cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
A Comparison of Derivational and Inflectional Morphemes between Nusa Penida Dialect and Sepang Dialect ., Ni Putu Sri Merta Utami; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11094

Abstract

This study aimed at describing the comparison of prefixes and suffixes in Nusa Penida Dialect and Sepang dialect which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. Two informants sample of Nusa Penida were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that those ware difference: prefix {mə-}: NPD: tΛlʊh (V) become mΛtΛlʊh (V) and when prefix {mə-} + kΛndΛ (N) become mΛkΛndə (V). suffix {-In}: NPD klΛmbI (N) become klΛmbIn (V). suffix {-ē }: SP: tΛbIng (V) become tΛbIngΛ (V) and NPD: Jǝlǝmǝ (N) become JǝlǝmΛtē (N). The similarity prefix {mə-}: NPD and SP: {mə-} + jΛlΛn (N) become məjΛlΛn (V),. Prefix {m-} NP and SP: {m-} + bʊbʊh (N) become mʊbʊh (V). suffix {-Λŋ} NP and SP: sΛmpΛt (N) + {-Λŋ}→ become sΛmpΛtΛŋ (V). Suffix {-In} NP and SP: nɒt (V) + {-In} → become nɒtIn (V). keyword : Derivational Morpheme, Inflectional Morpheme, Nusa Penida Dialect and Sepang dialect.
An Analysis of Questioning Skills Used by the English Teachers in the Seventh Grade at SMP Negeri 5 Singaraja ., I Gusti Ngurah Putra Aryana; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan bertanya yang di gunakan oleh guru bahasa inggris dalam memberikan pertanyaan selama proses belajar mengajar dan menjelaskan tujuan dari pertanyaan yang di sampaikan oleh guru bahasa inggris pada kelas VII di SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan dua orang guru bahasa inggris sebagai subjek penelitian. Pada proses pengumpulan data, ada empat jenis instrument yang di gunakan, seperti, peneliti, perekam video, lembar observasi, dan panduan wawancara. Lembar observasi di gunakan untuk mendapatkan data dalam bentuk kemampuan bertanya yang di gunakan oleh guru bahasa inggris. Selain itu panduan wawancara di gunakan untuk menjelaskan maksud dari pertanyaan yang di sampaikan oleh guru. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kedua guru bahasa inggris menggunakan empat jenis kemampuan bertanya dalam menyampaikan pertanyaan ketika proses belajar mengajar. Ini di tunjukkan dengan persentase dari masing-masing kemampuan bertanya yang di gunakan dua orang guru bahasa inggris, sebagai berikut, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (5.64%) pada nominating after the question, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (1.69%) pada nominating non-volunteers, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (3.38%) pada increasing wait time, dan Guru1 (60.71%) dan Guru2 (89.26%) pada directing attention to all. Di temukan juga tujuan dari pertanyaan yang di berikan guru kebanyakan untuk memeriksa pengetahuan siswa. Oleh karena itu dapat di simpulkan kedua orang guru tersebut menggunakan empat dari lima kemampuan bertanya. Probing tidak di gunakan dalam menyampaikan pertanyaan karena tidak sesuai dengan kemampuan berbahasa siswa. Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kemampuan dalam memberikan kesesuaian pertanyaan pada siswa, untuk peningkatan kemampuan berpikir siswaKata Kunci : Pertanyaan, kemampuan bertanya, dan Proses belajar mengajar This study aims to analyze questioning skills used by English teachers in conveying the questions during the teaching-learning process and describe the purpose of questions that uttered by the English teachers in the seventh grade at SMP Negeri 5 Singaraja. The study was a descriptive-qualitative study with two English teachers as the subject of this study. In collecting data, four kinds of instrument were used, namely, the researcher, video recorder, observation sheet, and interview guide. The observation sheet was used to get the data in form of questioning skill used by the English teachers. Furthermore, the interview guide was used to describe the purpose of the questions uttered by the teachers. The result of this study revealed that the two English teachers used four kinds of questioning skills in conveying questions in teaching-learning process. It can be seen in the percentage of each questioning skill used by two English teachers, namely, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (5.64%) in nominating after the question, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (1.69%) in nominating non-volunteers, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (3.38%) in increasing wait time, and Teacher1 (60.71%) and Teacher2 (89.26%) in directing attention to all. It was also found that the purpose of the question was dominantly to check students’ knowledge. It is concluded that the two English teachers used four from five kinds of questioning skills. Probing in conveying the question was not used because this kind of question was not considered appropriate with students’ language ability. Therefore the teachers should improve the ability in giving appropriate level of the questions, in order to improve students’ level thinking.keyword : Questions, Questioning skill, and Teaching-learning process
