cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
THE CULTURAL EXPERIENCES OF THE ENGLISH TEACHER VOLUNTEERS IN BUMI SEHAT’S YOUTH CENTER UBUD ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris dan gejala syok budaya yang dihadapi oleh sukarelawan guru bahasa Inggris di Bumi Sehat’s Youth Center. Peneliti menggunakan metode fenomenologis dan pendekatan kualitatif untuk mengetahui jawaban permasalahan dari penelitian ini. Data diambil dari tiga sukarelawan guru bahasa Inggris melalui wawancara dan kuesioner. Analisis tersebut menunjukkan bahwa ada sepuluh pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris di Bumi Sehat’s Youth Center. Relawan guru bahasa Inggris mengalami pengalaman budaya yang mengacu pada kejutan budaya (fisik, kognitif atau perilaku) saat mereka masuk dalam budaya atau lingkungan baru yang dimana lingkungan mereka berbeda dengan kota asal mereka. Kesepuluh pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris adalah makanan yang berbeda, dua masalah orang Bali, lingkungan, transportasi, perbedaan budaya, masalah tidur, depresi, laju kehidupan, dan iklim. Di sisi lain, relawan guru bahasa Inggris mengalami gejala syok budaya dalam dua minggu pertama. Semua relawan guru bahasa Inggris merasa rindu rumah dan salah satu dari mereka jatuh sakit.Kata Kunci : pengalaman berbudaya, syok budaya The study aimed at investigating the cultural experiences that experienced by English teacher volunteers and the symptoms of culture shock faced by English teacher volunteers in Bumi Sehat’s Youth Center. The researcher used phenomenological method and qualitative approach in finding out the answer of the problems of the study. The data were taken from three English teacher volunteers through interview and questionnaire. The analysis reveals that there are ten cultural experiences that the English teacher volunteers experienced in Bumi Sehat’s Youth Center. The English teacher volunteers experienced the cultural experiences that refers to culture shock (physical, cognitive or behavior) when they were entering in a new culture or environment where was different with their home town. Those ten cultural experiences that experienced by English teacher volunteers are different food, two Balinese people problems, environment, transportation, cultural differences, sleep problem, depression, pace of life, and climate. On the other hand, English teacher volunteers were faced symptom of culture shock in first two week. All of the English teacher volunteers were felt homesick and one of them get sick.keyword : cultural experience, culture shock
THE USE OF PIDGIN ENGLISH UTTERED BY TOURISM POLICE AT LOVINA TOURISM AREA ., Luh Winda Cipta Pratiwi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk, makna, dan fungsi bahasa dari bahasa Inggris pidgin yang diucapkan oleh polisi pariwisata ketika berkomunikasi dengan turis berbahasa Inggris Penelitian ini dilaksanakan di kawasan wisata Lovina dan tiga polisi pariwisata dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarakan beberapa kriteria. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dan rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada beberapa penyimpangan terhadap bentuk-bentuk bahasa Inggris pidgin yang diucapkan oleh polisi pariwisata dalam hal tata bahasa, pengucapan, sintaksis, dan kosakata. Di samping itu, hasil lain dari analisis data menunjukkan bahwa makna dari bahasa Inggris pidgin yang diucapkan oleh polisi pariwisata di kawasan wisata Lovina ambigu karena kesalahan penggunaan kosa kata oleh polisi pariwisata. Sementara itu, ada beberapa fungsi bahasa yang digunakan oleh polisi pariwisata ketika berinteraksi dengan turis berbahasa Inggris seperti memberikan salam, menanyakan informasi, menanyakan pendapat, menyatakan pujian, memberikan informasi, arah, pendapat, menawarkan bantuan, memberikan pujian, salam perpisahan, dan mengucapkan terimakasih.Kata Kunci : Bahasa Inggris Pidgin, Bentuk, Fungsi Bahasa, Makna, Polisi Pariwisata This study aimed at analyzing the forms, meanings, and language functions of pidgin English uttered by tourism police when communicating to English-speaking tourists. This study was conducted at Lovina tourism area and three tourism police were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study employed descriptive qualitative approach and the design used was case study method. The results of the data analysis showed that there were several deviations in the forms of pidgin English uttered by the tourism police in terms of grammar, pronunciation, syntax, and vocabulary. On the other hand, another result of the data analysis indicated that the meaning of pidgin English uttered by the tourism police at Lovina tourism area was ambiguous because of the use of incorrect vocabulary by the tourism police. Meanwhile, there were several language functions used by the tourism police when interacting with the English-speaking tourists namely greeting, asking information, asking opinion, giving information, giving direction, giving opinion, offering a favor, praising, leave-taking, and thanking.keyword : Form, Language Function, Meaning, Pidgin English, Tourism police
