cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
An Analysis of Morphological Processes of Balinese Dialect of Batukandik ., Ni Putu Stefi Anjani Darmarini; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat desa Batukandik yang menggunakan dialek Batukandik dalam komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik, yaitu; afiksasi, peminjaman, penciptaan kata baru, pemenggalan, dan pemendekan kata. Ada dua jenis afiksasi: (1) prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, dan {a-} dan (2) suffix: {-ne}, {-ang}, {-in}, {-an}, {-e} dan {-te}. Reduplikasi adalah dagang-dagang, bedos-bedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, dll. Peminjaman adalah TV, trik, administrasi, mineral, objek, persen, cek-up, transit, dll. Hanya ada tiga kata yaitu Rinso, Aqua, dan Honda yang termasuk penciptaan kata baru. Pemenggalan adalah kata pa dari paak, ked dari neked, pan dari bapan, dan kata hang dari bahang, dll. Pemendekan kata adalah KKN, TV, and HP.Kata Kunci : proses-proses morfologi, Dialek Bahasa Bali, Batukandik The study aimed at analyzing the types of morphological processes that exist in Balinese Dialect of Batukandik. To accomplish this goal, this study used a descriptive qualitative research, in which the data were collected through observation and interview technique. The subjects of this study were the people of Batukandik village who speak Balinese in their daily communication. The result of the study showed that there were seven types of morphological processes that exist in Balinese Dialect Batukandik, namely; affixation, reduplication, borrowing, coinage, clipping, and initialism. There were two kinds of affixation: (1) by adding prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, and {a-}and (2) by adding suffix: {-ne},{-ang}, {-in}, {-n}, {-an}, {-e} and {-te}. The reduplication were dagang-dagang, bedos-nedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, etc. The borrowing were TV, strait, tricks, administration, mineral, objek, persen, cek-up, transit, etc. The coinage were Rinso, Aqua, and Honda. The clipping were the word pa from paak, ked from neked, pan from bapan, and the word hang from bahang, etc. The initialism were KKN, TV, andHP.keyword : morphological processes, Balinese dialect, Batukandik
THE EFFECT OF COMPUTER-ASSISTED HIDDEN OBJECT GAME ON VOCABULARY MASTERY OF STUDENTS IN SMP N 3 SUKASADA ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Gede Widiarsa; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menguasai vocabulary Bahasa Inggris siswa kelas VII yang diajar dengan Computer-Assisted Hidden Object game. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian diperoleh dengan cara cluster random sampling dan diperoleh kelas VII B di SMP Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII C di SMP Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Computer-Assisted Hidden Object game, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test dalam bentuk tes pilihan ganda. Penelitian experimen ini mengimplementasikan desain penelitian post-test only control group. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa di kelas eksperimen mampu menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok siswa kelas control. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil t-test dimana nilai tobs adalah 3.3883, sedangkan nilai tcv adalah 1.677 (tobs > tcv). Hal ini berarti bahwa penggunaan Computer Assisted Hidden Object game mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan menguasai vocabulary Bahasa Inggris pada siswa kelas VII SMP. Kata Kunci : Computer Assisted Hidden Object game, game vocabulary, penguasaan vocabulary This study aimed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of Computer Assisted Hidden Object game towards the seventh grade students’ vocabulary mastery. This study was a quasi-experimental study. The sample of this study was administered using cluster random sampling technique and concluded that VII B students as a experimental group while VII C students as a control group. The experimental group was taught by using Computer-Assisted Hidden Object game, while the control group was taught by using conventional strategy. The instrument used in this study was post-test in a form of multiple choice test. This experimental research implemented post-test only control group design. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the group of students in experimental group could perform a better result rather than the group of students in the control group. It could be proven from result of the t-test in which the tobs was 3.3883, meanwhile the tcv was 1.677 (tobs > tcv). It means that the use of Computer-Assisted Hidden Object game gives significant effect toward the seventh grade junior high school students’ English vocabulary mastery. keyword : Computer Assisted Hidden Object game, vocabulary game, vocabulary mastery
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).
