cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK TERHADAP POPULASI Bacillus sp. UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN PENYAKIT KARAT DAUN PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Sinta Vira Vidyawati; Rachmi Masnillah
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.74 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.29666

Abstract

Tingkat konsumsi kedelai mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun produksi tergolong fluktuatif sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Faktor yang mempengaruhi produksi kedelai adalah OPT (organisme pengganggu tanaman) salah satunya Phakopsora pachyrhizi. Pengendalian P. pachyrhizi dilakukan menggunakan APH Bacillus sp. Penambahan pupuk organik menjadi media tumbuhnya mikroorganisme dekomposer dapat meningkatkan jumlah koloni bakteri dan induksi ketahanan tanaman. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan pupuk organik terhadap populasi Bacillus sp., penyakit karat dan berat biji kering tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret-September 2021 di Labolatorium Mikrobiologi Pendidikan Biologi Universitas Jember dan Lahan Pertanian di desa Slawu Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 4 pupuk organic pengaplikasian 7,5 ton/ha yaitu K (kontrol), KA (Pupuk vermikompos dosis 0,75kg/m2), KS (Pupuk kompos kotoran sapi dosis 0,75kg/m2) dan KK (pupuk kompos kotoran kambing dosis 0,75kg/m2). Data yang diperoleh dinalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan pupuk organic meningkatkan populasi Bacillus sp. sebesar 4,78x199 (koloni biru), 8,80x109 (koloni merah), kompos kambing menurunkan perkembangan penyakit dengan keparahan 30,44% dan efektifitas 13,74% serta meningkatkan berat biji kering sebesar 9,94 gr/tanaman atau 1,24 ton/ha.
The Effect of POC (Shame Plant Root LOM) and Coconut Water on Growth and Result of Pakcoy Plants (Brassica rapa L.) Dela Kurniasari; Sigit Soeparjono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.151 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15657

Abstract

Mustard pakcoy plant is one of the vegetables which is much in demand by society. For the sake of society's awareness of the importance of a healthy plant, it is necessary to develop healthier mustard pakcoy plants. That effort can be done by taking the advantages of organic materials such as organic fertilizer, a natural hormone, organic pesticides, and so on. This research aimed to find out the productivity improvement of mustard pakcoy plants by applying LOF (shame plant root LOM) and coconut water. This research was conducted in Antirogo Village Sumbersari District Jember Regency starting from May 2019 to July 2019. The method used in this research was a 2-factor-Completely Randomized Design (CRD) factorial in the design with 3-time repetitions. The first factor, 4 concentration levels of shame plant LOM, the second factor, 3 concentration levels of coconut water, so the total number of plants used is 36 plants. Data obtained was analyzed using ANOVA and if there was a significant or highly significant difference of treatment effect, the advanced test was conducted by using Duncan's multiple range test (DMRT) at the level of 95%. Based on the research results, it showed that the application of LOF (shame plant LOM) and coconut water had a highly significant effect on the parameter of fresh weight of the plant with the total weight of 645.15 gr/plant, while the single factor of the application of LOF (shame plant LOM) and coconut water had a significant effect on the parameter of plant height, number of leaves, chlorophyll content. At the single factor of coconut water treatment, it had a significant effect on the N networks.
Pengaruh Pemberian Jamur Mikoriza Arbuskular dan Batuan Fosfat terhadap Infeksi Akar, Kadar P, Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Muhammad Rizaldy Bagus Prasetyo; Bambang Hermiyanto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.78 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.34751

Abstract

Pemberian jamur mikoriza arbuskular dan pengaplikasian batuan fosfat dapat meningkatkan kadar P tanaman, pertumbuhan dan produksi sorgum (sorghum bicolor L. Moench). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jamur mikoriza arbuskular dan batuan fosfat terhadap kadar P tanaman, pertumbuhan dan produksi sorgum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian jamur mukoriza arbuskular (M1) dan tanpa pemberian jamur mikoriza arbuskular (M0), faktor kedua yaitu pengaplikasian batuan fosfat 0 gr (P0), 1 gr (P1), 2 gr (P2), 3 gr (P3) dan 4 gr (P4) per polybag. Variabel yang diamati yaitu presentase infeksi akar dengan menggunakan metode pewarnaan, kadar P menggunakan metode pengabuan basah, tinggi tanaman, lebar daun, berat total biji dan berat 1000 biji. Data dari hasil pengamatan diuji menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan diuji lanjut menggunakan duncan multiple range test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jamur mikoriza arbuskular (M1) dapat meningkatkan presentase infeksi akar sebesar 83%, meningkatkan kandungan kadar P jaringan sebesar 28,5% dan meningkatkan berat 1000 biji sebanyak 6,37%. Pemberian batuan fosfat juga dapat meningkatkan kadar P jaringan sebesar 28% dan berat 1000 biji sebanyak 8,3%. Kombinasi perlakuan pemberian jamur mikoriza arbuskular dan batuan fosfat sebanyak 4 gr/polybag (M1P4) dapat meningkatkan berat total biji sebesar 10,8%. Pemberian jamur mikoriza arbuskular dan batuan fosfat tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan yaitu pada variabel pengamatan tinggi tanaman dan lebar daun pada tanaman sorgum.
The Effect of Chitosan Concentration on Growth Dendrobium sonia’s Orchid Raisah Bani; Parawita Dewanti
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.626 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15649

Abstract

Dendrobium orchid is an ornamental plant that has high economic value. The beauty of orchids is considered unique because it has the shape and characteristics of each so much in demand by the public. Based on market analysis the community's interest was dominated by Dendrobium orchid types . The percentage of Desndrobium orchid enthusiasts reached 34% and is the highest percentage compared to other orchid types . The availability of orchid seedlings in Indonesia is still being disrupted. In vitro techniques become breeding techniques that are often used in orchid propagation. Acclimatization is one of the important things in the in vitro technique . Differences in environmental conditions at the acclimatization stage can cause plantlets to over-transpire and interfere with nutrient absorption. Chitosan as a natural organic material is a simple derivative of chitin that can function as a biofertilizer and bioimmuner.Each unit of experiment was repeated 5 times. The parameters observed were leaf width (cm), leaf length (cm), root length (cm), and number of roots. The data obtained were analyzed using the analysis of varians. The results are shown in the study have demonstrated the effect of administration of chitosan on plant orchid Dendrobium sonia at the acclimatization stage.Treatment with a concentration of 3 ppm has a significant effect in increasing plant growth parameters.
Pengaruh Aplikasi Dosis Pupuk Majemuk dan Mikronutrien Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rappa L.) Dengan Sistem Budidaya Hidroponik Sandhy Putra Asmawan; Sri Hartatik
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.522 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28863

Abstract

Tanaman Sawi sendok atau lebih dikenal sebagai Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Batang dan daunnya yang lebih lebar dari sawi hijau biasa, membuat sawi jenis ini lebih sering digunakan masyarakat dalam berbagai menu masakan. Besarnya pemanfaatan pakcoy menyebabkan kebutuhan akan pakcoy mengalami peningkatan. Namun, penigkatan permintaan pakcoy tidak diimbangi oleh perluasan lahan pertanian. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan luas panen adalah pertumbuhan penduduk yang semakin pesat sehingga banyak terjadi alih fungsi lahan, yang mana lahan pertanian kini beralih fungsi menjadi daerah perumahan dan juga daerah industri. Oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi lebih lanjut dan salah satu metode yang dapat dilakukan adalah melakukan budidaya secara hidroponik. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021 di Kecamatan Turen, Malang. Percobaan menggunakan rancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (553 ppm), P2 (758 ppm), P3 (987 ppm). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk micronutrient terdiri dari 3 taraf yaitu M0 (Tanpa Pemupukan Growmore Solube Mix), M1 (Pemupukan Growmore Solube Mix 50 ppm), M2 (Pemupukan Growmore Solube Mix 100 ppm). Hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95 persen. Berdasarkan hasil penelitian terdapat interaksi antara Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Growmore Solube Micromix terhadap tinggi tanaman dan berat basah tajuk tanaman. Pemberian pupuk NPK dengan konsentrasi 553 ppm memberikan respon terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman meliputi ; tinggi tanaman, berat basah tajuk tanaman dan berat kering oven tajuk tanaman. Perlakuan faktor tunggal pemberian pupuk Growmore Solube Micromix menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat basah tajuk tanaman. Pemberian pupuk NPK dan Pupuk growmore Solube Micromix memberikan respon yang baik pada tinggi tanaman dan berat basah tanaman.
KARAKTERISASI ENZIM α- AMILASE PENGGEREK BATANG KUNING (Scirpophaga Incertulas) PADA TANAMAN PADI DI JEMBER Mohammad Nizar Sahadati Amri; Wahyu Indra Duwi Fanata
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.256 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28811

Abstract

Karakterisasi Enzim α-Amilase Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga Incertulas) Pada Tanaman Padi Di Jember Moh. Nizar Sahadati A. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Jember 68121 muhammadamri59@gmail.com ABSTRAK Padi sebagai tanaman pangan nasional sangat memerlukan perhatian sebagai negara agraris sangatlah penting untuk selalu memikirkan dan melakukan inovasi demi tercapainya swasembada pangan nasional. Sebagai tanaman pangan utama di Indonesia, padi memiliki banyak hama dari jenis serangga salah satunya adalah Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas). Enzim adalah sekelompok protein yang berperan sebagai pengkatalis dalam reaksi-reaksi biologis. Enzim dapat juga didefenisikan sebagai biokatalisator yang dihasilkan oleh jaringan yang berfungsi meningkatkan laju reaksi dalam jaringan itu sendiri. Enzim α-Amilase menghidrolisis ikatan α-1,4 glikosidik amilosa, amilopektin dan glikogen. Enzim ini bersifat sebagai endoamilase, yaitu enzim yang memecah pati secara acak dari tengah atau bagian dalam molekul. Berat molekul α-amilase rata-rata ± 50 KD. Enzim ini mempunyai rantai peptida tunggal pada gugusan proteinnya dan setiap molekul mengandung satu gram atom Ca. Kalsium yang berikatan dengan molekul protein enzim, membuat enzim α-amilase bersifat relatif tahan terhadap suhu, pH, dan senyawa seperti urea. Aktivitas α-amilase dapat diukur berdasarkan penurunan kadar pati yang larut, kadar dekstrin yang terbentuk, dan pengukuran viskositas atau jumlah gula pereduksi yang terbentuk. Adapaun metode penelitian yang akan dilaksanakan terdiri dari beberapa pengujian yaitu : isolasi dan pemurnian α-amilase dari penggerek batang kuning, perhitungan protein terlarut, aktifitas enzim α-amilase, pengaruh suhu terhadap enzim α-amilase, pengaruh konsentrasi substrat terhadap enzim α-amilase. Hasil analisa data akan dianalisis menggunakan analisa statistik deskriptif. Kata Kunci : Padi, Penggerek Batang Padi Kuning, Enzim α-amilase
Pengaruh Pemberian Kalium dan Pembalikan Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Rosyid Rohmadani; Ketut Anom Wijaya
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.573 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35329

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan non biji yang dimanfaatkan umbinya sebagai sumber karbohidrat. Kebutuhan konsumsi ubi jalar setiap tahun mengalami peningkatan namun produksinya menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman ubi jalar denan cara pemupukan dan teknik budidaya yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kombinasi dosis pupuk kalium dan frekuensi pembalikan tanaman yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi ubi jalar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yang terdiri dari dosis pupuk kalium K1= 150 kg/ha, K2= 200 kg/ha, K3=250 kg/ha dan K4=300 kg/ha sedangkan faktor kedua yaitu pembalikan tanaman P0= tanpa pembalikan, P1= pembalikan setiap 15 hari dan P2= pembalikan setiap 30 hari. Setiap perlakuan akan diulang sebanyak 3 kali sehingga jumlah keseluruhan terdapat 36 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil yang diperoleh selanjutnya diuji menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf α 5% untuk membandingkan pengaruh antar perlakuan terhadap variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis pupuk kalium dan pembalikan tanaman memberikan interaksi pada variabel diameter umbi, berat umbi per tanaman, berat umbi layak jual, berat rata-rata umbi dan produktivitas tanaman. Kombinasi perlakuan K3P1 memberikan hasil terbaik pada produktivitas tanaman dan lebih efisien didalam penggunaan pupuk, sedangkan perlakuan K4P2 menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata namun lebih efisien didalam tenaga kerja. Faktor tunggal dosis pupuk kalium 300 kg/ha menghasilkan panjang tanaman dan panjang umbi tertinggi. Faktor tunggal pembalikan tanaman setiap 15 hari (P1) mampu menghambat panjang tanaman, jumlah cabang dan ruas yang muncul akar adventif.
KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) TERHADAP BUSUK BATANG BERLUBANG (Pectobacterium carotovorum) Rosyidatul Fitriani; Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.283 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.16131

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tembakau banyak dibudidayakan khususnya di Kabupaten Jember, tembakau akan diambil dari bagian daunnya, kemudian digunakan sebagai bahan baku rokok, kosmetik, dan obat-obatan. Kendala utama budidaya tanaman tembakau salah satunya adalah serangan penyakit busuk batang berlubang yang disebabkan bakteri P. carotovorum. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit busuk batang berlubang pada tanaman tembakau dengan menggunakan varietas tahan. Rancangan percobaan dilakukan menggunakan (RAL) Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yakni A1 varietas Kasturi Mawar, A2 varietas Kasturi Jepun, A3 varietas Kasturi Lumajang dan A4 varietas H382. Hasil percobaan dianalisis menggunakan sidik ragam dan apabila diperoleh data yang berbeda nyata pada taraf 5% maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan varietas Kasturi Lumajang dan Kasturi Jepun memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan varietas yang lain kemudian perkembangan penyakit dengan nilai keparahan 36,15% dan 49,05% termasuk kriteria rentan sedangkan varietas Kasturi Mawar dan H382 memiliki nilai keparahan 74,25% dan 92,65% sehingga termasuk kriteria sangat rentan. Varietas Kasturi Jepun memiliki sifat yang lebih responsif terhadap adanya infeksi bakteri P. carotovorum sehingga mengalami peningkatan kandungan fenol yang paling tinggi dibandingkan dengan klon lainnya yakni 0,57 mg/ml, sedangkan varietas Kasturi Lumajang, H382 dan Kasturi Mawar adalah 0,374 mg/ml, 0,211 mg/ml dan 0,017 mg/ml. Peningkatan kandungan fenol tersebut diduga adanya respon akibat infeksi P. carotovorum. Pada variabel pertumbuhan tanaman varietas H382 memiliki tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih baik dibandingkan dengan varietas yang lainnya yaitu 28,20 cm dan 16,20. Kata Kunci: Penyakit Busuk Batang Berlubang, Pectobacterium carotovorum, Senyawa Fenol.
PENGARUH PENAMBAHAN KOTORAN KAMBING DAN EM4 TERHADAP KUALITAS PUPUK KOMPOS LIMBAH JERAMI PADI DAN PEMANFAATANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) Moh. Syaiful Anam; Arthur Frans Cesar Regar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.904 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28977

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang keberadaannya cenderung meningkat setiap tahunnya. Pembuatan kompos berbahan jerami padi merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan kelimpahan jerami padi. Salah satu penentu keberhasilan pengomposan adalah komposisi, dimana komposisi yang dapat ditambahkan adalah kotoran kambing, serta EM4 yang dapat dijadikan aktivator dalam pengomposan. Tanaman bayam merupakan tanaman sayur yang permintaannya terus meningkat namun produksinya menurun pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kotoran kambing dan EM4 pada pengomposan terhadap kualitas kompos limbah jerami padi dan pertumbuhan tanaman bayam. Penelitian ini menggunakan RAL Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, 3 taraf, dan 4 ulangan. Faktor penambahan kotoran kambing dengan taraf 0%, 20%, dan 40% dari berat jerami padi. Faktor konsentrasi EM4 terdiri dari taraf 0%, 0,1%, dan 0,2%. Variabel pengamatan yaitu nilai pH, kadar N-total, kadar P-total, kadar K-total, C-organik, C/N rasio, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, dan panjang akar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi penambahan kotoran kambing dan EM4 berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel kecuali tinggi tanaman. Interaksi penambahan kotoran kambing 40% dan konsentrasi EM4 0,1% mampu meningkatkan kadar N-total sampai 2,75%, P-total sampai 3,19%, dan K-total sampai 1,96%. Interaksi penambahan kotoran kambing 40% dan konsentrasi EM4 0,2% mampu menurunkan kadar C-organik sampai 17,32% dan nilai C/N rasio sampai 7,41. Interaksi penambahan kotoran kambing 20% dan konsentrasi EM4 0,1% mampu meningkatkan jumlah daun 21,25 helai dan berat segar sampai 22,98 gram. Interaksi penambahan kotoran kambing 20% dan konsentrasi EM4 0% mampu meningkatkan panjang akar sampai 19,10 cm.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Berbagai Kondisi Cekaman Kekeringan Pasya Salsadilla; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.688 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.29356

Abstract

Drought has a direct impact on the agricultural sector. Dry land is one type of marginal land, because drought causes various negative impacts on plants. The long drought causes the water requirement for plants to stagnate so that the plants experience stress or experience drought stress conditions. Drought stress is an environmental condition where plants do not receive sufficient water intake, so that plants cannot carry out the process of growth and development optimally and production decreases. One way that can be done on the problem of drought is to identify several plant varieties to see the response and ability of plants to survive under stress conditions. The purpose of this study was to determine the effect of drought conditions, to determine the effect of upland rice varieties and the interactions that occur between upland rice varieties and various drought stress conditions on growth and yield. The research method used was a Factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor is 100% field capacity, 80% field capacity, 60% field capacity and 40% field capacity, while the second factor is Inpago 8 variety, Inpago 9 variety and Situ bagendit variety. The results of the research conducted showed that the level of drought stress had an effect on the growth and yield of upland rice plants. The higher the drought conditions experienced by plants, the growth and yields on plants are much lower and yields are less. This is because the availability of water for plants is not sufficient. The higher the drought conditions experienced by the plant, the longer the root length of the plant. This is because plants that experience drought stress in the vegetative phase will inhibit crown growth and increase root growth.