cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
RESPON KERAGAAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN SODIUM AZIDA Novita Indah Kartika Sari; Wahyu Indra Duwi Fanata
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.768 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29199

Abstract

ABSTRAK Cabai besar merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia. Harga cabai besar, sering kali mengalami kenaikan terutama pada saat hari hari besar. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas cabai besar yaitu dengan menghasilkan kultivar baru yang unggul. Hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan kultivar baru yaitu dapat menggunakan perlakuan mutasi. Perlakuan mutasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mutasi kimia dengan menggunakan larutan Sodium Azida (NaN3). Perlakuan mutasi Sodium Azida (NaN3) yang digunakan yaitu dengan konsentrasi 0,75mM dan konsentrasi 1,5mM. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan tanaman cabai besar (Capsicum annuum L) yang mampu berproduksi lebih tinggi dan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi Sodium Azida terhadap keragaan dan produktivitas tanaman cabai besar (Capsicum annuum L). Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tambahan dibidang pertanian khususnya mengenai tanaman cabai besar yang diberi Sodium Azide, serta menjadi tambahan literatur bagi penelitian selanjutnya. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Desa Lojajar Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Bahan yang digunakan meliputi benih cabai varietas Astina, larutan sodium azide (SA). Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 15 kali ulangan hingga terdapat 45 kombinasi perlakuan diantaranya kontrol, perlakuan sodium azide 0,75mM, dan perlakuan sodium azide 1,5mM lalu uji lanjut dengan menggunakan BNJ dengan taraf 5%. Hasil analisis ragam dapat diketahui bahwa sodium azide dengan perlakuan 0mM, 0,75mM, 1,5mM menunjukan bahwa perlakuan sodium azide 1,5mM dapat memberikan hasil terbaik dibandingan dengan perlakuan P0 (kontrol) dan perlakuan P1(Sodium azide 0,75mM) serta memberikan pengaruh positif terhadap jumlah cabang aktif yaitu sebesar 19 cabang, jumlah bunga sebesar 25 bunga, jumlah buah sebesar 20 buah dan berat buah sebesar 155,73 gram per tanaman. Namun perlakuan P0 (kontrol), P1(0,75mM), P2 (1,5mM) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan klorofil. Kata Kunci : Cabai Besar, Mutasi Gen, Sodium Azide(ZA)
pengaruh pemangkasan dan pemupukan NPK terhadap tanaman pare (Momordica charantia L.) Alifatul Laela Mauliddiana; Usmadi Usmadi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.024 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28850

Abstract

Pare Plant is a type of horticultural plant originating from the cucurbitaceae family. Bitter gourd contains antioxidants that help suppress the inflammatory response and lower glucose levels in diabetes. Cultivation of bitter melon by using pruning and the use of NPK fertilizer can increase production yields. Pruning on plants needs to be done in order to increase the number of flowers produced by plants. NPK fertilizer is a macro nutrient needed by plants to be able to grow and metabolic processes in plants can run well. This research was conducted in the Patrang sub-district, Patrang sub-district, Jember district which was carried out from March to June 2021. This research method used a completely randomized design (RAL) with a 4x3 factorial design which was repeated 3 times. The first factor is pruning which consists of 3 levels of treatment P1 (without pruning), P2 (3 branches pruning on segments 1-3 and P3 (6 pruning branches on sections 1-6), and the second factor is the dose of NPK fertilizer which consists of 4 The treatment levels were N1 (0 g/plant), N2 (10g/plant), N3 (20 g/plant) and N4 (30 g/plant). The experimental results showed that there was an interaction effect on NPK fertilization with pruning which gave very significant different results to fruit diameter. The effect of NPK fertilizer application was significantly different on fruit length and fruit volume. In the treatment, the effect of giving NPK fertilizer was not significantly different on the initial appearance of flowers, the number of fruits and significantly different on the number of fruits.
Effects of Salicylic Acid to Control Bacterial Leaf Blight Disease (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) on Three Varieties of Rice Siti Mai Saroh; Rachmi Masnilah
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.57 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15349

