cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
THE EFFECT OF DIARY WRITING METHOD ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY IN RECOUNT TEXT ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 MANGGIS IN THE ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ni Wayan Erarani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan dari penerapan metode menulis diari terhadap kompetensi menulis teks recount siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Manggis tahun ajaran 2017/2018.. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest-only control group design. Sample penelitian ini adalah 36 orang siswa kelas VIII G yang digunakan sebagai kelompok kontrol dan 36 orang siswa kelas VIII F yang digunakan sebagai kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 76.05, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 68.13. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (4.895 > 1.994). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari metode menulis diari terhadap kompetensi menulis teks recount siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Manggis tahun ajaran 2017/2018. Kata Kunci : metode menulis diari, kompetensi menulis This research was aimed to investigate whether there was a significant effect of diary writing method on students’ writing competency in recount text on the eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were class VIII F and VIII G, where class VIII F consisted of 36 students as the experimental group and VIII G consisted of 36 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study was writing test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of the experimental group was 76.05, while the mean score of the control group was 68.13. The result of the hypothesis testing showed that the value of t – observed (tobs ) was higher than the value of t – critical value (tcv) (4.895 > 1.994). Based on the result, it can be concluded that there was a significant effect of diary writing method on students’ writing competency in recount text on the eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis in the academic year 2017/2018. keyword : diary writing method, writing competency
THE LINGUISTIC UNITING FEATURES OF TIGAWASA AND DENCARIK DIALECTS VIEWED FROM PHONOLOGICAL AND LEXICAL VARIATIONS ., Putu Mas Juliatmadi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12278

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti penyatu fonologis dan leksikal pada dialek Tigawasa dan Dencarik. Informan dalam penelitian ini adalah penutur asli dari dialek Tigawasa dan Dencarik. Penelitian ini menggunakan desain linguistik lapangan. Data dari penelitian ini diperoleh berdasarkan daftar kata dari Swadesh dan Nothofer menggunakan tehnik pengamatan, wawancara, rekaman, dan pencatatan. Data yang diperoleh ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dialek Tigawasa dan Dencarik memiliki kesamaan dalam segi fonologis dan leksikal. Terdapat 25 fonem yang sama dalam segi fonologisnya. Fonem-fonem tersebut meliputi 6 huruf vokal (vowel): /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /ɔ/ dan /∂/; dan 19 konsonan: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/. Sebagai tambahan, pembeda antara dialek Tigawasa dan Dencarik terletak pada distribusi dari fonem /ʌ/ dan fonem /∂/-nya. Lebih lanjut, berdasarkan daftar kata dari Swadesh dan Nothofer yang memuat 668 kosa kata (lexicon), terdapat 365 kosa kata yang serupa dalam segi leksikalnya. Kosa kata tersebut bisa diklasifikasikan sebagai berikut: 291 kosa kata yang persis sama dan 74 kosa kata yang serupa. Dengan kata lain, lebih dari 50% dari keseluruhan jumlah kosa kata yang didapat dari dialek Tigawasa dan Dencarik dinilai sama ataupun serupa. Sebagai tambahan, alasan kenapa dialek Tigawasa dan Dencarik mempunyai kesamaan dalam penggunaan Bahasa Bali adalah karena dialek Tigawasa dan Dencarik termasuk dalam bahasa yang mempunyai hubungan kekerabatan sehubungan dengan kedekatan keduanya secara geografis. Kata Kunci : dialek, variasi fonologi, variasi leksikal Abstract This study aimed to find out the phonological and lexical evidences that unite Tigawasa and Dencarik dialects. The informants of this study were the speakers of Tigawasa and Dencarik dialects. This research employed field linguistic design. The data of the study were collected based on Swadesh and Nothofer word lists using observation, interview, recording, and note-taking techniques. The obtained data were transcribed and analyzed descriptively. The results of the study show that Tigawasa and Dencarik dialects actually have similarities in terms of phonological and lexical features. There are 25 phonemes that are similar in Tigawasa and Dencarik dialects in terms of phonological features. Those phonemes include 6 vowels: /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /ɔ/ and /∂/ ; and 19 consonants: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/. In addition, the differences between Tigawasa and Dencarik dialects is the distribution of phonemes /ʌ/ and /∂/ in Tigawasa and Dencarik dialects. Furthermore, from the Swadesh and Nothofer word lists which contain 668 lexicons, 365 lexicons are found similar in Tigawasa and Dencarik dialects in terms of lexical features. Those lexicons can be classified into: 291 exactly the same forms and 74 similar forms of lexicons. In the other words, more than 50% of the total number of lexicons that were found the same or similar in Tigawasa and Dencarik dialects. In addition, the reason why Tigawasa and Dencarik dialects have similarities in using Balinese is because Tigawasa and Dencarik dialects belong to a language family since they are geographically close. keyword : dialect, phonological variation, lexical variation.
AN ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING RECOUNT TEXT OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt; dan (2) menemukan sumber kesalahan yang dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah analisis dokumen. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan sampel tulisan siswa. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Terdapat 30 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 170 kesalahan yang dilakukan oleh subjek yakni kesalahan pengurangan (omission) 131 (77,01%), kesalahan penempatan (misordering) 14 (8,23%), kesalahan bentuk (misformation) 13 (7.64%), dan kesalahan penambahan (addition) 12 (7,12%). Kelalaian pengurangan (omission) menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa. Namun, ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (90,96%), transfer interlingual (7,22%), dan konteks pembelajaran (1,8%).Kata Kunci : analisis kesalahan, kesalahan tata bahasa, teks recount The study aimed at (1) finding the errors commonly made in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt; and (2) finding the sources of the errors committed in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt. This study was designed as descriptive qualitative study. The methods used to collect data was document analysis. The instruments used were the researcher and the sample of writing. The data in this study were analyzed descriptively. There were 30 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). The result of this study shows that, there are 170 errors committed by the subject including 131 (77.01%) omission errors, 14 (8.23%) misordering errors, 13 (7.64%) misformation errors, and 12 (7.12%) addition errors. Omission error becomes the most frequent errors committed by the students. However, there were three types of errors sources found in this study, those are intralingual transfer (90.96%), interlingual transfer (7.22%), and context of learning (1.8%). keyword : error analysis, grammatical error, recount text
THE IMPACT OF EXPLICIT TEACHING OF SELF-QUESTIONING STRATEGY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS' READING COMPREHENSION OF BIOGRAPHICAL TEXT ., Ni Kadek Novi Susian Dewi; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12389

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh explicit teaching of self-questioning strategy terhadap kemampuan membaca siswa kelas sebelas dalam membaca teks biografi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMAN 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017. Sample penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas 11 di SMAN 3 Singaraja. Siswa menerima pengajaran dengan explicit teaching of self-questioning strategy yang mendorong pengaplikasian strategi self-questioning dalam proses membaca. Tes pilihan ganda diberikan di akhir perlakuan untuk pengumpulan data penelitian. Data yang didapat dari hasil post-test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian explicit teaching of self-questioning strategy berdampak terhadap kemampuan membaca siswa secara keseluruhan dan berdampak paling besar terhadap kemampuan siswa dalam membuat prediksi berdasarkan informasi dalam bacaan dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari informasi dalam bacaan. Oleh sebab itu, explicit teaching of self-questioning strategy adalah salah satu pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan pengimplementasiannya disarankan bagi guru untuk meningkatkan kempuan membaca siswanya.Kata Kunci : kemampuan membaca, explicit teaching, self-questioning This descriptive qualitative study aimed at finding out the impact of explicit teaching of self-questioning strategy on eleventh grade students’ reading comprehension of biographical text. The population of the study was eleventh grade students of SMAN 3 Singaraja in Academic Year 2017/2018. The sample consisted of 30 students of an intact class which were randomly assigned as the sample of the study. In this study, the students received an explicit teaching of self-questioning strategy which encourages them to use the reading strategy in their reading class. Multiple choice tests were administered at the end of the treatment to collect the research data. The data obtained through post-test were analyzed quantitatively by using descriptive analysis. The findings showed that the implementation of explicit teaching of self-questioning strategy had an impact on students' reading comprehension of biographical text in which it gives impact on students’ overall comprehension especially on students’ ability in making prediction based on information provided in the text and drawing conclusion. Consequently, explicit teaching of self-questioning can be implemented for improving students’ reading comprehension and its implementation is suggested to teacher for improving their students’ reading comprehension. keyword : reading comprehension, explicit teaching, self-questioning
