cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
Survei Pengaruh beberapa Ketinggian Lahan Pertanaman Kopi Arabika terhadap Distribusi dan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi PBKo (Hypothenemus Hampei Ferr.) di Kabupaten Bondowoso Ferril Muhammad Nur; Irma Wardati; Abdurrahaman Salim; Rahmawati; Anggita Rizky Fadilah; Dewi Fatmawaty Sabiku; Dewi Puspa Arisandi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53727

Abstract

Tanaman kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tanaman perkebunan yang hidup pada dataran tinggi. Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) yang selanjutnya disebut PBKo merupakan hama utama pada tanaman kopi, yang dapat menurunkan produktifitas tanaman kopi sebesar 30-60%. Perkembangan populasi PBKo di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ketinggian lahan, suhu dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiga ketinggian tempat berbeda terhadap populasi dan intensitas serangan hama PBKo. Tiga ketinggian yang digunakan dalam penelitian ini adalah A = 800-850 mdpl (Desa Sukorejo), B = 1000-1050 mdpl (Desa Rejoagung) dan C = 1250-1300 mdpl (Desa Sempol) Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan dengan metode survei (non probability), sehingga dalam pengambilan sampel tidak dilakukan pengacakan dan bersifat subjektif karena faktor yang ingin diteliti merupakan faktor tunggal berupa ketinggian tempat. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu survei distribusi dan pegamatan unit sampel dilakukan menggunakan metode mutlak (dilihat dari intensitas kerusakan) dengan mengamati lima pohon sampel tanaman kopi seluas 1 Ha. Survei populasi dilakukan menggunakan metode nisbi (perangkap atraktan), survei dilakukan menggunakan satu perangkap untuk luas lahan 1 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi PBKo pada ketinggian 800-850 mdpl sebesar 67,84 (mengelompok) dan populasi rata-rata sebesar 94,8 individu. Ketinggian 1000-1050 mdpl memiliki hasil distribusi 0,5 (seragam) dan populasi sebesar 13,1 individu. Ketinggian 1250-1300 mdpl memiliki hasil terendah dengan distribusi sebesar 0,75 (seragam) dan populasi sebesar 1,6 individu. Rendahnya distribusi dan populasi PBKo di ketinggian 1250-1300 mdpl dipengaruhi oleh suhu yang rendah dan kelembapan udara yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kopi arabika yang ditanam pada ketinggian diatas 1000 mdpl memiliki distribusi PBKo seragam dan populasi PBKo rendah, sehingga disarankan untuk menanam kopi arabika pada ketinggian lahan diatas 1000 mdpl.
Evaluasi Parameter Fisiologis Tanaman Tembakau terhadap Aplikasi Pupuk ZA dan Biochar Santi Rosniawaty; Furqan Mubarak Djula; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti; Rija Sudirja
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53731

Abstract

Tembakau merupakan salah satu tanaman yang diusahakan oleh petani di Jawa Barat.  Kondisi  tanaman tembakau tergantung dari nutrisi yang diberikan selama pertumbuhannya dan proses fisiologis yang menyertainya.  Nutrisi tanaman tembakau salah satunya berasal dari pupuk ZA.  Pupuk ZA terkadang sulit ditemui dipasaran, oleh karena itu penambahan bahan organik seperti biochar diharapkan dapat mengurangi kebutuhan akan pupuk ZA. Penggunaan biochar untuk mengurangi kebutuhan pupuk ZA akan mempengaruhi kondisi fisiologis saat tanaman tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana respons fisiologi dan biomassa tembakau terhadap aplikasi pupuk ZA dan biochar. Percobaan dilakukan pada bulan April 2024 sampai dengan Juli 2024 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Unpad.   Percobaan ini menggunakan metode eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah 6 perlakuan, 4 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman. Adapun perlakuan yang diaplikasikan adalah kombinasi beberapa dosis pupuk ZA dan biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 12 g pupuk ZA/tanaman + 375 g Biochar Tempurung Kelapa/tanaman secara konsisten menghasilkan respons fisiologis (indeks klorofil, kadar N daun dan biomassa) tembakau terbaik. Terdapat tendensi  perlakuan 12 g pupuk ZA/tanaman + 563 g Biochar Tempurung Kelapa terhadap peningkatan serapan S daun tembakau.
Subtitusi Pupuk Hayati Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L, Saccharata) Varietas Secada F1 Triono Bambang Irawan; Nisa Budi Arifiana; Rahmawati; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Satria Indra Kusuma; Emma Trinurani Sofyan; Yuliati Mahfud; Oviyanti Mulyani
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53732

