cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): November" : 95 Documents clear
AN ANALYSIS OF LEARNING ACTIVITIES BASED ON CURRICULUM 2013 IN TEACHING ENGLISH IN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Luh Putu Rany Prihastuti; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan kegiatan-kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 di buku guru yang berjudul “When English Rings a Bell” dan kegiatan-kegiatan pembelajaran di rencana pelaksananaan pembelajaran dari para guru dan pengimplementasian kegiatan pembelajaran oleh para guru bahasa Inggris dalam pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisa dokumen, wawancara, dan pengamatan. Data dianalisis berdasarkan topik, prosedur-prosedur inti, prosedur-prosedur khusus, dan contoh ekspresi-ekspresi yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah para guru bahasa Inggris di kelas tujuh dan objek penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam buku guru, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan penerapan kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) kedua guru tidak mengikuti buku guru dalam merencanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran karena mereka mengakui bahwa kegiatan pembelajaran dalam buku guru tidak dapat memfasilitasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran, (2) kegiatan-kegiatan pembelajaran yang direncanakan tidak semua diimplementasikan di dalam kelas, khususnya kegiatan menanya karena alas an waktu dan situasi kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013, kegiatan-kegiatan pembelajaran, pendekatan scientific. The objectives of this study were describing the planning of learning activities based on the Curriculum 2013 in the teacher’s book entitled “When English Rings a Bell” and learning activities in the teachers’ lesson plans and the implementation of learning activities based on the Curriculum 2013 by the English teachers in teaching English. This study was descriptive qualitative. The data were collected through doing document study, interview, and observation. The data were analyzed based on topic, main procedures, specific procedures, and example of the expressions. The subject was the seventh grade English teachers and the objects of this study were learning activities contained in the Teacher’s Book, lesson plans, and its implementation in the classroom. The result of this study shows that (1) both teachers did not follow the teacher’s book in planning the learning activities because they admitted that the learning activities in the teacher’s book could not facilitate the students’ need, (2) the learning activities planned were not fully implemented in the classroom, especially in questioning due to reasons; time and classroom situation.keyword : Curriculum 2013, learning activities, scientific approach.
AN ANALYSIS OF LEARNING ASSESSMENT BASED ON THE CURRICULUM 2013 BY THE SEVENTH GRADE TEACHER IN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gusti Agung Ayu Agustini; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9250

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah(1) unutuk menganalisis perencanaan penilaian pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam buku guru yang berjdul "When English Rings a bell" dan rencana pelaksanaan penilaian yang di rencanakan oleh para guru, dan (2) penerapan kegiatan penilaian berdasarkan Kurikulum 2013 pada guru pada pembelajaran bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. data dikumpulkan dari data analisis isi, wawancara, dan hasil pengamatan. data di analisi berdasarkan kompetensi inti, alat penilaian, model penilaian dan tehnik penilaian. Subjek dari penelitian ini adalah para guru dan objeknya dalah buku guru, rencana pelkasanaan pembelajaran, dan penerapan didalam kelas. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kedua guru tidak mengikuti buku guru dalam membuat kegiatan penilaian, dan (2) kedua guru di rencanakan pelaksanaan penelitian tidak semua dilaksanakan di dalam kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013, penilaian pemebelajaran, penilaian autentik ABSTRACT The aims of this study were (1) to analyze the planning of learning assessment based on Curriculum 2013 in the teacher’s book entitle “When English Ring a Bell” and the teacher’s lesson plans of seventh grade students and (2) the implementation of the learning assessment based on Curriculum 2013 in the teacher’s lesson plans. The design of this study was qualitative. The data were collected by document study, interview, and observation. The analysis was based on the core competency, instruments, technique of assessment and model of assessment. The subject was an English teachers and the objects of this study were teacher’s book, lesson plans and the implementation in the classroom. The results of this study were (1) both of the teacher’s mostly did not follow the assessment in the teacher’s book in planning learning assessment in the classroom. (2) The learning assessment in the lesson plans were not fully implemented in the classroom especially in the religious and social competencies.keyword : Curriculum 2013, learning assessment, Authentic Assessment
THE JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE AT DAWAN DISTRICT, KLUNGKUNG REGENCY ., I Komang Adi Wiguna; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9261

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru - guru bahasa inggris didalam merencanakan, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru – guru bahasa inggris di SMP N 1 Dawan dan SMP N 3 Dawan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lima instrumen, yaitu perekam, rubrik penilaian, penilai, kuesioner,dan pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rubrik penilaian diisi oleh penilai. Data disajikan secara deskriptif. Hasil data analisis menunjukan bahwa kompetensi dua guru bahasa inggris didalam merencanakan pembelajaran dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Dua guru perlu belajar bagaimana cara mendesain penilaian pembelajaran yang dimana dalam teknik, prosedur, instrumen, masih belum jelas. Akan tetapi, di dalam melakasanakan pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik, satu guru dikategorikan baik dan dua guru dikategorikan sedang. Dua guru masih memiliki masalah, mereka merasa sulit untuk memilih pendekatan/ strategi yang sesuai dan memiliki sedikit pengetahuan tentang pemanfaatan sumber dan media pembelajaran. Mereka perlu melakukan refleksi disetiap akhir pembelajaran untuk mengetahui kesalahan mereka dan mereka akan memperbaiki dipertemuan selanjutnya. Sedangkan, di dalam mengevaluasi hasil pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Kata Kunci : Mengevaluasi hasil pembelajaran, Merencanakan pembelajaran, melakasanakan pembelajaran, Kompetensi pedagogik. This evaluative study aimed to analyze English teachers’ pedagogical competence in terms of planning, implementing the lesson and evaluating the learning outcomes. The subjects of this study were English teachers at SMP N 1 Dawan and SMP N 3 Dawan. The data were collected by using five instruments, namely recorder, evaluation rubric, evaluator, questionnaires and interview guide. The data gathered were analyzed by using evaluation rubric that was filled by the evaluator. The data were presented descriptively. The results of data analysis showed that the competence in planning the lesson, two teachers are categorized as very good, and three teachers are categorized as good. Two teachers need to learn how to design learning evaluation in since the technique, procedure and instrument are not clear. However, in terms of implementing the lesson, two teachers are categorized as very good, one teacher is categorized as good and two other teachers are categorized as average. Two teachers still have problems, they feel difficult to choose appropriate approach /learning strategies and have little knowledge about utilization of resource / instructional media. They need to conduct reflection in every end of the lesson to know their mistakes and they will improve it for next meeting. Meanwhile, in term of evaluating the learning outcomes, two teachers are categorized as very good and three teachers are categorized as good. keyword : Evaluating the learning outcomes, Implementing the lesson, Planning the lesson, Pedagogical Competence.