THE PHONOLOGICAL AND LEXICAL CHANGES FROM LEMUKIH DIALECT TO GALUNGAN DIALECT ., I Made Dedi Kurniawan; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonologi dan leksikal dari dialek Lemukih ke dialect Galungan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat tiga informan yang dipilih di Desa Lemukih dan Desa Galungan. Satu informan ditentukan sebagai informan utama dan dua informant lainnya ditentukan sebagai informan tambahan. Data yang dikumpulkan berdasarkan empat teknik diantaranya: Peneliti, observasi, rekaman, dan daftar kata (wordlist). Terdapat 462 kata di Budasi wordlist dan 208 kata Swadesh wordlist yang di peroleh sebagai data penelitian. Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa terdapat sembilan kata yang dikategorikan sebagai penghilangan phoneme di awal kata (aphaeresis), 11 kata yang dikategorikan sebagai penghilangan phoneme di tengah kata ( syncope), enam kata yang dikategorikan sebagai penghilangan phoneme di akhir kata (apocope) dan enam kata dikategorikan sebagai penghilangan dua silabel dalam kata (haplology). Perubahan leksikal yang terjadi dari dialek Lemukih ke dialect Galungan diantaranya : 15 kata dikategorikan sebagai peminjaman kata dari bahasa Indonesia (borrowing words), delapan kata termasuk dalam kategori penghilangan kata and kompresi kata yang terdiri dari empat kata dikategorikan sebagai blend dan empat kata termasuk abbreviation. Kata Kunci : Dialek, Perubahan Fonologi, Perubahan Leksikal. This study aimed at describing the phonological and lexical changes from Lemukih to Galungan dialect. This research was a descriptive qualitative research. There were three informants selected in each dialect. In this case, one important sample was determined as the main informant and the other two were determined as the secondary informant. The obtained data were collected based on four techniques, namely: the researcher, observation, recording, and wordlist. There were 462 words in Budasi and 208 words in Swadesh wordlists that were obtained as the data of the study. The result of the data analysis showed that there were nine words were categorized as deletion of the phoneme in the beginning of the word (aphaeresis), 11 words were categorized as deletion of the phoneme in the middle of word (syncope), six words were categorized as deletion of the phoneme in the final of the word (apocope) and six words were categorized as haplology. The lexical changes occur from Lemukih and Galungan dialect categorized as follows: 15 words belonging to loan or borrowing words, eight words belong to loss words, and compression which included four words belonging to word mixes and four words belonging to initials. keyword : Dialect, Phonological changes, Lexical changes
An Analysis of Grammatical Errors Committed by the Eighth Semester Students of English Language Education at Ganesha University of Education in Writing Research Proposals ., Ni Putu Trisna Sari Putri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18785

Abstract

Karya tulis ilmiah adalah jenis karya tulis yang digunakan untuk memberi informasi mengenai penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti. Di dalam proses menulis, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh penulis. Salah satunya adalah tata bahasa. Aspek ini memiliki peran yang penting di dalam menulis karena tata bahasa mengkrontrol struktur dari setiap kalimat dengan tujuan untuk menujukkan kualitas dari tulisan tersebut. Faktanya, kesalahan tata bahasa masih dilakukan oleh siswa yang mempelajari bahasa Inggris untuk bahasa asing di dalam tulisannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dan sumber-sumber dari tata bahasa yang dilakukan oleh siswa dari pendidikan bahasa inggris di Universitas Pendidikan Ganesha dalam menulis proposal skripsi. Sebanyak 24 proposal diambil oleh peneliti sebagai sumber data dalam penelitian ini. Di dalam menganalisis jenis-jenis kesalahan tata bahasa, sebanyak dua teori digunakan oleh peneliti diantaranya adalah teori dari Dulay, Burt & Krashen (1982) dan Zarahweh (2012). Ditemukan bahwa ada 1454 kesalahan yang secara umum dibagi ke dalam empat jenis kesalahan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa di dalam proposal skipsinya