cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE EFFECT OF KIM'S BOARD GAME TOWARDS ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF THE 5TH GRADE STUDENTS IN SANGSIT, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Ayu Putu Puspawati; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8231

Abstract

Kim’s board game adalah sebuah media pembelajaran yang mengandung esensi game berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengobservasi dan mengingat gambar – gambar pada media tersebut. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi efek penggunaan Kim’s board game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Sangsit, Kabupaten Buleleng, pada tahun pelajaran 2015/2016 . Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design yang menggunakan cluster random sampling technique dalam menentukan sampelnya. Berdasarkan hasil cluster random sampling, sampel yang diperoleh antara lain kelas 5 di SD N 8 Sangsit sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan menggunakan Kim’s board game dan SD N 4 Sangsit sebagai kelompok kontrol yang diajarkan tanpa menggunakan Kim’s board game. Hasil post-test kedua kelompok dianalisis tidak hanya menggunakan descriptive statistics analysis tetapi juga inferential statistics analysis. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa siswa yang diberikan perlakuan menggunakan Kim’s board game memperlihatkan prestasi belajar Bahasa Inggris yang lebih baik dibandingkan dengan yang diajarkan tanpa menggunakan Kim’s board game. Hal tersebut terbukti dari nilai rata – rata siswa pada kelompok eksperimen (80.05) lebih tinggi dari nilai rata – rata siswa di kelompok kontrol (72.76). Selain itu, hasil dari inferential statistical analysis menunjukkan tobs lebih tinggi dibandingkan dengan tcv dengan level α=0.05, di mana tobs= 4.603, sedangkan tcv= 1.999624. Jadi, hipotesis nol ditolak dan perbedaan dari kedua kelompok adalah signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Kim’s board game memberikan efek yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris kelas 5 SD di Sangsit. Kim’s Board game bisa diaplikasikan oleh guru untuk mengajar pelajar anak – anak sebagai salah satu media yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.Kata Kunci : Prestasi belajar Bahasa Inggris, Kim’s board game, Young learner Kim’s board game is one of teaching media in the form of game that is deals with learners’ observation and recollection ability which includes pictures on its board. This experimental study attempted to investigate the effect of Kim’s board game towards students’ English learning achievement of the fifth grade students in Sangsit, Buleleng Regency in Academic Year 2015/2016. The design of this study was Post-Test Only Control Group Design utilizing cluster random sampling technique to determine the samples. Based on the result of cluster random sampling, the fifth grade students in SD N 8 Sangsit was determined as the experimental group and treated by using Kim’s board game while the fifth grade students of SD N 4 Sangsit was determined as the control group and treated without using Kim’s board game. The result of post-test was analyzed by using both descriptive and inferential statistics analysis. From the data analysis, it was found that students who were treated by using Kim’s board game performed better in terms of English learning achievement than those who were treated without using Kim’s Board game. The mean score of the experimental group (80.05) is higher than the mean score of the control group (72.76). Moreover, the result of the inferential statistical analysis shows that tobs is higher than tcv at significant level of α=0.05, in which tobs is 4.603 while tcv is 1.999624. Thus, the null hypothesis of this study is rejected and the difference of the two groups is significant. In conclusion, Kim’s board game gives significant effect on the fifth grade students’ English learning achievement in Sangsit. The Kim’s board game can be applied by the teacher in teaching young learners as one of effective media to enhance students’ understanding. keyword : English learning achievement, Kim’s board game, Young learner
The Use of Social Networks Sites as Teaching Media in Facilitating English Writing Lesson in Senior High Schools and Vocational High Schools in Buleleng ., Yeyen Andiani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.10238

Abstract

Social networks sites adalah online platform yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar di era global ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan social networks sites sebagai media pembelajaran dalam memfasilitasi pelajaran menulis bahasa Inggris di SMA dan SMK di Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, melakukan wawancara dan observasi. Responden dalam penelitian ini adalah 13 guru bahasa Inggris dari 11 sekolah dan juga 110 siswa dari seluruh sebelas sekolah. Data menunjukkan bahwa penggunaan social networks sites sangat bermanfaat bagi guru dan siswa. Hal itu ditunjukkan dari persepsi guru dan persepsi siswa terhadap pelaksanaan social networks sites dikategorikan dalam tinggi. Dapat disimpulkan bahwa guru dan siswa menggunakan berbagai macam social networks sites dalam pembelajaran menulis dan juga mempunyai persepsi yang tinggi terhadap penggunaan social networks sites.Kata Kunci : Social networks sites, Media Pembelajaran, Menulis Bahasa Inggris. Social networks sites are an online platforms that can be used to support teaching and learning process in this global era. This study aims at describing the use of social networks sites as teaching media in facilitating English writing lesson in senior high schools and vocational high schools in Buleleng. This study uses mix-methods approach. The data were collected by giving questionnaires, doing an interview and observation. The respondents in this study were 13 English teachers from 11 high schools also 110 students from the entire eleven schools. The data shows that the use of social networks sites is very beneficial for the teacher and students. Meanwhile, teacher and students’ perception toward the implementation of social networks sites is categorized in high category. It can be concluded that teachers and students use various social networks sites in writing lesson as well as they have high perception towards the implementation social networks sites.keyword : Social Networks Sites, Teaching Media, English Writing.
