good criteria. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Pengembangan modul menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Namun, dalam penelitian ini hanya dibatasi pada tahap Develop saja. Data diperoleh dari proses pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing dan hasil angket respon siswa. Validasi isi modul dilakukan oleh dua orang dosen ahli dan satu orang guru kimia dan uji coba modul dilakukan terhadap 36 siswa kelas X MIA 2 di SMAN 66 Jakarta. Berdasarkan data hasil uji coba dari angket respon siswa diperoleh persentase rata-rata tiap aspek komponen, yaitu komponen karakteristik modul sebesar 80,12%, komponen elemen mutu modul sebesar 77,24%, komponen pembelajaran inkuiri sebesar 75,96%, komponen konsistensi sebesar 75,53% dan komponen kebahasaan sebesar 74,25%. Secara keseluruhan, persentase rata-rata modul sebesar 76,62% dengan kriteria baik.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.1397
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Erin Radien Simbolon; Fransisca Sudargo Tapilouw
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.1 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1533

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis  siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual yang dilakukan di sekolah SMPN 2 Simanindo di Simarmata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian The Matching Pretest-Posttest Control Group. Siswa kelas VII (n = 45) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik cluster random sampling dan penelitian ini terdiri dari 2 kelas.  Teknik pengumpulan data menggunakan dengan 15 butir soal pilihan ganda beralasan. Teknik pengolahan data melalui uji normalitas, uji homogenitas dan N-gain serta uji- t dua pihak dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 22 dan Microsoft excel.  Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan  antara siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual, dengan nilai signifikansi 0.411 > 0.05, yang berarti diterima dan ditolak.  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah  memiliki nilai rata – rata N-gain 0.41, sedangkan siswa yang belajar melalui pembelajaran kontekstual memiliki nilai rata –rata N-gain 0.31. Sehingga berdasarkan data penelitian tersebut, pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual dapat membantu meningkatkan berpikir kritis siswa
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA SOAL UJIAN NASIONAL KIMIA Ani Syahida; Dedi Irwandi
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.009 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1404

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas soal Ujian Nasional (UN) Kimia SMA pada tahun 2011/2012 dan 2012/2013 ditinjau dari proporsi keterampilan berpikir tingkat tinggi yang ditanyakan pada masing-masing ujian. Kategori keterampilan berpikir tingkat tinggi pada penelitian ini didasarkan pada tiga jenjang dimensi proses kognitif teratas pada Taksonomi Bloom Revisi (menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen. Pemilihan sampel sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Sampel sumber data pada penelitian ini adalah dokumen soal UN Kimia SMA tahun ajaran 2011/2012 dan 2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas soal UN Kimia pada tahun ajaran 2011/2012 (92,5%) maupun 2012/2013 (85%) menuntut keterampilan berpikir tingkat rendah siswa. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diujikan pada soal-soal tersebut hanya mewakili jenjang kognitif menganalisis. Sub kategori menganalisis yang dikembangkan pada soal UN Kimia tahun 2011/2012 dan 2012/2013 tersebut hanya meliputi proses kognitif membedakan dan mengorganisasi. Berdasarkan jenjang kognitif yang dikembangkan pada masing-masing ujian, kuantitas pertanyaan yang menuntut jenjang kognitif menganalisis lebih banyak terdapat pada soal yang ditanyakan dalam UN Kimia tahun ajaran 2012/2013 (15%) dibandingkan pada soal yang ditanyakan dalam UN Kimia tahun ajaran 2011/2012 (7,5%). Dengan demikian, ditinjau dari perbandingan kuantitas soal yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada masing-masing ujian, kualitas soal UN Kimia tahun ajaran 2012/2013 lebih baik dibandingkan soal UN Kimia tahun ajaran 2011/2012. Soal-soal yang menuntut tiga jenjang dimensi proses kognitif teratas pada Taksonomi Bloom Revisi sebaiknya lebih ditingkatkan lagi jumlahnya pada ujian-ujian, seperti Ujian Nasional Kimia. Hal itu dikarenakan ketiganya merupakan salah satu indikator untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.   Kata Kunci : Soal Ujian Nasional Kimia, Taksonomi Bloom Revisi, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI Tri Suwarno Handoko Noviyanto; Nengsih Juanengsih; Eny S. Rosyidatun
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.752 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media video animasi sistem pernapasan manusia untuk meningkatkan hasil belajar biologi. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 3 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian two group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan adapun penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa untuk kelas eksperimen dengan menggunakan media video animasi dan 33 siswa untuk kelas kontrol dengan menggunakan media gambar power point. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data kedua kelompok menggunakan uji t, diperoleh hasil thitung 2,68 dan ttabel pada taraf signifikan α = 0,05 sebesar 2,00, maka thitung > ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media video animasi sistem pernapasan manusia dapat meningkatkan hasil belajar biologi. Hal ini dikarenakan, media video animasi dapat memudahkan siswa untuk memahami proses pernapasan yang terjadi di dalam tubuh manusia. Dengan demikian, siswa dapat memahami materi sistem pernapasan secara utuh. 
KAJIAN LITERASI SAINS CALON GURU KIMIA PADA ASPEK KONTEKS APLIKASI DAN PROSES SAINS Evi Sapinatul Bahriah
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.942 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1395

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effectiveness of problem based learning to increase scientific literacy chemistry teacher candidates on aspects of the application context and the process of science. The method used was weak experimental with the One-Group Pretest-Posttest Design. The subject were student of chemistry education department Semester 2 in 2013/2014 FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Research instrument is scientific literacy test in the form of essays. Based on data from the pretest and postest calculated value of N-Gain (%). The trial results demonstrate scientific literacy of students after learning with problem based learning has increased On aspects of the application context (42.49%) and on aspects of the process (50.29%). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan literasi sains calon guru kimia pada aspek konteks aplikasi dan proses sains. Metode penelitian yang digunakan adalah metode weak experimental dengan desain the One-Group PretestPostest Design. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Semester 2 Tahun Ajar 2013/2014 FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Instrumen penelitian berupa lembar tes literasi sains dalam bentuk soal esai. Data yang diperoleh berupa nilai rata-rata N-Gain (%). Hasil uji coba menunjukkan literasi sains calon guru kimia setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) mengalami peningkatan. Pada aspek konteks aplikasi sains terjadi peningkatan sebesar 42,49% (kategori sedang) dan pada aspek proses sains terjadi peningkatan sebesar 50,29% (kategori sedang).Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.1395
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA KONSEP ASAM BASA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING R. Ahmad Zaky El Islami; Nahadi Nahadi; Anna Permanasari
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v7i1.1299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kepercayaan diri siswa.Penelitian ini dilakukan di SMAN 24 Kabupaten Tangerang pada bulan Januari-Juni 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, subyek dalam penelitian ini terdiri dari 77 siswa, dibagi menjadi 2 kelompok: yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design.Instrumen yang digunakan adalah angket kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan kepercayaan diri siswa untuk kelompok eksperimen (rata-rata N-Gain = 0,07) lebih rendah daripada kelompok kontrol (rata-rata N-Gain= 0,15). Setelah dilakukan uji Mann-Whitney (pada taraf signifikansi 95%) diperoleh nilai α sebesar  0,212> 0,05. Maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kepercayaan diri siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa pada konsep asam basa, tetapi tidak signifikan secara statistik.
PENGARUH PENERAPAN KOMBINASI METODE INKUIRI DAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP CAPAIAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Finoli Marta Putri
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v7i1.1394

Abstract

Abstract This research aims to find out of achievement of student understanding concept between applied combination learning of inquiry and reciprocal teaching methods’ class (experimental class) and learning of inquiry method’s class (control class). The research method used quasi experiment with the randomized posttest-only control group design. The sample consists of 39 students in X grade in one of senior high school in Rengat. The finding research is overall achivement of student understanding concept in class experimental was better than control class. However, if we look for details, achivement of understanding concept indicators for translation indicator, we got that control class is better than experimental class, but for interpretation and ekstrapolation indicators, we got that experimental class is better than control class. Overall, there is no different achivement of student understanding concept significantly. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan capaian pemahaman konsep siswa antara kelas yang diterapkan pembelajaran kombinasi metode inkuiri dan reciprocal teaching (kelas eksperimen) dengan kelas yang diterapkan metode Inkuiri (kelas kontrol). Metode penelitiannya adalah kuasi eksperimen dengan the randomized posttest-only control group design dan sampel sebanyak 39 siswa kelas X di salah satu SMAN di Rengat. Hasil penelitiannya yaitu secara keseluruhan capaian pemahaman konsep siswa yang mendapatkan penerapan pembelajaran menggunakan kombinasi metode inkuiri dan reciprocal teaching lebih baik dibandingkan siswa yang mendapatkan penerapan pembelajaran metode inkuiri. Ditinjau dari indikator pemahaman konsep, capaian indikator translasi, siswa yang dikenai penerapan pembelajaran metode inkuiri lebih baik dibandingkan siswa yang dikenai penerapan pembelajaran kombinasi metode inkuiri dan reciprocal teaching, namun capaian indikator interpretasi dan ekstrapolasi siswa yang dikenai penerapan pembelajaran kombinasi metode inkuiri dan reciprocal teaching lebih baik dibandingkan siswa yang dikenai penerapan pembelajaran metode inkuiri. Secara keseluruhan, tidak ada perbedaan yang signifikan pada capaian pemahaman konsep siswa.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.1394

Page 1 of 2 | Total Record : 12