adalah penghilangan kata (44.9%), diikuti oleh kesalahan pembentukan kata (17.9), penambahan kata (34.7%), dan kesalahan penyusunan kata (2.6%). Kesalahan-kesalahan itu disebabkan oleh dua faktor yaitu interlingual dan intralingual. Dari total jumlah kesalahan, faktor intralingual menempati faktor tertinggi yang mempengaruhi siswa dalam melakukan kesalahan-kesalahan.Kata Kunci : Proposal Skripsi, Kesalahan Tata Bahasa, Jenis Kesalahan, Sumber Kesalahan Scientific writing is a kind of writing used to share information about a study that has been conducted by a researcher. In the process of writing, there are several important aspects that should be considered by a writer. One of those aspects is grammar. It has important role in the writing because it controls every structure of sentences in order to show the quality of the writing. In fact, grammatical errors are still committed by EFL students in their writings especially in writing thesis proposal as a part of scientific writing. This study aimed at analyzing types and sources of grammatical errors committed by the eighth semester students of English Language Education at Ganesha University of Education in writing thesis proposals. There were 24 proposals taken by the researcher as the sources of data in this study. In analyzing the types of grammatical errors, there were two theories employed the researcher such as the theories from Dulay, Burt & Krashen (1982) and Zarahweh (2012). It was found that there were 1454 errors which generally divided into four types of errors. The most common errors committed by the students in their thesis proposals were omission (44.9%), followed by misformation (17.9%), addition (34.7%), and misordering (2.6%). Those errors were caused by two factors namely interlingual and intralingual. From the total number of errors, the intralingual factor played the highest factor affecting the students in committing errors. Keywords : Thesis Proposal, Grammatical Error, Type of Error, Sources of Errorkeyword : Thesis Proposal, Grammatical Error, Type of Error, Sources of Error
SPEECH ACTS ANALYSIS IN READING CLASS AT THE VOCATIONAL HIGH SCHOOL ., Luh Putu Utami Krisna Yanti; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18873

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis tindak tutur kata yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dan siswa kelas sepuluh Sekolah Menengah Kejuruan. Itu difokuskan pada tiga pertanyaan, yaitu tindakan locutionary (tindakan verbal), ilokusi (niat), dan perlocutionary (respon) yang dihasilkan selama kegiatan pembelajaran EFL di Sekolah Menengah Kejuruan 1 di Singaraja. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA dan guru Bahasa Inggris SMK N 1 Singaraja. Para guru dan siswa menggunakan tindak tutur hampir setiap saat. Data dikumpulkan melalui mengamati proses pembelajaran dengan merekam audio-video. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara mengamati, mengklasifikasikan, dan menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru Bahasa Inggris dan siswa menggunakan tindak tutur dalam kegiatan sehari-hari mereka di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur yang paling dominan pada pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di kelas ini adalah tipe arahan, terutama yang meminta. Secara umum, guru lebih sering menggunakannya untuk memberi perintah, saran, dan permintaan.Kata Kunci : Kata kunci: tindak tutur, lokusi, ilokusi, perlokusi, EFL This study were focused on analyzing speech acts used by the English teachers and tenth grade students of Senior Vocational High School. It was focused on three questions, they were, the locutionary (the verbal acts), illocutionary (the intention), and perlocutionary (the response) acts produced during EFL learning activities at the Senior Vocational School 1 at Singaraja. The research design was descriptive qualitative. The subject were Senior Vocational High school students and English teachers of SMK N 1 Singaraja. The teachers and students used speech acts almost in every moment. The data were collected through observing the learning process by recording an audio-video. The data were analyzed descriptively by means observing, classifying, and drawing the conclusion. The finding of this study shows that the teacher of English and students used speech acts in their daily activity in the classroom. The results showed that most dominant type of speech acts on English teaching and learning at this class is directive type, particularly requesting. Generally, the teacher more often used them to give command, suggestion and request.keyword : Key words: speech acts, locutionary, illocutionary, perlocutionary, EFL.