AN ANALYSIS OF TEACHERS STRATEGIES IN TEACHING SPEAKING AT THE TENTH GRADE OF VOCATIONAL SCHOOLS IN DENPASAR ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengajar berbicara di kelas 10 sekolah menengah kejuruan di Denpasar. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana guru merencanakan strategi mengajar berbicara dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, bagaimana guru menerapkan strategi-strategi tersebut di dalam kelas, dan apa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi-strategi tersebut. Tempat penelitian ini dilaksanakan yaitu di tiga sekolah kejuruan di Denpasar pada jurusan pariwisata, yaitu: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas 10 dari tiga sekolah kejuruan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori strategi mengajar berbicara dari Harmer, Kelen, dan Bow. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, daftar pengamatan, dan panduan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) strategi yang digunakan oleh guru dari tiga sekolah kejuruan berbeda adalah role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) juga ditemukan bahwa kebanyakan dari ketiga guru tersebut menerapkan strategi yang sama untuk mengajarkan keterampilan berbicara, yaitu role-play dan discussion, (3) Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi. Masalahnya adalah pengelolaan waktu, perilaku siswa, kurangnya motivasi belajar dari siswa, dan strategi yang monoton yang digunakan oleh guru. Kata Kunci : strategi guru, penggajaran beribacara, sekolah menengah kejuruan Abstract This research aimed at investigating the teachers’ strategies in teaching speaking at the tenth grade of vocational schools in Denpasar. It is concerned with how the teachers plan the strategies on lesson plan, how the teachers implement the strategies in the classroom, and what the problems encountered by teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three vocational schools in Denpasar under the tourism department, namely: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, and SMK Negeri 5 Denpasar. This research was a descriptive qualitative which involves three English teachers who taught tenth grade students from three different vocational schools. This research used the theory of speaking strategies from Harmer, Kelen, and Bow. The data were collected through document study, observational checklist, and interview guide. The result revealed that: (1) the strategies used by the teachers from three different vocational schools were role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) it was also found that mostly the three teachers implemented the same strategies to teach speaking, that were role-play and discussion, (3) there were some problems encountered by teachers in implementing the strategies. They were time management, students’ behavior, lack of motivation from the students, and the monotonous strategy used by the teacher. keyword : teachers’ strategies, teaching speaking, vocational schools
Developing Local Culture Based Bilingual Storybooks as Supplementry Reading Material To Support Literacy Program In English Language Class. For 4 th Grade of Elementary Students ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12391

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal berdasarkan analisis kebutuhan dan mengembangkan buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal sebagai materi membaca tambahan untuk mendukung program literaci di kelas bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas 4. Prosedur di penelitian ini mengikuti penelitian dan pengembangan yang di usulkan oleh Borg dan Call(2003). Analisis kebutuhan di peroleh dari interview guru, diskusi kelompok kecil, silabus analisis dan belajar literatur. Subjek dari penelitian ini adalah 21 siswa kelas 4 Sd N 2 Bungkulan. Elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita adalah budaya lokal, dua bahasa, gambar berwarna, tema. Berdasarkan analisis kebutuhan, ada 4 buku cerita yang di kembangkan. Hasil dari penilaian ahli dan guru terhadap disain dan isi buku cerita adalah baik. Hasil dari respon siswa adalah sangat baik, oleh karena itu buku cerita di sebarkan ke SDN 2 Bungkulan dan pantas di gunakan sebagai materi tambahan membaca untuk mendukung program literasi di kelas bahasa Inggris.Kata Kunci : Dwi bahasa, sekolah dasar, budaya lokal, literasi The aims of this study were finding the necessary elements of local culture based bilingual storybooks based on the need analysis on the current study and developing local culture based bilingual storybooks as supplementary reading material to support literacy program in English language class for 4th grade of elementary student. The procedure in this study followed research and development that was proposed by Borg and Call (2003). Need analysis was obtained from interview to the teacher, focus group discussion, syllabus analysis and literature study. The subjects of this study were 21 fourth grade students of SDN 2 Bungkulan. There were 4 storybooks that were developed based on the need analysis. The result of experts and the teacher's judgement to the storybooks design and content was good. The result of student's responds was very good, therefore the storybooks were disseminated to SDN 2 Bungkulan and proper to be used as supplementary reading material to support literacy program in English language class.keyword : Bilingual, elementary, local culture, literacy
