cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
AN ANALYSIS OF LEXICO GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA N 2 SINGARAJA IN ENGLISH WRITING ., Komang Adi Wiradnyana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan Lexico-grammar yang dilakukan oleh siswa kelas X di SMA N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2014/2015 dalam menulis teks deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua kategori dari kesalahan yang ditemukan dalam tulisan siswa. Kategori pertama disebut kesalahan leksikal, total kesalahan yang ditemukan adalah 101 kesalahan yang meliputi kesalahan ejaan, tanda baca dan kesalahan diksi. Sementara jumlah total kategori kedua yaitu dalam bentuk kesalahan tata bahasa adalah 268 kesalahan meliputi kesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja, kesalahan artikel, kesalahan kata kerja, kesalahan tunggal/jamak, kesalahan preposisi, kesalahan kata hubung, kesalahan kata benda, dan kesalahan kata sifat. Ditemukan juga terdapat 2 sumber kesalahan siswa, disebut interlingual transfer dan intralingual transfer. Jadi, siswa di SMA N 2 Singaraja terutama siswa kelas X melakukan banyak kesalahan dalam komposisi penulisan pada teks deskriptif. Temuna dari kesalahan siswa terdapat pada kesalahan tata bahasa terutama dalam kesalahan kata kerja dan kesalahan leksikal dalam bentuk kesalahan ejaan. Implikasi untuk pengajaran bahasa adalah bahwa pengajar memberikan perhatian lebih pada bagaimana mengajar bahasa Inggris terutama dalam bentuk leksikal dan tata bahasa yang dihadapi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Kata Kunci : Penyebab kesalahan, Teks deskriptif, Kesalahan lexico-grammar This study aimed at analyzing the lexico-grammatical errors committed by the tenth grade students of SMA N 2 Singaraja in academic year 2014/2015 in writing descriptive text. The result of analysis showed that there were two categories of error found in the students’ writing. The first category of errors was lexical error, and the total number of the errors found was 101 errors which covered spelling error, punctuation error and diction error. Meanwhile the total number of the second category, which was in the form of grammatical error was 268 errors, including subject verb agreement error, article error, verb error, singular/plural error, preposition error, conjunction error, noun error, and adjective error. It was also found that there were 2 dominant sources of students' errors, namely interlingual transfer and intralingual transfer. So, the students of SMA N 2 Singaraja, especially the tenth grade students, committed many errors in their writing compositions on descriptive text. The findings from the students’ errors were related to grammatical construction, especially in terms of verb error and lexical errors in the form of spelling error. The implication for language teaching is that the teacher gives more attention to how teach English especially in the form of lexical and grammatical structure that faced by the students in learning English.keyword : Causes of error, Descriptive text, Lexico-grammatical error
The Implementation Of Self-Explanation Reading Technique To Improve Students’ Reading Competency of Grade X- 1 At SMA NEGERI 1 Sukasada (A Classroom Action Research) ., I Komang Suantara; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6182

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan menemukan halangan-halangan yang ditemukan pada teknik S.E.R.T (Self-Explanation Reading Technique) di kelas x-1 SMA N 1 Sukasada tahun ajaran 2014/2015, khususnya menemukan ide utama pada teks, informasi spesifik, kata serapan dan makna kata melalui penerapan teknik S.E.R.T. penelitian ini dilakukan di kelas X-1 SMA N 1 S ukasada yang terdiri dari 18 jumlah siswa; 8 di antaranya 8 laki-laki dan 10 perempuan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdapat tiga sesi yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data didapatkan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif. Hasil data menunjukkan bahwa S.E.R.T sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Setelah kedua siklus dilakukan dengan menggunakan S.E.R.T, terlihat adanya peningkatan pencapaian siswa dari hasil observasi awal pada siklus I dan siklus II. Sementara itu, ada beberapa halangan yang didapat saat menerapkan teknik S.E.R.T seperti waktu yang terbatas, siswa yang tidak focus maupun tidak memperhatikan penjelasan guru, dan peneliti sangat susah dalam mencari materi teks membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S.E.R.T efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas X SMA N 1 Sukasada pada tahun ajaran 2014/2015. Selanjutnya berdasarkan halangan yang ditemukan peneliti harus lebih memperhatikan perilaku siswa dan mengawasi siswa saat mereka mengerjakan tugas dari peneliti. Kata Kunci : kemampuan membaca, S.E.R.T The objectives of this study were to improve the students’ reading competency and to find out obstacles in implementation of S.E.R.T (Self-Explanation Reading Technique) in X-1 class SMA N 1 Sukasada in the academic year 2014/2015, specifically in finding main idea of texts, specific information, textual reference, and word meaning through the implementation of S.E.R.T. This study was conducted at X-1 class of SMA N 1 Sukasada which consisted of 18 students; 8 were males and 10 were females. Classroom action research was the design of this study, which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of three sessions and involved planning, action, observation, and reflection. The data were obtained in qualitative and quantitative forms. The results of the data show that S.E.R.T was effective to improve the students’ reading competency. After two cycles were conducted by using S.E.R.T, there was an improvement of the students’ achievement from the result of pre-observation to the action of cycle I and cycle II. Meanwhile, there were some obstacles found in implementing S.E.R.T such as the limitation of time, students did not focus nor paid attention to the teacher’s explanation, and the researcher was difficult to find reading text material. Based on the result of the study, it was concluded that S.E.R.T was effective to improve the reading competency of the tenth grade students of SMAN 1 Sukasada in academic year 2014/2015. Moreover, based on above obstacles the researcher should be more noticed on students’ attitude and monitor the students while they work on their activity which given by the researcher.keyword : reading competency, S.E.R.T
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGY USED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF CANGGU COMMUNITY SCHOOL (CCS) IN ACADEMIC YEAR 2014/ 2015 ., Ni Luh Dewi Antari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6190

Abstract

Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesopanan yang digunakan oleh siswa kelas sepuluh di Canggu Community School (CCS). Subjek penelitian ini adalah 20 siswa dari kelas Simon Baccanello (SB). Penelitian ini menggunakan teori dari Brown and Levinson sebagai landasan teori utama. Dari 20 siswa kelas sepuluh, 36% siswa setuju menggunakan strategi bald on record, 40% setuju menggunakan strategi kesopanan positif, 26% setuju menggunakan strategi kesopanan negatif, 21% setuju menggunakan strategi off record dan hanya 5% dari 20 siswa yang mengatakan setuju menggunakan strategi don’t do FTA. Dari transkrip data yang diperoleh, terdapat 173 ungkapan berbeda yang digunakan oleh siswa. Dari keseluruhan ungkapan tersebut, 52% termasuk dalam strategi kesopanan positif. Strategi strategi ini mereka gunakan untuk menyampaikan keluhan mereka secara halus, menunjukkan kedekatan hubungan satu sama lain, menunjukkan kemarahan dan membuat pendengar mengerti apa yang mereka rasakan, menunjukkan ketertarikan atau ketidaktertarikan terhadap pelajaran tersebut dan meunjukkan ketodakpuasan atas jawaban yang diberikan. Kata Kunci : siswa kelas sepuluh, kesopanan, tujuan This study was a descriptive qualitative research which is aimed at describing politeness strategy used the by tenth grade students of Canggu Community School (CCS). The subjects of this study were 20 students from Simon Baccanello (SB) class. This study used theory of Brown and Levinson as grand theory. The research instruments were human instrument, voice recorders, questionnaire, note taking and observation sheet. Form 20 students of the tenth grade, 36 % agreed to use bald on record strategy, 40% agreed to use positive politeness strategy, 26% agreed to use negative politeness strategy, 21% agreed to use off record strategy, and only 5% agreed to use don’t do Face Threatening Act (FTA) strategy. It was also supported by the result of data transcription which were 173 utterances found. From those utterances, 52% were categorized as positive politeness strategy. Those strategies were used for the following purposes, such as: expressing complains softly, showing close relationship, showing anger and made the hearer understood what the speaker felt, showing their interest or not in the lesson, showing their satisfaction to the answer. keyword : tenth grade students, politeness, purposes
THE EFFECT OF VIDEO-BASED GROUP DISCUSSION ON LISTENING COMPREHENSION OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 2 SAWAN IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Putu Mas Istri Yanti; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan dari Video- Group Discussion pada kemempuan pemahaman mendengarkan siswa kelas delapan. Posttest- Only Control Group digunakan sebagai desain penelitian penelitian ini. Populasi dari penelitian ini adalah 370 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan tahun akademik 2015/2016. Sampel dari penelitian ini adalah 60 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel random atau acak, Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Video –based Group Discussion tentang pemahaman mendengarkan siswa kelas delapan (tobs = -6,712, sig. 0.000). Siswa yang diajarkan menggunakan Video-based Group Discussion lebih baik dalam pemahaman mendengarkan.Kata Kunci : Pemahaman mendengarkan, Video-based Group Discussion This study aimed to investigate whether there was a significance effect of Video- based Group Discussion on listening comprehension of eighth grade students. Post-test Only Control Group was used as research design of this research. The population of this study was 370 the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan academic year 2015/2016. The sample of this study was 60 students selected by random sampling. The result of analysis showed that there is significant effect of Video-based Group Discussion on listening comprehension of eighth grade students (tobs=-6.712, significance 0.000). The students who were taught using Video-based Group Discussion achieved better in listening comprehension.keyword : Listening comprehension, Video based Group Discussion.
TEACHING STRATEGIES USED BY ENGLISH TEACHER TO TEACH 10TH GRADE DEAF OR HARD OF HEARING (D/HH) STUDENTS AT SLB B SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., I Gusti Ayu Diah Pusparini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6226

Abstract

Guru dan strategi mengajar merupakan alasan utama dari kesuksesan pembelajaran. Namun, hanya ada sedikit penelitian yang menjelaskan mengenai strategi mengajar di sekolah luar biasa, maka hal tersebut menjadi fenomena utama dari penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik pendidikan khusus terutama dalam hal strategi pengajaran yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dari siswa tunarungu serta kurang dengar (DHH) kelas 10 yang belajar di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa untuk siswa tunarungu. Studi ini diaksanakan di SLB B Singaraja, Bali dimana siswa-siswa tunarungu mendapat pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang hasilnya tergambarkan dari analisis pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi-strategi mengajar yang digunakan dalam pembelajaran in SLB B Singaraja adalah strategi Pembelajaran Langsung, Diskusi Kelas, Problem Solving, dan Tutor Sebaya. Kata Kunci : Pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, Strategi Pengajaran, Tunarungu, Kurang Pendengaran Teacher and teaching strategies are the major cause of success in learning. However, there is only a few research that describes teaching strategies in special school, and thus it becomes the central phenomenon of this study. The purpose of this study is to describe the special education practice particularly in terms of the teaching strategies used by the English teacher of 10th grade Deaf or Hard of Hearing (DHH) students who undergo Senior High School in special school for DHH students. The study was conducted in SLB B Singaraja, Bali where Deaf and Hard of Hearing (DHH) students have English subject. This study used a qualitative design whose the results reflect analysis of observations and interview. The result of the study revealed that the teaching strategies used in SLB B Singaraja by the teacher who was under study were Direct Instruction, Class Discussion, Problem Solving, and Peer Tutoring Strategy. keyword : Teaching English as Foreign Language, Teaching Strategy, Deaf, Hard of Hearing
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS IN USING SIMPLE PAST TENSE IN WRITING RECOUNT TEXT MADE BY EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 TEJAKULA ., Komang Adi Arta; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6227

Abstract

This study was a descriptive qualitative research which aimed at analyzing the grammatical error and the source of grammatical errors in writing a recount text. The subjects of this research were the eighth grade students of SMP N 1 Tejakula. The data were presented in the descriptive analysis way and the procedure of the error analysis used according to Dulay et al (1982). The result of the study the highest errors made by the students were in the errors of selection consisting of 172 errors or 71.4%. It was followed by the errors of omission consisting of 48 errors or 19.9%. Then, it was followed by the errors of addition consisting of 14 errors or 5.8% and the lowest errors were the errors of ordering consisting of 7 errors or 2.9%. The data also indicated that the inter-lingual transfer was the highest source of the errors. Based on the result, it can be concluded that the error of selection is the highest error made by the students and inter-lingual transfer is the highest source of error because it was caused by the mother tongue interference. Kata Kunci : Error analysis, simple past tense, recount text Penelitian ini adalah deskriptif qualitative yang bertujuan untuk menganalis kesalahan grammar dan sumber kesalahan dalam menulis teks recount. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP N 1 Tejakula. Data disajikan dengan cara deskriptif analisis dan langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis kesalahan adalah teori dari Dulay et al (1982). Hasil dari penelitian ini menunjukakan bahwa kesalahan tertinggi yang dibuat oleh siswa adalah kesalahan selection yaitu 172 kesalahan atau 71,4 persen. Diikuti oleh kesalahan omission yaitu 48 kesalahan atau 19,9 persen. Kemudian diikuti oleh kesalahan addition yaitu 14 kesalahan atau 5,8 persen. Dan kesalahan yang paling sedikit adalah kesalaan ordering yaitu 7 kesalahan atau 2,9 persen. Data ini juga menunjukkan bahwa Inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan selection adalah kesalahan yang paling tinggi dibuat oleh siswa dan inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi karena disebabkan pengaruh dari bahasa ibu.keyword : analisis kesalahan, simpe past tense, teks recount
Teachers' and Students' Attitudes: ICT Implementation in EFL Learning at High Schools in Banyuwangi ., Budhi Astu Okta Widhi Atmi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6228

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menemukan jenis-jenis teknologi apa saja yang telah digunakan oleh guru bahasa Inggris dan siswa sekolah menengah di Banyuwangi, 2) menemukan sikap guru bahasa Inggris dan siswa sekolah menengah terhadap pelaksanaan TIK dalam pembelajaran bahasa, 3) untuk menemukan manfaat yang dirasakan guru dan siswa dan juga hambatan yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan TIK dalam pembelajaran bahasa. Subyek dalam penelitian ini adalah 100 orang siswa sekolah menengah dan 5 orang guru bahasa Inggris di kabupaten Banyuwangi. Kuesioner tertutup dan interview adalah instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan dalam bentuk tabel hasil dan transkrip wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah 1) siswa dan guru telah melaksanakan berbagai jenis teknologi, baik itu yang berbasis web maupun yang tidak berbasis web, namun teknologi berbasis web belum begitu sering digunakan, 2) secara keseluruhan guru dan siswa menunjukan sikap positif terhadap pelaksanaan TIK dalam pembelajaran bahasa Inggris karena mereka merasa bahwa TIK memberikan manfaat yang nyata dalam pembelajaran, 3) TIK sangat bermanfaat bagi siswa dan guru sebagai alat untuk pembelajaran yang lebih baik; hambatan seperti akses yang terbatas, kurangnya pelatihan dan kurangnya waktu merupakan hambatan yang paling sering dihadapi. Mengingat ada berbagai jenis teknologi, guru dan siswa sebaiknya menggali lebih dalam penggunaanya untuk mendapatkan manfaat yang lebih nyata. Akan lebih baik jika pihak sekolah dan pemerintah memfasilitasi guru dan siswa dengan menyediakan akses dan sumber lebih baik lagi.Kata Kunci : TIK, sikap, TEFL This research was a descriptive quantitative research. It was aimed to 1) find out what types of technology used by English teachers and high school students in Banyuwangi, 2) find out the attitude of English teachers and high school students toward the implementation of ICT in language learning, and 3) find out the benefits that students and teachers felt and also the barriers that teachers and students faced in the implementation of ICT in language learning. The subjects of this research were 100 high school students and 5 English teachers in Banyuwangi regency. In collecting the data, close-ended questionnaires and interviews were used. The data collected was displayed in the form of table and interview transcript. The results of this study are 1) teachers and students have implement various types of technology, both the web-based and non web-based, but the web-based has not used often, 2) overall teachers and students show positive attitude toward the implementation of ICT in language learning; they feel that ICT give obvious benefits in teaching and learning, and 3) ICT is so beneficial for students and teachers as the tools for better learning; the barriers such as the limited facilities, the lack of training and the limited time allotment are the most common problems for them. Since there are so many types of technologies, teachers and students can consider exploring it to get more benefits of ICT. It would be better if schools and governments facilitate teachers and students by providing more access, and sources.keyword : ICT, Attitude, TEFL
DEVELOPING ENGLISH ASSESSMENT BY ACCOMODATING LOCAL CULTURE FOR GRADE SEVEN OF JUNIOR HIGH SCHOOL IN BULELENG SUB-DISTRICT TO SUPPORT THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 ., I Wayan Heri Sumardika; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6230

Abstract

Peneliatian ini berbentuk penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk. Adapun produk yang dikembangkan yaitu instrument penilaian pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis budaya lokal untuk kelas VII SMP semester ganjil di Kecamatan Buleleng. Produk ini diharapkan mampu menunjang pengimplementasian Kurikulum 2013. Model peneliatian dan pengembangan diadopsi dari model penelitian dan pengembembangan oleh Peffers et al. (2007) dalam Ellis dan Levy (2010) yang terdiri dari enam tahapan penelitian. Penelitian ini didasari oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi dan Batan (2015). Setting dari penelitian ini adalah 9 SMP di Kecamatan Buleleng. Nilai-nilai budaya Bali dan nilai-nilai pendidikan karakter diintegrasikan dalam instrumen penilaian. Instrumen tersebut meliputi penilaian terhadap sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Data yang diperoleh dalam peneliatian diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Kualitas dari instrument penialaian telah diujikan melalui panel ahli. Terdapat 3 aspek telah diuji oleh ahli, meliputi aspek validitas, reliabilitas, dan kepraktisan. Berdasarkan nilai yang diberikan oleh kedua ahli, kualitas dari instrument penilaian tergolong sempurna. Nilai oleh ahli pertama adalah 642 dan ahli kedua adalah 807. Reliabilitas data diukur menggunakan koefisien Alpha Cronbach’s. Hasilnya, reliabilitas produk adalah 0.997 dan dapat digolongkan sebagai sempurna. Produk instrumen penilaian yang berbasis budaya ini memiliki kualitas dan reliabilitas sempurna. Kata Kunci : Instrumen Penilaian, Penilaian Bahasa Inggris, Budaya Bali, dan Kurikulum 2013 This research was aimed at designing and developing English assessment by accommodating local culture for the first semester of grade seven of junior high schools in Buleleng sub-district to support the implementation of curriculum 2013. This research was designed as a research and development by following RnD model proposed by Peffers et.al (2007) in Ellis and Levy (2010) which consisted of six steps. The data of need analysis were obtained from the result of Dewi and Batan (2015) research and analysis the syllabus. Settings of this research were nine junior high schools in Buleleng sub-district. Balinese cultural values and character values in the assessment were integrated through the assessment instrument. The assessment covered affective domain, cognitive domain, and psychomotor domain. The data were analyzed both qualitatively and quantitatively. The quality of the assessment instrument was assessed through expert judgment to determine its worthiness. Three aspects in the assessment were assessed through the expert judgment forms, namely validity, reliability, and the practical aspect. Based on the scores given by two experts, the quality of the assessment instrument was categorized as excellent quality since the score given by expert I was 642 and expert II was 807. The reliability of the data was measured by using Alpha Cronbach’s coefficient. The result showed that α Cronbach’s coefficient was 0.997 and it was categorized as excellent. In short, the developed culture-based English assessment has excellent quality and the data were reliable. keyword : Balinese culture-based English assessment, English assessment for Junior High School, RnD Assessment
THE EFFECT OF GRAPHIC ORGANIZER UPON READING COMPREHENSION OF THE TWELFTH GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKAWATI IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Anak Agung Mitha Indra Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6231

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada dampak yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa kelas XII yang diajar menggunakan Graphic Organizer dengan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Penelitian ini dalam bentuk penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental). Post-test Only Control Group digunakan sebagai desain penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Sukawati. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian ini adalah 75 siswa yang telah dipilih dengan menggunakan teknik sampel random atau acak; terdiri dari 37 siswa kelas XII IPA 2 sebagai kelompok eksperimen dan 38 siswa kelas XII IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat dampak yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa kelas XII yang diajar menggunakan Graphic Organizer (t = 3.44 and ttable = 1.99; t ttable pada taraf signifikansi 5%) dimana siswa yang diajar menggunakan Graphic Organizer menunjukkan pemahaman membaca yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan Graphic Organizer memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa kelas XII di SMA N 1 Sukawati tahun ajaran 2015/2016. Kata kunci: Graphic Organizer, EFL, Pemahaman Membaca Kata Kunci : Graphic Organizer, EFL, Pemahaman Membaca Abstract This research aimed to investigate whether there was a significant effect on reading comprehension of the twelfth grade students who were taught by using Graphic Organizer and who were taught by using conventional technique. This research was Quasi-Experimental research. Post-Test Only Control Group was used as the design of this research. This research was conducted at SMA N 1 Sukawati. The population of this research was the twelfth grade students in academic year 2015/2016. The sample was 75 students that were selected through random sampling; 37 students of XII IPA as experimental group and 38 students of XII IPA 3 as control group. The result of data analysis showed that there was a significant effect on reading comprehension of the twelfth grade students who were taught by using Graphic Organizer (t = 3.44 and ttable = 1.99; t ttable on the level of significance 5%) in which the students who were taught by using Graphic Organizer performed better reading comprehension than who were taught by using conventional technique. Based on this result, it could be inferred that Graphic Organizer gave significant effect on the twelfth grade students’ reading comprehension compared at SMA N 1 Sukawati academic year 2015/2016. keyword : Graphic Organizer, EFL, Reading Comprehension.
The Use of Code Switching by the English Teacher at the Seventh Grade of SMP Negeri 3 Singaraja in the Academic Year 2014/ 2015 ., Komang Laksmi Pratiwi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6318

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui jenis, fungsi, dan alasan guru menggunakan alih kode selama proses belajar dan mengajar. Satu guru dan tiga kelas terdiri dari 33 siswa dari SMP Negeri 3 Singaraja pada tahun akademik 2014/2015 dipilih sebagai subyek penelitian. Sebagai alat pengumpul data, peneliti menggunakan perekam video, tabulasi data, dan lembar wawancara. Penelitian ini menggunakan alat perekam, wawancara, dan observasi untuk memecahkan masalah. Penelitian ini dianalisis dengan menyalin data, mengidentifikasi, dan mengklasifikasi data. Dari data yang tercatat, 184 ucapan dapat diklasifikasikan sebagai alih kode. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada tiga jenis alih kode terjadi: tag code switching, inter-sentential code switching, dan intra-sentential code switching. Ada beberapa fungsi alih kode yang digunakan oleh guru, yaitu: menjelaskan, menekankan informasi tertentu, meminta informasi lebih lanjut, mengklarifikasi, memberikan perintah, dan menunjukkan keluhan. Alasan yang mendasari guru menggunakan alih kode adalah: mempermudah komunikasi, membangun kenyamanan suasana di kelas, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, mengalihkan topik pembicaraan, sebagai bentuk ekspresi solidaritas, dan membantu guru untuk memberikan instruksi yang jelas.Kata Kunci : alih kode, jenis alih kode, fungsi alih kode, alasan menggunakan alih kode This qualitative research aimed at finding the code switching that is used by the English teacher at SMP Negeri 3 Singaraja. The study focused on finding out the types, functions, and teacher’s reasons of using code switching during the teaching and learning process. One teacher and three classes consists of 33 students of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/ 2015 were selected as the subject of the study. As a means of collecting data, the researcher used video recorder, tabulation sheet, and interview guide. The study was analyzed by transcribing the data, identifying, and classifying the data. From the recorded data, 184 utterances could be classified as code switching. The result of the analysis showed that there are three types of code switching occured in the data: tag code switching, inter-sentential code switching, and intra-sentential code switching. There are some functions of code switching used by the teacher: explaining, emphasizing certain info, asking for further information, clarifying, giving commands, and showing complaint. The reasons that underlying the switching used such as: ease of communication, establishing a comfort atmosphere in the classroom, draw the students attention, topic switch, expression of solidarity, and helping the teacher to give clear instruction.keyword : code switching, types of code switching, functions of code switching, reasons of using code switching