AN ANALYSIS OF SPEAKING FLUENCY LEVEL OF THE SIXTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION DEPARTMENT IN GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION (UNDIKSHA) ., Hidayatul Mairi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.272 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15176

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yang pertama ialah untuk mendeskripsikan kemampuan kefasihan mahamahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dalam berbicara dalam bahasa Inggris. Dan tujuan selanjutnya ialah untuk mengetahui faktor-faktor ketidak-fasihan yang mereka hadapi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat VI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2015 Fakultas Bahasa dan Kesenian, Universitas Pendidikan Ganesha. Sampel penelitian ini adalah 27 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui dua instrumen, yaitu tes bicara dan kuesioner. Dalam tes berbicara, mahasiswa diberi lima topik untuk dipilih dan diminta untuk berbicara selama dua menit untuk kemudian direkam. Selain itu, dalam kuesioner yang digunakan ada 20 pertanyaan dengan 5 pilihan jawaban yang semua pertanyaan ini termasuk 5 penyebab utama ketidakpatuhan: tugas yang sulit, tidak fokus, kurang penekanan, kurangnya perencanaan dan persiapan, dan pengulangan tugas. Data penelitian berupa transkrip dari rekaman berbicara singkat dan jawaban mahasiswa terhadap kuesioner yang telah didistribusikan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kemampuan bahasa atau tingkat kefasihan dalam berbicara mahasiswa dalam berbahasa Inggris “baik” atau pada tingkat 3. Faktor penyebab ketidak-fasihan yang dihadapi mahasiswa meliputi tingkat kesulitan, aspek makna fokus, dan batas waktu pengerjaan aktivitas kefasihan berbicara. Kata Kunci : Kefasihan berbicara, tingkat kefasihan, ketidak-fasihan, factor ketidak-fasihan. The aim of this research was to describe speaking fluency of English Language Education Department students in speaking English, and to know the factors of disfluency faced by them. This research was designed by using descriptive qualitative research. The subjects of this research were the sixth-semester students of English Language Education Department 2015, Faculty of Language and Arts, Ganesha University of Education. The samples of this research were 27 students. The data were collected using two instruments namely speaking test and questionnaire. In the speaking test, students were given five topics to choose and they were asked to deliver a short talk for about 2 minutes that would be recorded. Meanwhile, in the questionnaire there were 20 questions with 5 optional answers in which all the questions included 5 aspects of the main causes of disfluency: the difficult task, not focused on the meaning, the absence of temp speaking pressure, the lack of planning and preparation and unrepeated task. The data of this research were the transcription of short talk recording and the students’ answers of questionnaire which have been distributed. This research found that students fluency in speaking English was good that was at level 3. The factors of disfluency faced by students those were level of difficulty, meaning-focused aspect, and time limit of work of speaking fluency.keyword : Speaking fluency, fluency level, disfluency, disfluency factor
AN ANALYSIS OF LANGUAGE LEARNING STRATEGIES USED BY THE 10th GRADE STUDENTS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Nyoman Suci Triasih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe strategi belajar siswa yang di gunakan oleh siswa laki-laki dan perempuan di kelas 10, dan alasan siswa menggunakan strategi pembelajaran bahasa dalam pembelajaran bahasa inggris. Analisis pada penelitian ini berdasarkan klasifikasi yang disarankan oleh Oxford (1990). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan observasi, SILL kuesioner versi 7.0 yang dikembangkan oleh Oxford (1990), dan wawancara sebagai metode pengambilan data. Subyek pada penelitian ini adalah kelas XAP3 yang terdiri dari tiga puluh lima siswa. Kuisioner diberikan kepada tiga puluh lima siswa dan data diproses dengan menggunakan SPSS untuk menemukan jumlah dan persentase pilihan siswa dalam setiap soal pada kuisioner. Oleh karena itu, ada dua metode digunakan oleh peneliti untuk menemukan tipe-tipe strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh siswa seperti observasi dan kuisioner. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa di kelas XAP3 menggunakan semua tipe-tipe strategi pembelajaran bahasa tetapi strategi kognitif merupakan strategi yang paling sering dan diikuti oleh strategi sosial, afektif, kompensasi, memory, dan metakognitif. Disisi lain, berdasarkan hasil wawancara, ada beberapa faktor yang membuat siswa menggunakan strategi pembelajaran bahasa seperti gaya belajar, umur, sosial ekonomi, lingkungan, motivasi, waktu belajar dan latar belakang budaya. Kata Kunci : strategi pembelajaran bahasa, jenis kelamin, faktor dalam pemilihan strategi The aims of this study were to investigate the types of language learning strategies used by the 10th grade male and female students, and the reasons of the students used language learning strategy in English learning. The analysis was based on the classification framework suggested by Oxford (1990). This study was qualitative descriptive study which uses observation, SILL questionnaire version 7.0 which is developed by Oxford (1990), and interview as the methods of collecting the data. The subjects of this study were XAP3 class which consists of thirty five students. The questionnaires were administrated to thirty five students and the data were processed by using SPSS to found the number and percentage of students’ choice in each items of the questionnaire. Therefore, there were two methods used by the researcher to find the types of language learning strategies which were used by students like observation and questionnaire. Then, the result of this study showed students in XAP3 class used all types of language learning strategies but cognitive strategy as the most frequently strategy used, and followed by social, affective, compensation, memory, and metacognitive strategy. On the other hand, based on the result of interviews, there were several factors which make students used language learning strategies such as learning styles, age, social economic, environment, motivation, times of learning, and cultural background. keyword : language learning strategies, gender, factors in strategies choice
THE EFFECT OF “PLEASE” STRATEGY ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY AT TENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Amelia Wardani; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menivestigasi apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” dan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-test Only Control Group. Populasi terdiri dari siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada pada tahun ajaran 2016/2017 dengan 44 siswa sebagai sample yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan writing competency test. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan t-test yang dibantu dengan SPSS 19.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan menulis antara siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” dan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konvensional (tobs = 12.506, p < 0.05) dimana pencapaian siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” lebih baik dalam kemampuan menulis dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konventional. Kata Kunci : kemampuan menulis, strategi “PLEASE”, strategi menulis konvensional. This research was aimed at investigating whether there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using “PLEASE” strategy and those who were taught by using conventional writing strategy. This research was an experimental research with Post-test Only Control Group Design. The population of this research was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2016/2017 with the sample of 44 students who were selected through random sampling technique. The data were collected by using writing competency test. The obtained data were analyzed by using t-test assisted with SPSS 19.0. The result of the research showed that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using “PLEASE” strategy and those who were taught by using conventional writing strategy (tobs = 12.506, p < 0.05) in which the students who were taught by using “PLEASE” strategy achieved better in writing competency than those who were taught by conventional writing strategy.keyword : conventional writing strategy, “PLEASE” strategy, writing competency
Affixation of Balinese Language Sembiran Dialect A descriptive Study ., NI LUH MIA ADNYANI; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis afiks dan proses morfologi yang ditemukan dalam dialek Sembiran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga contoh informan dipilih berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara. Beberapa instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu alat perekam, peneliti itu sendiri, panduan wawancara dan observasi. Ada empat proses dalam menganalisis data, diantaranya koleksi data, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 jenis afiks yang memiliki aturan penting dalam mengkonstruksi kata dalam dialek Sembiran. Ada empat jenis awalan yaitu {ke}, {n-}, {ma-}, dan {pati-}. Akhiran {-a}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ} dan {-nya}. Confix {ma-an} dan {ma-ang}. Tidak ada infix ditemukan dalam dialek Sembiran. Imbuhan yang termasuk dalam proses turunan yaitu awalan {ma-} dan {n-}, { akhiran {-an}, {-ang}, {-in} dan confix {ma-an} yang termasuk dalam proses derivasi. Sementara itu, ada empat awalan, enam sufiks dan dua konfiks yang merupakan bagian dari proses infleksional dalam dialek Sembiran. Awalannya adalah {ke}, {ma-}, {n-} dan {pati-}, sufiksnya adalah {-a}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, {-nya}, dan konfigurasinya adalah {ma-an} dan {ma-ang}.Kata Kunci : Dialek Sembiran, Derivasi Morfologis, Infeksi Morfologis, Jenis-jenis afiks. The study aimed at describing the kinds of affixation and the morphological process are found in Sembiran dialect. This research is a descriptive qualitative research. There are three informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data are collected based on three techniques, namely: observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data are tape recorder, the researcher, interview guide and observation. There are four steps of analyzing the data, those are: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there are three kinds of affixes which have important rules in constructing the word in Sembiran dialect. Such as four kinds of prefix include {ke}, {n-}, {ma-}, and {pati-}. Suffix {-a}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, and {-nya}. Confix {ma-}+{-an} and {ma-}+{-ang}. There is no infix found in Sembiran dialect. However the affixes which are belonged to derivational process such as prefix {ma-}, and {n-}, suffix {-an}, {-ang}, {-in} and confix {ma-an} which belong to a derivational process. Meanwhile, there are four prefixes, six suffixes and two confixes that belonged to an inflectional process in Sembiran dialect. The prefixes were {ke}, {ma-}, {n-} dan {pati-}, the suffixes were {-a}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, {-nya}, and the confixes were {ma-an} and {ma-ang}.keyword : The kinds of affixation, Sembiran dialect, Morphological derivational, Morphological Inflectional
DEVELOPING PROBLEM BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., I Gede Aan Somara Dyaksa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.224 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis masalah dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan. D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey adalah desain yang digunakan dalam peneletian ini. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru SMA adalah subjeknya sedangkan dua dosen dari Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah subjek dalam mengumpulkan data terkait dengan kualitas video yang dikembangkan. Objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis masalah. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubric penilaian. Data dari penelitian ini dianalisis secara kualitatif and kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video yang dikembangkan mempunyai spesifikasi sebagai berikut; 1) format dari video adalah mp4 dan kualitasnya full HD 2) audio dari video berkualitas stereo dan spesifikasi dari buku manual adalah; 1) terdapat beberapa pertanyaan latihan untuk diskusi guru 2) terdapat langkah–langkah dari problem based learning model yang digunakan di video. Selanjutnya, rata-rata dari kedua ahli adalah 4.35. Itu berarti bahwa video instruksional ini termasuk dalam kategori baik dan dapat dilanjutkan ketahapan yang selanjutnya.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Bahasa Inggris, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berpusat padaSiswa, Video Instruksional This present study was aimed atdeveloping and describing the features of the problem-based learning instructional video with its manual book based on the needs analysis conducted and describingthe features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two college university lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Problem-based learning instructional video. The data were collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric, and were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study indicated that the video developed has the following specifications; 1) the video is full HD in mp4 format and 2) the audio is stereo. While the specifications of the manual book are 1) there are several questions of teacher training discussion and 2) it shows the steps of problem based learning model used in video. Furthermore, it was also shown that the quality of the video with its manual book is categorized as good with a mean of 4.35 out of the maximum score 5.0. As far as the result of the expert judgment is concerned, it could be said that the D&D process could convincingly be continued to the next phases. keyword : Curriculum 2013, English Language Teaching (ELT), Instructional Video, Problem-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY THE ENGLISH TEACHERS IN THE CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Ni Made Dwi Darmetri; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru selama kegiatan belajar mengajar, bagaimana tindak tutur diwujudkan dalam komunikasi pengajaran, dan fungsi pedagogik dari tindak tutur. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru SMA Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan Miles and Huberman analisis data interaktif. Temuan penelitian menunjukan bahwa guru hanya menggunakan empat tindak tutur berupa directives, commisives, representatives, dan expressives dalam proses belajar mengajar. Dari 134 ucapan, guru mengucapkan 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. Ada tiga fungsi pedagogik dari tindak tutur guru, yaitu kontrol, organisasi, dan motivasi. Tindak tutur directives, declaratives, dan commisives berfungsi sebagai kontrol dan organisasi, tindak tutur representatives berfungsi sebagai kontrol dan evaluatif, tindak tutur expressives berfungsi untuk memotivasi. Kata Kunci : Fungsi pedagogik, proses belajar mengajar, tindak tutur This study was intended to describe and explain kinds of speech acts produced by the English teachers during teaching and learning process, how speech acts were realized in instructional communication, and pedagogical functions of speech acts. The subjects of the study were two English teachers in SMA Negeri 1 Seririt. This study was a qualitative study. The data were collected through observation and interview. The data were analyzed by using Miles and Huberman interactive data analysis. The findings show that there were only four types of speech acts performed by the teachers, namely representatives, directives, expressives, and commissives. From 134 utterances, the teachers produced 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. There were three pedagogical functions of the teachers’ speech acts, namely control, organization, and motivation. Directives and commisives speech acts were functioned as control and organizational function, representatives speech acts were functioned as control and evaluative functions, expressives speech acts was functioned as motivational function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
THE ANALYSIS OF PARENTS’ INVOLVEMENT TOWARD STUDENTS’ ENGLISH LITERACY AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., Luh Gede Ayu Devitasari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlibatan orang tua terhadap literasi Bahasa Inggris siswa, persepsi orang tua tentang perlibatan orang tua dan tantangan yang dihadapi oleh guru saat mengimplimentasikan program ini di SMA Laboratorium UNDIKSHA. Penelitian ini menggunakan desain embedded mixed method yang mencangkup data kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data utama dan kuantitatif adalah data yang mendukung data pertama. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner. Sampel dari penelitian ini dipilih melalu teknik purposive sampling dan diperoleh 11 orang yang berkaitan langsung dengan program keterlibatan orang tua, yaitu kepala sekolah, enam komite dan empat guru Bahasa Inggris. Data kualitatif dianalisis menggunakan teori Mile’s and Huberman, sedangkan data kualitatif menggunakan penghitungan Microsoft Excel. Hasil yang didapat dari data kualitatif menunjukan ada tiga belas program yang berkaitan dengan perlibatan orang tua, yaitu seminar, pelatihan orang tua, rapat orang tua, surat, rapot, majalah sekolah, sukarelawan kelas, pekerjaan rumah, program penilaian tugas, penentuan komite sekolah, program sosial, studi lapangan dan undangan alumni. Beberapa kendala juga ditemukan saat melakukan program ini. Selanjutnya, berdasarkan hasil kuesioner, dapat disimpulkan bahwa program perlibatan oang tua memberikan manfaat dan mereka setuju dengan program tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, dsarankan untuk mengimplementasikan program perlibatan orang tua di sekolah.Kata Kunci : perlibatan orang tua, literasi Bahasa Inggris siswa This study aimed at analysis the parents’ involvement implemented toward students’ English literacy, parents’ perception about parents’ involvement and the challenges faced by the teachers in conducting parents’ involvement at SMA Laboratorium UNDIKSHA. This study used embedded mixed method design which included qualitative and quantitative data. Qualitative was the main data of the study, while quantitative was supportive data. The instruments used in this study were interview guidelines and questionnaires. The samples were 11 participants that directly involved in parents’ involvement program which includes headmaster, six committees and four English teachers. Purposive sampling technique was used in choosing the samples. The qualitative data were analyzed by Mile’s and Huberman data analysis and Microsoft Excel calculation for quantitative data. The result of qualitative data shows that SMA Laboratorium implemented several programs related to the parents involvement, namely seminar, parents’ training, parents’ conference, letter, rapport, school’s magazine, classroom volunteer, homework, task scoring program, involving parents in deciding school’s committee, social program, field study and inviting alumni. Several challenges were found in conducting these programs. The result of the questionnaires show that parents’ involvement programs give useful benefit for parents. From the result of the study, it is recommended to implement parents’ involvement programs at senior high school.keyword : parents’ involvement, students’ English literacy
AN ANALYSIS OF CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY DANISH TOURISTS IN RELATION TO SINGARAJA CULTURAL VISIT ., Kadek Toni Sumartawan; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis syok budaya yang dialami oleh orang Denmark di Singaraja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menganalisis fungsi bahasa dari culture shock, bagaimana cara mengatasi budaya Bali, dan bagaimana caranya beradaptasi dengan budaya. Ada dua bentuk di culture shock, diantaranya adalah verbal komunikasi dan non-verbal komunikasi. Subjek di dalam penelitian ini adalah tiga orang Denmark yang tinggal di Singaraja. Data ini diambil melalui wawancara semi-struktur dan semi secara tidak terstruktur Data tersebut diperoleh melalui wawancara dan rekaman suara. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Pederson (1995). Hasil dari penelitian ini terbukti bakwa ada dua puluh syok budaya di verbal komunikasi dan non-verbal komunikasi dari orang Denmark di Singaraja. Ada sepuluh syok budaya in verbal kommunikasi dan sepuluh syok budaya di non-verbal komunikasi. Fungsi bahasa yang ada di verbal komiunikasi adalah sapaan, pengenalan diri, menanyakan informasi, makanan orang Bali, rumah orang Bali, transportasi, hubungan antara manusia, waktu, kebersihan, dan pemerintahan. Fungsi bahasa yang digunakan di non-verbal komunikasi adalah melambaikan tangan, menyentuh kepala, memberi jempol, banyak senyum, interaksi mata, jarak, berjabat tangan, sapaan, berpelukan, dan perbedaan antara tangan kanan dan tangan kiri. Ada beberapa cara orang Denmark mengatasi syok budaya, diantaranya adalah dengan bertanya ke orang Bali, pemandu wisata, membaca buku, dan menyesuaikan dengan budaya Bali. Kata Kunci : Syok Budaya, Non-verbal komunikasi, Verbal Komunikasi. This study aimed at analyzing the culture shock phenomena experienced by Danish tourists in Singaraja. This research was a descriptive qualitative research. The researcher analyzed the language functions of culture shock, how to adjust the culture, and how to adapt the culture. There were two forms, namely verbal communication and non-verbal communication. The subjects of this research were three Danish tourists who live in Singaraja. The data were obtained through semi-structure and semi-unstructured interview. The interview guide and voice recorder were used to collect the data. The theory was used to analyze the data was from Pederson (1995). The results of this study show that there were twenty phenomena of culture shock in verbal and non-verbal communication experienced by the Danish tourists in Singaraja. Ten culture shock phenomena were in verbal communication, and ten culture shock phenomena in non-verbal communication. The language functions of the culture shock in verbal communication were related to greeting, introduction, asking information, Balinese food, Balinese house, transportation, human relation, time management, cleanness, and government. The language function of culture shock in non-verbal communication were related to waving hands, touching head, giving thumb, more smiling, eye contact, space, shaking hand, greeting, hugging, and the different between right hand and left hand. The Danish tourists adjust their culture shock, such as asking information to local people, tour guide, reading Bali culture, and organized based on rules in Bali. keyword : Culture Shock, Non-verbal Communication, Verbal Communication.

Page 64 of 188 | Total Record : 1873