cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
DEVELOPING ENGLISH LITERACY-BASED ACTIVITIES FOR THE FIRST SEMESTER OF 4TH GRADE ELEMENTARY STUDENTS ., Dewa Ayu Novi Kusumawardani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Gd Rahayu Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris di kelas 4 SD semester ganjil; (2) lembar kerja berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris untuk siswa kelas 4 SD sesmeter ganjil yang tervalidasi ; (3) menguji kualitas lembar kerja berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model Design & Development (D&D). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara: 1). Observasi; 2). Studi dokumen; 3). Kuisioner (Checklist); dan 4). Uji lapangan di Sekolah Dasar. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif (uji-t). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) deskripsi produk akhir berupa Lembar kerja Kegiatan Peserta Didik berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris untuk siswa kelas 4 SD semester ganjil; (2) produk akhir yang dihasilkan dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli sebesar 140,0 yang tergolong kategori sangat baik; (3) hasil uji lapangan terbukti efektif meningkatkan keterampilan literasi bahasa Inggris siswa yang ditunjukkan melalui hasil uji-t, yaitu sebesar 6.43. Nilai uji t yang diperoleh adalah 0,000
An Analysis of Derivational and Inflectional Morphemes of Nusa Penida Dialect Spoken by Jungut Batu Villagers ., I Putu Suamba Wijaya; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dari Dialek Jungut Batu dan awalan dan akhiran yang menjurus ke morfem infleksi dan derivasi. Penelitian deskriptif qualitatif ini menggunakan empat informan dari penutur Dialek Jungut Batu yang dipilih berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik rekaman. Tiga proses dalam menganalisis data adalah pemilihan data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tujuh jenis awalan dalam Dialek Jungut Batu, yaitu {mǝ-}, {m-}, {ɳ-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Ʌ-} dan ada enam jenis akhiran dalam Dialek Jungut Batu, yaitu {-Ʌŋ}, {-Ʌn}, {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, dan {-In}. Awalan dalam Dialek Jungut Batu yang termasuk dalam morfem derivasi, yaitu {mǝ-}, {m-}, dan {ɳ-}. Akhiran yang termasuk morfem derivasi, yaitu {-Ʌŋ} dan {-Ʌn}. Awalan dan akhiran di Dialek Jungut Batu yang termasuk dalam morfem infleksi yaitu awalan {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, {Ʌ-} dan akhiran {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, {-In}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dan dialek Jungut Batu This study aimed at describing kinds of prefixes and suffixes of Jungut Batu Dialect and prefixes and suffixes belonging to inflectional and derivational morphemes. This descriptive qualitative study involved four informant samples from Jungut Batu Dialect speakers. They were selected based on criteria. The data were collected using three techniques, namely: observing, interviewing, and recording technique. The three processes in analyzing the data were data reduction, data display, data conclusion or verification. The results of the study showed that there are seven kinds of prefixes occurring in Jungut Batu Dialect. They are {mǝ-}, {m-}, {ɳ-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Ʌ-} and there are six kinds of suffixes in Jungut Batu Dialect, there are {-Ʌŋ}, {-Ʌn}, {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, dan {-In}. The prefixes in the Jungut Batu Dialect that belonging to the derivational morpheme are {mǝ-}, {m-}, dan {ɳ-}. The suffixes belonging to derivational morpheme are {-Ʌŋ} dan {-Ʌn}. The prefixes and suffixes in Jungut Batu Dialect that belongs to inflectional are the prefix {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, {Ʌ-} and the suffix {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, {-In}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, and Jungut Batu dialect
Developing Storyjumper-Based Digital Media to Teach English for Sixth Grades in SDN 3 Banjar Jawa ., LUH DEVI FEBRIANTI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital berbasis Storyjumper untuk mengajar bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas VI di SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan dan menggunakan model ADDIE yang diusulkan oleh Romiszowski (1996). Ada lima prosedur yang digunakan yaitu Menganalisis, Merancang, Mengembangkan, Menerapkan, dan Mengevaluasi. Ada beberapa instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini seperti angket siswa, analisis silabus, panduan wawancara guru, rubrik penilaian ahli, dan lembar observasi. Di akhir penelitian akan ada produk prototipe bernama digital storybook sebagai media digital dalam bentuk video. Hasil dari penelitian ini adalah buku cerita digital yang dikembangkan berdasarkan analisis silabus dan kebutuhan siswa. Media ni dikembangkan berdasarkan empat topik yaitu; makanan dan minuman, tempat umum, transportasi, olah raga dan hobi. Berdasarkan hasil rubrik penilaian ahli, produk dikategorikan sebagai media yang “excellent”. Dengan demikian, produk ini layak digunakan untuk belajar bahasa Inggris untuk siswa kelas enam.Kata Kunci : media digital, Storyjumper, pelajar usia dini. This research aimed to develop Storyjumper-Based digital media to teach English. The subject of this research was 31 students of sixth grade students in SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. This reseacrh was design and development research nd used ADDIE model proposed by Romiszowski (1996). There were five procedures used namely Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. In collecting the data, some instruments were used to conduct this research. There were students’ questionnaire, syllabus analysis, teacher’s interview guide, expert judgment rubrics, and observation sheet. In the end of this research, there was a prototype product named digital storybook as digital media in form of video. The result of this research is digital storybook that is developed based on syllabus analysis and the students’ needs. It is developed based on four topics namely; food and beverages, public places, transportation, sports and hobbies. Based on the result of expert judgment rubrics, it is found that products are categorized as excellent media. Thus, this product is proper to use for learning English for sixth grade students.keyword : digital media, Storyjumper, young learners.
DEVELOPING CAMTASIA-BASED TEACHING MEDIA TO ENRICH KINDERGARTEN STUDENTS’ VOCABULARY ., Putu Nita Handayani; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan media pembelajaran melalui aplikasi camtasia dalam bentuk video pembelajaran (2) menganalisis kelayakan produk guna memperkaya kosakata pelajar di Taman Kanak-Kanak. Subjek penelitian ini yakni para siswa dan guru di TK Lab. Undiksha, Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan (DDR) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), yang pengimplementasiannya terbatas pada tahap uji coba produk dan hanya menggunakan evaluasi formatif. Instrument yang digunakan pada penelitian ini yakni interview awal dan interview akhir, silabus analisis, rubrik validitas instrument, rubrik penilaian ahli, serta lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan kualitatif serta kualitatif teknik. Media pembelajaran yang dikembangkan yakni enam topic atau tema pada semester dua. Hasil dari penilitian ini adalah media pengajaran berbasis camtasia dalam bentuk video pembelajaran. Kualitas produk dari evaluasi ahli menunjukan bahwa skor yang didapatkan dari ahli media yakni 38 yang dikategorikan sebagai “excellent” kualitas media. Skor yang diperoleh dari ahli materi 1 terhadap produk yakni 39.8 yang dikategorikan sebagai kualitas media yang “excellent”. Terlebihlagi, skor yang diperoleh dari ahli materi 2 yakni 38.3 yang juga dikategorikan sebagai media yang berkualitas “excellent”. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis camtasia layak digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : camtasia, media pembelajaran, pelajar anak usia dini This research is intended to (1) produce a suitable teaching media through camtasia in the form of learning video (2) analyze the eligibility of the products to enrich the kindergarten students’ vocabulary. The subject of this research were the students and the teachers in TK Lab. Undiksha, Singaraja. This Design and Development Research (DDR) used ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which the implementation limited to the tryout of the product and used formative evaluation only. The instruments used in this study were preliminary interview and post interview, syllabus analysis, instruments validity rubrics, expert judgment rubrics and observation