THE ANALYSIS OF QUESTIONING STAGE IN THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN THE ENGLISH INSTRUCTION AT SMA NEGERI 1 TABANAN ., I Gede Made Juni Wirdana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pelaksanaan tahapan menanya dalam pendekatan ilmiah dalam pengajaran bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Tabanan, dan mengungkap masalah yang dihadapi oleh guru dalam penerapan tahapan menanya berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan Miles & Huberman model. Sebanyak empat kelas siswa dan dua guru bahasa Inggris yang diambil sebagai subyek penelitian. Dalam mengumpulkan data, ada dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan panduan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa T1 hanya mencapai 5 poin dengan partisipasi siswa sebanyak 29.26% dan T2 hanya meraih 3 poin dari 11 poin yang dipersyaratkan oleh kurikulum 2013 dengan partisipasi hanya sebanyak 20.17%. Oleh karena itu, pelaksanaan tahapan menanya di SMA Negeri 1 Tabanan kurang relevan dalam hal pelaksanaannya. Berdasarkan temuan wawancara, dapat diketahui bagaimana guru mengatur waktu dan media dalam proses belajar mengajar, dan juga kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris merupakan faktor penentu dalam penerapan K-13.Kata Kunci : Kurikulum 2013, tahapan menanya, pendekatan saintifik This study aimed at observing the implementation of questioning stage in scientific approach in the English instruction at SMA Negeri 1 Tabanan, and encountered the problem which is faced by the teacher in implementing questioning stage based on Curriculum 2013. This study was a descriptive study that used Miles & Huberman model. There were four classes of students and two English teachers taken as the subjects of the study. In collecting the data, two kinds of instruments were used, namely, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis. The result of data analysis showed that T1 only achieved 5 points with the students’ participation only 29.26% and T2 only achieved 3 points out of the 11 points that is required by curriculum 2013 with students’ participation only 20.17%. Therefore, the implementation of questioning stage at SMA Negeri 1 Tabanan were less relevant in terms of the implementation. Based on the findings on the interview, it can be identified that how the teachers manage the time and media in teaching and learning process, and also the ability of students in speaking English were the defining factors in implementing K-13. keyword : Curriculum 2013, questioning stage, and scientific approach
THE IMPLEMENTATION OF VARIOUS GROUPING STRATEGIES IN ENGLISH CLASSES IN JUNIOR HIGH SCHOOLS IN SINGARAJA: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Wayan Purnawirawan; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pengelompokan direncanakan oleh guru bahasa Inggris, bagaimana strategi tersebut diterapkan dan bagaimana persepsi siswa terhadap penerapan strategi pengelompokan di kelas bahasa Inggris. Rancangan penelitian ini adalah desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan lima instrumen, antara lain observasi kelas, pedoman wawancara, dokumentasi, kuesioner dan daftar strategi pengelompokan. Subjek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris dan 99 siswa dari tiga SMP negeri yang berbeda di Bali Utara. Sekolah dipilih melalui random sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris merencanakan strategi pengelompokan di kelas bahasa Inggris. Terdapat dua belas rencana pelajaran yang digunakan oleh guru di berbagai sekolah menengah pertama di Singaraja pada delapan belas kali pertemuan. Pada rencana pelajaran, guru merencanakan strategi STAD, di mana siswa dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari empat sampai lima siswa. Kemudian, kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru. Berdasarkan delapan belas observasi kelas, para guru menerapkan teknik STAD, Jigsaw, Think-Pair-Share dan Team Games Tournament. Berdasarkan hasil kuesioner, ditemukan bahwa siswa memiliki persepsi positif tentang penerapan strategi pengelompokan di sekolah menengah pertama di Singaraja.Kata Kunci : Rencana Guru, Strategi Pengelompokan, Persepsi Siswa This study aimed at describing how grouping strategies were planned by English teachers, how those strategies were implemented and how students perceived the implementation of grouping strategies in English classes. The design of this study was a descriptive qualitative one. The data were collected by using five instruments, those are, classroom observation, interview guide, documentations, questionnaire and grouping strategies checklist. The subjects of this study were the three English teachers and 99 students from three different public junior high schools in North Bali. The schools were decided through random sampling. The result showed that English teachers planned grouping strategies in English classes. There were twelve lesson plans used by teachers in different junior high schools in Singaraja on eighteen times of meetings. On lesson plans, the teacher planned STAD strategy, in which students were divided into groups of four to five students. Then, the groups were assigned to discuss material given that was by the teacher. Based on eighteen classroom observations, the teachers implemented STAD, Jigsaw, Think-Pair-Share and Team Games Tournament technique. Based on the result of questionnaire, it was found that students had positive perception about the implementation of grouping strategies in junior high schools in Singaraja.keyword : Teachers’ Plans, Grouping Strategies, Students’ Perception
