cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Hubungan Kebiasaan Merokok Remaja Dengan Gangguan Pola Tidur Muthia Vaora; Febriana Sabrian; Yulia Irvani Dewi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.405 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.58-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok remaja usia dengan gangguan pola tidur (insomnia). Metode penelitian adalah deskripsi korelasi dengan metode cross sectional yaitu untuk mengetahui dan menganalisa hubungan kebiasaan merokok dengan gangguan pola tidur. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 9 Pekanbaru dengan melibatkan 81 responden. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah dimodifikasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan data bahwa sebagian besar siswa mengkonsumsi rokok dengan kategori perokok ringan yakni sebanyak 34 responden (42%) dan mayoritas responden mengalami insomnia yakni sebanyak 69 responden (85,2%). Hasil penelitian uji analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok remaja dengan gangguan pola tidur dengan pengaruh bermakna yakni p value=0,005. Hasil penelitian ini merekomendasikan pada pihak sekolah untuk melakukan promosi kesehatan tentang rokok dan memasukkan materi tentang bahaya dan dampak merokok bagi remaja dalam mata ajar Bimbingan Konseling (BK)
EFEKTIFITAS LATIHAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP MUAL MUNTAH KEMOTERAPI PASIEN KANKER OVARIUM Sri Utami
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.522 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.2.2016.83-90

Abstract

Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50-70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas latihan Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap mual muntah kemoterapi klien kanker ovarium. Metode penelitian adalah quasy eksperimen, dengan sampel berjumlah 30 ibu sebagai eksperimen dan kontrol yang mengalami mual muntah kemoterapi kanker ovarium. Penelitian dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa efektifitas latihan Progressive Muscle Relaxation (PMR) menurunkan mual muntah kemoterapi klien kanker ovarium (p value < 0,05). Kata kunci: kemoterapi, kanker ovarium, mual muntah, Progressive Muscle Relaxation EFFECTIVENESS OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) EXERCISE ON VOCATIONAL QUALITY OF CHEMOTHERAPY OF OVARIAN CANCER PATIENTS ABSTRACTOvarian cancer is a malignant tumor in ovaries is most often found in women aged 50-70 years old. Ovarian cancer can spread to other parts of the abdomen, pelvis, and through the lymph system and through blood vessels system can spread to the liver and lungs. The purpose of this research is to know the effectiveness of practice of Progressive Muscle Relaxation (PMR) against nausea vomiting client chemotherapy of ovarian cancer. The research method is the quasy experiments, with a sample of 30 women as an experiment and as a control who experience nausea vomiting of chemotherapy of ovarian cancer. Research is conducted at Arifin Achmad hospital Pekanbaru. The results showed, that the effectiveness of practice of Progressive Muscle Relaxation (PMR) decreases the nausea vomiting client chemotherapy of ovarian cancer (p value < 0.05). Key words: chemotherapy, nausea vomiting, ovarian cancer, Progressive Muscle Relaxation
Stress pada Wanita yang Mengidap Hiv/Aids di Indonesia Dewi Setyawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.408 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.1.2016.57-60

