cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 83 Documents clear
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF FABLE FOR TEACHING ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS ., Putu Widya Savitri; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8673

Abstract

This research was a research and development study which aimed at developing a local culture-based picture storybook entitled “Siap Selem”. Balinese local culture used is in a form of fable. It applied a framework proposed by Sugiono (2014). The data were collected from observation, interview and literature review in designing the product. The results are the picture storybook entitled “Siap Selem” obtains content validity (cv = 0.88), categorized as very high, while the quality is judged excellent with score 4.57, which each of the result was analyzed by using Gregory Formula and Likert Scale. Thus, it can be stated that the picture storybook developed is expected to be an appropriate supplementary reading for pleasure material for teaching English for TEYL (Teaching English to Young Learners).Kata Kunci : young learners, local culture, reading for pleasure, story, fable, picture book Penelitian ini merupakan studi penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar yang berjudul “Siap Selem”. Budaya lokal yang digunanakan adalah Bali dalam bentuk fabel. Dalam mengembangkan buku cerita bergambar digunakan kerangka penelitian dan pengembangkan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2014). Data yang berupa observasi, interview, dan kajian pustaka digunakan dalam membuat produk penelitian. Hasil penelitian adalah validasi isi (cv = 0.88) tergolong sangat tinggi, sedangkan qualitas dinilai sangat baik dengan nilai 4.57, dimana setiap hasil tersebut dianalisa dengan menggunakan Gregory Formula dan skala Likert. Jadi, dapat dinyatakan bahwa buku bergambar yang dikembangkan, diharapkan sesuai untuk pembelajaran Bahasa Inggris sebagai materi tambahan membaca untuk kesenangan dalam TEYL.keyword : Pelajar muda, budaya lokal, membaca untuk kesenangan, buku cerita, fael, buku bergambar
ANALYSIS OF STUDENTS PERCEPTION TOWARDS THE INSERTION OF CHARACTER EDUCATION IN EFL TEXT BOOK FOR SMA NEGERI STUDENTS IN KECAMATAN BULELENG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017. ., Gede Aan Karisma; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL untuk siswa SMA Negeri se-Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2017. Subyek dari penelitian ini adalah 120 siswa SMA dari 4 sekolah se-Kecamatan Buleleng. Obyek penelitian ini adalah persepsi siswa terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL. Data penelitian ini diperoleh menggunakan angket penelitian dan lembar pertanyaan wawancara tertulis tak terstuktur. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan cara menyebarkan angket ke siswa. Data yang telah didapatkan, dianalisis dengan metode deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari semua siswa adalah 126.4 dan nilai standar deviasi dari semua siswa adalah 10.26.Hasil persentase dari perhitungan nilai rata-rata siswa adalah 84%. Dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa siswa mempunyai persepsi positif dengan kecendrungan yang tinggi terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL.Kata Kunci : Persepsi siswa, pendidikan karakter, buku EFL. This research aimed to describe the students’ perception towards the insertion of character education in EFL text book for SMA Negeri Students in Kecamatan Buleleng in academic year 2016/2017. The subject of this research was 120 SMA students from 4 schools in Kecamatan Buleleng. The object of this research was students’ perception toward the insertion of character education in EFL text book. The data of this research were obtained by using questionnaire and non-organized written interview question sheet. This research was survey research by distributing the questionnaire. The collected data were analyzed by using descriptive statistic method. The research result showed that the average score of the students is 126.4 and the standard deviation score of the students is 10.26. The result of the calculation of the average score is 84%. It can be concluded that the students have high positive perception toward the insertion of character education in their EFL text bookkeyword : Students’ perception, character education, EFL text book.
THE CONTRIBUTION OF METACOGNITIVE AWARENESS AND LEARNING ENVIRONMENT ON ACADEMIC ACHIEVEMENT OF THE FOURTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT, GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION ., Putu Seriardana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8702

Abstract

This study was a correlational study with ex-post facto research design, which aimed at investigating (1) the contribution of metacognitive awareness on students’ academic achievement, (2) the contribution of learning environment on students’ academic achievement, (3) the simultaneous contribution of metacognitive awareness and learning environment on academic achievement of the fourth semester students of English Education Department, Ganesha University of Education in academic years 2015/2016. Ex-post facto research design was a research design to investigate the correlation between independent variables and dependent variable by (1) determining the sample, (2) designing and developing the questionnaires, (3) distributing the questionnaires, (4) analyzing the obtained data, and (5) drawing the conclusion. The sample of the study was chosen by using simple random sampling technique, in which there were 145 students. The analysis was conducted based on multiple linear regression test supported by SPSS version 16 program. This study reveals that: (1) there is no contribution of metacognitive awareness on students’ academic achievement; (2) there is no contribution of learning environment on students’ academic achievement; and (3) there is no contribution of metacognitive awareness and learning environment on students’ academic achievement. keyword : metacognitive awareness, academic achievement, learning environment
An Analysis of Learning Materials for the Seventh Grade Students at SMP Negeri 4 Singaraja in Implementing the 2013 Curriculum ., Nyoman Andika Juniarta; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8716

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis materi pembelajaran yang direncanakan dalam buku teks siswa yang berjudul "When English Rings a Bell", dan dalam rencana pembelajaran untuk siswa kelas tujuh, dan penerapan materi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Bahan pembelajaran dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik serta penggunaan tindak tutur dan tempat tindak tutur. Subjek penelitian ini terdiri dari rencana pelajaran, buku siswa, dan seorang guru bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, bahan yang didasarkan pada 2013 Kurikulum seperti yang direncanakan dalam buku siswa yaitu: directive dengan sub tipe questioning dan ordering, assertive dengan sub tipe stating dan describing, commisisve dengan sub tipe offering, eexpressive dengan sub tipe greeting, thanking, apologizing, feeling, dan taking leave. Fungsi tindak tutur yaitu interactional, personal, heuristik, instrumental, informative, dan attention getting. Tempat tindak tutur yaitu formal, informal, dan non-formal. Jenis tindak tutur utama dan spesifik serta penggunaan tindak tutur dan tempat tindak tutur dalam buku sama seperti dalam rencana pembelajaran. Kedua, materi pembelajaran dilaksanakan sepenuhnya didasarkan pada rencana pelajaran. Hasil menyiratkan bahwa asertif, direktif, commisive dan ekspresif harus direncanakan dalam bahan dan guru belajar harus menumbuhkan kompetensi komunikatif siswa dan berusaha untuk memberikan mereka kesempatan lebih untuk berlatih menggunakan tindak tutur dalam Bahasa Inggris.Kata Kunci : Rencana Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Tindak Tutur The objectives of this study were to analyze the learning materials planned in the students’ textbook entitled “When English Rings a Bell”, and in the lesson plans for the seventh grade students, and the implementation of the learning materials in the teaching learning activity. The learning materials were analyzed in the terms of the main and specific speech act types as well as speech use and speech setting. Subjects studied consisted of lesson plan, students’ book, and the English teacher. The design of this study was descriptive qualitative. The data were collected from document, interview, and observation. The results show the following. First, learning materials based on the 2013 Curriculum as planned in the students’ book namely: directive with the sub type questioning and ordering, assertive with the sub type stating and describing, commisisve with the sub type offering, expressive with the sub type greeting, thanking, apologizing, feeling, and taking leave. The speech uses were interactional, personal, heuristic, instrumental, informative, and attention getting. The settings were formal, informal, and non-formal. These speech acts, specific speech acts, speech use, and speech setting were found are same as in lesson plans. Second, the learning material implemented wholly based on the lesson plans. The results imply that assertive, directive, commisive and expressive should planned in learning materials and teacher should cultivate the students’ communicative competence and attempt to give them opportunities to practice more English speech acts. keyword : Lesson Plans, Learning Materials, Speech Acts
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING USED IN ADVERTISEMENT AT GUNTUR RADIO SINGARAJA ., Iffatul Muslimah; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan alih kode pada pengiklanan yang terdapat di radio Guntur Singaraja dan (2) mengetahui fungsi yang mendasari terjadinya alih kode yang terdapat di radio Guntur Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah pemasang iklan yang ada di radio Guntur Singarja. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan perekam suara, lembar transkrip, dan lembar observasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Miles dan Huberman (1994), yaitu: penurunan data, menampilkan data, menggambarkan kesimpulan dan memverifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan dari pemasang iklan menghasilkan 9 (11.69%) intra-word switching sebagai alih kode yang paling sedikit digunakan. Yang paling banyak digunakan ditunjukkan dari intra-sentential switching yang menunjukkan 54 (70.13%) penggunaan alih kode dan inter-sentential switching sebanyak 14 (18.18%) dari 77 alih kode. Fungsi dari allih kode yang sering digunakan pada pengiklanan di radio Guntur Singraja adalah kutipan, panggilan spesifikasi, dan kata seru.Kata Kunci : Alih kode, Pengiklanan, Radio This research aimed to (1) know the used of code switching in advertisements which were announced in Guntur Radio Singaraja, and (2) know the functions underlying the occurrence of code switching which exist in Guntur radio in Singaraja. The subject of this study was the advertiser of Guntur Radio Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, tape recorder, and transcription sheet. This research was a descriptive qualitative study which followed several procedures based on Miles and Huberman (1994) model, namely: data reduction, data display, drawing conclusion and verification. The result of this research showed that the utterance of advertiser produced 9 (11.69 %) was intra-word switching as the less dominant switching. The most dominant was from intra-sentential switching that was 54(70.13%) and inter-sentential switching was 14 (18.18%) from 77 switching. The functions of code switching which were often used in the advertisement announced at Guntur Radio Singaraja were quotation, addressee specification, and interjection.keyword : Advertisement, Code Switching, Radio
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF 7TH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Ni Wayan Devi Astuti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8745

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu pembelajaran bahasa yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa Inggris dengan tema yang berbeda pada siswa kelas 2 SMP semester kedua (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategi mengajar inggris untuk semester kedua dari siswa kelas tujuh. Model penelitian yang digunakan dalam prosedur penelitian ini ialah model penelitian pengembangan oleh Peffers (Pada Junipisa, 2012). Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti; lembar observasi, panduan wawancara dan rubtik penilaian untuk para ahli. Data telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dari kedua ahli. Asilnya menunjukan bahwa lagu pembelajaran bahasa yang dikembangkan dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu Pembelajaran Bahasa, Strategi Pembelajaran, Buku Pedoman This research is a research and development study which aimed at (1) developing suitable language learning songs that can be used for teaching English with different themes for the second semester of 7th grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 7th grade students. The model of research and development by Peffers (in Junipisa, 2012) was employed as the present research procedures. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheets, interview guide, and rubric of expert judgment. The data obtained were analyzed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analyzed quantitatively by calculating the mean score from each expert. The result shows that the developed language learning songs were categorized as excellent.keyword : Language Learning Song, Teaching Strategy, Manual Book
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF LEGEND FOR YOUNG LEARNERS ., Luh Gede Puspayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8750

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan sebuah buku cerita bergambar berbasis budaya lokal untuk pelajar anak-anak. Budaya lokal yang dimaksudkan mengacu pada kesusastraan Bali dalam bentuk legenda yang berjudul “Asal Mula Selat Bali” Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Data dalam penelitian ini diperoleh dari (1) wawancara, (2) pengamatan, dan (3) kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisa secara descriptif dalam bentuk narasi untuk produk yang dikembangkan dan validasi isi menggunakan rumus Gregory. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti, produk ini sesuai untuk siswa sekolah dasar karena produk dikembangkan dengan mempertimbangkan kriteria dari buku cerita bergambar yang baik dan karakteristik dari pelajar anak-anak. Hasil validasi isi dari produk yang dikembangkan adalah 1.00 dengan kriteria sangat tinggi. Kemudian, kualitas dari produk diukur menggunakan skala Likert dengan hasil 4.75 yang dikatagorikan sangat baik. Validasi isi dan qualitas produk dinilai oleh ahli uji. Maka, produk dari penelitian ini direkomendasikan untuk pelajar anak-anak sebagai materi bacaan untuk kesenangan.Kata Kunci : legenda, budaya lokal, buku cerita bergambar This study focused on developing a local culture-based picture storybook for young learners. The local culture referred is Balinese literature in the form of legend entitled “The Legend of Bali Strait”. This study was conducted by using a Research and Development (R&D) model proposed by Sugiyono (2014). The data were obtained by (1) interview, (2) observation, and (3) literature review and were analyzed descriptively for the product developed and content validity using Gregory formula. Based on the analysis done by the researcher, the product is suitable for young learners since it is developed by considering the criteria of good picture storybook and the characteristics of young learners. The result of content validity of the product is 1.00 with very high criteria. Then, the quality of the product is measured by using Likert Scale with the result is 4.75 and categorized as excellent. Both content validity and quality of the product were judged by expert judges. Therefore, the product of this study is recommended for young learners as reading for pleasure material.keyword : legend, local culture, picture storybook
The Correlation Between Perceptual Learning Style and Students’ Reading Comprehension of Twelfth grade Students at SMA N 2 Amlapura Academic Year 2016/2017 ., I Putu Era Agustrawan; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan yang terjadi antara preferensi gaya belajar persepsi dan pemahaman bacaan siswa dari siswa kelas dua belas di SMA N 2 Amlapura. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menjelaskan korelasi antara dua variabel, gaya belajar perspsi sebagai variabel bebas dan pemahaman membaca siswa sebagai variabel terikat. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas dua belas di SMAN N 2 Amlapura yang terdiri dari 278 siswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling dan mendapatkan 72 siswa sebagai sampel. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Rerata pemahaman siswa membaca yang diambil dari nilai tes membaca mereka adalah 79,86. Analisis statistik inferensial dalam penelitian ini adalah menggunakan Point-Biserial koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua Sig. dari gaya belajar persepsi yaitu 0,289 (Visual), 0,906 (Auditory), 0,546 (Kinestetik), 0.271 (Tactile), 0.382 (Group) dan 0,057 (Individual) dan semuanya lebih rendah dari tingkat signifikan (0,05). Nilai Sig. menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan antara preferensi gaya belajar persepsi dan pemahaman membaca siswa dari siswa kelas dua belas di SMA N 2 Amlapura. Hasil juga menunjukkan bahwa hanya gaya belajar individu yang memiliki hubungan positif lemah (r = 0,226). gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang banyak digunakan oleh siswa (30,5%).Kata Kunci : korelasi, preferensi gaya belajar persepsi, pemahaman membaca siswa This study aimed at investigating the correlation between perceptual learning style preference and student’s reading comprehension of twelfth grade students in SMA N 2 Amlapura. This study was descriptive quantitative which described on the correlation between two variables, perceptual learning style as the independent variable and students’ reading comprehension as the dependent variable. The population of this study was all of twelfth grade students in SMAN N 2 Amlapura which were consisted of 278 students. The sample was determined by using random sampling technique and got 72 students as sample. The data was analysed by using descriptive and inferential statistical analysis. The mean of student reading comprehension which was taken from their reading test score was 79.86. The inferential statistical analysis in this study used Point-Biserial Correlation coefficient. The results of this study shows that all Sig. of learning style were 0.289 (Visual), 0.906 (Auditory), 0.546 (Kinesthetic), 0.271 (Tactile), 0.382 (Group) and 0.057 (Individual) and all of Sig. values were over than level of significant (0.05). The value of Sig. shows there is no significant correlation perceptual learning style preference and students’ reading comprehension of twelfth grade students at SMA N 2 Amlapura. The result also shows that there was only individual learning style which has weak positive relationship (r = 0.226). Kinesthetic learning style was the mostly used learning style by the students (30.5%).keyword : Correlation, Perceptual Learning Style, Students’ Reading Comprehension
DEVELOPING A LOCAL CULTURE BASED PICTURE BOOK AS A MEDIA TO TEACH ENGLISH FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 PAKET AGUNG ., Gde Arys Bayu Rewa; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan picture book berbasis budaya lokal sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung, dan (2) mengetahui kualitas dari picture book berbasis budaya lokal yang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 40 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti prosedur pengembangan berdasarkan model pengembangan Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Sehingga, pada akhir penelitian dihasilkan sebuah prototipe dari picture book berbasis budaya lokal. Picture book terdiri dari 15 halaman dan berdasar pada budaya lokal di dalam ceritanya. Berdasarkan kualitas media, media dikategorikan sebagai media yang bagus. Sehingga, media picture book berbasis budaya lokal ini cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Kata Kunci : budaya lokal, picture book, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed at (1) developing a local culture based picture book as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung, and (2) finding out the quality of local culture based picture book developed. The subject of this research was forty students of fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. The data of this research were obtained by using observation sheets, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono’s model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype product of a local culture based picture book at the end of this research. The picture book consisted of fifteen pages and is based on local culture in its story. For the quality, the media was as good media. Thus, it was proper to be used as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. keyword : Local culture, picture book, teaching English for young learners
THE JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE AT DAWAN DISTRICT, KLUNGKUNG REGENCY ., I Komang Adi Wiguna; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9261

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru - guru bahasa inggris didalam merencanakan, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru – guru bahasa inggris di SMP N 1 Dawan dan SMP N 3 Dawan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lima instrumen, yaitu perekam, rubrik penilaian, penilai, kuesioner,dan pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rubrik penilaian diisi oleh penilai. Data disajikan secara deskriptif. Hasil data analisis menunjukan bahwa kompetensi dua guru bahasa inggris didalam merencanakan pembelajaran dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Dua guru perlu belajar bagaimana cara mendesain penilaian pembelajaran yang dimana dalam teknik, prosedur, instrumen, masih belum jelas. Akan tetapi, di dalam melakasanakan pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik, satu guru dikategorikan baik dan dua guru dikategorikan sedang. Dua guru masih memiliki masalah, mereka merasa sulit untuk memilih pendekatan/ strategi yang sesuai dan memiliki sedikit pengetahuan tentang pemanfaatan sumber dan media pembelajaran. Mereka perlu melakukan refleksi disetiap akhir pembelajaran untuk mengetahui kesalahan mereka dan mereka akan memperbaiki dipertemuan selanjutnya. Sedangkan, di dalam mengevaluasi hasil pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Kata Kunci : Mengevaluasi hasil pembelajaran, Merencanakan pembelajaran, melakasanakan pembelajaran, Kompetensi pedagogik. This evaluative study aimed to analyze English teachers’ pedagogical competence in terms of planning, implementing the lesson and evaluating the learning outcomes. The subjects of this study were English teachers at SMP N 1 Dawan and SMP N 3 Dawan. The data were collected by using five instruments, namely recorder, evaluation rubric, evaluator, questionnaires and interview guide. The data gathered were analyzed by using evaluation rubric that was filled by the evaluator. The data were presented descriptively. The results of data analysis showed that the competence in planning the lesson, two teachers are categorized as very good, and three teachers are categorized as good. Two teachers need to learn how to design learning evaluation in since the technique, procedure and instrument are not clear. However, in terms of implementing the lesson, two teachers are categorized as very good, one teacher is categorized as good and two other teachers are categorized as average. Two teachers still have problems, they feel difficult to choose appropriate approach /learning strategies and have little knowledge about utilization of resource / instructional media. They need to conduct reflection in every end of the lesson to know their mistakes and they will improve it for next meeting. Meanwhile, in term of evaluating the learning outcomes, two teachers are categorized as very good and three teachers are categorized as good. keyword : Evaluating the learning outcomes, Implementing the lesson, Planning the lesson, Pedagogical Competence.