cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
AN ANALYSIS OF STUDENT’S WRITING DEFICIENCIES ACROSS TEXT TYPES AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR ., Pande Nyoman Purwaningsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kelemahan yang dibuat oleh siswa-siswi kelas sebelas pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition dan (2) untuk mencari tahu kendala-kendala kelemahan siswa pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Subjek penelitian ini adalah 34 siswa siswi kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 2 Banjar. Model penelitian yang digunakan adalah descriptive qualitative. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan memberikan siswa tugas untuk menulis teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Sedangkan kendala-kendala yang dialami siswa diperoleh melalui kuesioner. Kelemahan yang dianalisis meliputi tujuh indikator dalam menulis, yakni judul, kalimat utama, pengembangan kalimat, hubungan antar kalimat, gaya penulisan, tata bahasa dan tanda baca. Sedangkan kendala-kendala kelemahan siswa dalam menulis dibedakan menjadi tiga berdasarkan theory Zinsser (2013), kelemahan tersebut meliputi, pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kesalahan-kesalahan siswa muncul pada tiga teks yang berbeda. Hasil kuesioner menunjukkan kendala-kendala siswa dalam menulis yakni pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan.Kata Kunci : kelemahan-kelemahan dalam menulis, kendala-kendala kelamahan dalam menulis, menulis This study aimed at (1) describing students writing deficiency at the eleventh grade students in report text, narrative text, and analytical exposition text and (2) discovering the constraints of writing deficiency in report text, narrative text, and analytical exposition text. The research design was descriptive qualitatively. The subjects were 34 students of XI IPA1 class in SMA Negeri 2 Banjar. The data was collected through writing task in form of report text, narrative text, and analytical exposition text. Meanwhile the constraints of writing deficiency were collected through questionnaire. The writing deficiency analyzed including title, topic sentence, developing sentence, coherence, diction, grammar, and mechanics. The constraints of writing deficiency were differentiated based on Zinsser theory (2013), the constraints was including absence of knowledge, less practice, and forgetting. The result of the research found that all of the deficiencies occurred in three different kinds of text. The result of the questionnaire showed that the constraints of student’s writing deficiency were absence of knowledge, less practice, and forgetting.keyword : constraints of writing deficiency, writing, writing deficiency
THE MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT SPOKEN BY GOBLEG VILLAGERS ., Ketut Asri Primayani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.01 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk Desa Gobleg di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah penduduk asli dari Desa Gobleg. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi, rekaman, dan wawancara. melalui tiga bagian yaitu, keluarga, pertemanan, dan tetangga dan dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap data analisis dari Miles dan Huberman (1984). Objek dari penelitian ialah tentang proses morfologi dialek Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk Desa Gobleg. Hasil dari penelitian ini yaitu proses afiksasi (prefik dan sufik). Terdapat dua jenis awalan dari proses derivasi yaitu awalan {me-} dan {N-}, dan dua akhiran proses derivasi yaitu: akhiran {-in} dan {-ang}. Terdapat juga tiga awalan proses infleksi yaitu; awalan {ka-}, {N-} alomorf |ng|, dan {N-} alomorf |m| dan empat akhiran proses infleksi yaitu: akhiran {-e}, {-ang}, {-in}, and {-ne}. Proses morfologi lain yang didapatkan yaitu singkatan dan pengulangan kata. Singkatan yang didapatkan berupa SD, SMP, SMA, WC, dan HP, sementara pengulangan kata berupa salon-salon, girang-girang, amah-amahan, dan jelik-jelike.Kata Kunci : dialek Bahasa Bali, penduduk Desa Gobleg, proses morfologi. This study aimed at analyzing the morphological processes of Balinese dialect spoken by Gobleg villagers in Banjar District, Buleleng Regency. This research was a qualitative research. The subjects of this study were native speakers of the Gobleg villagers. The data were collected by conducting observation, and interviewing technique in three different domains: family, friendship, and neighborhood domain and were analyzed by using procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman (1984). The object of this study was morphological processes of Balinese Dialect of Gobleg villagers. The results of this study show the process of affixation (prefix and suffix). There were two derivational prefixes: prefix {me-} and {N-} and two derivational suffixes: suffix {-in} and {-ang}. Meanwhile, there were three inflectional prefixes: prefix {ka-}, {N-} allomorph |ng|, and {N-} allomorph |m| and four inflectional suffixes: suffix {-e}, {-ang}, {-in}, and {-ne}. There were also five items of abbreviation processes that existed in Gobleg dialect: SD, SMP, SMA, WC, and HP. The words that belong to reduplication process: salon-salon, girang-girang, amah-amahan, and jelik-jelike.keyword : Balinese dialect, Gobleg villagers, morphological processes
READING HABITS AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY IN THE JUNIOR SECONDARY SCHOOL IN SINGARAJA ., Made Lady Agustina; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan membaca dan kompetensi membaca pada deskriptif teks serta hubungan antara dua variable. Penelitian ini dirancang dalam metode kuantitatif korelasil. Populasi penelitian siswa kelas VII di SMPN 5 Singaraja yang berjumlah 352 siswa sedangkan sample penelitian ini yaitu siswa kelas VII F dan VII K yang berjumlah 64 siswa. Sample penelitian ini menggunakan purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument yaitu angket kebiasaan membaca dan tes kompetensi membaca. Angket kebiasaan membaca digunakan untuk memperoleh data kebiasaan membaca siswa dan tes kompetensi membaca digunakan untuk memperoleh data kompetensi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah- langkah deskriptif dan koefisien korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara kebiasaan membaca siswa dan komptensi membaca. Kata Kunci : Kebiasaan Membaca, Kompetensi Membaca, Koefisien Korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading habits and reading competency on descriptive profiles as well as the relationships between the two variables. This research was designed in a correlation quantitative methodology. The population was seventh grade students of SMPN 5 Singaraja consist of 352 while the sample was VII F and VII K class which consisted of 64 students. The samples were selected by purposive random sampling. The two instruments consisted of reading habits questionnaire and reading competency test. Questionnaire was used to obtain the data of students’ reading habits and reading test to obtain the data of reading competency. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings showed that there is a significant positive correlation between students’ reading habits and their reading competency. keyword : Reading Habits, Reading Competency, Correlation Coefficient.
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).
A Descriptive Study on the Implementation of the Whole Word Approach to Improve Students' Vocabulary at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten ., Ni Komang Ayu Tri Purwanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11613

Abstract

Bahasa Inggris sangatlah penting karena Bahasa Inggris adalah Bahasa yang paling umum diucapkan dimana saja. Bahasa Inggris digunakan dalam berkomunikasi di seluruh dunia. Bahasa Inggris juga diucapkan sebagai bahasa internasional dan Bahasa Inggris telah menjadi bahasa terpenting di seluruh bagian dunia, seperti di Bali. Untuk menguasai beberapa dasar pemahaman Bahasa Inggris lebih baik belajar Bahasa Inggris sejak usia dini. Namun, terdapat masalah dalam pengembangan kosa kata siswa di sekolah. Penguasaan kosa kata masih tetap rendah. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam penguasaan kosa kata tidaklah optimal. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengimplementasian the whole word approach untuk meningkatkan pencapaian kosata kata siswa di TK Bilingual Aura Sukma Insani. The whole word approach dapat diimplementasikan dengan banyak aktivitas yang menyenangkan dan menggembirakan. Aktivitas-aktivitas tersebut telah meningkatkan pencapaian kosa kata siswa secara efektif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mana dilaksanakan terhadap siswa kelas B (5-6 tahun) di TK Bilingual Aura Sukma Insani. Subjek dari penelitian ini adalah siswa TK, guru-guru, and kepala sekolah TK Bilingual Aura Sukma Insani. Penelitian dikumpulkan dengan dua metode, diantaranya metode observasi dan metode interview.Kata Kunci : Whole word approach, Pencapaian kosa kata English is very important since English is the most common language spoken everywhere. It is widely used in communicating around the world, also it is spoken as an international language and it has become the most important language to many parts of the world, such as in Bali. In order to acquire some basics understanding it is better to study English from early age. However, there is problems in developing the student's vocabulary in the school. The mastery of vocabulary is still low. It means that, the student's ability is not optimal in mastering the vocabulary. This study is therefore, intended to describe about the implementation of the whole word approach for teaching students’ vocabulary achievement at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The whole word approach could be implemented with so many fun and enjoyable activities. Those activities effectively improved students’ vocabulary achievement. This was a qualitative descriptive study which was conducted toward the B Class (age 5-6) in Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The subjects of this study were the kindergarten students, the teachers and principal of Aura Sukma Insani Kindergarten. This study was collected by two methods, such as observation method and interview method.keyword : whole word approach, vocabulary achievement
AN ANALYSIS OF SWEAR WORD USED BY BALI AGA PEOPLE IN SIDETAPA VILLAGE ., Made Ady Pradana Wiyasa; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18878

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh orang-orang di desa Sidatapa. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan dengan mengamati, mewawancarai subjek, dan rekaman audio. Subjek penelitian ini adalah 10 orang yang berasal dari desa Sidatapa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh orang-orang di desa Sidapa memiliki bentuk, referensi, dan fungsinya. Ada tiga bentuk kata-kata umpatan: (1) dalam bentuk kata-kata, yang dibagi menjadi dua: monomorphemic (sigug 'nakal', bancih 'waria', kables 'berhubungan seks', dll) dan polimorfik (bebereke 'putrid', nusuk 'aduk', ngamah 'makan', dll.), (2) dalam bentuk frasa (belog-beloge 'sangat bodoh', sedeng gati 'sangat gila', lengeh buah 'sangat bodoh', dll), dan (3) dalam bentuk klausa (buduh mene 'kamu bodoh', lengeh mene, 'kamu bodoh', ngamah gro gaen mene 'kamu selalu makan', dll). Referensi dari kata-kata umpatan itu terkait dengan: (a) aktivitas, (b) istilah hewan, (c) fungsi tubuh, (d) kotoran, (e) iblis, (f) kekerabatan, (g) penyakit mental, (h) penyakit mental, ) latar belakang pribadi dan (i) agama. Fungsi kata-kata umpatan adalah: (a) agresif, (b) integratif, (c) untuk membuat identifikasi antarpribadi, (d) untuk memberikan katarsis, (e) penekanan, (f) untuk memprovokasi, (g) untuk menarik perhatian, dan (h) regresif. Dalam hal ini, penggunaan kata makian di desa Sidatapa tidak hanya dalam bentuk makna negatif tetapi juga positif seperti, untuk mengurangi rasa sakit mereka dan juga kesusahan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, kata umpatan The main objective of this study is to analyze the swear words used by people in Sidatapa village. To achieve this goal, this study used descriptive qualitative research, which was conducting by observing, interviewing the subjects, and audio recording. The subject of this study were 10 people originally from Sidatapa village. The results of this study found that swear words used by the people in Sidapa village have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words, which divided into two: monomorphemic (sigug ‘mischievous’, bancih ‘transvestite’, kables ‘having intercourse’, etc) and polymorphemic (bebereke ‘putrid’, nusuk ‘poke’, ngamah ‘eat’, etc.), (2) in the form of phrases (belog-beloge ‘very stupid’, sedeng gati ‘very crazy’, lengeh buah ‘very stupid’, etc.), and (3) in the form of clauses (buduh mene ‘you are stupid’ , lengeh mene , ‘you are stupid’, ngamah gro gaen mene ‘you always eat’, etc.). The references of the swear words were related to: (a) activity, (b) animal terms, (c) body function, (d) excrement, (e) devils, (f) kinship, (g) mental illness, (h) personal background and (i) religion. The functions of swear words were: (a) aggressive, (b) integrative, (c) to create interpersonal identification, (d) to provide catharsis, (e) emphasis, (f) to provoke, (g) to draw attention, and (h) regressive. In this case, the used of swear word in Sidatapa village was not only in the form of negative meaning but also positive such as, for reducing their pain and also distress.keyword : Keywords: forms, function, swear word
SOUND CHANGES OF THE BORROWING WORDS FROM ENGLISH INTO INDONESIAN IN ROOM DIVISION REGISTER ., Ni Made Eni Parwati; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.673 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis perubahan suara dari kata-kata pinjaman dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dalam ranah divisi kamar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga teknik, seperti: wawancara, rekaman dan observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 48 kata pinjaman dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang digunakan sebagai jargon di Divisi Kamar. Ada 12 kata yang menjalani proses Cluster Reduction, ada 9 kata yang mengalami proses penthesis atau anaptyxis, ada 4 kata mengalami proses vokal atau diphthongization, ada 5 kata yang mengalami proses paragoge dan ada 24 kata yang mengalami proses monpthohngization.Kata Kunci : Perubahan bunyi, kata pinjaman, perubahan fonologis This study aimed at describing the types of the sound changes of the borrowing words from English into Indonesian in Room Division Register. This study, was a descriptive qualitative research. The data were collected by using three techniques, such as: interview, recording and observation. The results of the data analysis show that there were 48 borrowing words from English to Indonesian used as the jargon in Room Division. There were 12 words undergone Cluster Reduction process, there were 9 words undergone penthesis or anaptyxis process, there were 4 words undergone vowel breaking or diphthongization process, there were 5 words undergone paragoge process and there were 24 words undergone monpthohngization process. keyword : sound changes, borrowing words, phonological change
AN ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING RECOUNT TEXT OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt; dan (2) menemukan sumber kesalahan yang dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah analisis dokumen. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan sampel tulisan siswa. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Terdapat 30 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 170 kesalahan yang dilakukan oleh subjek yakni kesalahan pengurangan (omission) 131 (77,01%), kesalahan penempatan (misordering) 14 (8,23%), kesalahan bentuk (misformation) 13 (7.64%), dan kesalahan penambahan (addition) 12 (7,12%). Kelalaian pengurangan (omission) menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa. Namun, ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (90,96%), transfer interlingual (7,22%), dan konteks pembelajaran (1,8%).Kata Kunci : analisis kesalahan, kesalahan tata bahasa, teks recount The study aimed at (1) finding the errors commonly made in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt; and (2) finding the sources of the errors committed in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt. This study was designed as descriptive qualitative study. The methods used to collect data was document analysis. The instruments used were the researcher and the sample of writing. The data in this study were analyzed descriptively. There were 30 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). The result of this study shows that, there are 170 errors committed by the subject including 131 (77.01%) omission errors, 14 (8.23%) misordering errors, 13 (7.64%) misformation errors, and 12 (7.12%) addition errors. Omission error becomes the most frequent errors committed by the students. However, there were three types of errors sources found in this study, those are intralingual transfer (90.96%), interlingual transfer (7.22%), and context of learning (1.8%). keyword : error analysis, grammatical error, recount text
THE EFFECT OF PROJECT-BASED FLIPPED LEARNING ON WRITING COMPETENCE OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Kadek Ari Yuliani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.186 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13274

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah untuk menyelidiki tingkat kesiapan siswa kelas 11 SMA N 4 Singaraja terhadap pelaksanaan e-learning. Yang kedua adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja setelah menggunakan project based-flipped learning. Dan yang ketiga adalah mengamati persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran project based-flipped learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mix Method Design. Populasi adalah siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian baik, dimana kelompok eksperiment diberikan pembelajaran berbasis project based-flipped learning dan kelompok control diberikan pembelajaran berbasis conventional teaching. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 22.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja siap melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning. Selain itu, hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen yaitu 79,75 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai t-observation (tobs) adalah 3,465 dan nilai t-critical value (tcv) adalah 2,024. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis project-based flipped learning.Kata Kunci : Kesiapan terhadap penggunaan e-learning, pembelajaran berbasis project-based flipped learning, kompetensi menulis, persepsi terhadap project-based flipped learning. This present study had three aims. The first was to investigate the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja readiness level of the implementation of e-learning. The second was to determine whether there is a significant difference on writing competence of the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja after the implementation of Project based-flipped learning. And the third was to observe students’ perception toward the implementation of project-based flipped learning. The research design of this study was explanatory sequential mixed methods design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. One class was assigned to the experimental group and treated by using project based-flipped learning. Meanwhile, the other class was assigned to the control group and treated by using conventional teaching. The quantitative data that collected in this study were analyzed by SPSS 22.0. The result of the data analysis showed that the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja are ready for the implementation of e-learning. Besides, the result of the quantitative data analysis it showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was 79.75 while the mean score of the control group was 73.10. The result of the t-test also showed that the value of t-observed (tobs) was 3.465 and the value of t-critical value (tcv) was 2.024. It showed that the value of tobs was higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference on students writing competency between students taught by using Project based-learning and students taught by using conventional media. In addition, the result of the interview showed that the students’ had a positive perception toward the implementation of project based-flipped learning.keyword : E-learning readiness, project-based flipped learning, writing competence, students’ perception of project-based flipped learning.
The Implementation of Mobile Assisted Language Learning (MALL) Strategy through Quizizz Application in Grammar Class of English Language Education UNDIKSHA ., Nyoman Ayu Purnama Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18782

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian strategi MALL (Mobile Assisted Language Learning) melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) dan mengetahui bagaimana respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar). Penilitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk memberikan deskripsi detail tentang proses pembelajaran di kelas tentang pengimplementasian strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas bedasarkan data yang didapatkan melalui kelas observasi dan juga digunakan untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas yang didapatkan melalui jurnal refleksi siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA. Hasil dari penitian yakni; siswa-siswa mengikuti aktivitas pembelajaran dan pengajaran yang konsisten yang mana proses pembelajaran bedasarkan prosedur pembelajaran dan pengajaran, namun terdapat sedikit perbedaan pada pengadaan kuis menggunakan aplikasi Quizizz yaitu waktu yang ditentukan untuk mengerjakan kuis, topik dan sesi aktivitasnya. Sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz yaitu mereka merasa senang, tidak bosan, terhibur dan lain lain. Mereka juga mengaggap bahwa aplikasi Quizizz adalah aplikasi tambahan yang penting digunakan pada pembelajaran grammar. Namun, koneksi, kuota internet dan juga waktu yang terbatas dalam pengerjaan kuis menjadi hambatan dan kelemahan pada aplikasi Quizizz bagi sebagian besar siswa. Kata Kunci : Aplikasi Quizizz, Complex English Grammar, Mobile Assisted Language Learning, Strategi MALL This study aimed at describing the implementation of MALL (Mobile Assisted Language Learning) strategy through Quizizz application in grammar class and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in grammar class (Complex English Grammar course). A descriptive qualitative analysis was used in this study to give detailed description about the implementation of MALL strategy through Quizizz application in the classroom based on the data collected from classroom observation and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in teaching and learning process based on the data collected from students reflective journal. This study was conducted in a grammar class (Complex English Grammar course) of English Language Education UNDIKSHA. The results showed that; in implementing MALL strategy through Quizizz application in grammar class, the students followed consistent activity in which the teaching and learning process based on the teaching and learning procedure, but how the Quizizz application implemented were slightly different in terms of time allocated, topic and the session of activity to conduct Quizizz application. Most of students gave positive responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application such as felt excited, happy, fun, not boring, entertaining, etc and also considered Quizizz as an important supplementary tool in learning grammar. However, internet connection, quota and time limitation given in answering questions became the weaknesses and limitations of Quizizz application for them. keyword : Complex English Grammar, MALL strategy, Mobile Assisted Language Learning, , Quizizz Application