THE ANALYSIS OF TEACHERS' CODE SWITCHINGS BASED ON THE PERCEPTIONS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SAWAN ., I Gede Juliadnyana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi tipe dari rubahan bahasa dan untuk menyelidiki persepsi siswa terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas delapan dan guru bahasa Inggris di kelas delapan. Instrumen yang digunakan dalam peneliian ini meliputi lembar observasi, kuisioner, pedoman wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga tipe rubahan bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Data menunjukan bahwa 31.7% intra sentential code switching, 54.8% inter sentential code switching, dan 13.4% inter personal code switching. Hasil dari kuisioner menunjukan respon rata – rata siswa adalah 70.74%, itu berarti siswa dikategorikan memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Wawancara menunjukan bahwa siswa memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Ada dua alasan berkenaan dengan jawaban positive siswa seperti: rubahan bahasa membuat siswa “mengerti” materi pelajaran lebih mudah, dan rubahan bahasa menurunkan “stres” siswa dalam belajar.Kata Kunci : Rubahan Bahasa, Tipe Rubahan Bahasa, Fungsi dari Rubahan Bahasa, Persepsi This research aimed to identify the types of code switching and the students’ perception about code switching used by the English teachers in the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. This research was conducted in descriptive qualitative design. The subjects of this research were the eighth grade students and the eighth grade English teachers. The instruments used in this study were observation sheet, questionnaire, and interview guide. The results of this research showed that there were three types of code switching used by the English teachers. The data showed there were (31.7%) of intra sentential code switching, (54.8%) of inter sentential code switching and (13.4%) of inter personal code switching.The results of the questionnaire showed that the average responses of the students were (70.74%), it means that students were categorized to have positive perception about the use of code switching by the English teachers. The interview shows that the students had positive response about the use of code switching by the English teachers. There were two reasons concerning the students’ positive answer, that is, code switchings that make the students understand the material more easily, and code switchings that reduce the students’ stress in learning.keyword : Code switching, type of code switching, function of code switching, perception
THE IDENTIFICATION OF MISBEHAVIORS OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA BHAKTIYASA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Meindy Ferawati Effendy; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kenakalan yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) menemukan kenakalan yang paling sering terjadi yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. (3) menemukan dan mendeskripsikan penyebab kenapa kenakalan tejadi di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah buku tulis, panduan wawancara dan perekam. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat empat jenis kenakalan yang ditemukan di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis kenakalan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah korupsi (berlaku curang 3,12%), tidak mematuhi aturan (ribut didalam kelas 12,5%, tidak mau berbicara bahasa inggris selama pembelajaran 3.12%), tidak sopan didalam kelas (menggunakan bahasa yang tidak sopan 6,25%, menggunakan nada tinggi ketika berbicara 6,25%, berjalan-jalan di kelas 6.25%), membuang waktu (menggunakan hp saat pembelajaran 12,5%, bolos pelajaran 12,5, melamun 3,12%, tidur saat pembelajaran 6,25%, menggambar 3,12%, merokok di area sekolah 12,5%, pergi ke kantin saat pembelajaran 12,5%). (2) Ribut didalam kelas, menggunakan hp saat pembelajaran, bolos pelajaran, merokok di area sekolah, dan pergi ke kantin saat pembelajaran menjadi kenakalan yang paling sering muncul dalam penelitian ini. (3) penyebab-penyebab dari kenakalan siswa tersebut berasal dari keluarga, bosan, dan faktor-faktor dari luar.Kata Kunci : kenakalan siswa, tipe kenakalan siswa, penyebab kenakalan siswa This research aimed at (1) investigating the types of student misbehavior conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) describing the most common misbehaviors conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja and (3) describing the causes why misbehaviors at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja occur. This research used descriptive qualitative study. The instruments of collecting data were Note book, interview guide and a recorder. The data obtained were analyzed qualitatively by using Miles and Huberman theory. The result of this study showed that: (1) there are four types of student misbehavior found at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja. The types of misbehavior found in this study were corruption (cheating 3.12 %), disobeying authority (avoiding to be quiet in the classroom 12.5 %, avoiding to practice speaking English during lesson 3.12 %), disrespect in the classroom (using impolite language 6.25 %, using harsh tone when speaking 6.25 %, wandering around the classroom 6.25 %), wasting time (using cell phone during lesson 12.5 %, skipping the lesson 12.5 %, daydreaming 3.12 %, sleeping during lesson 6.25 %, drawing/doing graffiti on their book 3.12 %, smoking in school area 12.5 %, going to canteen 12.5 %). (2) Avoiding to be quiet in classroom, using cell phone and skipping the lesson became the most frequent misbehaviors happened inside of the classroom and smoking in school area and going to canteen became the most frequent misbehavior happened outside of the classroom in this study. (3) The causes of their misbehavior were family, boredom and external factors.keyword : student misbehavior, types of misbehavior, causes of misbehavior
LOCAL WISDOM IN PICTURES CONTAINED IN ENGLISH TEXTBOOKS: AN ANALYSIS OF ILLUSTRATION IN ENGLISH TEXTBOOK FOR THE 7TH GRADE IN JUNIOR HIGH SCHOOL ., Ni Luh Wayan Verayanti; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9345

Abstract

Penelitian ini adalah analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Studi ini meneliti dan menjelaskan kearifan lokal diwakili dalam gambar yang terdapat dalam buku pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kearifan lokal diwakili dalam gambar di buku teks bahasa Inggris dari kelas 7 SMP. Subjek penelitian ini adalah buku teks bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP; Berjudul "Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP / Mts Kelas VII)". Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen penelitian, seperti peneliti, catatan penelitian dan dokumen. Gambar-gambar diselidiki kemudian dikategorikan menjadi tiga tema yaitu nilai keluarga, interaksi guru-siswa, dan interaksi siswa-siswa. Representasi dari kearifan lokal yang terkandung dalam buku ini dapat dianalisis dalam penelitian ini melalui teori semiotik, kerangka tata bahasa visual dan empat dimensi budaya. Penelitian ini menemukan bahwa rasa semantik budaya mendominasi kejadian khas budaya lokal diwakili dalam gambar. Dianjurkan untuk guru menggunakan buku teks bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP berjudul Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP / Mts Kelas VII) karena representasi kearifan lokal di di perlihatkan dalam buku ini. Kata Kunci : buku teks, kerangka tata bahasa visual, kearifan lokal This research was in form of descriptive analysis which is qualitative in nature. The study investigates and describes the occurrences in the form of local wisdom is represented in pictures contained in English textbooks for the 7th grade in junior high school. This research aimed at to analyzing how local wisdom was represented in the picture in English textbook of the 7th grade in junior high school. Subject of this study was an English textbook for the 7th grade in Junior High School; Entitled “Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP/Mts kelas VII)”. The data were collected through several research instruments, such as researcher, research note and document. The pictures investigated were then categorized into three themes that is family value, teacher-student interaction, and student-student interaction. The representation of local wisdoms contained in this textbook could be analyzed in this research through semiotic theory, visual grammar framework and the four dimensions of culture. This research found that the semantic sense of culture is dominating the distinctive occurrences of local culture represented in the pictures. It is recommended to the teacher use English textbook for 7th grade in Junior High School entitled Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP/Mts kelas VII) because the representation of local wisdoms is showed in this book.keyword : text book, visual grammar framework, local wisdom .
An Analysis of the Reinforcement Used by the Teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja in the Academic year 2015/2016 ., Luh Putu Nia Arnida Putri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja. Focus dari penelitian ini berkaitan dengan jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja selama proses pembelajaran dan respon siswa setelah diberikannya penguatan oleh guru. Dalam hal ini penulis menganalisis penguatan yang diberikan guru di dalam kelas dengan cara observasi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja menggunakan penguatan positif dan penguatan negatif baik penguatan verbal maupun penguatan nonverbal. Respon siswa setelah diberikannya penguatan antara lain siswa semakin berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan keantusiasan siswa. Pemberian penguatan negatif juga membuat siswa tau tentang apa yang mereka bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Kata Kunci : Penguatan, penguatan positif, penguatan negatif This research aimed at analyzing the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja. The focus of this research is related with the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja during teaching and learning process and the students’ responses after being reinforced by the teacher. This research used descriptive qualitative study. The writer analyzed the reinforcement used by the teacher in the classroom through the observation. The result of the analysis showed that the teacher at Little Sunshine Learning Center Singaraja used positive reinforcement and negative reinforcement both verbal and nonverbal. The students’ responses after being reinforced were they participated more actively in the classroom and also increased the students’ enthusiasm. Negative reinforcements also make the students know what they could do and they could not do. So, it could control their misbehavior too.keyword : Reinforcement, positive reinforcement, negative reinforcement
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS PRODUCED BY ENGLISH TEACHERS IN CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESSES AT SMA NEGERI 2 MENGWI IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9441

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian qualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) jenis - jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru-guru bahasa inggris (2) bagaimana tindak tutur yang diucapkan dapat disadari dari ucapan – ucapan guru dan (3) fungsi pedagogis dari tindak tutur yang diucapkan oleh guru bahasa inggris dalam proses belajar mengajar dalam ruang kelas di SMA Negeri 2 Mengwi pada tahun ajaran 2016/2017. Subyek dari penelitian ini adalah dua guru bahasa inggris. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil observasi dan interview dan dianalisa menggunakan Miles and Huberman (1994) interaktif data analisis. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa guru menggunakan tindak tutur berupa directives, representatives, commisives dan expressives dalam proses belajar mengajar. Tindak tutur kata yang paling sering digunakan adalah directives (55.22%), sementara tutur kata yang jarang digunakan adalah commissives (0.65%). Ada 28 inti ilokusi yang dipergunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Ditemukan juga bahwa guru lebih sering menggunakan tindak tutur kata langsung daripada yang tidak langsung dalam bentuk kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan esklamasi. Fungsi pedagogis dari tindak tutur yang diucapkan guru memiliki tiga fungsi yaitu, lingustik, manajerial dan instruksional.Kata Kunci : Fungsi pedagogis, tindak tutur, proses belajar dan mengajar This research was a qualitative study which aimed to describe and explain (1) the types of speech acts produced by English teachers (2) how teachers’ speech acts were realized in utterances and (3) the pedagogical functions of teachers’ speech acts produced by English teachers in teaching and learning processes in the classroom at SMA Negeri 2 Mengwi in academic year 2016/2017. The subjects of this study were two English teachers. The data of this study were collected through observation and interview and analyzed by following Miles and Huberman’s (1994) interactive cyclical model. This study found that the teachers produced directives, representatives, commissives, and expressives speech acts in the classroom teaching and learning processes. The most frequently used speech act was directives (55.22%), while the least frequent speech act was commissives (0.65%). There were 28 kinds of illocutionary forces performed by the teachers in teaching and learning processes. Furthermore, the teachers were found to use more direct speech act than the indirect ones in the form of declarative, interrogative, imperative and exclamation. The pedagogical functions of the teachers’ speech acts were broken into three functions, namely linguistics function, managerial function and instructional function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
AN ANALYSIS OF CODES USED BY THE BALINESE FAMILIES OF NUSASARI VILLAGE, MELAYA, JEMBRANA ., I Gede Andre Agasi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kode yang digunakan dan bagaimana kode yang digunakan oleh keluarga Bali di desa Nusasari. Data dikumpulkan dalam tiga domain dari penggunaan bahasa. Domain penggunaan bahasa dalam penelitian ini adalah keluarga, lingkungan, dan persahabatan. Peneliti mewawancarai 2 keluarga untuk mendapatkan data tentang kode yang digunakan di desa. Para peserta ditanya tentang apa bahasa berbicara mereka didasarkan pada tiga domain dari penggunaan bahasa. Observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Data yang dikumpulkan adalah trancribed dan dianalisis. Data dikumpulkan melalui wawancara dan alat perekam dan beberapa instrumen juga disiapkan, seperti catatan lapangan dan kamera. Dalam tiga domain yang dianalisis, mereka menggunakan kode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kode yang digunakan di desa. Kedua kode yang bahasa Bali dan Bahasa Indonesia. Keunikan Bahasa Bali di Nusa Penida dialek terjadi di beberapa kata dalam pengucapan seperti; [Məhʌnʌʔ], [pəsɛlɛh], [oŋkʌbʌn], [ʌnonə], [bʌbuʌnʌn], [gələŋʌn], [wʌrʌsʌn], [jʌpə], [jʊlon], [bʌŋkag], [ŋrəbes], [Kʌuʔ], dan [ əndok] . Alih kode dan campur kode juga digunakan oleh penduduk desa dalam percakapan sehari-hari.Kata Kunci : campur kode, alih kode, penggunaan kode, domain penggunaan kode This qualitative study aimed to analyze codes used and how the codes were used by the Balinese families in Nusasari village. The data were collected in three domains of language use. The domains of language use in this research were family, neighborhood, and frienship. The researcher interviewed 2 families to get the data about codes used in the village. The participants were asked about what language they speak based on the three domains of language use. Observation, interview, and documentation were done by the researcher to get the data needed. The data gathered were trancribed and analyzed. The data were collected by interview and recorder tool and some instruments also prepared, such as field note and camera. In the three domains that were analyzed, they were used the same codes. The results showed that there two codes used in the village. Those two codes were Balinese language and Bahasa Indonesia. The uniqueness of Balinese language in Nusa Penida dialect occurred in several words in term of utterance such; [məhʌnʌʔ], [pəsɛlɛh], [oŋkʌbʌn], [ʌnonə], [bʌbuʌnʌn], [gələŋʌn], [wʌrʌsʌn], [jʌpə], [jʊlon], [bʌŋkag], [ŋrəbes], [Kʌuʔ], and [əndok].Code switching and code mixing are also used by the villagers in their daily conversation. keyword : code mixing, code switching, code used, domains of language use
AN ANALYSIS ON CODE SWITCHING USED AS A TEACHING STRATEGY BY TWO TEACHERS IN EFL TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Pt Maysadevi Kusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis alih kode, fungsi alih kode, dan alasan menggunakan alih kode dengan guru bahasa Inggris kelas XI di SMK Negeri 2 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Ini adalah studi kualitatif yang menggunakan Modifikasi Analytik Induksi sebagai desain. Data tersebut diperoleh melalui observasi kelas. Peneliti juga melakukan wawancara kepada setiap Guru Bahasa Inggris untuk melengkapi data. Akumulasi data menunjukkan bahwa jenis yang paling dominan dari alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris kelas XI adalah alih kode intra-sentensial (41,5%), dan kemudian diikuti dengan alih kode inter-sentensial (36,0%), dan yang terakhir adalah alih kode inter-personal (22,5%). Fungsi alih kode adalah untuk meminta informasi lebih lanjut, menekankan informasi tertentu, meminta klarifikasi, memberikan instruksi, memberikan penjelasan yang jelas, membenarkan pemahaman siswa, mengatur gilirannya berbicara, membenarkan jawaban siswa, memberikan kesempatan, membuat klarifikasi, memberikan saran, mengelola kelas, membantu guru untuk membuat lelucon, memberikan pertanyaan, dan meminta pendapat. Alasan menggunakan alih kode adalah sebagai bahasa pengantar dan sebagai strategi pembelajaran EFL dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan pemahaman, untuk membantu guru menarik perhatian siswa, dan membangun suasana yang nyaman di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru untuk menggunakan alih kode sebagai strategi pembelajaran EFL dalam proses belajar mengajar untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari siswa.Kata Kunci : alih kode, strategi pembelajaran, EFL dalam proses belajar mengajar This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by the English teachers of grade XI at SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016. It was a qualitative study which used Modified Analytic Induction as the design. The data was obtained through classroom observation. The researcher also did an interview to each English Teacher in order to complete the data. The data accumulation showed that the most dominant type of code switching used by the English Teacher of grade XI is intra-sentential code switching (41,5%), and then followed by inter-sentential code switching (36,0%), and the last is inter-personal code switching (22,5%). The function of code switching were for asking further information, emphasizing certain information, asking for clarification, giving instruction, giving clear explanation, confirming students’ understanding, regulating turn talking, confirming students’ answer, giving chance, making clarification, giving brainstorming, managing classroom, helping the teacher to make jokes, delivering question, and asking opinion. The reasons of using code switching were as an introductory language and as a teaching strategy in EFL Teaching and learning process to increase students’ understanding, to help the teacher attracting students’ attention, and establishing a comfort atmosphere in the classroom. Based on the result of this study, it is suggested for the teacher to use code switching as a teaching strategy in EFL Teaching and learning process to reach a better understanding of the students.keyword : code switching, teaching strategy, EFL teaching and learning process.

Page 7 of 10 | Total Record : 95