cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Pola Penulisan Obat Anti Inflamasi Non Steroid di Bangsal Khadijah Rumah Sakit Roemani selama Januari - Juni 2011 Danang Ari Wicaksono; Ichrojuddin Nasution; Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.252 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pemakaian AINS yang rasional diartikan pemberian resep yang tepat indikasi, dosis, lama pemberian obat yang tepat dan aman, cara pemberian obat, serta harga terjangkau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemakaian AINS dari segi golongan, harga, cara pemberian, lama pemberian, merek dagang, jumlah AINS dalam satu resep, jumlah obat dalam satu resep di Bagian Penyakit Dalam Bangsal Khodijah Rumah Sakit Roemani periode Januari sampai Juni 2011Metode : Penelitian bersifat deskriptif menggunakan SPSS 18 uji univariat distribusi frekuensi, standar deviasi, analisis deskriptif. Populasi seluruh resep yang mengandung AINS sebanyak 460 resep. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 209 resep. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Analisis data secara dekriptif terhadap golongan, harga, cara pemberian, lama pemberian, merek dagang, jumlah AINS, jumlah obat dalam satu resepHasil :Golongan terbanyak paraamino fenol 65,1%, harga AINS sediaan padat rata-rata Rp 1.274,54 per obat, harga AINS sediaan cair ratarataRp 37.590,41 per obat, cara pemberian AINS terbanyak secara oral 84,2%, lama pemberian AINS terbanyak 1-3 hari 95,2%, merek dagang AINS generik 63,6%, jumlah AINS dalam sebuah resep terbanyak 1 buah 84,2%, dan jumlah obat dalam sebuah resep terbanyak adalah 1-3 obat 79,4%.Simpulan : hasil penelitian pemakaian AINS ditinjau dari golongan AINS, harga AINS, cara pemberian AINS, lama pemberian AINS,merek dagang AINS, jumlah AINS dalam satu resep, jumlah obat dalam satu resep telah sesuai standar.Kata kunci : Anti Inflamasi Non Steroid (AINS), Rumah Sakit Roemani
Merokok berperan pada kejadian andropouse Kanti Ratnaningrum; Muh. Sudiat; Ray Subandriya
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.001 KB)

Abstract

Latar Belakang: Merokok menyebabkan kadar Sex Binding Hormon Globulin (SHBG) meningkat dan bioavailabilitas testosteron dalam darah menurun dan penurunan hormon testosteron dapat menpercepat andropouse. Sedangkan kondisi obesitas menyebabkan penumpukan lemak yang merubah hormon testosteron menjadi esterogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko merokok dan obesitas dengan kejadian andropause.Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel adalah laki-laki usia >40 tahun yang bertempat tinggal di Desa kembang, kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Kriteria eksklusi meliputi kebiasaan konsumsi alkohol, riwayat penyakit diabetes mellitus/ kardiovaskuler, pernah atau sedang menjalani terapi radiasi. Data merupakan data primer dan sekunder menggunakan kuisioner dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Dari 138 sampel, di dapatkan hasil adanya hubungan antara kebiasaan merokok dan obesitas dengan kejadian andropause (p-value=0,000; p-value=0,035) sedangkan usia, jumlah anak, tingkat pendidikan, dan pekerjaan bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian andropouse.Simpulan: merokok dan obesitas berhubungan dengan kejadian Andropause.Kata kunci : Andropause , rokok, obesitas
Pengaruh Hubungan Interpersonal antara Pasien dan Staf medis terhadap Kepuasan Persalinan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Indonesia Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.411 KB)

Abstract

LatarBelakang :Hubungan interpersonal antara pasien dan staf medis merupakan hal penting untuk meningkatkan mutupelayanan persalinan. Terdapat penurunan jumlah persalinan dari tahun 2014 sampai 2015, yang diikuti ketidakpuasan pasiendalam aspek hubungan interpersonal meliputi aspek komunikasi dan humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh hubungan interpersonal antara pasien dan staf medis terhadap kepuasan persalinan.Metode :Penelitiancross sectional menggunakan wawancara tertutup yang dilakukan dari Juli sampai Agustus 2016. Jumlah totalresponden sebanyak 79 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hubungan interpersonal dan kepuasan persalinan diukurdengan menggunakan instrumen dari konsep tim perubahan pelayanan maternal dan jurnal kepuasan persalinan yang sebelumnyasudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji statistik menggunakan uji regresi linier.Hasil :Mayoritas responden (94,9%) berusia 21-40 tahun, 67,1% berpendidikan perguruan tinggi, 40,5% ibu rumah tangga, dan57% dengan teknik persalinan operasi cesar.Terdapat pengaruh signifikan antara hubungan interpersonal dengan kepuasanpersalinan (p=0.0001).Simpulan :Hubungan interpersonal yang bagus antara pasien dan staf medis meliputi aspek komunikasi dan humanistikmeningkatkan derajat kepercayaan pasien terhadap penyedia pelayanan yang akan meningkatkan kepuasan persalinan.Kata kunci :hubungan interpersonal, kepuasan persalinan.
Hubungan antara Kualitas Fisik Rumah dan Kejadian Tuberkulosis Paru dengan Basil Tahan Asam Positif di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Semarang Erwin Ulinnuha Fahreza; Hestu Waluyo; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.263 KB)

