cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
Aksara Jawi dalam Naskah Sarana Walio Inayatusshalihah Inayatusshalihah
Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v23i1.4794

Abstract

Abstract Buton was a maritim sultanate in Southeast Sulawesi. It had a strategic location because it was a centre of transit and trade in Nusantara and Asia. This situation caused cultural contact and arose new Butonese culture. A kind of cultural product is literate tradition using such as Jawi script (Arabic-Malay) that appeared from interaction of local culture, the Butonese, with islam. In history of Buton many kitab was writen in Jawi script including Kitab Sarana Walio. Taking descriptive-qualitative method, the writer analyze Jawi script that was used in Sarana Walio text. This analyze was related with cultural context that underlied the appearance of this script. This research has found the system of writing with Jawi script in this manuscript. Based on ortographic system, Jawi script in Sarana Walio is not different from ortography of Arabic-Malay system in Nusantara. Graphem consist of consonant and vocal which is symbolized by huruf saksi, not punctuation. Meanwhile, there’s inconsistence in the case of word writing in manuscript. ---Abstrak Buton merupakan kesultanan maritim di Sulawesi Tenggara yang memiliki letak strategis karena menjadi pusat persinggahan dan perdagangan Nusantara dan Asia. Hal ini tentu saja menyebabkan terjadinya kontak budaya yang memunculkan bentuk-bentuk kebudayaan baru di masyarakat Buton. Salah satunya adalah tradisi tulis aksara Jawi (Arab-Melayu) yang lahir dari interaksi budaya lokal masyarakat Buton dengan Islam. Banyak kitab dalam sejarah Buton yang ditulis dalam aksara Jawi, di antaranya Kitab Sarana Walio. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penulis mengkaji aksara Jawi dalam teks Sarana Walio, dihubungkan dengan konteks budaya yang melatari munculnya aksara tersebut. Penelitian telah menemukan adanya sistem penulisan aksara Jawi dalam naskah tersebut. Ditinjau dari ortografinya, aksara Jawi dalam Sarana Walio tidak berbeda dengan sistem ejaan Arab-Melayu pada umumnya di Nusantara. Grafem terdiri atas grafem konsonan dan grafem vokal yang dilambangkan dengan huruf saksi, tidak dengan tanda baca. Selain itu, ada inkonsistensi penyalin naskah dalam penulisan beberapa kata.DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.4794
Dinamika Gerakan Sarekat Islam (SI) Cirebon dalam Kongres Al- Islam I 1922 Imas Emalia
Buletin Al-Turas Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.429 KB) | DOI: 10.15408/bat.v14i1.4256

Abstract

The study of islamic movement in Indonesia during the Dutch colonization left some problematic issues for the development of the after-independent islamic educational system inIndonesia. The first Al-Islam congress in Cirebon, which was held by Sarekat Islam (SI), was intended to underline several problems faced by the Indonesian Muslims at that time, to flourish Indonesian unity, and to recommend the Colonial government to abolish the Teachers' Act in 1905.On the contrary, since 1932 the Ducth Co lonial government issued Act on unauthorized schools (De Wilde Scholen Ordonantie) that legalize the government to eliminate schools run by Nationalist or Muslim Movements which were considered anti- government policy and unwilling to corporate withthe government.
The Transcription of the-ic, ical, and ics es in the Indonesian Language Ahmad Arifin Toy
Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.661 KB) | DOI: 10.15408/bat.v9i2.4110

Abstract

When the Dutch language was used nation- wide in this country several decades ago, the Indonesian language had much been influenced by it. A lot of Dutch words were absorbed unto the Indonesian language. One of the influences which still exists up to the present time is about the transcription of the Dutch words having the isch sufaxes transcribed into is in the Indone- sian language. Some other words have been transcribed in the same way such as: logisch into logis, egoistich egonstis, democratisch into demokratis, praktisch into praktis, historisch into historis, medisch into medis, etc.
Model Diplomasi Kuno di Nusantara: Kasus Kesultanan Aceh dan Johor Abad XVI – XVII Johan Wahyudi
Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.849 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i1.4800