SECONDARY SCHOOL TEACHERS’ PERCEPTION TOWARDS THE USE OF FLIPPED LEARNING IN BULELENG REGENCY ., Desak Ketut Putri Handayani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginvestigasi persepsi guru bahasa Inggris sekolah menengah terhadap penggunaan Flipped Learning di Kabupaten Buleleng, (2) menyelidiki masalah yang dihadapi guru selama menerapkan Flipped Learning, dan (3) mengevaluasi solusi yang guru lakukan untuk memecahkan masalah penggunaan Flipped Learning. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian metode campuran yang menggunakan survei cross-sectional sebagai metode. Dengan pengambilan sampel secara purposif, diketahui empat guru bahasa Inggris di sekolah menengah yang telah sedang menerapkan Flipped Learning dalam pengajaran mereka. Mereka berasal dari tiga sekolah menengah negeri di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan panduan wawancara sebagai instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data kuesioner tersebut diolah dengan menghitung skor rata-rata untuk mengetahui tingkat kualifikasi masing-masing persepsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa persepsi guru sangat positif terhadap penggunaan Flipped Learning, dibuktikan dengan skor rata-rata 81.25 yang dikategorikan sangat tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa Flipped Learning sangat dianjurkan untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.Kata Kunci : Persepsi, Flipped Learning, ELT This study is aimed at (1) investigating the perception of secondary school English teachers’ perception towards the use of Flipped Learning in Buleleng regency, (2) observing the problems that the teachers encountered during implementing Flipped Learning, and (3) evaluating the solutions that the teachers do to solve the problems. This study was a mixed-method research design which used cross-sectional survey as the method. Purposive sampling was employed to four secondary English teachers who apply Flipped Learning. They came from three public secondary schools in Buleleng regency. This study used a questionnaire and an interview guide as instruments which had been tested for its validity and reliability. The data from the questionnaires were processed by using Arithmetic Statistics in Microsoft Office Excel to calculate the mean score in order to know the qualification level of each perception. The results of data analysis indicated that most of teachers corresponded to very positive perception on the use of Flipped Learning since the mean score was 81.25 which categorized to very high category. The results imply that Flipped Learning is highly recommended to be implemented in the English teaching and learning process.keyword : Perception, Flipped Learning, ELT.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING RECOUNT TEXT COMMITTED BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Made Pebri Artono; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tipe-tipe kesalahan tata bahasa dan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa-siswa tingkat 8 SMP Negeri 3 Banjar dalam melakukan kesalahan dalam tulisan teks recount. Penelitian ini menggunakan deskriptif qualitatif metode. Data diikumpulkan dengan meminta 30 siswa menulis teks recount yang berjumlah 5 sampai 10 kalimat. Tata cara analisa kesalahan untuk menganalis data menggunakan klasifikasi dari Dulay, Burt, dan Krashen, (1982). Selain itu, faktor yang mempengaruhi siswa dalam melakukan kesalahan-kesalahan diklasifikasikan kedalam faktor interlingual dan intralingual (Richard, 1974). Hasil pengolahan data menunjukan bahwa jenis kesalahan tata bahasa yang paling sering muncul yang dilakukan oleh siswa adalah kesalahan penghilangan kata (39,86%), yang diikuti oleh kesalahan penambahan kata (23,07%), kesalahan pembentukan kata (20,97%), dan jenis kesalahan yang paling sedikit muncul adalah kesalahan penyusunan kata (16,08%). Sumber kesalahan interlingual menempati faktor tertinggi yang mempengaruhi siswa dalam melakukan kesalahan-kesalahan. Kata Kunci : faktor interlingual, faktor intralingual, kesalahan tata Bahasa, teks recount, tulisan This study aimed at analyzing the types of grammatical errors and the factors affecting the eighth grade students of SMP Negeri 3 Banjar in committing errors. The researcher used a descriptive qualitative method. The data were collected by asking 30 students to write recount texts consisting of 5 to 10 sentences. Error analysis procedures used Dulay, Burt, and Krashen (1982) in analyzing the data in this study. Moreover, the factors affecting the students in committing errors are classified into interlingual factor and intralingual factor (Richard, 1974). The results of the data analysis showed that the most frequent types of grammatical errors committed by the students were omission errors (39.86%), followed by addition errors (23.07%), misformation errors (20.97%), and the least frequent types of errors were misordering errors (16.08%). Interlingual source of errors played the highest factor affecting the students in committing errors.keyword : grammatical errors, interlingual factor, intralingual factor, recount text, writing
THE EFFECT OF MOVIE CLIPS ON STUDENTS’ DESCRIPTIVE WRITING ACHIEVEMENT OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 MENGWI IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., DWI KESUMA SUSILA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengivestigasi apakah ada perbedaan atau tidak terhadap prestasi belajar menulis deskriptif teks para siswa di kelas tujuh dengan menggunakan Movie Clips. Desain yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah para siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Mengwi. One intact group cluster random sampling technique digunakan untuk mendapatkan sampel. Terdapat dua kelompok sampel dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimen yang diajarkan menggunakan Movie Clips dan kelompok Kontrol yang tidak diajarkan menggunakan Movie Clips. Data dikumpulkan melalui post-test yang dimana dilaksanakan setelah kedua kelompok mendapatkan perlakuan berbeda sebanyak sembilan pertemuan. Setelah itu, data dianalisis menggunakan descriptive statistical analysis dan inferential analysis. Hasil dari descriptive statistical analysis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh hasil yang lebih baik dalam menulis dimana nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 79,26 sedangkan nilai kelompok kontrol adalah 76,02. Selanjutnya, berdasarkan pengujian hypothesis dalam inferential analysis, didapatkan nilai t hitung = 2.032 (tobs) lebih tinggi daripada nilai t tabel dengan nilai t tabel yaitu 1.996 (tcv) dengan standard alpha level (α = .05). Hal tersebut berarti hypothesis awal ditolak demi alternative hypothesis. Oleh karena itu, bisa dipastikan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadapt prestas belajar para siswa di kelas tujuh dalam menulis deskriptif teks berbantuan Movie Clips di SMP Negeri 1 Mengwi di tahun ajaran 2017/2018. Kata Kunci : menulis deskriptif, movie clips, prestasi menulis This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the seventh grade students’ descriptive writing achievement by using Movie Clips. The Post-test Only Control Group Design was used as the research design. The population for this study was seventh grade students in SMP Negeri 1 Mengwi. One intact group cluster random sampling technique was used in selecting the sample for the study. There were two groups of sample for this study, namely experimental group which was taught by using Movie Clips and control group which was not taught by using Movie Clips. The data for this study were gathered through the post-test which conducted after those two groups were given different treatment for nine meetings. After that, the research data were analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The result of descriptive statistical analysis showed that the experimental group had better performance in writing where the experimental group’s mean score was 79.26 while the control group’s mean score was 76.02. Furthermore, based on the hypothesis testing in inferential statistical analysis, it was found that the t observed of 2.032 (tobs) was higher than the t critical value of 1.996 (tcv) at standard alpha level (α = .05). It means the null hypothesis was rejected in favor of the alternative hypothesis. Therefore, it could be confirmed that there was a significant effect on students’ descriptive writing achievement by using Movie Clips in seventh grade students at SMP Negeri 1 Mengwi in Academic Year 2017/2018.keyword : descriptive writing, movie clips, writing achievement
A COMPARATIVE STUDY ON THE STUDENTS' READING COMPETENCY ACROSS CLASSES AT SMP N 2 KEDIRI BASED ON THE CURRICULUM 2006 ., I Dewa Ayu Tri Utaminingsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12398

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menguji perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi membaca siswa antar kelas di SMP N 2 Kediri pada tahun akademik 2017/2018, dan (2) menyelidiki kelemahan membaca siswa yang bisa dilihat dari indikator membaca berdasarkan kurikulum tahun 2006 pada tahun ajaran 2017 / 2018. Desain dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi adalah siswa kelas delapan SMP N 2 Kediri. Cluster Random Sampling digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini. Empat kelas dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa di H Class tampil lebih baik daripada siswa kelas E, F, dan G. Hal itu dibuktikan dengan hasil statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata empat kelas antara lain: skor rata-rata kelas E adalah 46,19, nilai rata-rata kelas F adalah 46,33, nilai rata-rata kelas G adalah 52,40 dan skor rata-rata kelas H adalah 53,23. Hasil uji anova menunjukkan nilai fobs (4,076) lebih tinggi dari fcv (2,72). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kompetensi membaca siswa antar kelas di SMP N 2 Kediri pada tahun ajaran 2017/2018. Selain itu, peneliti menemukan bahwa sebagian besar siswa kelas delapan memiliki kelemahan membaca dalam mengetahui gagasan utama teks tertulis.Kata Kunci : kompetensi membaca, kelemahan membaca The study was aimed at (1) testing the significant differences of the students’ reading competency across classes at SMP N 2 Kediri in the academic year 2017/2018, and (2) investigating the student’s reading deficiency viewed from reading indicators based on curriculum 2006 in the academic year 2017/2018. The research design of this study was descriptive research. The population was the eight grade students of SMP N 2 Kediri. Cluster Random Sampling was used to select the sample of this study. Four classes were selected as the sample of the study. The result of the data analysis showed that the students in H Class performed better than the students in the E, F, and G Class. It was proven by the result of the descriptive statistics which showed the mean score of four classes such as: the mean score E class was 46.19, the mean score of F class was 46.33, the mean score of G class was 52.40 and the mean score of H class was 53.23. The result of Anova test showed the value of the fobs(4.076) was higher than fcv (2.72). It can be concluded that there were any significant differences of the students’ reading competency across classes at SMP N 2 Kediri in the academic year 2017/2018. Additionally, the researcher found that most of the eight grade students had reading deficiency in finding out the main idea of the written text. keyword : reading competency, reading deficiency
The Relationship between Parental Involvement and Students’ English Achievement at 8th grade students in SMP Negeri 1 Singaraja in Academic Year 2017 ., Gede Agus Artasthana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi signifikansi hubungan antara keterlibatan orang tua dan prestasi bahasa inggris dari siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Singaraja. Desain penelitian yang di gunakan adalah korelasi sederhana yang melibatkan 58 orang siswa dan orang tua mereka sebagai sample penelitian. Materi untuk kuesioner diadopsi dari jurnal artikel karya Shute et al. (2011) yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keterlibatan orang tua di rumah, sedangkan data mengenai prestasi bahasa Inggrisnya didapatkan dengan melihat nilai rapor siswa. Investigasi hubungan antara keterlibatan orang tua di rumah dan prestasi bahasa Inggris siswa dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara keterlibatan orang tua dan prestasi bahasa Inggris siswa, dengan nilai Pearson Correlation = 0.440 > 0.05.Kata Kunci : keterlibatan orang tua, prestasi, prestasi bahasa Inggris The purpose of this study is to investigate the significant relationship between parental involvement and students’ English achievement of 8th grade students in SMP Negeri 1 Singaraja. The design of this study is simple correlation involving 58 students and their parents as the sample. The material of the questionnaire was adopted from Shute et al.(2011) and was used to collect the data of the home – based parental involvement, while the data of the English achievement was collected from school principal. Pearson Product Moment Correlation was used to investigate the correlation between parental involvement and students’ English achievement. The result shows that parental involvement and students’ English achievement have a positive and significant correlation, with the Pearson Correlation value = 0.440 > 0.05. keyword : parental involvement, achievement, English achievement