THE EFFECT OF TIME TOKEN STRATEGY IN LEARNING ENGLISH ON THE SPEAKING COMPETENCE OF THE ELEVENTH GRADE EFL STUDENTS IN SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ni Wayan Widiarini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam kompetensi berbicara antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi time token dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan desain penelitian posttest-only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Banjar yang terdiri dari 239 siswa. Sampel dari penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3, dimana kelas XI IPS 2 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah speaking posttest. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 71.50, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 67.86. Hasil uji hipothesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (2.581 > 2.018). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi time token dan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Kata Kunci : Kompetensi Berbicara and Strategi Time Token. ABSTRACT This study aimed to investigate whether there was a significant difference of time token strategy on the speaking competence of the EFL senior high school students. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were Class XI IPS 2 and Class XI IPS 3, where Class XI IPS 2 that consisted of 28 students is as the experimental group and Class XI IPS 3 that consisted of 28 students is as the control group. The instrument used for collecting the data in this study was speaking test in the form of performance test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of experimental group was 71.50, while the mean score of control group was 67.86. Then, the result of hypothesis testing showed that tobserved was higher than tcritical value (2.581 > 2.004). It can be concluded that there is a significant difference of time token strategy in the learning English on the EFL students’ speaking competence. keyword : speaking, teaching speaking, time token strategy
AN ANALYSIS OF STUDENT’S WRITING DEFICIENCIES ACROSS TEXT TYPES AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR ., Pande Nyoman Purwaningsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kelemahan yang dibuat oleh siswa-siswi kelas sebelas pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition dan (2) untuk mencari tahu kendala-kendala kelemahan siswa pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Subjek penelitian ini adalah 34 siswa siswi kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 2 Banjar. Model penelitian yang digunakan adalah descriptive qualitative. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan memberikan siswa tugas untuk menulis teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Sedangkan kendala-kendala yang dialami siswa diperoleh melalui kuesioner. Kelemahan yang dianalisis meliputi tujuh indikator dalam menulis, yakni judul, kalimat utama, pengembangan kalimat, hubungan antar kalimat, gaya penulisan, tata bahasa dan tanda baca. Sedangkan kendala-kendala kelemahan siswa dalam menulis dibedakan menjadi tiga berdasarkan theory Zinsser (2013), kelemahan tersebut meliputi, pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kesalahan-kesalahan siswa muncul pada tiga teks yang berbeda. Hasil kuesioner menunjukkan kendala-kendala siswa dalam menulis yakni pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan.Kata Kunci : kelemahan-kelemahan dalam menulis, kendala-kendala kelamahan dalam menulis, menulis This study aimed at (1) describing students writing deficiency at the eleventh grade students in report text, narrative text, and analytical exposition text and (2) discovering the constraints of writing deficiency in report text, narrative text, and analytical exposition text. The research design was descriptive qualitatively. The subjects were 34 students of XI IPA1 class in SMA Negeri 2 Banjar. The data was collected through writing task in form of report text, narrative text, and analytical exposition text. Meanwhile the constraints of writing deficiency were collected through questionnaire. The writing deficiency analyzed including title, topic sentence, developing sentence, coherence, diction, grammar, and mechanics. The constraints of writing deficiency were differentiated based on Zinsser theory (2013), the constraints was including absence of knowledge, less practice, and forgetting. The result of the research found that all of the deficiencies occurred in three different kinds of text. The result of the questionnaire showed that the constraints of student’s writing deficiency were absence of knowledge, less practice, and forgetting.keyword : constraints of writing deficiency, writing, writing deficiency
THE EFFECT OF BIG BOOK AS A MEDIA ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT FOURTH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL IN SD LABORATORIUM UNDIKSHA IN ACADEMIC YEAR 20016/2017 ., Luh Putu Ayu Wijayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman bacaan siswa yang diajar dengan menggunakan buku besar dan mereka yang diajar oleh media konvensional. Rancangan penelitian penelitian ini adalah Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian ini. Mereka ditugaskan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan undian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa, skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 83,56 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 76,19. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa t-diamati melebihi nilai t-kritis (4,088> 2,042). Dengan demikian, hipotesis nol ditolak, artinya ada pengaruh signifikan dari buku besar sebagai media pembacaan bacaan siswa kelas IV SD SD Undiksha Singaraja.Kata Kunci : Big Book, Pemahaman membaca, Pelajar Pemula This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect on students’ reading comprehension who were taught by using big book and those who were taught by conventional media. The research design of this study was Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. The population of this study was fourth grade students of SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. The obtained data were then analyzed descriptively and inferentially. From the results, it can be seen that, the mean score of the experimental group was 83.56 while the mean score of the control group was 76.19. The result of the t-test also showed that the t-observed exceeded the t-critical value ( 4.088 > 2.042 ). Thus, the null hypohesis was rejected, which means that there was significant effect of big book as a media on students’ reading comprehension at fourth grade of elementary school in SD Laboratorium Undiksha Singaraja.keyword : Big Book, Reading comprehension, Young learners
AN ANALYSIS OF THE TYPES OF READING COMPREHENSION QUESTIONS USED BY TEACHERS IN SENIOR HIGH SCHOOL A IN SINGARAJA BASED ON COGNITIVE DOMAIN OF REVISED BLOOM’S TAXONOMY ., Destri Anu Arisandi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pertanyaan pemahaman bacaan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMA A di Singaraja. Analisis didasarkan pada domain kognitif dari Taksonomi Bloom Revisi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks siswa, lembar kerja siswa, dan pertanyaan yang diajukan oleh dua guru secara lisan di kelas selama 4 pertemuan. Setelah menganalisis semua pertanyaan yang digunakan oleh guru, wawancara dilakukan untuk mendapatkan alasan guru dalam menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan lisan dan tulis yang digunakan oleh guru sebagian besar mengacu pada remembering factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 57,95% pada lembar kerja siswa dan 45,61% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh guru selama kegiatan mengajar. Level pertanyaan kedua yang paling dominan digunakan dalam pertanyaan lisan dan tulis adalah understanding factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 23,67% pada lembar kerja siswa dan 36,84% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh para guru di kelas. Dengan demikian, pertanyaan yang digunakan oleh guru lebih menekankan pada pertanyaan Lower Order Thinking (LOT).Kata Kunci : pemahaman membaca, pertanyaan, higher order thinking, lower order thinking This study was aimed at analyzing the types of reading comprehension questions used by English teachers in Senior High School A in Singaraja. The analysis was based on the cognitive domains of revised Bloom’s Taxonomy. The design used in this study was qualitative research design. The sources of this data were the students’ textbook, students’ worksheet, and the questions that were asked by the teachers orally in the class during 4 meetings. After analyzing all of the questions that were used by the teachers, interview was conducted in order to gain the teacher’s reasons of using those questions. The result of the analysis showed that the oral and written questions used by the teachers mostly refers to remembering factual knowledge with percentage 35.21% in the students textbook, 57.95% in the students’ worksheet and 45.61% in the oral questions that were used by teacher during the teaching activity. The second most dominantly used in the oral and written question was understanding factual knowledge level with percentage 35.21% in the students’ textbook, 23.67% in the students’ worksheet and 36.84% in the oral questions that were used by the teacher in the class. Thus, the questions that were used by teachers are more emphasized on Lower Order Thinking question (LOT)keyword : : reading comprehension, questions, higher order thinking, lower order thinking