Abstract

Pupuk merupakan bahan mengandung unsur hara yang diberikan ke media tanam untuk memenuhi kebutuhan hara untuk tanaman. Pupuk hayati cair merek "Basiscrop" merupakan salah satu produk pupuk hayati cair yang diproduksi oleh CV. Basiscrop Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui substitusi pupuk hayati cair "Basiscrop" dengan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. Saccharata) varietas Secada F1. Pengujian dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2025 di Lahan Percobaan Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas delapan perlakuan, yaitu satu kontrol (tanpa pupuk), satu perlakuan pupuk rekomendasi, satu perlakuan dengan 3/4 dosis pupuk rekomendasi, dan enam kombinasi dosis pupuk hayati cair "Basiscrop" dengan pupuk anorganik. Seluruh perlakuan diberikan ulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pada 8 perlakuan memberikan hasil pertumbuhan dan komponen hasil terbaik pada perlakuan 1 dosis N (350 kg/ha), 1 dosis P (100 kg/ha), 1 dosis K (50 kg/ha), dan 1 dosis pupuk hayati cair "Basiscrop" (30 kg/ha).  
Pengaruh Biochar Kulit Kopi dan Abu Vulkanis terhadap Ketersediaan Fosfor dan Nitrogen pada Entisol Wiyatri Tapiani; Gusmini; Adrinal
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53733

Abstract

Entisol merupakan tanah muda dengan tingkat kesuburan rendah akibat terbatasnya bahan organik dan unsur hara esensial seperti nitrogen (N) dan fosfor (P). Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh penambahan biochar kulit kopi dan abu vulkanis terhadap beberapa sifat kimia Entisol, khususnya ketersediaan P dan N. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan: tanah tanpa perlakuan (K), tanah + abu vulkanis 5 t ha⁻¹ (A), dan tanah + biochar kulit kopi 5 t ha⁻¹ (B).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu vulkanis meningkatkan pH tanah paling tinggi (hingga 7,4) dan memberikan peningkatan terbesar terhadap P-tersedia sebesar 0,39% (Olsen) dan 143,5% (Mehlich). Sebaliknya, biochar kulit kopi memberikan peningkatan lebih besar pada C-organik (11,63%), N-total (50%), dan KTK (13,60%) dibanding abu vulkanis yang masing-masing hanya naik 2,32% dan 6,36%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa abu vulkanis lebih efektif meningkatkan pH dan P-tersedia, sedangkan biochar kulit kopi lebih unggul dalam memperbaiki C-organik, N-total, dan KTK tanah. Ameliorasi dengan biochar kulit kopi dan abu vulkanis dapat menjadi strategi efektif untuk memperbaiki kualitas dan kesuburan Entisol, meskipun efek kumulatifnya membutuhkan waktu serta tambahan sumber bahan organik lainnya untuk hasil yang lebih optimal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi dampak kumulatif dan jangka panjang dari perlakuan ini pada berbagai kondisi tanah dan iklim.
Evaluasi Variasi Porositas Berdasarkan Berat Isi dan Densitas Partikel pada Sampel Tanah Lahan Uji Purgawa, Khairun; Izzati, Raichan; Chairunnisya, Raden Ayu; Zulwanis; Lainufar, Putri Aulia
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53735

Abstract

Tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan siklus air dan karbon,  beberapa sifat fisiknya adalah berat isi tanah (bulk density, BD), densitas partikel (ρS), dan porositas (f) . Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga parameter tersebut untuk memahami implikasinya terhadap fungsi ekologis tanah dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Analisis terhadap 11 sampel menunjukkan variasi BD antara 1,29–1,79 g cm⁻³, ρS antara 1,67–3,33 g cm⁻³, dan porositas antara 10,64–56,53%. Hasil menunjukkan korelasi negatif antara BD dan porositas, sedangkan hubungan ρS dan porositas cenderung positif. Nilai BD tinggi menunjukkan kondisi tanah padat dan berpori rendah, sementara ρS yang tinggi pada sampel tertentu berkaitan dengan porositas yang lebih baik akibat dominasi mineral kuarsa dan bahan organik. Pola ini menegaskan bahwa pengelolaan lahan intensif dan penggunaan pupuk anorganik berulang tanpa keseimbangan bahan organik dapat meningkatkan pemadatan dan menurunkan kualitas pori. Dengan demikian, pemantauan jangka panjang terhadap sifat fisika tanah menjadi penting dalam mitigasi degradasi dan perencanaan pengelolaan tanah berkelanjutan.