Abstract

AbstractNusantara is the land with various old tales. There is remaining some historical facts that is still urgent to discuss. One of past theme that is interesting is the relation of kingdoms and lands. Aceh Darussalam is one of the greatest kingdom in Sumatra and the strait of Malaka. Their existence had regarded as the guard, but for the other groups see it as threat. In some cases, that outlook can be changing, depending on the regional political context. The Kingdom of Johor becomes a one of political entity that is actively associated with Aceh. They need a strong colleague, in order to continue their development into estabilished kingdom. Their dark past, that is the fall of Malaka because Portuguese attack in 1511, is used for building a billateral cooperation with Aceh. Instead, the two kingdoms involved family relations. As we khow, marriage is the one of ancient diplomatic model in Middle Ages. During the wheel of time, the diplomatic boundery between Aceh and Johor is not always on the line. At the one day, Johor had known that Aceh had another goal behind his intentions. Aceh had planned that Johor is part of Aceh’s subordinate area. Therefore, Johor had decided Portuguese as his friend. This decision contraries to the vision of Aceh. Aceh had thougt that Portuguese is his rival. Aceh had showed his anger with several attacks to Johor. This Paper will explain the model of ancient diplomacies, in case of the relation of Aceh and Johor. Some kind of that such as the diplomacy in politic and intellectual sphere. ---AbstrakNusantara merupakan ranah yang kaya akan kisah masa lalu. Di dalamnya terendap beragam peristiwa yang masih aktual dibicarakan. Satu tema yang menarik adalah mengenai hubungan kenegerian antarkerajaan. Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan besar di Sumatera dan perairan Malaka. Keberadaannya dianggap pengayom, namun bagi kelompok lain, ia diangap sebagai ancaman. Pada titik tertentu, pandangan ini bisa saja berubah-ubah, tergantung pada kondisi politik regional. Kesultanan Johor menjadi salah satu kesultanan yang aktif berhubungan dengan Aceh Darussalam. Johor membutuhkan rekanan yang tangguh, agar bisa terus berkembang menjadi kerajaan yang mapan. Masa lalu yang kelam, yakni dikuasainya Malaka oleh Portugis pada 1511, membulatkan tekad Johor untuk beriringan dengan Aceh dalam kerjasama bilateral. Malah, kedua kerajaan terikat oleh hubungan kekerabatan. Hal ini karena beberapa pangeran dan putri Johor menikah dengan pangeran dan putri dari Aceh. Seperti diketahui, pernikahan merupakan bentuk diplomasi kuno di Abad Pertengahan. Dalam perjalanannya, diplomasi yang dijalin Aceh dan Johor tidaklah berjalan mulus. Pada satu keadaan, Johor menyadari bahwa Aceh mempunyai motif lain, yakni ingin menjadikan Johor bagian dari daerah pengaruhnya. Oleh sebab itu, Johor memutuskan menjalin hubungan dengan Portugis, agar bisa lepas dari bayang-bayang Aceh. Aceh yang memang menjadikan Portugis sebagai rivalnya, marah dengan kebijakan Johor. Sejak itu di beberapa fase hubungan Aceh dan Johor terlibat peperangan. Tulisan ini akan mengangkat model dua diplomasi kuno seperti yang tersaji dalam kasus kerajaan Aceh dan Johor. Beberapa yang bisa disebutkan adalah diplomasi politik dan intelektual.  DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.4800
Kontroversi seputar Homonim dalam Bahasa Arab Fathurrahman Rauf
Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v7i12.6909

