cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Efektivitas Terapi Kelompok Assertiveness Training terhadap Kemampuan Komunikasi Asertif pada Remaja dengan Perilaku Agresif Endang Mei Yunalia; Arif Nurma Etika
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.617 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.229-236

Abstract

Komunikasi merupakan dasar dari seluruh kegiatan interaksi sosial dalam kehidupan sehari – hari. Salah satu tujuan komunikasi adalah untuk meyampaikan keinginan dan perasaan pada orang lain, dimana dalam menyampaikan keinginan dan perasaan hendaknya penting untuk tetap memperhatikan hak orang lain atau yang disebut juga dengan komunikasi asertif. Kurangnya kemampuan remaja dalam melakukan komunikasi asertif menyebabkan tingginya kejadian perilaku agresif pada remaja. Kemampuan komunikasi asertif dapat ditingkatkan dengan memberikan terapi kelompok Asssertiveness Training. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi kelompok Assertiveness Training terhadap kemampuan komunikasi asertif pada remaja dengan perilaku agresif. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimental menggunakan rancangan one group pre – post test with kontrol design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja dengan perilaku agresif. Sampel berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji statistik menunjukkan p=0,004 (p-value<0,05), yang berarti terdapat pengaruh terapi kelompok Asssertiveness Training terhadap kemampuan komunikasi asertif pada remaja dengan perilaku agresif. Kata kunci: assertiveness training, komunikasi asertif, perilaku agresif, remaja EFFECTIVENESS OF ASSERTIVENESS TRAINING GROUP THERAPY ON ASSERTIVENESS COMMUNICATION SKILLS IN ADOLESCENTS WITH AGGRESSIVE BEHAVIOUR ABSTRACTCommunication is the basis of social interaction activities. One of the  communication goals is to convey the wishes and feelings of others, where in conveying the desires and feelings it should be important to pay attention to the rights of others, this is also called assertive communication. The high incidence of aggressive behavior in adolescents one of which is caused by the lack of ability of adolescents in assertive communication. Assertive communication skills can be improved by providing Assertiveness Training group therapy. Research objectives to determine the effectiveness of Assertiveness Training group therapy on assertive communication skills in adolescents with aggressive behavior. This study use Quasy Experimental, one group pre – post test with kontrol design. The population in this study is adolescents with aggressive behavior. A sample of 36 respondents were selected using purposive sampling which is divided into 2 groups namely the intervention group and a control group. Data analysis using  Wilcoxon Signed Ranks Test. The eresults showed that p=0,004 (p-value<0,05), it  means there is an influence of Assertiveness Training group therapy on assertive communication skills in adolescents with aggressive behavior.  Keywords: assertiveness training, assertiveness communication, aggressive bahavior, adolescents 
Hubungan Dukungan Keluarga dan Beban Keluarga dalam Merawat Anggota dengan Riwayat Perilaku Kekerasan di Rs. Jiwa Islam Klender Jakarta Timur 2012 Nuraenah Nuraenah; Mustikasari Mustikasari; Yossie Susanti Eka Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.885 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.41-50

Abstract

Dukungan keluarga merupakan support system yang penting, diberikan oleh keluarga untuk mencegah dari gangguan mental dalam mengatasi beban keluarga. Tujuan penelitian mengidentifikasi “hubungan dukungan keluarga dan beban keluarga dalam merawat anggota dengan riwayat perilaku kekerasan”. Desain penelitian kuantitatif berupa descriptive correlational dengan rancangan cross sectional, dengan sampel yang berjumlah 50 orang. Instrumen dukungan keluarga dan beban keluarga dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga (dukungan informasi, emosional, instrumental dan penilaian) dan beban keluarga dalam merawat anggota dengan riwayat perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender Jakarta Timur. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya program pendidikan kesehatan jiwa pada keluarga yang merawat pasien dengan riwayat perilaku kekerasan dalam rangka meningkatkan
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN ANSIETAS PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF Tania Khaerunnisa; Yossie Susanti Eka Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.683 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.2.2016.72-82

Abstract

Penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung kongestif memiliki prevalensi yang tinggi yang dapat disebabkan oleh perubahan pola hidup pada masyarakat urban. Kenaikan prevalensi penyakit kardiovaskular berhubungan dengan proses urbanisasi yang progresif dan globalisasai dari pola hidup tidak sehat yang ada pada masyarakat urban atau perkotaan. Tanda klinis yang muncul serta proses hospitalisasi dapat menjadi salah satu faktor munculnya masalah psikososial pada pasien gagal jantung kongestif. Masalah psikososial yang sering ditemukan adalah ansietas. Penulisan karya ilmiah ini beretujuan memberikan analisis mengenai asuhan keperawatan ansietas pada pasien gagal jantung kongestif. Intervensi yang dianalisis meliputi relaksasi napas dalam, hipnosis lima jari, distraksi sosialisasi dan pemberian informasi. Evaluasi tindakan menunjukan bahwa lebih banyak tanda gejala yang menghilang saat memberikan kombinasi tarik napas dalam dan hipnosis lima jari selama lima hari perawatan. Klien menunjukan respon yang jauh lebih tenang setelah diberikan intervensi pemberian informasi.
Efektifitas Relaksasi Napas dalam dan Distraksi dengan Latihan 5 Jari Terhadap Nyeri Post Laparatomi Sri Utami
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.4 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.1.2016.61-73

Abstract

Laparatomi merupakan salah satu prosedur pembedahan mayor, dengan melakukan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah (hemoragi, perforasi, kanker dan obstruksi). Setiap pembedahan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan trauma bagi pasien. Salah satu yang sering dikeluhkan klien adalah nyeri. Nyeri merupakan masalah utama dalam perawatan paska operasi dimana nyeri merupakan suatu mekanisme pertahanan tubuh yang timbul bila ada kerusakan jaringan dan menyebabkan individu bereaksi dengan cara memindahkan stimulus nyeri. Sedangkan menurut International for the Study of nyeri merupakan suatu pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan, berhubungan dengan kerusakan jaringan yang aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas relaksasi napas dalam dan distraksi dengan latihan 5 jari terhadap nyeri pada pasien post laparatomi Penelitian dilakukan di ruang Camar III RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, pada bulan Mei - Agustus 2014. Metode penelitian adalah quasy eksperimen, dengan sampel berjumlah 30 ibu sebagai eksperimen dan kontrol yang mengalami laparatomi. Rata-rata intensitas nyeri sebelum dilakukan efektifitas relaksasi napas dalam dan distraksi dengan latihan 5 jari terhadap nyeri post laparatomi pada kelompok eksperimen adalah 3,91 dan kelompok kontrol 5,11 dengan p value 0,254. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah dilakukan pijat endhorphin pada kelompok eksperimen 2,05 dan kelompok kontrol adalah 4,73 dengan p value 0,000. Hasil menunjukkan bahwa efektifitas relaksasi napas dalam dan distraksi dengan latihan 5 jari efektif untuk menurunkan nyeri post laparaomi (p value < 0,05).
Pengalaman Kehilangan dan Berduka pada Ibu yang Mengalami Kematian Bayi di Depok Zakiyah Mujahidah; Achir Yani S. Hamid; Yossie Susanti E.P.
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.383 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.40-52

Abstract

The purpose of this research study was to explore the experience of lost and grieving among women who experienced infant deaths. This research used a qualitative research method with phenomenological design to ten participants consisted of mothers in subdistrict Limo Depok city meeting the criteria. The result of this study revealed seven themes: the causes of infant deaths, the phase of grieving, responses after loss, social systems support, the lessons of lost, after loss expectations and coping strategies. It’s recommended that the units should be actively involved in facilitating and providing nursing care to the mothers to enable the mothers to cope with the feeling of lost and continues with their happy life.
GAMBARAN RESPON BERDUKA PADA ANAK REMAJA DENGAN ORANGTUA BERCERAI DI SMP NEGERI 1 JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Desi Purwanti; Helwiyah Ropi; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.532 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

Anak remaja yang mengalami perceraian orangtua merasakan kehilangan dan perasaan berduka yang sangat mendalam, sama berdukanya ketika kehilangan orangtua karena meninggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon berduka pada anak remaja yang mengalami perceraian orangtua di SMP Negeri 1 Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam dan tidak terstruktur. Informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Teknik analisa yang digunakan adalah dengan menggunakan konten analisa data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang orangtuanya mengalami perceraian merasa marah, takut, dan sedih, berfikir kasih sayang yang diberikan oleh orangtuanya tidak sama lagi seperti ketika masih bersama, menaruh harapan agar kedua orangtuanya bisa kembali bersama dan ketikateringat pada saat proses perceraian berlangsung anak sering menangis, sering melamun, mudah tersinggung, malu berinteraksi dengan teman sebaya, dan dengan orangtua yang bercerai anak menyatakan jarang berkomunikasi lagi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah respon berduka pada anakdengan orangtua yang bercerai mengalami respon kognitif, afektif, sosial dan perilaku. Rekomendasi penelitain ini adalah perawat komunitas hendaknya bekerjasama dengan bimbingan konseling dari sekolah dalam upaya memberikan konseling pada anak yang berduka karena perceraian orangtuanya sehingga anak dapat tetap menyelesaikan tugas perkembangannya dan berprestasi disekolah serta mencegah terjadinya masalah psikososial pada remaja
Hubungan Antara Usia dan Pendidikan dengan Perilaku Verbal Abuse oleh Keluarga Andriyani Mustika Nurwijayanti; Muhammad Khabib Burhanuddin Iqomh
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.337-342

Abstract

Orang tua yang merasa kecewa, dan tidak bisa mengendalikan emosi akan cenderung berperilaku kasar, baik perilaku kasar berbentuk fisik maupun bahasa. Anak yang mengalami kekerasan verbal akan mengakibatkan anak memiliki gangguan dalam menjalani kehidupan baik pada masa anak-anak maupun tahapan usia selanjutnya. Dampak anak yang mengalami kekerasan verbal antara lain: lebih sering mengurung diri, adanya rasa takut, anak akan diliputi dengan kesedihan, kurangnya percaya diri dan anak menjadi agresif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perberdayaan keluarga  terhadap kejadian verbal abuse  pada anak usia pra sekolah. Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 132 responden dengan menggunakan teknik random sampling dan tempat penelitian ini dilakukan di TK ABA 05 Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal pada bulan juli-agustus 2019. Penggumpulan data penelitian menggunakan kuesioner pengembangan dari teori verbal abuse dengan nilai uji reliabilitas 0,910 dan analisisnya dengan uji korelasi Pearson Product Moment dengan membandingkan nilai r tabel dengan r hitung. Usia responden berkisar 32-34 tahun, mayoritas berpendidikan  SMA yaitu sebanyak 116 (87,9%), mayoritas pekerjaan adalah ibu rumah tanggasebanyak 113 responden (85 %), perilaku verbal abuseringan sebanyak 15 responden (11,4%), perilaku verbal abuse berat 117 resonden (88,6Hasil analisis statistik didapatkan hasil: tidak ada hubungan antara usia dengan perilaku verbal abuse (p value= 0,860) tidak ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku verbal abuse (p value=0,742). Kata kunci: usia, pendidikan, verbal abuse RELATIONSHIP BETWEEN AGE AND EDUCATION WITH ABUSE VERBAL BEHAVIOR BY FAMILY ABSTRACTParents who feel disappointed, and can not control emotions will tend to behave rudely, both physical and linguistic behavior. Children who experience verbal violence will result in children having disturbances in life both during childhood and later stages of life. The impact of children who experience verbal violence include: more often confined themselves, the existence of fear, children will be overwhelmed with sadness, lack of confidence and children become aggressive. The research aimed to to determine the effect of family empowerment on the incidence of verbal abuse in pre-school age children. The research design in this study uses descriptive correlation with cross sectional approach. The number of samples 132 respondents using random sampling techniques and the place of this study was conducted in TK ABA 05 Weleri District, Kendal Regency in July-August 2019. Research data collection using a questionnaire development of the theory of verbal abuse with a reliability test value of 0.910 and its analysis with the correlation test Pearson Product Moment by comparing the values of r tables with r counts. The age of respondents ranged from 32 to 34 years, the majority of high school educated as many as 116 (87.9%), the majority of jobs are housewives 113 respondents (85%), verbal abuser behavior as many as 15 respondents (11.4%), behavior heavy verbal abuse 117 respondents (88.6%). The results of the statistical analysis showed: there was no relationship between age and verbal abuse behavior (p value = 0.860) there was no relationship between education and verbal abuse behavior (p value = 0.742). Keywords: age, education, abuse verbal
Efek Terapi Perilaku, Terapi Kognitif Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Halusinasi Menggunakan Pendekatan Teori Berubah Kurt Lewin Ricky, Denny Paul; Keliat, Budi Anna; Daulima, Novy Helena C
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.292 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.149-165

Abstract

Hallucination is the most nursing diagnose found in mental health hospital. The purpose of this scientific report is to determine the effect of behavioral therapy, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation therapy on client’s skill and signs and symptoms of hallucination using Kurt Lewin’s Change Theory Model approach. The method used is the application of behavioral therapy, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation to 16 clients with hallucination. Clients are grouped into three groups: 8 clients were given behavioral therapy, 4 clients were given behavioral therapy and family psychoeducation, and 4 clients were given cognitive behavioral therapy. The results showed cognitive behavior therapy increases client’s skills and family’s skills but reduces most signs and symptoms of hallucination than clients who received behavioral therapy and psychoeducation or client who received behavior therapy only. Cognitive behavior therapy is strongly recommended in treating client with hallucination.
Faktor Risiko Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Mubin, M Fatkhul
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.587 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.53-56

Abstract

Prevalensi penderita skizofrenia di dunia dan Indonesia menunjukkan angka yang terus meningkat. Angka kambuh penderita skizofrenia menunjukkan 50% – 90 % dalam dua tahun.Penyebab kambuh skizofrenia paranoid diduga berasal dari beberapa faktor yang mempengaruhi baik internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah, mengkonfirmasi penyebab kambuh pasien skizofrenia paranoid pada pasien dan keluarga.Desain penelitian adalah diskriptif kualitatif untuk mengetahui faktor risiko kekambuhan pasien skizofrenia paranoid secara spesifik denganmenggunakan pendekatan focus Group Discusion pada kelompok pasien dan keluarga. Hasil: factor risiko kekambuhan pada penelitian ini adalah: lemahnya kepatuhan obat, expresi emosi keluarga, dukungan keluarga yang kurang, beban keluarga dan stigma masyarakat. Dari hasil temuan ini diharapkan para praktisi dalam memberikan terapi untuk mencegah kekambuhan hendaknya memperhatikan factor risiko kekambuhan skizofrenia paranoid.
PENERAPAN TERAPI LATIHAN KETRAMPILAN SOSIAL PADA KLIEN ISOLASI SOSIAL DAN HARGA DIRI RENDAH DENGAN PENDEKATAN MODEL HUBUNGAN INTERPERSONAL PEPLAU DI RS DR MARZOEKI MAHDI BOGOR Abdul Wakhid; Achir Yani S. Hamid; Novy Helena CD
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.648 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.1.2013.%p

Abstract

Application of social skills training therapy to client with social isolation and low self esteem disturbance with Interpersonal relationship Peplau Model Approach in RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Social skills training was designed to improve communication and social skills for someone was experienced difficulties in their interaction skills include giving reinforcement, complain because they do not agree, reject the request of other, exchange experience, demanding personal rights, give advice to others, problem solving and working with people, sharing experience, ask for privacy (Michelson, 1985). Objective this final assignment was to founddescribing result of Application of social skills training therapy management on Social isolation and low self esteem client with interpersonal relationship Peplau Model approach in RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Application of social skills therapy was done to 18 clients since 10 September-9 November 2012. Finding was revealed social skills training exactly effective may used for client with social isolation and low self esteem, where all of clients who have done social skills therapy. Base on this finding, recommended social skills training become to specialist standard therapy in psychiatric nursing and may used for social isolation and low self esteem clients.   Key word : social skills training, social isolation, low self esteem, Peplau interpersonal model

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue