cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Asfiksi Meningkatkan Kejadian Hiperbilirubinemia Patologis pada Bayi di RSUD Tugurejo Semarang Agus Saptanto; Ika Dyah Kurniati; Siti Khotijah
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.602 KB)

Abstract

Latar belakang : Hiperbilirubinemia merupakan peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Hiperbilirubinemia yang tidak terkontrol dapatmenyebabkan kerusakan otak. Pada tahun 2014 hiperbilirubinemia menempati urutan ke 2 kasus terbanyak di ruang rawat inap perinatologiRSUD Tugurejo Semarang. Beberapa faktor risiko hiperbilirubinemia antara lain usia kehamilan, jenis kelamin dan asfiksia. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asfiksia dengan insiden hiperbilirubinemia patologis di RSUD Tugurejo Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 74 neonatus yangmengalami hiperbilirubinemia dengan berat badan?2500 gram dan dipilih dengan teknik sistemrandom sampling. Data ini diambil daricacatan rekam medik dari periode Januari sampai Desember 2014. Analisis statistik yang digunakan adalah chi-square.Hasil : Dari 74 neonatus dengan hiperbilirubinemia, sebanyak 68,9% neonatus mengalami hiperbilirubinemia patologis. Dari hasil analisismenunjukkan bahwa asfiksia memiliki hubungan yang signifikan dengan insiden hiperbilirubinemia patologis (p= 0.004).Kesimpulan : Asfiksia meningkatkan insiden hiperbilirubinemia patologis.Keyword : asfiksia, hiperbilirubinemia patologis, hiperbilirubinemia fisiologi
Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif Subur Widiyanto; Dian Aviyanti; Merry Tyas A
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.037 KB)

Abstract

Latar Belakang : ASI adalah makanan alamiah yang terbaik bagi bayi karena ASI merupakan makanan penuh dengan zat gizi yangdibutuhkan bagi bayi.Tujuan :Untuk mengetahui hubungan antarapendidikan danpengetahuan ibu dengan sikap pemberian ASI Eksklusif .Metode :Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu - ibuyang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan berjumlah 30 orang. Besar sampel 30 ibu menyusui pada bulan Maret 2012, diperoleh dengan cara sampling jenuh.Data yang diperoleh di analisa univariat yaitu frekuensi data independen dan dependen serta analisa bivariat dengan uji rankspearman.Hasil : Didapatkan pengetahuan responden yang baik 7 responden (23,3%), cukup 19 responden (63,3%),kurang 4 responden (13,3%).Pendidikan responden SD 23,3%, SMP33,3%,SMA 36,7%, D33,3%, S1 3,3%. Sikap responden yang kurang mendukung 16 responden(53,3%), mendukung14 responden (46,7%).Hasil uji statistik pendidikan dengan sikap didapatkan p-value 0,000 maka dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan sikap. Nilai korelasi spearman 0,691 menunjukkan bahwa korelasi positifdengan kekuatan korelasi yang kuat. Uji statistik pengetahuan dengan sikap didapatkan p-value 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap. Nilai korelasi spearman 0,836 menunjukan bahwa korelasi positif dengankekuatan korelasi yang sangat kuat.Kesimpulan : Dari hasil tersebut, maka ada hubungan bermakna antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan sikap pemberian ASIEksklusif.Kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, ASI eksklusif
Efek Toksik Formalin terhadap Gangguan Fungsi Hepar Afiana Rohmani; Sri Latiyani Djamil; Ayu Rindwita Indah
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.819 KB)

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan salah satu xenobiotik yang sekarang ini banyak ditemukan dalam industri makanan sebagai pengawet. Jejas kimia formalin dapat memacu terbentuknya senyawa reactive oxygen species (ROS) dan proses hipoksia histotoksik. Hepar merupakan organ yang memiliki kapasitas metabolik tertinggi dibanding organ lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian formalin peroral terhadap kadar SGOT dan SGPT, sebagai parameter fungsi hepar , pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) .Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratorik dengan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 20 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria Ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus Wistar dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Independent Sampel T Test.Hasil:. Terdapat pengaruh pemberian formalin terhadap kadar SGOT/SGPT hepar tikus wistar dengan uji T Test (p= 0,00).Kesimpulan: Terdapat peningkatan kadar SGOT dan SGPT hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar pada pemberian formalin peroral dibandingkan kontrol placebo (p=0.00)Kata kunci: Formalin, Kadar SGOT SGPT, fungsi hepar
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Dermatitis Atopik Retno Indrastiti; Ika Dyah Kurniati; Eka Oktaviani Saputri
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.952 KB)

Abstract

hidup individu yang terkena serta keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan luas lesi dengantingkat kualitas hidup penderita dermatitis atopik di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Studi observasional dengan desain cross sectional dengan Uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%.Penelitian ini menggunakan data primer dengan Indeks Kualitas Hidup Dermatologi (IKHD) dan rekam medis sebagai datasekunder. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan carapurposive sampling.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, sebagian besar responden berusia lansia (70,0%) dengan jenis kelaminperempuan (56,7%) dengan luas lesi kategori berat (56,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara luas lesi dengankualitas hidup (p=0,049).Kesimpulan: Semakin berat luas lesi maka semakin besar pengaruhnya dengan kualitas hidup penderita.Kata kunci: dermatitis atopik, luas lesi, kualitas hidup.
Hubungan Karakteristik, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, dan Frekuensi Periksa Kehamilan dengan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Trimester II (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pandanaran Semarang) Febrina Dwi Haryani; Darmono SS; Maya Dian Rakhmawatie
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.996 KB)

Abstract

Latar belakang : pada masa kehamilan seorang wanita memerlukan  gizi yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan dalam keadaan biasa untuk menghindari defisiensi gizi yaitu dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam porsi yang seimbang dan sesuai dengan tahapan kehamilan.. Tujuan : mengetahui hubungan karakteristik, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan frekuensi periksa kehamilan dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II. Metode : penelitian dilakukan secara studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester II yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Pandanaran Semarang dari bulan November 2011 sampai dengan Februari 2012. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik total sampling dengan menggunakan semua ibu hamil dengan usia kehamilan 13 – 27 minggu (trimester II) yang berjumlah 31 orang yang telah memenuhi kriteria. Tiap variabel dilakukan uji normalitas data dengan uji Kolmogorov Smirnov, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Hasil : tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu (umur ibu, jarak kehamilan/kelahiran, paritas, dan pendidikan) dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II (p>0,05). Dimana umur ibu memiliki p-value 0,862, jarak kehamilan/kelahiran p-value 0,306, paritas p-value 0,696, dan pendidikan p-value 0,649. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan frekuensi periksa kehamilan dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II (p<0,05). Dimana tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein memiliki p-value 0,000, serta frekuensi periksa kehamilan memiliki p-value 0,002. Kesimpulan : tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II, tetapi ada hubungan yang signifakan antara tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan frekuensi periksa kehamilan dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II.
Faktor yang Mempengaruhi Cara Persalinan di RSUD Tugurejo Semarang M. Taufiqy -; Afiana Rohmani; Optie Ardha Berliana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.948 KB)

Abstract

Latar Belakang: Risiko Kehamilan merupakan gangguan pada kehamilan yang dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan maupun persalinan. Oleh karena itu perlu adanya skrining risiko kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi persalinan dan persalinan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara risiko kehamilan, usia, jarak kehamilan dan tempat tinggal dengan cara persalinan di ruang bersalin RSUD Tugurejo Semarang Periode Oktober-Desember Tahun 2013.Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat, analisis bivariat.Hasil : Hasil analisis bivariat dari 460 responden, variabel risiko kehamilan (OR = 5,428;p = 0,000; 95% CI = 3,304-8,916) menunjukan adanya hubungan bermakna antara risiko kehamilan dengan cara persalinan. Sedangkan variabel usia (OR = 0,982;p = 1,000;95% CI = 0,601-1,606) dan variabel jarak kehamilan (OR = 1,308;p = 0,490;95% CI = 0,704-2,429) dan variabel tempat tinggal (OR = 0,906;p = 0,818;95% CI = 0,532-1,542) menunjukan tidak ada hubungan bermakna antara usia, jarak kehamilan, dan tempat tinggal dengan cara persalinan.Simpulan : Ada hubungan bermakna antara risiko kehamilan dengan cara persalinan, dan tidak ada hubungan bermakna antara usia, jarak kehamilan dan tempat tinggal dengan cara persalinan. Kata kunci : Risiko Kehamilan, Cara persalinan.
Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas 2 Di SMA N 1 Kendal Sekar Pinasti; - Gunadi; Merry Tiyas Anggraini
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.438 KB)

Abstract

Latar Belakang : Menstruasi adalah perdarahan dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menjalankan fungsinya. Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi yang baru. Panjang siklus menstruasi yang normal ialah 28 hari. Namun beberapa perempuan memiliki siklus menstruasi tidak teratur yang disebabkan karena pusat pengatur stres di otak sangat dekat lokasinya dengan pusat pengaturan menstruasi .Stres merupakan suatu respon fisiologis, psikologis dan perilaku dari manusia yang mencoba untuk mengadaptasi dan mengatur baik tekanan internal dan eksternal (stresor).Tujuan : Membuktikan adanya hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi kelas 2 SMA N 1 Kendal.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini meliputi para siswi kelas 2 di SMA N 1 Kendal dengan jumlah siswa 190 orang. Pengambilan sampel menggunakan Tehnikproppartional stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 66 orang. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran responden menurut variable yang diteliti dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil : Pada akhir penelitian didapatkan sebanyak 38 responden (57,6 %) mengalami stres ringan dengan perincian 23 responden (34,8 %) dengan siklus menstruasi yang normal dan 15 responden (22,7 %) dengan siklus menstruasi yang tidak normal (polimenorea dan oligomenorea). Nilai p = 0,012( p< 0,050).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Kata Kunci : Siswi, Tingkat Stres, Siklus Menstruasi.
Pola Konsumsi Makanan Sumber Vitamin A dan Vitamin C pada Penderita Katarak Wahju Ratna Martiningsih; Kanti Ratnaningrum; Supartiningsih -
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.186 KB)

Abstract

Latar Belakang : Katarak masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Vitamin A, vitamin C dan vitamin Emerupakan sumber antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas yang menghentikan reaksioksidasi radikal bebas sehingga mampu menghambat proses terjadinya katarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan pola makan buah dan sayuran sumber antioksidan dengan kejadian katarak.Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik desain kasus kontrol dengan pendekatan retrospektifdengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data di analisis menggunakan uji Chi-square. Datamerupakan data primer yang diambil dari panti werda di wilayah SemarangHasil : Dari 23 sampel di dapatkan hasil konsumsi sumber vitamin A dan vitamin C berhubungan dengan kejadian katarak(?=0,000; CC=0,707) Simpulan : semakin sedikit konsumsi makanan sumber vitamin A dan vitamin C dapat meningkatkan kejadian katarak dikemudian hariKata Kunci : Antioksidan, katarak, vitamin A, vitamin C
Faktor Prediktor Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pengrajin Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Rochman Basuki; M. Naharuddin Jenie; Zimamul Fikri
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.189 KB)

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah disfungsi saraf medianus yang terjadi karena peninggian tekanan di dalam terowongan karpal. Faktor prediktor CTS adalah usia, jenis kelamin, lama kerja, masa kerja, beban kerja serta frekuensi gerakan repetitif yang terjadi dalam jangka waktu yang lama misalnya pekerja di bagian produksi kain tenun ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin). Menurut National Health Interview Study (NHIS) memperkirakan bahwa prevalensi CTS yang dilaporkan dengan populasi dewasa sebesar 1.55% (2,6 juta).Tujuan : Menganalisis faktor prediktor CTS yaitu : usia, lama kerja, masa kerja, beban kerja, gerakan repetitive.Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 60 orang pengrajin Tenun ATBM.. Variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, lama kerja, masa kerja, beban kerja, gerakan berulang. Variabel terikat adalah Kejadian CTS. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil : Hubungan usia dengan CTS nilai p = 0,026, hubungan lama kerja dengan CTS nilai p = 0,000, hubungan masa kerja dengan CTS nilai p = 0,000, hubungan beban kerja dengan CTS nilai p = 0,000, dan hubungan gerakan berulang dengan CTSnilai p = 0,001:Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, lama kerja, masa kerja, beban kerja, gerakan repetitive dengan kejadian CTS.Kata Kunci: Usia, Lama Kerja, Masa Kerja, Beban Kerja, Gerakan Berulang, Carpal Tunnel Syndrome(CTS)
Penyerapan Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan Romadhoni -; Noor Yazid; Dian Aviyanti
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.336 KB)

Abstract

Pendahuluan : Setiap satu jam perempuan Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Penyebabnya adalah ketidak mengertian tentang penyakit sebanyak 47%. Di SMA NASIMA Semarang 8 dari 10 siswi tidak dapat menjawab pertanyaan tentang kanker serviks dengan benar, sehingga pendidikan kesehatan penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk meningkatan pengetahuan tentang kanker serviks.Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan tentang kanker serviks.Metode : Jenis penelitian yang digunakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan “one group pretest-postest”. Populasi penelitianseluruh siswi kelas X dan XI di SMA NASIMA Semarang berjumlah 76 siswi. Sampel diambil secara proporsional random sampling dengan jumlah 43 siswi. Variabel bebas adalah penyuluhan tentang pencegahan kanker serviks Variabel terikat adalah pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks. Analisis bivariat menggunakan paired T test.Hasil : Sebelum penyuluhan tidak ada responden yang memiliki pengetahuan baik (0,0%). Sesudah penyuluhan mayoritas respondenmemiliki pengetahuan baik sebanyak 36 siswi (83,7%). Hasil paired T test diperoleh nilai p-value 0,000 kurang dari 0,05. Dengan demikian ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan tentang kanker serviks sebelum dan sesudah penyuluhanKesimpulan : Ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan tentang kanker serviks sebelum dan sesudah penyuluhan di SMA NASIMASemarang.Kata kunci : Penyuluhan, pengetahuan, kanker serviks

Page 10 of 13 | Total Record : 126