cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
Masyarakat Islam Klasik Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3322.324 KB) | DOI: 10.15408/bat.v2i3.6954

Abstract

Masyarakat Islam sebenarnya telah dimulai dengan kehidupan nabi Muhammad pada abad ketujuh. Umat yang dibangun oleh nabitelah memberikan landasan bagi kerajaaan-kerajaan dan lembaga-lembaga sosial Islam yang muncul dan berkembang kemudian.Bahkan juga telah merupakan model ideal yang dicita-citakan oleh masyarakat Islam secara umum. Pola dasar  umat ketika itu memangtelah ditegakkan dengan kokoh. Seluruh aspek kehidupan secara langsung terkait dengan misi keimanan.
الترجمة معناها وتاريخها Raswan, Raswan
Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.409 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i2.3724

Abstract

AbstrakTerjemahan adalah fakta kebutuhan kemanusiaan, karena manusia berbicara dalam bahasa yang berbeda antar masyarakat dan Negara yang berbeda. Tenerjemah juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan interaksi antara masyarakat dari berbagai negara dalam bahasa. Demikian juga bahwa manusia diberikan naluri cinta il   mu pengetahun, senang mengkritik dan mencintai ilmu yang berkembang di berbagai penjuru dunia dan untuk menguasaiilmu tersebut maka manusia mau tidak mau harus menguasai bahasa yang digunakan oleh bangsa yang ilmu tersebut berkembang di bangsa tersebut. Terjemah juga merupakan factor utama penentu kemajuan sebuah bangsa dan mayoritas Negara maju di di dunia adalah Negara yang memperhatikan gerakan terjemah di negaranya. Dan terjemah menurut sejarah diawali dengan gerakan terjemah ke dalam bahasa Yunan, gerkan terjemah ke dalam bahasa Suryani, gerakan terjemah ke dalam bahasa Arab di masa khulafau ar-rasyidin (Muawiyyah dan Abbasyiyyah), gerakan terjemah ke dalam bahasa latin, gerakan terjemah ke dalam bahasa Eropa modern, gerakan terjemah modern ke dalam bahasa Arab dan bahasa-bahasa lain di dunia dari bahasa Inggris sebagai bahasa yang penuturnya sedang mengalami kemajun. ---AbstractTranslation is the fact humanitarian needs, because people speaking in different languages between communities and different countries. Translations also done to meet the needs of interaction between people from different countries in the language. Similarly, given that the human instinct is love the knowledge, pleasure and love to criticize science developed in various parts of the world and to the human master science inevitably have to master the language used by the nation's science progresses in the nation. Translations are also a major factor determining the progress of a nation and the majority of developed countries in the world is the State that the movement of translation in the country. And translation in history begins with the movement of translation into the language of Yunan, movement translations into Syriac, translation movement into Arabic in the khulafau ar-Rashidun (Muawiyyah and Abbasyiyyah), move into a Latin translation, translation into the language movement modern Europe, modern translation movement into Arabic and other languages in the world of English as the language of the speakers was having to progress.
Spektrum: Kebesaran Gayo dalam Pentas Seajarah Madjid, M. Dien
Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1828.756 KB) | DOI: 10.15408/bat.v16i2.4280

Abstract

Gayo people's role in national history during Dutch colonization is very significant. The exposure of their role will surely uplift the sense of natio­nalism and patriotism of Gayo people toward Indo­nesia. Since every region has its own history, it is suggested that: 1) there is a research of the history of Gayo/Linge which later become the regency of Aceh Tengah; 2) the local government should seek to enhance the prestige and dignity of Takengon in the eyes of nation in form of proposing Gayo's pioneer of independence hero; 3) the local people and go­vernment should seek, nurture, and maintain the heritages of Gayo ranging from the mythical /legendary to the archaeological objects that were collected in the form of sites and museums.
Negeri Utama Bercorak SPiritual Madinah Fadhilah Ruhaniyah Perspektif Ikhwan Al-SHafa Bahri, Media Zainul
Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1747.211 KB) | DOI: 10.15408/bat.v10i3.4145

Abstract

A group of Moslem intellectual called Ikhwan Al Shafa is interested in philoshopy's problems. Through their great wark (magmum opus). Rasail Ikhwaan al-Shafa wa Khullan al-Wafa they expressed the new concept of country called Madinah Fadilah Ruhaniyah. The county is full of nuance of peace, faimess, spirit and waltare.
Pergeseran Peran Anak sebagai Agen Pengubah Struktur dalam Ekranisasi The Giver nor islafatun
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.567 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5821

Abstract

ABSTRAK Makalah ini bertujuan menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi dalam ekranisasi The Giver terkait dominasi dan resistensinya untuk mengubah struktur masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teori alih wahana, sastra anak, serta kekerasan simbolik.Sebagai temuannya,terdapat perubahan peran anak sebagai agen pengubah struktur dalam ekranisasi The Giver. Jika dalam novel perubahan struktur dipercayakan pada anak-anak, dalam film peranan itu diberikan kepada remaja atau anak muda. Ekranisasi ini memasukkan unsur modernisasi dan modernitas itu sendiri menyisakan hubungan tarik-menarik terhadap praktik dominasi. Pada satu sisi modernitas mereduksi praktik dominasi, tapi di sisi lain justru semakin mendukungnya. Namun, sebagaimana direpresentasikan dalam ekranisasi The Giver, seberapapun kerasnya praktik dominasi beroperasi, selalu ada peluang pihak terdominasi untuk melawan demi menciptakan tatanan baru yang lebih baik. Perlawanan itu efektif ketika dilakukan anak muda ketimbang anak-anak. Tidak hanya oleh remaja laki-laki, tapi perlawanan atas dominasi juga sangat potensial dilakukan oleh remaja perempuan.     Abstract The objectives of this research is to analyze the changes or differences which happens in the adaptation of The Giver related to domination and the resistance to change a structure of society. This reseach used qualitative approach and applied the theory of adaptaion, children’s literature, and symbolic violence. The adaptation of The Giver changes the subject who become agent of change, from children to teenagers or young people. In addition, it coveys modernization elements. In fact, modernizations gives two impacts to the domination practice. In one side it is able to reduce domination and on the other side it supports the domination practice. However, as represented in The Giver, dominated people always have chance to resist the domination. In addition, the resistance is easier to be done by young people rather than children. It is not only young men who can do resistance, but also young women.DOI : 10.15408/bat.v23i2.5821 
Peranggapan:Kajian dalam Pengajaran Pragmatik Ahmad Syaekhuddin
Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v9i1.6891

