cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH PADAT IKAN LELE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa) Muji yati; Parawita Dewanti
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.936 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15913

Abstract

ABSTRACT Mustard pagoda (Brassica narinosa) is a vegetable that has many benefits and high economic value. Mustard Pagoda has the advantage of high nutritional content, larger mustard size and thick leaves. Consumption of mustard greens per capita from 2012-2016 continues to increase but mustard production has decreased. Production reduction in mustard pagoda plants can be optimized by providing additional nutrient requirements derived from organic matter. Overcoming this problem then cabbage mustard cultivation is carried out by adding organic material from catfish solid waste. Catfish solid waste contains high N, P, and K compared to manure. This solid waste has not been used for crop cultivation especially cabbage mustard. This study aims to determine the effect of giving catfish solid waste to the growth of mustard pagoda plants. This research method uses a Completely Random Plan (RAL) with 1 factor, catfish solid waste with 4 treatments that are repeated 6 times. The treatment used is the composition of catfish solid waste which includes A0 = control (without catfish solid waste); A1 = 90 g / polybag; A2 = 180 g / polybag; and A3 = 270 g / polybag. The results showed that the best dosage of 270 g / plant catfish solid waste that affected of canopy wet weight, canopy dry weight, and root dry weight. Keywords: mustard pagoda, catfish solid waste, organic materials ABSTRAK Sawi pagoda (Brassica narinosa) merupakan tanaman sayuran yang mempunyai banyak manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi. Sawi pagoda mempunyai keunggulan yaitu kandungan gizi yang tinggi, ukuran sawi yang lebih besar dan memiliki daun yang tebal. Konsumsi sawi per kapita dari tahun 2012-2016 terus mengalami peningkatan namun produksi sawi mengalami penurunan. Penurunan produksi pada tanaman sawi pagoda dapat dioptimalkan dengan memberikan penambahan kebutuhan unsur hara yang berasal dari bahan organik. Mengatasi permasalahan ini maka dilakukan budidaya sawi pagoda dengan penambahan bahan organik dari limbah padat ikan lele. Limbah padat ikan lele mengandung N, P, dan K yang tinggi dibanding pupuk kandang. Limbah padat ini belum digunakan untuk budidaya tanaman terutama sawi pagoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah padat ikan lele terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu limbah padat ikan lele dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu komposisi limbah padat ikan lele yang meliputi A0 = kontrol (tanpa limbah padat ikan lele); A1 = 90 g/polybag; A2 = 180 g/ polybag; dan A3 = 270 g/ polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah padat ikan lele dosis terbaik dosis 270 g/tanaman yang berpengaruh terhadap berat segar tajuk, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Kata kunci : sawi pagoda, limbah padat ikan lele, bahan organik
POTENSI BIJI MAHONI (Switenia mahogany (L). Jack) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA Spodoptera Exigua Hubner PADA TANAMAN BAWANG MERAH Muhammad Najiruddin Alfaridzi Siahaan; Mohammad Hoesain
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.207 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28958

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan nasonal selain cabe dan kentang, hal tersebut dikarenkan bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi campuran bumbu masak yang wajib ada di dapur. Salah satu hama yang berpotesi untuk menjadi kendala produksi bawang merah ialah Spodoptera exigua Hubner. Insektisida nabati adalah pilihan yang tepat untuk pengendalian Organisme Penganggu Tanaman. Insektisida nabati menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan yang memiliki khasiat racun bagi OPT, salah satu diantaranya adalah biji mahoni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian insektisida biji mahoni terhadap mortalitas dan aktivitas S. exigua pada tanaman bawang merah dan untuk mengetahui konsentrasi yang tepat pemberian insektisida nabati biji mahoni untuk mengendalikan S. exigua pada tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan diantaranya P0: kontrol, P1: 39 ml ekstrak/100 ml aquades, P2: 52 ml ekstrak/100 ml aquades, P3: 65 ml ekstrak/100 ml aquades dan P4: 78 ml ekstrak/100 ml aquades. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of varians (ANOVA), apabila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka akan dilakukan uji BNT pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan; (1) pemberian insektisida nabati biji mahoni berpengaruh terhadap mortalitas dan kerusakan daun pada tanaman bawang merah; (2) pemberian insektisida nabati biji mahoni dengan konsentrasi 78 ml ekstrak/100 ml aquades merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
TOKSISITAS DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) DAN DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara L) TERHADAP KUTU KEBUL (Bemisia tabaci) Pradiar Ikhsanu; Sigit Prastowo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.965 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28830

Abstract

Hama merupakan organisme yang mampu membuat tanaman mengalami kerusakan. Salah satu hama yang menyerang tanaman adalah kutu kebul (Bemisia tabaci). Kutu kebul tergolong hama polifaq karena mampu menyerang banyak jenis tanaman dari berbagai famili.Tanaman yang terserang kutu kebul akan terdapat tanda bintik-bintik, menguning, lalu rontok. Upaya pengendalian yang bisa dilakukan dengan menggunkan pestisida nabati. Tembelekan mengandung bahan aktif senyawa alkoloid (Lantanine), flovonoid dan triterpenoid. Biduri mengandung bahan aktif saponin, flovonoid, polifenol, glukosida kalotropin, sedikit damar, alban dan fluavil. Cara kerja ekstrak daun biduri dan tembelekan adalah racun kontak. Data mortalitas hama kutu kebul dihitung dengan menggunakan analisis varian (ANOVA), untuk membedakan rerata antar perlakuan diuji dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5 %. Efektifitas ekstrak daun biduri dan daun tembelekan dihitung nilai LC50 dengan menggunakan analisis probit. Nilai mortalitas terbaik nya yaitu pada perlakuan P5 konsentrasi 15 % dengan lama pengamatan 48 jam menunjukkan mortalitas sebesar 80 % berbeda nyata dengan perlakuan lain. Mortalitas terbaik pada perlakuan P10 konsentrasi 15 % pada pengamatan 48 sebesar 90 % berbeda nyata dengan perlakuan lain. Nilai LC50 pada biduri dan tembelekan mortalitas terbaiknya pada konsentrasi 11,61 ml dan 6,51 ml membutuhkan waktu 12 jam untuk membunuh 50 % serangga uji.
The Effect of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) Induction to The Growth and Atsiri Oils Content of Three Types Ginger (Zingiber officinale Rosc.) Qonita Fathin Azizah; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.164 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15339

Abstract

Ginger (Zingiber officinale Rosc.) is one of the biopharmaca plants that have many beneficial contents. In Indonesia, biopharmaca plant production is currently developing. The development production of ginger must be balanced with the standard quality of the global market. There are many metodh to improve the ginger quality, one of them is Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) addition. It’s well recognized that the function of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) in ginger plant is to developed the growth and secondary metabolism like atsiri oils. Mode of action the Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) has induced root performance to develop the growth and atsiri oils content of gingers. This study aims to discover the effect of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) on the growth and the content of secondary metabolism especially atsiri oils on three types of ginger. Hopefully, the research of this study would be useful for ginger cultivation. The experimental design in this study was a completely randomized design (CRD) factorial pattern of 3x4 with 3 replications. The treatment in this experiment was a combination of various types of ginger by Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) administration. Then the data will be analyzed using variance analysis (ANOVA). If treatments are significantly different, so the difference test will be performed with Duncan's multiple ranges at a 5% confidence level. Based on the results of the study showed that there were a significant interaction between the Fungal Mycorrhizal Arbuskula (AMF) fertilizer dose with type of ginger on the plant height, number of tillers, plant wet weight and plant dry weight with the best combination of treatments obtained on the red ginger types, with a 15 grams dose of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) fertilizer (J2F2). A dose of 15 grams arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) significantly affected the Leaf Area Index (LAI), fresh rhizome weight, dry rhizome weight, root length, root volume, and atsiri oils, where giant ginger showed the best growth response.
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati dan Penambahan Limbah Baglog Jamur Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L) Mirinda Retno Wulandari; Sri Hartatik
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.133 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.34644

Abstract

Beans ( Phaseolus vulgaris L ) is shrubs that are included in annual crops. Bean plants have a high nutritions. According to the Central Bereau of Statistic (2021), the production of beans in Indonesian has fluctuated in 2018 – 2021. Fluctuating bean production has an impact on consument needs. One of the obstacles to increasing bean production is the large use of inorganic fertilizers which can have negative impact. Efforts to increase the productivity of beans are one of them using biological fertilizers combined with mushroom baglog waste. The purpose of this study wasto determine the effect of the dose of biological fertilizer and the addition of mushroom baglog waste on the growth and yield of beans.The study used a factorial completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was the dose of biological fertilizer with treatment H0 : control; H1 : 15 ml/L water; H2 : 30 ml/L water. The second factor is the addition of baglogw aste with L0 : without mushroom baglog waste; L1 : 50 gram/polybag; L2 : 100 gram/polybag. The results showed 1) The interaction of biological fertilizers and baglog waste was only significantly different on the root lenght variable. 2) The best treatment was 30 ml/l water of biological fertilizers. 3) The best treatment was 100 grams of baglog. Keywords: Beans, Biofertilizer, Mushroom baglog waste, Dose
PENGARUH INDUKSI MUTASI DENGAN MUTAGEN EMS (ETHYL METHANE SULFONATE) TERHADAP HASIL DAN KUALITAS KEDELAI HITAM (Glycine soja (L) Merrit) Febrian Puji Laksono; Wahyu Indra Duwi Fanata
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.433 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29162

Abstract

Tanaman kedelai merupakan salah satu jenis tanaman yang menjadi sektor perekonomian Indonesia di bidang pertanian. Permintaan kedelai di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya bersamaan dengan peningkatan jumlah penduduk. Banyaknya permintaan akan tanaman kedelai belum dapat terpenuhi akibat rendahnya produktivitas tanaman kedelai tersebut. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap kualitas hasil produksi pada tanaman kedelai hitam. Manfaat dari penelitian ini adalah memperoleh informasi mengenai pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap kualitas dan hasil produksi pada tanaman kedelai hitam. Penelitian ini menggunakan perlakuan yaitu konsentrasi EMS dengan lama perendaman benih selama 3 jam. Faktor konsentrasi EMS (P) dengan 4 taraf perlakuan: P0 : EMS dengan konsentrasi 0,00% (kontrol),P1 : EMS dengan konsentrasi 0,03%, P2 : EMS dengan konsentrasi 0,05%, P3 : EMS dengan konsentrasi 0,07%. Terdapat 4 perlakuan yang masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 25 kali sehingga total satuan percobaan sebanyak 100 satuan percobaan dengan tiap polibag terdapat 1 tanaman. Hasil Penelitian selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kunatitatif. Data yang disajikan berupa data kuantitatif dan dideskripsikan menggunakan kata-kata. Kata kunci: Tanaman Kedelai Hitam, Mutasi Tanaman, Ethyil Methane Sulfonate.
Pengujian Konsentrasi Biofungisida Cair Berbahan Aktif Trichoderma sp. Dalam Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) Pada Cabai Di Lapang Ainun Dessy Alfia; Nanang Tri Haryadi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.485 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28858

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang diprioritaskan di Indonesia. Kendala yang sering terjadi di masyarakat yaitu terserangnya hama atau penyakit pada cabai sehingga menurunkan produktifitas tanaman cabai. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai adalah antraknosa. Penyakit ini sendiri dapat menurunkan produksi cabai sebesar 60%. Penanggulangan yang sering dilakukan para petani pada penyakit ini yaitu dengan menggunakan bahan kimia. Akan tetapi penggunaan bahan kimia yang berlebilan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan dan berbahaya untuk dikonsumsi. Upaya untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia yakni dengan penggunaan agen hayati. Salah satu agen hayati yang umum digunakan adalah Trichoderma sp. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas dari beberapa konsentrasi Trichoderma sp dan mengetahui pengaruh pemberian Trichoderma sp dalam menekan penyakit antraknosa pada cabai dilapang. Rancangan percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi aplikasi kontrol ( tanpa cara pengendalian), konsentrasi Trichoderma sp 40ml/liter, konsentrasi Trichoderma sp 60ml/liter, konsentrasi Trichoderma sp 80ml/liter. Parameter yang diamati: 1. Keparahan penyakit 2. Kejadian penyakit 3. Efektifitas formulasi. Pemberian formulasi dengan konsentrasi 80ml/perlakuan memiliki tingakat keparahan penyakit terendah 1.12% dengan efektifitas 42,26%
PENGARUH PUPUK BOKASHI JERAMI DAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SELEDRI (Apium graviolens L.) Rona Al Kanza; Kacung Hariyono; Mohammad Ubaidilah; Tri Wahyu Saputra
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.327 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28798

Abstract

ABSTRAKSeledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia baik sebagai obat maupun sebagaibahan penyedap rasa makanan. Salah satu kemampuan tanaman untuk tumbuh secara optimal yaitu dengan kecukupan nutrisi yang diperoleh dari seginutrisi yang diberikan untuk tanaman seledri yaitu berupa pupuk. Pupuk bokashi merupakan salah satu contoh jenis pupuk organik. Bokashimerupakan kompos yang dapat dihasilkan melalui adanya fermentasi dengan pemberian Effective Mikroorganisme-4 (EM4) merupakan aktivatoruntuk mempecepat proses pembuatan kompos. Penambahan pupuk Nitrogen pada budidaya tanaman seledri pada lahan bisa menjadi solusi untukmengatasi permasalahan tersebut. Pupuk Nitrogen merupakan golongan pupuk anorganik. Percobaan dilaksanakan di daerah Pakusari KabupatenJember. Penelitian dimulai pada bulan Oktober sampai dengan November 2021. Percobaan pada penelitian ini menggunakan metode RancanganAcak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dari 2 faktor perlakuan yaitu dari Faktor I adalah aplikasi pupuk N (Urea) yang terdiri dari 4 taraf. Faktor IIadalah aplikasi pupuk Bokashi Jerami yang terdiri dari 4 taraf dan diulang untuk sebanyak 3 ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk Nitrogenyaitu P0 : Perlakuan dosis 0 g Urea/tanaman atau 0 kg/ha (sebagai kontrol) P1 : Perlakuan dosis 2,62 g Urea/tanaman atau 300 kg/ha (setara dengan1,566 N g/tanaman), P2 : Perlakuan dosis 5,23 g Urea/tanaman atau 600 kg/ha (setara dengan 3,132 N g/tanaman), P3 : Perlakuan dosis 7,84 gUrea/tanaman atau 900 kg/ha (setara dengan 4,698 N g/tanaman). Faktor kedua perbedaan dosis pupuk Bokshi Jerami yaitu: K0: Perlakuan PupukBokashi 0 g/tan, K1 : Perlakuan Pupuk Bokashi 250 g/tan atau 8,3 ton/ha, K2 : Perlakuan Pupuk Bokashi 500 g/tan atau 16,6 ton/ha, K3 : PerlakuanPupuk Bokashi 750 g/tan atau 24,9 ton/ha. Penelitian ini memiliki 16 kombinasi perlakuan dan masing masing diulang sebanyak 3 kali. Jumlah keseluruhanpercobaan terdiri dari 48 percobaan. Perlakuan dosis terhadap pupuk Urea 5,23 g/tanaman atau setara dengan 600 kg/ha berpengaruh tertinggipada tinggi tanaman, panjang akar, dan jumlah anakan tanaman seledri, sedangkan perlakuan dosis pupuk Urea 2,62 berpengaruh tertinggi padajumlah daun. Perlakuan dosis pupuk bokashi jerami 500 g/tanaman setara dengan 16,6 ton/ha berpengaruh tertinggi pada tinggi tanaman, panjangakar, jumlah anakan dan kadar klorofil.
Pengaruh Paparan Medan Elektromagnetik pada Biji terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa. L) Arifatul Jannah; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.677 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35299