Abstract

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Semit yang sangat kaya dengan kosa kata. Kekayaan Bahasa Arab di bidangkosa kata lebih diakibatkan oleh adanya kabilah-kabilah atau suku-suku bangsa Arab. Setiap kabilah memiliki gaya dan dialek sendiri-sendiri. Keragaman gaya dan dialek bermuara dan menyatu pada bahasa Arab Fusha sebagai bahasa persatuan mereka. Dalam berkomunikasi antar suku, orang-orang Aab memakai bahasa fushi yaitu bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami oleh seluruh kabilah yang ada.
I'jaz Al- Quran al- Lughawi Fathurrahman Rauf
Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1430.88 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i3.4223

Abstract

Al-Qur'an is Allah's verses revealed to the universe and as a miracle of Rasulullah (pbuh) arranged in good and beautifulArabic, in which Arabs and their poets at that time could not equal and make it well even little. The miracle of Qur'an well knownin its language and literature which includes all aspects like in phisical structure (language style) and inner structure (its contentand message)
Masjid pada Masyarakat Adat di Jawa Barat Iwan Hermawan
Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.016 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i2.3841

Abstract

AbstrakKeberadaan Masjid penting bagi umat Islam, fungsinya tidak hanya terbatas sebagai tempat beribadah namun juga berfungsi sosial. Masyarakat Adat di Jawa Barat tidak semuanya menganut kepercayaan leluhur, di antara mereka terdapat kelompok masyarakat adat yang menganut ajaran Islam dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tidak meninggalkan nilai budaya warisan leluhur. Tulisan ini menguraikan keberadaan masjid di perkampungan masyarakat adat, terutama berkenaan dengan fungsi serta perletakannya secara adat. Data pendukung diperoleh melalui kegiatan studi pustaka, survey dan wawancara terbuka yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Keberadaan masjid di tengah masyarakat adat memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu peran keagamaan dan peran adat. Kondisi ini menunjukkan bahwa adat warisan leluhur tidak bertentangan dengan nilai keagamaan yang dianut, bahkan saling mengisi. ---AbstrakFor Muslim, a Mosque not only for routine religion activity but also social function. Besides do religion activity, part of culture society of west java still doing what their heritage did. This article discussing about existence of a mosque among indigenous peoples of west java. The data taken from library research, survey, and open interview, and then analyzing quantitatively. A mosque among indigenous people are very important as religious symbol and indigenous activity. In the reality, those are not contradictive to the application, but it is supporting indeed.
Memperkenalkan Macam-macam Aliran dalam Sastra Fathurrahman Rauf
Buletin Al-Turas Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.574 KB) | DOI: 10.15408/bat.v5i8.4349

Abstract

Dalam bentuk scan
Laksamana Cheng Ho Muslim Cina dan Tokoh Mitologi Muhammad Ikhsan Tanggok
Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v11i1.6785

Abstract

Cheng Ho (Sam Poo Kong) is a sailor (seaman) and Chinese Moslem merchant. In the 14th century he arrived at Semarang, Central Java, Indonesia. In respect to his visit, the people built a temple called Sam Poo Kong. He was supposed to be a god because of his blessing for the people who worshiped in that temple. In this ritual, activity appeared a concept of exchangeresulted from Javanese and Chinese cosmology
Jenis implikatur percakapan antara Pramuniaga Mobil Mitsubishi dengan konsumen di Kota Padang Betari anindya
Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.483 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i1.11117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis implikatur yang terdapat pada percakapan antara pramuniaga mobil Mitsubishi dengan konsumen di Kota Padang. Berdasarkan cara dan prosedur analisis datanya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena menghasilkan data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan. Data dalam penelitian ini adalah tuturan implikatur antara pramuniaga mobil Mitsubishi dengan konsumen di Kota Padang. Data yang dikumpulkan menggunakan metode simak. Metode ini diwujudkan dengan menggunakan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap. Sedangkan teknik lanjutan digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 4 jenis implikatur yang digunakan dalam percakapan antara pramuniaga mobil Mitsubishi dengan konsumen di Kota Padang, yaitu 1) implikatur percakapan umum, 2) implikatur percakapan khusus, 3) implikatur percakapan skala, 4) dan implikatur percakapan konvensional.   

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue