cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
The Identification of Character Education Values on the Main Character of Zootopia ., Ni Luh Putu Dwi Payani; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14955

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pendidikan karakter pada tokoh utama dalam film Zootopia. Analisis tekstual digunakan untuk menganalisis media sebagai teks untuk memahami dan membuat makna untuk mengetahui bagaimana media tersebut dapat digunakan untuk berkomunikasi dan mendidik di anak-anak dan siswa. Media yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengembangkan pendidikan karakter adalah film berjudul Zootopia. Dari 18 nilai pendidikan karakter yang dinyatakan dalam keputusan dari Menteri Pendidikan Nasional (2010: i-ii), 17 nilai ditemukan pada karakterisasi Judy Hopps sebagai karakter utama film Zootopia, nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Pertama, nilai-nilai yang sudah dimiliki oleh Judy Hopps dan dia mengembangkannya dengan baik di film seperti kerja keras, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, menghargai prestasi, demokratis, patriotik, rasa ingin tahu, jujur, pedulian sosial, gemar membaca dan mudah bergaul. Kedua, nilai-nilai yang sudah dimiliki oleh Judy Hopps tetapi dia tidak mengembangkannya dengan baik di film seperti mandiri dan damai. Ketiga, nilai-nilai yang belum dimiliki oleh Judy Hopps pada awal film tetapi ia menumbuhkan dan mengembangkan niliai-nilai toleran, simpati, peduli lingkungan, dan kooperatif. Tiga penelitian sebelumnya digunakan sebagai pertimbangan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter. Nilai-nilai yang teridentifikasi pada karakterisasi Judy Hopps berfokus pada softskill karena ia memunculkan dan mengembangkannya dari pengalaman, situasi, kondisi, dan kemauan. Dapat disimpulkan bahwa media tidak hanya digunakan untuk menghibur tetapi juga mendidik, oleh karena itu, semoga dosen, guru, calon guru, orang tua atau masyarakat dan pemerintah dapat memanfaatkan film ini sebagai media untuk anak-anak dan siswa dalam meningkatkan pendidikan karakter melalui pengalaman, situasi, kondisi dan kemauan sebagaimana tercermin pada karakterisasi Judy Hopps.Kata Kunci : pendidikan karakter, film, media, analisis tekstual This study aimed at identifying the character education on the main character of Zootopia. Textual analysis was used in order to analyze the media as a text to understand and make meaning of it in order to know how it can be used to communicate and educate among children and students. The media that was used in this research on developing character education was film entitled Zootopia. From 18 character education values that was stated in decision from Minister of National Education (2010: i-ii), 17 values are found on Judy Hopps’s characterization as the main character of Zootopia which those values can be classified into three types. Firstly, the values that already had by Judy Hopps and she developed it well on the film like persistent, committed, disciplined, responsible, creative, appreciative, democratic, patriotic, discoverable, honest, social care, bibliophile and sociable. Secondly, the values that already had by Judy Hopps but she does not develop it well on the film like autonomous and peaceful. Thirdly, the values that are not had yet in the initial film but she was raised and developed it on the middle until the end of film like tolerant, sympathy, environmental awareness, cooperative and inquisitive. Three previous researches were used as consideration on identifying the values of character education. The values that are identified on Judy Hopps’s characterization focus on the soft skill because she raises and develops it because of the experiences, situations, conditions and willingness. It could be concluded that media are not only used to entertain but also educate, hence, hopefully lecturer, teachers, future teacher, parents or society and government could utilize this film as media to children and students in raising character education education through experiences, situations, conditions and willingness as reflected on the Judy Hopps’s characterization. keyword : character education, film, media, textual analysis.
The Use of Media in English Language Teaching at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar ., Putu Yogi Agustia p; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14957

Abstract

This study intends to investigate kinds of media that used by the English teacher in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, the way how those media used, the benefits and the weaknesses of using media in teaching English, and the teachers’ reason of using media in teaching English. It utilized qualitative method in collecting the data. The data were collected from observation sheet and interview guide. It also used smartphone to take a picture when the researcher observed teaching-learning process in the classroom. It also used to record the conversation between the researcher and the English teacher in interview section. The obtained data were mainly analyzed based on Heinich, et al (2002) theory about Instructional Media and Technologies for Learning. It showed there are twelve media that used by the English teachers in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. There were some benefits and weaknesses from using media in teaching English which appears based on the way those media used and the conditions in the classroom. Those data was collected by using observation sheet. The data about the English teachers’ reason in using media will be showed by using interview guide. The English teachers stated that media have big impact to increase the students motivation in learning.Kata Kunci : media for teaching English, the way how used media, benefits and weaknesses of media, teachers’ reason of using media Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis-jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, cara bagaimana media tersebut digunakan, manfaat dan kelemahan menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris, dan alasan guru menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data. Data dikumpulkan dari lembar observasi dan panduan wawancara. Penelitian ini juga menggunakan smartphone untuk mengambil gambar ketika peneliti mengamati proses belajar mengajar di kelas. Ini digunakan untuk merekam percakapan antara peneliti dan guru bahasa Inggris di bagian wawancara. Data yang diperoleh terutama dianalisis berdasarkan Heinich, et al (2002) teori tentang Media Instruksional dan Teknologi untuk Belajar. Ini menunjukkan ada dua belas media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Ada beberapa manfaat dan kelemahan dari menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris yang muncul berdasarkan pada cara media tersebut digunakan dan kondisi di kelas. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data tentang alasan guru bahasa Inggris dalam menggunakan media akan ditunjukkan dengan menggunakan panduan wawancara. Guru bahasa Inggris menyatakan bahwa media memiliki dampak besar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.keyword : jenis-jenis media untuk mengajar bahasa inggris, cara penggunaan media, kelebihan dan kekurangan media, alasan guru dalam menggunakan media
THE ANALYSIS OF AFFIXATION IN BALINESE TIYINGTALI DIALECT: DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEME ., Ni Putu Anggie Orchidiani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14959

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada dialek Tiyingtali BTD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Dua narasumber dari BTD dipilih berdasarkan ruang lingkup: keluarga, kekerabatan, dan tetangga. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi dan wawancara. Beberapa instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu: peneliti sendiri, Daftar kosakata swadesh and nothofer daftar kata. Ada tiga proses dalam menganalisa data, yaitu: data reduction, data display and drawing conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan pada BTD. Awalan itu adalah: {mә-}and {n-} dan ada tiga jenis akhiran yang ditemukan dalam dialek Tiyingtali . Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ}, {­mә}, and {­nә}. Selain itu, ada dua awalan yang mengalami derivasi yaitu {mә-} and {n-} dan ada dua macam akhiran ditemukan pada dialek Tiyingtali yang diklasifikasikan sebagai akhiran derivatif. Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ} and {­In}. Sementara itu, awalan yang mengalami infleksi adalah {n-} dan akhiran yang mengalami infleksi adalah {­ᴧŋ}{­In}{­nә}Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksional, Tiyingtali Dialek (TD) This descriptive qualitative research aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Tiyingtali Dialect which belong to derivational and inflectional morphemes. Two informants sample of BTD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview (listening and noting). The results of the study showed that there were six types of prefix found in Tiyingtali dialect. Those prefixes are: {mә-} and {n-}. Also there were three types of suffixes found existing in Tiyingtali dialect. Those suffixes are: {-ᴧŋ}, {-In}, and {-nә}. Moreover, there are two prefixes belong to derivational prefix, they are: {mә-} and {n-}. There were two kinds of suffixes found in TD that classified as derivational suffix. They are: {-ᴧŋ} and {-In}. Meanwhile, inflectional prefixes are {n-} and inflectional suffixes are {ᴧŋ-}, {In-}, {nә-}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, Tiyingtali Dialect (TD)
AN ANALYSIS STUDY OF POLITENESS STRATEGIES USED IN ENGLISH CLASSES OF SMK NEGERI BALI MANDARA (BALI ACADEMY) ., PUTU DIKA PRATIWI; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan, yaitu; (1) Tipe-tipe Politeness Strategy apa saja yang digunakan oleh siswa kelas 10 dan guru bahasa Inggris di SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) tahun ajaran 2018/2019 dan (2) Apa saja tujuan dari penggunaan Politeness Strategy oleh siswa kelas 10 dan guru Bahasa Inggris SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif di mana participant penelitian adalah siswa kelas 10 dan guru bahasa Inggris SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) tahun ajaran 2018/2019. Jumlah total siswa kelas 10 adalah 129 orang. Sedangkan, SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) hanya memiliki sejumlah 1 orang guru Bahasa Inggris yang mengampu seluruh kelas dari semua angkatan SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) di tahun ajaran 2018/2019. Di dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan rekaman suara, pertanyaan kuisioner, interview dan lembar observasi sebagai instrumen. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa adanya lima buah strategi yang ditemukan di dalam penelitian ini, yaitu Bald on-Record, Positive Politeness, Negative Politeness, Off-Record, dan Don’t do FTA. Strategi tersebut digunakan untuk beberapa tujuan, seperti: untuk menjelaskan keluhan dengan lembut, menunjukkan hubungan yang dekat, menunjukkan kemarahan dan membuat pendengar memahami apa yang dirasakan pembicara, menunjukkan minat mereka atau tidak dalam pelajaran dan menunjukkan kepuasan mereka terhadap jawabannya.Kata Kunci : Politeness Strategy, jenis, tujuan This study aimed at answering two questions; (1) What types of politeness strategy are used by the X grade students and the English teacher of SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) academic year 2018/2019 and (2) What are the purposes of politeness strategy used by the X grade students and the English Teacher of SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) academic year 2018/2019. The research used descriptive qualitative design. The subjects of study were the X grade students and the English teacher of SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) academic year 2018/2019. In collecting data, the researcher used voice recording, questionnaire items, interview and observation sheet as the instruments. The analysis result showed that there were five strategies found in this study, which are Bald on-Record, Positive Politeness, Negative Politeness, Off-Record, and Don’t do FTA. Those strategies were used for some purposes, namely (1) to show their close relationship (2) to show their interest towards the lesson, (3) they wanted to cheer up the class, (4) to show their anger and made the hearer understood what their feeling was and (5) to show that they are interested or not with the lesson.keyword : Politeness Strategy, types, purposes
AN ANALYSIS OF SWEAR WORDSOF BALINESE LANGUAGE PRACTICES BY BALI AGA PEOPLE IN CEMPAGA VILLAGE,NORTH BALI ., Made Intan Kusuma Dewi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata makian yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif Bahasa Bali, yang diterapkan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Para informan akan mengambil orang-orang tua yang berusia di atas 25 tahun dari Desa Cempaga, Bali Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan di Desa Cempaga, Bali Utara memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Ada tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata-kata yang (2) berbentuk frasa (3) dalam bentuk klausa. Ada sembilan klasifikasi referensi kata-kata sumpah yang digunakan untuk Menganalisis Kata-Kata Umpatan Praktik Bahasa Bali oleh Orang Bali Aga di Desa Cempaga, Bali Utara yaitu: agama, fungsi tubuh, kotoran, istilah hewan, aktivitas, latar belakang pribadi, penyakit mental , setan, dan kekeluargaan. Fungsi kata-kata makian adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) untuk memberikan katarsis, (c) untuk memprovokasi, (d) untuk menciptakan identitas interpersonal, (e) integratif, (f) agresif, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, rujukan, kata makian This study aimed at analyzing swear words used of Balinese Language descriptive qualitative research, which applied by observing, audio recording, and interviewing the informants. The informants will take old people between ages upper 25 years old from Cempaga Village, North Bali. The results of the study show that the swear words used in Cempaga Village, North Bali have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words which (2) in the form of phrases (3) in the form of clauses. There are nine classifications of the references of swearing words that used to Analyzed of Swear Words of Balinese Language Practices by Bali Aga People in Cempaga Village, North Bali namely: religion, body function, excrement, animal terms, activity, personal background, mental illness, devils, and kinship. The function of swear words are (a) to draw attention, (b) to provide catharsis, (c) to provoke, (d) to create interpersonal identity, (e) integrative, (f) aggressive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN STUDENTS' WRITING RECOUNT TEXT COMMITTED BY TENTH GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2018 ., Ni Nyoman Indah Ayu Maharani; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan-kesalahan tata bahasa pada tulisan recount yang dibuat oleh siswa-siswa di SMA N 4 Singaraja tahun ajaran 2018. Penelitian ini dilakukan melalui deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh siswa. Subjek dari penelitian ini adalah 59 siswa dari kelas X MIPA 3 dan X MIPA 6. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah analisa dokumen dan wawancara. Selain itu, sumber dari kesalahan-kesalahn yang dibuat siswa adalah kesalahan intralingual, kesalahan interlingual, dan strategi komunikasi. Penelitian ini juga mengandung saran untuk para guru agar lebih perhatian pada kesulitan siswa dalam mengerti dan memberi banyak latihan. Strategi ini dapat membantuk siswa untuk lebih terbiasa dengan tata bahasa dari bahasa target.Kata Kunci : Tata Bahasa, Kesalahan, Tulisan This study aimed at analyzing of grammatical error in students’ writing recount text committed by tenth grade students of Sma n 4 Singaraja in academic year 2018. It was conducted through descriptive qualitative. This study is intended to find out the error committed by students. The subjects of this study were 59 students of X Mipa 3 and Mipa 6. The method were document analysis and interview. There were 340 errors which were classified into 15 types. Besides, the sources of those errors were intralingual error, interlingual error, and communication strategy. It is futher suggested for the teachers to pay more attention to students' difficulties in learning grammar. The teachers were expected to ask the students about which part were still difficult to understand and gave many practices. This strategy could help students to be more familiar with the grammar of targer language.keyword : Grammar, Error, Writing
THE EFFECT OF BIG BOOKS AS TEACHING MEDIA ON THE THIRD GRADE STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN EAST BALI ., I Putu Chandra Guna Krisna; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15050

Abstract

Ini merupakan sebuah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak perbedaan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa kelas 3 SD Baruna Gianyar. Penelitian ini berbentuk Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas 3 di SD Baruna Gianyar. Terdapat dua kelas yang dipilih sebagai sampel. IIIA ditetapkan sebagai kelompok eksperimental dan mendapat Big Book sebagai teaching media sedangkan kelas IIIB ditetapkan sebagai kelompok control yang diajar menggunakan media conventional dalam proses belajar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis t-test melalui SPSS 16.0. data hasil dari analisis menunjukan bahwa siswa yang diajar menggunakan Big Books sebagai teaching media memperoleh nilai rata-rata yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok control. yang mana kelompok eksperimental memperoleh nilai rata-rata 83.8571 sedangkan kelompok control memperoleh nilai rata-rata 78.8571. Hasil dari t-test juga menunjukkan bahwa nilai dari t-observed (tobs) adalah 2.068 dan nilai dari t-critical value (tcv) adalah 1.7334 . Hal itu menunjukkan bahwa nilai dari tobs lebih tinngi dari nilai tcv. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pemahaman mebaca siswa kelas 3 antara siswa yang diajarkan menggunakan Big Books sebagai media dan siswa yang diajarkan menggunakan media konvensional.Kata Kunci : Big Book, media, pemahaman membaca, pembelajaran anak-anak. This is an experimental study that aims to investigate whether or not there is a significant difference in reading comprehension between students who are taught using Big Books as teaching media and thus who were taught using conventional media in grade 3 SD Baruna Gianyar. This quasi experimental study employed Posttest Only Control Group design. The population was taken from the third graders in Baruna Gianyar Elementary School. Two classes were selected as samples in this study class IIIA was designated as experimental group and got Big Books as teaching media while class IIIB was designated as a control group using conventional media in teaching and learning process. The data obtained were analyzed using t-test via SPSS 16.0. The result of the data analysis showed that the students who were taught using Big Books as teaching media gained better average score in comparison to the control group. The experimental was 83.8571 while the control group obtained the average score of 78.8571. The result of t-test also shows that the value of t-observed (tobs) is 2.068 and the value of t-critical value (tcv) is 1.7334. in other words the value of the tobs is higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of the use of Big Books as teaching media on students’ reading comprehension at third grade of elementary school students in SD Baruna Gianyar.keyword : Big Book, Media, Reading Comprhension, teaching young learner.
THE PHONOLOGICAL SYTEM OF BALINESE LANGUAGE OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Komang Evayanti; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15052

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif yang menggambarkan sistem fonologi Kutuh dialek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem dan distribusinya. Penelitian ini hanya berfokus pada fonem segmental dalam Kutuh Dialek. Ada tiga informan yang dipilih berdasarkan satu set kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga daftar kosakata, yaitu: Swadesh, Nothofer, dan Holle. Tiga teknik digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, rekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kutuh dialek memiliki 50 fonem dan tidak semua fonem memiliki distribusi lengkap (awal, tengah, posisi akhir). Fonem dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; ʌ /, / i /, u /, / e /, / o /, / ə /, sebelas diftong; / ʌi /, / iʌ /, / ʌu /, / uʌ /, /uə /, / ʌə /, / ʌɛ /, / ʌɔ /, / ui /, / iu /, / iə /, lima geminate vokal; / ʌʌ /, / ʊʊ /, / ɔɔ /, / ɪɪ /, / əə /, sembilan belas konsonan; / p /, / b /, / t /, / m /, / d /, / g /, / h /, / c /, / r /, / s /, / n /, / y /, / j /, / w /, / ʔ /, / k /, / l /, / ŋ /, / ñ /, dan sembilan konsonan cluster; / kr /, / pr /, / br /, bl /, / kl /, / tl /, / ml /, / sl / dan / pl /.Kata Kunci : kualitatif, fonem, sistem fonologis, dialek This study was designed in form of descriptive qualitative that described Kutuh Balinese phonological system. This study aimed at describing the number of phonemes and their distributions. This study focused only on the segmental phonemes in Kutuh Dialect (KD). There were three informants chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three word lists, namely: Swadesh’, Nothofer’s, and Holle’s. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). As the result of this study, it shows that Kutuh Dialect has 50 phonemes and not all of phonemes have complete distribution(initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ə/, eleven diphthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /uə/, /ʌə/, /ʌɛ/, /ʌɔ/, /ui/, /iu/,/iə/, five geminate vowels; /ʌʌ/, /ʊʊ/, /ɔɔ/, /ɪɪ/, /əə/, nineteen consonants; /p/,/b/, /t/, /m/, /d/, /g/, /h/, /c/, /r/, /s/, /n/ ,/y/, /j/, /w/, /ʔ/, /k/, /l/, /ŋ/, /ñ/, and nine consonant clusters; /kr/, /pr/, /br/, /bl/, /kl/, /tl/, /ml/, /sl/ and /pl/. keyword : qualitative, phoneme, phonological system, dialect
An Analysis of Subtitling Strategy in the La La Land Movie (2016) ., Putu Wita Pradnya Dhari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kesalahan dalam terjemahan lirik-lirik lagu pada film La La Land, dan (2) mengelompokkan kesalahan dalam terjemahan lirik-lirik lagu pada film La La Land. Penelitian ini di desain secara deskriptif kualitatif. Ada lima buah lagu yang digunakkan sebagai subjek dari penelitian ini yang berjudul Another Day of Sun, Someone in the Crowd, A Lovely Night, City of Stars, and Audition (The Fools Who Dream). Kesalahan-kesalahan yang terdapat pada terjemahan lirik-lirik lagu merupakan objek dari penelitian ini. Untuk mengambil data digunakan beberapa metode seperti menonton film, membuat catatan, dan mebuat transkripsi. Setelah itu data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasilnya adalah, ditemukan 186 kesalahan pada makna, kealamian, irama dan sajaknya. Terdapat 25 atau 20% kesalahan pada maknanya, 39 atau 31% kesalahan pada kealamiannya, 107 atau 86% kesalahan pada iramanya, dan 15 atau 12% kesalahan pada sajaknya. Secara terperinci, pada lagu Another Day of Sun, ditemukan 10 or 33% kesalahan pada maknanya, 17 atau 56% kesalahan pada keaalamiannya, 29 or 97% kesalahan pada iramanya, dan 5 atau 16% kesalahan pada sajaknya. Pada lagu Someone in the Crowd, ditemukkan 6 atau 24% kesalahan pada maknanya, 7 or 28% kesalahan pada kealamiannya, 25 atau 96% kesalahan pada iramanya, dan 5 atau 20% kesalahan pada sajaknya. Kemudian, pada lagu A Lovely Night, ditemukkan 2 atau 5% kesalahan pada maknanya, 5 atau 14% kesalahan pada kealamiannya, 32 atau 74% kesalahan pada iramanya, dan 2 or 5% kesalahan pada sajaknya. Pada lagu City of Stars, ditemukkan 1 atau 12% kesalahan pada maknanya, 1 atau 12% kesalahan pada kealamiannya, 8 atau 62% kesalahan pada iramanya, dan 0 atau 0% kesalahan pada sajaknya. Yang terkahir pada lagu Audition (The Fools Who Dream), ditemukkan 5 atau 22% kesalahan pada maknanya, 9 atau 33% kesalahan pada kealamiannya, 24 atau 88% kesalahan pada iramanya, dan 3 atau 11% kesalahan pada sajaknya. Permasalah terbanyak dapat ditemukkan pada irama dari lirik- lirik lagu film La La Land dengan 107 (86%) kesalahan. Dapat disimpulkan bahwa penerjemah lirik lagu pada film La La Land tidak berhasil mempertahankan irama lagu yang menjadi nilai penting pada terjemahan lagu karena adanya perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Kata Kunci : Terjemahan Audiovisual, terjemahan lagu, subtitle, kesalahan pada terjemahan This study aimed at (1) identifying the errors in the translation of song lyrics in La La Land movie, and (2) classifying the errors in the translation of song lyrics in La La Land movie. This study was designed descriptive qualitatively. There were five songs used as the subjects of the study, namely Another Day of Sun, Someone in the Crowd, A Lovely Night, City of Stars, and Audition (The Fools Who Dream). The errors in the translation of song lyrics were the object of this study. Several methods, namely streaming, note taking, and transcribing were used in gaining the data. The data finding were analyzed qualitatively. It was found that there are 186 errors in terms of sense, naturalness, rhythm, and rhyme that can be identified from the songs. There are 25 or 20% errors in terms of sense, 39 or 31% errors in terms of naturalness, 107 or 86% errors in terms of rhythm, and 15 or 12% errors in terms of rhyme. In detail, in Another Day of Sun, there are 10 or 33% errors found in terms of sense, 17 or 56% errors in terms of naturalness, 29 or 97% errors in terms of rhythm, and 5 or 16% errors in terms of rhyme. In Someone in the Crowd, there are 6 or 24% errors in terms of sense, 7 or 28% errors in terms of naturalness, 25 or 96% errors in terms of rhythm, and 5 or 20% errors in terms of rhyme. Then, in A Lovely Night, there are 2 or 5% errors in terms of sense, 5 or 14% errors in terms of naturalness, 32 or 74% errors in terms of rhythm, and 2 or 5% errors in terms of rhyme. In City of Stars, there are 1 or 12% errors in terms of sense, 1 or 12% errors in terms of naturalness, 8 or 62% errors in terms of rhythm, and 0 or 0% error in terms of rhyme. Last, in Audition (The Fools Who Dream), there are 5 or 22% errors in terms of sense, 9 or 33% errors in terms of naturalness, 24 or 88% errors in terms of rhythm, and found 3 or 11% errors in terms of rhyme. The highest errors can be found in the rhythm of song lyrics with 107 (86%) errors. It can be concluded that the translator was unsuccessful in retain the rhythm of the song that becomes the essential value in song translation because of the gap between Indonesian and English Language.keyword : Audiovisual translation, song translation, subtitle, translation error
IDENTIFICATION OF ENGLISH TEACHERS' AND STUDENTS’ READINESS TO IMPLEMENT ICT BASED INSTRUCTION IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOLS OF BULELENG SUB DISTRICT ., Ni Made Dian Damayanti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15055

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi di dalam semua aspek pendidikan. Kurikulum di Indonesia yaitu kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk menerapkan TIK di dalam kelas. Penggunaan TIK di dalam kelas sangatlah penting untuk memberikan siswa kesempatan belajar dan menerapkan keterampilan yang dibuperlukan untuk abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan guru bahasa Inggris dan siswa untuk menerapkan instruksi berbasis TIK pada SMP negeri di Kecamatan Buleleng dan untuk mengetahui jenis-jenis prasarana pendukung yang digunakan guru bahasa Inggris pada SMP negeri di kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, hasil kuesioner dan wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Studi ini menunjukkan bahwa (1) guru bahasa Inggris dan siswa siap untuk menerapkan instruksi berbasis TIK dan 2) Laptop, LCD dan speaker adalah jenis-jenis prasarana pendukung yang paling sering digunakan oleh guru Bahasa InggrisKata Kunci : Kesiapan, TIK Information and Communication Technology (ICT) is integrated in all aspects of education. In Indonesia, the curriculum which is known as curriculum 2013 requires teacher to implement ICT in the classroom. The use of ICT in the classroom is important for giving students opportunities to learn and apply the required 21st century skills. Therefore, this study aimed at identifying the English teachers’ and students’ readiness to implement ICT based instruction in public junior high schools of Buleleng sub district and to describe kinds of infrastructures that use as supporting tools by the English teachers in public Junior high schools of Buleleng sub district. This study was a descriptive qualitative study. This study was done by using a descriptive qualitative method. The data of the research was collected by using questionnaire and interview, the result of questionnaire and interview were analyzed by using descriptive analysis. The study showed that (1) the English teachers and students were ready to implement ICT based instruction and 2) Laptop, LCD and speaker were kinds of infrastructures that mostly use as supporting tools by the English teacherskeyword : Readiness, ICT