cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
RESPON KETAHANAN DAN KANDUNGAN SENYAWA FENOL ENAM VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) TERHADAP PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (Sclerotium rolfsii Sacc.) Fitria Dwi Damayanti; Rachmi Masnilah
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 3 No 1 (2020): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

decreased, one of which is caused by stem rot disease. This disease is caused by Sclerotium rolfsii which is an important pathogen in soybean plants. Planting using resistant varieties is an effective, inexpensive, and easily adopted method for farmers. In addition, it can minimize the use of pesticides. This study aims to study the resistance of six soybean varieties to S. rolfsii attacks that cause stem rot disease. The study was conducted at the Situbondo Green House and at the Disease Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Jember in April-November 2019. Soybeans were used as many as 6 varieties, namely Anjasmoro, Devon 1, Dering 1, Grobogan, Dega 1, and Dena 1. The research was carried out using a complete random design sampling (CRD) consisting of 6 treatments and 4 replications. Observational variables studied were incubation period, disease severity, disease incidence, and phenol compound content. Data from the test results were analyzed using variance, if the data obtained were significantly different at the 5% test level, then the analysis was continued using the DMRT-test (Duncan's multiple range test) at the 5% level. The results showed that the use of different varieties influenced the variables of incubation period, disease severity, disease incidence, and phenol content. The fastest incubation period for Anjasmoro (V1) variety is on the 5th day, while the longest incubation period is on Dena 1 (V6) variety on the 8th day. The highest disease severity was found in the Anjasmoro (V1) variety (78.33%) with the category very susceptible to stem rot disease. The lowest disease severity is in Dena 1 (V6) variety (30%) with resistance to stem rot disease. The highest disease incidence was in Anjasmoro (V1) (100%) variety, and the lowest was in Dena 1 (V6) variety (30%). Each soybean plant variety tested had different phenol compounds. An increase in phenol compounds after the plants were inoculated with S.rolfsii. The Dena 1 (V6) variety has the highest phenol compound content compared to the other five varieties. Keywords: Stem Rot, Sclerotium rolfsii, Soybean Varieties
Uji Kompatibilitas Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin dan Insektisida Nabati Ekstrak Daun Mimba Terhadap Larva Spodoptera exigua (Hubner) Santi Prastiwi; Sri Hartatik
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.907 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kompatibilitas antara cendawan entomopatogen Beauveria bassiana (BB) dan insektisida nabati ekstrak daun mimba (EDM) terhadap larva Spodoptera exigua yang ditinjau dari mortalitas dan nilai toksisitas. Penelitian ini terdiri dari pengujian tunggal BB dan EDM, serta pengujian kombinasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan 4 kali ulangan. Mortalitas larva S.exigua diamati hingga mencapai mortalitas ±90%. Data mortalitas larva diolah dengan analisis probit Finney (1971). Hasil Pengujian tunggal menunjukkan mortalitas perlakuan BB 0,2% dan EDM 5% pada 7 HSP adalah 79,17% dan 91,67%, sedangkan pada 8 HSP sebesar 89,58% dan 95,83%. Mortalitas pengujian kombinasi BB dengan EDM (1:10 w/w) 0,66% pada 7 HSP adalah 91,67%, sedangkan pada 8 HSP 97,92%. Nilai LC50 pengujian tunggal BB pada 7 HSP dan 8 HSP adalah 0,08% (0,06%-0,1%) dan 0,06% (0,05%-0,07%). Nilai LC50 pengujian tunggal EDM pada 7 HSP dan 8 HSP adalah 0,70% (0,54%-0,91%) dan 0,58% (0,45%-0,75%). Nilai LC50 perlakuan kombinasi BB dengan EDM pada 7 HSP dan 8 HSP adalah 0,07% (0,06%-0,10%) dan 0,05% (0,03%-0,06%). Nilai LT50 BB, EDM, dan kombinasinya pada konsentrasi tertinggi sampai konsentrasi terendah berturut-turut 5,20-12,50 hari; 4,68-9,41 hari; dan 4,65-8,28 hari. Kombinasi BB dengan EDM memiliki indeks kombinasi <0,5 yang membuktikan bahwa pengombinasian memberikan efek sinergistik atau kompatibel. Kata Kunci: Kompatibilitas, Beauveria bassiana, Ekstrak daun mimba, Spodoptera exigua
PERUBAHAN SENYAWA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) SELAMA FASE TUMBUH TUNAS Arbi Bahtiar Boedi Iman Halanobis; Tri Agus Siswoyo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.697 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.33153

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rempah dan herbal yang dimanfaatkan sebagai minuman atau campuran pada bahan pangan. Jahe memiliki nilai jual yang tinggi karena banyaknya permintaan konsumen baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai bahan baku perusahaan jamu dan makanan. Permasalahan utama pada budidaya jahe adalah sulitnya menjaga ketersediaan rimpang benih bermutu dalam jumlah cukup pada waktu yang diperlukan. Permasalah tersebut disebabkan oleh rendahnya mutu bahan tanaman, seperti umur panen dan penyimpanan yang tidak tepat. Jahe mengandung senyawa antioksidan alami yang secara farmakologis cukup tinggi dan mampu menghambat radikal bebas. Senyawa antioksidan yang terdapat pada jahe yaitu senyawa fenolik yang berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, dan asam-asam organik polifungsional. Senyawa fenolik pada jahe yang berperan sebagai antioksidan terdiri dari gingerol dan shogaol. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penyimpanan pada rimpang jahe berpengaruh dalam kandungan senyawa antioksidan pada rimpang jahe. Begitu pula dengan seiring bertambahnya periode pertumbuhan tunas rimpang jahe maka aktivitas antioksidannya semakin meningkat. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui mengenai pengaruh umur rimpang pada umur tumbuh tunas terhadap perubahan senyawa dan aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh yaitu pada umur rimpang jahe berpengaruh terhadap perubahan senyawa dan aktivitas antioksidan pada rimpang jahe. Umur tunas jahe yang telah melalui proses penyimpanan tidak berpengaruh terhadap perubahan senyawa dan aktivitas antioksidan pada rimpang jahe.
Pendugaan Komponen Generatif Dan Kandungan Protein Pada Lima Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merril) Hana Sari Octavia; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.099 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35341

Abstract

Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan yang berperan penting bagi masyarakat. Permintaan kedelai di masyarakat cukup tinggi dikarenakan kebutuhan kedelai untuk konsumsi terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Komponen generatif pada tanaman kedelai sangat penting bagi tanaman kedelai untuk dapat mengetahui potensi hasil dari tanaman kedelai, sedangkan kandungan protein pada biji kedelai dapat berpengaruh pada mutu biji. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember pada bulan April hingga September. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari lima varietas kedelai dengan 3 ulangan. Varietas kedelai yang digunakan dalam penelitian adalah varietas Unej 1, Unej 2, Wilis, Ringgit dan Malabar. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (Analysis of Varience) dan uji lanjutnya menggunakan uji Duncan Multiple Range Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis data penelitian menggunakan sidik ragam menunjukkan bahwa lima varietas kedelai menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap umur matang polong (hst), jumlah polong isi per tanaman, berat 100 biji (gram), berat biji pertanaman (gram), hasil perhektar (ton/ha). Varietas Unej-2 mempunyai potensi benih unggul jika dibandingkan dengan varietas lainnya dilihat dari komponen generatif dan kandungan protein yang lebih tinggi.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Lokal (Zea Mays L.) Varietas Talango Terhadap Pemberian Selenium (Se) Ahmad Faried Ardiansah; Denna Eriani Munandar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.278 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35129

Abstract

Local maize plants have prospects to be developed in line with the increasing demand and level of community consumption. One of the local varieties of maize, the Talango variety, has the advantages of early maturity of 75 days, long shelf life, high yield of maize and cheap seed prices. The nutritional content of the Talango variety is higher than that of hybrid maize, such as 11.24% protein, 4.96% fat and 75.6% carbohydrates. This study were to determine the best dose of selenium to growth and yield of local maize (Zea mays L.) Talango varieties. This study used Randomized Block Design (RBD) one factor consisting A0 = 0 µm, A1 = 5 µm, A2 = 10 µm, A3 = 15 µm, A4 = 20 µm, A5 = 25 µm, A6 = 30 µm, A7 = 35 µm, A8 = 40 µm, A9 = 45 µm. Each treatment will be repeated 4 times so that there are total 40 experimental units. The research variebles included plant height, root wet weight, shoot wet weight, total wet weight, flowering age, seed weight and 100 seed weight. The data obtained will be analyzed using analysis of variance (ANOVA). The result will be analyzed using Duncan Multiple Range Test (DMRT) level of α 5% to compare the effect between treatments on plant yield. The treatment of selenium (Se) doses at different levels had a positive effect on increasing the observed variables of root fresh weight, shoot fresh weight, total fresh weight, flowering age, seed weight per plant and 100 seed plant weights. The results showed that the Se treatment with doses of 20 μM to 25 μM and 35 μM to 40 μM produced the best seed weight per plant in the range of 59.25 g – 79.84 g which was significantly different from the control and other treatment doses. Keywords: Local maize, Talango varieties, Selenium
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS DAN MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Atik Ayu Wariska; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 3 No 1 (2020): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.835 KB) | DOI: 10.19184/bip.v3i1.34569