Abstract

Epidemi HIV/AIDS telah mencapai proporsi pandemi mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. HIV tetap yang paling serius dari tantangan penyakit menular terhadap kesehatan masyarakat karena jumlah kasus yang dilaporkan dari infeksi baru yang terus meningkat setiap tahun (Ibrahim dkk, 2010). Fenomena infeksi HIV meningkat tidak terlepas dari jenis kelamin. Menurut Dalimoenthe (2011), perempuan lebih prioritas dalam penanganan kasus HIV karena perempuan lebih rentan terhadap HIV/AIDS, yang secara biologis, wanita memiliki alat kelamin mukosa yang lebih luas sehingga mudah terkena air mani saat hubungan seksual. Akses perempuan terhadap informasi yang lebih rendah, sehingga mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi (HIV/AIDS) dan pelayanan kesehatan. Selain itu, wanita yang tidak secara sosial dan mandiri secara ekonomi, dengan kata lain lebih bergantung pada penghasilan suami. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak kasus HIV pada perempuan terus meningkat jumlahnya dengan rasio yang sama dengan kasus HIV laki-laki. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi oleh suaminya. Hal ini sesuai dengan laporan dari UNAIDS, yang mengatakan lebih dari 1,7 juta perempuan di Asia hidup dengan HIV positif, dan 90% terinfeksi dari suami atau pasangan seksual. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan survey dimana penelitian yang digunakan untuk menggambarkan stress yang dirasakan wanita dengan HIV/AIDS. Jumlah populasi sebesar 267 orang dengan HIV/AIDS di Karesidenan Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Sedangkan jumlah sampelnya yaitu 133 wanita dengan HIV/AIDS. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian diperoleh sebagian besar dari wanita yang menderita HIV/AIDS adalah wanita yang sudah menikah (48,12 %), dengan pekerjaan wiraswasta (39,09 %) . Sedangkan sebagian besar wanita yang merasakan stress rata-rata atau lebih tinggi sebesar 90,97 %. Dalam penelitian ini, wanita dengan HIV/AIDS memiliki tingkat rata-rata dan lebih tinggi dari stres yang dirasakan karena kebanyakan dari mereka merasakan sakit atau kondisi mereka sebagai kondisi stres. Oleh karena itu, keluarga, masyarakat, dan perawat perlu memahami stres yang dirasakan wanita dengan HIV/AIDS terutama bagi mereka pada kelompok usia dewasa untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS dan untuk merancang intervensi keperawatan guna membantu seseorang dengan HIV/AIDS sehingga mereka mampu beradaptasi dengan cara yang lebih positif.
Penerapan Teknik Berpikir Positif dan Afirmasi Positif pada Klien Ketidakberdayaan dengan Gagal Jantung Kongestif Nurul Jannah; Yossie Susanti Eka Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.849 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.30-39

Abstract

Urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan peningkatan penyakit degeneratif pada masyarakat perkotaan, salah satunya adalah gagal jantung kongestif. Penyakit gagal jantung kongestif merupakan ketidakmampuan jantung memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi. Secara global, penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Indonesia sendiri menempati urutan Negara nomor 4 (empat) dengan jumlah kematian terbanyak akibat penyakit kardiovaskuler. Penyakit gagal jantung bukan hanya menimbulkan masalah fisik, akan tetapi juga masalah psikososial. Masalah psikososial yang sering terjadi pada klien dengan gagal jantung kongestif adalah ketidakberdayaan. Ketidakberdayaan merupakan perasaan yang timbul akibat ketidakmampuan seseorang mengontrol situasi termasuk persepsi bahwa sesuatu tidak akan bermakna. Intervensi keperawatan ketidakberdayaan antara lain latihan berpikir positif dan afirmasi positif. Teknik afirmasi positif terbukti efektif dalam menurunkan rasa ketidakberdayaan pada klien dengan gagal jantung kongestif.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN SEBELUM OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RS TUGU SEMARANG Arwani -; Iis Sriningsih; Rodhi Hartono
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.396 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

Terkait adanya stressor pada saat dilakukan pembedahan dengan anestesi spinal sangat penting untuk membuat tubuh selalu dalam keadaan rileks dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak.Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat adalah melalui teknik relaksasi.Teknik relaksasi dapat dilakukan dengan metode meditasi, yoga, maupun aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang layak untuk dicoba karena cara tersebut diketahui dapat memberi stimulus positif ke otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Jenis penelitian quasy-experiement dengan rancangan one group without control group design dilakukan pada 40 responden yang akan dilakukan operasi dengan spinal anestesi menggunakan Hamilton Rating Scale (HRS-A) untuk menggali kecemasan. Data penelitian dianalisis dengan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbanyak responden sebelum pemberian aromaterapi lavender mengalami cemas berat (40.0%), dan setelah pemberian aromaterapi terbanyak mengalami cemas sedang (42.5%). Hasil uji statistic dengan Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0.00 (<0.05).Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Disarankan agar pemberian aromaterapi dapat dijadikan sebagai alternative menurunkan tingkat kecemasan pada pasien sebelum dilakukan operasi (preoperative anxiety disorder).
Dampak Internet Gaming Disorder terhadap Status Kognitif dan Perilaku Psikopatologis Marlaokta Marlaokta; Rika Mutiara
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.333-336

