cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
PHBS yang Buruk Meningkatkan Kejadian Diare Merry Tyas Anggraini; Dian Aviyanti; Djarum Mareta Saputri
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.098 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perilaku hidup bersih dan sehat seseorang sangat berhubungan dengan peningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Sehingga dengan berperilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari akan menghindarkan dari berbagai penyakit terutama penyakit-penyakit infeksi seperti diare. Sebanyak 2074 kasus diare terjadi di Puskesmas Karang Tengah-Demak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karang Tengah-Demak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji korelasi Chi Square. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling.Hasil : Hasil analisis Chi Square dari 57 responden p value 0,001 dimana nilai p < ? (0,05), nilai OR 10,000. Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karang Tengah. PHBS yang buruk meningkatkan kejadian diare.Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Diare, Balita
Kista endometriosis meningkatkan risiko terhadap terjadinya infertilitas pada wanita usia reproduktif Kanti Ratnaningrum; Diana Handaria; Amalia Octavianny
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.193 KB)

Abstract

Latar Belakang: Endometriosis adalah kelainan ginekologis yang biasanya terjadi pada wanita usia reproduktif dan merupakan salah satupenyebab infertilitas. Masih banyaknya kejadian kista endometriosis menyebabkan peneliti ingin mengetahui hubungan kista endometriosisdengan kejadian infertilitasMetode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik konsekutif sampling.Sampel diambil dari data sekunder di RSUD Tugurejo Semarang dan RSUD Kota Semarang pada periode Januari 2011 Desember 2013.Data dianalisis menggunakan uji korelasi chi squareHasil: Dari 100 sampel, terdapat hubungan yang signifikan antara kista endometriosis dengan kejadian infertilitas (p=0,00) dan pasien yangmengalami kista endometriosis mempunyai risiko 8,08 kali lebih besar terhadap kejadian infertilitas dibanding yang tidak mengalami kistaendometriosis.Simpulan: Penelitian ini menyatakan ada hubungan antara kista endometriosis dengan kejadian infertilitasKata kunci: kista endometriosis, infertlitas, wanita reproduktif.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada pengguna IUD Jenis COOPER-T dan NOVA-T Rani Dinarti; Siti Moetmainnah Prihadi; Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.322 KB)

Abstract

Latar belakang : IUD merupakan pilihan utama dalam pemakaian kontrasepsi jangka panjang yang disarankan. Cooper-T dan Nova-Tmerupakan jenis IUD yang banyak dipakai oleh wanita usia subur 20-35 tahun dan memiliki komplikasi perdarahan terutama Cooper-T.Perdarahan tersebut dapat menyebabkan menurunnya kadar hemoglobin.Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pada pengguna IUD jenis Cooper-T dan Nova-T.Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey analitik berupa rancangan komparatif dengan pendekatan crossectional.Populasi penelitian adalah peserta KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Karangayu sebanyak 38 orang. Teknik sampling menggunakan totalsampling dengan rincian 20 pengguna Cooper-T dan 18 pengguna Nova-T. Variable bebas adalah pengguna IUD jenis Cooper-T dan Nova-T. Variable terikat adalah kadar hemoglobin. Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin pada pengguna IUD jenis Cooper-T adalah 10,3550 g/dl.Sedangkan pada pengguna IUD jenis Nova-T rata-rata kadar hemoglobin adalah 11,8778 g/dl. Berdasarkan uji Mann-Whitney diperoleh pvalue = 0,000 sehingga didapatkan perbedaan yang bermakna antara kadar hemoglobin pengguna Cooper-T dan Nova-T.Kesimpulan : Kadar hemoglobin Cooper-T lebih rendah dibandingkan dengan kadar hemoglobin Nova-T. Hal ini sesuai dengan teori yangmenyatakan bahwa penggunaan Cooper-T dapat menyebabkan banyak perdarahan disebabkan karena bentuk dan ukuran Cooper-T lebihbesar serta besarnya volume kumparan tembaga sehingga perlukaan yang terjadi lebih dalam dan perdarahan lebih banyak dibandingkandengan Nova-T.Kata kunci : Cooper-T, Nova-T, Kadar hemoglobin
Prevalensi Derajat Asfiksia Neonatorum pada Berat Badan Bayi Lahir Rendah Afiana Rohmani; Lilia Dewiyanti; Prima Maulana cahyo Nugroho
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.235 KB)

Abstract

Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Pada BBLR beresiko untuk mengalami kegagalan nafas yang akan menjadi asfiksia neonatorum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi derajat asfiksia neonatorum pada BBLR di RSUD Kabupaten Karanganyar periode 1 Agustus 2012 31 Agustus 2013.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Cara pengambilan sample dilakukan secara total sampling, dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan 125 BBLR.Hasil :Jumlah BBLR dengan derajat BBLR (berat bayi lahir 1500 2500) merupakan yang terbanyak dengan jumlah 107(85,6%). Jumlah Asfiksia Neonatorum tingkat keparahan sedang merupakan yang terbanyak dengan jumlah 104 (83,2%). BBLR dengan kejadian asfiksia neonatorum ringan sebanyak 7 dengan prosentase 5,6%, kejadian asfiksia neonatorum sedang sebanyak 97 dengan prosentase 77,6%, dan kejadian asfiksia berat sebanyak 3 dengan prosentase 2,4%. BBLSR dengan kejadian asfiksia nenonatorum ringan sebanyak 0 dengan prosentase 0,0%, kejadian asfiksia neonatorum sedang sebanyak 7 dengan prosentase 5,6%, dan kejadian asfiksia neonatorum berat sebanyak 1 dengan prosentase 0,8%. BBLASR dengan kejadian asfiksia neonatorum ringan sebanyak 0 dengan prosentase 0,0%, kejadian asfiksia neonatorum berat sebanyak 0 dengan prosentase 0,0%, sedangkan kejadian asfiksia neonatorum berat sebanyak 10 dengan prosentase 4,3%.Kesimpulan : Derajat BBLR dengan asfiksia neonatorum dengan tingkat keparahan sedang adalah yang tertinggi angka kejadiannya.Kata Kunci : BBLR, Asfiksia Neonatorum.
Hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Makrosomia Diana Handaria; Ika Dyah Kurniati; Azmi Yunita
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.935 KB)

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komplikasi pada kehamilan yang akan berdampak buruk pada persalinan dan pada bayi lahir adalahmakrosomia. Bayi makrosomia umumnya dijumpai pada wanita hamil dengan diabetes melitus, kehamilan lewat bulan (postterm) dan padagrande multipara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian makrosomia.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data rekam medis 100 ibuyang melahirkan di RSUD Tugurejo Semarang periode Januari-Desember 2014. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, dengan bataskemaknaan adalah p < 0,05 dan interval kepercayaan 95%.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel penelitian, 71 (71%) bayi dengan berat lahir normal dan 29 (29%) bayidengan berat lahir makrosomia. Dari 29 sampel bayi makrosomia, 26 (89,7%) dilahirkan dari ibu dengan usia kehamilan postterm dan 3(10,3%) dilahirkan ibu dengan usia kehamilan aterm. Hasil analisis bivariat antara usia kehamilan dengan kejadian makrosomia diperolehnilai p=0,017 (<0,05) dan nilai OR = 4,426, artinya wanita dengan kehamilan postterm mempunyai peluang 4,426 kali melahirkan bayimakrosomia dibandingkan dengan kehamilan aterm.Simpulan: Ada hubungan antara kehamilan lewat bulan (postterm) dengan kejadian makrosomia. Ibu dengan usia kehamilan lewat bulan(postterm) akan beresiko melahirkan bayi dengan berat lahir besar (makrosomia).Kata kunci : Usia kehamilan, postterm, berat bayi lahir, makrosomia.
Hubungan Kejadian Carcinoma Cervicis Uteri dengan Umur, Status Perkawinan, dan Paritas di RSUP Dr Kariadi Semarang Periode Januari - Maret 2011 Hanif Alienda Wardhani; Siti Moetmainnah; Noor Yazid
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.461 KB)

Abstract

Latar Belakang : Carcinoma cervicis uteri adalah penyakit yang insiden dan angka kematiannya masih tinggi.. Setiap tahunnya, terdapat 500.000 kasus baru carcinoma cervicis uteri dan lebih dari 250.000 kematian di dunia. Carcinoma cervicis uteri sering dihubungkan dengan faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik adalah yang berhubungan dengan sosiodemografi seseorang misalnya genetik, suku / ras, usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, dsb. Sedangkan faktor ekstrinsik antara lain bahan karsinogen, virus HPV, tingginya paritas, gaya hidup, rokok, dsb. Tujuan    : Untuk mengetahui hubungan kejadian carcinoma cervicis uteri dengan umur, status perkawinan, dan paritas di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari - Maret 2011. Metode    : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik total sampling dari populasi pasien rawat inap di ruang ginekologi RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari – Maret 2011 yang pernah dilakukan biopsi cervix uteri. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, status perkawinan, dan paritas sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian carcinoma cervicis uteri. Hasil dan Kesimpulan : Dari 124 pasien yang diteliti, yang  menderita carcinoma cervicis uteri sebanyak 84 (67,7%) pasien, yang memiliki umur risiko tinggi (≥35 tahun) sebanyak 119 (96,0%) pasien, yang kawin 122 (98,4%) pasien, nullipara 7 (5,6%) pasien, primipara 45 (36,3%) pasien, multipara dan grande multipara 72 (58,1%) pasien. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji regresi logistik ganda, diketahui bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian carcinoma cervicis adalah paritas (p= 0,013). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan dengan kejadian carcinoma cervicis uteri adalah umur (p= 0,591 ) dan status perkawinan (p= 0,649 ). Kemudian  variabel dominan yang berhubungan dengan kejadian carcinoma cervicis uteri adalah paritas (p=0,013).
Analisis Faktor Risiko Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Tugurejo Semarang Muhamad Taufiqy Setiabudi; Hema Dewi Anggraheny; Yolinda Candra Arintya
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.806 KB)

Abstract

Latar Belakang : Secara global, penyebab kematian paling sering pada neonatus (0-28 hari pertama kehidupan) disebabkan oleh persalinanprematur. Hampir seiap tahun terdapat 15 juta bayi lahir dalam keadaan prematur di seluruh dunia, dan 1 juta di antaranya meninggal. Salahsatu faktor yang mempengaruhi persalinan prematur antara lain faktor ibu atau maternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara faktor maternal dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Tugurejo periode Januari-Desember 2012.Metode :Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan analisis univariat dananalisis bivariat. Variabel yang diteliti antara lain usia ibu, tekanan darah ibu, kadar hemoglobin ibu, riwayat paritas ibu, jumlah leukosit ibu,dan kejadian persalinan prematur. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa rekam medis ibu yang bersalin di RSUD Tugurejoperiode Januari-Desember 2012. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 333 sampel.Hasil :Ibu yang melahirkan secara prematursebanyak 53 ibu (15,9%). Hasil analisis bivariat dari variabel usia ibu (p = 0,27), tekanan darah(p=0,347), kadar hemoglobin ibu (p=0,288), paritas (p=0,355), dan jumlah leukosit ibu (p=0,524) menunjukkan tidak ada hubungan yangbermakna dengan kejadian persalinan prematur.Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor maternal yang diteliti dengan kejadian persalinan prematur.Kata kunci : Faktor Maternal, Persalinan Prematur
Hubungan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan dengan Hasil Pengobatan pada Penderita Tuberkulosis Paru di BKPM Kota Semarang Periode Juli 2010 – Desember 2010 Yosyana Eka Silvia Pratiwi; Pasijan Rachmatullah; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.588 KB)

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Keterlambatan diagnosis dan ketidakpatuhan dalam pengobatan mempunyai dampak yang besar karena penderita akan menularkan penyakitnya pada lingkungan, sehingga penderita TB bertambah. Salah satu faktor keberhasilan dalam mengobati TB Paru adalah dengan patuh dalam menjalani pengobatan selama waktu yang ditentukan.Tujuan : Mengetahui hubungan kepatuhan dalam menjalani pengobatan dengan hasil pengobatan pada penderita tuberkulosis paru di BKPM kota Semarang.Metode : Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Besar  sampel sebanyak 44 sampel dan sebagai responden adalah penderita TB Paru di BKPM Kota Semarang. Data untuk penelitian diambil dari rekam medik dan wawancara. Data yang dikumpulkan mengenai kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan hasil pengobatan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Seluruh pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 18.00 For Windows dengan tingkat kemaknaan (α) yang dipergunakan yaitu a < 0,05.Hasil : Dari 44 orang, ada 36 orang (90%) responden yang patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan sembuh, ada 4 orang (10%) responden yang patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan tidak sembuh, kemudian ada 4 orang (100%) responden yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan tidak sembuh serta tidak ada satupun responden yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan sembuh. Dari hasil uji korelasi chi-square didapatkan nilai p value = 0,001 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan hasil pengobatan (p = 0,001 atau p < 0,05).Kesimpulan : ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan dalam menjalani pengobatan dengan hasil pengobatan. Bila patuh dalam menjalani pengobatan pada hasil pengobatan bisa dinyatakan sembuh sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sedangkan bila tidak patuh dalam menjalani pengobatan pada hasil pengobatan dinyatakan tidak sembuh. Kata kunci : kepatuhan pengobatan, hasil pengobatan  
Pengaruh Reseptor Estrogen dengan Derajat Diferensiasi Pasien Karsinoma Mammae Jenis Duktus Invasif di RSUP Dr. Kariadi Noor Yazid; Kanti Ratnaningrum; Muhammad Ainul Yaqin
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.427 KB)

Abstract

Latar Belakang : Karsinoma mammae merupakan salah satu jenis karsinoma yang banyak di derita perempuan di Indonesia. estrogen merupakan hormone yang menjadi factor pemicu karsinogen karena menstimulasi pertumbuhan dan diferensiasi jaringan epithelium mammae. dari data tersebut, peneliti ingin mengetahui hubungan antara derajat differensiasi reseptor estrogen pada karsinoma mammae.Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan crossectional menggunakan metode total sampling pada pasien karsinoma mammae jenis duktus invasif yang melakukan pemeriksaan immunohistokimia. data dianalaisis menggunakan uji Rank-Spearman.Hasil : Dari 161 sampel didapatkan reseptor estrogen tidak signifikan berkorelasi dengan derajat diferensiasi pasien karsinoma mammae jenis duktus invasif dengan koefesien korelasi -0,052 (p-value 0,509) Simpulan : Reseptor estrogen tidak berkorelasi dengan derajat diferensiasi pasien karsinoma mammae jenis duktus invasif.Kata Kunci : Karsinoma Mammae, estrogen, duktus invasif, diferensiasi
Senam Hamil Mempengaruhi Lama Persalinan Normal pada Primigravida M. Irsam; Afiana Rohmani; Atika Nur Amalina
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.344 KB)

Abstract

Latar Belakang: Waktu persalinan dipengaruhi oleh faktor passage atau jalan lahir, power atau kekuatan his, dan passanger meliputi janin dan plasenta. Senam hamil merupakan usaha untuk mempersiapkan kondisi fisik dan psikis ibu dalam menghadapi persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan rutinitas senam hamil dengan waktu persalinan pervaginam pada primigravida di Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik Chi Square / Fishers Exact Test. Cara pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dari 47 responden di Unit Rawat Inap Bagian Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang dan Rumah Sakit Panti Wilasa dr. Cipto Semarang.Hasil: Hasil analisis uji statistik Chi- Square dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05) diperoleh p=0,003 (<0,005). Pada responden yang rutin mengikuti senam hamil sebagian besar termasuk dalam kategori persalinan normal (91,4%).Kesimpulan: Ada hubungan antara rutinitas senam hamil dengan waktu persalinan pervaginam pada primigravida di Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang.Kata kunci : Senam Hamil, Waktu Persalinan

Page 12 of 13 | Total Record : 126