Developing E-Learning Based English Materials for Teaching the Tenth Grade Students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara ., Dwi Putri Widiantari Ni Made; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi materi Bahasa Inggris berbasis e-learning yang dibutuhkan oleh siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara; (2) mengidentifikasi desain dari materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara; (3) mengukur kualitas materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Lee dan Owens (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen, angket dan uji ahli. Hasil data dari analisis dokumen dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis secara kuantitatif dengan formula dari Candiasa (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara masih diajarkan dengan materi Bahasa Inggris umum, dan siswa membutuhkan pengembangan materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan jurusannya; (2) desain materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan berdasarkan standar kompetensi yang harus dicapai siswa; (3) materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan dikategorikan sebagai materi yang berkualitas sangat baik berdasarkan hasil uji ahli.Kata Kunci : R & D, e-learning, materi Bahasa Inggris This study aimed at: (1) identifying e-learning based English materials which were needed by the tenth grade students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara; (2) identifying the design of the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara; (3) measuring the quality of the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara. This study applied Research and Development designed by Lee and Owens (2004). The data of the study were collected through document analysis, questionnaire, and expert judge. The results of the data from the document analysis and questionnaire were analyzed descriptively; the data from expert judge was analyzed quantitatively by using a formula proposed by Candiasa (2010). The result of the study showed that (1) the tenth grade students of Light vehicle Department at SMK N Bali Mandara were still taught using general English and the students needed English materials which were developed in accordance with their expertise program; (2) the design of the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department was developed based on the basic competencies; (3) the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department was categorized as very good material based on the result of expert judgment.keyword : R&D, e-learning, English material
DEVELOPING E-LEARNING BASED ENGLISH MATERIALS WITH THE INSERTION OF BALINESE LOCAL FOOD FOR THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF FOOD & BEVERAGE PRODUCT DEPARTMENT AT SMK N 2 SINGARAJA ., Luh Komang Sani Cahyani; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11180

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan materi bahasa Inggris berbasis e-learning dengan menambahkan materi tentang makanan local khas Bali untuk siswa kelas 11 jurusan Jada Boga di SMK N 2 Singaraja; (2) mengukur kualitas produk e-learning. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis wawancara, observasi, dokumen, angket, uji ahli dan uji lapangan. Hasil data dari analisis wawancara, observasi, dokumen, dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis dengan menggunakan Interrater Agreement Model, dan data dari studi lapangan dianalisis melalui hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa jasa boga membutuhkan materi Bahasa Inggris khusus berbasis e-learning dengan tambahan materi tentang makanan local khas Bali dan dapat diintegrasikan dengan menggunakan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK); (2) materi Bahasa Inggris khusus berbasis e-learning dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi berdasarkan validitas isi dan uji lapangan.Kata Kunci : R & D, e-learning, Jasa Boga, Food & Beverage Product, Balinese Local Food This study is research and development study. This study aimed at developing good E-Learning based English materials with the insertion of Balinese local food for Eleventh Grade Students at SMKN 2 Singaraja, and knowing the quality of e-learning product. This study was done by using the research and development design of Lee & Owen (2004). The data of the research was collected by using interview analysis, observation analysis, document analysis, questionnaire, expert judgments, and field test. The result of interview analysis, observation analysis, document analysis, and questionnaire were analyzed by using descriptive analysis, the data of expert judgments were analyzed by using Inter-rater Agreement Model, and the result of field study were analyzed by using questionnaire result. The study showed that (1) the students need English material that appropriate with their major department and appropriate with their career target in the future; (2) the e- learning based English materials with the insertion of Balinese local food for eleventh grade students categorized as high quality based on content validity and field test.keyword : R & D, e-learning, Jasa Boga, Food & Beverage Product, Balinese Local Food
DEVELOPING GUESSING GAME FOR TEACHING VOCABULARY TO THE FIFTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 5 KUBUTAMBAHAN ., Komang Gede Suardiyasa; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11181

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menyangkut; Mengidentifikasi jenis kosa kata yang tepat untuk dikembangkan sebagai Guessing Game (GG) untuk pengajaran kosa kata ke kelas lima siswa SD Negeri 5 Kubutambahan. menganalisis kualitas dari Developing Guessing Game (GG) untuk mengajarkan kosakata ke kelas lima siswa SD Negeri 5 Kubutambahan. Penelitian ini mengikuti rancangan R & D yang diusulkan oleh Dick dan Carey (2005). Desain ini meliputi: analisis kebutuhan, analisis instruksional, lingkungan belajar dan pelajar, sasaran kinerja, rubrik penilaian, papan cerita, desain dan pengembangan, evaluasi formatif, revisi dan produk akhir. Subyek penelitian adalah siswa kelas lima dan guru SD Negeri 5 Kubutambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, review dokumen dan penilaian ahli. Data hasil observasi, kuesioner, wawancara dan kajian dokumen dianalisis dengan menggunakan Model Analisis Data Interaktif yang diajukan oleh Milles dan Huberman (1987). Hasil penilaian ahli dalam menganalisis kualitas permainan tebakan yang dikembangkan dianalisis dengan menggunakan Model Kesepakatan Interrater yang diajukan oleh Gregory (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada empat permainan menebak telah dikembangkan dengan empat tema berbeda yang bertujuan untuk digunakan sebagai media pengajaran kosakata pada semester pertama siswa kelas 5. Game menebak itu dirancang berdasarkan kriteria silabus bahasa Inggris kurikulum berbasis sekolah untuk semester pertama siswa kelas 5 dan juga berdasarkan kriteria aplikasi pendidikan oleh Lee & Cherner (2015). Produk permainan menebak dipresentasikan ke dalam CD dan buku panduan manual untuk guru. (2) kualitas keseluruhan permainan tebakan yang dikembangkan dari penilaian ahli dikategorikan sangat baik (2,73).Kata Kunci : guessing game, kosa kata, kelas lima This present study was a research and development (R&D) which concerned in; identifying the kinds of vocabulary were appropriate to be developed as Guessing Game (GG) for teaching vocabulary to the fifth grade of students of SD Negeri 5 Kubutambahan, analyzing the quality of the developed Guessing Game (GG) for teaching vocabulary to the fifth grade of students of SD Negeri 5 Kubutambahan. This study followed the R&D design proposed by Dick and Carey (2005). This design involves: need analysis, instructional analysis, learner and learning environment, performance objectives, assessment rubric, story board, design and develop, formative evaluation, revision and final product. The subjects of the study were students of fifth grade and the teacher of SD Negeri 5 Kubutambahan. the data were collected through observation, questionnaire, interview, document review and expert judgment. The data from the result of the observation, questionnaire, interview and document review were analyzed using Interactive Data Analysis Model proposed by Milles and Huberman (1987). The result of the expert judgment in analyzing the quality of the developed guessing game were analyzed using Interrater Agreement Model proposed by Gregory (2000). The result of the study shows that: (1) there were four guessing games have been developed with four different themes which were aimed to be used as a media for teaching vocabulary to the first semester of 5th grade students. Those guessing game were designed based on the criteria of English syllabus of school based curriculum for the first semester of 5th grade students and also based on criteria of educational app by Lee & Cherner (2015). The final of the guessing game were presented into CD and a manual guide book for teacher. (2) the overall quality of the developed guessing game from the judgment of experts was categorized as excellent (2.73).keyword : guessing game, vocabulary, fifth grade.