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat didunia bahkan pada tahun 2003 WHO mencanangkan TB sebagai global emergency.Indonesia berada di urutan ke-3 setelah Cina dan India sebagai penyumbang penderita TB di dunia dengan angka kematian akibat TB yang tinggi, Asia termasuk episenterepidemi TB di dunia.Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung pembuluh darah. WHO dalam anual report on global TB control 2003 menyatakan terdapat 22 negara dikategorikan sebagai high burden countries terhadap TB termasuk Indonesia.Kondisi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko sumber penularan penyakit TBC. Sumber penularan penyakit ini erat kaitannya dengan kondisi sanitasi perumahan yang meliputi penyediaan air bersih dan pengolahan limbah.Tujuan : Mengetahui hubungan kualitas fisik rumah dengan kejadian TB paru BKPM Semarang.Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitan observasional analitik dengan jenis penelitian case control, yaitu jenis penelitian dengan cara membandingkan kelompok kasus dengan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya (retrospektif) untuk menganalisis hubungan antara kualitas fisik rumah dengan kejadian TB paru BTA positif (+). Subjek penelitian adalah penderita TB Paru yang tercatat dalam buku register bulan juli sampai bulan desember tahun 2010. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner.Hasil : hasil penelitian didapatkan kejadian BTA positif yang memiliki rumah tidak sehat sebanyak 87,5% sedangkan yang memiliki rumahsehat sebanyak 12,5%. Dari hasil analisis bivariat ada hubungan antara kualitas fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA positif (p=0,000).Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara hubungan antara kualitas fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA positif.Kata kunci : kualitas fisik rumah, dan TB paru
Efektifitas Penyuluhan Tentang Hipertensi pada Masyarakat Rentang Usia 45-60 Tahun Dibandingkan dengan Masyarakat Rentang Usia 61-75 Tahun Rifka Widianingrum; Hema Dewi A
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.174 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan kesehatan memiliki pengaruh terhadap perilaku sebagai hasil jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Salah satu contoh penting adalah pengetahuan tentang hipertensi karena hipertensi di dunia  merupakan faktor resiko utama penyebab kematian. Dari 10 orang warga RW III Kelurahan Wonodri Semarang 9 orang (90%) memiliki pengetahuan kurang tentang hipertensi. Oleh karena itu penting dilaksanakannya penyuluhan tentang hipertensi untuk meningkatkan pengetahuan warga. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan “Pre test dan post  test”. Populasi  yaitu seluruh warga RW III Kelurahan Wonodri yang berusia 45-75 tahun sebanyak 70 orang, besar sampel adalah 30 orang usia 45-60 tahun, 30 orang usia 61-75 tahun. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel bebas adalah penyuluhan tentang hipertensi. Variabel terikat adalah pengetahuan tentang hipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Pada kelompok usia 45-60 tahun sebelum penyuluhan mayoritas responden memiliki kategori pengetahuan kurang (80%) , setelah penyuluhan memiliki pengetahuan baik sebesar 100% dan pada kelompok usia 61-75 tahun sebelum penyuluhan mayoritas responden memiliki kategori pengetahuan kurang (90%), setelah penyuluhan seluruh responden memiliki pengetahuan baik (100%). Berdasarkan uji Wilcoxon pada usia 45-60 tahun diperoleh p-value 0,000 (<0,05), sehingga ada perbedaan yang bermakna pengetahuan tentang hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan dan pada usia 61-75 tahun diperoleh p-value 0,000 (<0,05), sehingga ada perbedaan yang bermakna pengetahuan tentang hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan uji Mann Whitney, diperoleh nilai p-value 0,047 (<0,05), sehingga ada perbedaan yang bermakna perubahan pengetahuan tentang hipertensi pada kelompok masyarakat usia 45-60 tahun dengan usia 61-75 tahun.
Durasi Kerja Meningkatkan Kejadian Low Back Pain pada Buruh Pabrik Rokok Merry Tyas Anggraini; M. Naharuddin Jenie; Diskta Winza Ronica
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.51 KB)

Abstract

Latar Belakang : Low Back Pain (LBP) atau sering akrab dipanggil nyeri punggung bawah ini merupakan masalah klinik yang sering terjadi pada sebagian mayoritas di masyarakat. LBP adalah rasa nyeri pada punggung bagian bawah. Pekerjaan merupakan salah satu faktor resiko yang dapat mempengaruhi terjadinya LBP. Keluhan LBP meningkat pada usia sekitar 55 tahun. Bekerja dengan posisi duduk dalam waktu yang lama (>2jam) dapat meningkatkan resiko keluhan LBP. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan durasi kerja dengan kejadian LBP pada buruh pabrik rokok.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 854 orang. Pengambilan sample dengan cara quota sampling sebanyak 272 orang. Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil : hubungan durasi bekerja setiap hari dengan kejadian LBP didapatkan nilai p = 0,042 (p<0,05).Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara durasi kerja dengan kejadian Low Back Pain pada buruh pabrik rokok. Durasi bekerja meningkatkan kejadian LBP pada buruh pabrik rokok. Kata Kunci : Durasi Kerja, Low Back Pain, Buruh pabrik rokok

Page 13 of 13 | Total Record : 126