cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY SHOPKEEPERS TOWARDS FOREIGNERS AT TANAH LOT TEMPLE TABANAN BALI ., Kadek Praditya Dicky Wijaya; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.17330

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tipe-tipe strategi kesopanan dan mendeskripsikan alasan penggunaan strategi kesopanan yang digunakan oleh pedagang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 5 pedagang. Penelitian ini dilaksanakan di Tanah Lot Tabanan Bali. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan Interactive Data Analysis Model terdiri dari pengumpulan data, data reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tiga dari empat strategi kesopanan yang muncul ketika pedagang berkomunikasi dengan orang asing sebagai pembeli. Strategi yang sering muncul adalah Bald on Record (53.62%) diikuti oleh Positive Politeness (37.68%), Negative Politeness (7.25%), dan tidak ada munculnya Off Record. Alasan utama pedagang menggunakan strategi kesopanan adalah untuk mendapatkan banyak pembeli dan membuat pembeli merasa nyaman serta dihargai.Kata Kunci : strategi kesopanan, pedagang, tanah lot, pembeli The purpose of this study was to identify the types of politeness and describe the reason the use of politeness strategies used by shopkeepers. This study was a descriptive qualitative. The subjects were 5 shopkeepers. This study was taken place in Tanah Lot Tabanan Bali. The data were collected through observation and interview. The data were analyzed by using Interactive Data Analysis Model consisting of data collection, data reduction, data display, and drawing conclusion and verification. The result of this study shows that three of four politeness strategies is appears when the shopkeepers talk with the foreigners as their buyer. The most appeared strategies is Bald on Record (53.62%) followed by Positive Politeness (37.68%), Negative Politeness (7.25%), and inexistence of Off Record. The main reasons of shopkeepers used politeness strategies are to gain more buyers and to make the buyer comfortable and respectful. keyword : politeness strategies, shopkeepers, tanah lot, buyers
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18427

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
POSITIVE AND NEGATIVE REINFORCEMENT USED BY ENGLISH TEACHERS TOWARDS STUDENTS WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) ., Kadek Anggun Pradnya Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan yang digunakan guru terhadap siswa dengan Attention Deficiti Hyperactivity Disorder (ADHD) di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. Fokus dari penelitian ini adalah jenis reinforcement yang digunakan, respon dari siswa ADHD serta pengaruhnya terhadap perilaku dan hasil belajar dari siswa ADHD. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan deskpripsi kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan melibatan guru dan siswa ADHD. Objek penelitian ini adalah penguatan yang digunakan oleh guru terhadap siswa ADHD selama proses pembelajaran. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi, merekam vidio, kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa guru di kedua kelas menggunakan penguatan positif dalam bentuk lisan maupun tindakan, seperti memanggil nama setelah meberikan pujian, memberikan tanggung jawab, memilih siswa ADHD terlebih dahulu, memberikan senyuman, menunjukan jempol, duduk dekat siswa ADHD, melakukan tos dan memberikan stempel. Selain itu, penggunaan penguatan negatif, seperti memberikan peringatan, pilihan, menunjukan gerak/isyarat dan mengambil beberapa barang yang hasilnya didukung oleh persepsi dari guru yang menyatakan bahwa penguatan memberikan pengaruh terhadap perkembangan sikap yang baik serta kemampuan siswa ADHD selama proses pembelajaran.Kata Kunci : Hasil belajar, penguatan, perilaku, siswa ADHD This study aimed to analyze the reinforcement used by teachers towards student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The focus of this study was the types of reinforcements, the ADHD students’ responses, and its impact towards the ADHD students’ behavior and learning outcomes. This study used descriptive qualitative in the form of case study by involving the teachers and ADHD students. The objects of this study were the reinforcements used by the teachers towards the ADHD students during teaching and learning process. The data were collected by conducting observation with observation sheets, video recording, questionnaire, and interview. Based on the result of data analysis, it was found that the teachers used positive reinforcement both verbal and non-verbal, such as calling name after praising, giving responsibility, choosing ADHD student firstly, giving smile, showing thumb up, sit near ADHD students, high-five and giving stamp. Moreover, the negative reinforcements were giving warning, giving choice, showing gestures and taking things in which supported with the teachers’ perception which stated that reinforcement could give impact towards the improvement of the good behavior of ADHD students, included with their ability in learning during teaching and learning process.keyword : ADHD students, behavior, learning outcomes, reinforcement
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18428

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
HIGHER EDUCATION STUDENTS PERCEPTION ON PERCEIVED OF EASE OF USE OF MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) ., Rangga Krisna Saputra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18693

Abstract

Perkembangan teknologi di abad 21 telah membawa banyak perubahan untuk pendidikan. Salah satu perubahannya adalah penggunaan perangkat mobile sebagai sarana yang efektif dan penting dalam pengajaran bahasa inggris. Banyak penelitian tentang mobile assisted language learning (MALL) pada konteks yang berbeda telah dilakukan yang menunjukkan banyak manfaat dari penggunaan MALL untuk pengajaran bahasa inggris. Tetapi, hanya sedikit penelitian terhadap MALL dilakukan di perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan MALL di perguruan tinggi. Metode campuran sekuensial eksplanatif digunakan untuk menganalisis data. Kuisioner survei yang diadaptasi dari Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk mengumpulkan data secara kuantitatif dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data secara kualitatif. 163 mahasiswa dari program studi pendidikan bahasa inggris dipilih secara acak sebagai sampel untuk penelitian ini. Sesi wawancara melibatkan 10 mahasiswa yang dipilih secara acak dari seluruh sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan MALL di dalam pengajaran bahasa inggris. Mereka percaya bahwa MALL sangat mudah digunakan yang membawa banyak manfaat bagi mereka. Hasil-hasil tersebut memiliki implikasi kepada perancang kurikulum dan dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang interaktif dan otonomi di luar konteks ruang kelas.Kata Kunci : MALL, Perangkat seluler, Persepsi, TAM. The development of technology in 21st century has brought many changes to education. One of the changes is the use of mobile devices as effective and significant aids to English language learning. Many studies about mobile assisted language learning (MALL) in different contexts have been conducted that indicate the advantages of MALL for English Language Learning. However, there are still few studies on MALL conducted in higher education in Indonesia, especially in Bali. Therefore, this research was aimed to investigate students’ perception on the perceived of ease of use of MALL in higher education. Explanatory sequential mixed method was used to analyze the data. Survey questionnaire adapted from Technology Acceptance Model (TAM) was used to collect data quantitatively and interview guide were used to collect the data qualitatively. 163 English Language Education students were chosen randomly as the sample for this study. The interview involved 10 students who were selected randomly from the sample. The results show that the participants had positive perceptions toward the ease of use of MALL in English language learning. They believed that MALL is very easy to use that brings many advantages form them. These results have implication for the curriculum designers and lecturers to develop an interactive and autonomous learning beyond the classroom context.keyword : MALL, Mobile devices, Perceived of Ease of Use, Perception, TAM.
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
Reading Comprehension Difficulties of Eighth Grade Students of SMP N 2 Singaraja in the 2018-2019 Academic Year ., Ria Cristina; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, (2) penyebab kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, dan (3) strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMP N 2 Singaraja untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan mereka dalam pemahaman membaca. Desain metode campuran digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini terdiri dari 338 siswa kelas delapan dan 7 guru bahasa Inggris yang mengajar kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 124 kelas delapan dan 2 guru bahasa Inggris. Tes pemahaman membaca, panduan wawancara, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas delapan menghadapi kesulitan dalam menentukan ide utama, mengidentifikasi informasi spesifik, mengidentifikasi referensi, dan mengidentifikasi makna kata-kata. Penyebab utama kesulitan pemahaman bacaan siswa adalah item kosakata yang tidak dikenal / tidak dikenal, sementara bagian yang panjang, waktu yang terbatas, dan kurangnya latihan membaca dan belajar bahasa Inggris dianggap sebagai yang lain. Selanjutnya, strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan dalam pemahaman membaca, termasuk: strategi pengulangan, strategi prediksi atau tebakan, strategi mengisyaratkan, strategi pemindaian, dan strategi membaca sekilas.Kata Kunci : EFL, kemampuan membaca, kesulitan, sekolah menengah pertama This research was aimed at investigating: (1) the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, (2) the causes of the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, and (3) the strategies used by the English teachers in SMP N 2 Singaraja to help the eighth grade students solve their difficulties in reading comprehension. A mixed methods design was used in this research. The population of the research consisted of 338 students of the eighth grade and 7 English teachers teaching the eighth grade at SMP N 2 Singaraja. The samples of the research comprised of 124 eighth grades and 2 English teachers. Reading comprehension test, interview guide, and observation sheets were the instruments used to collect the data. The results show that the eighth grade students faced the difficulties in determining the main idea, identifying the specific information, identifying reference, and identifying the meaning of the words. The main cause for the students’ reading comprehension difficulty is unknown/unfamiliar vocabulary items, while lengthy passages, limited time, and lack of reading practice and studying English are considered as the other. Furthermore, the strategies used by the English teachers to help the eighth grade students solve the difficulties in reading comprehension, included: repetition strategy, predicting or guessing strategy, hinting strategy, scanning strategy, and skimming strategy.keyword : EFL, reading comprehension, difficulty, junior high school
INVESTIGATION OF STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD E-LEARNING IN THE FIFTH SEMESTER OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION UNDIKSHA ., Putu Nopa; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi siswa tentang e-learning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi informasi terutama e-learning dalam pembelajaran di kelas. Data penelitian dikumpulkan di Program Studi Bahasa Inggris UNDIKSHA dengan 80 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berpendapat bahwa e-learning adalah ide inovatif dan harus didorong. Dan pembelajaran hybrid, yang merupakan kombinasi dari pembelajaran online dan pembelajaran tatap muka, adalah cara belajar yang disukai responden. Kata Kunci : E-learning, Model penerimaan teknologi (TAM), pembelajaran berbasis web, pembelajaran hybrid, pembelajaran sepenuhnya online. This study aims to investigate students' perceptions of e-learning. This research was conducted to determine students' perceptions in the use of information technology, especially e-learning in classroom learning. The research data were collected at English Language Education of UNDIKSHA with 80 questionnaires. The outcomes of the study showed the majority of the students think e-learning is an innovative idea and must be encouraged. Hybrid learning, which is a combination of online learning and face-to-face learning, is the preferred mode of learning for the respondents. keyword : E-learning, Technology Acceptance Model (TAM), Web-assisted learning, Hybrid learning, Fully-online learning.
The Effect of Reciprocal Teaching on Students’ Reading Comprhension in SMA N 1 Singaraja ., Kadek Yeyen Meyasa; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa kelas X di SMA N 1 Singaraja yang diajar melalui strategi mengajar timbal balik dan strategi konvensional. Desain penelitian ini adalah eksperimental semu dengan menggunakan desain kelompok kontrol post-test. Populasinya adalah siswa kelas X SMA N 1 Singaraja. Pengambilan sampel acak kluster digunakan untuk memilih sampel. Sampel penelitian ini adalah siswa X MIA3 dan X MIA2. Setiap kelas terdiri dari 32 siswa. Kelompok eksperimen diajarkan melalui strategi pengajaran timbal balik sementara kelompok kontrol diajarkan melalui strategi konvensional. Post-test dilakukan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan IMB SPSS Statistics 25. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Nilai rata-rata untuk kelompok eksperimen adalah 70,84 sementara kelompok kontrol memperoleh 65,93. Statistik inferensial dilakukan dengan melakukan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa to > tcv (12.029 > 1.99897). Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan Strategi Pengajaran Reciprocal pada pemahaman membaca siswa kelas sepuluh di SMA N 1 Singaraja diterima. Ukuran efek dari penelitian ini adalah 0,50725. Itu diklasifikasikan ke dalam efek sedang.Kata Kunci : Eksperimen, Pemahaman Membaca, Strategi Mengajar Timbal-Balik This study aimed at determining whether or not there was a significant difference on tenth grade students’ reading comprehension in SMA N 1 Singaraja who were taught by using reciprocal teaching strategy and conventional strategy. The design of this study was quasi-experimental design utilizing post-test only control group design. The population was tenth grade students of SMA N 1 Singaraja. Cluster random sampling was used to select the sample. The samples of this study were X MIA3 and X MIA2 students. Each class consisted of 32 students. The experimental group was taught by using reciprocal teaching strategy meanwhile control group was taught by using conventional strategy. Post-test was conducted to collect the data. The data was analyzed descriptively and inferentially by using IMB SPSS Statistics 25. The result showed that experimental group obtained better score than control group. The mean score for experimental group was 70.84 while control group obtained 65.93. Inferential statistics was done by conducting t-test. The result showed that to > tcv (2.029 > 1.99897). It indicated that stated there is a significant different of the implementation of Reciprocal Teaching Strategy on tenth grade students’ reading comprehension in SMA N 1 Singaraja was accepted. The effect size of this study was 0.50725. It was classified into medium effect.keyword : Experiment, Reading Comprehension, Reciprocal Teaching Strategy
POSITIVE AND NEGATIVE REINFORCEMENT USED BY ENGLISH TEACHERS TOWARDS STUDENTS WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) ., Kadek Anggun Pradnya Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan yang digunakan guru terhadap siswa dengan Attention Deficiti Hyperactivity Disorder (ADHD) di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. Fokus dari penelitian ini adalah jenis reinforcement yang digunakan, respon dari siswa ADHD serta pengaruhnya terhadap perilaku dan hasil belajar dari siswa ADHD. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan deskpripsi kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan melibatan guru dan siswa ADHD. Objek penelitian ini adalah penguatan yang digunakan oleh guru terhadap siswa ADHD selama proses pembelajaran. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi, merekam vidio, kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa guru di kedua kelas menggunakan penguatan positif dalam bentuk lisan maupun tindakan, seperti memanggil nama setelah meberikan pujian, memberikan tanggung jawab, memilih siswa ADHD terlebih dahulu, memberikan senyuman, menunjukan jempol, duduk dekat siswa ADHD, melakukan tos dan memberikan stempel. Selain itu, penggunaan penguatan negatif, seperti memberikan peringatan, pilihan, menunjukan gerak/isyarat dan mengambil beberapa barang yang hasilnya didukung oleh persepsi dari guru yang menyatakan bahwa penguatan memberikan pengaruh terhadap perkembangan sikap yang baik serta kemampuan siswa ADHD selama proses pembelajaran.Kata Kunci : Hasil belajar, penguatan, perilaku, siswa ADHD This study aimed to analyze the reinforcement used by teachers towards student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The focus of this study was the types of reinforcements, the ADHD students’ responses, and its impact towards the ADHD students’ behavior and learning outcomes. This study used descriptive qualitative in the form of case study by involving the teachers and ADHD students. The objects of this study were the reinforcements used by the teachers towards the ADHD students during teaching and learning process. The data were collected by conducting observation with observation sheets, video recording, questionnaire, and interview. Based on the result of data analysis, it was found that the teachers used positive reinforcement both verbal and non-verbal, such as calling name after praising, giving responsibility, choosing ADHD student firstly, giving smile, showing thumb up, sit near ADHD students, high-five and giving stamp. Moreover, the negative reinforcements were giving warning, giving choice, showing gestures and taking things in which supported with the teachers’ perception which stated that reinforcement could give impact towards the improvement of the good behavior of ADHD students, included with their ability in learning during teaching and learning process.keyword : ADHD students, behavior, learning outcomes, reinforcement

Page 62 of 188 | Total Record : 1873