cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
THE ANALYSIS OF QUESTIONING STAGE IN THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN THE ENGLISH INSTRUCTION AT SMA NEGERI 1 TABANAN ., I Gede Made Juni Wirdana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pelaksanaan tahapan menanya dalam pendekatan ilmiah dalam pengajaran bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Tabanan, dan mengungkap masalah yang dihadapi oleh guru dalam penerapan tahapan menanya berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan Miles & Huberman model. Sebanyak empat kelas siswa dan dua guru bahasa Inggris yang diambil sebagai subyek penelitian. Dalam mengumpulkan data, ada dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan panduan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa T1 hanya mencapai 5 poin dengan partisipasi siswa sebanyak 29.26% dan T2 hanya meraih 3 poin dari 11 poin yang dipersyaratkan oleh kurikulum 2013 dengan partisipasi hanya sebanyak 20.17%. Oleh karena itu, pelaksanaan tahapan menanya di SMA Negeri 1 Tabanan kurang relevan dalam hal pelaksanaannya. Berdasarkan temuan wawancara, dapat diketahui bagaimana guru mengatur waktu dan media dalam proses belajar mengajar, dan juga kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris merupakan faktor penentu dalam penerapan K-13.Kata Kunci : Kurikulum 2013, tahapan menanya, pendekatan saintifik This study aimed at observing the implementation of questioning stage in scientific approach in the English instruction at SMA Negeri 1 Tabanan, and encountered the problem which is faced by the teacher in implementing questioning stage based on Curriculum 2013. This study was a descriptive study that used Miles & Huberman model. There were four classes of students and two English teachers taken as the subjects of the study. In collecting the data, two kinds of instruments were used, namely, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis. The result of data analysis showed that T1 only achieved 5 points with the students’ participation only 29.26% and T2 only achieved 3 points out of the 11 points that is required by curriculum 2013 with students’ participation only 20.17%. Therefore, the implementation of questioning stage at SMA Negeri 1 Tabanan were less relevant in terms of the implementation. Based on the findings on the interview, it can be identified that how the teachers manage the time and media in teaching and learning process, and also the ability of students in speaking English were the defining factors in implementing K-13. keyword : Curriculum 2013, questioning stage, and scientific approach
READING EFFICACY AND THE STUDENTS' READING COMPETENCY BASED ON THE 2013 CURRICULUM IN THE SENIOR HIGH SCHOOL ., Vieny Andani Padmallah; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18802

Abstract

Tujuan penelitian ini fokus pada rasa percaya diri yang dimiliki oleh siswa dalam membaca dan profil deskriptif kompetensi membaca siswa serta hubungan antara kedua variable di SMAN 1 Sawan. Penelitian ini dirancang sebagai metodologi kuantitatif korelasi. Dua instrumen diberikan untuk mengukur rasa percaya diri dalam membaca siswa dan kompetensi membaca mereka pada teks-teks Bahasa Inggris. Dua instrumen terdiri dari kuesioner rasa percaya diri dalam membaca siswa dan tes kompetensi membaca. Data dikumpulkan menggunakan dua instrument ini. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan langkah-langkah deskriptif dan koefisien korelasi dari Pearson Product Moment. Hasil penelitian menemukan bahwa rasa percaya diri dalam membaca yang dimiliki oleh siswa dan kompetensi membaca masing-masing siswa dikategorikan tinggi. Hasil dari penelitian ini menyiratkan pentingnya meningkatkan rasa percaya diri dalam membaca siswa serta kompetensi membaca siswa.Kata Kunci : rasa percaya diri membaca, kompetensi membaca, koefisien korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading efficacy and reading competency descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMAN 1 Sawan. This research was designed as a correlational quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students’ reading efficacy and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading efficacy questionnaire and reading competency test. Data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings discover that the students’ reading efficacy and reading competency are categorized as high respectively. The research findings imply the importance of improving reading efficacy, as well as their reading competency.keyword : reading efficacy, reading competency, correlation coefficient
THE EFFECT OF MIND MAPPING STRATEGY COMBINED WITH PEER ASSESSMENT TOWARD STUDENTS’ WRITING COMPETENCY ., Abdul Wahab; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa yang diajar dengan strategi pemetaan pikiran yang dikombinasikan dengan penilaian sejawat dan mereka yang diajar dengan strategi konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Triatma Jaya Singaraja. Melalui teknik random sampling, dua kelas diambil sebagai sampel dalam penelitian ini. Mereka ditugaskan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan undian. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, kedua kelompok diberi perlakuan berbeda. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan strategi pemetaan pikiran yang dikombinasikan dengan peer assessment, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan strategi konvensional (strategi penulisan bebas). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah skenario pengajaran dan post-test dalam bentuk tes tulis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil statistik inferensial menunjukkan bahwa t yang diamati melebihi nilai t-kritis. Dengan demikian, hipotesis nol ditolak, yang berarti ada pengaruh signifikan terhadap kompetensi menulis siswa yang diajar dengan strategi pemetaan pikiran yang dikombinasikan dengan penilaian sejawat dan mereka yang diajar dengan strategi konvensional.Kata Kunci : Conventional, Mind Mapping, Peer Assessment, Writing Competency This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect on students’ writing competency who were taught by mind mapping strategy combined with peer assessment and those who were taught by conventional strategy. The population of this study was the tenth grade students in SMK Triatma Jaya Singaraja. Through random sampling technique, two classes were taken as samples in this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. To obtain the required data, the two groups were given different treatments. The experimental group was taught by using mind mapping strategy combined with peer assessment, meanwhile the control group was taught by using conventional strategy (free writing strategy). The instruments used in this study to collect the data were the teaching scenario and post-test in the form of writing test. The obtained data were then analyzed descriptively and inferentially. The result of inferential statistics showed that the t observed exceeded the t-critical value. Thus, the null hypothesis was rejected, which means there was significant effect on students’ writing competency who were taught by mind mapping strategy combined with peer assessment and those who were taught by conventional strategykeyword : Conventional, Mind Mapping, Peer Assessment, Writing Competency
DEVELOPING STORY JUMPER-BASED TEACHING MEDIA TO ENRICH KINDERGARTEN STUDENTS' VOCABULARY ., Ketut Hari Rameswara; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18863

Abstract

Kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi dalam aktifitas pembelajaran sangatlah penting, terlebih lagi semenjak pembelajaran di era sekarang ini dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0 dan menjadi Edukasi 4.0. Maka dari itu, selama masa transisi, para guru membutuhkan bantuan untuk membuat media berbasis teknologi untuk diimplementasikan pada pembelajaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajar berbasis story jumper yang digunakan untuk memperkaya kosa kata murid TK, dan mengetahui kualitas dari media tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian Design and Development Research. Subyek penelitian ini adalah guru, sebagai pengguna, dan murid-murid di TK Lab. Undiksha. Penelitian menggunakan ADDIE model selama pengembangannya. Untuk mengetahui kualitas media yang akan digunakan, ahli menggunakan observasi kelas, kuesioner dari 3 guru setelah pengimplementasian media, dan wawancara dari 3 siswa. Menurut para guru, media yang digunakan sudah bagus untuk membantu guru menyampaikan materi pembelajaran, dan terlebih lagi medianya sangat gampang untuk digunakan. Sedangkan saat wawancara, para siswa mengaku bahwa media yang digunakan mampu menari perhatian mereka karena medianya sangat menyenangkan dan menarik dalam berbagai aspek. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media melalui proses ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation, dan menurut temuan penelitian, media yang digunakan sudah bagus dan bisa digunakan untuk implementasi selanjutnya. Dari penelitian ini, para guru bisa merujuk pada Story Jumper saat ingin mengembangkan media berbasis teknologi mereka sendiri.Kata Kunci : Kata Kunci: ADDIE model, Media Pembelajaran Berbasis Story Jumper, Pelajar Usia Dini. The demand of integrating technology in teaching and learning session is essential since today’s learning is affected by Revolution Industry 4.0 and became Education 4.0. Thus, during the transition, teachers are in need of help in creating suitable media to be implemeneted in their learning. This research aimed to know the development of story jumper-based teaching media into media that were used to enrich kindergarten students’ vocabulary, and to know the quality of the media. This research was Design and Development Research. The subject of this research were the teachers, as the user, and the students of TK Lab. Undiksha. This research used ADDIE model during the development. To know the quality of the media, the researcher used classroom observation, post-implementation questionnaire from 3 teachers, and an interview of 3 students. According to the teachers, the media are good in helping the teachers delivering the material, and moreover it is very easy to use. Meanwhile in the interview, the students admitted that the media were able to attract their attention because the media were fun and attractive in many ways. As the result, the development of the media went through the process of ADDIE that are Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, and the media produced are good enough to be used in further implementation. From this research, the teachers could refer to Story Jumper when developing an ICT-based teaching media because of its practicality and benefits in helping them achieving the learning outcomes.keyword : Keywords: ADDIE model, Story Jumper-based teaching media, Young learners.
An Analysis of Grammatical Errors in Writing Recount Text Committed by the 8th Grade Students of SMP Negeri 1 Seririt ., Putu Pipin Septiari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12124

Abstract

Dirancang sebagai penelitian deskriptif-kualitatif, studi ini ditujukan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Seririt beserta sumber-sumber kesalahan yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas 8 SMP 1 Seririt dan objek penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan gramatikal yang dilakukan oleh siswa. Dalam penelitian ini, tulisan siswa dianalisis dengan menggunakan taksonomi Azar mengenai tipe-tipe kesalahan dan klasifikasi sumber kesalahan oleh Brown. Hasil studi ini menunjukkan bahwa ada total 447 kesalahan gramatikal yang dilakukan oleh siswa. Tipe kesalahan yang paling dominan ditemukan adalah kesalahan bentuk kata kerja (verb tense) sebanyak 22.82%, diikuti dengan kesalahan diksi (word choice) sebanyak 16.33%, pengurangan kata (omit a word) sebanyak 11.19%, penambahan kata (add a word) sebanyak 10.51%, kapitalisasi (capitalization) sebanyak 7.38%, ejaan (spelling) sebanyak 5.82%, tunggal-jamak (plural-singular) sebanyak (4.47%),tanda baca (punctuation) sebanyak (4.47%), arti tidak jelas (meaning not clear) sebanyak 4.25%, bentuk kata (word form) sebanyak 4.03%, kalimat beruntun (run on sentence) sebanyak 3.36%, kalimat tidak lengkap (incomplete sentence) sebanyak 2.91%, susunan kata (word order) sebanyak 2.01% dan kesalahan artikel (article error) sebanyak 0.45%. Sedangkan sumber kesalahan yang paling dominan ditemukan adalah faktor intralingual (interlingual factor) sebanyak 62.67%, diikuti oleh strategi komunikasi siswa (communication strategy) sebanyak 29.42%, faktor interlingual (interlingual factor), dan konteks pembelajaran (context of learning) sebanyak 0.68%.Kata Kunci : kesalahan gramatikal, analisis kesalahan, teks recount. Designed as descriptive qualitative study, this research aimed at investigating the types of grammatical errors committed by the 8th grade students of SMP Negeri 1 Seririt in writing recount text as well as the sources of error affecting their writing. The subjects of this study were 30 grade 8 students of SMP Negeri 1 Seririt and the objects were grammatical errors committed by the students. In this research, students’ writings were analyzed by using Azar’s taxonomy of types of error and Brown’s classification of sources of error. The result of the study showed that there were 447 total grammatical errors committed by the students. The most frequent type of error committed was verb tense error (22.82%). It was followed by word choice error (16.33%), omit a word error (11.19%), add a word error (10.51%), capitalization error (7.38%), spelling error (5.82%), plural-singular error (4.47%), punctuation error (4.47%), meaning not clear (4.25%), word form error (4.03%), run on sentence (3.36%), incomplete sentence (2.91%), word order error (2.01%) and article error (0.45%). As for the sources of error, intralingual factor was found as the most common source of error affecting the students in writing recount text (62.67%). Then, it is followed by students’ communication strategy (29.41%), interlingual factors (7.42%), and context of learning (0.68%). keyword : grammatical errors, error analysis, recount text.
The Use of Media in English Language Teaching at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar ., Putu Yogi Agustia p; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14957

Abstract

This study intends to investigate kinds of media that used by the English teacher in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, the way how those media used, the benefits and the weaknesses of using media in teaching English, and the teachers’ reason of using media in teaching English. It utilized qualitative method in collecting the data. The data were collected from observation sheet and interview guide. It also used smartphone to take a picture when the researcher observed teaching-learning process in the classroom. It also used to record the conversation between the researcher and the English teacher in interview section. The obtained data were mainly analyzed based on Heinich, et al (2002) theory about Instructional Media and Technologies for Learning. It showed there are twelve media that used by the English teachers in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. There were some benefits and weaknesses from using media in teaching English which appears based on the way those media used and the conditions in the classroom. Those data was collected by using observation sheet. The data about the English teachers’ reason in using media will be showed by using interview guide. The English teachers stated that media have big impact to increase the students motivation in learning.Kata Kunci : media for teaching English, the way how used media, benefits and weaknesses of media, teachers’ reason of using media Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis-jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, cara bagaimana media tersebut digunakan, manfaat dan kelemahan menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris, dan alasan guru menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data. Data dikumpulkan dari lembar observasi dan panduan wawancara. Penelitian ini juga menggunakan smartphone untuk mengambil gambar ketika peneliti mengamati proses belajar mengajar di kelas. Ini digunakan untuk merekam percakapan antara peneliti dan guru bahasa Inggris di bagian wawancara. Data yang diperoleh terutama dianalisis berdasarkan Heinich, et al (2002) teori tentang Media Instruksional dan Teknologi untuk Belajar. Ini menunjukkan ada dua belas media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Ada beberapa manfaat dan kelemahan dari menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris yang muncul berdasarkan pada cara media tersebut digunakan dan kondisi di kelas. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data tentang alasan guru bahasa Inggris dalam menggunakan media akan ditunjukkan dengan menggunakan panduan wawancara. Guru bahasa Inggris menyatakan bahwa media memiliki dampak besar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.keyword : jenis-jenis media untuk mengajar bahasa inggris, cara penggunaan media, kelebihan dan kekurangan media, alasan guru dalam menggunakan media
THE CHARACTERIZATION OF ELIZABETH BENNET IN JANE AUSTEN’S PRIDE AND PREJUDICE ., Ketut Ariani; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penokohan Elizabeth Bennet pada novel Pride and Prejudice karangan Jane Austen. Textual analysis digunakan sebagai metode pada penelitian ini untuk menganalisis penokohan Elizabeth Bennet. Sebagai tokoh utama, Elizabeth Bennet digambarkan secara langsung dan tidak langsung melalui penggambaran dari penulis, tokoh lain, perkataan, tindakan dan penampilan. Sebagai wanita yang memiliki kecerdasan tinggi, Elizabeth Bennet mempunyai kecepatan dalam berpikir, kemampuan mengamati dan memahami situasi. Tapi ia memiliki perasangka buruk terhadap tokoh lain, terutama Darcy. Ia juga seorang yang peduli dan perhatian walaupin ia sering mengabaikan peraturan yang ada di masyarakat. Ia memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Meskipun ia digambarkan sebagai seorang wanita yang tidak fashionable, tetapi ia mampu menarik perhatian tokoh lain melalui wajah cantik dan mata indahnya. Dari tingkah lakunya, ia digambarkan sebagai seorang yang berbicara secara langsung dan tajam, keras kepala namun periang. Dari semua penokohannya, Elizabeth Bennet bisa di lihat sebagai tokoh yang sempurna. Ia mempunyai watak yang seimbang antara watak positif dan negatif yang terkombinasi sempurna.Kata Kunci : novel, penokohan, tokoh This study aimed at identifying the characterization of Elizabeth Bennet in Jane Austen’s Pride and Prejudice. Textual analysis was applied in this study as the method to analyze the characterization of Elizabeth Bennet. As the main character, Elizabeth Bennet is revealed both directly and indirectly through the description from the author, other character, speech, action and appearance. As a woman with a good intelligence, Elizabeth Bennet has quick wit, ability in observing and sensibility. But she has a bad prejudice to others especially Mr. Darcy. She is also a caring and apprehensive woman though she tends to be a heedless woman who ignores the society rules. She has a healthy and strong body. Although she is an unfashionable woman but she can attract others by her beautiful face and her dark eyes. From her attitude, she is revealed as an outspoken, sharp-tongued, headstrong and cheerful woman. From those characterizations, Elizabeth Bennet can be seen as a perfect character. She has the balance characterization between positive and negative characterization which are combined perfectly.keyword : character, characterization, novel.
A COMPARATIVE STUDY ON THE STUDENTS' READING COMPETENCY ACROSS CLASSES AT SMP N 2 KEDIRI BASED ON THE CURRICULUM 2006 ., I Dewa Ayu Tri Utaminingsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12398

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menguji perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi membaca siswa antar kelas di SMP N 2 Kediri pada tahun akademik 2017/2018, dan (2) menyelidiki kelemahan membaca siswa yang bisa dilihat dari indikator membaca berdasarkan kurikulum tahun 2006 pada tahun ajaran 2017 / 2018. Desain dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi adalah siswa kelas delapan SMP N 2 Kediri. Cluster Random Sampling digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini. Empat kelas dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa di H Class tampil lebih baik daripada siswa kelas E, F, dan G. Hal itu dibuktikan dengan hasil statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata empat kelas antara lain: skor rata-rata kelas E adalah 46,19, nilai rata-rata kelas F adalah 46,33, nilai rata-rata kelas G adalah 52,40 dan skor rata-rata kelas H adalah 53,23. Hasil uji anova menunjukkan nilai fobs (4,076) lebih tinggi dari fcv (2,72). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kompetensi membaca siswa antar kelas di SMP N 2 Kediri pada tahun ajaran 2017/2018. Selain itu, peneliti menemukan bahwa sebagian besar siswa kelas delapan memiliki kelemahan membaca dalam mengetahui gagasan utama teks tertulis.Kata Kunci : kompetensi membaca, kelemahan membaca The study was aimed at (1) testing the significant differences of the students’ reading competency across classes at SMP N 2 Kediri in the academic year 2017/2018, and (2) investigating the student’s reading deficiency viewed from reading indicators based on curriculum 2006 in the academic year 2017/2018. The research design of this study was descriptive research. The population was the eight grade students of SMP N 2 Kediri. Cluster Random Sampling was used to select the sample of this study. Four classes were selected as the sample of the study. The result of the data analysis showed that the students in H Class performed better than the students in the E, F, and G Class. It was proven by the result of the descriptive statistics which showed the mean score of four classes such as: the mean score E class was 46.19, the mean score of F class was 46.33, the mean score of G class was 52.40 and the mean score of H class was 53.23. The result of Anova test showed the value of the fobs(4.076) was higher than fcv (2.72). It can be concluded that there were any significant differences of the students’ reading competency across classes at SMP N 2 Kediri in the academic year 2017/2018. Additionally, the researcher found that most of the eight grade students had reading deficiency in finding out the main idea of the written text. keyword : reading competency, reading deficiency
The Relationship between Parental Involvement and Students’ English Achievement at 8th grade students in SMP Negeri 1 Singaraja in Academic Year 2017 ., Gede Agus Artasthana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi signifikansi hubungan antara keterlibatan orang tua dan prestasi bahasa inggris dari siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Singaraja. Desain penelitian yang di gunakan adalah korelasi sederhana yang melibatkan 58 orang siswa dan orang tua mereka sebagai sample penelitian. Materi untuk kuesioner diadopsi dari jurnal artikel karya Shute et al. (2011) yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keterlibatan orang tua di rumah, sedangkan data mengenai prestasi bahasa Inggrisnya didapatkan dengan melihat nilai rapor siswa. Investigasi hubungan antara keterlibatan orang tua di rumah dan prestasi bahasa Inggris siswa dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara keterlibatan orang tua dan prestasi bahasa Inggris siswa, dengan nilai Pearson Correlation = 0.440 > 0.05.Kata Kunci : keterlibatan orang tua, prestasi, prestasi bahasa Inggris The purpose of this study is to investigate the significant relationship between parental involvement and students’ English achievement of 8th grade students in SMP Negeri 1 Singaraja. The design of this study is simple correlation involving 58 students and their parents as the sample. The material of the questionnaire was adopted from Shute et al.(2011) and was used to collect the data of the home – based parental involvement, while the data of the English achievement was collected from school principal. Pearson Product Moment Correlation was used to investigate the correlation between parental involvement and students’ English achievement. The result shows that parental involvement and students’ English achievement have a positive and significant correlation, with the Pearson Correlation value = 0.440 > 0.05. keyword : parental involvement, achievement, English achievement
THE EFFECT OF BIG BOOKS AS TEACHING MEDIA ON THE THIRD GRADE STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN EAST BALI ., I Putu Chandra Guna Krisna; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15050

Abstract

Ini merupakan sebuah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak perbedaan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa kelas 3 SD Baruna Gianyar. Penelitian ini berbentuk Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas 3 di SD Baruna Gianyar. Terdapat dua kelas yang dipilih sebagai sampel. IIIA ditetapkan sebagai kelompok eksperimental dan mendapat Big Book sebagai teaching media sedangkan kelas IIIB ditetapkan sebagai kelompok control yang diajar menggunakan media conventional dalam proses belajar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis t-test melalui SPSS 16.0. data hasil dari analisis menunjukan bahwa siswa yang diajar menggunakan Big Books sebagai teaching media memperoleh nilai rata-rata yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok control. yang mana kelompok eksperimental memperoleh nilai rata-rata 83.8571 sedangkan kelompok control memperoleh nilai rata-rata 78.8571. Hasil dari t-test juga menunjukkan bahwa nilai dari t-observed (tobs) adalah 2.068 dan nilai dari t-critical value (tcv) adalah 1.7334 . Hal itu menunjukkan bahwa nilai dari tobs lebih tinngi dari nilai tcv. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pemahaman mebaca siswa kelas 3 antara siswa yang diajarkan menggunakan Big Books sebagai media dan siswa yang diajarkan menggunakan media konvensional.Kata Kunci : Big Book, media, pemahaman membaca, pembelajaran anak-anak. This is an experimental study that aims to investigate whether or not there is a significant difference in reading comprehension between students who are taught using Big Books as teaching media and thus who were taught using conventional media in grade 3 SD Baruna Gianyar. This quasi experimental study employed Posttest Only Control Group design. The population was taken from the third graders in Baruna Gianyar Elementary School. Two classes were selected as samples in this study class IIIA was designated as experimental group and got Big Books as teaching media while class IIIB was designated as a control group using conventional media in teaching and learning process. The data obtained were analyzed using t-test via SPSS 16.0. The result of the data analysis showed that the students who were taught using Big Books as teaching media gained better average score in comparison to the control group. The experimental was 83.8571 while the control group obtained the average score of 78.8571. The result of t-test also shows that the value of t-observed (tobs) is 2.068 and the value of t-critical value (tcv) is 1.7334. in other words the value of the tobs is higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of the use of Big Books as teaching media on students’ reading comprehension at third grade of elementary school students in SD Baruna Gianyar.keyword : Big Book, Media, Reading Comprhension, teaching young learner.