cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): November" : 62 Documents clear
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF 7TH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Ni Wayan Devi Astuti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8745

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu pembelajaran bahasa yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa Inggris dengan tema yang berbeda pada siswa kelas 2 SMP semester kedua (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategi mengajar inggris untuk semester kedua dari siswa kelas tujuh. Model penelitian yang digunakan dalam prosedur penelitian ini ialah model penelitian pengembangan oleh Peffers (Pada Junipisa, 2012). Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti; lembar observasi, panduan wawancara dan rubtik penilaian untuk para ahli. Data telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dari kedua ahli. Asilnya menunjukan bahwa lagu pembelajaran bahasa yang dikembangkan dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu Pembelajaran Bahasa, Strategi Pembelajaran, Buku Pedoman This research is a research and development study which aimed at (1) developing suitable language learning songs that can be used for teaching English with different themes for the second semester of 7th grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 7th grade students. The model of research and development by Peffers (in Junipisa, 2012) was employed as the present research procedures. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheets, interview guide, and rubric of expert judgment. The data obtained were analyzed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analyzed quantitatively by calculating the mean score from each expert. The result shows that the developed language learning songs were categorized as excellent.keyword : Language Learning Song, Teaching Strategy, Manual Book
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF LEGEND FOR YOUNG LEARNERS ., Luh Gede Puspayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8750

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan sebuah buku cerita bergambar berbasis budaya lokal untuk pelajar anak-anak. Budaya lokal yang dimaksudkan mengacu pada kesusastraan Bali dalam bentuk legenda yang berjudul “Asal Mula Selat Bali” Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Data dalam penelitian ini diperoleh dari (1) wawancara, (2) pengamatan, dan (3) kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisa secara descriptif dalam bentuk narasi untuk produk yang dikembangkan dan validasi isi menggunakan rumus Gregory. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti, produk ini sesuai untuk siswa sekolah dasar karena produk dikembangkan dengan mempertimbangkan kriteria dari buku cerita bergambar yang baik dan karakteristik dari pelajar anak-anak. Hasil validasi isi dari produk yang dikembangkan adalah 1.00 dengan kriteria sangat tinggi. Kemudian, kualitas dari produk diukur menggunakan skala Likert dengan hasil 4.75 yang dikatagorikan sangat baik. Validasi isi dan qualitas produk dinilai oleh ahli uji. Maka, produk dari penelitian ini direkomendasikan untuk pelajar anak-anak sebagai materi bacaan untuk kesenangan.Kata Kunci : legenda, budaya lokal, buku cerita bergambar This study focused on developing a local culture-based picture storybook for young learners. The local culture referred is Balinese literature in the form of legend entitled “The Legend of Bali Strait”. This study was conducted by using a Research and Development (R&D) model proposed by Sugiyono (2014). The data were obtained by (1) interview, (2) observation, and (3) literature review and were analyzed descriptively for the product developed and content validity using Gregory formula. Based on the analysis done by the researcher, the product is suitable for young learners since it is developed by considering the criteria of good picture storybook and the characteristics of young learners. The result of content validity of the product is 1.00 with very high criteria. Then, the quality of the product is measured by using Likert Scale with the result is 4.75 and categorized as excellent. Both content validity and quality of the product were judged by expert judges. Therefore, the product of this study is recommended for young learners as reading for pleasure material.keyword : legend, local culture, picture storybook
The Correlation Between Perceptual Learning Style and Students’ Reading Comprehension of Twelfth grade Students at SMA N 2 Amlapura Academic Year 2016/2017 ., I Putu Era Agustrawan; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan yang terjadi antara preferensi gaya belajar persepsi dan pemahaman bacaan siswa dari siswa kelas dua belas di SMA N 2 Amlapura. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menjelaskan korelasi antara dua variabel, gaya belajar perspsi sebagai variabel bebas dan pemahaman membaca siswa sebagai variabel terikat. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas dua belas di SMAN N 2 Amlapura yang terdiri dari 278 siswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling dan mendapatkan 72 siswa sebagai sampel. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Rerata pemahaman siswa membaca yang diambil dari nilai tes membaca mereka adalah 79,86. Analisis statistik inferensial dalam penelitian ini adalah menggunakan Point-Biserial koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua Sig. dari gaya belajar persepsi yaitu 0,289 (Visual), 0,906 (Auditory), 0,546 (Kinestetik), 0.271 (Tactile), 0.382 (Group) dan 0,057 (Individual) dan semuanya lebih rendah dari tingkat signifikan (0,05). Nilai Sig. menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan antara preferensi gaya belajar persepsi dan pemahaman membaca siswa dari siswa kelas dua belas di SMA N 2 Amlapura. Hasil juga menunjukkan bahwa hanya gaya belajar individu yang memiliki hubungan positif lemah (r = 0,226). gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang banyak digunakan oleh siswa (30,5%).Kata Kunci : korelasi, preferensi gaya belajar persepsi, pemahaman membaca siswa This study aimed at investigating the correlation between perceptual learning style preference and student’s reading comprehension of twelfth grade students in SMA N 2 Amlapura. This study was descriptive quantitative which described on the correlation between two variables, perceptual learning style as the independent variable and students’ reading comprehension as the dependent variable. The population of this study was all of twelfth grade students in SMAN N 2 Amlapura which were consisted of 278 students. The sample was determined by using random sampling technique and got 72 students as sample. The data was analysed by using descriptive and inferential statistical analysis. The mean of student reading comprehension which was taken from their reading test score was 79.86. The inferential statistical analysis in this study used Point-Biserial Correlation coefficient. The results of this study shows that all Sig. of learning style were 0.289 (Visual), 0.906 (Auditory), 0.546 (Kinesthetic), 0.271 (Tactile), 0.382 (Group) and 0.057 (Individual) and all of Sig. values were over than level of significant (0.05). The value of Sig. shows there is no significant correlation perceptual learning style preference and students’ reading comprehension of twelfth grade students at SMA N 2 Amlapura. The result also shows that there was only individual learning style which has weak positive relationship (r = 0.226). Kinesthetic learning style was the mostly used learning style by the students (30.5%).keyword : Correlation, Perceptual Learning Style, Students’ Reading Comprehension
DEVELOPING A LOCAL CULTURE BASED PICTURE BOOK AS A MEDIA TO TEACH ENGLISH FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 PAKET AGUNG ., Gde Arys Bayu Rewa; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan picture book berbasis budaya lokal sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung, dan (2) mengetahui kualitas dari picture book berbasis budaya lokal yang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 40 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti prosedur pengembangan berdasarkan model pengembangan Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Sehingga, pada akhir penelitian dihasilkan sebuah prototipe dari picture book berbasis budaya lokal. Picture book terdiri dari 15 halaman dan berdasar pada budaya lokal di dalam ceritanya. Berdasarkan kualitas media, media dikategorikan sebagai media yang bagus. Sehingga, media picture book berbasis budaya lokal ini cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Kata Kunci : budaya lokal, picture book, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed at (1) developing a local culture based picture book as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung, and (2) finding out the quality of local culture based picture book developed. The subject of this research was forty students of fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. The data of this research were obtained by using observation sheets, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono’s model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype product of a local culture based picture book at the end of this research. The picture book consisted of fifteen pages and is based on local culture in its story. For the quality, the media was as good media. Thus, it was proper to be used as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. keyword : Local culture, picture book, teaching English for young learners
THE JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE AT DAWAN DISTRICT, KLUNGKUNG REGENCY ., I Komang Adi Wiguna; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9261

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru - guru bahasa inggris didalam merencanakan, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru – guru bahasa inggris di SMP N 1 Dawan dan SMP N 3 Dawan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lima instrumen, yaitu perekam, rubrik penilaian, penilai, kuesioner,dan pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rubrik penilaian diisi oleh penilai. Data disajikan secara deskriptif. Hasil data analisis menunjukan bahwa kompetensi dua guru bahasa inggris didalam merencanakan pembelajaran dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Dua guru perlu belajar bagaimana cara mendesain penilaian pembelajaran yang dimana dalam teknik, prosedur, instrumen, masih belum jelas. Akan tetapi, di dalam melakasanakan pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik, satu guru dikategorikan baik dan dua guru dikategorikan sedang. Dua guru masih memiliki masalah, mereka merasa sulit untuk memilih pendekatan/ strategi yang sesuai dan memiliki sedikit pengetahuan tentang pemanfaatan sumber dan media pembelajaran. Mereka perlu melakukan refleksi disetiap akhir pembelajaran untuk mengetahui kesalahan mereka dan mereka akan memperbaiki dipertemuan selanjutnya. Sedangkan, di dalam mengevaluasi hasil pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Kata Kunci : Mengevaluasi hasil pembelajaran, Merencanakan pembelajaran, melakasanakan pembelajaran, Kompetensi pedagogik. This evaluative study aimed to analyze English teachers’ pedagogical competence in terms of planning, implementing the lesson and evaluating the learning outcomes. The subjects of this study were English teachers at SMP N 1 Dawan and SMP N 3 Dawan. The data were collected by using five instruments, namely recorder, evaluation rubric, evaluator, questionnaires and interview guide. The data gathered were analyzed by using evaluation rubric that was filled by the evaluator. The data were presented descriptively. The results of data analysis showed that the competence in planning the lesson, two teachers are categorized as very good, and three teachers are categorized as good. Two teachers need to learn how to design learning evaluation in since the technique, procedure and instrument are not clear. However, in terms of implementing the lesson, two teachers are categorized as very good, one teacher is categorized as good and two other teachers are categorized as average. Two teachers still have problems, they feel difficult to choose appropriate approach /learning strategies and have little knowledge about utilization of resource / instructional media. They need to conduct reflection in every end of the lesson to know their mistakes and they will improve it for next meeting. Meanwhile, in term of evaluating the learning outcomes, two teachers are categorized as very good and three teachers are categorized as good. keyword : Evaluating the learning outcomes, Implementing the lesson, Planning the lesson, Pedagogical Competence.
AN ANALYSIS OF PREFIXES AND SUFFIXES IN BUNUTAN DIALECT OF BALINESE: A Descriptive Study ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9644

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal usul kata dan perubahan kata awalan dan akhiran dialek bahasa Bali Bunutan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, terdapat tiga narasumber yang dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis awalan yang ditemukan di dialek Bunutan, yaitu {ma-}, {me-}, and {N-}, dan terdapat tiga akhiran: {-ang}, {-in}, and, {-nye} yang ditemukan di dialek bahasa Bali Bunutan. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk awalan asal usul kata {ma-}, {me-}, and {N-}, dan akhiran suffixes {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk perubahan kata awalan {N-} and akhiran {-ang}, {-in}, and, {-nye}. Kata Kunci : Kata-kata kunci: awalan, akhiran, asal usul kata, perubahan kata ABSTRACT This study was designed in the form of descriptive qualitative study. This study aimed at describing the derivational and inflectional prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese. The techniques used to collect the data were observation and interview. In this study, there were three informants chosen. The results of this study showed that there are three kinds of prefixes found in Bunutan Dialect, namely {ma-}, {me-}, and {n-} and there were three kinds of suffixes: {-ang}, {-in}, and, {-nye} which is found in Bunutan Dialect of Balinese. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {n-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {n-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}.Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {N-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {N-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}. keyword : Keywords: prefixes, suffixes, derivational, inflectional
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS PRODUCED BY ENGLISH TEACHERS IN CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESSES AT SMA NEGERI 2 MENGWI IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9441

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian qualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) jenis - jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru-guru bahasa inggris (2) bagaimana tindak tutur yang diucapkan dapat disadari dari ucapan – ucapan guru dan (3) fungsi pedagogis dari tindak tutur yang diucapkan oleh guru bahasa inggris dalam proses belajar mengajar dalam ruang kelas di SMA Negeri 2 Mengwi pada tahun ajaran 2016/2017. Subyek dari penelitian ini adalah dua guru bahasa inggris. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil observasi dan interview dan dianalisa menggunakan Miles and Huberman (1994) interaktif data analisis. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa guru menggunakan tindak tutur berupa directives, representatives, commisives dan expressives dalam proses belajar mengajar. Tindak tutur kata yang paling sering digunakan adalah directives (55.22%), sementara tutur kata yang jarang digunakan adalah commissives (0.65%). Ada 28 inti ilokusi yang dipergunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Ditemukan juga bahwa guru lebih sering menggunakan tindak tutur kata langsung daripada yang tidak langsung dalam bentuk kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan esklamasi. Fungsi pedagogis dari tindak tutur yang diucapkan guru memiliki tiga fungsi yaitu, lingustik, manajerial dan instruksional.Kata Kunci : Fungsi pedagogis, tindak tutur, proses belajar dan mengajar This research was a qualitative study which aimed to describe and explain (1) the types of speech acts produced by English teachers (2) how teachers’ speech acts were realized in utterances and (3) the pedagogical functions of teachers’ speech acts produced by English teachers in teaching and learning processes in the classroom at SMA Negeri 2 Mengwi in academic year 2016/2017. The subjects of this study were two English teachers. The data of this study were collected through observation and interview and analyzed by following Miles and Huberman’s (1994) interactive cyclical model. This study found that the teachers produced directives, representatives, commissives, and expressives speech acts in the classroom teaching and learning processes. The most frequently used speech act was directives (55.22%), while the least frequent speech act was commissives (0.65%). There were 28 kinds of illocutionary forces performed by the teachers in teaching and learning processes. Furthermore, the teachers were found to use more direct speech act than the indirect ones in the form of declarative, interrogative, imperative and exclamation. The pedagogical functions of the teachers’ speech acts were broken into three functions, namely linguistics function, managerial function and instructional function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
Developing Practical Bilingual Conversation Material for the Local Guides in Gitgit Waterfall Tourism Object ., Ni Md Pande Candra Sapitri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8629

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkansebuah materi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk pemandu wisata lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan wisatawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model Penelitian dan Pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2011). Enam langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, adalah 1) analisis potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) mendesain produk, 4) validasi desain, 5) melaksanakan uji coba produk, dan 6) merevisi produk. Jumlah nilai dari kualitas produk dari kedua ahli adalah 184 dan jumlah nilai tengah adalah 4.6. Berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Nurkancana (1992), kualitas dari Materi percakapan dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata air terjun Gitgit dikategorikan menjadi sangat baik. Sementara itu, hasil dari uji coba produk untuk pemandu wisata lokal menunjukkan bahwa nilai tengah yang diperoleh adalah 4.93 yang mana ini juga dikategorikan menjadi sangat baik. Maka dari itu materi ini telah siap untuk digunakan oleh pemandu wisata lokal. Kata Kunci : materi dwi bahasa, pemandu wisata lokal, percakapan yang praktis The purpose of this study was to develop a material which can be used as learning source for the local guides in order to enhance their capability in using English in communicating and interacting with the tourist. This study was conducted by using Research and Development (R&D) model that was proposed by Sugiyono (2011). The six steps conducted in this study were 1) analyzing potency and problem, 2) collecting data, 3) designing product, 4) validating design, 5) administering product usability test, and 6) revising product. The total score of the quality of the product from the two experts was 184 and the mean score was 4.6. Based on the criteria proposed by Nurkancana (1992), the quality of the Practical Bilingual Conversation Material for the local guides in gitgit Waterfall tourism object was categorized into excellent. Meanwhile the result of the product testing to the local guides showed that the mean score was 4.93 in which it also categorized into excellent. Therefore this material was ready to be used by the local guides.keyword : bilingual material, local guides, practical conversation
AN ANALYSIS OF THE ENGLISH LEARNING MATERIALS BASED ON CURRICULUM 2013 AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang direncanakan oleh guru, dan penerapan kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis isi, dan hasil pengamatan. Analisis isi digunakan untuk menganalisis perencanaan materi pembelajaran, pengamatan dilaksanakan untuk mengumpulkan data tentang implementasi materi pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa inggris dan objek dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru beserta implementasinya di kelas. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Singaraja. Data dikumpulkan dengan melakukan studi dokumen, wawancara dan observasi. Data dianalisis berdasarkan fungsi sosial, unsur kebahasaan, dan struktur teks. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) perencanaan materi pembelajaran direncanakan berdasarkan KI, KD, Indikator, fungsi sosial, unsur kebahasaan dan struktur teks, (2) materi pembelajaran pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran tidak spenuhnya dilaksanakan di dalam kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013 ,materi pembelajaran, fungsi sosial, unsur kebahasaan, struktur teks. This study aimed at analyzing the planning of learning materials the teacher’s lesson plans and its implementation in teaching English based on the Curriculum 2013. This study was descriptive qualitative. Content analysis and observational study were used in this research. Content analysis was used for analyzing data about planning of learning materials based on the Curriculum 2013, observational study was conducted in collecting data about implementation of learning materials based on the Curriculum 2013. The subject was the English teacher and the objects of this study were learning materials contained in the teacher’s lesson plan, and implementation in the classroom. The setting of the study was in SMP Negeri 2 Singaraja. The data were collected by doing document study, interview, and observation. The data were analysed based on topic, social function, language feature, and text structure. The result of this study shows that (1) The learning materials planned in the lesson plans were planned based on KI, KD, Indicator, social function, language feature and text structure, (2) the learning materials in the lesson plan were not fully implemented in the classroom.keyword : Curriculum 2013, learning materials, social function, language feature, text structure.
AN EVALUATION STUDY IN THE USE OF SCIENTIFIC APPROACH ON JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 4 SINGARAJA AS THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Agus Septiyana; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8653

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) di SMP Negeri 4 Singaraja, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan oleh guru dalam melaksanakan K-13. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan model Discrepancy. Model Discrepancy di mana perhatian utama ditekankan pada perbedaan yang ada dalam kaitannya dengan konteks. Ada dua guru bahasa Inggris yang diambil sebagai subyek penelitian. Dalam pengumpulan data, terdapat dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif-kualitatif analisis Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja memperoleh rerata skor 3 pada pelaksanaan dari maksimum skor 48, Oleh karena itu, mereka dikategorikan kurang dalam aspek menanya dan aspek mengkomunikasikan dalam hal pelaksanaan . Namun, dalam hal mengamati, mengumpulkan informasi, dan menghubungkan mereka dianggap baik. Berdasarkan temuan di wawancara, dapat diidentifikasi bahwa dukungan dari kepala sekolah, staf, dan orang tua serta siswa-siswa dengan respon positif merupakan faktor pendukung dalam melaksanakan K-13. Di sisi lain, kurangnya fasilitas sekolah, perubahan paradigma mengajar, banyaknya jumlah siswa di setiap kelas, dan masalah keuangan merupakan faktor penghambat. Kata Kunci : studi evaluasi, Kurikulum 2013, pendekatan ilmiah, dan discrepancy model This evaluation study aimed at investigating the implementation of Curriculum 2013 (K-13) in SMP Negeri 4 Singaraja, and the supporting and impeding factors found by the teachers in implementing K-13. This study was a case study that used Discrepancy model. Discrepancy model in which the main concern was emphasized on the differences in relation with the context. There were two English teachers taken as the subjects of the study. In collecting the data, two kinds of instruments were used, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis The results of the data analysis show that the English teachers of SMP Negeri 4 Singaraja gained average score 3 on the implementation out of the maximum score 48. Therefore, they were considered poor in terms of the questioning and communicating aspect in terms of the implementation. However, in terms of the observing, collecting information, and associating they were considered good. Based on the findings on the interview, it can be identified that the supports from the headmaster other staff, and students' parents as well as the students' positive response were the supporting factors in implementing K-13. On the other hand, the lack of the school facilities, the change of teaching paradigm, the big number of the students in each class, and the financial problem constituted the impeding factors. keyword : evaluation study, Curriculum 2013, scientific approach, and discrepancy model