Abstract

Internet Gaming Disorder  atau IGD merupakan suatu fenomena yang muncul akibat dari ketidakmampuan mengontrol penggunaan internet dan video games dan sangat popular saat ini. Sejak tahun 2012, lebih dari 1 miliyar orang memainkan internet atau video games. Saat ini IGD sudah resmi dimasukkan sebagai gangguan dalam sistem diagnostik umum (DSM-5). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran perilaku remaja dan gangguan status kognitif, seperti hambatan aktivitas, gangguan tidur, dan kestabilan emosi. Metode dilakukan dengan menggunakan review artikel dari tahun 2009-2019 yang menggunakan 2 kelompok percobaan, diantara kelompok kontrol dan kelompok pasien pengidap internet gaming disorder. Kedua kelompok tersebut dilakukan pemeriksaan status kognitif dan gambaran perilaku menggunakan kuosioner dan wawancara. Hasil berbagai penelitian yang dilakukan menunjukkan pengaruh yang kuat antara IGD dan gangguan status kognitif, emosi serta perilaku. Simpulan penelitian adalah terdapat pengaruh antara IGD dengan perilaku psikopatologis seperti interpersonal sensitivity, depresi, kecemasan, paranoid, dan gangguan tidur serta berdampak pada penurunan gangguan fungsi kognitif, terutama pada domain atensi. Kata kunci : internet gaming disorder, status kognitif, perilaku psikopatologi THE IMPACT OF INTERNET GAMING DISORDER TO COGNITIVE STATUS AND PSYCHOPATHOLOGICAL BEHAVIOR ABSTRACTInternet Gaming Disorder is a phenomenon that arises due to inability to control the use of internet and video games, and has become a topic very popular. Since 2012, more than 1 billion people have played interned or video games. Internet Gaming Disorder officialy included in the third section of the latest (fifth) edition of the Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorders (DSM-5). This study aims to analyze adolescent’s behavior, cognitive status disorder, such as activity barriers, sleep disorder, and emotional stability. The method is analyzing the articles from 2009-2019 that used 2 experimental groups, between the control group and the IGD group. Both groups were examined cognitive status and behavioral description using questionnaires and interview. The result of various studies showed a strong correlation between IGD and cognitive status, emotional and behavior. The conclusion of the study, that there is a correlation between IGD with psychopathological behavior such as interpersonal sensitivity, depression, anxiety, paranoid, and sleep disturbance, experience disorder of cognitive impairment, especially in the attention domain. Keywords : internet gaming disorder, cognitive status, psychopathological behavior
Tindakan Keperawatan pada Klien, Keluarga dan Kader Kesehatan Jiwa terhadap Klien Isolasi Sosial di Komunitas Umi Rachmawati; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.697 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.138-148

Abstract

Social isolation is one of nursing diagnosis that found on the client's nursing schizophrenia. The aims of this paper were known outcomes of nursing care such as Socialization Therapeutic Group Activities (TAKS), Social Skill Training (SST) and Family psychoeducation (FPE) and roles of mental health workers care for social isolation clients by Community as Partner Model approach. Socialization Therapeutic Group Activities (TAKS), Social Skill Training (SST), family social support by the Family psychoeducation (FPE), as well as the activities of mental health workers to visite the 4th of social isolation clients with schizophrenia. The results showed a decrease in signs and symptoms of clients with increased social skills. Was recommend research on nursing care with empowering mental health workers care for social isolation clients with more respondents.
Penerapan Cognitif Behavior Therapy pada Klien Halusinasi dan Perilaku Kekerasan dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Model Hubungan Interpersonal Peplau Di Rs Dr Marzoeki Mahdi Bogor Firman Hidayat; Budi Anna Keliat; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.067 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.1.2015.28-42