Abstract

Pragmatik, sebagaimana yang diperbincangkan di Indonesia dewasa ini, paling tidak dapat dibedakan atas dua hal 1) pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan atau 2) pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tidakan mengajar. Soal 1) Itu masih dapat dibedakan lagi atas dua hal a) Pragmatik sebagai bidang kajian linguistik, dan b) pragmatik sebagai salah satu segi di dalam bahasa, "pragmatik" pengertian (b) ini lazim pula disebut "fungsi komunikatif'. Latar belakang pendekatan pragmatik berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pengajaran bahasa Inggris berlangsung sejak kira-kira tahun 1960-an. Asumsi dari Situasional Language Teaching merupakan metode paling utama dalam pengajaran bahasa tujuan (BT), khususnya bahasa Inggris pada waktuitu mulai dipersoalkan kebenarannya, hal ini disebabkan oleh kecaman terhadap dikotomi competence dan performance dalam sistemnyaChomsky. Istilah pragmatik menurut Nababan lebih dekat kepada performance daripada competence.
Library Service Quality Dalam Mewujudkan Excellent Service Untuk Kepuasan Pengguna (Perpustakaan Uin Imam Bonjol Padang: Concept For The Future) Dian Hasfera
Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.029 KB) | DOI: 10.15408/bat.v24i2.8780

Abstract

The library institution should be demonstrate the availability and accessibility of adequate learning resources for users. Library should be develop its internal organizational system (management), as well as conducting various surveys and evaluations that are oriented user satisfaction to see whether or not the library service. As one of the academic libraries, UIN Imam Bonjol Padang library needs to design how to realize excellent service for user satisfaction through LibQUAL dimension and elements of excellent service so that the services provided are oriented to user satisfaction and can be utilized optimally by the user At UIN Library Imam Bonjol Padang.---Lembaga perpustakaan saat ini harus menunjukkan ketersediaan dan aksesibilitas sumber belajar yang memadai bagi pengguna perpustakan. Perpustakaan harus mengembangkan system organisasi internalnya (manajemen), serta melakukan berbagai survey dan evaluasi yang berorientasi pada kepuasan pengguna perpustakaan untuk melihat berhasil atau tidaknya layanan yang diberikan. Sebagai salah satu perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang perlu merancang bagaimana mewujudkan excellent service untuk kepuasan pengguna perpustakaan (pemustaka) melalui dimensi LibQUAL dan elemen dari excellent service, sehingga layanan yang diberikan berorientasi pada kepuasan pengguna perpustakaan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang.
Arabic as A Language Between Qur'anic (sacred) and Historical Designation Salleh, Kamarudin
Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.949 KB) | DOI: 10.15408/bat.v15i1.4313

Abstract

In this short essay, basically break down the discussion into three main parts. In the introductory part. glance briefly on the origins of arabiyah and the founding of lslamic religion as a focal point in shaping and solving the Arabic language. The second part, the elaboration revolves on historical change and renewal in Arabic during the early islamic Era (Arabic Poetry)and Middle Age in a wide sense includes the development of knowledge and attitude of scholars at that time. And the last section. wholly discovering the Modern problems of changing and renewal in Arabic. I choose two contemporary scholars in Middle East commenting on this issue.
Mengapa Konservasi Arkeologi? Sulistiono, Budi
Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.011 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i2.4217

Abstract

A great nastion are people which appreciate the culture values that are inherrited to them. The treasures of the culture result have to be saved, kept, and preserved to avoid its extintion. Therefore, it is very important to make conversation for the archaeological treasures
Mencermati Festiva Rakyat Era Kekusaan Abbasyiah Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v9i9.6915

Abstract

Iftitah , Upaya berbagai uapacara maupun perayaan (Festival) yang di selenggarakan masyarakat pada masa pemerintahan Abbasiyyah terutama anatara tahu 786 dan 902 . menjadi penting anatara lain untuk memperoleh gambaran tentang satu sisi dari hazanah sosial dan budaya masyarakat pada masa keemasan peradaban umat islam tersebut. Sudah bang tentu,gambaran berbagai perayaan inijuga sekaligus melukiskan dinamika tersebut nampak ada yang bersumber dari agama dan diselenggarakan secara sendiri-sendiri oleh penganut masing-masing agama yang ada (Islam,Kristen dan Yahudi). Akan tetapi, tidak sedikit juga di jumpai bahwa upacara atau perayaan-perayaan tersebut dilakukan secara bersama-sama tanpa memperdulikan perbedaan kepercayaan agama yang dianut . Bahkan , dijumpai juga beberapa perayaan tersebut sangat bersifat lokal dan tidak dianggap penting bagi kalangan masyarakat pada masa Abbasyiah, dan oeh sebab itutulisan ini lebih bercorak Informative.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue