Articles
112 Documents
Gambaran Tingkat Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) pada Usia 6 Bulan Sampai 2 Tahun di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
Muntamah, Ummu;
Haryani, Siti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makanan pendamping ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bagi anak. Pemberian makanan pendamping ASI yang cukup kualitas dan kuantitasnya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan a pada perkembangan bayi. Berdasarkan studi pendahuluan, dari 10 ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun telah diwawancarai, 2 ibu penetahuan baik sedangkan 3 ibu pengetahuan cukup dan 5 ibu pengetahuan kurang. Tujuan Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun di Dusun Sekler Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang . Penelitian ini merupakan penellitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun yang bertempat tinggal di dusun sekler dengan teknik pengambilan Total sampling, alat pengukuran data berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan. Analisa menggunakan analisa univariat Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pda usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Desa Kopeng adalah pengetahuan baik yang berjumlah 17 orang (53,3%), pengetahuan cukup dengan 10 orang (33,3%), pengetahuan kurang 4 orang (13,3%). Saran untuk pelayanan kesehatan di Desa dapat dijadikan sebagai masukan dalam meningkatkan pengetahuan pada ibu di desa Kopeng tentang pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, sehingga meningkatkan citra pelayanan kesehatan di desa kopeng.
Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja dan Implikasinya Terhadap Masalah Kesehatan dan Keperawatannya
Wulandari, Ade
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja, adalah kelompok penduduk yang berusia 10-19 tahun (WHO). Banyak hal yang menarik bila kita membahas tentang kelompok ini antara lain: jumlah populasi yang cukup besar, keunikan dalam pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun sosial di mana mereka memasuki masa yang penuh dengan storm and stress, yaitu masa Pubertas. Masalah kesehatan pada kelompok remaja lebih kompleks. Banyak data menunjukan bahwa masalah kesehatan remaja berawal dari perilaku yang berisiko. Beberapa ciri yang khas dari perkembangan remaja dapat dilihat bahwa masa awal remaja adalah tahap dimana remaja mengalami krisis karena adanya perubahan cepat yang memunculkan sesuatu yang dirasakan baru dan berbeda pada aspek fisik maupun psikososial mereka. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah bertambah meningkatnya perilaku berisiko pada anak remaja dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan peran pengasuhan oleh keluarga. Disamping peran keluarga, peran pemerintah juga penting dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan remaja, termasuk didalamnya adalah peran perawat dalam memberikan pelayanan pada remaja harus berorientasi pada tujuan yang didasarkan pada karakteristik pertumbuhan dan perkembangan remaja.
DUKUNGAN SOSIAL MENINGKATKAN âSELFCARE BEHAVIORâ ANAK
-, Indanah;
Yetti, Krisna;
Sabri, Luknis
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari peneitian adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan Selfcare Behavior anak usia sekolah dengan talasemia mayorâ. Penelitian merupakan penelitian cross sectional. Hipotesayang dibuktikan adalah âAdanya hubungan antara dukungan sosial dengan Selfcare behavior pada Anak Usia Sekolah dengan Talasemia Mayorâ. Sampel dalam penelitian ini  adalah pasien usia sekolah dengantalasemia mayor di RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, sejumlah 131 pasien. Penelitian menggunakan  instrument tentang dukungan sosial dan âselfcare behaviorâ. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial dengan selfcare behavior dengan p = 0,0000 (α = 0,05).  Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan dukungan sosial dari keluarga dan teman untuk meningkatkan kemmapuan selfcare behavior pada anak usia sekolah khusunya anak dengan talasemia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK PADA REMAJA DI SMP NEGERI 3 KENDAL
Nuradita, Elok;
Mariyam, -
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
WHO menyebutkan 1 dari 10 kematian pada orang dewasa disebabkan karena merokok. Indonesia sudah menempati urutan kelima di antara negara-negara dengan tingkat konsumsi tembakau tertinggi di dunia.Kebiasaan merokok pada pelajar disebabkan karena kesalahpahaman informasi, pengaruh iklan dan pengaruh teman. Perilaku merokok berkaitan dengan pengetahuan, sikap seseorang terhadap rokok, dan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya rokok pada remaja di SMP Negeri 3 Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan menggunakan bentuk rancangan one group pretest-postest. Teknik sampling yang digunakan adalahproportional stratified random sampling, dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji McNemmar didapatkan nilai p value= 0,000 � α 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Kendal dengan nilai p value = 0,000.  Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Rokok
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Bayi di Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.
leviana, Ika;
Susanti, Rini;
Widayati, Widayati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
One health status can be viewed by the infant mortality rate. The infant mortality rate is thenumber of deaths of infants aged less than 1 year. The infant mortality rate in the district starch in 2012amounted to 156 babies. Malnutrition rates in Pati regency in 2012 of 256 infants, in pukesmasMargoyoso II as many as 45 babies and in the village there are 15 babies soneyan of 45 babies. Thepurpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of mothers aboutinfant nutrition with nutritional status of infants in rural Soneyan Margoyoso Pati District. The studydesign used is descriptive correlation with cross-sectional approach and retrieval of data is primary data.The population in this study were mothers with infants aged 0-12 months in the village of Pati MargoyosoSoneyan District. The sample in this study uses total sampling that all mothers with infants 0-12 monthsas many as 33 people. The results can be seen 12 respondents (36.4%) good knowledge, 12 respondents(36.4%) mothers knowledgeable enough and 9 respondents (27.3%) less knowledgeable note 18 infants(54.5%) had good nutritional status , the nutritional status of infants who have less sebanyai 11 infants(33.3) and 4 infants (12.1%) have more nutritional status. As well as it can be seen that there is arelationship between knowledge of the nutritional status of mothers with babies in the village of Patiregency Soneyan District Margoyoso using Chi Square statistical test obtained p value of 0.001 <0.005then ho rejected. Suggestions of researchers is that knowledge be improved maternal nutrition baby.
Hambatan Perawat Anak Dalam Pelaksanaan Atraumatic Care Di Rumah Sakit Di Kota Salatiga
Apriani, Liya;
Kasmirah, Kasmirah;
Yulianti, Natalia R
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Anak yang dirawat di rumah sakit tidak pernah terlepas dari dampak negatif hospitalisasi. Untuk menghindari dan mencegah dampak negatif hospitalisasi, perawat menerapkan prinsip Atraumatic Care dalam memberikan asuhan keperawatan. Usaha penerapan Atraumatic Care telah dilakukan di Rumah Sakit Kota Salatiga, namun usaha tersebut belum maksimal (anak masih menangis, rewel bahkan takut dengan perawat). Hambatan perawat dalam menerapkan Atraumatic Care perlu digali lebih dalam.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hambatan perawat anak dalam pelaksanaan Atraumatic Care di sebuah rumah sakit di Kota Salatiga. Metode: Studi kualitatif yang melibatkan lima perawat Ruang Anak sebagai partisipan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dan data dianalisis dengan analisis tematik. Keabsahan data diuji dengan kriteria credibility, dependability, confirmability, dan transferability. Hasil: Ditemukan empat tema tentang hambatan perawat anak dalam pelaksanaan Atraumatic, yaitu (1) Perbedaan persepsi orang tua atau keluarga dengan perawat, (2) Keterbatasan fasilitas rumah sakit, (3) Kurangnya dukungan orang tua, (4) Kurangnya pengalaman kerja perawat. Kesimpulan: Rumah sakit harus menyediakan ruang bermain dan ruang tindakan khusus dengan tujuan pengendalian infeksi dan kesejahteraan anak. Kurangnya dukungan orang tua atau keluarga dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah dan akan berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat. pengalaman kerja perawat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan.
Sikap Orang Tua Terhadap Penerimaan Konseling Genetika Pada Down Syndrome
W, Costrie G.;
Faradz, Sultana MH;
K, Niken Safitri Dyan
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: Genetics counseling can improve individual knowledge and decrease the level of anxiety. More information about genetic diseases received by individu will make them more comfortable because of the certainty. However, the low of public awareness and understanding of issues concerning the genetic disease resulted in the unrecognized the existence of genetic counseling. Research on how attitudes towards genetic counseling in families with Down syndrome child are felt necessary. This study aims to determine parentsâ attitudes towards receiving genetic counseling of Down syndrome. Methods: A quantitative approach used questionnaire was applied cross-sectionally to parents of child with Down syndrome in one special school Semarang. Sample was determined by purposive sampling. Univariate and bivariate analysis were performed to analyze data. Results: A total of 51 respondents participated in this study. The results showed that the majority of respondents (84.3%) supported a genetic counseling session on Down syndrome. Most of the respondents (98.0%) had a positive attitude toward a child with Down syndrome. Based on the bivariate analysis, there was no significant difference (p-value = 0.416) between father and mother attitudes toward receiving genetic counseling of Down syndrome. Conclusion: Most of the respondents were interested in genetic counseling session although they did not know about it previously.
Gambaran Psikologis: Konsep Diri Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Wilayah Banjir Rob Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara
Suwargarini, Ria;
Mubin, M Fatkhul
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak usia sekolah dasar mempunyai banyak faktor yang dapat menjadikan mereka mengalami gangguan emosi berupa perilaku menyimpang. Kondisi lingkungan yang bermasalah bagi anak usia sekolah di Kelurahan Bandarharjo adalah kurangnya ruang bermain bagi mereka akibat dari banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikologis: konsep diri anak usia sekolah dasar di wilayah banjir rob Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu suatu metode penelitian dengan cara mengambil sampel dari populasi tertentu. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik proporsional stratified random sampling yaitu sebanyak 88 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo mempunyai konsep diri yang buruk yaitu citra diri, harga diri dan peran diri. Sedangkan konsep diri yang mempunyai nilai baik yaitu ideal diri dan identitas diri. Hasil penelitian menghasilkan bahwa anak usia sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo mempunyai citra diri buruk 53,4 %, harga diri buruk 56,8%, ideal diri baik 96,6 %, peran diri buruk 52,3 %, identitas diri baik 53,4 %. Rekomendasi dari penelitian ini adalah masyarakat juga ikut memotivasi anak dalam perkembangan mereka ke depan walaupun lingkungan banjir rob tapi diharapkan perkembangan anak anak tersebut tidak ikut terganggu pula. Masyarakat disarankan menyediakan fasilitas tempat bermain.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU BEBAS LAKTOSA TERHADAP KARAKTERISTIK BUANG AIR BESAR PASIEN ANAK 1 â 24 BULAN DENGAN DIARE AKUT DI RUANG PERAWATAN ANAK RSU ANUTAPURA PALU 2013
Fatmawati, Andi;
Yanty, Netty Vonny
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Air susu ibu (ASI) diketahui mengandung laktosa dalam jumlah cukup banyak. Laktosa yang terkandung dalam susu dan juga makanan akan dicerna oleh enzim laktase yaitu suatu enzim yang dihasilkan mukosausus halus. Bila ada kerusakan mukosa usus pada serangan gastroenteritis, yang paling banyak ditemukan adalah gangguan pada enzim laktase berupa defisiensi laktase. Hal ini menyebabkan intoleransi laktosa dan dapat memicu diare. Penderita diare yang diberi susu bebas laktosa, lebih pendek masa perawatannya dikarenakan frekuensi buang airnya lebih cepat menurun dan konsistensi fesesnya lebih cepat berubahmenjadi lembek bahkan padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu bebas laktosa terhadap karakteristik buang air besar pasien anak usia 1-24 bulan dengan diare akut di ruang perawatan anak RSU Anutapura Palu.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan metode one group pre testpost test. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi yang tersedia (total populasi) yaitu berjumlah 32 orang sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan melalui uji T-test, untuk variabel konsistensi feses didapatkan hasil nilaip < 0.05, untuk variabel frekuensi buang air besar juga didapatkan hasilnilai p < 0.05 atau Ho ditolak artinya konsistensi feses dan frekuensi buang air besar sebelum dan sesudah diberikan susu bebas laktosa adaperbedaan (tidak sama).Kesimpulan dari hasil penelitian ini, ada pengaruh pemberian susu bebas laktosa terhadap konsistensi feses dan frekuensi buang air besar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagiRSU Anutapura Palu pada umumnya dan bagi perawat yang bertugas di ruang perawatan anak pada khususnya tentang pengelolaan diare akut pada anak khususnya dalam pemberian susu bebas laktosa melalui penyuluhan.
TINGKAT NYERI ANAK USIA 7-13 TAHUN SAAT DILAKUKAN PEMASANGAN INFUS DI RSUD KOTA SEMARANG
Mariyam, -
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak sakit dan dirawat di rumah sakit sebagian besar memerlukan tindakan pemasangan infus. Pemasangan infus memerlukan tindakan penusukan vena, tindakan ini akan menimbulkan nyeri pada anak. Penelitian inibertujuan mengidentifikasi tingkat nyeri anak saat pemasangan infus. Jenis penelitian adalah diskriptif dengan sampel penelitian 28 sampel di RSUD Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat nyeri anaksebesar 4,18. Hasil ini menunjukkan anak mengalami nyeri sekali saat pemasangan infus.Kata kunci: pemasangan infus, tingkat nyeri.