cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
METODE BIMBINGAN IMAJINASI REKAMAN AUDIO UNTUK MENURUNKAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RUMAH SAKIT DI KOTA PALU Masulili, Fitria
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu kondisi seseorang karena sakit dan masuk rumah sakit. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh metode bimbingan imajinasi rekaman audio terhadap stres hospitalisasi pada anak usia sekolah di Rumah Sakit di Kota Palu. Desain penelitian quasi eksperimental dengan pre and post test design with control group. Sampel yaitu anak usia 7–12 tahun sebanyak 26 responden kelompok intervensi dan 26 responden kelompok kontrol. Intervensi yaitu metode bimbingan imajinasi rekaman audio, diberikan 3 kali selama 2 hari (6 sesi @ 15 menit)).  Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata skor stres hospitalisasi setelah intervensi (p = 0,004). Tidak ada kontribusi variabel confounding. Berdasarkan hasil penelitian ini, bimbingan imajinasi rekaman audio dapat diterapkan pada asuhan keperawatan anak sakit di rumah sakit.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU BEBAS LAKTOSA TERHADAP KARAKTERISTIK BUANG AIR BESAR PASIEN ANAK 1 – 24 BULAN DENGAN DIARE AKUT DI RUANG PERAWATAN ANAK RSU ANUTAPURA PALU 2013 Fatmawati, Andi; Yanty, Netty Vonny
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu (ASI) diketahui mengandung laktosa dalam jumlah cukup banyak. Laktosa yang terkandung dalam susu dan juga makanan akan dicerna oleh enzim laktase yaitu suatu enzim yang dihasilkan mukosausus halus. Bila ada kerusakan mukosa usus pada serangan gastroenteritis, yang paling banyak ditemukan adalah gangguan pada enzim laktase berupa defisiensi laktase. Hal ini menyebabkan intoleransi laktosa dan dapat memicu diare. Penderita diare yang diberi susu bebas laktosa, lebih pendek masa perawatannya dikarenakan frekuensi buang airnya lebih cepat menurun dan konsistensi fesesnya lebih cepat berubahmenjadi lembek bahkan padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu bebas laktosa terhadap karakteristik buang air besar pasien anak usia 1-24 bulan dengan diare akut di ruang perawatan anak RSU Anutapura Palu.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan metode one group pre testpost test. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi yang tersedia (total populasi) yaitu berjumlah 32 orang sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan melalui uji T-test, untuk variabel konsistensi feses didapatkan hasil nilaip < 0.05, untuk variabel frekuensi buang air besar juga didapatkan hasilnilai p < 0.05 atau Ho ditolak artinya konsistensi feses dan frekuensi buang air besar sebelum dan sesudah diberikan susu bebas laktosa adaperbedaan (tidak sama).Kesimpulan dari hasil penelitian ini, ada pengaruh  pemberian susu bebas laktosa terhadap konsistensi feses dan frekuensi buang air besar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagiRSU Anutapura Palu pada umumnya dan bagi perawat yang bertugas di ruang perawatan anak pada khususnya tentang pengelolaan diare akut pada anak khususnya dalam pemberian susu bebas laktosa melalui penyuluhan.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU AL AKHYAR KABUPATEN KUDUS Syarief, Luqman; Saparwati, Mona; Mawardika, Tina
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab munculnya perilaku agresif pada anak pra sekolah yaitu korban kekerasan, terlalu dimanjakan, kemarahan, penyakit, video game dan televisi. Televisi adalah media penyampaian informasi yang digemari oleh anak-anak. Televisi sering menayangkan adegan kekerasan yang dapat ditiru oleh anak yang menontonnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak pra sekolah di TK Islam Terpadu Al Akhyar Kabupaten Kudus.Jenis penelitian ini termasuk deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah semua orang tua anak pra sekolah di TK Islam Terpadu Al Akhyar Kabupaten Kudus dengan sampel yang diteliti 62 responden dengan simple random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak pra sekolah di TK Islam Terpadu Al Akhyar Kabupaten Kudus, dengan nilai p value  (0,000) < α (0,05). Hendaknya orang tua dapat mengendalikan kebiasaan anak menonton tayangan kekerasan di televisi dengan melakukan pendampingan.
HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN ANEMIA DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SUSUKAN 04 UNGARAN TIMUR Putrihantini, Primalia; Herawati, Meira
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin maupun hematokrit lebih rendah daripada normal. Kondisi ini mengganggu transport oksigen maupun nurisi ke beberapa organ penting di dalam tubuh. Anak yang menderita anemia akan mengalami gangguan pemusatan pikiran dan penurunan fungsi kognitif. Berdasarkan observasi dan wawancara pada bulan Januari 2011 di Sekolah Dasar negeri Susukan 04 Ungaran Timur, terdapat kurang lebih 25% dari seluruh total siswa sejumlah 183 anak menunjukkan gejala anemia.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia dengan kemampuan kognitif anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan 04 Ungaran Timur. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2011, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan belah lintang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah denganmenggunakan nonprobability sampling dengan teknik Quota sampling. Jumlah siswa yang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini adalah sejumlah 100 siswa. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan dengan metode cyanmethemoglobin, sedangkan untuk menguji kemampuan kognitif anak dilakukan dengan cara memberikan soal matematika dan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kurikulumnasional untuk Sekolah Dasar. Analisis korelasi dilakukan dengan teknik korelasi Spearman Rank.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin yang terandah adalah 9,9 g/dl, sedangkan kadar hemoglobin yang tertinggi adalah 13,5 g/dl. Kadar hemoglobin rata-rata adalah 11,55 g/dl. Sebagian besardari responden menunjukkan kemampuan kognitif dalam kategori sedang. Hasil analisis Spearman rank didapatkan bahwa nilai p=0,000 dan nilai r=0,395. Nilai ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterimaKesimpulan: Ada hubungan antara kejadian anemia dengan kemampuan kognitif pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan 04 Ungaran Timur. Disarankan agar anak dihindarkan dari hal-hal yangdapat memicu terjadinya anemia, karena dapat menurunkan kemampuan kognitif anak.
APLIKASI TEORI KONSERVASI LEVINE PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DI RUANG PERAWATAN ANAK -, Mariyam; Rustina, Yeni; Waluyanti, Fajar Tri
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi menurut Levine merupakan suatu gambaran sistem yang kompleks agar manusia dapat melanjutkan fungsi dan beradaptasi sesuai dengan pertahanan tubuhnya. Kebutuhan oksigen adalah kebutuhan fisiologis bagi manusia. Anak mempunyai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dari orang dewasa. Pemenuhan oksigen memerlukan peran sistem pernapasan dan sistem kardiovaskuler. Gangguan pada kedua sistem tersebut menyebabkan  gangguan dalam pemenuhan oksigenasi. Perawat perlu membantu anak supaya kebutuhan oksigenasi terpenuhi agar tubuh mampu melanjutkan fungsi sehingga anak kuat dan mampu melawan ketidakmampuan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip konservasi Levine.Karya ilmiah ini membahas aplikasi teori Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi di ruang perawatan anak. Fokus bahasan pada penggunaan teori Konservasi Levine dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi anak. Asuhan keperawatan dilakukan melalui proses keperawatan Levine yaitu pengkajian, merumuskan trophicognosis, menentukan hipotesis, intervensi dan evaluasi. Terdapat lima kasus yang dibahas. Hasil akhir dari penerapan konservasi Levine mampu meningkatkan kemampuan anak dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi namun respon organismik terhadap tindakan masing-masing klien berbeda tergantung dari kemampuan dan penyakit yang diderita.
DUKUNGAN SOSIAL MENINGKATKAN “SELFCARE BEHAVIOR” ANAK -, Indanah; Yetti, Krisna; Sabri, Luknis
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari peneitian adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial  dengan Selfcare Behavior anak usia sekolah dengan talasemia mayor”. Penelitian  merupakan penelitian cross sectional. Hipotesayang dibuktikan adalah “Adanya hubungan antara dukungan sosial  dengan Selfcare behavior pada Anak Usia Sekolah dengan Talasemia Mayor”. Sampel dalam penelitian ini   adalah pasien usia sekolah dengantalasemia mayor di RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, sejumlah 131 pasien. Penelitian menggunakan   instrument tentang dukungan sosial dan “selfcare behavior”. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial dengan selfcare behavior dengan p = 0,0000 (α = 0,05).   Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan dukungan sosial dari keluarga dan teman untuk meningkatkan kemmapuan selfcare behavior pada anak usia sekolah khusunya anak dengan talasemia.
HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DAN JUMLAH BALITA DENGAN STATUS GIZI DI RW 07 WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIJERAH KOTA BANDUNG Nurjanah, Nunung; Septiani, Tiara Dewi
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi memegang peranan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia  terutama balita. Sebagian besar masyarakat memiliki jumlah balita dalam satu keluarga >2 balita dan tidak sedikit jarak kelahiran berdekatan < 2 tahun. Jarak kelahiran dan jumlah balita turut serta mempengaruhi status gizi balita. Metode penelitian yang digunakan adalah descriptions correlation dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 60 responden dan data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis melalui dua tahapan, yaituunivariat untuk mengetahui gambaran dan bivariat untuk mengetahui hubungan (chi square). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki jarak kelahiran ≤2 tahun sebanyak 63,3%, sebagian besar responden memiliki jumlah balita >2 balita sebanyak 76,7%, hampir setengah responden yang memiliki balita dengan status gizi normal sebanyak 63,3%. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan jarak kelahiran dengan status gizi balita dengan nilai p value= 0,022 dan tidak ada hubungan antara jumlah balita dengan status gizi balita dengan p value= 0,055. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan kepada ibu yang memiliki balita untuk mengatur jarak kelahiran danjumlah balita yang dimiliki agar status gizi balita baik.
PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA BBLR DALAM 3 BULAN PERTAMA DI KOTA SEMARANG Rakhmawati, Nur Dian; Haryanti, Fitri; Wibowo, Tunjung
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN ANAK
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Discharge planning is one of the methods needed to improve the knowledge of mother or parents in providing appropriate care, especially in the provision of nutrition for Low birth weight infants(LBW). Weight gain given an overview of baby health status. Lack of information on how to breastfeed and how to care LBW at home rightly, makes family less understanding about the importance of nutritionfor the growth and development of infants.Objective: Proving the effect of discharge planning for gaining of weight on LBW in first 3 months.Methods: The study was quasi-experimental non equivalent control design. Subjects were that meet the inclusion and exclusion criteria. Number of samples was 24 for the intervention and 24 for the control. Evaluation was done every 2, 4, 6, 8, 12 weeks to measure the weight gain on LBW in the first 3 months. Analysis was using Chi-Square (ujiX2), t-test and multivariable logistic regression.Results: On statistical test was obtained result that discharge planning affect on LBW weight gain in 3 months (RR = 2.2; CI = 1.35 to 3.59, p = 0.000), discharge planning also affects the full breastfeedingfor 3 months (RR = 4.2; CI = 1.68 to 10.78, p = 0.000), full breastfeeding was also influenced on the weight gain of infants (RR = 2.1; CI = 1.39 to 3.30, p = 0.000)Conclusion: At discharge planning was shown significantly affect to the gaining of weight in the first 3 months of LBW.
EFEKTIFITAS LINGKUNGAN TERAPETIK TERHADAP REAKSI HOSPITALISASI PADA ANAK Solikhah, Umi
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang dirawat di rumah sakit sering  mengalami  reaksi hospitalisasi dalam bentuk anak rewel, tidak mau didekati oleh petugas kesehatan, ketakutan, tampak cemas, tidak kooperatif,  bahkan tamper tantrum. Tujuan untuk mengetahui efektifitas lingkungan terapeutik terhadap reaksi hospitalisasi pada anak. Rancanganpenelitian quasy eksperiment dengan desain crossectional. Sampel 44 anak usia 1-13 tahun. Analisis data denganindependent t-test dan chi-square. Hasil penelitian diperoleh lingkungan terapetik efektif untuk meminimalkanreaksi hospitalisasi. Reaksi hospitalisasi ditunjukkan dengan angka signifikansi dari variabel reaksi hospitalisasiyang meliputi kecemasan anak (p-value=0,004), sikap kooperatif (p-value=0,000), respon anak (p-value=0,000),mood anak (p-value=0,000), dan sikap penerimaan pada petugas (p-value=0,000). Hendaknya perawat ruanganak menerapkan lingkungan terapeutik  sehingga dapat meminimalkan reaksi hospitalisasi negatif.Kata kunci: lingkungan terapetik, reaksi hospitalisasi
Penggunaan Madu Dalam Oral Hygiene Sebagai Inhibitor Koloni Bakteri Pada Anak Yang Dirawat Di Picu Mariyam, Mariyam; Alfiyanti, Dera
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kritis yang dirawat rumah sakit, dalam waktu 48 jam akan mengalami perubahan flora orofaringeal. Keadaan ini dapat berisiko terjadi masalah kesehatan, sehingga perlu dilakukan perawatan mulut (oral hygiene). Cairan yang biasa digunakan dalam oral hygiene adalah Nacl. Ada beberapa cairan lain yang digunakan yaitu chlorhexidine dan providone iodine, namun cairan ini kurang efektif mencegah dan menurunkan masalah mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penekanan pertumbuhan koloni bakteri di mulut pada anak yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Roemani Semarang yang dilakukan Oral hygiene dengan diberikan madu murni. Desain penelitian ini merupakan deskriptif analitik. Sampel ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Sampel dilakukan oral hygiene dengan menggunakan Nacl dan diolesi dengan madu murni, setelah 8-10 jam dilakukan pengambilan saliva untuk selanjunya dilakukan pemeriksaan jumlah koloni bakteri. Hasil uji statistik ratarata jumlah koloni bakteri pada responden adalah 4.2 dengan standar deviasi 3.42. Dibandingkan dengan hasil penelitian Mariyam & Dera (2014) yang meneliti tentang koloni bakteri pada anak yang dilakukan oral hygiene menggunakan Nacl saja, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa madu lebih efektif menekan pertumbuhan koloni bakteri.

Page 2 of 12 | Total Record : 112