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman selada memiliki nilai ekonomis yang tinggi, memiliki bentuk dan warna menarik serta mengandung gizi yang cukup banyak sehingga berpotensi untuk dibubidayakan. Tanaman dengan kualitas yang tinggi dapat diperoleh dengan menggunakan bibit yang berkualitas tinggi pula / bibit unggul. Pertumbuhan bibit tanaman dapat ditingkatkan salah satunya yaitu dengan memanfaatkan paparan medan elektromagnetik extremely low frequency (ELF). Medan elekromagnetik ELF adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi sangat rendah yaitu 0 – 300 Hz. Medan elektromagnetik ELF termasuk dalam radiasi non ionisasi karena energi yang dihasilkan sangat sedikit bahkan tidak ada. Penggunaan paparan medan elektromagnetik terhadap biji dan benih selada diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi selada. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Intensitas medan elektromagnetik yang digunakan yaitu 300 µT. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA taraf uji 5%, kemudian uji lanjut dengan metode duncan. Perlakuan dengan menggunakan paparan medan elektromagnetik pada biji dapat berpengaruh nyata pada beberapa variabel pengamatan yaitu daya kecambah, tinggi tanaman, panjang daun dan klorofil daun. Hasil tertinggi pada semua variabel diperoleh dengan menggunakan lama paparan 45 menit (P2) dan untuk tinggi tanaman hasil tertinggi diperoleh dengan lama waktu paparan selama 30 menit (P2) dan 45 menit (P3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada dengan memanfaatkan medan elektromagnetik Extremely Low Frequency (ELF).
Pengaruh Cekaman Salinitas Terhadap Aktivitas Katalase dan Pertumbuhan Bibit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Reza Septyan Pratama; Tri Agus Siswoyo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.734 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.16080

Abstract

ABSTRACTMelinjo plant (Gnetum gnemon L.) is one of the plants that has the potential to be developed, especially inthe tropics. Melinjo plants have a protein content of 9-10%. Reactive Oxygen Species (ROS) have increasedaccumulation in plant cells offset by increased antioxidants, which serve to protect against cell damage causedby osmotic pressure in plant tissue. Salinity stress can be induced through the application of Sodium Chloride(NaCl). This research was conducted to determine the response of growth and activity of the enzyme catalase(CAT) of melinjo seeds to the duration of NaCl application. The study was conducted from January tocompletion in the Green House and plant analysis laboratory at the Faculty of Agriculture, University of Jember.The experimental method used was the Completely Randomized Design (CRD) of NaCl application treatment of0, 5, 10, 15, and 20%. with a treatment duration of application of 45 days and repeated as many as 5 replications.NaCl application of 0 - 20% significantly affects plant growth, especially on plant height, root length, and wetweight parameters. When the condition of the plant experiences salinity stress, it affects the percentage of acidreduction 2,2'- Azinobis (3-ethylbenzatiazolin) - 6-sulfonate (ABTS) has the highest value in the P3 treatment of26.08%. The highest CAT antioxidant activity in P4 treatment was 1.02 units / mg protein.Keywords: NaCl, protein, antioxsidant, Gnetum gnemon L.ABSTRAKTanaman melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkankhususnya di daerah tropis. Tanaman melinjo mempunyai kandungan protein sebesar 9-10%. Reactive OxygenSpesies (ROS) mengalami peningkatan akumulasi didalam sel tanaman diimbangi dengan meningkatnyaantioksidan, yang berfungsi melindungi dari kerusakan sel akibat dari tekanan osmotik didalam jaringantanaman. Cekaman salinitas dapat diinduksikan melalui aplikasi Natrium Chlorida (NaCl). Penelitian inidilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan aktivitas enzim katalase (CAT) bibit melinjo terhadaplama aplikasi NaCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai selesai di Green House dan laboratoriumanalisis tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember. Metode percobaan yang digunakan adalah RALperlakuan aplikasi NaCl 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan perlakuan lama aplikasi 45 hari dan diulangsebanyak 5 ulangan. Lama aplikasi NaCl 0% - 20% berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanamankhususnya pada parameter tinggi tanaman, panjang akar, berat basah tanaman. Pada saat kondisi tanamanmengalami stress salinitas mempengaruhi persentase peredaman Asam 2,2’- Azinobis (3-etilbenzatiazolin)- 6-sulfonat (ABTS) memiliki nilai tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 26,08%. Aktivitas antioksidan CAT tertinggipada perlakuan P4 sebesar 1,02 unit/mg protein.Kata Kunci: NaCl, protein, antioksidan, melinjo

Page 10 of 22 | Total Record : 215