sheet. The data were analyzed both qualitatively and quantitatively. The learning media that developed were six topics/theme in the second semester. The result of this present research are camtasia-based teaching media in the form of learning video. The quality of the media form the experts’ evaluation reveals that the average score from the media expert is 38 which categorize as an excellent media quality. Then the score from the material expert 1 is 39.8 that categorize as an excellent media quality. Moreover, the score from the material expert 2 is 38.3 which also categorize as an excellent media quality. Therefore, this research conclude that the camtasia-based teaching media in the form of learning videos is worthy to be used as teaching media for the young learners. keyword : camtasia, teaching media, young learners
DEVELOPING STORY JUMPER-BASED TEACHING MEDIA TO ENRICH KINDERGARTEN STUDENTS' VOCABULARY ., Ketut Hari Rameswara; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18863

Abstract

Kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi dalam aktifitas pembelajaran sangatlah penting, terlebih lagi semenjak pembelajaran di era sekarang ini dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0 dan menjadi Edukasi 4.0. Maka dari itu, selama masa transisi, para guru membutuhkan bantuan untuk membuat media berbasis teknologi untuk diimplementasikan pada pembelajaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajar berbasis story jumper yang digunakan untuk memperkaya kosa kata murid TK, dan mengetahui kualitas dari media tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian Design and Development Research. Subyek penelitian ini adalah guru, sebagai pengguna, dan murid-murid di TK Lab. Undiksha. Penelitian menggunakan ADDIE model selama pengembangannya. Untuk mengetahui kualitas media yang akan digunakan, ahli menggunakan observasi kelas, kuesioner dari 3 guru setelah pengimplementasian media, dan wawancara dari 3 siswa. Menurut para guru, media yang digunakan sudah bagus untuk membantu guru menyampaikan materi pembelajaran, dan terlebih lagi medianya sangat gampang untuk digunakan. Sedangkan saat wawancara, para siswa mengaku bahwa media yang digunakan mampu menari perhatian mereka karena medianya sangat menyenangkan dan menarik dalam berbagai aspek. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media melalui proses ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation, dan menurut temuan penelitian, media yang digunakan sudah bagus dan bisa digunakan untuk implementasi selanjutnya. Dari penelitian ini, para guru bisa merujuk pada Story Jumper saat ingin mengembangkan media berbasis teknologi mereka sendiri.Kata Kunci : Kata Kunci: ADDIE model, Media Pembelajaran Berbasis Story Jumper, Pelajar Usia Dini. The demand of integrating technology in teaching and learning session is essential since today’s learning is affected by Revolution Industry 4.0 and became Education 4.0. Thus, during the transition, teachers are in need of help in creating suitable media to be implemeneted in their learning. This research aimed to know the development of story jumper-based teaching media into media that were used to enrich kindergarten students’ vocabulary, and to know the quality of the media. This research was Design and Development Research. The subject of this research were the teachers, as the user, and the students of TK Lab. Undiksha. This research used ADDIE model during the development. To know the quality of the media, the researcher used classroom observation, post-implementation questionnaire from 3 teachers, and an interview of 3 students. According to the teachers, the media are good in helping the teachers delivering the material, and moreover it is very easy to use. Meanwhile in the interview, the students admitted that the media were able to attract their attention because the media were fun and attractive in many ways. As the result, the development of the media went through the process of ADDIE that are Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, and the media produced are good enough to be used in further implementation. From this research, the teachers could refer to Story Jumper when developing an ICT-based teaching media because of its practicality and benefits in helping them achieving the learning outcomes.keyword : Keywords: ADDIE model, Story Jumper-based teaching media, Young learners.
Developing Literacy-based Activities in Teaching English as a Foreign Language for Toddlers ., Luh Putu Swasti Ayuningtyas; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Gd Rahayu Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18866

Abstract

Literasi bahasa Inggris telah dianggap sebagai keterampilan yang penting bagi anak-anak. Akan tetapi, hal ini belum mendapat perhatian yang cukup dalam penerapannya, karena literasi Bahasa Inggris saat ini cenderung kurang berkaitan dengan literasi dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aktivitas literasi dalam mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk anak-anak, khususnya untuk siswa PAUD. Penelitian ini menggunakan Rancangan dan Pengembangan (D&D) sebagai desain, dimana model Richey dan Klein (2007) digunakan sebagai model dalam melakukan penelitian ini. Model ini dibentuk dalam empat tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Guru dan siswa PAUD menjadi subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah silabus dari TK Dwi Bahasa Aura Sukma Insani dan lembar evaluasi produk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi dalam mengajar bahasa Inggris telah sesuai untuk tingkat PAUD. Ini diperoleh dari perhitungan yang menghasilkan skor 4.7 yang diklasifikasikan sangat baik. Dengan produk yang dikembangkan diharapkan buku untuk guru dapat digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris, serta dapat meningkatkan keterampilan literasi bahasa Inggris bagi mereka.Kata Kunci : Aktivitas literasi, PAUD, buku guru. English literacy has been considered as a crucial life skill for young learners. However, this has not been given adequate attention on its implementation, as so far it was not connected to the real-world literacy. This study aimed at developing literacy activities in teaching English as a foreign language for young learners, especially for toddlers. The study used Design and Development (D&D) as the design, in which the model of Richey and Klein (2007) was used as the model in having this research done. This model consisted of four steps namely analysis, design, development, and evaluation. Teacher and students of toddlers became the subjects in this research. The instruments used in collecting the data were the analyzed syllabus from Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten and product evaluation sheet. This study found that the developed literacy activities for teaching has been suitable for the level of toddlers. This is confirmed from the calculation of product evaluation in the score of 4.7, meaning it is classified as Excellent. With the product developed, it was gratefully expected that the teacher’s book could be used in teaching English, as well as improving their English literacy skill.keyword : Literacy activities, toddlers, teacher’s book
THE ANALYSIS OF PARENTS’ INVOLVEMENT TOWARD STUDENTS’ ENGLISH LITERACY AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., Luh Gede Ayu Devitasari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlibatan orang tua terhadap literasi Bahasa Inggris siswa, persepsi orang tua tentang perlibatan orang tua dan tantangan yang dihadapi oleh guru saat mengimplimentasikan program ini di SMA Laboratorium UNDIKSHA. Penelitian ini menggunakan desain embedded mixed method yang mencangkup data kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data utama dan kuantitatif adalah data yang mendukung data pertama. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner. Sampel dari penelitian ini dipilih melalu teknik purposive sampling dan diperoleh 11 orang yang berkaitan langsung dengan program keterlibatan orang tua, yaitu kepala sekolah, enam komite dan empat guru Bahasa Inggris. Data kualitatif dianalisis menggunakan teori Mile’s and Huberman, sedangkan data kualitatif menggunakan penghitungan Microsoft Excel. Hasil yang didapat dari data kualitatif menunjukan ada tiga belas program yang berkaitan dengan perlibatan orang tua, yaitu seminar, pelatihan orang tua, rapat orang tua, surat, rapot, majalah sekolah, sukarelawan kelas, pekerjaan rumah, program penilaian tugas, penentuan komite sekolah, program sosial, studi lapangan dan undangan alumni. Beberapa kendala juga ditemukan saat melakukan program ini. Selanjutnya, berdasarkan hasil kuesioner, dapat disimpulkan bahwa program perlibatan oang tua memberikan manfaat dan mereka setuju dengan program tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, dsarankan untuk mengimplementasikan program perlibatan orang tua di sekolah.Kata Kunci : perlibatan orang tua, literasi Bahasa Inggris siswa This study aimed at analysis the parents’ involvement implemented toward students’ English literacy, parents’ perception about parents’ involvement and the challenges faced by the teachers in conducting parents’ involvement at SMA Laboratorium UNDIKSHA. This study used embedded mixed method design which included qualitative and quantitative data. Qualitative was the main data of the study, while quantitative was supportive data. The instruments used in this study were interview guidelines and questionnaires. The samples were 11 participants that directly involved in parents’ involvement program which includes headmaster, six committees and four English teachers. Purposive sampling technique was used in choosing the samples. The qualitative data were analyzed by Mile’s and Huberman data analysis and Microsoft Excel calculation for quantitative data. The result of qualitative data shows that SMA Laboratorium implemented several programs related to the parents involvement, namely seminar, parents’ training, parents’ conference, letter, rapport, school’s magazine, classroom volunteer, homework, task scoring program, involving parents in deciding school’s committee, social program, field study and inviting alumni. Several challenges were found in conducting these programs. The result of the questionnaires show that parents’ involvement programs give useful benefit for parents. From the result of the study, it is recommended to implement parents’ involvement programs at senior high school.keyword : parents’ involvement, students’ English literacy
THE ANALYSIS OF PARENTS' INVOLVEMENT TOWARD STUDENTS' ENGLISH LITERACY AT SMKN 1 SINGARAJA ., Putu Yuni Damayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18868

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis keterlibatan orang tua terhadap literasi bahasa Inggris siswa di SMKN 1 Singaraja yang meliputi analisis terhadap pelaksanaan keterlibatan orang tua, persepsi orang tua terhadap keterlibatan orang tua dan tantangan yang dihadapi oleh guru. Analisis keterlibatan orang tua dalam penelitian ini didasari oleh enam kerangka keterlibatan orang tua oleh Epstein. Penelitian ini menggunakan model penelitian embedded mix methods. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, komite sekolah dan lima guru bahasa Inggris yang mana terlibat dalam keterlibatan orang tua. Obyek penelitian ini adalah keterlibatan orang tua yang diterapkan disekolah. Data dikumpulkan melalui analysis dokumen, wawancara dan kuesioner. Data dianalysis melalui pendeketan kualitative dan kuantitative. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) keterlibatan orang tua di SMKN 1 Singaraja diterapkan melalui beberapa strategi yaitu: workshop, pelatihan orang tua, konferensi orang tua, talkshow dan distribusi buku. Beberapa usaha juga dilakukan sekolah untuk melibatkan orang tua dalam mendukung literasi siswa yaitu dengan mengundang orang tua siswa, pengambilan raport, majalah sekolah/tabloid, sukarelawan, pemberian tugas, komite sekolah dan studi lapangan. (2). Pendapat orang tua mengenai keterlibatan orang tua sangat positif, mereka percaya bahwa program keterlibatan orang tua bisa meningkatkan prestasi siswa, sikap positif dan peningkatan literasi bahasa Inggris siswa. (3). Tantangan dikategorikan menjadi dua aspek berdasarkan tempatnya.Kata Kunci : Keterlibatan orang tua, Literasi bahasa Inggris This study is intended to analyze parents’ involvement toward students’ English literacy at SMKN 1 Singaraja which includes the analysis toward the implementation of parents’ involvement, the parents’ perception toward parents’ involvement, and the challenges faced by the teacher. Parents’ involvement activities in this study were analyzed based on Epstein’s six types of parental involvement framework. This study used embedded mixed method research design. The subjects of the study were a headmaster, school committees, and five English teachers involved in parents’ involvement. The object of the study was parents’ involvement which is practiced through the school programs. The data were collected by doing document study, interviews, and questionnaires. The data were analyzed through a qualitative and quantitative approach. The result showed that (1). Parents’ involvement at SMKN 1 Singaraja was practiced through many strategies such as a workshop, parents’ training, parents’ conference, talk show, and book distribution. Some efforts are also done to get parents involved in their children’s literacy activities through inviting parents formally, discussing about rapport, school’s tabloid/magazine, WhatsApp group, classroom volunteer, weekly homework/follow-up activities, school committee, and field study. (2). Parents’ perception toward parents’ involvement was positive, they believed that parents’ involvement program can foster students’ academic success, positive behavior, and improve students’ English literacy as well. (3). The challenges were categorized from two aspects based on the place (area). keyword : English literacy, Parents’ involvement