Abstract

ABSTRACTBacterial leaf blight is a disease in rice plants caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The use of resistant varieties is an effective, economic and easy way to do it, but it is limited by time and place so that it needs to be induced by the addition of salicylic acid. Salicylic acid is one of the compounds that can activate enzymes that play a role in plant resistance to pathogen infection. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of salicylic acid to rice varieties to induce its resistance to bacterial leaf blight. The research was arranged in a factorial completely randomized design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor used was mekongga rice varieties (V1); Ciherang (V2); and IPB 3S (V3), while the second factor is the concentration of salicylic acid consisting of 0 mM (K0); 7.5 mM (K1); 10 mM (K2); and 12.5 mM (K3) with each treatment repeated 3 times, and in each study unit there were 5 plants. Results showed that the addition of salicylic acid and the use of three varieties of rice can suppress the severity of the disease HDB, its resistance status increases when compared to control and increases the content of the phenol. The best treatment of 10 mM salicylic acid concentrations with Mekongga varieties (K2V2) can suppress the severity of the HDB disease by 18.47% by showing a moderately susceptible endurance status as well as the content of the phenol increased.Keywords : Salicylic Acid, Varieties of Rice, Xanthomonas oryzae pv. oryzae
Pengaruh Pemberian Abu Sekam Padi dan Pemangkasan Tunas Lateral Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum malongena L) Egal Prayudo; Sundahri Sundahri
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.522 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.34648

Abstract

Tanaman terung sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan selama periode pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian abu sekam padi dapat membantu tanaman untuk mengurangi cekaman abiotik, seperti suhu, radiasi, air dan kekeringan. Pemangkasan tunas lateral juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi penggunaan hasil fotosintat agar tidak terbuang sia-sia untuk pertumbuhan tunas yang bersifat parasit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pemberian abu sekam padi dan pemangkasan tunas lateral, mengetahui dosis abu sekam padi yang tepat, dan mengetahui persentase pemangkasan tunas lateral beserta daun yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini dilakukan di Desa Taal Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso pada bulan Februari hingga April tahun 2021. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu: dosis abu sekam padi (S) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: S0: 0 gram/tanaman, S1: 33,6 g/tanaman S2: 44,8 g/tanaman dan S3: 56 g/tanaman. Faktor kedua yaitu pemangkasan yang terdiri dari 3 taraf yaitu: Tanpa pemangkasan, pemangkasan 50% dan pemangkasan 100%. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kombinasi perlakuan abu sekam padi dan pemangkasan memiliki interaksi tidak berbeda nyata pada semua variabel pengamatan, pemberian abu sekam padi pada dosis S3 (56 gram/tanaman) merupakan dosis terbaik, persentase pemangkasan tunas lateral pada pemangkasan 50% (P1) merupakan tingkat pemangkasan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada kondisi cekaman kekeringan karena pada setiap variabel pengamatan memiliki nilai tertinggi. Faktor tunggal pemberian abu sekam padi bermanfaat dalam menekan pertumbuhan akar tanaman dan dapat memadatkan tanah. Penggunaan silika pada tanaman juga dapat meningkatkan masa simpan buah sehingga lebih tahan dalam pengangkutan apabila silika disimpan pada epidermis buah. Pengaruh dari faktor tunggal kedua pemangkasan tunas lateral yaitu dapat membantu tanaman dalam mengurangi penguapan serta mengurangi aliran fotosintat pada cabang-cabang yang tidak produktif. Kata kunci: Terung, Silika, Pemangkasan
The Effect of Maize Weevil Population Density (Sitophilus zeamais M.) on Maize Weight Loss and The Number of Progeni Fauziyah Nurul Laili; Suharto Suharto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.703 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15535

Abstract

The effort of increasing corn production is not only observing the process of the cultivation, but it also needs to observe the handling of post-harvest in order to be able to keep the quality of corn.Post-harvest handling that needs to be considered is when storage. In the storage of corn or other grain can be stored shrinkage of grain weight, this is changed by the presence of fungi, rats and insects. Post-harvest insects that are mostly found in storage are Sitophilus zeamais M. or Maize weevil. The population density of S. zeamais will affect the corn shrinkage, damage, and the number of progeny. This research aims to investigate the effect of S. zeamais population density toward the corn seed damage, shrinkage, the number of progeny, sex ratio, and mortality. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and repeatition for about 3 times. This treatment consists of pest infestations of 3 pairs, 6 pairs, 9 pairs, 12 pairs and 15 pairs.The result shows that the different population density in every treatment impacts the corn seed damage, weight loss, number of progeny, sex ratio, and the mortality. The population S. zeamaisof 15 pairs in the treatment can cause the damage of seeds for about 50,00%, 39,43% of weight loss, and the amount of progeny for about 171,67 and the mortality for about 33,33%. The population S. zeamaisof 3 pairs in the treatment can cause the damage of seeds for about 20,67%, 11,82% of weight loss, and the amount of progeny for about 56,67 and the mortality for about 16,67%. Keywords :Corn, Population Density, Sitophilus zeamais M., Maize weight loss.
Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum f.sp cepae pada tanaman bawang merah dengan air rebusan serai dapur (cymbopogon citratus) Miftahur Rohma; Wiwik Sri Wahyuni
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.485 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28856

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura yang menghasilkan umbi yang menjadi bahan utama dasar makanan. Permasalahan dalam budidaya bawang merah apabila lingkungan iklim yang kurang mendukung dan gangguan penyakit seperti penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. Cepae dapat menurunkan hasil produksi. Gelaja penyakit ditandai dengan daun terlihat pucat, kekuningan, daun tumbuh tidak tegak, meliuk, umbi busuk dan tanaman bawang merah mudah dicabut. Penyakit ini memiliki intensitas serangan sangat tinggi mencapai 80% yang menyebabkan kematian hingga gagal panen. Pengendalian yang dilakukan yaitu dengan air rebusan dari tanaman serai dapur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang efektif air rebusan serai dapur dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium pada tanaman bawang merah secara in-vivo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa konsentrasi 0%, 3%, 5%, 7%, 10% uji yang dilakukan secara in-vivo. Air rebusan serai dapur yang diperoleh bentuk cair, berwarna coklat pekat dengan bau khas seperti lemon. Senyawa yang dimiliki yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan minyak atsiri. Dari hasil uji in-vivo menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi yang berbeda-beda tidak mampu memperlambat masa inkubasi yaitu paling cepat 12 hsi dan paling lama 16 hsi. Pada tingkat keparahan penyakit layu fusarium oxysporum f.sp cepae pada tanaman bawang merah dengan konsentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh secara efektif.
Inventarisasi Keragaman Cadangan Biji Gulma Pada Lahan Kopi Rakyat di Kecamatan Silo Kabupaten Jember Misbahul Hasan Zainudin; Syaifuddin Hasjim
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.02 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28801

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memagang peranan penting di Indonesia. Inventarisasi Keragaman Cadangan Biji Gulma Pada Lahan kopi Rakyat merupakan langkah menentukan keberhasilan pengendalian gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman cadangan biji gulma pada lahan kopi rakyat di kecamatan silo kabupaten jember. Analisis menggunkan analisis data secara kuantitatif dan deskriptif. Variable pengamatan yang diamati meliputi kerapatan biji gulma yang viabel (m2), indeks nilai penting jenis biji gulma yang viabel, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, dan indeks kesamaan Sorensen. Gulma yang berhasil di indentifikasi meliputi: Crotalaria retusa, Mecordonia procumbens, Amarantus spinosus, Cleome rutidospermae, Acalypha indica, Triantema portulacastrum, Cyatula prostrata, Ludwigia prostrata, Borreria alata, Phylantus urinariai, Synendrella nodiflora, Oldenlandia corymbose, Panicum dichotomiflorum. dan Cyperus rotundus. Cadangan biji gulma berdaun lebar memiliki total nilai penting dan tingkat kerapatan tertinggi pada setiap interval kedalaman. Nilai indeks keragaman antara pada kedalaman 0-10 cm, 11-20 cm dan 21-30 cm secara berurutan adalah 1.6334, 1.9671 dan 2.1724. Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman jenis di setiap tingkat kedalaman tergolong kedalam kategori sedang. Indeks kesamaan jenis antara setiap kedalaman sampel bernilai > 61% dan < 91% yang menunjukkan keragaman jenis cadangan biji gulma pada setiap kedalaman memiliki tingkat kesamaan yang tinggi.
Pengaruh Konsentrasi Nutrisi Hidroponik dan Air Kelapa sebagai Hormon Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) Dyta Romadhona Purwasita; Sigit Soeparjono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.439 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35321

Abstract

Tanaman pakcoy merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang banyak diminati oleh masyarakat. Masyarakat Indonesia masih sedikit yang membudidayakan tanaman pakcoy sehingga perlu untuk dikembangkan karena permintaan yang cukup banyak. Upaya yang dapat dilakukan dengan membudidayakan menggunakan teknik hidroponik dengan konsentrasi nutrisi yang tepat dan pemanfaatan hormon alami dari air kelapa untuk meningkatkan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil tanaman pakcoy dengan memberikan nutrisi hidroponik dan air kelapa. Penelitian ini dilakukan di Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan mulai bulan Juni 2022 hingga bulan Juli 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dalam rancangan dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama 4 taraf konsentrasi air kelapa, faktor kedua 4 taraf konsentrasi AB mix , sehingga jumlah keseluruhan tanaman yang digunakan adalah 48 tanaman. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang berbeda nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan DMRT pada taraf 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nutrisi AB mix dan air kelapa berpengaruh sangat nyata pada variabel berat segar tanaman dengan rerata 32,67g, sedangkan faktor tunggal pemberian nutrisi AB mix tidak berpengaruh nyata pada semua variable pengamatan. Pada faktor tunggal perlakuan air kelapa berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman.
STUDI BIOLOGI PREDATOR KEPIK PEMBUNUH Rhinocoris fuscipes F. (Hemiptera : Reduviidae) PADA PEMELIHARAAN DENGAN PAKAN Artemia salina L. FERI FADLI; Hari Purnomo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.079 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.16129

Abstract

Kepik pembunuh Rhinocoris fuscipes Fab. merupakan serangga predator yang mampu membunuh beberapa hama tanaman seperti : Spodoptera litura. A. salina dan C. cephalonica sebagai mangsa pengganti yang digunakan untuk perbanyakan massal predator R. fuscipes. Penggunaan telur A. salina sebagai pakan buatan predator serangga tertentu memiliki alasan karena ekonomis dan sangat mudah diperoleh, selain itu kandungan nutrisi yang dimiliki telur A. salina sangat baik dan sesuai dengan pakan asli sabagai pakan rearing predator. telur C. cephalonica memiliki kadar protein yang cukup tinggi. Tahap percobaan yaitu tahap perkembangbiakan predator R. fuscipes. Pada penelitian ini terdapat 3 perlakuan dengan 30 ulangan sehingga terdapat 30 kotak percobaan. Setiap kotak percobaan terdiri dari 30 predator dengan perlakuan jenis pakan A. salina, Larva A. salina dan C. cephalonica sehingga total predator yang diberi perlakuan 90. Pengamatan ini dilakukan mulai dari fase telur sampai imago. Adapun parameter yang akan diukur pada penelitian ini adalah siklus hidup predator R. fuscipes dan pengamatan morfometri (Scion image). Perlakuan pakan dengan menggunakan telur dan larva A. salina hanya sampai instar ke II, sedangkan perlakuan pakan dengan menggunakan telur C. cephalonica dari 30 larva instar III rata-rata memiliki stadium berkisar 10,70 ± 0,94 hari, rata-rata lebar tubuh berkisar 1,42 ± 0,25 mm dan rata-rata panjang tubuh berkisar 3,70 ± 1,28 mm. Pada pengamatan stadium larva instar ke III perlakuan pakan dengan menggunakan telur C. cephalonica terlihat lebih rendah dibandingkan dengan stadium sebelumnya. Sedangkan pada pengamatan lebar dan panjang tubuh terlihat mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan instar sebelumnya. Pemeliharaan R. fuscipes dengan pakan C. cephalonica lebih baik dan mempunyai potensi kadar protein yang cukup tinggi. Sehingga dapat mempengaruhi stadia R. fuscipes ini lebih lama mulai dari instar 1 sampai dengan instar 3.
RESPON PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) PADA BERBAGAI NILAI EC (Electrical Conductivity) DAN MACAM LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK Ratna Sari Pratiwi; Sigit Soeparjono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.625 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28873

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum L.) merupakan salah satu tanaman sayur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Kebutuhan akan tanaman tomat semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkan hasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya yaitu teknik budidaya hidroponik. Hidroponik merupakan suatu sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya sistem hidroponik seperti pemberian nutrisi dan nilai Electrical Conductivity (EC). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian larutan nutrisi yang berbeda jenis dengan nilai EC yang berbeda pula terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas buah tomat. Percobaan dilakukan di greenhouse. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari 15 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor-faktor yang diberikan yaitu faktor pertama nilai EC (E), terdiri dari 5 taraf : E1 = 1,5 mS cm-1 ; E2 = 2 mS cm-1 ; E3 = 2,5 mS cm-1 ; E4 = 3 mS cm-1 ; E5 = 3,5 mS cm-1 dan faktor kedua jenis nutrisi (M) terdiri dari 3 taraf : M1 = AB Mix tomat; M2 = AB Mix buah; M3 = Growmore. Pengaruh interaksi antara nilai EC dan jenis nutrisi hidroponik memberi pengaruh sangat nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, produksi dan kualitas tomat. Perlakuan kombinasi E5M2 (EC 3,5 mS cm-1 dan AB Mix Tomat) merupakan kombinasi perlakuan terbaik, perlakuan pemberian nilai EC 3,5 mS cm-1 (E5) memberikan pengaruh nyata terhadap parameter diameter buah dan kadar air, penggunaan Nutrisi AB Mix Tomat (M2) memberikan pengaruh nyata terhadap diameter buah. Kata kunci: Tomat, Hidroponik, Nilai EC, Nutrisi.

Page 11 of 22 | Total Record : 215