DEVELOPING TASK-BASED LANGUAGE TEACHING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Ida Ketut Krisna Putra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas yang dilengkapi dengan buku panduannya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan D & D Research Design yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua orang dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua penilaian ahli adalah 4,5; Oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Peningkatan produk yang disarankan dari hasil keputusan ahli mencakup prbaikan di beberapa bagian video seperti kualitas audio dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk yang di kembangkan sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, Instruksi yang berpusat pada siswa (SCI). This present research was aimed at developing a Task-based Language Teaching instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this research and describing the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research utilized a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this research were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Task-based language teaching instructional video. This research used observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric as the instrument to collect the data. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.5; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Task-based Language Teaching, Students-centered Instruction (SCI)
TENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) IN LEARNING ENGLISH IN BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Putu Agus Widiana; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13459

Abstract

Perkembangan mobile technology telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Penggunaan mobile technology seperti smartphone dan tablet dalam pendidikan akan mengatasi masalah keterbatasan kesempatan dalam belajar bahasa Inggris di negara-negara dimana bahasa Inggris merupakan bahasa asing. Dengan menggunakan smartphone, siswa dapat mengakses informasi dan mengembangkan informasi tersebut kapanpun dan dimanapun serta membentuk komunitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas sepuluh terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris (Mobile Assisted Language Learning/MALL) dan membandingkan persepsi antara siswa yang mempunyai smartphone dengan siswa yang tidak memiliki smartphone di kabupaten Buleleng. 174 siswa di enam sekolah di kabupaten Buleleng digunakan sebagai sampel penelitian. Kuisioner di Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) dikembangkan dan digunakan sebagai instrument dalam mengumpulkan data. Persepsi siswa terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris di pengaruhi oleh tiga dimensi yaitu Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas sepuluh di kabupaten Buleleng mempunyai persepsi yang positif terhadapa penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggis. Siswa yang mempunyai smartphone cendrung mempunyai persepsi yang lebih positif dari pada siswa yang tidak mempunyai gadget. Dalam penelitian ini, Performance Expectancy adalah factor yang paling kuat dalam menentukan persepsi siswa. Jadi dapat diimplikasikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris harus lebih sering mengintegrasikan penggunaan smartphone untuk meningkatkan fungsi dari smartphone dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci : Persepsi, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT. The characteristics of today’s mobile technology (Smartphone) which are wireless, personal, networking, and ubiquitous have influence every aspect of human life. Using mobile technology in learning would decrease learning English problems in EFL setting, including lack of opportunity to learn. By using Smartphone, the learners could access information and develop it across space and connected to the others. This study aimed at investigating tenth grades students’ perception toward Mobile Assisted Language Learning (MALL) in learning English and comparing the perception between the students who had mobile technology and the students who had no mobile technology in Buleleng regency. This study was quantitative research design which employed Cross-sectional survey as the method. The study involved 174 tenth grades students in six schools in Buleleng regency. The questionnaire on Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) was developed and used as instrument of collecting data in this study. The students’ perception toward MALL respected to three dimensions of UTAUT theory (Performance Expectancy, Effort Expectancy, and Social Influence). As the result, tenth grades students in Buleleng regency had positive perception toward MALL in learning English. Students who had mobile technology tend to have more positive perception rather than students who had no mobile technology. This study also confirmed that Performance Expectancy was the stronger factor of students’ perception on MALL in learning English. Thus, MALL should be integrated in learning English process since it is perceived to be useful in students’ performance in learning English. keyword : Perception, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT.
