cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Faktor Maternal yang Berpengaruh dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif 6 Bulan Pertama Kelahiran Gunadi -; Rochman Basuki; Dahlia Dwi Prasetyaningrum
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.458 KB)

Abstract

Latar Belakang : ASI eksklusif merupakan nutrisi terpenting yang dibutuhkan oleh bayi yang idealnya diberikan selama 6 bulan tanpa diberi makanan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi yaitu pengetahuan tentang ASI eksklusif, pendidikan, intensitas menyusui pada ibu bekerja dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan.Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan menggunakan uji chi square meliputi analisis univariat dan analisis bivariat terhadap variabel pengetahuan tentang ASI, pendidikan, dan intensitas menyusui pada ibu bekerja dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling.Hasil : Hasil analisis bivariat dari 87 responden yang menyusui dan mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Pengetahuan tentang ASI eksklusif ( P- value 0,024), pendidikan (P- value 0,000), dan intensitas menyusui pada ibu bekerja (P-value 0,000), dari hasil di atas menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan tentang ASI eksklusif ( P- value 0,024 < ? 0,05), pendidikan (P- value 0,000 < ? 0,05) , dan intensitas menyusui pada ibu bekerja dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (P-value 0,000 < ? 0,05).Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan tentang ASI eksklusif, pendidikan, dan intensitas menyusui pada ibu bekerja dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan.Kata kunci : ASI eksklusif, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku.
Anemia Sebagai Faktor Risiko Persalinan Prematur M. Sudiat; Muhammad Riza Setiawan; Inggit Azzahra
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.757 KB)

Abstract

Latar Belakang:Persalinan prematur merupakan urutan kedua penyebab utama mortalitas neonatus. Salah satu faktor yang menyebabkanpersalinan premature adalah anemia pada ibu hami. Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari11 gr%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap kejadian persalinan premature diRSUD Tugurejo Semarang periode Januari 2014-September 2015.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik dengantingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat terhadap variabel anemia pada ibu hamil dengan kejadianpersalinan premature. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 350 sampel rekam medis ibu hamil.Hasil: Hasil analisis bivariat dari 350 sampel,pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap persalinan premature diperoleh bahwa ada sebanyak110 (50,5%) dari 160 ibu dengan anemia ringan mengalami persalinan premature, diantara ibu dengan anemia sedang, 22 (10,1%) dari 44mengalami persalinan premature. Sedangkan ibu yang tidak mengalami anemia 86 (39,4%) dari 146 mengalami persalinan premature.Hasilujistatistikdiperolehnilai p = 0,041 (<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap persalinanpremature di RSUD Tugurejo Semarang.Hasil analisis multivariat OR=1,670; p=0,022 (<0,05) menunjukan anemia ringan adalah variabelpaling berpengaruh terhadap kejadian persalinan premature.Simpulan: Ada pengaruh antara anemia ibu hamil terhadap kejadian persalinan premature. Diantara kedua stadium anemia, anemia ringanadalah faktor yang paling berpengaruh terhadap persalinan premature.Kata kunci : Anemia ibu hamil, Persalinan Premature.
Batas Angka Lekosit Antara Appendisitis Akut dan Appendisitis Perforasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang selama Januari 2009 - Juli 2011 Marisa -; Haryadi Ibnu Junaedi; Muhammad Riza Setiawan
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.153 KB)

Abstract

Latar Belakang : Appendisitis akut adalah penyebab paling umum dari akut abdomen dan berisiko menjadi appendisitis perforasi dengan insidensi sekitar 20-30%, sehingga diagnosis yang tepat sangat diperlukan untuk menentukan terapi yang sesuai. Hitung lekosit bermanfaat dalam diagnosa appendisitis karena merupakan petanda sensitif pada proses inflamasi. Namun, belum diketahui batas yang jelas dari angka lekosit sebagai gambaran perbedaan antara appendisitis akut dan appendisitis perforasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas angka lekosit antara appendisitis akut dan appendisitis perforasi (pada dewasa dan anak).Metode : Penelitian ini merupakan uji diagnostik dengan desain cross sectional untuk mencari cuf off point lekosit dengan sensitivitas,spesifisitas, nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif yang terbaik. Penelitian ini menggunakan data rekam medis 155 pasien appendisitis RSUD Tugurejo periode Januari 2009 – Juli 2011. Selain itu, dilakukan analisa deskriptif dan uji bivariat dengan Independent Ttest atau Mann Whitney test pada beberapa variabel tertentu. Batas kemaknaan adalah p < 0,05 dengan interval kepercayaan 95%.Hasil : Batas angka lekosit antara appendisitis akut dan appendisitis perforasi di RSUD Tugurejo berada pada cut off point 15050/mm3dengan sensitivitas 90%; spesifisitas 89,4%; nilai prediksi positif 87,5%; dan nilai prediksi negatif 91,6%. Cut off point 132 pasien dewasa14765/mm3 dengan sensitivitas 89,7%; spesifisitas 89,2%; nilai prediksi positif 86,7%; dan nilai prediksi negatif 91,7%. Cut off point 23pasien anak 15300/mm3 dengan sensitivitas 91,7%; spesifisitas 90,9%; nilai prediksi positif 91,7%; dan nilai prediksi negatif 90,9%. HasilIndependent T-test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata angka lekosit antara appendisitis perforasi dengan appendisitis akutdengan nilai p=0,000.Simpulan : Angka lekosit pada nilai tertentu dapat digunakan sebagai diagnosis penunjang penting untuk membedakan apendisitis akut danappendisitis perforasi baik pada dewasa maupun anak sehingga memudahkan dalam menentukan terapi.Kata kunci : Angka lekosit , appendisitis akut, appendisitis perforasi, uji diagnostik.
Hubungan Antara Obesitas dengan Osteoartritis Lutut di RSUP Dr. Kariadi Semarang Periode Oktober-Desember 2011 Rifa Siti Nursyarifah; Kuntio Sri Herlambang; Merry Tiyas A.
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.639 KB)

Abstract

Latar belakang: Osteoartritis atau  penyakit sendi degeneratif merupakan gangguan sendi yang sering ditemukan pada seseorang yang mulai menginjak usia lanjut. Osteoartritis lebih banyak terjadi pada sendi yang menopang badan, terutama sendi lutut. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi terkuat untuk terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi lutut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dengan kejadian osteoartritis lutut di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode oktober-desember 2011. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien osteoartritis lutut yang berobat di Poli Penyakit Dalam sub Reumatologi dan Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang selama bulan Oktober sampai Desember 2011. Sampel penelitian sebanyak 40 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dengan teknik Consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, wawancara serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan dengan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 5% (α=0,05). Hasil: Hasil dari uji Chi Square didapatkan p value 0,000. Oleh karena nilai p < 0,05 maka terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian osteoartritis lutut dimana osteoartritis lutut unilateral sebanyak 24 orang (60%) dan osteoartritis lutut bilateral sebanyak 16 orang (40%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian osteoartritis lutut.
Efektivitas Pemberian Artemisin Base Combination Therapy (ACT) Terhadap Lama Rawat Inap Pasien Malaria Falsiparum Tanpa Komplikasi di RSUD Kabupaten Lahat Zulfachmi Wahab; Merry Tyas Anggraini; Syarifah Alfi Azzulfa Alathas
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.159 KB)

Abstract

Latar belakang : Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian di dunia, terutama di daerah daerah tropis. Kab. Lahat (Sumatera Selatan), merupakan salah satu daerah endemik malaria di Indonesia, dengan jumlah kasus rawat jalan sebanyak 4.210 kasus dan rawat inap sebanyak 2.034 kasus pada tahun 2012. WHO mengatakan, penggunaan artemisin-base combination therapy (ACT) merupakan terapi yang efektif untuk malaria falsiparum tanpa komplikasi, dikarenakan banyaknya resistensi palsmodium terhadap kloroquin. Selain itu, penggunaan ACT juga dapat mempercepat penyembuhan pasien, dibandingkan penggunaan obat obat non ACT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian obat anti malaria ACT dan Non ACT (Kloroquin, dan Primaquin) terhadap lama rawat pasien malaria falciparum tanpa komplikasi di RSUD Kabupaten LahatMetode : Penelitian observasioanl analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 280 pasien dengan cara total sampling. Analisis data dengan menggunakan uji chi square.Hasil : Pemberian obat anti malaria derivat ACT peroral dapat menurunkan lama perawatan (20,8%) dibandingkan pemberian obat anti malaria derivat Non ACT peroral (25,0 %) didapatkan nilai p=0,750, pemberian obat anti malaria derivat ACT Injeksi dapat menurunkan lama perawatan (18,0%) dibandingkan pemberian obat anti malaria derivat Non ACT Injeksi (23,5 %) didapatkan nilai p=0,725.Kesimpulan : Pengobatan malaria dengan menggunakan derivat ACT, baik peroral maupun injeksi, dapat menurunkan lama perawatan pasien malaria (20,8 % dan 18,0%) dibandingkan dengan penggunaan derivat Non ACT baik peroral maupun injeksi (25,0 % dan 23,5 %) sebagai pengobatan malaria, walaupun setelah dilakukan uji statistik, tidak menunjukkan hasil yang bermakna. Kata Kunci : Malaria Falsiparum, Pengobatan Malaria
Hubungan Usia, Lama Kerja, dan Kebiasaan Merokok dengan Fungsi Paru pada Juru parker di Jalan Pandanaran Semarang Dian Pratama Putra; Pasijan Rahmatullah; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.181 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tahun 2003 terjadi penurunan kualitas udara di Semarang. Penurunan kualitas udara ini akan  mempengaruhi tingkat kesehatan paru. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui dampak polusi terhadap kesehatan juru parkir. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara usia, lama kerja, dan kebiasaan merokok dengan fungsi paru. Metode : Explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah juru parkir di jalan Pandanaran sejumlah 30 orang. Tekhnik sampel total sampling. Analisa bivariat dengan uji Korelasi pearson untuk data distribusi normal dan Rank Spearman untuk data distribusi tidak normal. Hasil : Berdasarkan usia responden,19 orang (67,9 %) memiliki usia > 35 tahun. Berdasarkan lama kerja paling lama responden telah bekerja 42 tahun dan paling sedikit 2 tahun dengan rata-rata 10,29 tahun. Dari 28 responden, 10 orang ( 35,7%) merupakan perokok berat. Hasil pengukuran nilai kapasitas vital paru didapatkan 10 responden (35,7%) mengalami gangguan retraksi sedang. Sebanyak 8 responden (28,57%) masih memiliki fungsi paru normal, 7 responden (25%) mengalami gangguan retraksi ringan dan 3 responden (10,71%) memiliki gangguan retraksi berat. Hasil uji statistik usia dengan nilai KVP didapatkan p-value = 0,014 dengan  r = -0,457, dapat disimpulkan ada korelasi cukup kuat dengan arah korelasi negatif.  Hasil uji lama kerja dengan nilai KVP didapatkan  p value =0.014 dengan r = -0,506. Hasil tersebut menunjukan ada korelasi cukup kuat antara lama kerja dengan nilai KVP dengan arah korelasi negatif.  Hasil uji statistik kebiasaan merokok didapatkan hasil p-value = 0,259 dan nilai koefisien 0,240 sehingga dapat disimpulkan tidak ada korelasi antara kebiasaan merokok dengan nilai KVP. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan lama kerja dengan fungsi paru tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan fungsi paru.
Hubungan Antara High Desity Lipoprotein Cholesterol (HDL-C) dengan Kejadian Stroke Rochman Basuki; M. Naharuddin Jenie; Reza Arnedi Syahrul Hakim
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.47 KB)

Abstract

Latar belakang : Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak yang disebabkan oleh tersumbatnya atau rupturnya (pecah) pembuluh darah dalam otak dimana kejadian strokehemoragik 0,004% dan stroke iskemik 0,13%. Salah satu faktor resiko terjadinya stroke adalah dislipidemia yang setiap tahun angka kejadian dislipidemia sendiri semakin meningkat. Dislipidemia meliputi total kolesterol, trigliserida, LDL-C, HDL-C.Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan antara HDL-C dengan kejadian stroke Metode Penelitian : Penelitian ini berupa penelitian observasional deskriptif analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan sebanyak 80 sampel. Pengolahan dan analisis data yang diperoleh menggunakan program di komputer.Hasil penelitian : Sebanyak 80 sampel yang diteliti rata-rata umur pasien 58,30 tahun dan banyak laki-laki 47 (60%).Karakteristik dislipidemia yang diambil meliputi total kolesterol tinggi 35 (43,8%), trigliserida tinggi 12 (15%), LDL-C tinggi 15 (18,8%), HDL-C rendah 20 (25%). Uji statistik dengan menggunakan uji chi square(? = 0,05) yang diperoleh hubungan yang bermakna dengan kejadian stroke, yaitu p=0,038. Kesimpulan : ada hubungan HDL-C dengan kejadian stroke. Kata kunci : HDL-C, kejadian stroke
Pemberian Modisco Meningkatkan Status Gizi Balita di Kabupaten Purworejo Aisyah Lahdji; Arum Kartika Dewi; Dewinta Summadhanty
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.709 KB)

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang sampai saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintahdalam perbaikan gizi kurang salah satunya dengan pemberian Modisco. Saat ini, pemberian Modisco masih menemuikendala. Faktor yang menjadikan kendala diantaranya berasal dari orang tua.Tujuan :Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian Modisco yang dinilaidari kenaikan berat badan dan tinggi badan balita gizi kurang.Metodologi : Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilansampel menggunakan cara total sampling didapatkan sampel sejumlah 50 balita. Analisa bivariat menggunakan uji ChiSquare dan multivariate menggunakan uji regresi logistik.Hasil : Variabel bebas berupa pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, jumlah anak, pengasuhan, keaktifan orang tuake posyandu, pengetahuan ibu dan cara pemberian Modisco. Variabel terikat berupa kenaikan status tinggi badan dan beratbadan balita gizi kurang. Cara pemberian Modisco berpengaruh terhadap kenaikan staus gizi balita (p=0,001). Faktor carapemberian Modisco paling berpengaruh terhadap keberhasilan kenaikan status gizi balita ( p = 0,005 ) dengan persamaan =-3,962 + 1,389 (Pemberian modisco).Kesimpulan : Cara pemberian makanan tambahan pemulihan Modisco mempengaruhi kenaikan berat badan dan tinggibadan balita gizi kurang .Kata Kunci : Gizi kurang, Modisco, kenaikan status gizi
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang Leny Sukmawati; M. Naharuddin Jenie; Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.237 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kejadian stroke dapat ditimbulkan oleh banyak faktor risiko, diantaranya faktor risiko tidak terkendali seperti usia, jenis kelamin, genetik, serta ras/etnik, sedangkan untuk faktor risiko terkendali diantaranya adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, obesitas, hiperkolesterolemia, merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan dan masih banyak lagi faktor risiko kejadian stroke. Berdasarkan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar ( RISKESDAS ) Nasional tahun 2007, presentase kejadian stroke di Indonesia masih cukup tinggi yakni sebesar 72,3% dan untuk wilayah Jawa Tengah sebesar 7,6%.Tujuan Penelitian : Untuk mendeskripsikan dan mengetahui besar insidensi faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang.Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian  survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel adalah random sampling dengan jumlah populasi 86 responden dan sampel 77 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi.Hasil Penelitian : Dari hasil uji chi square diperoleh hasil p<0,05 yang berarti ada hubungan antara hipertensi dengan stroke, diperoleh juga nilai p>0,05 pada diabetes mellitus dan obesitas yang berarti tidak ada hubungan diabetes mellitus dan obesitas terhadap kejadian stroke.Kesimpulan : Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko kejadian stroke, sedangkan diabetes mellitus dan obesitas merupakan faktor risiko secara tidak langsung terhadap kejadian stroke. Kata Kunci : Hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, stroke.  
Studi Korelasi Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Perdarahan Post Partum pada Persalinan Spontan M. Sudiat -; Afiana Rohmani; Okie Ayu A.
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.821 KB)

Abstract

Latar Belakang :Jumlah kematian ibu di Indonesia masih banyak terjadi. Penyebab kematian ibu yang paling dominan adalah perdarahanpost partum. Perdarahan post partum juga memiliki beberapa faktor predisposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh darifaktor predisposisi yaitu usia, paritas, dan anemia terhadap terjadinya perdarahan post partum pada persalinan spontan di RSUD Tugurejotahun 2011.Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik chi square yangmeliputi analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat terhadap variabel usia, paritas, anemia, terhadap kejadian perdarahan postpartum pada persalinan spontan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 ibu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik randomsampling dengan mengambil data dari rekam medis.Hasil : Hasil analisis bivariat dari 40 ibu dengan persalinan spontan, variabel usia (p = 0,123) dan variabel paritas (p = 0,073) menunjukkanbahwa tidak terdapat pengaruh antara usia dan paritas dengan kejadian perdarahan post partum. Sedangkan variabel anemia (p = 0,009)menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara anemia dengan kejadian perdarahan post partum. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwavariabel anemia (OR = 6,172; p = 0,015; 95% CI = 1,414-26,940 merupakan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya perdarahan postpartum, dan ibu yang menderita anemia memiliki kemungkinan 6 kali lebih besar mengalami perdarahan post partum dibandingkan denganibu yang tidak menderita anemia.Simpulan : Ada pengaruh antara anemia dengan kejadian perdarahan post partum dan tidak ada pengaruh antara usia dan paritas dengankejadian perdarahan post partum. Kata kunci : Usia, Paritas, Anemia, Perdarahan post partum

Page 11 of 13 | Total Record : 126