Abstract

Beans (Phaseolus vulgaris L.) is a type of nut plant originating from America which is widely used as a vegetable and harvested at a younger age, which can be planted at an altitude of approximately 300 masl to above 1000 masl (Rukmana, 1994). The reduction of agricultural land in the city can be one of the problems in the cultivation of home-scale beans, where it is necessary to act on a cultivation system that can be used on a narrow land but the result of productivities are able to meet daily needs. One of them is by using a substrate hydroponic system which is still rarely used for beans since there is no knowledge of farmers about the suitable media types used in the substrate hydroponic system. Other effort that can be made to meet the needs of beans in urban areas is by using superior varieties. One type of beans that is widely cultivated by farmers is the creeping beans, where it can be harvested with a longer period. The purpose of this research is to find out varieties of creeping beans which are able to grow well on the hydroponic media substrate system. By knowing the type of hydroponic media that is good for several varieties of beans, is expected to increase the growth and yield of beans on a land scale that is less extensive or less productive. The experimental design used in this study was a factorial completely randomized design with 3 replications. The data obtained would be analyzed using analysis of variance (ANOVA). If there is significantly different between treatments, the real difference test will be performed with Duncan’s multiple range of 5%. The results showed a combination of treatments between varieties and substrate hydroponic media in the form of cocopeat, husk charcoal and sawdust can affect the number of crop pods, crop pod weight, stover wet weight and stover dry weight. The treatment of using several bean varieties can affect the length of crop pods and the width of crop pods. The use of hydroponic substrate media type is able to affect the height of bean plants.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS DAN ECENG GONDOK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Hanifa Devi Rosita; Arthur Frans Cesar Regar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1470.521 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29055

Abstract

Limbah kulit nanas adalah limbah yang dihasilkan dari sisa pembuangan produksi buah nanas. Limbah kulit nanas mengandung nitrogen total sebanyak 0,88%. Unsur nitrogen ini nantinya akan membantu merangsang pertumbuhan pada tanaman terutama pada pertumbuhan vegetatif seperti pada daun tanaman. Eceng gondok merupakan salah satu gulma yang hidup dipermukaan air dengan cara mengapung. Populasinya akan meningkat 3% per hari ketika musim hujan tiba. Eceng gondok dapat digunakan sebagai POC karena eceng gondok segar mengandung C organik 21,23%, bahan organik 36,59%, P total 0,0011%, N total 0,28%, dan K total 0,016%. POC kulit nanas kombinasi eceng gondok nantinya akan di aplikasikan pada tanaman kangkung darat. Pembuatan POC kulit nanas kombinasi eceng gondok dibedakan pada perbedaan bahan POC. Perbedaan bahan POC dibedakan menjadi tiga yaitu kulit nanas, eceng gondok, serta kombinasi kulit nanas dan eceng gondok yang kemudian akan di fermentasi selama 30 hari. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah (akar, tajuk dan total), dan berat kering (akar, tajuk dan total). Rancangan percobaan dilakukan dengan RAL dengan satu faktor yaitu perbedaan kombinasi bahan POC dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan. Data hasil pengamatan selanjutnya akan dianalisis menggunakan Analisis Ragam Lanjutan, data hasil pengamatan dilakukan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf kepercayaan 95%. Penelitian POC ini diharapkan berpengaruh nyata terhadap respon pertumbuhan kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dari ketiga jenis pupuk organik cair yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat yaitu pupuk organik cair dengan bahan kulit nanas dan eceng gondok. Kata Kunci : Kangkung Darat, Pupuk Organik Cair, Kulit Nanas, Eceng Gondok
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU VAR. BULULAWANG HASIL MUTASI Oktavin Dwiki Rianditya; Sri Hartatik
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.827 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.29677

Abstract

Data Direktorat Jendral Perkebunan (2020), menunjukkan bahwa rata-rata rendemen tebu di Indonesia sebesar 6,5 persen - 7,5 persen. Apabila tebu di Indonesia memiliki rata-rata rendemen di atas 10 persen, maka impor gula dapat ditekan. Peningkatan rendemen dapat dilakukan dengan menanam tebu yang memiliki rendemen tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan dalam perubahan genetik untuk mendapatkan tanaman hasil mutasi memiliki rendemen berkisar antara 15,57 – 18,58 persen. Perubahan genetik pada tanaman tebu diduga mengakibatkan kebutuhan nutrisi tanaman yang berbeda, khususnya fosfor (P). Unsur hara fosfor menjadi salah faktor penting yang sangat berperan dalam jalur biosintesis sukrosa. Fungsi utama dalam tanaman adalah menyimpan dan mentransfer energi dalam bentuk ADP dan ATP (Liferdi, 2010). Energi diperoleh dari fotosintesis dan metabolisme karbohidrat yang disimpan dalam campuran fosfat untuk digunakan dalam proses pertumbuhan. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai selesai 2020 bertempat di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama genotipe tebu (3 mutan) dan faktor kedua dosis P (5 taraf dengan peningkatan 10%), yakni (P0 = 110 kg P/ha, P1 = 121 kg P/ha, P2 = 132 kg P/ha, P3 = 143 kg P/ha, P4 = 154 kg P/ha), sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tebu mutan M4.3 dapat mendukung untuk mendapatkan rendemen optimum terhadap kandungan sukrosa daun. Pemberian dosis pupuk P2 sebanyak 132 kg P/ha pada tebuM4.2 memberikan hasil paling optimum pada jumlah anakan dan dosis pupuk P2 sebanyak 132 kg P/ha pada tebu M4.3 memberikan hasil paling optimum pada diameter batang tebu
Perbedaan Karakteristik Sebaran Spasial Hujan di Kabupaten Jember Menggunakan Metode Inverse Distance Weighted (IDW) dan Poligon Thiessen Roni Bahtiar; Yagus Wijayanto; Subhan Arif Budiman; Tri Wahyu Saputra
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.326 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.34423

Abstract

Rain is one of the elements that make up the climate. Rainfall in an area can be influenced by many factors. The rainfall data at a point in the rain station only represents the area at that point. Interpolation is done to present the rainfall data so that it can be easily understood. This study was conducted to determine the characteristics of the spatial distribution of rain in Jember Regency using the Thiessen Polygon and Inverse Distance Weigthed (IDW) methods and to determine the best method between the two. The data used in this study are the annual average rainfall data that has been obtained Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember, Dinas PUPR Sumber Daya Air, and PTPN XII. Data processing is carried out using the ArcGIS program, and then a rainfall distribution map is made. The RMSE (Root Mean Square Error) calculation was carried out using the IDW method using 5 power levels, namely 0.5, 1, 2, 3, and 4. The results of calculations using the Thiessen polygon method produce a characteristic distribution of rainfall in which the rainfall decreases with the area moving south towards the coast. The Inverse Distance Weighted (IDW) method shows diversity with the lowest value being 94.71 mm and the highest being 406.92 mm per year. The power value 4 shows the RMSE calculation result of 0.00026 which is the lowest value.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale (Brassica oleracea Var. Achepala) terhadap Konsentrasi Pupuk Cair Diana Cici Sepshintalia; Gatot Subroto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.625 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35298

Abstract

Kale merupakan tanaman sayuran yang mengandung berbagai gizi yang baik dikonsumsi oleh tubuh. Kebutuhan kale yang terus meningkat setiap tahunya namun tidak diimbangi dengan peningkatan produksi akan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat serta kuliner. Upaya untuk meningkatkan hasil produksi kale dapat dilakukan dengan mengembangkan budidaya kale di dataran rendah dan penambahan input berupa pemberian pupuk. Salah satunya adalah Pupuk Cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk cair Kie-Mas Horti dengan pupuk majemuk konvensional (Phonska) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kale. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan, yaitu: Pemberian pupuk Phonska = Kontrol (11,16 gram/tanaman); B = 4 ml Pupuk Cair Kie-Mas Horti/ liter air per tanaman; C = 8 ml Pupuk Cair Kie-Mas Horti /liter air per tanaman; D = 12 ml Pupuk Cair Kie-Mas Horti/liter air per tanaman. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Penelitian ini diharapkan untuk dapat mengetahui dosis yang sesuai untuk pertumbuhan, hasil dan kualitas kale yang optimal. Kata Kunci: Kale, Pupuk Cair Kie-Mas Horti.

Page 9 of 22 | Total Record : 215