An Analysis of Male and Female Teachers’ Verbal Interaction in English Classes of Grade 11 at SMK Negeri 2 Denpasar ., Ni Putu Ekayanthi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara guru laki-laki dan perempuan di kelas bahasa Inggris dalam menggunakan verbal interaksi kepada siswa khususnya di kelas XI di SMK Negeri 2 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan yaitu guru bahasa Inggris laki-laki dan perempuan yang terdiri dari 2 guru bahasa Inggris laki-laki dan 2 guru bahasa Inggris perempuan. Penelitian ini menggunakan teori dari Flander yang di kenal dengan FIACS (Flanders Interaction Analysis Category System). Terdapat 10 kategori dari FIACS yaitu (1) Accepting feeling, (2) Praises or encouragement, (3) Accepts or uses ideas of students, (4) Ask questions, (5) Lecturing, (6) Giving direction, (7) Criticizing or justifying authority, (8) Students’ talk response, (9) Students’ talk initiation, (10) Silent or confusion. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan merekam kejadian di dalam kelas, kartu data dan wawancara terhadap guru sebagai data pendukung. Hasil yang didapat pada penelitian ini bahwa kategori tertinggi yang muncul yaitu kategori “students’ talk response” dimana siswa lebih dominan dalam verbal interaksi di dalam kelas pada saat proses belajar dan mengajar. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara guru laki-laki dan perempuan di SMK Negeri 2 Denpasar.Kata Kunci : Verbal interaksi, proses belajar mengajar, guru laki-laki dan perempuan. This study aims to describe the differences between male and female teachers’ verbal interaction in English classes in grade 11 at SMK Negeri 2 Denpasar. This research was qualitative descriptive, which involves 2 male and 2 female English teachers. This qualitative descriptive research used the theory by Flander which called FIACS (Flanders Interaction Analysis Category System). There were ten categories of this theory, they are (1) Accepting feeling, (2) Praises or encouragement, (3) Accepts or uses ideas of students, (4) Ask questions, (5) Lecturing, (6) Giving direction, (7) Criticizing or justifying authority, (8) Students’ talk response, (9) Students’ talk initiation, (10) Silent or confusion. This study used the method of video recording, observation sheet and interview to support the data. The finding reveals that the category with the highest frequency of occurrences was “students’ talk response” where the students more dominant in verbal interaction in the classroom during teaching and learning process, and there was no significant difference between male and female teachers at SMK Negeri 2 Denpasar.keyword : Verbal interaction, teaching and learning process, male and female teachers.
THE PHONOLOGICAL AND LEXICAL CHANGES FROM LEMUKIH DIALECT TO GALUNGAN DIALECT ., I Made Dedi Kurniawan; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonologi dan leksikal dari dialek Lemukih ke dialect Galungan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat tiga informan yang dipilih di Desa Lemukih dan Desa Galungan. Satu informan ditentukan sebagai informan utama dan dua informant lainnya ditentukan sebagai informan tambahan. Data yang dikumpulkan berdasarkan empat teknik diantaranya: Peneliti, observasi, rekaman, dan daftar kata (wordlist). Terdapat 462 kata di Budasi wordlist dan 208 kata Swadesh wordlist yang di peroleh sebagai data penelitian. Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa terdapat sembilan kata yang dikategorikan sebagai penghilangan phoneme di awal kata (aphaeresis), 11 kata yang dikategorikan sebagai penghilangan phoneme di tengah kata ( syncope), enam kata yang dikategorikan sebagai penghilangan phoneme di akhir kata (apocope) dan enam kata dikategorikan sebagai penghilangan dua silabel dalam kata (haplology). Perubahan leksikal yang terjadi dari dialek Lemukih ke dialect Galungan diantaranya : 15 kata dikategorikan sebagai peminjaman kata dari bahasa Indonesia (borrowing words), delapan kata termasuk dalam kategori penghilangan kata and kompresi kata yang terdiri dari empat kata dikategorikan sebagai blend dan empat kata termasuk abbreviation. Kata Kunci : Dialek, Perubahan Fonologi, Perubahan Leksikal. This study aimed at describing the phonological and lexical changes from Lemukih to Galungan dialect. This research was a descriptive qualitative research. There were three informants selected in each dialect. In this case, one important sample was determined as the main informant and the other two were determined as the secondary informant. The obtained data were collected based on four techniques, namely: the researcher, observation, recording, and wordlist. There were 462 words in Budasi and 208 words in Swadesh wordlists that were obtained as the data of the study. The result of the data analysis showed that there were nine words were categorized as deletion of the phoneme in the beginning of the word (aphaeresis), 11 words were categorized as deletion of the phoneme in the middle of word (syncope), six words were categorized as deletion of the phoneme in the final of the word (apocope) and six words were categorized as haplology. The lexical changes occur from Lemukih and Galungan dialect categorized as follows: 15 words belonging to loan or borrowing words, eight words belong to loss words, and compression which included four words belonging to word mixes and four words belonging to initials. keyword : Dialect, Phonological changes, Lexical changes
THE EFFECT OF USING SONG AS A TEACHING TECHNIQUE ON THE LISTENING SKILLS OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 1 BANJAR ., Made Ade Krisna Kurniarta; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada efek yang signifikan dari penggunaan song sebagai teknik mengajar dalam kemampuan mendengarkan dari siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Banjar. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas tujuh SMP Negeri 1 Banjar dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIIC terpilih sebagai kelas ekperimen dimana tehnik mengajar song digunakan dan kelas VIIF terpilih sebagai kelas kontrol dimana teknik mengajar lama digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas eksperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 79,79 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 77,29. Selain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob adalah 2.639 sedangkan nilai tcv adalah1.689 (α = 0,05). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan kemampuan mendengarkan siswa yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik mengajar song dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan teknik mengajar lama. Jadi dapat disimpulkan bahwa song sebagai teknik mengajar dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa.Kata Kunci : Teknik mengajar song, teknik mengajar biasa, kemampuan mendengarkan siswa This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect of using song as a teaching technique on the listening skills of the seventh grade students in SMP Negeri 1 Banjar. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was the seventh grade students of SMP Negeri 1 Banjar and the sample of study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIIC was assigned as the experimental group which was taught by using song as a teaching technique, and class VIIF as the control group which was taught by using conventional teaching technique. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.79 while the mean score of the control group was 77.29. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was 2.639, while the value of the tcv was 1.993 (α = 0.05). It means that there was a significant difference of students’ listening skill on the students who were taught using song as a teaching technique and those who were taught by using conventional teaching technique. It was concluded that using song as a teaching technique can improve students’ listening skills.keyword : Song teaching technique, conventional teaching technique, student’s listening skills

Page 2 of 30 | Total Record : 293