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION PATTERN IN SINGARAJA MONTESSORI SCHOOL (SMS) ., Aldea Pramesti Angelina; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18871

Abstract

Interaksi antara siswa dan guru sangat penting didalam pembelajaran. Akan tetapi, tutur guru dan tutur siswa di dalam kelas tidak seimbang. Tutur guru lebih mendominasi tutur siswa, dan hal tersebut mengurangi kesempatan siswa untuk berbicara didalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola interaksi dan pola dominan di Singaraja Montessori School (SMS). Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam bentuk analisis wacana dengan berpedoman pada kerangka analisis dari Ur (1996). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima pola yang muncul didalam kelas seperti, choral responses, closed-ended teacher questioning, individual work, student initiates – teacher answers, dan teacher talk. Closed-ended teacher questioning merupakan pola dominan di SMS. Pola-pola interaksi dihasilkan dari guru ke siswa, siswa ke guru, dan siswa ke siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa proses belajar-mengajar tidak selalu didominasi oleh guru. Para siswa mempunyai peranan aktif dalam berpartisipasi di kelas.Kata Kunci : interaksi kelas, kerangka analisis Ur (1996), metode Montessori, tutur guru dan tutur siswa, wacana kelas Interaction is really important in language teaching. However, the balance between teacher and students talk was not equal. Teacher talk dominated students talk and it decreased students’ chance to talk in the classroom. This study then aimed at identifying the interaction patterns found and the dominant pattern in Singaraja Montessori School (SMS). This study used descriptive qualitative method in form of discourse analysis by using Ur (1996) framework. The findings show that 1) the patterns of interaction emerge in the class are choral responses, closed-ended teacher questioning, individual work, student initiates – teacher answers, and teacher talk, 2) Closed-ended teacher questioning become the dominant pattern in SMS. The patterns of interaction are produced from teacher to student(s), student to teacher, and student(s) to student(s). These patterns are produced constantly. They show that teaching-learning process is not always dominated by the teacher. The students also actively participate in the class.keyword : classroom discourse, classroom interaction, Montessori Method, teacher talk and student talk.
THE IMPLEMENTATION OF INCLUSIVE EDUCATION BY ENGLISH TEACHERS TO TEACH SLOW LEARNERS AT SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Made Chintya Maha Yekti; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18872

Abstract

Pendidikan inklusif telah meningkat secara signifikan di Singaraja dan membantu siswa dengan kebutuhan khusus dalam memperoleh hak mereka untuk mencapai pendidikan yang layak. Sekolah dan guru di Singaraja memiliki kesiapan yang sangat terbatas baik dalam keterampilan mengajar dan pengembangan materi untuk memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan pendidikan inklusi oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa dengan kesulitan belajar di kelas regular. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan persiapan pembelajaran yang sama dan memodifikasi beberapa kegiatan dalam proses pembelajaran dan menggunakan penilaian yang berbeda. Hasil penelitian ini juga menyebutkan beberapa faktor pendukung dan tantangan dalam menerapkan pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif telah dilaksanakan tetapi masih harus ditingkatkan di Singaraja. Kata Kunci : pendidikan inklusif, pengajaran bahasa Inggris, sekolah regular, siswa dengan kebutuhan khusus, siswa dengan kesulitan belajar, Inclusive education has been increasing significantly in Singaraja and helping the students with special needs as well as getting their right to have proper education. It was found that schools and teachers in Singaraja had very limited preparedness either in teaching skills or the material development to meet the actual needs of students with special needs. This study was aimed at investigating the implementation of inclusive education by English teachers to teach slow learners included in a regular classroom. This research was in the form of qualitative research with a case study approach. The data were obtained through document study, interviews, and observations. The findings show that (1) the English teachers used same teachers’ preparation and modified some activities in learning process and used different assessment, and (2) there are also found supporting and challenging factors in implementing inclusive education. Inclusive education has been implemented but still has to be improved in Singaraja. keyword : inclusive education, regular classroom, students with special needs, slow learner, teaching English