AFFIXATION OF NUSA PENIDA DIALECT: DESCRIPTIVE STUDY ., Niluh Sri Hendrayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis afiks yang digunakan di Nusa Penida khususnya di Desa Bunga Mekar. Untuk mencapai penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan teknik mencatat. Ada empat informan yang telah diwawancarai dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah orang-orang yang tinggal di desa Bunga Mekar, Nusa Penida yang menggunakan dialek Nusa Penida dalam komunikasi sehari-hari mereka. Hasil dari penelitian ini adalah, empat macam awalan yaitu {periode}, {{}, {ka-,, {s}, jenis akhiran pohon {-ang}, {-an}, {-e} , dan jenis pohon confixes {me-an}, {pe-an}, {ke-an}. Fungsi afiks dalam penelitian ini, yaitu membentuk kata-kata nominal, membentuk kata angka, passivizer dan juga activizer, perubahan dalam kelas dan makna kata.Kata Kunci : Afiks, Konfiks, Nusa Penida, Prefiks, Sufiks This research aimed at analyzing the kind of affixes that used in Nusa Penida especially in Bunga Mekar village. To accomplish this research, so this research used descriptive qualitative study, in which the data were collected through observation, interview, and note taking technique. There were four informants that have been interviewed in this study. The subjects of this study were the people who lived in Bunga Mekar village, Nusa Penida that used Nusa Penida dialect in their daily live communication. The results of this study were, four kinds of prefixes namely {pe-}, {me-}, {ka-}, {se-}, tree kinds of suffixes {-ang}, {-an}, {-e}, and tree kinds of confixes {me-an}, {pe-an}, {ke-an}. The functions of affixes in this research, those are forming nominal words, forming numeral words, passivizer and also activizer, changing in term of class and the meaning of the word. keyword : Affixation, Confix, Nusa Penida, Prefix, Suffix
Classroom Interaction Analysis Viewed from Information Sources at SMAN 2 Singaraja ., Ni Made Budi Artati; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13461

Abstract

This study aimed at analyzing the implementation of classroom interaction characteristics in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources and the description of constrains were found in implementing multi-way interaction in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources. The subject of the study were a teacher and 34 students.Kata Kunci : Classroom Interaction, Information Sources This study aimed at analyzing the implementation of classroom interaction characteristics in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources and the description of constrains were found in implementing multi-way interaction in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources. The subject of the study were a teacher and 34 students.keyword : Classroom Interaction, Information Sources
AN ANALYSIS OF ACTIVE LEARNING CHARACTERISTICS IMPLEMENTED IN EFL AT SMA NEGERI 2 SINGARAJA ., Putu Dian Sukmawati; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13462

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan karakteristik pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Singaraja dan mengidentifikasi kendala dalam menerapkan pembelajaran aktif siswa kelas X pada pembelajaran menulis di SMA Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara. Data dianalisis berdasarkan respon siswa saat pembelajaran sedang berlangsung di kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan objek penelitian ini adalah respon siswa. (1) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima karakteristik pembelajaran aktif yang diajukan oleh Bonwell dan Eison (1991) yang diimplementasikan dalam X.MIPA 3 yaitu: siswa dilibatkan dalam lebih dari sekedar mendengarkan pasif, siswa terlibat dalam kegiatan (mis. , membaca, mendiskusikan, berbicara dan menulis), ada penekanan lebih besar pada eksplorasi sikap dan nilai, motivasi siswa meningkat (terutama untuk pelajar dewasa) dan Siswa dilibatkan dalam pemikiran tingkat tinggi (analisis, sintesis, dan evaluasi). (2) Kendala yang ditemukan dalam menerapkan pembelajaran aktif adalah waktu yang terbatas, media yang digunakan oleh guru dan manajemen kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013, pembelajaran aktif, karateristik pembelajaran aktif dan kendala The objectives of this study were analyzing of the implementation of learning characteristics based on Curriculum 2013 by the tenth grade students at SMA Negeri 2 Singaraja and identifying the constraints in implementing the students’ active learning by the tenth grade students in writing classes at SMA Negeri 2 Singaraja. This study was descriptive qualitative. The data were collected through doing classroom observation and interview. The data were analyzed based on the students’ responses when the teaching and learning process were running in the classroom. The subjects were the tenth grade students and the objects of this study were students’ responses. (1) The result of this study shows that there were five characteristics of active learning which proposed by Bonwell and Eison (1991) implemented in X.MIPA 3 namely:students are involved in more than passive listening, students are engaged in activities (e.g., reading, discussing, speaking and writing), there is greater emphasis placed on the exploration of attitudes and values, student motivation is increased (especially for adult learners) and Students are involved in higher order thinking (analysis, synthesis, and evaluation). (2) The constraints which were found in implementing students’ active learning were the limited time, the media used by the teacher and classroom management.keyword : Curriculum 2013, active learning, active learning characteristics and constraints
THE EFFICACY OF ICT-BASED INTERACTIVE GAMES IN FOSTERING LEARNING OUTCOME OF EFL YOUNG LEARNERS ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13463

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berupa permainan edukatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikembangkan melalui program powerpoint oleh Ratminingsih & Mahadewi (2016) efektif meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa sekolah dasar (SD). Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di sebuah sekolah negeri di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia yang terdiri dari 19 siswa. Dalam makalah ini, efektifitas penggunaan media permainan berbasis TIK ini disajikan secara deskriptif. Data diambil melalui pretes dan dua tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata hasil belajar 66,63 pada pretes menjadi 66,95 pada tes akhir I, dan 81,47 pada tes akhir II; dan bahwa rata-rata tes akhir II lebih besar daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas tersebut (rata-rata 70 dari skor maksimum 100)). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan permainan berbasis TIK tersebut mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa SD, sekaligus mengkonfirmasi bahwa permainan edukatif berbasis TIK yang diuji dalam penelitian ini layak untuk dipergunakan dalam pengajaran bahasa Inggris bagi siswa SD.Kata Kunci : permainan edukatif berbasis TIK, powerpoint, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak, hasil belajar The current study aimed to investigate how far the information and communications technology (ICT)-based educational games developed through the powerpoint program by Ratminingsih and Mahadewi (2016) are effective in fostering elementary school students’ English learning outcome. The study employed a classroom action research design. The subjects comprised 19 fifth graders of a state elementary school in Sukasada District, Buleleng Regency, Bali Province, Indonesia. In this paper, the effectiveness of the ICT-based games was presented descriptively. Data were collected from a pre-test and two post-tests. The research results revealed that students’ learning outcome improves from a mean of 66.63 in the pre-test to 66.95 in post-test I, and to 81.47 in post-test II; and that the mean of the post-test II is evidently higher than the passing grade set for the class, which was 70 (out of maximum score 100). These results indicate that the use of the ICT-based interactive games could improve the elementary school students’ English learning outcome, and at the same time confirm that the ICT-based educational games tested in this study is proper to be used to teach English to elementary school students.keyword : ICT-based educational game, powerpoint, teaching English for young learners, learning outcome
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY ENGLISH TEACHERS IN CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ida Ayu Novia Ari Swandewi; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menyelidiki jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Banjar. 2) Mengidentifikasi sebagian besar tindakan wicara yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Banjar 3) menemukan fungsi pedagogis dari tindakan berbicara yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Ada dua guru sebagai subyek penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan instrumen seperti observasi penelitian, panduan wawancara, kamera video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Ada empat jenis tindak tutur yang ditemukan selama proses belajar mengajar. 2) Tindakan berbicara yang paling sering digunakan oleh guru adalah tindakan ucapan direktif yang terjadi saat para guru mencoba memberikan pertanyaan, meminta sesuatu, memberi perintah, menyela, mengundang, melarang, memberi saran dan mengingatkan. Jenis tindak tutur ini menyumbangkan sekitar 130 ujaran dengan presentase sekitar 62%. 3) Fungsi pedagogis yang disajikan oleh tindak tutur dibagi menjadi empat mode. Itu adalah arahan sebagai fungsi kontrol, commissives sebagai fungsi organisasi dan representatif dan ekspresif sebagai fungsi evaluatif dan fungsi motivasional. Kata Kunci : Kata Kunci: Tindak Tutur, ucapan guru This study aimed at 1) investigating kind of speech acts used by English teachers in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Banjar. 2) Identifying the most speech act used by English teachers in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Banjar 3) discovering the pedagogical functions of the speech act used by English teachers. This research was a descriptive study by using qualitative approach. There were two teachers as subjects for this research. The data were collected based on the instruments such as research observation sheet, interview guide, video camera. The results of the study show that, 1) there are four kinds of speech act which are found during the teaching and learning process. 2) The most frequent speech act used by the teachers is directive speech act that occurred when the teachers tried to give questions, request something, give command, interrupt, invite, prohibit, motivate give suggestion and remind. This kind of speech act presented utterances about 133 utterances with the percentage about 62%. 3) the pedagogical function served by speech act divided into four modes. Those are directives as a control function, commissives as organizational function and representative and expressive as evaluative function and motivational function. keyword : Key Words: Speech act, teachers’ utterances.