Abstract

Cognitive Behavior Therapy (CBT) was designed to improve kognitif and behaviour for people having automatic negative thinking and negative behaviour. Application of CBT will change mind status and behavior of client, therefore negative behavior will be positive behavior. The objective of the final scientific paper was obtaining result description of Application of CBT on hallucinating clients and violence behaviour by using approach model of Peplau interpersonal relation in Utari room RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. CBT was applied on 28 clients in Utari room on 9 September-12 November 2013. CBT was appropriate therapy and can be applied to clients with hallucination and violence behavior, in which all clients can do each session of CBT. Based on the research it is recommended that CBT can be used as a therapy standard mental health nursing specialist, that can be applied on clients with hallucination and violence behavior.
MAKNA KEHIDUPAN KLIEN DENGAN DIABETES MELITUS KRONIS DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI Dwi Heppy Rochmawati; Achir Yani S. Hamid; Novy Helena CD
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.086 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.1.2013.%p

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana klien Diabetes Melitus memberikan makna kehidupan dalam kondisi sakitnya. Tujuan dalam penelitian ini menguraikan persepsi, respon psikososial, kebutuhan penatalaksanaan,harapan dan makna kehidupan klien. Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif . Hasil penelitian menemukan tujuh tema besar yang sesuai dengan tujuan penelitian dan satu tema tambahan yaitu beban yang dihadapi klien. Kesimpulannya makna kehidupan klien didapatkan dalam kondisi penderitaan dan pendalaman nilai spiritual. Penelitian ini menyarankan penggunaan model Adaptasi Roy dalam pengembangan teori keperawatan khususnya masalah psikososial; tersusunnya format pengkajian psikososial sebagai panduan mengidentifikasi masalah psikososial di keluarga, rumah sakit maupun masyarakat. Kata Kunci : makna kehidupan, diabetes melitus, kualitatif.
Karakteristik Perilaku Agresif Remaja pada Sekolah Menengah Kejuruan Yulvi Hardoni; Meri Neherta; Rika Sarfika
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.732 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.257-266

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dan akan memperlihatkan perilaku yang unik dan mengalami kesulitan mengelola emosi dan perilaku, sehingga salah satunya akan menyebabkan perilaku agresif. Berbagai dampak dapat terjadi akibat perilaku agresif yaitu seperti menurunnya prestasi belajar, hubungan sosial tidak baik, kecemasan, depresi dan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik perilaku agresif remaja berdasarkan aspek agresi fisik, verbal, kemarahan dan permusuhan pada sekolah menengah kejuruan “X di Kota Padang. Penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 164 siswa. Pengumpulan data perilaku agresif dengan menggunakan Buss-Perry Aggression Questionnaire Scale. Hasil penelitian menunjukkan rerata perilaku agresif remaja 86,74. Rerata aspek agresi fisik 26,98, agresi verbal 14,58, kemarahan 20,44 dan permusuhan 24,75. Perilaku agresif remaja sekolah menengah kejuruan di kota Padang cenderung tinggi dengan karakteristik yaitu permusuhan dan agresi fisik. Diharapkan perawat jiwa untuk memberikan latihan asertif, rational emotive behaviour therapy dan aggression replacement training pada remaja yang mengalami perilaku agresif. Kata kunci: remaja, perilaku agresif, kecemasan THE AGGRESSIVE BEHAVIOR CHARACTERISTIC OF ADOLESCENT AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL ABSTRACTAdolescent is a transition period and will show unique behavior and have difficulty in managing emotions and behavior so one of the effects is causing aggressive behavior. Various impacts can occur due to aggressive behavior, such as low learning achievement, bad social relations, anxiety, depression and suicide. This study aimed to describe the aggressive behavior characteristic of adolescent at vocational high school “X” in Padang City. This study was quantitative research with descriptive design. The samples were chosen by proportional random sampling technique with a total sample of 164 students. The data of aggressive behavior were collected by using the Buss-Perry Aggression Questionnaire Scale. The results indicated that the average aggressive behavior of adolescent 86.74. The average phsycal aggression aspect is 26.98, verbal aggression is 14.58, anger is 20.44 and hostility is 24.75. Aggressive behavior of adolescent at vocational high school tended to be high with characteristic is hostility and phsycal aggression. It is expected that psychiatric nurses can provide assertive training, rational emotive behavior therapy and aggression replacement training for adolescent who experience aggressive behavior. Keywords: adolescent, aggressive behavior, anxiety

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue