cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 83 Documents clear
AN ANALYSIS OF BALINESE SWEAR WORDS AMONG THE NORTHERN BALINESE TEENAGERS IN SERIRIT DISTRICT IN THEIR DAILY CONVERSATION ., Made Arsana; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa kasar yang digunakan oleh remaja di Kecamatan Seririt. Subjek dari penelitian ini adalah remaja di kecamatan Seririt yang melakukan percakapan berdasarkan dua domain yaitu, keluarga dan pertemanan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang memberikan gambaran tentang bahasa kasar yang digunaan oleh dua domain di Kecamatan Seririt. Data dikumpulkan melalui teknik observasi. Penelitian ini menggunakan observasi partisipasi dimana peneliti menjadi bagian dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua domain yaitu keluarga dan pertemanan tidak mempengaruhi bahasa kasar yang digunakan oleh remaja. Peneliti menemukan 16 bahasa kasar yang digunakan di Kecamatan Seririt. Bahasa kasar itu di kelompokkan menjadi kata-kata yang berhubungan dengan religi, kata-kata yang berhubungan dengan seks, kata-kata yang berhubungan dengan kotoran, kata-kata yang berhubungan dengan nama-nama binatang, kata-kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi, kata-kata yang berhubungan dengan penyakit mental dan kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seks. Kecamatan Seririt mempunyai kata pirata sebagai kata-kata yang berhubungan dengan religi, 4 kata-kata yang berhubungan dengan seks: naskleng/kleng, peletan, celak, teli, 2 kata-kata yang berhubungan dengan kotoran: sien teli, tai, 2 kata-kata yang berhubungan dengan nama-nama binatang: cicing, bojog, 2 kata-kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi: bencong, sundel, 2 kata-kata yang berhubungan dengan penyakit mental: lengeh, buduh, kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seks: ngangkuk/mekatuk. Kata Kunci : Penelitian deskriptif, bahasa kasar, remaja di kecamatan Seririt. The study aimed at describing the swear words that were used by the teenagers in Seririt district. The subjects of the study were teenagers in Seririt district who conversing in two domains namely family and friendship. This study is descriptive study which gives description of the swear words that were used by two domains in Seririt district. Data were collected through observation technique. This study used participate observation where the researcher was being part of the study. Results of the study showed that two domains did not influence the way teenagers used the swear words. The researcher obtained 16 swear words that were used by teenagers in Seririt district. Those swear words were comprised into words related to religious, words related to sex, words from excrement, words from name of animal, words related to personal background, words from mental illness, words related to sex activities. Seririt district has pirata as words related to religious, 4 words related to sex: naskleng/kleng, peletan, celak, teli, 2 words from excrement: sien teli, tai, 2 words from name of animal: cicing, bojog, 2 words related to personal background: bencong, sundel, 2 words from mental illness: lengeh, buduh, words related to sex activities: ngangkuk/mekatuk.keyword : Descriptive study, swear words, teenagers in Seririt district.
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION IN THE ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE CLASSROOM AT EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 2 SINGARAJA ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Dewa Ayu Junita Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori interaksi kelas yang muncul di kelas 8 SMP Negeri 2 Singaraja berdasarkan Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, dan pengaruh dari interaksi kelas di antara guru dan murid terhadap pencapaian siswa. Subyek penelitian adalah seorang guru dan 37 siswa kelas VIII 14; 19 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dalam bentuk observasi tanpa partisipasi. Data yang terkumpul adalah ucapan yang dikatakan oleh guru dan siswa serta tingkah laku selama proses belajar-mengajar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa : (1) kategori deals with feeling muncul 9 kali, kategori praises or encourages muncul 35 kali, kategori jokes muncul 5 kali, kategori uses idea of students muncul 10 kali, kategori repeats student response verbatim muncul 33 kali, kategori asks question muncul 81 kali, kategori gives information muncul 58 kali, kategori corrects without rejection muncul 16 kali, kategori gives direction muncul 12 kali, kategori criticizes student behavior muncul 3 kali, kategori criticizes student response muncul 10 kali, kategori student response-specific muncul 123 kali, kategori student response open-ended or student-initiated muncul 106 kali, kategori silence muncul 14 kali, kategori silence-audiovisual (AV) tidak muncul, kategori confusion work oriented muncul 10 kali, kategori confusion non work-oriented muncul 6 kali, kategori laughter muncul 8 kali, kategori uses the native language muncul 232 kali, dan kategori nonverbal muncul 15 kali; (2) interaksi cenderung bersifat dialogis; (3) dampak dari interaksi kelas terhadap pencapaian siswa adalah signifikan karena terdapat kenaikan dari pencapaian siswa yang terukur oleh guru.Kata Kunci : interaction, classroom interaction, Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System The study aimed at analyzing the classroom interaction category occurred at eight grade of SMP Negeri 2 Singaraja based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, and the impact of classroom interaction between teacher and students towards students’ achievement. The subjects of the study were a teacher and 37 students of VIII 14 class; 19 were male and 18 were female. This study employed qualitative approach in the form of nonparticipant observation. The data gathered was the utterances produced by the teacher and the students as well as the behavior during teaching-learning process. The result of the study showed that: (1) deals with feeling occurred 9 times, praises or encourages occurred 35 times, jokes occurred 5 times, uses idea of students occurred 10 times, repeats student response verbatim occurred 33 times, asks question occurred 81 times, gives information occurred 58 times, corrects without rejection occurred 16 times, gives direction occurred 12 times, criticizes student behavior occurred 3 times, criticizes student response occurred 10 times, student response-specific occurred 123 times, student response open-ended or student-initiated occurred 106 times, silence occurred 14 times, silence-audiovisual (AV) did not occur, confusion work oriented occurred 10 times, confusion non work-oriented occurred 6 times, laughter occurred 8 times, uses the native language occurred 232 times, and nonverbal occurred 15 times; (2) the interaction tended to be dialogic; (3) the impact of classroom interaction towards students’ achievement was significant as there was an increase of students achievement measured by the teacher.keyword : interaction, classroom interaction, Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System
ANALYSIS OF STUDENTS PERCEPTION TOWARDS THE INSERTION OF CHARACTER EDUCATION IN EFL TEXT BOOK FOR SMP NEGERI STUDENTS IN KECAMATAN BULELENG IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Pande Made Hari Sugiharta; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL untuk siswa SMP Negeri se-Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2016. Subyek dari penelitian ini adalah 210 siswa SMP se-Kecamatan Buleleng. Obyek penelitian ini adalah persepsi siswa. Data penelitian ini diperoleh menggunakan angket penelitian dan lembar pertanyaan wawancara tertulis tak terstuktur. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan cara menyebarkan angket ke siswa. Data yang telah didapatkan, dianalisis dengan metode deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan, nilai rata-rata dari semua siswa adalah 128.3 dan nilai standar deviasi dari semua siswa adalah 10.58.Hasil persentase dari perhitungan nilai rata-rata siswa adalah 86%. Oleh karena itu, dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa siswa mempunyai persepsi positif dengan kecendrungan yang tinggi terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL.Kata Kunci : buku EFL, pendidikan karakter, persepsi siswa This research aimed to describe the students? perception towards the insertion of character education in EFL Text book for SMP Negeri Students in Kecamatan Buleleng academic year 2016/2017. The subject of this research was 210 SMP students in Kecamatan Buleleng. The object of this research was students? perception. The data of this research were obtained by using questionnaire and non-organized written interview question sheet. This research was survey research by distributing the questionnaire to the students. The collected data were analyzed by using descriptive statistic method. The research result shows that the average score of the students is 128.3 and the standard deviation score from the students is 10.58. The result of the calculation of the average score is 86%.Therefore, from the data analysis, it can be concluded that the students have high tendency on their positive perception toward the insertion of character education in their EFL text book.keyword : Character education, EFL text book, students? perception
AN ANALYSIS OF CODE USED BY BUGIS DASPORA IN SERANGAN ISLAND, DENPASAR ., Eva Patra Sari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kode-kode yang digunakan oleh Masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apa saja kode-kode (campur kode, alih kode, pemilihan kode dan aturan pemanggilan) yang digunakan masyarakat Bugis saat berkomunikasi, 2) Untuk mengetahui bagaimana Masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Bali menggunakan kode-kode untuk berkomuikasi dengan masyarakat Bugis lainnya dan masyarakat sekitaran Pulau Serangan. Instrumen pada penelitian ini adalah: peneliti, alat rekam dan cek list. Subyek dari peneltian ini adalah masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Denpasar. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Sesuai dengan ranah-ranah, kode campuran sering muncul di ranah pertemanan, sedangkan alih kode sering muncul di ranah agama. Sesuai dengan presentase domain pada pemeilihan kode, ranah keluarga lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Bugis untuk berkomunikasi, ranah ketetanggaan lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia, ranah pertemanan lebih memilih bahasa Bugis, ranah pendidikan lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia dan ranah agama juga lebih memilih Bahasa Indonesia. Campur kode lebih banyak digunakan oleh masyarakat Bugis untuk berkomunikasi dari pada alih kode. Sesuai dengan ranah, code mixing lebih terjadi di ranah pertemanan dan alih kode lebih sering terjadi di ranah keagamaan.Kata Kunci : campur kode, alih kode, ranah dan tutur masyarakat This study aimed at describing how codes are used by Bugis speech community in Serangan Island, Denpasar. The purposes of this research were: 1)to know what are codes that Bugis people use when they communicate with other Bugis people and society around Serangan Island, Bali, 2) to know how Bugis people in Seragan Island, Bali use the codes to communicate with other society in Serangan Island (Balinese daspora and Javanese diaspora). The instruments in this study were: the researcher itself, recording tools and checklist. The subjects of this research were Bugis speech community in Serangan Island, Denpasar. Finding of this study found that as per domains percentage of code choice, in family domain Bugis diaspora prefer to use Bugis language to communicate, neighborhood domain prefer to use Bahasa Indonesia, in friendship domain Bugis diaspora prefer to use Bugis language, in education domainBugus diaspora prefer to use Bahasa Indonesia and in religion domain Bugis diaspora also prefer to use Bahasa Indonesia. Code mixing is the code which is often used by Bugis speech community rather than code switching. As per domains, code mixing often occurred in friendship domain, meanwhile code switching often occurred in religion domain.keyword : code mixing, code switching, domain, speech community
DEVELOPING CHARACTER BASED BILINGUAL STORYBOOK FOR TEACHING ENGLISH TO 5TH GRADE STUDENTS IN SDN 3 BANJAR JAWA IN CADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Gusti Putra Jnana Yoga; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan topic yang dibutuhkan dalam buku cerita dwibahasa anak-anak untuk siswa kelas 5 di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja (2) menjelaskn nilai moral yang dibutuhkan untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam buku cerita dwibahasa anak-anak untuk siswa kelas 5 di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja (3) menjelaskan kualitas dari buku cerita dwibahasa anak-anak untuk siswa kelas 5 di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja. Penelitian ini adalah (Penelitian dan Pengembangan) yang berdasarkan pada model Sugiyono. Terdapat beberapa prosedur yang perlu diikuti yakni mengidentifikasi masalah dan potensi, pengumpulan data, mendisain produk, memvalidasi disain produk, merevisi disain product, mencoba desain product dan merevisi produk. Dalam penelitian ini terdapat dua puluh delapan siswa kelas lima sekolah dasar sebagai subyek penelitian. Peneliti menggunakan enam instrument seperti lembar observasi, panduan wawancara, kuisioner, ceklist, rubric dan catatan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini. Pada akhir penelitian ini terdapat lima contoh dari buku cerita dwibahasa anak-anak yang mengandung beberapa tema dan pendidikan karakter berdasarkan silabus kurikulum 2013. Terdapat beberapa tema yakni identitas, keluarga, rumah, lingkungan sekolah dan kegiatan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kualitas dari buku cerita dibahasa anak-anak dapat dikategorikan sebagai media yang sangat bagus. Demikian hasil dari penelitian ini bahwa media yang di kembangkan pantas untuk di gunakan sebagai media dalam mengajar bahasa inggris untuk siswa kelas lima.Kata Kunci : buku cerita dwibahasa, pengajaran bahasa inggris untuk anak usia dini, pendidikan karakter This research aimed to (1) Develop topics that were needed for bilingual children story book for 5th grade students of SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja (2) to describe the values that were needed to develop the students? character in bilingual children storybook for 5th grade students of SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja (3) to describe the qualities of the bilingual children story book for 5th grade students of SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. This research was R & D (Research and Development) which based on Sugiyono model. There were several procedure that need to be follow namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product .In this research there were twenty-eight students of fifth grade students of elementary school as the subject of the study. The researcher used six instruments such as observation sheet, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes to obtain the data in this research. At the end of this research there were five prototypes of bilingual children storybooks which consist of several themes and character education according to syllabus of curriculum 2013. The themes were identity, family, house, school environment and daily activity. The result of this research showed that the quality of bilingual children storybook developed was categorized as excellent media. Thus, it was proper to be used as a media for teaching English at fifth grade students.keyword : bilingual storybook, teaching English to the young learner, character education
Developing Practical Bilingual Vocabulary Building Material for the Local Guides in Sambangan Village Tourism Object ., I Gst Ayu Lisna Listiari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8631

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi fungsi bahasa yang digunakan dalam mengembangkan materi kosa kata dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan (2) menjelaskan bentuk yang digunakan dalam mengembangkan materi kosa kata dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan, (3) mengukur kualitas dari materi yang dikembangkan. Penelitian ini terdiri dari enam fase: (a) mengidentifikasi potensi dan masalah, (b) mengumpulkan data, (c) mendesain produk, (d) validasi desain, (e) uji coba produk, dan (f) revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah checklist, penilaian ahli, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah materi kosa kata dwi bahasa yang praktis. Isi materi dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan. Materi kosa kata dwi bahasa yang praktis didesain dalam bentuk buku yang dianalisis dengan menggunakan penilaian ahli dan angket. Hasil keseluruhan nilai tengah dari penilaian ahli adalah 4.67. Hasil keseluruhan nilai tengah dari angket adalah 4.95. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan angket, kualitas produk ini dapat dikategorikan sangat bagus.Kata Kunci : dwi bahasa, pembentuk kosa kata yang praktis, pemandu wisata lokal This research and development study aimed at (1) identifying the language functions which are needed in developing practical bilingual vocabulary building material for the local guides in Sambangan village tourism object, (2) describing the prototype of developing practical bilingual vocabulary building material for the local guides in Sambangan Village tourism object, and (3) measuring the quality of the developed material. This research consisted of six phases: a) identifying potency and problem, b) collecting data, c) designing the product, d) validating design, e) administering product validity test, and f) revising product. The instruments of this research were checklist, expert judgment form, and questionnaire. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result of this research was a practical bilingual vocabulary building material. The content of the material was developed based on the need analysis of the local guides in Sambangan village tourism object. The practical bilingual vocabulary building material was designed in form of a book which was analyzed by using the expert judgment form and questionnaire. The total mean score of expert judgment form was 4.67. The total mean score of questionnaire was 4.95. Based on the result of expert judgment form and questionnaire, the quality of the product was excellent. keyword : bilingual material, local guides, practical vocabulary building
THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF DICTOGLOSS TECHNIQUE ON LISTENING COMPREHENSION OF THE 10th GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., I Kadek Agus Hendra Yasa Dinatha; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan pada penerapan teknik Dictogloss pada skor kemampuan mendengarkan siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada. Cluster Random Sampling diguanakan untuk memilih sampel penelitian. Sampel penelitian ini adalah 20 siswa pada kelas X3 untuk kelas eksperimen dan 21 siswa kelas X2 untuk kelas control. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan teknik Dictogloss dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Data dianalisis melalui uji t dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 81,40 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 78,24. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 2,185 sedangkan nilai tcv adalah 2,023. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan mendengarkan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik Dictogloss dibandingkan dengan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional.Kata Kunci : Teknik Dictogloss, pemahaman mendengarkan, penerapan teknik Dictogloss. This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the implementation of Dictogloss technique upon listening comprehension of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada. The research was an experimental one with Post-test Only Control Group Design. The population was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study. The samples were 20 students at grade X3 for experimental group and 21 at grade X2 for control group. The experimental group was taught by using Dictogloss technique and the control group was taught by using conventional teaching technique. The data was analyzed by using T-test through SPSS program. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 81.40 while the mean score of the control group was 78.24. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 2.185 while the value of the tcv was 2.023. It can be concluded that there was a significant effect on students’ listening achievement that were taught by using Dictogloss technique than were taught by using conventional teaching technique.keyword : Dictogloss technique, listening comprehension, the implementation of Dictogloss technique.
DEVELOPING FLASHCARDS AND THE MANUAL BOOK FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS IN SINGARAJA ., Gusti Ayu Putu Taharyanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8555

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi tentang penelitian dan pengembangan, dimana bertujuan untuk mengembangkan flashcards dan buku manual sebagai media pengajaran kosakata Bahasa Inggirs untuk anak usia dini di Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah 5 guru Bahasa Inggris, terutamanya dari Sekolah Dasar Negeri. Sekolah - sekolah itu ialah SDN 1 Baktiseraga, SDN 1 Banjar Bali, SDN 2 Banyuasri, SDN 2 Pemaron, and SDN 3 Kampung Baru. Penelitian ini menggunakan desain model yang diajukan oleh Hannafin dan Peck. Instrument yang digunakan ialah panduan interview, kuesioner untuk guru dan siswa, dan lembar penilaian. Data dalam studi ini dianalisis secara qualitatif dan quantitatif. Hasil menunjukkan bahwa ternyata guru tidak memiliki flashcards yang mempuni. Flashcards yang dikembangkan memiliki 11 kategori dari kata benda dan dilengkapi deng buku manual. kualitas flashcards dan buku manual mendapatkan skor hampir 5 (skor tertinggi) dari ahli, dimana hal itu berarti sangat baik. Berdasarkan apa yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya guru disekolah tidak memiliki flashcards yang mempuni, sehingga flashcards yang mengandung 11 kategori kosakata benda ini dikembangka, dimana flashcards ini dilengkapi dengan buku manual dengan penilaian keduanya yang sangat baik.Kata Kunci : Pengembangan flashcards, flashcards untuk anak usia dini The present study was a Research and Development study which intended to develop flashcards and the manual book as teaching media for teaching English vocabulary for young learner in Singaraja. The subject of this study was five English teachers in Singaraja, especially the state Elementary school. They were SDN 1 Baktiseraga, SDN 1 Banjar Bali, SDN 2 Banyuasri, SDN 2 Pemaron, and SDN 3 Kampung Baru. This study used design model proposed by Hannafin and Peck. The instruments used in this study were interview guide, questionnaires for teachers and students, and the evaluation sheet. The data was analyzed qualitatively and quantitatively. The result shows that teachers actually did not have any representative flashcards. The flashcards developed in this study covered 11 categories of noun and they were provided by manual book to support the implementation of the develop flashcards. The quality of the flashcards and the manual book got score almost 5 (highest score) from experts, which belonged to the excellent category. From the aforementioned result, it can be concluded that the teachers did not have any representative flashcards, therefore the development of flashcards which contained 11 categories of noun was conducted, and was supported by manual book in which their qualities were excellent. keyword : The development of flashcards, flashcards for young learner
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR IN WRITING RECOUNT TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nengah Nitiadhi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8670

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis dan penyebab dari kesalahan-kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis recount teks, tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 31 siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar. Objek dari penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar serta penyebab dari kesalahan-kesalahan tersebut. Berdasarkan temuan, terdapat 327 kesalahan yang ditemukan pada recount teks siswa. Dari 327 kesalahan yang dibuat oleh siswa, terdapat 129 or 39.45% kesalahan dalam bentuk omission, 32 atau 9.78% dalam bentuk addition, 147 atau 44.96% dalam bentuk misformation, dan 19 atau 5.81% dalam bentuk misordering. Disamping itu, kesalahan-kesalahan siswa tersebut disebabkan oleh carelessness, first language interference, dan translation. Dari 327 kesalahan tersebut, 171 atau 52.29%kesalahan disebabkan oleh carelessness, 62 atau 18.96% kesalahan disebabkan oleh first language interference, dan 94 atau 28.75% kesalahan disebabkan oleh translation.Kata Kunci : kesalahan, penyebab-penyebab kesalahan, tulisan, recount teks The purpose of this research was to analyze and describe the types and causes of the grammatical errors committed by the tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar in writing recount texts, in academic year 2015/2016. This research was a qualitative study. The subjects of this research were 31 tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar, in academic year 2015/2016. The objects of this research were the errors and causes of the errors made by the students. Based on the findings, there were 327 errors found in the students? recount texts. Out of 327 errors committed by the students, there were 129 or 39.45% errors in the form of omission, 32 or 9.78% errors in the form of addition, 147 or 44.96% in the form of misformation, and 19 or 5.81% errors in the form of misordering. Besides, it was also found that the errors committed by the students were caused by carelessness, first language interference, and translation. Out of 327 errors committed by the students, there were 171 or 52.29% errors caused by carelessness, 62 or 18.96% errors caused by first language interference, and 94 or 28.75% errors caused by translation.keyword : error, causes of error, writing, recount text
ENGLISH USED BY STREET VENDORS IN BANJAR HOT SPRING, BALI ., I Gusti Ngurah Budaartha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor Bahasa inggris digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan para wisatawan. Penelitian ini dilakukan di Banjar Hot Spring, Bali. Empat pedagang jalanan dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Peneliti adalah instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini. Dua perangkat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan notetaking. Peneliti mengamati data dengan merekam percakapan yang dilakukan oleh subyek selama dua kali. Data ditranskrip dan dianalisis untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor bahasa inggris. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk bahasa inggris yang digunakan antara pedagang jalanan adalah penyimpangan dari apa yang biasanya digunakan dalam hal tata bahasa, sintaksis, dan kosa kata dan juga ada beberapa komponen bahasa yaitu phonology, morphology, and syntax, Berdasarkan teori Spratt, Pulverness, dan Williams (2005: 17), ada tujuh fungsi bahasa yang digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan wisatawan. Fungsi-fungsi Bahasa yang di maksud yaitu salam, menawarkan barang dan jasa, meminta pendapat, memberikan informasi, tidak setuju, berterima kasih, dan meninggalkan tempat yang digunakan antara pedagang jalanan, ada tujuh fungsi yang menjadi fokus penelitian ini.Kata Kunci : Bahasa Inggris, Pedagang jalanan, Bentuk, Fungsi Bahasa. This study was aimed at finding out the forms, language function and factor of English used by the Street Vendors when they communicated with the tourists. This study was conducted at Banjar Hot Spring, Bali. Four street vendors were chosen as the subjects of this study based on the criteria. This study was descriptive qualitative in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is the main instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and notetaking. The researcher observed the data by recording the conversation done by the subjects for two times. The data were transcribed and analyzed to find out the form, language function and factors of English. The result of the data analysis showed that the form of English used by the street vendors was a deviation from what is normally used in terms of grammar, syntax, and vocabulary and also some component of language such as phonology, morphology, and syntax. Based on the theory Spratt, Pulverness, and Williams (2005: 17), there are seven function of language used by Street Vendors when they were communicating with the tourist. Those language functions were greeting, offering goods and service, asking opinion, giving information, disagreeing, thanking, and leave-taking That is used by street vendors, there were seventh function that become the focus of this study.keyword : English, Street Vendors, Form, Language Function.